You are on page 1of 13

Manajemen Terpadu Bayi Muda (MTBM

)

MAKALAH
Memenuhi tugas akhir matakuliah
KKN (Kebijakan Kesehatan Nasional)
yang dibina Ibu Lenny Saragih S.KM, M.Kes.

Oleh :
Ardika Sulisetiyani
Eunike Ayu Darmawati
Bima Ragil Pranata
Septyani Nevy Mega N.
Nicky Putri Capindo
Dara Aza Smarayudizta
Ajeng Setyorini
Alkhalifa Amin

1401460048
1401460049
1401460051
1401460052
1401460053
1401460054
1401460055
1301360058

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
JURUSAN KEPERAWATAN
D-IV KEPERAWATAN MALANG
JUNI 2015
UCAPAN TERIMA KASIH

4

Oleh karena itu. karena berkat bimbingan-Nyalah makalah ini dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Juni 2015 Penulis . Akhir kata mohon maaf apabila di dalam pembuatan makalah ini terjadi kekurangan atau kesalahan..5 Segala puji dan syukur ke-hadirat Tuhan yang Mahaesa.KM. Makalah ini dibuat dari berbagai sumber yang ada dalam jangka waktu tertentu. baik dalam pemilihan maupun penulisan kata. disampaikan rasa hormat dan terimakasih kepada semua pihak yang dengan tulus ikhlas telah memberikan bantuan dan dorongan dalam menyelesaikan makalah ini. Semua teman-teman Pand4wa-52 yang selalu memberi semangat. 2. Berikut ini sebuah makalah disajikan dengan judul Manajemen Terpadu Bayi Muda. Pada kesempatan yang baik ini.Kes. Ibu Lenny Saragih S. terutama kepada 1. diharapkan para pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang dapat bermanfaat membangun untuk pembuatan makalah selanjutnya. selaku dosen pembimbing matakuliah KKN yang telah memberikan tugas makalah ini. 3. Malang. Makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat pada umumnya kepada mahasiswa keperawatan untuk memahami matakuliah KKN (Kebijakan Kesehatan Nasional) yang berhubungan dengan keperawatan. M. Kedua Orangtua yang selalu memberikan bantuan serta dukungannya.

..............3 Klasifikasi Diare....8 3....4..................................................................................................................................1 Latar Belakang...................................ii BAB I PENDAHULUAN....................................1 Kesimpulan........................................1-3 1...............1 Pengertian MTBM...........2 Menilai Diare........................2.........3 Tujuan MTBM..........................................................1 Pelaksanaan MTBM............2 1........................7-10 3......6-7 3.............................12 BAB I PENDAHULUAN 1 Latar Belakang ....2...............................................................................11 3..........................................................................................................................................................................................................................................................2 MTBM dalam Keadaan Sakit...1 Manfaat bagi Mahasiswa...........1 1.............................2 Sasaran MTBM..............................................................................................4-5 2..............................................4 2.................................8-10 BAB IV PENUTUP.......................................................................................4........................................................2-3 1......................................................................4 2.................................................3 BAB II TINJAUAN TEORI...........................5 Strategi MTBM....1 Memeriksa dan Mengklasifikasi Diare..................................................................3 Tujuan...................................2 Rumusan Masalah.....................................................2-3 1...............................11 DAFTAR RUJUKAN............................................................................................................6-10 3.....7-8 3..........................7 3........6 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.................4-5 2...4 Pengobatan Diare...i DAFTAR ISI.....................................................................................................................4 Indikator MTBM.......................................................2 Saran................................................................................................................5 BAB III PEMBAHASAN..................................11 3....................................................2...2....................2 Manfaat bagi Pembaca...4 Manfaat.........4 2.....2 1.....................

