pengkajian emosional pada lansia

Identitas klien lansia
Nama lansia

: ny P D

Umur

:69 tahun

Sex

:perempuan

Pendidikan terahir

:SD

Pekerjaan sebelum lansia : Pedagang
Alamat

:-

Status perkawinan

1.

: Menikah

Identifikasi Masalah Emosional
NO

Pertanyaan

YA

TIDAK

1

Apakah klien mengalami kesulitan tidur?

v

2

Apakah klien sering merasa gelisah?

v

3

Apakah klien sering murung dan menangis
sendiri?

v

4

Apakah klien sering was-was atau kuatir?

v

Lanjutkan ke pertanyaan tahap 2 jika ≥ 1 jawaban “ya”.
Pertanyaan tahap 2
No

Pertanyaan

1

Keluhan lebih dari 3 bulan atau lebih dari 1 kali
dalam sebulan

2

Ada/banyak pikiran

3

Ada gangguan atau masalah dengan keluarga lain

v

4

Menggunakan obat tidur/penenang atas anjuran
dokter

v

5

Cenderung mengurung diri

v

Bila ≥ 1 jawaban “ya”, berarti :
MASALAH EMOSIONAL POSITIF (+)

Ya

Tidak
v

v

2. Lauk. KRITERIA 1 Makan DENGAN BANTUAN MANDIRI 10 KETERANGAN Frekuensi : 2x sehari Jumlah: 1x porsi Jenis : nasi. dan menyiram toilet setelah habis kencing maupun berak dengan .MODIFIKASI DARI BARTHEL INDEKS Termasuk yang manakah klien? NO.menyisir rambut. dan sayur 2 Minum 10 Frekuensi : ± 4x sehari (air). menggosok gigi) 5 Frekuensi : klien mencuci muka dan menyisir rambut 1x setiap selesai mandi. berjalan tanpa bantuan siapapun. dan menggosok gigi 2x pagi dan malam hari 5 Keluar masuk toilet ( mencuci pakaian. menyeka tubuh. menyeka tubuh. 4 Personal toilet ( cuci muka. menyiram) 10 Klien mampu mencuci pakaian. ± 2x (kopi) Jumlah : 1000cc Jenis : Air dan kopi 3 Berpindah dari kursi roda ke tempat tidur /sebaliknya 15 Klien mampu beraktivitas.

11 Kontrol bladder (BAK) 10 Frekuensi : klien mengatakan kencing 4x sehari. Warna : klien mengatakan warna . dan biasanya mandi 1x sehari.mandiri 6 Mandi 15 Klien mampu mandi sendiri. 7 Jalan di permukaan datar 5 Frekuensi : klien tampak mampu berjalan dengan langkah yang banyak (klien mampu menyapu halaman) 8 Naik turun tangga 10 Klien mampu naik turun tangga menuju lantai dua rumahnya sendirian walaupun pelan . 9 Menggunakan pakaian 10 Klien mampu mengenakan pakaiannya sendiri tanpa dibantu. 10 Kontrol bowel (BAB) 10 Frekuensi : Klien mengatakan BAB 1xsehari Konsistensi : Klien mengatakan biasa saja.

10 pada daftar ini dan catat semua jawaban. Catat jumlah kesalahan total berdasarkan total kesalahan berdasarkan 10 pertanyaan. NO PERTANYAAN BENAR 1 Tanggal berapa hari ini Benar : klien mengatakan ingat sekarang tgl 27 2 Hari apa sekarang Benar : klien mengatakan hari ini (saat pengkajian) adalah hari selasa 3 Apa nama tempat ini Benar : klien mengatakan dirinya tinggal di rumah anaknya yang dulu merupakan tanah peninggalan buyutnya (“kumpi”) 4 Alamat anda? Benar : klien mengatakan dirinya tinggal di dusun kubakal.kencingnya biasa saja (kuning) Keterangan: 110 : mandiri 65-105 : ketergantungan sebagaian ≤ 60 : ketergantungan total 3. Instruksi: Ajukan pertanyaan 1.Identifikasi tingkat intelektual dengan short portable mental status questioner (SPSMQ). SALAH .

