PRINSIP-PRINSIP UMUM

TOKSIKOLOGI
Toksikologi: ilmu yg mempelajari tentang bahan-bahan kimia atau fisika yg
mempunyai respons/efek negatif atau tidak diinginkan (adverse effects)
terhadap sistem biologis, dg interaksi-interaksinya.
Toksikologi adalah pemahaman mengenai pengaruh-pengaruh bahan kimia
yang merugikan bagi organisme hidup.
Dalam Imu Toksikologi terdapat unsur-unsur yang saling berinteraksi dengan
suatu cara-cara tertentu untuk menimbulkan respon pada system biologi yang
dapat menimbulkan kerusakan pada system biologi tersebut. Salah satu
unsur Toksikologi adalah agent-agent kimia atau fisika yang mampu
menimbulkan respon pada system biologi.
Tuiuan toksikologi:
1. Menguji/mengetahui sifat-sifat dari efek negatif yg timbul
2. Memperkirakan efek negatif yg mungkin akan timbul karena bahan
kimia
Klasifikasi Toksisitas:
1. Berdasar durasi waktu timbulnya efek:
 Toksisitas akut (onset mendadak, waktu singkat, efek reversibel)
 Toksisitas kronis (durasi lama dan permanen, konstan/terus menerus,
efek irreversibel)
2. Berdasar tempat toksikan berefek:
 Toksisitas lokal: efek terjadi pd tempat aplikasi
 Toksisitas sistemik: toksikan diabsorpsi ke dalam tubuh, didistribusi
melalui aliran darah dan mencapai organ di mana akan terjadi efek
3. Berdasar respon yg terjadi dan organ dimana bahan kimia tsb berefek:
 Hepatotoksin (hati), neprotoksin (ginjal), neurotoksin (organ syaraf)
 Immunotoksin (antibodi)
 Teratogenik (embrio)
 Karsinogen (pemicu cancer)
 Allergen sensitizers (respon sensifif)
Beberapa pengertian tentang Toksikologi:

dan kronik (>3 bulan). terakhir menjadi lebih toksik (0+2=10) Antagonisme: situasi di mana dua bahan kimia bila diberikan bersamaan..v  inhalasi intraperitoneal subkutan intramuskuler intradermal oral topikal Jangka Waktu dan Frekuensi Pemaparan  Waktu pemaparan: akut (<24 jam. Contoh Karbon tetraklorid dan etanol (keduanya hepatotoksik) bila diberikan. subkronik (1-3 bulan).        Tosikologi: ilmu yg. 4+0=1) 4 dasar dari berbagai antidotum Terjadi atau tidaknya respons toksik dari suatu zat kimia tergantung pada: 1. jauh lebih hebat dibanding jumlah masing-masing efek secara individual Potensiasi: keadaan di mana suatu senyawa kimia tidak mempunyai efek toksik thd. subakut (pemaparan berulang dalam jangka waktu <1 bulan). . sistem atau organ ttt. Kerentanan sistem biologis dari subyek Jalur Masuk dan Tempat Pemaparan Bahan toksik umumnya mempunyai efek yang paling besar dan menghasilkan respons yg.) Urut-urutan: i. 4+ (-4)=0. Sifat kimia dan fisik dari zat tersebut 2. paling cepat bila diberikan melalui jalur intravena (i. Situasi pemaparan jalur masuk dan tempat pemaparan. bersama-sama akan menyebabkan kerusakan hati yg.v. efeknya saling mempengaruhi bahan kimia yang lainnya (4+6=8. mempelajari tentang efek-efek yang tidak diiinginkan (adverse effect) dari zat-zat kimia terhadap organisme hidup Tosisitas: deskripsi dan kuantifikasi sifat-sifat toksis suatu zat Hazard: kemungkinan suatu zat kimia untuk menimbulkan cidera Risiko: besarnya kemungkinan zat kimia untuk menimbulkan keracunan Efek aditif: efek gabungan dari dua bahan kimia = jumlah dari efek masing-masing bahan bila diberikan sendiri-sendiri (2+3=5) Efek sinergistik: efek gabungan dari dua bahan kimia jauh melampaui penjumlahan dari masing-masing bahan kimia bila diberikan secara sendiri-sendiri (2+3=10). jangka waktu dan frekuensi pemaparan) 3. pemaparan tunggal). namun bila ditambahkan ke bahan kimia lain akan membuat yg.

