You are on page 1of 11

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT

MAKALAH
Memenuhi tugas matakuliah
Kebijakan Kesehatan Nasional
yang dibina oleh Bapak Joko Wiyono, S.Kp, M.Kep, M.Kom.

Oleh
Kelompok 5
Angraini Eka Putri
Alifatul Ula Masuf
Agung Hadi Prabowo
Iqlima Alvein Nafisah
Lutfiatul Rohmah
Firna Aprilia Ningsih
Rezky Alfian Maliq
Ilmiyatus Sa'diyah
Agni Ayu Murbarani

(1401460039)
(1401460040)
(1401460041)
(1401460042)
(1401460043)
(1401460044)
(1401460045)
(1401460046)
(1401460047)

PRODI D-IV KEPERAWATAN MALANG
JURUSAN KEPERAWATAN
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
MEI 2015

2.Kep. Bapak Joko Wiyono. Seluruh teman-teman yang telah memberikan semangat. M. M. Kedua orang tua kami yang selalu memberikan dukungan.KATA PENGANTAR Alhamdulillah. Malang. Dengan penuh rasa hormat penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu menyelesaikan makalah ini. 3. bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Kebijakan Kesehatan Nasional sekaligus menambah wawasan penulis maupun pembaca mengenai mata kuliah tersebut. saran atau masukan yang membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan di kemudian hari dan semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk kedepannya. Oleh karena itu.Kom. Dalam penyusunan makalah ini. puji syukur kehadirat Allah SWT karena rahmat serta hidayah-Nya. penulis menyadari bahwa terdapat banyak kekurangan. selaku dosen pembimbing mata kuliah Kebijakan Kesehatan Nasional Program Studi D-IV Keperawatan Malang tingkat 1. Penyusunan makalah yang berjudul “Manajemen Terpadu Bayi Sakit” ini. S. sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Manajemen Terpadu Bayi Sakit”.Kp. 31 Mei 2015 Penulis i . yaitu: 1.

......................................................4 Indikator MTBS...............................................................................................1 1..............................2 1....................................................................................................................................2 Saran.............................5 Strategi MTBS....7 DAFTAR PUSTAKA.........1 Kesimpulan........................................................................................................................2 Rumusan Masalah.................................................ii DAFTAR ISI..............................7 3........................................................4 2...........3 2.....................................................i KATA PENGANTAR.........................................2 Tujuan MTBS.........3 Tujuan Penulisan...........2 BAB II PEMBAHASAN 2.........................................................1 Latar Belakang..........8 ii ...........................................................................4 2................................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL.........3 2..............................................................................................4 Manfaat Penulisan...............5 BAB III PENUTUP 3..................................................................1 Definisi MTBS...............................................................3 Sasaran MTBS....iii BAB I PENDAHULUAN 1............................................................................2 1.........................................................................

kematian bayi. belum adanya komitmen dari Pimpinan Puskesmas. sebab anak adalah generasi penerus bangsa yang kemampuannya dapat dikembangkan dalam meneruskan pembangunan bangsa.1 Latar Belakang Masalah kesehatan anak merupakan salah satu masalah utama dalam bidang kesehatan. sudah ada tenaga kesehatan terlatih tetapi sarana dan prasarana belum siap.Pada umumnya angka kematian bayi yang cukup tinggi tersebut bisa ditangani dengan perawatan yang baik. “MTBS merupakan suatu manajemen melalui pendekatan terintegrasi/terpadu dalam tatalaksana balita sakit yang datang di pelayanan kesehatan. 1 . status imunisasi maupun penanganan balita sakit tersebut dan konseling yang diberikan” (Wijaya. dll. Sehingga setidaknya terjadi 400 kematian bayi perhari.yaitu mengenai angka. Program MTBS di Indonesia sendiri diadopsi dari WHO (World Health Organization) yang bernama integrated 3 management of childhood illness (IMCI) pada tahun 1996 dan dilaksanakan di Indonesia pada tahun 1997. Derajat kesehatan anak dapat mencerminkan derajat kesehatan bangsa.BAB I PENDAHULUAN 1. Menurut SDKI (2007). angka kematian bayi (AKB) di Indonesia sebesar 34/1000 kelahiran hidup. baik mengenai beberapa klasifikasi penyakit. yaitu dengan menggunakan MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit). namun belum seluruh Puskesmas mampu menerapkan karena berbagai sebab: belum adanya tenaga kesehatan di Puskesmasnya yang sudah terlatih MTBS. sedangkan Angka Kematian Balita (AKBAL) sebesar 44/1000 kelahiran hidup yang berarti terjadi 529 kematian/hari. Indikator kesehatan anak terdiri dari beberapa hal. Hingga akhir tahun 2009.2009). Di Indonesia angka kematian bayi masih sangat tinggi. penerapan MTBS telah mencakup 33 provinsi. angka kesakitan bayi dan status gizi. status gizi.