Megaw ati 9 Siapa nama ibu anda? Benar : klien mampu menyebutkan nama ibunya (sari) dan bapaknya (darmada) 10 Kurangi 3 dari 20 dan tetap pengurangan 3 dari setiap angka baru . Salah 0 – 3 : fungsi intelektual utuh b.semua secara menurun Benar : klien mampu mengurangi 3 dari 20 dan tetap pengurangan 3 dari setiap angka baru sampai menurun JUMLAH Interpretasi hasil: a. Salah 4 – 5 : kerusakan intelektual ringan .5 Berapa umur anda? 6 Kapan anda lahir(minimal tahun lahir) Benar : Klien mengatakan dirinya berumur 69tahu n Benar:klien tahu tahun lahirnya yaitu 1943 7 Siapa presiden Indonesia sekarang ? Benar: klien mengatakan tahu presiden RI yaitu SBY 8 Siapa presiden Indonesia sebelumnya? Benar: klien mengatakan tahudan mampu untuk menyebutkan namanya.

c. Salah 6 – 8 : kerusakan intelektual sedang d. Salah 9 – 10 :L kerusakan intelektual berat. .

II. ekspresi muka dan postur tubuh.Pengkajian ini terintegrasi dalam wawancara dan pemeriksaan fisik. Kondisi tersebut akan menimbulkan berbagai perubahan pada masalah kesehatan baik fisik maupun mental pada populasi ini. perawatan dan kebersihan diri. dan sosiokultural akibat proses penuaan menyebabkan kesulitan dalam mengidentifikasi masalah yang muncul. serta isi dan proses pikir. Pengkajian keperawatan merupakan tahap awal yang menentukan langkah berikutnya untuk menentukan diagnosa keperawatan dan perencanaan. PENDAHULUAN Populasi penduduk lanjut usia ( lansia ) di Indonesia saat ini khususnya yang berusia diatas 60 tahun mengalami perkembangan yang sangat pesat.kesadaran. penilaian. koordinasi gerakan.Pengkajian ini bertujuan untuk menentukan pikiran – pikiran dan proses mental yang mempengaruhi pada pencapaian tingkat optimal dari fungsi lansia.5 % dari jumlah seluruh penduduk Indonesia atau sekitar 19 juta jiwa. memori. Observasi yang dapat dilakukan untuk mengkaji penampilan umum : Apakah penampilan fisik klien menandakan adanya gangguan fungsi psikologik ? Apakah gaya berjalan. Golongan lansia dapat mengalami berbagai gangguan mental seperti pada kelompok usia yang lebih muda. TINJAUAN TEORI PENGKAJIAN STATUS MENTAL PENAMPILAN UMUM Penampilan umum dapat memberikan gambaran mengenai fungsi psikologik.Pengkajian Status Mental Lansia I.Penampilan fisik meliputi : cara berpakaian. Pengaruh aspek biologik. Penampilan umum meliputi : Penampilan fisik. Untuk mengidentifikasi masalah mental yang muncul pada lansia perlu dilakukan pengkajian. persepsi . psikologik. Fungsi afektif. Pengkajian ini meliputi : Penampilan umum klien. orientasi. Pengkajian keperawatan pada klien psikogeriatri merupakan proses yang komplek. Karakteristik bicara. Pada tahun 2005 – 2010 diperkirakan jumlah lansia adalah 8. perhatian dan konsentrasi. postur tubuh dan ekspresi muka menandakan adanya gangguan psikologik ? . cara berdandan.Pengkajian status mental merupakan pendekatan sistematis untuk mengumpulkan data tentang fungsi psikososial.

tempat dan orang akan baik serta dapat mengolah informasi yang masuk secara efektif ( melalui daya ingat dan pertimbangan ). tetapi perlu dikaji faktor lain seperti : adanya inkontinensia. kau badan tidak sedap dapat dihubungkan dengan adanya depresi. Postur tubuh Postur tubuh yang bukuk dapat menandakan adanya depresi Koordinasi gerak : gaya berjalan Gaya berjalan yang tidak terkoordinasi atau tardive dyskineksia dapat diakibatkan oleh efek pengobatan psikotropika Gaya berjalan dengan lambaian tangan seolah – olah tubuh lemah dengan kepala ditekuk dapat menandakan adanya depresi dan menarik diri. kondisi keuangan. gangguan pengelihatan/ penciuman. kemampuan kognitif. Ekspresi muka Ekspresi muka dengan kontak mata ynag kurang dapat menandakan adanya depresi. KESADARAN Kesadaran adalah kemampuan individu untuk mengadakan hubungan dengan lingkungannya serta dengan diri sendiri ( melalui panca indra ).Apakah ada tanda – tanda tardive dyskineksia atau efek yang kurang baik akibat medikasi ? Tabel 1 Penampilan umum berhubungan dengan fungsi psikologik KETERANGAN Penampilan fisik Penampilan fisik : pakaian compang – camping. dan kemampuan melakukan perawatan diri. Bila kesadaran baik ( tidak menurun ) maka kemampuan orientasi seperti waktu. tidak rapi. Dalam menilai tingkat kesadaran perlu dipertimbangkan : Pengaruh medikasi Gangguan afektif Kondisi patologik Tabel 2 Beberapa tingkatan penurunan kesadaran Tingkat kesadaran KETERANGAN Apatis .

