You are on page 1of 22

Laporan Pendahuluan Combustio / Luka

Bakar
by askep33 · June 24, 2016
Laporan Pendahuluan Combustio / Luka Bakar

Laporan Pendahuluan Luka Bakar
Kali ini admin ingin membahas mengenai Laporan Pendahuluan Combustio / Luka bakar
, ada yang tau atau pernah membuat mengenai LP Luka Bakar ? baikalah,sebelum kita
berbicara terlalu jauh mengenai Laporan Pendahuluan Combustio / Luka bakar untuk itu
sebagai permulaan kita akan membahas mengenai apa Pengertian Combustio / Luka
Bakar.
A. Definisi Combustio / Luka Bakar
Luka bakar merupakan luka yg terjadi karena terbakar api bisa secara langsung maupun tidak
langsung, juga bisa disebabkan oleh pajanan suhu tinggi dari matahari, listrik, ataupun bahan
kimia. Luka bakar disebabkan oleh api atau akibat tidak langsung dari api, misalnya karena
tersiram air panas banyak dan biasanya terjadi pada kecelakaan dari rumah tangga
(Sjamsuidajat,
2004)
Luka bakar ialah luka yg disebabkan oleh suhu tinggi, & disebabkan banyak factor, yakni
fisik seperti api, air panas, listrik seperti kabel listrik yg mengelupas, petir, atau bahan kimia
seperti
asam
atau
basa
kuat
(Triana,
2007).
Luka bakar merupakan sebuah trauma yg disebabkan oleh panas, arus listrik bahan kimia &
petir yg mengenai bagian kulit, mukosa & jaringan yg lebih dalam (Kusumaningrum, 2008)
Luka bakar dapat berasal dari berbagai sumber, misalnya dari api, matahari, uap, listrik,
bahan kimia, & cairan atau benda panas. Luka bakar bisa saja hanya berupa luka ringan yg
dapat diobati sendiri atau kondisi berat yg mengancam nyawa yg membutuhkan perawatan
medis yg intensif (PRECISE, 2011)
B. Klasifikasi Combustio

1.

Berdasarkan dari penyebab :

a.
Luka
bakar
dikarenakan
b.
Luka
bakar
dikarenakan
air
c.
Luka
bakar
dikarenakan
bahan
d.
Luka
bakar
dikarenakan
e.
Luka
bakar
dikarenakan
f. Luka bakar dikarenakan suhu rendah (frost bite)
2.

Berdasarkan dari kedalaman luka bakar :

a.

Luka bakar derajat I

api
panas
kimia
listrik
radiasi

Luka bakar derajat I
Luka bakar derajat I ialah setiap luka bakar yg di dalam proses penyembuhannya tidak
meninggalkan jaringan parut. Luka bakar derajat I tampak sebagai suatu daerah yg memiliki
warna kemerahan, terdapat sebuah gelembung gelembung yg ditutupi oleh daerah putih,
epidermis yg tidak mengandung pembuluh darah & dibatasi oleh kulit yg berwarna merah
serta hiperemis. Luka bakar derajat pertama ini hanya mengenai epidermis & umumnya
sembuh dalam 5-7 hari, misalnya tersengat matahari. Luka tampak sebagai eritema dengan
adanya keluhan rasa nyeri atau hipersensitifitas setempat. Luka derajat I dapat sembuh tanpa
adanya bekas.
b.

Luka bakar derajat II

kelenjar keringat. Luka bakar derajat III . Luka bakar derajat II Gambar 2. Luka bakar derajat II c. nyeri karena ujung saraf teriritasi. Luka bakar derajat II ada dua : 1) Derajat II dangkal (superficial) Kerusakan yg mengenai pada bagian superficial dari lapisan dermis. terletak lebih tinggi di atas permukaan kulit normal. umumnya penyembuhan berlangsung dalam jangka waktu lebih dari satu bulan. melepuh. berupa reaksi inflamasi akut disertai dengan proses eksudasi. kelenjar sebasea tetap utuh. kelenjar sebasea sebagian tetap utuh. 2) Derajat II dalam (deep) Kerusakan hampir semua bagian dermis. tergantung apendises kulit yg tersisa. Luka sembuh dalam waktu 1014 hari. dasar luka berwarna merah atau pucat. Apendises kulit seperti folikel pada rambut.Luka bakar derajat II Kerusakan yg terjadi pada epidermis & sebagian dermis. kelenjar keringat. apendises kulit seperti folikel rambut. Penyembuhan berlangsung dalam kondisi lebih lama.

