Laboratorium Fisika Dasar Jurusan Pendidikan Fisika FPMIPA UPI

1. Translasi dan Rotasi
A. Tujuan
1. Mempelajari hukum II Newton
2. Menentukan momen inersia katrol pesawat Atwood
B. Alat dan Bahan
Kereta dinamika:
1. Kereta dinamika
2. Beban tambahan @ 250 gram
3. Landasan rel kereta dengan variabel kemiringan
4. Ticker timer [6 volt ac, 50-60 Hz, celah pita 1 cm]
5. Power supply
6. Pita kertas [1x80cm]
7. Kertas karbon
Pesawat Atwood:
1. Katrol [tebal 5 mm, diameter 12 cm]
2. Batang tegak [batang berskala cm, skala terkecil 1 cm]
3. Klem pemegang [1 klem memiliki pengatur panjang]
4. Silinder materi
5. Klem pembatas berlubang
6. Klem pembatas tak berlubang
7. Pemegang/pelepas silinder
8. Beban tambahan
[plat metal, m1 =± 2 gram dan m2 =± 4 gram]
9. Stop watch [interupsi type]

1 buah
4 buah
1 buah
1 buah
1 buah
15 lembar
secukupnya

1 buah
1 buah
1 buah
2 buah
1 buah
1 buah
1 buah
2 buah
1 buah

C. Dasar Teori
Hukum II Newton menyatakan:
Percepatan yang dialami oleh sebuah benda besarnya berbanding lurus dengan besar resultan
gaya yang bekerja pada benda, berbanding terbalik dengan massa kelembamannya dan searah
dengan arah resultan gaya
r
r
(1.1)
∑ F = ma
Kita dapat mempelajari hukum tersebut di atas pada percobaan kereta dinamika maupun pada
percobaan pesawat Atwood . Percobaan kereta dinamika dapat dijelaskan sebagai berikut:
kereta
dinamika

pita kertas

ticker timer
rel
Gambar 1.1. Percobaan kereta dinamika

Pada gambar 1.1 di atas, kereta dinamika berada di atas landasan (rel) yang diberi kemiringan,
kemudian dilepaskan (tanpa kecepatan awal). Gaya berat kereta dinamika menyebabkan sistem
Eksperimen Fisika dasar I Semester Genap 2007/2008

1

kemudian lakukan langkah berikutnya. Pada tiap silinder berlaku hukum II Newton (persamaan 1. Ukur dan catatlah massa kereta dinamika. Pada percobaan kereta dinamika ini kita dapat memvariasikan variabel sudut sebagai kemiringan dan massa kereta dinamika sebagai massa kelembaman. Dengan demikian jarak antara dua titik yang berurutan pada kertas pita akan semakin besar.1) dan untuk katrolnya berlaku r r (1. apabila jejak ketikan cukup jelas. 3. (Anda dapat memulai dengan dengan empat beban di atas kereta dinamika) sedang untuk menghidupkan ticker timer gunakan power supply dengan beda potensial cukup 3 Volt AC (Maks. tandailah pita dengan mencatat kemiringan dan massa beban. Hal itu akan menyebabkan katrol bersumbu tetap yang menghubungkan keduanya berotasi pada sumbu tetapnya. karena itu gerak kereta dinamika adalah gerak berubah beraturan yang dipercepat. Apabila massa silinder dan beban tambahan (M1+m) lebih besar dari pada massa silinder M2. maka silinder M1 dan beban tambahan m akan bergerak dipercepat ke bawah sedangkan silinder M2 akan bergerak ke atas dengan percepatan yang sama besarnya.2) di atas. Atur kemiringan landasan rel mulai dari 12°. Ulangi langkah 2 (untuk kemiringan yang sama) dengan beban yang berbeda-beda (ambil lima data untuk beban yang berbeda). Pegang kereta dinamika pada posisi teratas. A M2 m M1 B Percobaan dengan pesawat Atwood ditunjukkan seperti pada gambar 1. kita dapat menurunkan persamaan untuk menghitung besar percepatan silinder. Eksperimen Fisika dasar I Semester Genap 2007/2008 2 . Pasang pita kertas pada penjepit pita di posisi belakang kereta dinamika.2. on kan ticker timer.1.3) R Gambar 1.2) ∑τ = Iα Dengan menjabarkan persamaan (1. 2.Laboratorium Fisika Dasar Jurusan Pendidikan Fisika FPMIPA UPI kereta dinamika bergerak. massa beban tambahan dan sudut kemiringan dari setiap data yang diambil. Susun alat-alat seperti pada gambar 1. Pada percobaan ini kereta dinamika bergerak lurus dengan kelajuan yang bertambah.1) dan (1.2 Pesawat Atwood D. 4. Pola (titik-titik) jejak ketikan yang dihasilkan oleh ticker timer pada pita kertas yang ditarik oleh kereta dinamika ini menggambarkan gerak kereta dinamika. Prosedur Kereta Dinamika 1. Amati jejak ketikan ticker timer pada pita kertas. 6 Volt AC!). Lepaskan kereta dinamika bersamaan dengan menghidupkan ticker timer. yaitu: a= C (M1 +m−M2) g I (M1 +m+M2) + 2 (1. Pada saat kereta dilepaskan. Tangkap kereta dinamika pada saat pendorong pegas kereta tepat menyentuh pembatas rel jaga dengan hati-hati jangan sampai kereta terjatuh dan segera matikan ticker timer dengan memutus saklar penghubung.

