Pemikiran Plotinus21/09/2013 16:37Plotinus adalah salah satu tokoh filsafat yang

muncul diabad pertengahan (204-270). Ia adalah filosof pertama yang mencetuskan
teori penciptaan alam semesta. Kebahagiaan manusia otentik untuk Plotinus adalah
untuk mengidentifikasi dengan yang terbaik di alam semesta. Karena kebahagiaan itu
melampaui bentuk fisik, Plotinus menekankan bahwa keberuntungan duniawi
tidakmengendalikan kebahagiaan manusia yang sejati, dan dengan demikian “… tidak
terdapat manusia tunggal yang yang tidak baik atau efektif berpotensi memiliki
halyang kita pegang untuk membentuk kebahagiaan.” (Enneads I.4.4).Masalah
kebahagiaan adalah salah satu dari jejak Plotinus ‘terbesar pada pemikiran Barat,
karena ia adalah salah satu yang pertama untuk memperkenalkan gagasan
bahwaeudaimonia(kebahagiaan) dicapai hanya dalamkesadaran. Dalam sistem nya
teori ada tiga prinsip: Satu, Akal, dan Jiwa. GurunyaadalahAmmonius Saccasdan dia
adalah

tradisi

Platonis.

Sejarawan

dari

abad

ke-19

menemukan

istilahNeoplatonismedan diterapkan kepadanya dan filsafat yang berpengaruh
dalamAntiquity Akhir. Banyak informasi biografis mengenai Plotinus berasal
dariPorphyry‘pendahuluan terhadap edisi nya Plotinus’Enneads. Nyametafisistulisan
telah

menginspirasi

berabad-

abadPagan,Kristen,Yahudi,IslamdanGnostikmetafisikadanmistik.Biografi
PlotinusPlotinus lahir di Mesir dan menempuh pendidikannya di Yunani. Ia menetap
di Roma setelah mengikuti ekspedisi Kaisar Gordian. Dalam ekspedisi itu, Gordian
terbunuh oleh pasukannya. Masa hidupnya adalah pada awal era kesulitan kekaisaran
Romawi yang kemudian terpecah menjadi dua, Kekaisaran Timur dan Barat. Oleh
karena itu, Plotinus dianggap sebagai Pemikir Agung Terakhir Romawi.Plotinus
percaya pada tiga hal surgawi, yaitu Yang Esa, Intelektualitas, dan Jiwa. Ia juga
menyatakan bahwa Philosophy is easy “Filsafat itu mudah”.

Ia menawarkan

konsepemanation ex deo(memancar keluar dari Tuhan) sebagai pengganticreation ex
nihilo(penciptaan dari ketiadaan).Plotinus mempunyai sifat ketidakpercayaan
materialitas yang melekat, memegang pandangan bahwa fenomena merupakan suatu
citra yang buruk/mimesis. Ketidakpercayaan ini di perluas ke jiwa, termasuk dirinya

Tempat juga merupakan akar yang memunculkan Lyceum aristoteles yang menyebabkan spekulasi bahwa mungkin ia juga orang asli Romawi atau keturunan Helenis Mesir. Dalam mengejar upaya ini ia meninggalkan Alexandria dan bergabung dengan tentara Gordian III di Persia. dimana ia tinggal selama sebagian besar sisa hidupnya. Di sana dia tidak puas kepada setiap guru yang ditemuinya sampai pada suatu saat dia bertemu dengan seseorang dan menyarankannya untuk menemui Saccas Ammonius. ia berkata kepada teman yang telah menyarankannya. Dari hal ini dapat diketahui tahun kelahiran Plotinus sekitar tahun 205. “ia adalah pria yang saya cari.Judul ini berasal dari istilah Yunani yang berarti “sembilan” karena tiap bukunya (semuanya berjumlah enam buku) terdiri dari sembilan bab. ia kemudian memutuskan untuk menyelidiki ajaran filosofis dari filsuf Persia dan filsuf India di sekitar usia 38. Selain Ammonius Plotinus juga belajar dari karya-karya Alexander dari Aphrodisias.sendiri.Plotinus mengambil studi filsafat pada usia dua puluh tujuh tahun. Eunapius melaporkan bahwa Plotinus lahir di Lycopolis Delta (Lyco berasal dari bahasa Yunani yan g berarti serigala). ia datang ke Roma.” Mulai dari saat itu ia mulaibelajar sungguh-sungguh kepada instruktur barunya. senator Castricius firmus. Numenius dan berbagai Stoa Romawi seperti Aristoteles. pada masa pemerintahan Philip arab. Namun kampanye itu gagal. di sekitar tahun232 dan berpetualang ke Alexandria untuk belajar.Pada usia empat puluh tahun. dan pada akhirnya Gordian menjemput ajal. amelius gentilianus of Tuscany. Di sana ia menariksejumlah siswa. muridnya.bertepatan pada tahun kedua masa pemerintahan Kaisar Claudius II. Seperti yang dilaporkan oleh Porphyry bahwa di suatu saat ia menolak untuk dipotret dengan berbagai alasan.Karya-karyanya yang sangat banyak dikumpulkan dan disunting oleh Porphyry.Porphyry melaporkan bahwa Plotinus meninggal di usia 66 tahun pada tahun 270. dan Eustochius dari Alexandria. Plotinus yang menemukan dirinya ditinggalkan di tanah musuh engan susah payah berusaha menemukan jalan keluar kembali ke tempat aman di Antiokhia. seorang dokter yang mengabdikan .Setelah menghabiskan sebelas tahun berikutnya di Alexandria. Setelah mendengarkan ide-ide dan ceramah Ammonius. menjadi buku yang berjudulEnneads. Sejumlah siswanya tersebut seperti porphyry.