Supaya ibu tau cara menejemen sakit pada bayi c. Untuk mengetahui cara menejemen padasaat bayi sakit d. Supaya ibu dan masyarakat dapat memenejemen sakit pada anak mereka BAB II PEMBAHASAN 2 .faktor yang mempengaruhi menejemen bayi sakit d. b.2 Rumusan Masalah a. Apa yang di maksud dengan MTBS? Apa tujuan dari MTBS? Siapa saja sasaran Menejemen Terpadu Bayi Sakit? Apa saja Indikator Menejemen Terpadu Bayi Sakit (MTBS)? e. Untuk mengetahui hambatan pembentukan MTBS 1.Dengan adanya penerapan MTBS di Indonesia yang kurang maksimal. Untuk mengetahui Pengertian dari MTBS b. Untuk mengetahui tentang penilaian dan klasifikasi anak sakit c. c. Untuk mengetahui Faktor . Supaya ibu atau masyarakat tau faktor. 1.4 Manfaat a. Untuk mengetahui Tujuan dari MTBS e. Agar masyarakat terutama ibu dapat mengetahui apa itu MTBS b.3 Tujuan a. d.faktor yang mempengaruhi MTBS f. maka penulis mengangkat tema MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit) sebagai tema makalah ini. Apa saja strategi untuk Menejemen Terpadu Bayi Sakit? 1.

(Modul MTBS 1.2 Tujuan MTBS Tujuan dari MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit) adalah sebagai berikut:  Menurunkan secara signifikan angka kesakitan dan kematian global yang terkait dengan penyebab utama penyakit pada balita. (DEPKES RI. memperbaiki manajemen penanganan dan pengobatan.MTBS bukan merupakan program kesehatan.1 Definisi MTBS ManajemenTerpaduBalitaSakit (MTBS) atau Integrated Management of Childhood Illness(IMCI) adalah suatu pendekatan terpadu dalam tatalaksana balita sakit. WHO memperkenalkan konsep pendekatan MTBS dimana merupakan strategi upaya pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk menurunkan angka kematian dan kesakitan bayi dan anak balita di negaranegara berkembang.  Memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan dan perkembangan kesehatan anak. promosi serta peningkatan pengetahuan bagi ibu – ibu dalam merawat anaknya dirumah serta upaya mengoptimalkan system rujukan dari masyarakat kefasilitas pelayanan primer dan rumah sakit sebagai rujukan. 2008) 2. 2008) 2.2.  Penerapan MTBS dengan baik dapat meningkatkan upaya penemuan kasus secara dini. Arti kata ”pelayanan”.tetapi suatu standar pelayanan dan tata laksana balita sakit secara terpadu di fasilitas kesehatan tingkat dasar. Perawat 3 . dalam pelayanan MTBS berarti suatu aktivitas atau serangkaian aktivitas dalam kegiatan penerapan MTBS Puskesmas yang bersifat tidak kasat mata (tidak dapat diraba) yang terjadi sebagai akibat adanya interaksi antara konsumen dengan karyawan atau hal-hal lain yang disediakan oleh Puskesmas sebagai pemberi pelayanan untuk memecahkan permasalahan konsumen/ pelanggan.3 Sasaran MTBS Sasaran utama yang memberikan program MTBS adalah : 1. melalui peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di unit rawat jalan fasilitas kesehatan dasar dan memberikan konttribusi terhadap pertumbuhan perkembangan kesehatan anak.

memberikan terapi yag benar. 2.Kelompok usia 1 hari sampai 2 bulan . Bayi yang berusia 0-5 tahun yang dibagi menjadi 2 kelompok sasaran yaitu : . Sasaran yang mendapatkan program MTBS adalah : 1. kecukupan obat injeksi dalam pertolongan sebelum dirujuk. pemberian imunisasi yang dibutuhkan sebelum meninggalkan tempat pelayanan. Tingkat kepuasan pengantar terhadap pelayanan yang diberikan Pada indikator ketrampilan petugas. pemeriksaan batuk. menanyakan kepada pengantar terkait pemberian ASI dan makanan tambahan. dan pemberian pemahaman kepada pengantar tentang cara memberikan obat kepada anak sesuai petunjuk yang diberikan petugas. aspek ketersediaan obat-obatan dan alat kesehatan meliputi ketersediaan obatobatan essensial. 4 .dan pelaksanaan program MTBS.4 Indikator MTBS Menurut WHO dan UNICEF (1999). Bidan 3. terdapat beberapa indikator pelaksanaan MTBS. serta aspek cakupan pelatihan MTBS. Dukungan manajemen 3. pemberian nasehat untuk memberi cairan tambahan dan meneruskan memberi makan. Juga parameter konseling yang meeliputi penentuan waktu merujuk. Pada indikator adanya dukungan sistem kesehatan antara lain meliputi aspek supervisi dan observasi penanganan kasus dalam enam bulan terakhir. Ibu yang memiliki anak yang berusia 0-5 tahun. pemeriksaan status imunisasi. kecukupan peralatan dan jenis vaksin yang dibutuhkan . dan demam. Dokter yang bertugas di puskesmas atau tempat tersebut Tenaga kesehatan diatas adalah orang yang berperan penting dalam memberikan pendidikan.Kelompok usia 2 bulan sampai 5 tahun 2. terdiri dari kemampuan untuk menilai empat tanda bahaya. Ketrampilan petugas 2. pemberian terapi antibiotika oral yang diresepkan secara benar.2. pemeriksaan berat badan dibandingkan dengan KMS. antara lain: 1. diare.