f. Ukurlah massa silinder M1 & M2. l. tuliskan persamaan gerak kereta dinamika. k. M1 turun melewati B dan m1+m2 tertahan di B sedangkan M1 terus turun sampai ke C. massa katrol mk dan jari-jari katrol R. jelaskan jawaban anda. Lakukan langkah 2 sampai 3 dengan pengurangan kemiringan hingga 5° (untuk beban yang konstan). Lepaskan pemegang M2 sehingga M2 bergerak naik. Jelaskan bagaimana cara mengolah data hasil percobaan pesawat Atwood dalam menjelaskan keberlakuan hukum II Newton dalam eksperimen ini. Lakukan langkah 1 sampai 5 sebanyak lima kali dengan jarak AB yang berbeda-beda. beban tambahan m1 & m2. M2 dan katrol. c. Ukur dan catatlah waktu yang diperlukan m1+m2+M1 untuk bergerak dari A ke B (tAB) dan M1 dari B ke C (tBC). Turunkan persamaan besar percepatan silinder M1 dan M2 apabila momen inersia katrol tidak diabaikan. Letakkan pembatas C di bawah titik B. 6. Pada eksperimen ini dapatkah anda menentukan koefisien gesek kinetis antara kereta dinamika dan papan landasan. bagaimana anda mengkaitkan hukum II Newton dari fenomena ini. E. 5. Jelaskan bagaimana cara mengolah data hasil percobaan kereta dinamika dalam menjelaskan keberlakuan hukum II Newton dalam percobaan ini. d. Pesawat Atwood Pertama: Menentukan momen inersia katrol 1. Prediksilah prilaku gerak benda pada percobaan kedua pesawat Atwood pada jarak AB dan BC. Tugas Sebelum Percobaan Percobaan Kereta Dinamika a.Laboratorium Fisika Dasar Jurusan Pendidikan Fisika FPMIPA UPI 5. j. 2. Bagaimanakah prediksi anda tentang grafik ΣF=f(m) untuk a konstan. Atur jarak AB 80 cm dan jarak BC minimal 20 cm. bagaimanakah anda dapat mengetahui kesebandingan antara ΣF ~ m dan ΣF ~ a. Atur sistem seperti gambar 1. Gantilah beban tambahan dengan m2 lalu lakukan langkah ke-3 dan ke-4. Tetapkan skala nol pesawat sebagai titik A dan tentukan letak pembatas berlubang sebagai titik B. Eksperimen Fisika dasar I Semester Genap 2007/2008 3 . Berdasarkan gambar 1. g. Lakukan langkah 8 lima kali dengan jarak AC tetap dan jarak BC berbeda-beda (maks. Lepaskan pemegang M2 bersamaan dengan menghidupkan stopwatch. Tambahkan m1+m2 pada M1 lalu atur agar posisi awal tepat di A. dan grafik ΣF=f(a) untuk m konstan. Berdasarkan prosedur percobaan kereta dinamika.2. Berdasarkan gaya-gaya yang bekerja. Tugas 1. Kedua: Mempelajari prilaku hukum II Newton 7. (Ket: angka-angka ini hanya untuk memudahkan). 3. Turunkan persamaan besar percepatan silinder M1 dan M2 apabila momen inersia katrol diabaikan. 9. gambarkan gaya-gaya yang bekerja pada kereta dinamika. b. Catatlah jarak AB itu. Percobaan Pesawat Atwood h. 4. Catatlah waktu yang diperlukan M1 + m1 untuk bergerak dari A ke B (tAB). i. Tambahkan m1 pada M1 dan atur agar posisi awal m1 tepat di A. Berdasarkan pemahaman prosedur percobaan kereta dinamika buatlah rancangan tabel data pengamatan. 8. e. 40cm) dengan mengubah-ubah posisi titik B.1. Gambarkan gaya-gaya yang bekerja pada silinder M1.