kelenjar sebasea rusak. b. tidak terdapat pelepuhan. dan perineum. kaki. & perineum. letaknya lebih rendah di bandingkan kulit sekitar karena adanya koagulasi protein pada lapisan epidermis & dermis. tangan. kaki. dengan luka bakar derajat III < 10 % 2) Luka bakar dengan luas sekitar 10 – 20 % pada anak dengan usia < 10 tahun atau dewasa pada usia > 40 tahun. kelenjar keringat. & perineum 4) Adanya sebuah cedera pada saluran jalan nafas (cedera inhalasi) tanpa memperhitungkan luas luka bakar 5) Luka bakar akibat listrik dengan tegangan tinggi . tangan. c. dengan luka bakar derajat III kurang dari 10 % 3) Luka bakar dengan derajat III sekitar < 10 % pada anak maupun dewasa yg tidak mengenai muka. 3.Luka bakar derajat III Kerusakan meliputi seluruhnya ketebalan dermis & lapisan yg lebih dalam. Luka bakar berat (major burn) 1) Derajat II-III > 20 % pada pasien berusia <10 tahun atau > 50 tahun 2) Derajat II-III > 25 % pada kelompok usia selain disebutkan pada butir pertama 3) Luka bakar pada muka. Berdasarkan dari tingkat keseriusan luka a. tangan. kulit berwarna abu-abu atau bewarna coklat. apendises kulit seperti folikel pada rambut. telinga. kering. kaki. Luka bakar sedang (moderate burn) 1) Luka bakar dengan luas sekitar 15–25 % pada dewasa. tidak timbul rasa nyeri. Luka bakar ringann(minor) 1) Luka bakar dengan luas sekitar < 15 % pada orang dewasa 2) Luka bakar dengan luas sekitar < 10 % pada anak dan usia lanjut 3) Luka bakar dengan luas sekitar < 2 % pada semua usia (tidak mengenai wajah. Penyembuhan lama lantaran tidak ada proses epitelisasi spontan.

Uap panas dapat menimbulkan cedera luas akibat kapasitas panas yg berlebih/tinggi dari uap yang bertekanan tinggi. Uap panas Biasanya ditemukan di daerah industri/akibat kecelakaan radiator mobil. uap panas bisa menyebabkan timbulnya cedera hingga ke saluran napas distal di paru. baik dengan secara langsung maupun tidak langsung. listrik maupun bahan kimia juga dapat menyebabkan terjadinya luka bakar. Scalds (air panas) Terjadi akibat adanya kontak dengan air panas. Aliran listrik . Api akan membakar pakaian terlebih dulu baru setelah itu mengenai tubuh. luka biasanya melibatkan seluruh ekstremitas dalam pola sirkumferensial dengan garis yg menandai permukaan cairan. Benda panas (kontak): Terjadi akibat adanya kontak langsung dengan benda panas. Flame Akibat adanya kontak langsung antara jaringan dengan api terbuka. Selain itu. Etiologi Combustio Luka bakar (Combustio) dapat terjadi akibat paparan api. Pada kasus kecelakaan. 5. Timbulnya luka bakar dapat di klasifikasikan sebagai berikut : 1. Gas panas Inhalasi dapat menyebabkan adanya cedera thermal lokasi pada saluran nafas bagian atas dan oklusi jalan nafas akibat adanya edema. Paparan api a. misalnya akibat terkena siraman air panas yg banyak terjadi pada kecelakaan rumah tangga. Sedangkan pada kasus yg disengaja. luka umumnya menunjukkan pola percikan. trauma lainnya C. semakin besar risiko kerusakan yg akan ditimbulkan. 2. Misalnya ialah luka bakar yang di akibat oleh rokok & alat-alat seperti solder besi atau beberapa peralatan masak. pajanan suhu tinggi dari sinar matahari. 3. Apabila terjadi sebuah inhalasi. sedangkan serat sintetik pada pakaian cenderung meleleh/menyala & menimbulkan terjadinya cedera tambahan. Secara garis besar. Luka yg disengaja/ akibat kecelakaan dapat dibedakan berdasarkan atas pola luka bakarnya. & menyebabkan timbulnya cedera langsung ke jaringan tersebut.6) Disertai 7) Pasien-pasien dengan resiko tinggi. b. Semakin kental cairan & semakin lama durasi waktu kontaknya. 4. Luka bakar yg dihasilkan terbatas pada lokasi tubuh yg mengalami sebuah kontak. Serat alami pada pakaian memiliki kecenderungan untuk dapat terbakar.