pemberian makanan tambahan. Meningkatkan kemampuan petugas. Memberikan perawatan/pengobatan di Rumah Sakit dan Puskesmas pada anak balita gizi buruk disertai penyakit penyerta 5 . Intervensi Gizi dan Kesehatan dalam MTBS a. Menanggulangi secara langsung masalah gizi yang terjadi pada kelompok rawan melalui pemberian intervensi gizi (suplementasi). yaitu : 1. Mengembalikan fungsi posyandu dan meningkatkan kembali partisipasi masyarakat dan keluarga dalam memantau tumbuh kembang balita. Mewujudkan keluarga sadar gizi melalui promosi gizi. mengenali dan menanggulangi secara dini balita yang mengalami gangguan pertumbuhan melalui revitalisasi Posyandu 2. Juga memastikan bahwa pembawa balita sakit harus mengetahui minimal dua tanda kapan harus kembali segera membawa anaknya ke pelayanan kesehatan.5 Strategi MTBS Dalam program MTBS terdapat beberapa strategi dalam perwujudannya. Meningkatkan Perilaku Sadar Gizi dengan : • Memantau berat badan • Memberi ASI Eksklusif pada bayi 0-6 bulan • Makan beraneka ragam • Menggunakan garam beryodium • Memberikan suplementasi gizi sesuai anjuran 7. 2. seperti kapsul Vitamin A. 5. Menggalang kerjasama lintas sektor dan kemitraan dengan swasta/dunia usaha dan masyarakat untuk mobilisasi sumberdaya dalam rangka meningkatkan daya beli keluarga untuk menyediakan makanan sehat dan bergizi seimbang 6. Sementara untuk perawatan di rumah pada anak yang sakit mendapatkan cairan yang lebih banyak dan melanjutkan pemberian makanan. MP-ASI dan makanan tambahan 4. dalam manajemen dan melakukan tatalaksana gizi buruk untuk mendukung fungsi Posyandu yang dikelola oleh masyarakat melalui revitalisasi Puskesmas 3. meliputi indikator gizi terkait pemberian ASI eksklusif.Pada indikator kepuasan ibu dan balita atau pendampingnya. advokasi dan sosialisasi tentang makanan sehat dan bergizi seimbang dan pola hidup bersih dan sehat. aspek pemberian imunisasi campak.

MTBS ini bertujuan untuk mengupayakan pelayanan kesehatan dalam rangka menurunkan angka kesakitan dan kematian pada balita. dukungan manajemen. salah satunya 6 . Melakukan pendampingan di semua Puskesmas disetiap Kabupaten. BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit) merupakan suatu pendekatan dalam penatalaksanaan balita sakit. sedangkan sasarannya adalah bayi dan balita beserta ibunya. Diskusi dan rapat kerja dengan DPRD secara berkala tentang pelaksanaan dan anggaran MTBS. Advokasi dan pendampingan MTBS a. dokter dan bidan. Indikator MTBS adalah ketrampilan petugas.b. Terdapat beberapa strategi yag digunakan dalam menggalangkan program MTBS. Menyiapkan materi/strategi advokasi MTBS b. dan tingkat pengantar terhadap pelayanan yang diberikan. c. Pendampingan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa MP-ASI bagi anak 6-23 bulan dan PMT pemulihan pada anak 24-59 bulan kepada balita gizi kurang baik yang memiliki penyakit penyerta ataupun tidak ada penyakit penyerta 8. bukan hanya untuk mengobati balita yang mengalami sakit tapi juga promosi serta peningkatan pengetahuan bagi ibu – ibu dalam meningkatkan kesehatan anaknya. Sasaran utama yang memberikan program MTBS adalah perwat.

diakses pada 26 Januari 2015 Wulandari. Manajemen Terpadu Balita Sakit.id/static/filebagian/MTBS. diaksespada 8 Mei 2015).depkes.ac. (Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS). Manajemen Terpadu Balita Sakit. (http://www. (http://fk.pdf). go.gizikia.Jakarta:2008 Kesmas. 2015. 3. 2013.id/artikel/manajemen-terpadu-balita-sakit-mtbs-atau-integrated-managementof-childhood-illness-imci/?print=print).2 Saran Program MTBS ini kurang tersosialisasikan di masyarakat sehingga masih banyaknya terjadi masalah kesehatan pada balita.diakses pada 9 Mei 2015 Giri. DAFTAR PUSTAKA Buku Bagan MTBS. diharapkan masyarakat terutama kalangan ibu yang memiliki balita mendapatkan sosialisasi yang tepat dan merata sehingga masalah kesehatan balita dapat diminimalkan.adalah meningkatkan fungsi posyandu dan puskesmas. dkk.diakses pada 9 Mei 2015 7 . Anang. DEPKES RI.uns. 2013. serta masih banyak yang lain.

8 .