Kata racun ”toxic” adalah berasal dari bahasa Yunani.). shg Kualitas lingkungan akan Bertambah buruk dengan Terdapatnya berbagai racun. yang aman dan berbaya. Sedangkan kata racun merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan dan mengambarkan berbagai bahan ”zat kimia” yang dengan jelas berbahaya bagi badan. maupun dari mineral. yaitu dari akar kata tox. tentu telah mencobaberagam bahan baik botani. bermanfaat serta diperlukan oleh tubuh agar dapat hidup atau menjalankan fungsinya.Untuk sebagian besar bahan kimia efek toksik setelah pemaparan tunggal sangat berbeda dibandingkan dengan efek pemaparan berulang  Frekuensi pemberian: dosis yg. Hippocrates (460-370 B. dimana dalam bahasa Yunani berarti panah. dikenal sebagai bapak kedokteran. Dalam kontek ini kata makanan dikonotasikan ke dalam bahan yang aman bagi tubuhnya jika disantap. Dia banyak menulis racun bisa ular dan didalam bukunya juga menggambarkan. bahwa efek berbahaya (toksik) yang ditimbulkan oleh zat racun (tokson) telah dikenal oleh manusia sejak awal perkembangan beradaban . Hal ini membuktikan.C. nabati. Dimana panah pada saat itu digunakan sebagai senjata dalam peperangan. terbagi akan mengurangi efek yang ditimbulkan  PERKEMBANGAN TOKSIKOLOGI  Farmakotoksikologi  Toksikologi makanan dan Kosmetika  Toksikologi Pestisida  Toksikologi Industri  Toksikologi Militer  Forensik  Toksikologi Medis  Toksikologi lingkungan ( semua zat beracun ataupun Metabolitnya akan kembali Memasuki lingkungan.) Perkembangan Awal Toksikologi Sejak perkembangan peradaban manusia dalam mencari makannya. yang selalu pada anak panahnya terdapat racun. bahwa orangMesir kuno telah memiliki pengetahuan penangkal racun. disamping itu dia juga dikenal sebagai toksikolog dijamannya. yaitu dengan menghambat laju absorpsi racun dari saluran pencernaan. Melalui pengalamannya ini ia mengenal makanan.

1204) dalam bukunya yang terkenal Racun dan Andotumnya. pendekatan toksikologi seharusnya dari sudut telaah / studi tentang berbagai efek zat kimia atas berbagai sistem biologi. Adalah biasa untuk mengatakan bahwa satu zat kimia lebih toksik daripada zat kimia lain. Sumbangan yang lebih penting bagi kemajuan toksikologi terjadi dalam abad ke-16 dan sesudahnya. Orfila memainkan peranan penting pada kasus LaFarge (kasus pembunuhan dengan arsen) di Paris. Pada umumnya efek berbahaya (efek farmakologik) timbul apabila terjadi interaksi antara zat kimia (tokson atau zat aktif biologis) dengan reseptor (tempat berikatnya tokson). toksikolog besar. Namun.J. Usaha ini seiring dengan perkembangan toksikologi itu sendiri. pendekatan ini melahirkan suatu bidang Pengertian Toksikologi dan Racun Secara sederhana dan ringkas. kecuali jika pernyataan tersebut melibatkan informasi tentang mekanisme biologi yang sedang dipermasalahkan dan juga dalam kondisi bagaimana zat kimia tersebut berbahaya.B. Toksisitas merupakan istilah relatif yang biasa dipergunakan dalam memperbandingkan satu zat kimia dengan lainnya. orang senantiasa berusaha menemukan dan mengembangkan upaya pencegahan atau