Di Indonesia. hipotermia. diare.4% dan pneumonia 24%. Sementara . Banyak penyakit yang dapat menyerang pada usia bayi muda diantaranya Kejang. diare adalah pembunuh balita nomor dua setelah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut). Penyakit yang terjadi pada 1 minggu pertama kehidupan bayi hampir selalu terkait dengan masa kehamilan dan persalinan.7 Manajemen Terpadu Bayi Muda (MTBM) merupakan pendekatan yang digunakan dengan konsep yang terpadu untuk bayi muda yang usianya 1 hari sampai 2 bulan baik yang berkondondisi sehat ataupun sakit. Diare merupakan salah satu penyakit yang sering mengenai bayi dan balita. Seorang bayi baru lahir umumnya akan buang air besar sampai lebih dari sepuluh kali sehari. Bayi Muda mudah sekali menjadi sakit. diare adalah penyebab nomor satu kematian balita di seluruh dunia. gangguan saluran cerna. cepat menjadi berat dan serius bahkan meninggal terutama pada satu minggu pertama kehidupan bayi. Keadaan tersebut merupakan karakteristik khusus yang harus dipertimbangkan pada saat membuat klasifikasi penyakit. Dalam pendekatan ini juga menggunakan suatu persepsi untuk menggunakan fasilitas rawat jalan untuk pelayanan kesehatan dasar yang dilakukan dengan mengunjungi bayi muda yang tergolong neonatal oleh petugas kesehatan. ganguan napas. bila frekuensinya lebih dari 3 kali sehari (Hasan. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007. sedangkan untuk bayi berumur lebih dari 1 bulan dan anak. 2007). kemungkinan BBR. dua penyakit terbanyak yang menyebabkan kematian adalah diare sebesar 31. Menurut data World Health Organization (WHO). ada yang sehari 2-3 kali sehari atau ada yang hanya 2 kali seminggu. kemungkinan infeksi bakteri. ada beberapa penyakit utama yang menjadi penyebab kematian bayi Pada kelompok bayi (0-11 bulan). Neonatus dinyatakan diare bila frekuensi buang air besar lebih dari empat kali. icterus.

Bagaimana pengertian dari MTBM? 2. 4 Manfaat 1.  Dapat mengetahui bagaimana sasaran Manajemen Terpadu Bayi Sehat (MTBM). . Kemungkinan akibat dari penyembuhan kurang sempurna. Bagaimana indikator dari MTBM? 5. diare yang baru sembuh dapat kambuh atau berulang kembali.1 Manfaat bagi Mahasiswa D4 Keperawatan  Mahasiswa dapat memahami mengenai Manajemen Terpadu Bayi Sehat (MTBM). Penyebab diare adalah multifaktorial. 4. 2 Rumusan masalah 1. Oleh karena itu manajemen bayi terpadu terutama pada diare perlu dibekalkan pada setiap orang tua.4. membutuhkan waktu untuk kembali normal. Pada sebagaian kasus. 5. 3. Untuk mengetahui tujuan dari MTBM. Untuk mengetahui sasaran dari MTBM. Untuk memahami pengertian dari MTBM. Kerusakan pada mukosa usus dengan derajat ringan maupun berat. reinfeksi patogen lain ataupun gangguan penyerapan. Untuk mengetahui strategi dari MTBM. setiap 30 detik ada satu anak yang meninggal dunia karena diare. sebagaian besar disebabkan oleh infeksi.8 UNICEF (Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk urusan anak) memperkirakan bahwa. Bagaimana tujuan dari MTBM? 4. Untuk mengetahui indikator dari MTBM. Bagaimana strategi dari MTBM? 3 Tujuan Penulisan 1. adanya infeksi menetap. Bagaimana sasaran dari MTBM? 3. 2.