inti selnya sudah mati & didalamnya mengandung keratin. Biasanya luka bakar mencapai kulit bagian dalam. Lapisan dermis terbagi menjadi dua lapisan yaitu: a. Zat kimia 7. b. Sel-selnya terdiri dari sel yg bentuknya poligonal (banyak sudut & memiliki tanduk). Lapisan ini adalah lapisan yg paling tebal & biasanya terdiri dari 5-8 lapisan. e.Cedera timbul akibat aliran listrik yg lewat menembus jaringan tubuh. kulit tersusun dari 3 lapisan utama yakni lapisan epidermis. d. Bagian bawah. sentuhan ringan dan tekanan. sinar matahari. terapi radiasi. rasa nyeri. Stratum lusidum. Listrik dapat menyebabkan percikan api & membakar pakaian dapat menyebabkan adanya luka bakar tambahan. selnya telah mati. Selnya pipih. lapisan ini biasanya hanya terdapat pada daerah telapak tangan & telapak kaki. pada bagian stratum korneum mempunyai kemampuan menyerap air sehingga dengan begitu dapat mencegah kehilangan air serta elektrolit yg terlalu berlebihan & mempertahankan kadar kelembaban dalam jaringan subkutan. panas ini akan hilang melalui kulit. tidak memiliki inti sel. Stratum basal/germinatum. b. suatu protein fibrosa tidak larut yg membentuk barier terluar dari kulit & memiliki kapasitas untuk dapat mengusir patogen & mencegah hilangannya cairan yg berlebihan dari dalam tubuh. Pada lapisan dermis juga tersusun dari pembuluh darah serta limfe. Disebut sebagai stratum basal lantaran sel-sel tersebut terletak pada bagian basal/basis. kulit juga memiliki fungsi utama reseptor yakni untuk mengindera suhu. Stratum granulosum. Lapisan ini tepat terletak di bawah lapisan papilaris & jjuga berfungsi memproduksi kolagen. 1. Lapisan epidermis. serabut saraf. pars papilaris (stratum papilaris) Lapisan ini posisinya berada langsung tepat di bawah epidermis & tersusun dari beberapa sel fibroblas yg menghasilkan salah satu bentuk kolagen. Bagian atas. Stratum spinosum/stratum akantosum. kelenjar keringat serta sebasea & akar rambut. Anatomi fisiologi Combustio / Luka Bakar Kulit merupakan suatu organ tubuh terluas yg menutupi otot & memiliki fungsi sebagai pelindung tubuh dari berbagai trauma ataupun masuknya suatu bakteri. 6. Stratum korneum. pars retikularis (stratum retikularis). sel-sel tersebut umumnya hanya 2-3 lapis yg sejajar dengan permukaan kulit. (asam atau basa) Radiasi D. Tubuh secara terus menerus akan menghasilkan sebuah energi panas sebagai hasil dari metabolisme makanan yg memproduksi energi. terdiri atas: a. 2. . stratum ini terdiri dari beberapa sel pipi seperti kumparan. 8. dermis & sebuah jaringan subkutan. c. selain itu kulit yg terpapar sinar ultraviolet akan mengubah substansi yg diperlukan untuk dapat mensintesis vitamin D.