menawarkan racun. M. Orfila dikenal sebagai bapak toksikologi modern karena minatnya terpusat pada efek zat tokson. yang pertama kali meletakkan konsep dasar-dasar dari toksikologi. Untuk mencegah peracunan. evaluasi yang lebih kritis terhadap usaha ini baru dimulai oleh Maimonides (1135 . selain itu karena ia memperkenalkan metodologi kuantitatif ke dalam studi aksi zat tokson pada hewan. dengan metode analisis arsen. ia membuktikan kematian diakibatkan oleh keracuanan arsen. Oleh manusia efek toksik ini banyak dimanfaatkan untuk tujuan seperti membunuh atau bunuh diri.manusia. toksikologi dapat didefinisikan sebagai kajian tentang hakikat dan mekanisme efek berbahaya (efek toksik) berbagai bahan kimia terhadap makhluk hidup dan sistem biologik lainnya.Pernyataan-pernyataan ini menjadi dasar bagi konsep hubungan dosis reseptor dan indeks terapi yang berkembang dikemudian hari. hanya dosis yang membuatnya menjadi tidak beracun”. Paracelcius adalah nama samaran dari Philippus Aureolus Theophratus Bombast von Hohenheim (1493-1541). dengan penekanan pada mekanisme efek berbahaya zat kimia itu dan berbagai kondisi di mana efek berbahaya itu terjadi. Perbandingan sangat kurang informatif. Oleh sebab itu. Dalam postulatnya menyatakan: “Semua zat adalah racun dan tidak ada zat yang tidak beracun. Terdapat dua aspek yang harus diperhatikan .

yaitu kerja farmakon pada suatu organisme (aspek farmakodinamik / toksodinamik) dan pengaruh organisme terhadap zat aktif (aspek farmakokinetik / toksokinetik). adalah salah satu contoh tokson. Pengobatan parasetamol yang direkomendasikan dalam satu periode 24 jam adalah 4 gram untuk orang dewasa dan 90 mg / kg untuk anak-anak. resiko keracunan tidak hanya tergantung pada sifat zatnya sendiri. Perubahan biologis yang diakibatkan oleh zat tokson dapat diungkap . tetapi juga pada kemungkinan untuk berkontak dengannya dan pada jumlah yang masuk dan diabsorpsi. frekuensi kerja dan waktu kerja. matematika. baru bekerja toksik pada dosis yang melebihi 10 g. sudah dapat mengakibatkan efek kematian. Dengan demikian. Ilmu toksikologi ditunjang oleh berbagai ilmu dasar.dalam mempelajari interakasi antara zat kimia (zat aktif biologis) dengan organisme hidup. Namun pada penggunaan lebih dari 7 gram pada orang dewasa dan 150 mg/kg pada anak-anak akan menimbulkan efek toksik. fisika. dimana dalam konsentrasi yang sangat rendah (10-9 mg/kg berat badan). Toksin Clostridium botulinum. Semua kerja dari suatu obat yang tidak mempunyai sangkut paut dengan indikasi obat yang sebenarnya. dapat dinyatakan sebagai kerja toksik. Berbeda dengan metanol. Bidang ilmu biokimia diperlukan guna mengetahui informasi penyimpangan reaksi kimia pada organisme yang diakibatkan zat tokson. Dengan kata lain tergantung dengan cara kerja. seperti kimia. Antara kerja (atau mekanisme kerja) sesuatu obat dan sesuatu tokson tidak terdapat perbedaan yang prinsipil. ia hanya relatif. Kimia analisis dibutuhkan untuk mengetahui jumlah toksikan yang melakukan ikatan dengan reseptor sehingga dapat memberikan efek toksik. biologi.