4. .2 Manfaat bagi Pembaca  Publik mendapatkan informasi mengenai Manajemen Terpadu Bayi Sehat (MTBM).9  Dapat mengetahui tujuan dan indikator Manajemen Terpadu Bayi Sehat (MTBM).  Serta dapat mengetahui strategi Manajemen Terpadu Bayi Sehat (MTBM) 1.  Dapat memperluas pengetahuan khususnya tentang Manajemen Terpadu Bayi Sehat (MTBM)  Mengetahui informasi yang lebih spesifik dari Manajemen Terpadu Bayi Sehat (MTBM).

4) Peningkatan ketrampilan petugas kesehatan dan system kesehatan.1 Pengertian MTBM adalah kepanjangan dari Manajemen Terpadu Bayi Muda merupakan pendekatan yang digunakan dengan konsep yang terpadu untuk bayi muda yang berusia 1 hari-2 bulan baik yang berkondisi sehat maupun sakit (Depkes. Cakupan anak yang memperoleh stimulasi g. 3) Untuk dapat memantau kesehatan bayi muda. 2006) 2. Kunjungan neonatal e. Caupan ASI eksklusif c.4 Indikator  Pelayanan Bayi Usia 0-28 hari a. Cakupan Imunisasi f.3 Tujuan 1) Menurunkan secara signifikan angka kesakitan dan kematian global yang terkait dengan penyebab utama penyakit pada balita.10 BAB II TINJAUAN TEORI 2. Status gizi ibu dan cakupan gizi mikro d. 2. Presentase bayi yang memiliki akte kelahiran . 2. melalui peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dikomunitas/fasilitas kesehatan dasar. Cakupan menyusui dini b. 2) Bayi usia 1 hari-2 bulan baik dalam kondisi sehat maupun sakit. 2) Memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan dan perkembangan kesehatan anak.2 Sasaran 1) Ibu yang mempunyai bayi usia 1 hari-2 bulan.

Konseling perawatan bayi baru lahir dan ASI Eksklusif c. Status gizi balita e.11  Pelayanan Bayi Usia 1--2 bulan a. SKDN S: Adalah jumlah balita yang ada di wilayah posyandu K: Jumlah balita yang terdaftar dan yang memiliki KMS D: Jumlah balita yang datang ditimbang bulan ini N: Jumlah balita yang naik berat badannya g. Presentase balita sakit yang dilayani l.1 Pelaksanaan MTBM pada Bayi Umur Kurang 2 Bulan . Penanganan dan rujukan kasus f. Cakupan anak yang memperoleh stimulasi h. Cakupan Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK) j. Cakupan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) untuk keluarga miskin d. Cakupan ASI eksklusif b. injeksi Vit. Pemeriksaan tanda vital b. penyuluhan perawatan neonates di rumah dengan menggunakan buku KIA BAB III PEMBAHASAN 3. Cakupan keluarga yang mengakses air bersih dan sanitasi yang layak n. K1 d. Presentase balita gizi buruk yang dirawat m. Cakupan vitamin A f. Imunisasi (jika belum diberikan saat lahir) e. Cakupan ibu/keluarga yang mendapat penyuluhan i. Cakupan keluarga yang menggunakan kelambu (khusus daerah endemik malaria) 2. Cakupan imunisasi k.5 Strategi Pelayanan kesehatan yang diberikan sesuai standar saat tenaga kesehatan melakukan kunjungan neonates mengacu pada pedoman Manajemen Terpadu Balita Muda (MTBM) dengan meliputi : a. Presentase bayi usia 1--2 bulan yang mendapat ASI c.

