You are on page 1of 3

Nama : Maratus Sholikhah

NIM

: 15320068

Kecenderungan Orang Ketika Berhadapan Dengan Konflik Dalam Kelompok


Ada beberapa tipe kecenderungan orang dalam berhadapan dengan konflik dalam kelompok,
yaitu: Avoiding, Accomodating, Compromising, Competing dan Collaborating.
Anda bisa memperjelas dengan menuliskan contoh ketika Anda terlibat dalam suatu
kelompok/tim, serta jelaskan apa keuntungan dan kerugian masing-masing strategi untuk
masing-masing tipe kecenderungan.
1.

Avoiding : Strategi yang digunakan adalah menghindari konflik atau jika konflik
sudah terjadi maka Anda cenderung lari.

Keuntungan = dalam hal pemeliharaan hubungan, dalam mana hubungan


diyakini akan terluka akibat proses penyelesaian konflik.

Kerugian = konflik tidak akan selesai. Berlebihannya penggunaan gaya ini


justru mendorong munculnya konflik internal dalam diri individu yang
melakukannya. Orang lainpun cenderung meremehkan si penghindar.

Contoh = Ketika sedang berada di suatu kelompok. Salah satu anggota


kelompok sedang kesusahan dan butuh bantuan. Seolah-olah kita tidak untuk
segera membantunya dan menganggapnya biasa saja/diabaikan.

2.

Accomodating : Strategi ini cenderung mengutamakan langgengnya hubungan


daripada tercapainya tujuan. Anda berpikir daripada ribut-ribut tentang suatu hal lebih
baik mencari jalan lain saja. Strategi ini cocok jika isu atau masalah yang menjadi
sumber konflik itu tidak begitu penting

Keuntungan = hubungan terpelihara dengan melakukan sesuatu hal dengan cara


yang bisa diterima orang lain.

Kerugian = penyerahan pada orang lain malah kontraproduktif. Orang yang


melakukan pengakomodasian mungkin punya solusi yang lebih baik.
Berlebihannya penggunaan gaya ini cenderung memberi kesempatan orang lain
mengambil keuntungan dari si akomodator.

Contoh = Ketika sedang mengerjakan tugas dalam kelompok. Salah satu


anggota menunjuk anggota lain untuk membagi pembagian tugas tanpa di
diskusikan terlebih dahulu.

3.

Compromising : Melakukan kompromi berarti Anda merelakan kehilangan


sebagian, demikian pula lawan Anda juga akan kehilangan sebagian namun masih bisa
mencapai sebagian secara bersama-sama. Strategi ini cocok untuk solusi sementara /
temporer.

Keuntungan = konflik diselesaikan secara relatif cepat dan hubungan kerja tetap
terpelihara.

Kerugian = si kompromis kerap menghasilkan hasil yang kontraproduktif,


seperti keputusan yang tidak optimal. Berlebihannya penggunaan gaya ini
membuat

orang

kerap

bertanya

dua

kali

dalam

rangka

memenuhi

kepentingannya.

Contoh = Dalam satu kelompok memiliki ide yang berbeda-beda tetapi dengan
tema yang sama. Sehingga memutuskan ide yang terbaik dari semua anggota
kelompok dan memungkinkan hilangnya salah satu ide dari salah satu anggota
kelompok.

4.

Competing : Melakukan kompetisi berarti Anda siap dengan resiko apapun demi
tercapainya tujuan termasuk ketika harus berseberangan dengan teman Anda.
Prinsipnya I win you lose. Strategi ini biasanya bisa berguna ketika dalam situasi
sangat kritis dan menekan.

Keuntungan = keputusan organisasi yang lebih baik akan terjadi, kala si


pemaksa benar, ketimbang keputusan yang kompromistik yang kurang efektif.

Kerugian = mendorong permusuhan dan perlawanan terhadap si pengguna.


Pemaksa cenderung punya hubungan buruk dengan pihak lain.

Contoh = Dalam suatu perlombaan tim, ketika berusaha untuk memenangkan


kompetisi itu walaupun kadang dengan cara yang tidak baik karena ingin
menunjukkan kepada teman yang lain bahwa dia-lah pemenangnya.

5.

Collaborating : Strategi ini merupakan strategi win-win, membutuhkan energi,


komitmen, problem solving, negosiasi dan ketrampilan komunikasi yang baik.

Kolaborasi sangat sesuai manakala waktu yang tersedia untuk menyelesaikan konflik
agak luang.

Keuntungan = kecenderungannya membawa pada solusi terbaik dari konflik,


menggunakan perilaku yang tegas.

Kerugian = keahlian, upaya, dan waktu dibutuhkan guna menyelesaikan konflik


adalah lebih besar dan lebih lama tinimbang gaya lainnya.

Contoh = Adanya satu komitmen dari semua pihak yang terlibat untuk saling
mendukung dan saling memperhatikan satu sama lainnya.