Laboratorium Fisika Dasar Jurusan Pendidikan Fisika FPMIPA UPI m. b. Panduan pembuatan laporan Percobaan Kereta Dinamika a. Berdasarkan grafik yang anda buat. Daftar Pustaka 1. Ph. Edisi ketiga. 3. 1975. 2.Sc dan Rahmat W Adi. Dengan kertas pita yang diperoleh dari percobaan kereta dinamika. Eksperimen Atwood e. Heinemann Educational Books. dan grafik SBC terhadap tBC (untuk beban tambahan m1+m2). Advanced Level Physics. tentukan harga momen inersia katrol dan apakah hasilnya sama bila kita menggunakan I = 1/2MR2? Jelaskan jawaban anda! g. Dari hasil poin e. h. Berdasarkan pemahaman anda tentang prosedur pesawat Atwood. Fisika. tentukan percepatan sistem dari masing-masing percobaan berdasarkan grafik yang anda buat itu. Jilid 1 (Terjemahan Dra. Fisika untuk Sains dan Teknik. F. London. Bagaimanakah kecenderungan hasil langkah (b) sesuaikah dengan konsep hukum II Newton? Berikan penjelasan! d. Tipler. dan grafik ΣF=f(a) untuk massa yang konstan. 1978.D). buatlah grafik SAB terhadap tAB2 masing-masing ketika M1 bergerak dari A ke B dengan beban tambahan m1 dan ketika M1 bergerak dari A ke B dengan beban tambahan m2 lalu hitung masing-masing percepatannya berdasarkan kedua grafik tersebut. Berdasarkan tabel data percobaan Atwood. Jakarta. Paul A. buatlah grafik gaya gesekan (Fges) terhadap gaya normal. analisislah bagaimana caranya anda memperoleh nilai momen inersia dari data yang akan anda peroleh pada percobaan ini. Erlangga. Eksperimen Fisika dasar I Semester Genap 2007/2008 4 . Erlangga. jilid 1 (Terjemahan Pantur Silaban Ph. Lea P M. 1991. Dari data yang anda peroleh untuk kasus m tetap dan θ berubah. c. M. Buatlah grafik SAB terhadap tAB. f. buatlah grafik ΣF=f(m) untuk kemiringan yang konstan. Nelkon & P. Thrid Edition. Berdasarkan hasil yang diperoleh pada langkah (a). Jakarta. 2. buat grafik v = f(t) untuk setiap percobaan. dari grafik ini tentukan nilai koefisian gesek kinetis antara kereta dinamika dengan landasan. Parker. Halliday & Resnick.D). analisislah gerak benda pada lintasan AB dan BC. Edisi ketiga.