 Konseling juga merupakan menasehati ibu yang mencakup bertanya. memuji.12 Proses manajemen kasus disajikan dalam bagan yang memperlihatkan urutan langkah-langkah dan penjelasan cara pelaksanaannya 1 Penilaian dan klasifikasi 2 Tindakan dan Pengobatan 3 Konseling bagi ibu 4 Pelayanan Tindak lanjut Dalam pendekatan MTBS tersedia “Formulir Pencatan” untuk Bayi Muda dan untuk kelompok umur 2 bulan sampai 5 tahun. mendengar jawaban ibu. Kunjungan Pertama lakukan pemeriksaan berikut : 1 Periksa Bayi Muda untuk kemungkinan PENYAKIT SANGAT BERAT ATAU INFEKSI BAKTERI. jika diare periksa tanda dan gejalanya yang terkait. membantu memecahkan masalah dan mengecek pemahaman  Pelayanan tindak lanjut berarti menentukan tindakan dan pengobatan pada saat anak datang untuk kunjungan ulang Menanyakan kepada ibu mengenai masalah Bayi Muda. Klasifikasikan Bayi Muda untuk DEHIDRASI nya dan klasifikasikan juga untuk diare persisten dan kemungkinan disentri . Kedua formulir pencatatan ini mempunyai cara pengisian yang sama  Penilaian berarti melakukan penilaian dengan cara anamnesis dan pemeriksaan fisik  Klasifikasi membuat keputusan mengenai kemungkinan penyakit atau masalah serta tingkat keparahannya dan merupakan suatu kategori untuk menentukan tindakan bukan sebagai diagnosis spesifik penyakit  Tindakan dan pengobatan berarti menentukan tindakan dan memberi pengobatan difasilitas kesehatan sesuai dengan setiap klasifikasi. memberi nasehat relevan.Selanjutnya dibuatkan klasifikasi berdasarkan tanda dan gejalanya yang ditemukan 2 Menanyakan pada ibu apakah bayinya DIARE. Jika merupakan kunjungan ulang akan diberikan pelayanan tindak lanjut yang akan dipelajari pada materi tindak lanjut. Tentukan pemeriksaan ini merupakan kunjungan atau kontak pertama dengan Bayi Muda atau kunjungan ulang untuk masalah yang sama.

rewel  Sangat haus  BAK mulai berkurang  Mata agak cekung  Tidak ada air mata apabila sedang menangis  Mulut keirng  Turgor kulit menurun  Dehidrasi Berat :  Kesadaran menurun .2 MTBM dalam Keadaan Sakit 1. PERDARAHAN TALI PUSAT dan sebagainya. Tentukan status imunisasi Bayi Muda Menanyakan status pemberian Vit K1 Menanyakan kepada ibu masalah lain seperti KELAINAN KONGENITAL. Memeriksa dan Mengklasifikasi Diare  Diare pada bayi muda terjadi. Tidak perlu melakukan penilaian pemberian ASI karena akan memperlambat rujukan 3. apabila:  Perubahan bentuk tinja  Frekuensi berak lebih sering dari biasanya  Bayi yang mendapat ASI. Menanyakan kepada ibu keluhan atau masalah yang terkait dengan kesehatan bayinya. TRAUMA LAHIR. Menilai diare  Bayi tanpa dehidrasi :  Masih terlihat aktif  Cairan BAK berlangsung normal  Bayi dehidrasi ringan-sedang :  Gelisah. BAB:  Encer  Sering 2. Selanjutnya klasifikasikan Bayi Muda berdasarkan tanda dan gejala yang ditemukan Menanyakan kepada ibu apakah bayinya sudah di IMUNISASI?. Jika Bayi Muda membutuhkan RUJUKAN SEGERA lanjutkan pemeriksaan secara cepat.13 3 4 5 6 7 8 Periksa semua Bayi Muda untuk IKTERUS dan klasifikasikan berdasarkan gejala yang ada Periksa bayi untuk kemungkinan BERAT BADAN RENDAH DAN ATAU MASALAH PEMBERIAN ASI.