peyerbuk bantuan. yaitu:    dalam industri makanan sebagai zat tambahan baik langsung maupun tidak langsung. fisiologi. Di dalam industri kimia juga dipelajari pengaruh logam (misal dalam dalam pertambangan dan tempat peleburan). biokimia. toksikologi ekonomi dan toksikologi forensik. dan konstrasi tertinggi yang dapat menimbulkan efek kematian. untuk itu diperlukan bidang ilmu immunologi guna lebih dalam mengungkap efek zat toksik pada sistem kekebalan organisme. atau penyimpangan submikroskopi darinormalnya. dan racun hewan terhadap kesehatan. Perubahan biologi akibat paparan tokson dapat termanisfestasi dalam bentuk perubahan sistem kekebalan (immun) tubuh. Mengadopsi konsep dasar yang dikemukakan oleh Paracelcius. Agar dapat menetapkan batasan konsentrasi ini toksikologi memerlukan dukungan ilmu kimia analisis. yakni: toksikologi lingkungan. immonologi. dan bahan antara bagi plastik serta banyak jenis bahan kimia lainnya. Cakupan dan Subdisiplin Toksikologi Toksikologi sangat luas cakupannya. manusia menggolongkan efek yang ditimbulkan oleh zat tokson menjadi konsentrasi batas minimum memberikan efek. Ilmu statistik sangat diperlukan oleh toksikologi dalam mengolah baik data kualitatif maupun data kuantitatif yang nantinya dapat dijadikan sebagai besaran ekspresi parameterparameter angka yang mewakili populasi. tumbuhan beracun. lebih dikenal dengan efek farmakologi). batas konsentrasi dimana sudah memberikan efek berbahaya (konsetrasi toksik). daerah konsentrasi dimana memberikan efek yang menguntungkan (efek terapeutik . Ia menangani studi efek toksik “toksisitas” di berbagai bidang. LU (1995) mengelompokkan ke dalam empat bidang. yaitu dalam menunjukan wujud perubahan / penyimpangan kasar. LOOMIS (1979) berdasarkan aplikasinya toksikologi dikelompokkan dalam tiga kelompok besar.  Dalam pertanian sebagai pestisida zat pengatur pertumbuhan. produk minyak bumi. mikroskopi. dan zat tambahan pada makanan hewan. jaringan atau organisme memerlukan dukungan ilmu patologi. serta hubungannya dengan biologi. komponen. . kertas dan pulpa. Untuk mengetahui efek berbahaya dari suatu zat kimia pada suatu sel. maupun kimia instrmentasi.  Dalam bidang industri kimia sebagai pelarut.melalui bantuan ilmu patologi.

melalui konsumsi buah atau sayuran yang sebelumnya diberikan pestisida sebelum panen. distribusi ke konsumen. salah satunya meningkatnya jumlah produksi pangan. mutu kesehatan yang tinggi. sehingga dapan juga mengakibatkan berkurangnya atau bahkan musnahnya predator insek tersebut. seperti pupuk. Banyaknya kasus keracunan masif akut dan keracunan kronis. diantaranya makanan bergizi. dengan jalan demikian akan diperoleh buah atau sayuran yang ranun. Diperkirakan beribu-ribu bahan kimia telah diproduksi secara komersial baik di negara-negara industri maupun di negara berkembang.Tidak jarang pemakaian pestisida yang tidak sesuai dengan aturan. telah ditengarai mengakibatkan mutasi genetika dari insektisida tersebut. masyarakat menuntut perbaikan kondisi kesehatan dan kehidupan. Untuk memenuhi tujuan ini. seperti pencemaran lingkungan. atau berlebih justru memberi beban pencemaran terhadap lingkungan. dengan tujuan buah atau daun sayuran tidak termakan insek sebelum panen. dari terlibatnya manusia pada proses produksi. Perkembangan Mutahir Toksikologi Dalam perkembangan beradaban modern. banyak diantaranya dalam jumlah besar. Kerja utama dari