seorang keturunan Arab yang meninggal sebelum Plotinus dan meninggalkan beberapa warisan berupa tanah kepada Plotinus.PemikiranFilsafat Plotinus mengombinasikan ajaran mistis dan cara praktis dan memiliki pengaruh yang sangat kuat pada teologi Kristen. Porphyry melaporkan bahwa Subsidi imperial tidak pernah diberikan kepada rakyatnya. Siswa lainnya termasuk Zethos. iru hanyalah koleksi besar catatan dan esai yang Plotinus gunakan dalam kuliah dan debat dan bukanlah sebuah buku formal. Pada suatu saat Plotinus berusaha untuk mengajak Gallienus dalam membangun kembali pemukiman yang telah ditinggalkannya di Campina yang dikenal sebagai “Kota Philosophers”.Sementara di Roma plotinus juga memperoleh rasa hormat dari Kaisar Gallienus dan istrinya Salonina. pemisahan kata-katanya tidak benar dan ia menggunakan sopan santun ejaan yang sangat buruk. Filsuf Plotinus menghabiskan hari-hari terakhirnya dalam pengasingan di perkebunan Campania yang dulunya diwariskan kepadanya oleh muridnya Zethos. dan menyelinap pergi melalui lubang dinding. Plotinus tidak mampu untuk merevisi karyanya sendiri karena penglihatannya yang buruk.Porphyry kemudian pergi untuk menetap dan tinggal di Sisilia. Tulisan-tulisan yang dibuat oleh Plotinus memerlukan proses editing besar-besaran karena menurut porphyry tulisan tangan gurunya itu mengerikan.dirinya untuk belajar dari plotinus dan menghadiri kepadanya sampai kematiannya. dan pada saat yang sama filsuf meninggal.Plotinus menulis esai yang berjudulEnneadsselama beberapa tahun sampai dengan beberapa bulan sebelum kematiannya. Zoticus seorang kritikus dan penyair. Filsafatnya bertujuan untuk membantu para muridnya kembali menyatu atau . Menurut pengakuan Eustochius yang menghadiri pemakaman Plotinus. Paulinus seorang dokter Skitopolis dan Serapion dari Alexandria. Porphyry membuat catatan bahwaEnneadssebelum disusun dan diatur oleh dirinya sendiri. Seperti yang terdapat dalam catatan Eustochius dituliskan ada ular merayap dibawah tempat tidur dimana Plotinus berbaring. sampai pada akhirnya dia mendengar bahwa mantan furunya telah meninggal. kata-kata terakhir Plotinus: “Berusaha untuk memberikan dirinya dan semuanya kembali kepada Tuhan”. di mana penduduknya hidup dibawah konstitusi yang telah ditetapkan dalam Plato Law’s.

