You are on page 1of 17

1. Bagaimana fisiologi tahap persalinan?

1.

2.

3.

4.

5.

6.

Mekanisme Persalinan adalah proses keluarnya bayi dari
uterus ke dunia luar pada saat persalinan.
Gerakan utama pada Mekanisme Persalinan :
Engagement
a. Diameter biparietal melewati PAP
b. Nullipara terjadi 2 minggu sebelum persalinan
c. Multipara terjadi permulaan persalinan
d. Kebanyakan kepala masuk PAP dengan sagitalis
melintang pada PAP dengan flexi ringan.
Descent (Turunnya Kepala)
a. Turunnya /masuknya kepala pada PAP
b. Disebabkan oleh 4 hal :
○ Tekanan cairan ketuban
○ Tekanan langsung oleh fundus uteri pada bokong
○ Kekuatan meneran
○ Melurusnya badan janin akibat kontraksi uterus.
c. Synclitismus
d. Asynclitismus
Flexion
Majunya kepala mendapat tekanan dari servix, dinding
panggul atau dasar panggul flexi (dagu lebih mendekati
dada). Keuntungannya adalah ukuran kepala yang melalui
jalan lahir lebih kecil
Internal Rotation
a. Bagian terrendah memutar ke depan ke bawah
symphisis
b. Usaha untuk menyesuaikan posisi kepala dengan bentuk
jalan lahir (Bidang tengah dan PBP)
c. Terjadinya bersama dengan majunya kepala dan tidak
terjadi sebelum kepala sampai ke H-III
d. Rotasi muka belakang secara lengkap terjadi setelah
kepala di dasar panggul.
Extension/ Defleksi Kepala
a. Terjadi karena sumbu jalan lahir PBP mengarah ke depan
dan atas
b. Dua kekuatan kepala
c. Mendesak ke bawah
d. Tahanan dasar panggul menolak ke atas
e. Setelah sub occiput tertahan pada pinggir bawah
symphisis sebagai Hypomoclion kemudian lahir lewat
pinggir atas perineum
External Rotation
a. Setelah kepala lahir, kepala memutar kembali ke arah
panggul anak untuk menghilangkan torsi leher akibat
putaran paksi dalam

badan seluruhnya. 2006. .Edisi 21. Gary dkk. Jakarta. bahu depan. 7. Sumber : Cunningham F. Expulsi Bahu depan di bawah symphisis sebagai Hypomoklion kemudian lahir bahu belakang. Obstetri Williams. EGC. Disebabkan ukuran bahu menempatkan pada ukuran muka belakang dari PBP.b.

pembukaan 3 cm. fase akselerasi : 2 jam. karena serviks mulai membuka ( dilatasi ) dan mendatar ( effacement ). a. pembukaan sampai 4 cm .Tahap Persalinan kala 1 ( pembukaan ) In partu ditandai dengan keluarnya lendir bercampur darah (bloody show). Kala I dibagi atas 2 fase :  fase laten : pembukaan servik berlangsung lambat. Darah berasal dari pecahnya pembuluh darah kapiler sekitar kanalis servikalis krn pergeseran ketika serviks mendatar dan terbuka. cepat. selama 7-8 jam  fase aktif : berlangsung selama 6 jam.

berisi plasenta yg menjadi tebal 2x sebelumnya  beberapa saat kemudian. kepala janin mulai kelihatan. kira – kira 2 – 3 menit sekali  kepala janin telah turun masuk ruang panggul shg terjadilah tekanan pd otot2 dasar panggul yang secara reflektoris menimbulkan rasa mengedan  tekanan pd rektum à ibu merasa spt mau buang air besar.b. timbul his pelepasan dan pengeluaran uri  dlm waktu 1 – 5 menit seluruh plasenta terlepas.  Fase fase yang dikemukanan diatas dijumpai pada primigravisa. berlangsung 13 – 14 jam. pd multigravida : 0. mendatar dan tertarik keatas dan membuka.5 – 1 jam kala III ( pengeluaran uri )  setelah bayi lahir.  Multigravida à serviks mendatar dan membuka bisa bersamaan. cepat c.5 – 2 jam. vulva membuka dan perineum menegang  primigravida : 1. lambat  Primigravida à serviks mendatar dulu baru dilatasi. pembukaan sampai 9 cm. fase dilatasi maksimal : 2 jam. proses pembukaan servisc disebut dengan berbagai istilah: melembek (softening). dan lebih lama. kontraksi rahim istirahat sebentar  uterus teraba keras dengan fundus uteri setinggi pusat.obliterasi. berlangsung 6 – 7 jam  Dalam buku2. cepat. terdorong ke dalam vagina dan akan lahir spontan atau dengan sedikit dorongan dari atas simfisis atau fundus uteri . 9 cm – sempurna. dgn tanda anus terbuka  waktu his. Bedanya dengan multi gravida adalah: Primi Multi Servik mendatar dulu Mendatar dan membuka baru dilatasi bisa bersamaan Berlangsung 13Berlangsung 6-7 jam 14jam kala II ( pengeluaran janin )  his terkoordinir. menipis (thined out). kuat. fase deselerasi : 2 jam.