Observasi yang dapat dilakukan untuk mengkaji tingkat kesadaran : Apakah tingkat kesadaran klien saat ini ? Apakah ada fluktuasi pada tingkat kesadaran klien . ingatan . Jika ada apakah ada pola tertentu ? Apakah ada faktor fisik yang mempengaruhi tingkat kesadaran. diperlukan rangsang yang lebih keras dari biasanya untuk menarik perhatiannya. Dapat diawali dengan menggunakan open ended question misalnya : bagaimana kabarnya hari ini ? Tabel 3 Temuan – temuan pada Fungsi afektif AFEK KETERANGAN Afek tidak serasi Respon emosional Afek tumpul yang tidak sesuai dengan pikiran.hal yang perlu diperhatikan dalam mengkaji fungsi afektif pada lansia yaitu : Penting untuk mengkaji arti dari suatu kejadian bagi lansia dengan mengkaji kedalaman dan lamanya afek yang ditampilkan Ekspresi emosi dipengaruhi oleh budaya dan karakteristik personal Pada lansia biasanya tidak mengekspresikan perasaannya secara langsung/ verbal. misal : pengaruh medikasi. Somnolen Keadaan sangat mengantuk. kondisi patologik. depresi. orientasi dan pertimbangan sudah hilang Koma Tidak ada lagi respon terhadap rangsang yang keras sekalipun. diperlukan rangsang yang lebih keras dari biasanya untuk menarik perhatiannya. Oleh karena iti penting untuk mengobservasi adanya reaksi tidak langsung/ non verbal dari lansia. dan gangguan afektif ? Apakah ada faktor psikososial yang mempengaruhi tingkat kesadaran misal : cemas. atau gangguan tidur ? FUNGSI AFEKTIF Hal . Stupor Hanya bereaksi dengan rangsang yang keras .Keadaan mengantuk dan acuh tak acuh terhadap rangsang yang masuk. Penting untuk menggunakan istilah – istilah yang dapat diterima oleh lansia pada saat wawancara dengan berfokus pada perasaan yang dirasakan oleh lansia. pembicaraan .

mulut kering. depresi sering disertai dengan gejala somatik : pusing. pengobatan atau intervensi yang berpengaruh pada sistem saraf pusat ? Cara yang dilakukan oleh klien untuk mengatasi perasaannya yang tidak seperti biasanya ? Apakah ada hal yang ingin didiskusikan mengenai perasaaan klien ? Gangguan fungsi afektif pada lansia yang sering terjadi adalah depresi. jantung berdebar cepat. was – was. pusing. susah. gelisah ) dan hiperaktivitas saraf otonomik ( berkeringat . sering kencing. Tabel 4 The Geriatric Depresion scale (Yesavage & brink. rasa mual. Sering disertai dengan gejala somatik : ketegangan motorik ( gemetar. takut. telapak tangan lembab. dan rasa tidak enak di ulu hati ) Observasi yang dapat dilakukan untuk mengkaji fungsi afektif : Bagaimana perasaan klien saat ini ? Apakah indikator yang menggambarkan mood/ rasa cemas / depresi pada klien ? Apakah ada faktor –faktor dibawah ini yang mengakibatkan cemas pada klien seperti : kondisi patologik. kekawatiran.Respon emosional yang sangat kurang Afek ambivalen Dua jenis perasaan yang berlawanan terhadap suatu objek yang timbul pada saat yang bersamaan Euforia Kegembiraan berlebihan tidak sesuai dengan realitas Depresi Perasaan sedih. nyeri perut. Pemakaian GDS dapat memudahkan klien mengungkapkan sikap dan perasaan yang sulit diutarakan yang sebetulnya berkaitan dengan depresi. nyeri otot. The Geriatric Depresion scale ( GDS ) adalah pengukurang yang valid dan reliabel untuk menentukan adanya depresi. mudah kaget. murung. nafsu makan berkurang dan insomnia. kesemutan. konstipasi. tegang. Anxietas Kecemasan. 1983 ) PERTANYAAN JAWABAN 1 . nyeri otot.