Kelenjar ekrin biasanya ditemukan pada semua daerah kulit. yaitu kelenjar ekrin & apokrin. Nekrosis & keganasan organ dapat terjadi. Umumnya kelenjar ini terdapat tepat pada telapak tangan & kaki. Kelenjar apokrin umumnya berukuran lebih besar & pada kelenjar ini terdapat aksila. E. Jaringan subkutan & jumlah deposit lemak merupakan facor penting dalam pengaturan kondisi suhu tubuh. Kelenjar keringat dapat dibagi menjadi 2. Jaringan subkutan atau hipodermis Merupakan lapisan kulit yang paling dalam. Perubahan patofisiologik yg disebabkan oleh luka bakar yg berat selama awal periode syok luka bakar dapat mencakup hipoperfusi jaringan & hipofungsi organ yg terjadi sekunder akibat adanya penurunan curah jantung . Jaringan yg dalam termasuk organ visceral akan mengalami kerusakan dikarenakan luka bakar elektrik/kontak yg cukup lama dengan burning agent. Panas dapat dipindahkan lewat adanya hantaran atau sebuah radiasi elektromagnetik.10 C mengakibatkan cidera full thickness yg serupa.3. anus. Kulit & mukosa saluran nafas atas merupakan lokasi destruksi jaringan. denaturasi protein/ionisasi isi sel. Pajanan selama 15 menit dengan air panas dengan suhu sekitar 56. Destruksi jaringan terjadi akibat koagulasi. Patofisiologi Combustio Luka bakar (Combustio) disebabkan oleh adanya pengalihan energi dari suatu sumber panas kepada tubuh. skrotum & labia mayora. Lapisan ini terutamanya ialah jaringan adipose yg memberikan bantalan antara lapisan kulit & struktur internal seperti otot serta pada terdapat tulang. Kelenjar Pada Kulit Anatomi Kulit Kelenjar keringat dapat ditemukan pada kulit pada sebagian besar permukaan tubuh. Kedalaman luka bakar bergantung pada suhu agen penyebab luka bakar & lamanya kontak dengan gen tersebut.

gangguan fungsi neutrofil. natrium serta protein dari sebuah ruang intravaskuler kedalam ruang interstisial. namun pada beberapa jam berikutnya menyebabkan hipertermi yg diakibatkan oleh hipermetabolisme . Sebagai respon. Selain itu juga terjadi anemia akibat adanya kerusakan sel darah merah menyebabkan nilai hematokrit meninggi disebabkan kehilangan plasma. respon luka bakar respon kadar natrium serum terhadap resusitasi cairan memiliki variasi. Destruksi beberapa sel darah merah pada lokasi cidera akan menghasilkan hemoglobin bebas dalam urin. Kemudian vasokontriksi pembuluh darah perifer dapat menurunkan curah jantung. Beberapa jam pertama pasca luka bakar menyebabkan suhu tubuh dalam kondisi rendah. Komplikasi ini umumnya dinamakan syndrom kompartemen. Bila aliran darah disaat melewati tubulus renal tidak memadai. Hipokalemia dapat terjadi selanjutnya dengan berpeindahnya cairan & tidak memadainya asupan cairan. Kejadian sistemik awal sesudah luka bakar yg berat ialah ketidakstabilan hemodinamika akibat dari hilangnya integritas kapiler & kemudian terjadi perpindahan suatu cairan. Lantaran edema akan bertambah berat pada luka bakar yg melingkar. Curah jantung dapat menurun sebelum perubahan yg signifikan pada volume darah terlihat dengan jelas. Umumnya hipnatremia terjadi secara cepat setelah terjadinya luka bakar. Umumnya jumlah kebocoran cairan yg tersebar terjadi dalam waktu 24 hingga 36 jam pertama setelah luka bakar & mencapai puncaknya dalam jangka waktu 6-8 jam. syok luka bakar dapat menghilang & cairan dapat mengalir kembali kedalam kompartemen vasculer.dengan diikuti oleh adanya fase hiperdinamik serta hipermetabolik. sebuah sistem syaraf simpatik nantinya akan melepaskan ketokelamin yg meningkatkan vasokontriksi 7 frekuensi denyut nadi. Kasus luka bakar dapat dijumpai adanya hipoksia. Pada luka bakar berat. Selama terjadinya syok luka bakar. Tekanan terhadap pembuluh darah kecil & syaraf pada ekstremitas distal menyebabkan obstruksi aliran darah sehingga terjadi sebuah iskemia. Kehilangan integritas kulit diperparah lagi dengan adanya pelepasan factor-factor inflamasi yg abnormal. Imunosupresi membuat pasien luka bakar memiliki risiko tinggi untuk menglami sepsis. Volume darah yg beredar akan menurun secara dramatis pada saat terjadi sebuah syok luka bakar. sehingga curah jantung akan terus turun & terjadi sebuah penurunan tekanan darah. dan volume darah dapat saja meningkat. Karena berkelanjutnya kehilangan cairan & berkurangnya sebuah volume vaskuler. limfositopenia. Fungsi dari renal dapat berubah sebagai akibat dari kurangnya volume darah. Kehilangan cairan akan mencapai 3-5 liter dalam per 24 jam sebelum luka bakar telah ditutup. hemoglobin & mioglobin menyumbat tubulus renal sehingga menimbulkan adanya nekrosis akut tubuler & gagal ginjal. hiperkalemia akan ditemukan sebagai akibat adanya destruksi sel massif. konsumsi oksigen oleh jaringan meningkat 2 kali lipat sebagai akibat adanya hipermetabolisme & respon lokal. Dengan terjadinya sebuah pemulihan integritas kapiler. Abnormalitas koagulasi yg mencakup adanya trombositopenia & sebuah masa pembekuan serta waktu protrombin memanjang juga ditemui pada kasus luka bakar. perubahan immunoglobulin serta komplemen serum. Hilangnya kulit menyebabkan ketidakmampuan untuk mengatur suhunya.