jelaskan tentang anatomi jalan lahir . Dr. Prof. jelaskan bidang hodge .5 jam 7.25 jam Lama 14. Rustam Mochtar.5 jam 0.5 jam Kala3 0.  seluruh proses berlangsung 5 – 30 menit setelah bayi lahir pengeluaran plasenta dgn pngeluaran adrah kira2 100 – 200 cc kala IV ( pengawasan )  pengawasan selama 1 jam setelah bayi dan uri lahir untuk mengamati keadaan ibu terutama terhadap bahaya perdarahan postpartum  Lamanya persalinan pada primi dan multi adalah: primi Multi Kala 1 13 jam 7 jam Kala 2 1 jam 0.75 jam persalinan Sumber : Sinopsis Obstetri. MPH 2.

d) Psikologis ibu. keadaan psikologis ibu mempengaruhi proses persalinan. otot-otot. artinya ruptur pada membran chorioamnionic yang terjadi sebelum kontraksi persalinan. b) Janin (Passanger) yang meliputi sikap janin. kompetensi yang dimiliki penolong sangat bermanfaat untuk memperlancar proses persalinan dan mencegah kematian maternal neonatal. kontraksi otot-otot perut. Kekuatan ini meliputi his. kontraksi diafragma dan aksi dari ligamen. yang berpengaruh pada kelancaran proses persalinan. Jakarta. c) Jalan lahir (Passage) yaitu panggul. Ini menunjukkan bahawa dukungan mental berdampak positif bagi keadaan psikis ibu. Dengan pengetahuan dan kompetensi yang baik diharapkan kesalahan dan malpraktek dalam memberikan asuhan tidak terjadi.3. Gary dkk. Mengapa pasien mengeluh ada cairan yang keluar dari kemaluan banyak tanpa disertai mulas dan tidak disertai demam? PROM : Premature rupture of membranes . terjadi pada 12 % dari semua kehamilan pada usia lebih dari sama dengan 37 minggu.Edisi 21. jaringan-jaringan dan ligamen-ligamen yang terdapat di panggul. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses persalinan? a) Tenaga (power) adalah kekuatan yang mendorong janin keluar. Cunningham F. presentasi. e) Penolong. letak. Obstetri Williams. 90% wanita akan melahirkan dalam waktu 24 jam. yang meliputi tulangtulang panggul (rangka panggul). Ibu bersalin yang didampingi oleh suami dan orang-orang yang dicintainya cenderung mengalami proses persalinan yang lebih lancar dibandingkan dengan ibu bersalin yang tanpa didampingi suami atau orang-orang yang dicintainya. 4. dengan kerjasama yang baik dan sempurna. EGC. bagian terbawah dan posisi janin. 2006. PPROM : Preterm Premature Rupture of Membranes terjadi sebelum 37 minggu yang dapat meyebabkan morbiditas dan .

