You are on page 1of 2

Pembahasan

Percobaaan

Titrasi iodometri adalah salah satu


titrasi redoks yang melibatkan iodium.
Titrasi iodometri termasuk jenis titrasi
tidak langsung yang dapat digunakan
untuk menetapkan senyawa-senyawa yang
mempunyai potensial oksidasi yang lebih
besar daripada sistem iodium-iodida atau
senyawa-senyawa yang bersifat oksidator
seperti CuSO4.5H2O.

yang mereaksikan sample dengan iodium


(langsung), maka pada iodometri, sampel
yang bersifat oksidator direduksi dengan
kalium iodida (KI) berlebihan dan akan
iodium

(I2)

yang

selanjutnya dititrasi dengan larutan baku


natrium thiosulfat (Na2S2O3). Banyaknya
volume

Natrium

dengan

pembuatan reagen Iodimetri. Prosedur ini


dilakukan

dengan pembuatan

natrium

tiosulfat, terus dengan pembuatan iodine,


pembuatan baku primer KIO3, pembuatan
indikator amilum 5%, pembuatan pasta KI
kanji, pembuatan HCL 4N dan akhirnya
pembuatan

NaOH

1N.

Selanjutnya,

percobaan dilakukan dengan pembakuan


natrium tiosulfat 0.1N dan pembakuan
Iodine 0.1N. Diakhiri, dengan penetapan

Berbeda dengan titrasi iodimetri

menghasilkan

dimulakan

Thiosulfat

yang

digunakan sebagai titran setara dengan


banyaknya sampel.

kadar Amoxicilin.
Larutan baku merupakan larutan
yang konsentrasinya sudah pasti dapat
dibuat dengan cara penimbangan lalu
dilarutkan dengan sejumlah pelarut(air),
sampai batas tanda selanjutnya diambil
masing-masing

sampel

yang

telah

dilarutkan. Pembakuan natrium tiosulfat


dilakukan dengan 10ml larutan KIO3
dimasukkan ke dalam Erlenmeyer dan
tambahkan 15ml aquadest, lalu 4ml HCL

Pada percobaan praktikum kali ini

4N dan 0.5g KI ditambahkan dan lalu

adalah tentang analisis kuantitatif bahan

ditirasi dengan natrium tiosulfat sampai

aktif dalam sediaan solid dengan sampel

larutan

Amoxicilin. Kapsul adalah bentuk sediaan

tambahkan 4ml indikator amilum sampai

obat terbungkus cangkang kapsul,keras,

warna biru hilang. Seterusnya, pembakuan

atau

iodine dengan 10ml larutan dimasukkan ke

lunak.

dari Gelatin

Cangkang
dengan

kapsul

atau

dibuat

tanpa

zat

bewarna

kuning

jerami

dan

dalam Erlenmeyer yang tertutup. Ini

tambahan lain. Amoxicillin merupakan

adalah

antibiotika yang paling laku diseluruh

terjadinya oksidasi. Lalu, dititrasi dengan

dunia.

natrium tiosulfat hingga warna kuning

karena

untuk

mengelakkan

jerami, tambahkan 1ml indikator amilum

lau titrasi kembali hingga warna biru


hilang.

Penambahan
Asam klorida merupakan asam pilihan dal

Selanjutnya,

dilakukan

penetapan

kadar dengan 70mg sampel ditimbang lalu


masukkan dalam Erlenmeyer tertutup.
20ml aquadest ditambahkan dan disaring.
Seterusnya, 5ml NaOH 1N ditambah dan
kocok dan didiamkan selama 15menit.
Lalu, 5ml HCL 4N dan 20ml larutan I2

am titrasi untuk menentukan jumlah basa.


Asam yang lebih kuat akan memberikan
hasil

yang

lebih

baik

karena

titik

akhir yang jelas Hidrogen klorida (HCl)


merupakan asam
berarti

bahwa

monoprotikum
ia

dapat

yang

berdisosiasi

melepaskan satu H.

ditambah dan dikocok lalu didiamkan

Dari hasil praktikum ini didapatkan

selama 15menit. Akhirnya, dititrasi dengan

hasil % kadar untuk sampel Amoxcilin

natrium tiosulfat 0.01N hingga warna

adalah sebanyak 19.98%. Hasil yang

muda kuning, lalu ditambahkan 1 tetes

diperoleh tidak sesuai dengan literature

pasta KI kanji titrasi kembali hingga warna

yang

biru hilang.

kadar amoxicilin

Penambahan

NaOH

dimaksudkan

agar pada saat ditambahkan dengan iod


NaOH dan digunakan pula indikator iod
dimana akan terjadi interaksi kimia antara
NaOH

dengan

membentuk

indikator
ikatan

iod

semu

yang
yang

menyebabkan terjadinya perubahan warna,


dari biru sampai warna tersebut hilang,
namun pada percobaan ini membutuhkan
waktu yang sangat lama untuk melihat
terjadinya perubahan warna.

ada,

yang

menyatakan

dalam

sediaan kapsul tidak


dan tidak

bahwa

lebih

kurang dari
dari

90%
120%.

Pada saat praktikum ini mungkin ada kesal


ahan dalam melakukan prosedur sehingga
menyebabkan kurang akuratnya hasil yang
diperoleh, seperti perubahan warna yang
terjadi.

Selain

itu,

kesalahan

dari

penimbangan dari sampel, kurang teliti


dalam mentitrasi, kesalahan mentitrasi atau
kesalahan dalam membaca volume titrant.
Di samping itu , mungkin juga terjadi
akibat dari kesalahan dalam pembuatan
nastrium tisulfat dan larutan I2