Manifestasi Klinis Luka bakar .F.

membentuk jaringan berwarna kemerahan dengan permukaannya berbenjol halus yg disebut granulasi. tempatnya diisi oleh sel baru dari proses mitosis. H. fibroplasia & kolagen. Luas Luka Bakar . Fase proliferasi Fase proliferasi disebut juga sebagai fase fibroplasia lantaran yang terjadi ialah proses proliferasi fibroblast. Epitel tepi luka yg terdiri dari sel basal yang terlepas dari dasar & mengisi sebuah permukaan luka. 3. proses migrasi terjadi kearah yg lebih rendah/datar. tipis. Dalam fase ini terjadi sebuah perubahan vaskuler & proliferasi seluler. Fase inflamasi Fase yang berlangsung setelah terjadinya luka bakar sampai 3-4 hari pasca luka bakar. lemas tanpa rasa nyeri atau adanya rasa gatal. 2. Pada fase proliferasi luka dipenuhi oleh sel radang. Proses Penyembuhan Luka Combustio / Luka Bakar Proses yg selanjutnya pada jaringan rusak ini ialah penyembuhan luka yg dapat dibagi dalam 3 fase: 1. Bentuk akhir dari fase ini berupa jaringan adanya parut yg berwarna pucat. Daerah luka mengalami sebuah agregasi trombosit & mengeluarkan serotonin. berlangsung hingga waktu 8 bulan sampai >1 tahun & mulai berakhir jika sudah tidak ada tanda-tanda radang. Fase ini berlangsung sampai dengan minggu ketiga. mulai timbul epitelisasi. Fase maturasi Pada fase maturasi terjadi proses pematangan kolagen dan terjadi pula penurunan aktivitas seluler serta vaskuler. Selanjutnya proses fibroplasia ini akan berhenti & mulailah proses pematangan.G.