MMP 1 dan MMP 8 memecah kolagen tipe II dan III MMP 2 dan MMP 9 memecah kolagen tipe II . TIMP-1 menghambat aktivitas MMP-1. enzim ini diproduksi pada selaput ketuban.mortalitas neonatus. Aktivitas kolagenase diketahui meningkat pada kehamilan aterm dengan ketuban pecah dini. Aktivitas MMP dan TMP Hal-hal yang mempengaruhi pecahnya ketuban:  pada trimester 3 selaput ketuban akan melemah dikarenakan pembesaran uterus . kontraksi rahim dan gerakan janin  pada trimester akhir ada perubahan biokimia yang mengakibatkan pecah ketuban fisiologis pada aterm faktor resiko pada ketuban pecah dini terjadi :  Berkurangnya asam askorbik sebagai komponen kolagen contoh pada wanita perokok  kurangnya tembaga dan asam askorbik menyebabkan pertumbuhan struktur yang abnormal pada kulit ketuban dapat terjadi proses degradasi kolagen yang disebabkan oleh Matrik Metaloproteinase (MMP) yang merupakan enzim yang dapat memecah komponen-komponen matriks ekstraseluler. yaitu didapatkan kadar MMP yang meningkat dan penurunan yang tajam dari TIMP yang akan menyebabkan terjadinya degradasi matriks ektraseluler selaput ketuban. pada usia kehamilan 28 minggu sampai terminal 50% akan langsung melahirkan dalam waktu 24 jam dan 80% dalam waktu 1 minggu A. PPROM terjadi pada 30% kehamilan prematur. IV Pada selaput ketuban juga diproduksi penghambat metaloproteinase / tissue inhibitor metalloprotein (TIMP). . Ketidakseimbangan kedua enzim tersebut dapat menyebabkan degradasi patologis pada selaput ketuban. Saat mendekati persalinan keseimbangan tersebut akan bergeser. TIMP-3 dan TIMP-4 mempunyai aktivitas yang sama dengan TIMP-1 Keutuhan dari selaput ketuban tetap terjaga selama masa kehamilan oleh karena aktivitas MMP yang rendah dan konsentrasi TIMP yang relatif lebih tinggi. III . jarak waktu dari PPROM menuju kelahiran disebut periode laten. MMP-8. MMP-9 dan TIMP-2 menghambat aktivitas MMP-2.

dan Trikomonas vaginalis mensekresi protease  degradasi membran  melemahkan selaput ketuban. Infeksi Infeksi dapat menyebabkan ketuban pecah dini melalui beberapa mekanisme :  Beberapa flora vagina termasuk Streptokokus grup B.  Sitokin meng induksi enzim siklooksigenase II  mengubah asam arakidonat menjadi prostalglandin prostaglandin terutama E2 dan F2α telah dikenal sebagai mediator dalam persalinan mamalia dan prostaglandin E2 mengganggu sintesis kolagen pada selaput ketuban dan meningkatkan aktivitas dari MMP-1 dan MMP-3. Beberapa jenis bakteri tertentu dapat menghasilkan fosfolipase A2 yang melepaskan prekursor prostalglandin dari membran fosfolipid. netrofil PMN dan makrofag.  Respon terhadap infeksi berupa reaksi inflamasi akan merangsang produksi sitokin. Interleukin-1 dan tumor nekrosis faktor α yang diproduksi oleh monosit akan meningkatkan aktivitas MMP-1 dan MMP-3 pada sel korion.  Infeksi bakteri dan respon inflamasi juga merangsang produksi prostalglandin oleh selaput ketuban yang diduga berhubungan dengan ketuban pecah dini preterm karena menyebabkan iritabilitas uterus dan degradasi kolagen membran.  Respon imunologis terhadap infeksi juga menyebabkan .B. Stafilokokus aureus.

 Indikasi terjadi infeksi pada ibu dapat ditelusuri metode skrining klasik yaitu temperatur rektal ibu dimana dikatakan positif jika temperatur rektal lebih 38°C. meregangnya selaput ketuban Peregangan secara mekanis akan merangsang beberapa faktor di selaput ketuban seperti prostaglandin E2 dan interleukin-8. gen anti apoptosis : BCL2 kalo konsentrasinya sedikit maka bisa menyebabkan apoptosis sumber : Charles Beckmann. In: Maternal-Fetal Medicine Principle and Practice. hormon progesterone dan estrogen menurunkan MMP-1 dan MMP-3 tetapi hormon relaxin yang berfungsi mengatur pembentukan jaringan ikat diproduksi secara lokal oleh sel desidua dan plasenta. Garite TJ. C. Obstetric and Gynecology. Aktivitas hormon ini meningkat sebelum persalinan pada selaput ketuban manusia saat aterm. Prematur Rupture of the Membrans. kematian sel yang terprogram apabila terjadi robekan disekitar selaput ketuban . peningkatan denyut nadi ibu lebih dari 100x/menit. Hormon ini mempunyai aktivitas yang berlawanan dengan efek inhibisi oleh progesteron dan estradiol dengan meningkatkan aktivitas MMP-3 dan MMP-9 dalam membran janin. D. serta aktivitas MMP-1 pada membran. Interleukin-8 yang diproduksi dari sel amnion dan korionik bersifat kemotaktik terhadap neutrofil dan merangsang aktifitas kolegenase. contoh pada korioamnionitis. akan terjadi apoptosis pada sel-sel di korion dan amnion . gen pada KPD p53 dan BAX untuk proapoptosis pada selaput ketuban. Hal-hal tersebut akan menyebabkan terganggunya keseimbangan proses sintesis dan degradasi matriks ektraseluler yang akhirnya menyebabkan pecahnya selaput ketuban E. Fifth . peningkatan leukosit dan cairan vaginal berbau2.perangsangan sitokin yang diproduksi oleh monosit.

