You are on page 1of 2

STERILISASI ALAT

SATRIA GALUH DWITAMA, 230110150135


KELOMPOK 8
Bahan atau peralatan yang dipergunakan dalam bidang mikrobiologi harus

dalam

keadaan steril. Steril artinya tidakdidapatkan mikroba yang tidak diharapkan kehadirannya, baik
yang menggangu kehidupan dan proses yang dikerjakan(Waluyo, 2008).
Sebelum melakukan praktikum mengenai peralatan yang ingin kita gunakan harus
disterilkan dahulu. Sterilisasi atau suci hama yaitu proses membunuh segala bentuk kehidupan
mikroorganisme yang ada dalam sampel/contoh, alat-alat atau lingkungan tertentu Dalam bidang
bakteriologi katasterilisasi sering dipakai untuk menggambarkan langkah yang diambil agar
mencapai tujuan meniadakan atau membunuh semua bentuk kehidupan mikroorganisme(Gabriel,
1996).
Sterilisasi adalah suatu proses yang menghancurkan semua bentuk kehidupan mikroba,
termasuk spora, pada permukaan benda mati. Prosesnya dapat berupa pemanasan, pemberian zat
kimia, radiasi, atau filtrasi (Gruendemann dan Fernsebner, 2006). Sehingga dalam sterilisasi
nanti alat-alat tidak terkontaminasi dengan pihak luar. Oleh karena itu, bagi seorang pemula di
bidang mikrobiologi sangat perlu mengenal teknik sterilisasi karena merupakan dasar-dasar kerja
dalam laboratorium mikrobiologi. Steril merupakan syarat mutlak keberhasilan kerja dalam lab
mikrobiologi. Dalam melakukan sterilisasi, diperlukan teknik-teknik agar sterilisasi dapat
dilakukan secara sempurna, dalam arti tidak ada mikroorganisme lain yang mengkontaminasi
media.
Sterilisasi dapat dilakukan baik dengan cara fisik maupun kimia. Metode fisik didasarkan
pada tindakan pemanasan (proses autoclaving, sterilisasi ternal kering atau sterilisasi ternal
basah), iradiasi (irradiasi- ), atau pada pemisahan secara mekanis melalui filtrasi. Cara kimia
mencakup sterilisasi gas dengan etilen oksida atau gas lainnya dan menyampurkan agens
pensteril (misalnya glutalardehid) pada larutan desinfektan (Pruss, et al., 2002).
Sterilisasi dengan panas kering dilakukan dengan menggunakan oven. Sterilisasi dengan
panas kering sering kali digunakan untuk mensterilkan perangkat kaca. Dalam keadaan kering,
struktur protein bersifat lebih sabil dan tidak mudah rusak sehingga untuk mematikan organism

diperlukan suhu panas kering yang jauh lebih tinggi dan lebih lama bila dibandingkan dengan
suhu pada pemanasan lembap (Gunawan A. W, 2008).
Metode sterilisasi steam yaitu dengan cara penguapan dalam tekanan meresap kedalam
benda yang permeabel dan menyebabkan koagulasi protein selular, yang dapat mematikan
mikroba dan spora. Dan metode sterilisasi kimiawi caranya yaitu dengan menghentikan
metabolisme protein seluler sehingga mematikan mikroba dan spora (Baradero, et al., 2009).
Sterilisasi dengan tekanan, metode sterilisasi yang biasa dilakukan untuk semua kirgi dan
instrumen genggam adalah menggunakan autoklaf uap atau kimia. Instrument yang telah
dibungkus kasa diautoklafkan selama 20 menit pada suhu 121C dan tekanan 15 psi. Ini akan
membunuh semua bakteri, spora, dan virus (Walton dan Torabinejad, 2008).
DAFTAR PUSTAKA
Fitri, Annisa , dkk. 2014. Peralatan, Sterilisasi dan Media Pertumbuhan Mikroba. Samarinda :
Unmul
Gabriel, J. F. 1996. Fisika Kedoktera . Jakarta: EGC.
Gruendemann, B.J., dan Fernsebner, B. 2006. Buku Ajar Keperawatan Perioperatif. Kedokteran
EGC. Jakarta.
Gunawan, A. W. 2008. Usaha Pembibitan Jamur . Penebar Swadaya. Jakarta.
Hidayat, N, M. C. Padaga dan S. Suhartini. 2006.Mikrobiologi Industri . Yogyakarta: Andi
Offset.
Pruss, A. Girouil, E., dan Rushbrook, P. 2002. Pengelolaan Aman Limbah Layanan Kesehatan.
Buku Kedokteran EGC. Jakarta.
Waluyo, L. 2008. Teknik Metode Dasar Mikrobiologi . Malang: UMM-Press
Walton, R.E., dan Torabinejad, M. 2008. Prinsip dan Praktik Ilmu Endodonsia Edisi Tiga . Buku
Kedokteran EGC. Jakarta.