You are on page 1of 2

Prognosis

Beberapa pasien, MDD dapat menjadi kronis, penyakit yang berulang. Relaps terjadi
pada enam bulan pertama dari masa penyembuhan terjadi pada 25% pasien, 58% akan relaps
setelah lima tahun, dan 85% akan relaps setelah 15 tahun setelah penyembuhan yang
terdahulu (Halverson J, 2016). Individu yang mengalami dua episode depresi terdahulu
memiliki 70% kemungkinan untuk menjadi ke tiga kalinya, dan yang sudah mengalami
episode ke tiga memiliki kemungkinan 90% untuk relaps. Berdasarkan prodres dari
penyakitnya, interval antara episode depresi menjadi lebih pendek dan lebih berat untuk
setiap episodenya menjadi lebih luas. Lebih dari 20 tahun, kekambuhan terjadi sekitar lima
sampai enam kali (Lam W dan Mok H, 2009).
Proporsi yang signifikan dari individu dengan depresi kronis meunjukkan gejala yang
bervariasi. Sekitar dua per tiga dari pasien dengan episode depresi mayor akan sembuh
dengan sempurna, dimana satu per tiga pasien dengan depresi hanya sembuh sementara atau
menjadi kronis (Lam W dan Mok H, 2009). Pada penelitian, pasien dengan satu tahun
terdiagnosis post MDD, 40% mengalami penyembuhan tanpa ada gejala depresi, 20%
mengalami gejala berulang tetapi tidak memenuhi kriteria MDD, dan 40% tetap menjadi
menalami episode depresi mayor. Individu dengan gejala depresi residual yang menetap
memiliki resiko tinggi untuk kambuh, bunuh diri, fungsi psikososial yang buruk, dan tingkat
mortalitas yang tinggi dari kondisi medis lainnya. Sebagai tambahan, 5-10% individu depresi
yang memiliki pengalaman dari episode depresi mayor akan sangat memungkinkan terjadinya
manic atau episode campuran yang mengindikasikan kepada gangguan bipolar(Halverson J,
2016).
Beberapa penemuan sudah difokuskan kepada indicator prognosis yang dapat
memprediksikan kemungkinan nilai dalam penyembuhan dan kemungkinan dalam tingkat
kekambuhan pada individu dengan depresi (Halverson J, 2016).

Pencegahan
Walaupun depresi merupakan kondisi yang dapat ditangani, namun beberapa bentuk
depresi tidak dapat dilakukan pencegahan. Hal tersebut dikarenakan depresi yang dipicu oleh
adanya gangguan di koneksi dari sel saraf di dalam otak. Akan tetapi studi terakhir
menyatakan bahwa depresi dapat diringankan dan terkadang dapat dicegah dengan kebiasan

hidup sehat. Makan makanan yang sehat, rutin melakukan olahraga, dan relaksasi serta
membuka diri. Hal tersebut dapat mencegah depresi mood (Halverson J, 2016).

Halverson Jerry L. 2016. Practice Essentials of Deppresion. Available at:


http://emedicine.medscape.com/article/286759-overview. Accessed at: 6 Oktober 2016.
Lam W. R dan Mok H. 2009. Depression Oxford Psychiatry Library. Lunbeck
Institutes.