Apakah pada dasarnya anda puas dengan kehidupan anda ? TIDAK 2 Sudahkah anda meninggalkan aktivitas dan minat anda ? YA 3 Apakah anda merasa bahwa hidup anda kosong ? YA 4 Apakah anda sering bosan ? YA 5 Apakah anda mempunyai semangat setiap waktu ? TIDAK 6 Apakah anda takut sesuatu akan terjadi pada anda ? YA 7 Apakah anda merasa bahagia disetiap waktu ? TIDAK 8 Apakah anda merasa jenuh ? YA 9 Apakah anda lebih suka tinggal dirumah pada malam hari. dari pada pergi melakukan sesuatu yang baru ? .

kuantitas dan koheren. jeda. Faktor budaya dapat mempengaruhi karakteristik bicara. artikulasi. kualitas. NILAI 5 ATAU LEBIH DAPAT MENANDAKAN DEPRESI KARAKTERISTIK BICARA Karakteristik bicara meliputi : pemahaman . Observasi untuk mengkaji karakteristik bicara : .YA 10 Apakah anda merasa bahwa anda lebih banyak mengalami masalah dengan ingatan anda daripada yang lainnya ? YA 11 Apakah anda berfikir sangat menyenangkan hidup sekarang ini ? TIDAK 12 Apakah anda merasa tidak berguna saat ini ? YA 13 Apakah anda merasa penuh berenergi saat ini ? TIDAK 14 Apakah anda saat ini sudah tidak ada harapan lagi ? YA 15 Apakah anda berfikir banyak orang yang lebih baik dari anda ? YA Keterangan : Nilai 1 poin untuk setiap respon yang cocok dengan jawaban ya dan tidak setelah pertanyaan.

Observasi dan wawancara yang dapat dilakukan untuk mengkaji penilaian klien : Apakah klien berpakaian dan berdandan sesuai dengan situasi ? Apakah klien mengetahui cara mencari pertolongan jika membutuhkan bantuan ? MEMORI . yaitupada saat menjawab pertanyaan. dll Tempat : Dimanakan saudara saat ini ? . putus asa. adanya efek medikasi atau alcohol ? Apakah ada tanda – tanda agnosia. lambat atau cepat ? Apakah nada suara menunjukan perasaan tertentu seperti marah. sedih. factor cultural atau kurang motivasi ? Apakah ada tanda – tanda marah. PERHATIAN DAN KONSENTRASI Perawat harus mengobservasi dan mencatat respon yang ditampilkan oleh lansia pada saat pengkajian . Siapakah nama anak anda ? Siapakah nama istri/ suami anda ?.Apakah klien dapat menjawab sesuai dengan pertanyaan yang diajukan ? Apakah jeda bicara normal. Kapan waktu anda makan pagi ? Hari apa sekarang ? . sedih. Bualan apa sekarang ? . ompong. Dimanakah alamat saudara ? Apa nama kota ini ? . dll Waktu : Jam berapa sekarang ? . dll ? PENILAIAN Penilaian merupakan kemampuan menilai suatu situasi secara benar dengan berbuat sesuai dengan situasi yang ada. pengulangan kata atau aphasia ? ORIENTASI Orientasi meliputi orientasi terhadap tempat. bermusuhan. bermusuhan. Wawancara untuk mengkaji orientasi klien : Orang : Siapakah nama anda. dll ? Apakah suara terdengar lembut atau keras ? Apakah adal kesulitan artikulasi ? Apakah kalimat – kalimat yang diucapkan lansia koheren ? Apakah terdapat faktor – faktor dibawah ini yang dapat berpengaruh terhadap karakteristik bicara seperti : mulut kering. orang dan waktu. putus asa. Apakah nama tempat ini ? dll. Observasi untuk mengkaji perhatian dan konsentrasi : Bagaimana tingkah laku klien saat wawancara ? Apakah klien bersemangat dalam menjawab pertanyaan ? Jika tidak menjawab pertanyaan atau jawaban yang diberikan salah apakah karena tidak mampu.

memori jangka pendek dan memori jangka panjang. Gangguan memori dapat mengidentifikasikan adanya gangguan intelektual/ kognitif. telepon rumah anda ? 5 Berapa usia anda ? 6 Kapan anda lahir ( Tgl/Bln/ Thn ) ? 7 Siapakah nama presiden sekarang ? 8 Siapakah nama presiden sebelumnya ? 9 Siapakah nama ibu anda ? 10 5 + 6 adalah ? Keterangan : Jumlah kesalahan : . The Short Portable Mental Status Quesionnaire ( SPMQ ) digunakan untuk mendeteksi tingkat gangguan intelektual. Tabel 5. The Short Portable Mental Status Quesionnaire ( SPMQ ) No PERTANYAAN JAWABAN BETUL SALAH 1 Tanggal berapa hari ini ? 2 Hari apakah hari ini ? 3 Apakah nama tempat ini ? 4 Berapa no.Memori meliputi memori baru.