toksikologi forensik adalah analisis racun baik kualitatif maupun kuantitatif sebagai bukti dalam tindak kriminal (forensik) di pengadilan. Pemakaian pertisida yang tidak benar juga merupakan salah satu penginduksi toksisitas kronik (menahun). Namun tindakan ini justru membahayakan konsumen.Toksikologi lingkungan lebih memfokuskan telaah racun pada lingkungan. Dalam hal ini diperlukan bahan kimia. sehinggapada akhirnya melahirkan mutan insek yang justru resisten terhadap pestisida jenis tertentu. karena pestisida kemungkinan dapat terakumulasi secara perlahan di dalam tubuh konsumen. Pemakaian pestisida. transportasi. tidak jarang penyemprotan pestisida berlebih justru dilakukan pada produk pertanian satu-dua hari sebelum panen. berbagai jenis bahan kimia harus diproduksi dan digunakan. Toksikologi ekonomi membahas segi manfaat dan nilai ekonomis dari xenobiotik. Petani berkeinginan mendapatkan untung yang tinggi dari hasil pertaniannya. dampak negatif dari akumulasi residu senyawa kimia pada lingkungan. karena pembasmian pada salah satu insteksida akan berefek pada rantai makanan dari organisme tersebut. dan terakhir pada tingkat pemakai. kesehatan lingkungan kerja. pakaian. perubahan ekosistem. yang diakibatkan oleh pencemaran lingkungan akibat proses produksi: . pestisida.rebisida. Meningkatnya jumlah penduduk dunia menuntut. tidak termakan oleh insek. Melalui berbagai cara bahan kimia ini kontak dengan penduduk. Tosikologi forensik menekunkan diri pada aplikasi ilmu toksikologi untuk kepentingan peradilan.

an diakibatkan karena pembuangan limbah industri yang mengandung metil merkuri ke teluk Minamata. pada tahun 1952. terjadi peningkatan jumlah kematian penduduk akibat penyakit jantung dan paru-paru.salah satunya mengakibatkan kebutaan. kasus pencemaran lingkungan di Indonesia akibat proses produksi adalah kasus teluk Buyat. mengakibatkan neurotksis. Metil merkuri adalah senyawa toksik yang mengakibatkan penyakit neurologik berat. Talidomid ini memberikan efek menghambat pertumbuhan organ tubuh pada janin di masa kandungan. Salah satu contoh. Hal ini disebabkan oleh kontaminasi udara oleh Belerang dioksida dan partikel tersuspensi. dengan tujuan menekan mual-mutah yang sering muncul pada trimester pertama pada kehamilan. muntah. Ikan terkontaminasi ini dikonsumsi oleh penduduk disekitar teluk. telah mengakibatkan keracunan syaraf pada 16 ribu penduduk. mengakibatkan deposisi (pengendapan) metil merkuri di dalamtubuh. Di London. Karena efeknya tersebut pada waktu itu banyak diresepkan pada ibu-ibu hamil.     Pada tahun 1930 di Detroit. Talidomid adalah senyawa kimia yang pertama disintesa untuk obat menekan rasa mual. Penyakit Minamata di Jepang pada tahun 1950. Mich. yang merupakan limbah buangan pabrik di Inggris pada saat itu. Efek samping yang muncul dari pemakaian ini adalah terlahir janin dengan pertumbuhan organ tubuh yang tidak lengkap. sehingga timbul efek yang tidak dikehendaki  perlunya mencari substansi yang aman . yang mengakibatkan ikan di teluk tersebut terkontaminasi oleh metil merkuri. Pada akhir 1950-an sampai awal tahun 1960-an. kontaminasi ginger jake oleh Tri-okresil. belakangan diketahui bahwa salah satu dari bentuk rasemat. di Eropa Barat terjadi kasus keracunan yang dikenal dengan kasus Talidomid. TOKSIKOLOGI LINGKUNGAN Tujuan Toksikologi Lingkungan:  Mengetahui mekanisme bagaimana racun menyerang organisme.