1-7. mengapa pada inspekulo cairan menggenang difornix posterior vagina dan lakmus menjadi biru?       ciri-ciri cairan ketuban normal: volume puncak 800ml pada 34 minggu. 2004. Iams JD.edition.3 jika pecah rasanya ngepyok sumber : ilmu kebidanan sarwono 6. hubungan nyeri perut saat menstruasi dengan keluhan? 7. W. USA. p: 723-37 5. 600ml pada 40 minggu warna keruh bau khas amnion terdapat vernix dan lanugo PH 7. Saunders Company Ltd. Editors: Creasy RK.B. cara menghitung bishop score? . Resnik R.

PMID: 16885663 14. Preinduction penilaian serviks. keruh. dan tetap nekad dilakukan induksi . Riwayat umur kehamilan pasien lebih dari 20 minggu . Skor maksimum yang mungkin adalah 13. atau kecoklatan sedikit.‘ Pemeriksaan vagina dilakukan oleh bidan atau dokter untuk mengevaluasi tingkat: 1 dilatasi serviks (seberapa jauh leher rahim telah membuka sejauh ini) 2 penipisan serviks (bagaimana dinding serviks menipis) 3 konsistensi serviks (bagaimana kondisi serviks apakah sudah melembut atau masih mengencang atau ketat sekali) 4 Posisi serviks (bagaimana posisi arah leher rahim apakah mengarah ke depan atau ke belakang relatif menghadap dinding vagina) 5 Stasiun janin (seberapa jauh kepala bayi masuk di panggul) Setiap faktor yang “dinilai” pada skala 0-2 atau 0-3. Jika skor menunjukkan hasil > 9 maka kemungkinan besar induksi tersebut akan berhasil. secara tiba-tiba dari jalan lahir. maka bisa di pastikan induksi tersebut sebagian besar akan gagal dan berakhir ke meja operasi. sumber : Clin Obstet Gynecol. Keluhan tersebut dapat disertai dengan demam jika sudah ada infeksi. tidak ada nyeri maupun kontraksi uterus.sedikit atau sekaligus banyak. 2006 September. Edwards RK. hijau. Nah apabila penilaian bishop skor ini kurang dari 5. 49 (3): 56472. Baacke KA. Anamnesis dan pemeriksaan fisik Anamnesa pasien dengan KPD merasa basah pada vagina atau mengeluarkan cairan yang banyak berwarna putih jernih. Pasien tidak sedang dalam masa persalinan. bagaimana cara menegakkan diagnosis pada KPD? 1.

didapatkan uterus lunak dan tidak adanya nyeri tekan. Pooling : Kumpulan cairan amnion pada fornix posterior. Pemeriksaan dengan spekulum Pemeriksaan dengan spekulum pada KPD untuk mengambil sampel cairan ketuban di forniks posterior dan mengambil sampel cairan untuk kultur dan pemeriksaan bakteriologis Tiga tanda penting yang berkaitan dengan ketuban pecah dini adalah : 1. 2. Nitrazine Test : Kertas nitrazin merah akan jadi biru. Palpasi abdomen memberikan perkiraan ukuran janin dan presentasi 2. Tinggi fundus harus diukur dan dibandingkan dengan tinggi yang diharapkan menurut hari pertama haid terakhir.Ferning: Cairan dari fornix posterior di tempatkan pada objek glass dan didiamkan dan cairan amnion tersebut akan memberikan gambaran seperti daun pakis . 3.Pada pemeriksaan fisik abdomen.