Luas luka bakar (combostio) ini hanya dihitung pada pasien dengan derajat luka II atau III. tungkai & kaki kanan. Ada beberapa cara cepat untuk dapat menentukan luas luka bakar. morbiditas & mortalitasnya akan meningkat. Lengan masing-masing dihitung 9% : 18% c. luas. yakni luas kepala & leher. dada. Hilangnya sebuah cairan dapat menyebabkan hipovolemi serta syok. paha kiri. Tungkai maisng-masing dihitung 18% : 36% e. Badan depan 18%. serta terjadi kehilangan cairan. & rumus 10-1520 untuk seorang anak. perkiraan untuk mengetahui luas permukaan tubuh pada anak dapat dengan menggunakan ‘Rumus 9’ dan disesuaikan dengan usia: a. 3. Estimasi luas luka bakar menggunakan dengan luas permukaan palmar pasien. Luka bakar dapat menyebabkan koagulasi jaringan lunak. Luas luka bakar dinyatakan dalam % terhadap luas seluruh tubuh. b. tergantung banyaknya cairan yg hilang & respon terhadap resusitasi. Jika tidak tersedia tabel tersebut. ekstremitas atas kanan. ekstremitas atas kiri. Untuk tiap pertambahan usia 1 tahun. Usia & kesehatan pasien sebelumnya akan amat sangat mempengaruhi prognosis. Luas telapak tangan individu mewakili 1% dari luas permukaan tubuh. badan belakang dihitung 18% : 36% d. dikenal rumus 10 untuk seorang bayi. serta tungkai & kaki kiri masing-masing nilainya 9%. lantaran perbandingan luas permukaan bagian tubuh anak lebih kecil berbeda. Kepala & leher dihitung : 9% b. yakni: 1. &penanganannya juga akan lebih kompleks. Metode ini biasanya sering digunakan untuk mengetahui estimasi besarnya luas permukaan pada anak. punggung. Adanya sebuah trauma inhalasi juga akan dapat mempengaruhi berat dari luka bakar. 2. paha kanan. ditambahkan 0.Berat luka bakar (Combustio) tergantung pada kedalaman. Rumus 9 atau rule of nine biasanya untuk orang dewasa Pada orang dewasa digunakan ‘rumus 9’. Seiring dengan adanya peningkatan suhu jaringan lunak. Sisanya 1% ialah pada daerah genitalia. Luasnya kerusakan amat sangat ditentukan oleh suhu permukaan & lamanya sebuah kontak. Genetalia/perineum dihitung : 1% Total : 100% Pada anak & bayi digunakan rumus lain karena luas relatif permukaan kepala anak jauh lebih besar serta luas relatif permukaan kaki lebih kecil. Jaringan lunak tubuh akan terbakar bila terpapar oleh suhu di atas 46oC. . Metode Lund dan Browder Metode yg diperkenalkan untuk kompensasi besarnya porsi massa tubuh dikepala pada anak. Rumus ini dapat membantu menaksir luasnya permukaan tubuh yg mengalami luka bakar pada orang dewasa. Luka bakar juga dapat menyebabkan peningkatan laju metabolik & sebuah energi metabolisme. dan letak dari luka tersebut. permeabilitas kapiler juga akan meningkat.5% untuk setiap tungkai & turunkan persentasi kepala sebesar 1% hingga tercapai nilai dewasa. pinggang serta bokong. Torso & lengan persentasenya sama dengan orang dewasa. & viskositas plasma meningkat dengan resultan pembentukan mikrotrombus. Pada anak dengan dibawah usia 1 tahun: kepala dihitung 18% & setiap tungkai dihitung 14%. Wallace membagi tubuh atas bagian 9% atau kelipatan 9 yg terkenal dengan nama rule of nine atau dengan sebutan rule of wallace yaitu: a. Semakin luas permukaan tubuh yg terkena.

curah janutng. Perdarahan lambung yg terjadi sekunder akibat stress fisiologik yg massif (hipersekresi asam lambung) dapat ditandai oleh adanya darah okulta dalam feces. perubahan pada tekanan darah. 2. 6.I. Pemeriksaan Penunjang 1. penurunan haluaran urine. Komplikasi Luka Bakar 1. pada Ht (Hematokrit) yg meningkat menunjukkan adanya sebuah kehilangan cairan sedangkan Ht turun dapat terjadi berhubungan dengan kerusakan yg diakibatkan oleh suhu panas terhadap pembuluh darah. dan adanya peningkatan frekuensi denyut nadi. Leukosit . Adult Respiratory Distress Syndrome Akibat adanya kegagalan respirasi terjadi apabila derajat gangguan ventilasi & pertukaran gas telah mengancam jiwa pasien. Gagal jantung Sindrom kompartemen kongestif & edema pulmonal Sindrom ini ialah sebuah proses terjadinya sebuah pemulihan integritas kapiler. regurgitasi muntahan/vomitus yg berdarh. perubahan status respirasi. Lantaran edema dan akan bertambah berat pada luka bakar yg melingkar. Hitung darah lengkap Hb (Hemoglobin) jika turun menunjukkan adanya sebuah pengeluaran darah yg banyak sedangkan jika mengalami peningkatan lebih dari 15% mengindikasikan adanya sebuah cedera. Gagal ginjal akut Haluran urine yang tidak memadai dapat menunjukkan adanya resusiratsi cairan yg tidak adekuat khususnya hemoglobin/mioglobin terdektis dalam urine. Ileus Paralitik dan Ulkus Curling Berkurangnya peristaltic usus & bising usus merupakan beberapa tanda ileus paralitik akibat luka bakar. Syok sirkulasi terjadi akibat adanya kelebihan muatan cairan/bahkan hipovolemik yg terjadi sekunder akibat adanya resusitasi cairan yang adekuat. 4. J. 2. selanjutnnya volume darah akan dapat meningkat. Tekanan terhadap pembuluh darah kecil & syaraf pada ekstremitas distal menyebabkan terjadinya obstruksi aliran darah sehingga terjadi sebuah iskemia. Distensi lambung & nausea dapat mengakibatkan nause. syok luka bakar akan dapat menghilang & cairan mengalir kembali kedalam kompartemen vasculer. ini merupakan beberapa tanda ulkus curling. Beberapa tandanya biasanya pasien menunjukkan perubahan mental. 5. 3.