Yang Esa ini mendatangkan Intelektualitas yang artinya berhubungan dengan pengetahusan intuitif.Level berikutnya adalah Intelektualitas.bergabung kepada “Yang Esa” dengan cara kontemplasi. yang berhubungan dengan rasionalitas atau pikiran yang berwacana: Jiwa ini memiliki dua level. ada satu yang tertinggi. sebagai sumber dan landasan benruk dan materi dunia yang dalam istilah Plato disebutform. Kedua level ini ada dalam diri manusia. Manusia dapat memilih apakah akan berkonsentrasi ke dalam untuk melihat . Yang esa ini adalah sumber realitas. Yang Esa ini adalah sumber realitas dimana hal ini mendatangkan intelektualitas yang artinya berhubungan dengan pengetahuan intuitif. semua itu bukan nama yang sebenarnya. level atas jiwa menghadap ke dalam dan melihat hal-hal surgawi denganIntelektualitas. tidak ada pemisahan antara subjek dan objek. Mirip dengan teologi trinitas dalam agama Kristen. Intelktualitas ini juga sulit dijelaskan dengan bahasa. Intelektualitas merupakan cahaya dari Yang Esa dan alat Yang Esa untuk mengabarkan diri-Nya. Walaupun segala macam sebutan bagi Yang Esa dari berbagai macam kebudayaan dan ragam manusia. sedangkan level bawah Jiwa menghadap ke luar kepada yang disebut alam. Plotinus menganalogikan Intelektualitas dan Yang Esa seperti cahaya dan matahari. “Yang Esa” bukanlah jumlah dari semua hal tetapi dia ada dari ebelum semuanya ada.Pikiran dan objek yang dipikir menyatu dalam Intelektualitas. keragaman atau perbedaan . ia percaya pada tiga hal yang bersifat surgawi. yaitu Yang Esa.Yang Esa adalah sesuatu yang bersifat serba baik tanpa batas dari tidak dapat dideskripsikan mengikuti filsafat Plato. melampaui segala sifat termasuk keberadaa. Intelektualitas dan Jiwa. Perbedaannya adalah ketiga hal yang diajukan Plotinus tidak berdiri sendiri tetapi merupakan hanya urutan pada saat kontemplasi. sepenuhnya transeden “Yang Esa” tidak mengandung divisi. semua itu adalah sumber dari dunia tapi tidak melalui tindakan penciptaan secara sengaja ataupun sebaliknya.Yang Esa. Deskripsi menggunakan bahasa hanya dapat menunjuk Yang Esa. Plotinus mengajarkan bahwa dari semua yang ada. Level inilah yang bertanggung jawab terhadap alam materi. yangmemahami dan yang dipahami. Level berikutnya dari realitas adalah Jiwa.Plotinus menggambarkan bahwa “Yang Esa” adalah sebagai cahaya ditengah kegelapan.

blogspot. dan Jiwa) adalah level kentemplasi atau perkembangan level logika dari Realitas Abadi Yang Esa dan bukan perpindahan atau perubahan satu realitas kepada realitas yang lain secara temporal.hal-hal surgawi atau keluar ke alam materi. pembaca hendaknya mecari referensi yang lain untuk melengkapi informasi tentang Riwayat dan Jalan fikiran Plotinus.Kunci untuk memahami konsep filsafat kosmologi Plotinus adalah Tiga realitas (Yang Esa. DAFTAR PUSTAKA Yuana.KesimpulanFilsafat kosmologis Plotinus sangat bersifat mistis dengan Tuhan sebagai sumberdari segalanya.Plotinus juga mengimplementasikan filsafatnya secara praktis untuk mencapai penyatuan ekstatis dengan Yang Esa dan mencapai tahap ektase. bukan Matahari berubah menjadi Cahaya. Tuhan Yang Baik dan terpancar dalam seluruh kejadian di alam semesta ini tentu bermaksud dan berakibat baik.SaranPembahasan Plotinus dalam makalah yang penulis susun sangat terbatas. Konsep kosmologinya ini memberi pijakan yang kuat bagi filsafat untuk berpikir positif. Matahari dan Cahanya adalah satu realitas.html. Waktu hanyalah hasil dari ketidakmampuan dari alam memahami surgawi. Porphyry. Kita sebagai penelaah filsafat Plotinus dapat menjadikannya untuk menjaga semangat dan untuk mencari sisi baik dari semua kejadian di alam semesta ini. terutama dari Dosen pengampu mata kuliah Filsafat Ilmu yang tujuannya untuk perbaikan penyusunan makalah selanjutnya yang lebih baik. Dan Penulis senantiasa menunggu saran dari para pembaca. . Oleh karena itu.com/ http://gentongedukasi. Intelektualitas.2010. mencatat pernah empat kali melihat gurunya mencapai kondisi ekstase. Konsepemanation ex deo(memancar keluar dari Tuhan) memberi pijakan bahwa alam semesta ini bersifat baik karena berasal dari Tuhan Yang Baik.com/2012/01/tokoh-tokoh-pemikir-dalamfilsafat. muridyang menulis karya-karya Plotinus. Yogyakarta: Andi Offset http://wikipedia.The Greatest Philosophers. Kumara Ari.