Jika terdapat dua atau lebih tanda/gejala yang terdapat pada baris atas bagan Penilaian dan Klasifikasi  Diare dengan Dehidrasi Berat b.14       Lemas Malas minum Mata dan mulut sangat kering Pola napas yang sangat cepat dan dalam Denyut nadi cepat Turgor kulit sangat menurun 3. Jika ditemukan dua atau lebih tanda gejala pada baris kedua  Diare Dehidrasi Ringan/Sedang d. a. Oralit-200 dan Pharolyit-200. Jika tidak cukup tanda/gejala  Diare Tanpa Dehidrasi 4.  Kemudian rehidrasi juga dapat dilaksanakan dengan memberikan CRO sebanyak 75 ml/kg BB yang diberikan dalm 3-4 jam . Jika tidak tanda/gejala sebagaimana tercantum pada baris atas. juga larutan oralit siap minum seperti Pedialyte dan Renalyte  Serta dapat diberikan Cairan Rehidrasi Oral (CRO) sebanyak 5-10 cc/kg BB setiap buang air besar denagn tinja cair. Klasifikasi diare Lihat tanda/gejala yang terdapat pada bagan dibawah ini. Pengobatan Diare  Bayi tanpa dehidrasi :  Tetap berikan ASI  Berikan minum sebanyak 10 ml/kgBB setiap kali mencret agar cairan tubuh yang hilang bersama tinja dapat diganti untuk mencegah terjadinya dehidrasi  Sebaiknya. oralit 1 liter. diberikan cairan oralit seperti 200 ml.  Bayi Dehidrasi ringan – sedang :  Bila telah terjadi dehidrasi. lihat baris bawah berikutnya c. minumkanlah 50-100 ml (tergantung berat ringannya dehidrasi) per kg BB dalam 3 jam untuk mengobati dehidrasi.

rehidrasi dapat segera diberikan dalam bentuk makn dan minum. Derajat dehidrasi Belum dehidrasi Jenis cairan Cairan rumah Jumlah cairan 10 ml/kg BB Jadwal pemberian 24 jam Dehidrasi ringan tangga atau oralit Oralit setiap kali mencret 50 ml/ kg BB 10 ml/ kg BB tiap 3 jam 24 jam Dehidrasi sedang Oralit mencret 100 ml/kg BB 10 ml/ kg BB tiap 3 jam 24 jam Dehidrasi berat mencret Segera dibawa ke Puskesma atau RS karena anak perlu mendapat infus (terapi rehidrasi parenteral) . CRO dapat diberikan secara bertahap. yaitu 1 atau 2 sendok the setiap 1 atau 2 menit dengan peningkatan jumlah sesuai dengan kemajuan daya terima anak.15  Apabila telah dilakukan. sedangkan ASI tetap diteruskan dan pemberian CRO rumatan (5-10 ml/kg BB) setiap buang air besar cair  Makanan tidak perlu dibatasi  Bila disertai muntah.  Dehidrasi Bayi Berat :  Segera dirawat untuk mendapat terapi rehidrasi parenteral (melalui infus)  Pemberian susu formula khusus pada bayi diare hanya pada kasus yang terindikasi  Pemberian susu mengandung laktosa rendah atau bebas laktosa hanya diberikan kepada anak yang secara klinis jelas memperlihatkan gejala intoleransi laktosa.

16 BAB IV PENUTUP 4. Imunisasi (jika belum diberikan saat lahir) e. Pelayanan MTBM bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian yang terjadi pada bayi muda dengan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan dan perkembangan kesehatan anak dengan memperhatikan faktor strategi MTBM : a. Penanganan dan rujukan kasus f. injeksi Vit. Pemeriksaan tanda vital b. Konseling perawatan bayi baru lahir dan ASI Eksklusif c. . K1 d. penyuluhan perawatan neonates di rumah dengan menggunakan buku 4.2 Saran Kepada mahasiswa D4 Keperawatan sebagai calon pelayanan kesehatan diharapkan mengetahui MTBM sebagai bentuk pelayanan kesehatan untuk mengurangi angka kesakitan maupun kematian pada bayi muda.1 Kesimpulan MTBM merupakan pelayanan bayi muda usia kurang dari 2 bulan dalam keadaan sehat maupun sakit.