hipertermi dapat terjadi saat proses konservasi ginjal & hipokalemi pula dapat terjadi bila mulai adanya diuresis. kelebihan cairan . Glukosa Serum Peninggian nilai kadar Glukosa Serum menunjukkan adanya respon stress. 10. 3. Alkali Fosfat Peningkatan Alkali Fosfat berhubungan dengan adanya perpindahan cairan interstisial atau sebuah gangguan pompa. namun kreatinin dapat saja meningkat karena adanya cedera jaringan. Fotografi luka bakar Memberikan catatan untuk proses penyembuhan luka bakar. 9. natrium. natrium pada awal mungkin akan menurun lantaran kehilangan suatu cairan. Natrium Urin Lebih >20 mEq/L mengindikasikan ketidakadekuatan cairan. 11. BUN atau Kreatinin Peninggian menunjukkan adanya penurunan perfusi atau fungsi ginjal. <10 mEqAL menduga 6. 12. Loop aliran volume Memberikan suatu pengkajian non-invasif terhadap suatu efek atau luasnya cedera. 4. EKG Untuk mengetahui adanya tanda sebuah iskemia miokardial/distritmia. 7. 5. . 8. Albumin Serum Untuk mengetahui adanya kehilangan suatu protein pada edema cairan. GDA (Gas Darah Arteri) Untuk mengetahui sebuah kecurigaaan adanya cedera inhalasi. Penurunan tekanan oksigen (PaO2) atau adanya peningkatan tekanan karbon dioksida (PaCO2) mungkin dapat terlihat pada adanya retensi karbon monoksida.Leukositosis dapat terjadi perubahan sehubungan dengan adanya sebuah infeksi atau inflamasi. Elektrolit Serum Kalium dapat saja meningkat pada awal sehubungan dengan adanya sebuah cedera jaringan & penurunan fungsi ginjal.

torak dan pelvis. Tatalaksana resusitasi 1. setelah mempertahankan ABC. ventilasi yg efektif & mendukung sirkulasi sistemik. Setelah mengevaluasi adanya jejas signifikan lainnya. Pemberian oksigen 100% Bertujuan agar dapat menyediakan kebutuhan oksigen apabila terdapat patologi jalan nafas yg menghalangi suplai oksigen. Krikotiroidotomi Bertujuan sama seperti intubasi hanya saja dianggap terlalu sangat agresif & menimbulkan morbiditas lebih besar dibanding dengan intubasi. Riwayat terjadinya luka bermanfaat untuk dapat mencari trauma terkait & kemungkinan adanya sebuah jejas inhalasi. Krikotiroidotomi memperkecil dead space. Pasien dengan luka bakar biasanya terjadi hipertensi. penggunaan obat. intubasi orotrakea & nasotrakea lebih dipilih dari pada tindakan trakeostomi. dapat membantu untuk mengevaluasi adanya kemungkinan terjadi sebuah cidera trauma tumpul. & alergi juga sangat penting dalam evaluasi awal. Penatalaksanaan Luka Bakar Pasien luka bakar harus segera dievaluasi secara sistematik. Tatalaksana resusitasi jalan nafas: a. prioritas berikutnya ialah dapat mendiagnosis & menatalaksanakan jejas lain (trauma tumpul atau tajam) yg mengancam nyawa. Pada pasien dengan luka bakar. luka bakar Intubasi Tindakan intubasi dilakukan sebelum adanya edema mukosa menimbulkan manifestasi obstruksi. Terapi inhalasi biasanya menggunakan cairan dasar natrium klorida sekitar 0. Melaksanakan Pemberian terapi inhalasi Bertujuan untuk mengupayakan suasana udara yang lebih baik didalam lumen saluran jalan nafas & mencairkan secret yg kental sehingga mudah untuk dikeluarkan. Dengan adanya pemeriksaan radiologik pada tulang belakang servikal. Tujuan intubasi mempertahankan aliran jalan nafas dan sebagai fasilitas pemelliharaan jalan nafas. d. Pakaian pasien dibuka keseluruhannya. Prioritas utama penatalaksanaan ialah mempertahankan saluran jalan nafas tetap paten.9% ditambahkan dengan . Adanya hipotensi awal yg tidak dapat dijelaskan atau adanya beberapa tanda hipovolemia sistemik pada pasien luka bakar menimbulkan kecurigaan adanya sebuah jejas „tersembunyi‟. semua luas permukaan tubuh dinilai. sehingga akan terbentuk radikal bebas yg bersifat vasodilator & modulator sepsis. lebih mudah mengerjakan bilasan bronkoalveolar & pasien dapat berbicara apabila dibanding dengan intubasi.K. b. luka bakar dievaluasi. memperbesar tidal volume. Oleh sebab itu. Berhati-hatilah dalam melakukan pemberian oksigen dosis besar lantaran dapat menimbulkan adanya stress oksidatif. Informasi riwayat penyakit dahulu. Intubasi dapat tidak dilakukan apabila sudah terjadi edema luka bakar atau adanya pemberian cairan resusitasi yg terlalu banyak. Intubasi endotrakea bisanya dilakukan pada pasien yg mengalami luka bakar berat atau adanya kecurigaan jejas inhalasi atau adanya luka bakar di jalan nafas atas. c.