. Beberapa alasan pengkajian gangguan persepsi pada lansi sulit dilakukan adalah : Klien berusaha mennyembunyikan adanya gangguan persepsi ? Jika gangguan persepsi muncul akibat isolasi sosial. dan taktil Ilusi Persepsi / interpretasi yang salah terhadap suatu rangsang sensorik. kualitas. Pada lansia gangguan persepsi biasanya berhubungan dengan demensia. Jenis : Visual. mengetahui dan mengartikan setelah panca indranya mendapatkan rangsang. atau tidak mengikuti aturan tata bahasa.0 – 2 kesalahan : Baik 2 – 4 kesalahan : Gangguan ringan 5 – 7 kesalahan : Gangguan sedang7 – 10 kesalahan : Gangguan berat PERSEPSI Persepsi adalah daya mengenal benda. pikiran/ kata – kata tanpa hubungan logis. depresi dan delirium. Tabel 3 Temuan – temuan pada Proses pikir PROSES PIKIR KETERANGAN Inkoherensi Arus pikiran kacau. Asosiasi pikiran longgar Pokok pikiran satu pindah ke pokok pikiran lain tanpa hubungan yang jelas/ relevan. Akustik. pengkajian sulit dilakukan Diperlukan pengamatan yang jeliPengaruh latar belakang budaya ISI DAN PROSES PIKIR Proses pikir dapat dikaji pada saat dilakukan wawancara. gustatorik. Tabel 3 Temuan – temuan pada Gangguan persepsi Persepsi Keterangan Halusinasi Persepsi panca indra tanpa objek/rangsang sensorik. hubungan dan perbedaan melalui proses mengamati. olfaktorik.

1995. . and Mc. S. C. klien menyadari hal tersebut tidak wajar . Waszynski. Rawlins and Williams.S. St. Klien sadar akan kondisi tersebut. S. Gerontological Nursing : Concepts and practice.(1996 ) Gerontological Nursing: Adaptation to the aging processMatteson. Lippincott. Philadelpia : WB Saunders Company. Philadelpia : JB Lippincott. nihilistik Obsesi Pikiran yang terus menerus mendesak dalam kesadaran dan tidak dapat dihilangkan dengan cara yang logis. (1999). Beck. CM.l. (1999). Stuart.. Conecticut. Nancy K.C. paranoid. Perawat harus dapat memberikan lingkungan yang nyaman saat wawancara dan mengatasi hambatan dalam berkomunikasi dengan lansia . & Hodges. (1988).S. PENUTUP Pengkajian status mental pada lansia merupakan proses yang komplek yang membutuhkan kemampuan komunikasi yang baik dan pertimbangan sosio kultural.A. (1995). M. Connel. Miller. St Louis. tidak sesuai dengan realitas yang diyakini dan tidak dapat dikoreksi dengan akal sehat. White. Mosby Year Book. principles and practice of psychiatric nursing. Lippincott.A. Louis. Appleton & Lange. G.. berkaitan dengan kecemasan.A. Courtney H Leyder. Bedford.. Sarah S. Dengan memeperhatikan prinsip – prinsip dan cara – cara yang efektif untuk berkomunikasi dengan lansia diharapkan akan mengurangi kendala – kendala dan hambatan – hambatan dalam komunikasi dengan lansia sehingga dapat melakukan intervensi keperawatan yang dapat untuk memenuhi kebutuhan lansia.J.Waham/ Delusi Isi pikiran yang salah. Cristine M. Contoh : waham kebesaran. Philadelphia Staab. E. Nursing care of olders adults : Theory and practice. 1996.R. Sheila L. Brown. Gerontological Nursing. Fobia Ketakutan irasional terhadap suatu objek atau situasi dan berusaha menghindarinya.W and Sundeen. Molony. Gerontological Protocols for Nurse Practitioners. REFERENSI Jeri B.. Philadelphia. Mosby Co. III. Mental health psychiatric nursing: A Holistic life-Cycle approach.