produkproduk rumahtangga. Pola makan.  Dapat membuat kriteria dasar utk standarisasi kualitas lingkungan. 31 Okt 2000)        1977 : 4 juta jenis bahan kimia 1985 : 7 juta jenis bahan kimia 1994 : 13 juta jenis bahan kimiar Setiap tahun diperkirakan terdapat 1000 bahan kimia baru Sampai saat ini sekitar 70. menentukan konsentrasi yang aman  Dapat memperbaiki cara pengobatan  Dasar pemikiran toksikologi lingkungan:  Perkembangan IPTEK --> tercipta bahan kirnia baru 4 bahan toksik di lingkungan semakin meningkat (produk farmasi. produk di bidang pertanian/industri)  Data: (Kompas.Mencegah terjadinya efek yang tidak dikehendaki dari racun thdp organisme & kualitas lingk. Lokasi geografis.900 di antaranya bersifat karsinogenik Produksi & penggunaan  pencemaran yang berlebihan  pencemaran lingkungan  Manusia terancam Indonesia : limbah kimia dari industri pertanian masalah toksikologi lingkungan  perlu mekanisme pengontrolan dan pengelolaan bahan kimia yg memadai Kriteria kualitas lingkungan antara negara satu dengan yang lain / antara negara maju dng negara berkembang  bisa berbeda Ada zat yg bisa berubah ke bentuk fisik lainnya karena perbedaan suhu. Mereka cenderung . Kepulihan bukan disebabkan karena senyawa organokhlorin telah keluar dari tubuh tetapi karena disimpan dalam lemak tubuh. dsb. Tetapi di negara tropis : endemis malaria. dan radiasi sinar matahari  risiko yg ditimbulkan berbeda Dalam pengambilan keputusan pertimbangkan risiko manfaat yang dipengaruhi oleh: lklim. tekanan udara. contoh: pelarangan DDT  di AS : tidak masalah. DDT diperlukan utk mengontrol --> perkembangbiakan nyamuk Toksisitas dapat menyebabkan kematian atau pulih kembali.000 jenis bahan kimia yg umum digunakan  800 . Beberapa jenis zat kimia sukar terurai oleh faktor-faktor lingkungan dan bersifat persisten. makanan aditif.

Penggunaan pestisida. Penguraian bahan pestisida tersebut tidak terjadi seketika itu juga. jasad renik. kelembaban. Efek lain adalah biomagnifikasi. Yang perlu diketahui dalam praktek adalah LD50 akut oral (termakan) dan LD50 akut dermal (terserap kulit). Parameter yang digunakan untuk menilai efek keracunan terhadap mamalia dan manusia adalah nilai LD50 (lethal dose 50 %) yang menunjukkan banyaknya pestisida dalam miligram (mg) untuk tiap kilogram (kg) berat seekor binatang-uji. Sebagian akan jatuh ke tanaman. Jumlah residu pestisida dipengaruhi oleh suhu. Nilai LD50 yang tinggi (di atas 1000) menunjukkan bahwa pestisida yang bersangkutan tidak begitu berbahaya bagi manusia. Peningkatan kegiatan agroindustri selain meningkatkan produksi pertanian juga menghasilkan limbah dari kegiatan tersebut. sinar matahari dan jenis dari pestisida tersebut. Sisa yang tertinggal inilah yang kemudian diserap sebagai residu. sebagian lagi akan menguap ke udara. yaitu peningkatan peracunan lingkungan yang terjadi karena efek biomagnifikasi (peningkatan biologis) yaitu peningkatan daya racun suatu zat terjadi dalam tubuh jasad hidup. kelembaban. disamping bermanfaat untuk meningkatkan produksi pertanian tapi juga menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan pertanian dan juga terhadap kesehatan manusia. . karena reaksi hayati tertentu. LD50 yang rendah (di bawah 100) menunjukkan hal sebaliknya. karena pengaruh enzim tanaman. yang dapat membunuh 50 ekor binatang sejenis dari antara 100 ekor yang diberi dose tersebut. yang mengenai tanaman akan diserap tanaman tersebut ke dalam jaringan kemudian mengalami metabolisme. demikian pula di dalam tanah. jasad renik dan sebagainya. atua perairan disekitarnya. Akibat peracunan biasanya terasa setelah waktu yang lama. kelembaban dan sinar matahari khususnya sinar ultra violet. Pestisida yang diserap oleh tanah atau perairan akan terurai karena pengaruh suhu. Nilainilai LD50 diperoleh dari percobaan-percobaan dengan tikus putih.menempel pada lemak dan partikel tanah sehingga dalam tubuh jasad hidup dapat terjadi akumulasi. melainkan sedikit demi sedikit. Sedangkan yang menguap ke udara akan terurai karena pengaruh suhu. terutama bila dose kematian (lethal dose) telah tercapai. TOKSISITAS PESTISIDA Pestisida yang diaplikasikan untuk memberantas suatu hama tanaman atau serangga penyebar penyakit tidak semuanya mengenai tanaman.