adanya lanugo atau bentuk kristal daun pakis cairan amnion kering (ferning) dapat membantu. Bila diagnosa tidak pasti. bila meningkat > 15.sfingomielin dan fosfatidilsterol yang berguna untuk mengevaluasi kematangan paru janin . apusan diambil dari kanalis servikalis untuk pemeriksaan kultur serviks terhadap Streptokokus beta group B. Pemeriksaan dalam Pemeriksaan dalam dilakukan untuk menentukan penipisan dan dilatasi serviks.000 /mm3 kemungkinan ada infeksi. Jika ada infeksi intrauterin atau peningkatan suhu. letak janin. Bila menjadi biru (basa) adalah air ketuban. letak plasenta. gradasi plasenta serta jumlah air ketuban. cairan amnion akan mengubah kertas lakmus merah menjadi biru. Kertas nitrazine menjadi biru bila terdapat cairan alkali amnion.Pemeriksaan spekulum pertama kali dilakukan untuk memeriksa adanya cairan amnion dalam vagina. denyut jantung janin akan meningkat.  Pemeriksaan leukosit darah. Pemeriksaan penunjang  Dengan tes lakmus. Bila kehamilan belum cukup bulan penentuan rasio lesitin-sfingomielin dan fosfatidilgliserol membantu dalam evaluasi kematangan paru janin. 4. usia kehamilan.   Kardiotokografi untuk menentukan ada tidaknya kegawatan janin secara dini tau memantau kesejahteraan janin. Pemeriksaan vagina juga mengindentifikasikan bagian presentasi janin dan menyingkirkan kemungkinan prolaps tali pusat. Perhatikan apakah memang air ketuban keluar dari ostium uteri eksternum apakah ada bagian selaput ketuban yang sudah pecah. Amniosintesis digunakan untuk mengetahui rasio lesitin .  USG untuk menentukan indeks cairan amnion. bila merah adalah urin Karena cairan alkali amnion mengubah pH asam normal vagina. Clamidia trachomatis dan Neisseria gonorea 3. Gunakan kertas lakmus. Bila kecurigaan infeksi. Periksa dalam harus dihindari kecuali jika pasien jelas berada dalam masa persalinan atau telah ada keputusan untuk melahirkan.

Jakarta. Penatalaksanaan KPD pada hamil preterm dan aterm? 17. 15.Cunningham F. Gary dkk. 2006. Obstetri Williams. Cara induksi persalinan? . EGC.Edisi 21.

.

Pada kehamilan aterm 90% terjadi di dalam 24 jam setelah ketuban pecah. Periode laten tergantung umur kehamilan.Sumber : Obstetri Williams 18. Komplikasi kasus pada scenario?  Persalinan Prematur Setelah ketuban pecah biasanya segera disusul oleh persalinan. Pada kehamilan antara 28-34 minggu 50% persalinan dalam 24 .

jam. Terdapat hubungan antara terjadinya gawat janin dan derajat oligohidramnion. 677-68 . Ilmu Kebidanan . pneumonia. dan Rachimhadhi T. Ketuban Pecah Dini. infeksi lebih sering daripada aterm. Pada kehamilan kurang dari 26 minggu persalinan terjadi dalam 1 minggu. Umumnya terjadi korioamnionitis sebelum janin terinfeksi. S. Saifuddin A. 2009.. (Editor). Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. kelainan disebabkan kompresi muka dan anggota badan janin. janin semakin gawat. Hal.  Infeksi Risiko infeksi ibu dan anak meningkat pada ketuban pecah dini.  Sindroma deformitas janin Ketuban pecah dini yang terjadi terlalu dini menyebabkan pertumbuhan janin terhambat saat preterm.. serta hipoplasia pulmonal  Oligohidroamnion sumber: Soewarto.  Hipoksia dan Asfiksia Dengan pecahnya ketuban terjadi oligohidramnion yang menekan tali pusat hingga terjadi asfiksia atau hipoksia. Pada ibu terjadi korioamnionitis. semakin sedikit air ketuban.B. omfalitis. Pada bayi dapat terjadi septikemia. Pada ketuban pecah dini prematur. Dalam: Winkjosastro H.