yaitu golongan organoklorin. Dalam udara pestisida dapat ikut terbang menurut aliran angin. maka dalam penggunannya dapat memberikan pengaruh yang tidak diinginkan terhadap kesehatan manusia serta lingkungan pada umumnya. Pestisida yang paling banyak menyebabkan kerusakan lingkungan dan mengancam kesehatan manusia adalah pestisida sintetik. Pestisida yang disemprotkan segera bercampur dengan udara dan langsung terkena sinar matahari. Apabila masuk ke dalam rantai makanan. mutasi. bayi lahir cacat. lacrimasi. nikotinik dan saraf pusat pada toksisitas organofosfat: Efek 1. hanya 10-40 persen yang mencapai target.Pada masa sekarang ini dan masa mendatang. makin jauh diterbangkan oleh aliran angin. Jarak yang ditempuh oleh butrianbutiran cairan tersebut tergantung pada ukuran butiran. Dilaporkan bahwa 60 – 99 persen pestisida yang diaplikasikan akan tertinggal pada target atau sasaran. Makin halus butiran larut makin besar kemungkinan ia ikut terbawa angin. dapat dianggap sebagai gas yang kecepatan mengendapnya tak terhingga. yang dapat mematikan jasad hidup. sedang sisanya melayang bersama aliran angin atau segera mencapai tanah. karena senyawa ini peka terhadap sinar matahari dan tidak mudah terurai. Tingkat kerusakan yang disebabkan oleh senyawa organoklorin lebih tinggi dibandingkan senyawa lain. urinasi dan diare (SLUD) Kejang perut Nausea dan vomitus Bradicardia Miosis Berkeringat . Karena pestisida adalah racun. sifat beracun bahan pestisida dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti kanker. sehingga memungkinkan butir-butir cairan tersebut melayang. sedang butiran dengan radius yang lebih besar akan lebih cepat mengendap. orang lebih menyukai produk pertanian yang alami dan bebas dari pengaruh pestisida walaupun produk pertanian tersebut di dapat dengan harga yang lebih mahal dari produk pertanian yang menggunakan pestisida. menyimpang dari aplikasi. sedang apabila digunakan dalam bentuk serbuk. Butiran dengan radius lebih kecil dari satu mikron. Akumulasi residu pestisida tersebut mengakibatkan pencemaran lahan pertanian. Muskarinik Gejala Salivasi. CAIDS (Chemically Acquired Deficiency Syndrom) dan sebagainya. Kita tahu bahwa lebih dari 75 persen aplikasi pestisida dilakukan dengan cara disemprotkan. Efek muskarinik.

neurosis Sakit kepala Emosi tidak stabil Bicara terbata-bata Kelemahan umum Convulsi Depresi respirasi dan gangguan jantung Koma Efek zat kimia bagi kesehatan .2. insomnia. Nikotinik Pegal-pegal. gelisah. lemah Tremor Paralysis Dyspnea Tachicardia 3. Sistem saraf pusat Bingung.