Selain itu biasanya ditambahkan beberapa zat dengan memiliki khasiat tertentu misalnya atropin sulfat (menurunkan adanya produksi sekret). Sisanya diberikan dalam waktu 16 jam berikutnya. pemberian nutrisi secara enteral sebaiknya harus dilakukan sejak dini & pasien tidak perlu mesti dipuasakan. Tatalaksana resusitasi cairan Umumnya resusitasi cairan diberikan dengan tujuan preservasi perfusi yg adekuat & seimbang di seluruh pembuluh darah vaskular regional. Pada hari ketiga diberikan setengah dari jumlah cairan pada hari kedua. sehingga gangguan iskemia jaringan tidak terjadi pada setiap organ sistemik. maka pemberian nutrisi dapat dilakukan melalui naso-gastric tube (NGT). hipertonik. serta meminimalisasi respons inflamasi & hipermetabolik dengan menggunakan kelebihan dan keuntungan dari berbagai macam cairan seperti kristaloid. optimalisasi status volume & komposisi intravaskular agar dapat menjamin survival/maksimal dari seluruh sel. Ada beberapa cara yang biasa digunakan untuk menghitung kebutuhan cairan : a. Pada hari ketiga diberikan setengah dari jumlah cairan pada hari kedua. dan sebagainya pada waktu yang lebih tepat.bronkodilator bila perlu.000 cc glukosa 5% per 24 jam jam jam Separuh dari jumlah 1+2+3 diberikan dalam waktu 8 jam pertama. natrium bikarbonat (mengatasi terjadinya asidosis seluler) & steroid (masih kontroversial) e. Dengan adanya resusitasi cairan yg tepat. Resusitasi nutrisi Pada pasien luka bakar. Bila pasien tidak sadar atau mengalami penurunan kesadaran. Cara Evans 1) 2) 3) Luas luka bakar (%) x BB (kg) menjadi mL NaCl per 24 Luas luka bakar (%) x BB (kg) menjadi mL plasma per 24 2. b. kita dapat lebih mengupayakan stabilisasi pasien secepat mungkin kembali pada kondisi fisiologik dalam persiapan menghadapi intervensi bedah seawal mungkin. 3. Bilasan bronkoalveolar h. Cara Baxter Luas luka bakar (%) x BB (kg) x 4 mL Separuh dari jumlah cairan diberikan dalam waktu 8 jam pertama. Sisanya diberikan dalam waktu 16 jam berikutnya. Selain itu cairan juga diberikan agar dapat meminimalisasi & eliminasi cairan bebas yg tidak diperlukan. Perawatan rehabilitatif untuk membantu melakukan respirasi i. koloid. Nutrisi . Resusitasi cairan biasanya dilakukan dengan memberikan cairan pengganti. Melakukan Penghisapan sekret (secara berkala) g. Pada hari kedua diberikan setengah dari jumlah cairan pada hari pertama. Pada hari kedua diberikan setengah dari jumlah cairan hari pertama. Melakukan Perawatan jalan nafas f. Eskarotomi pada dinding torak yg bertujuan untuk dapat memperbaiki kompliansi paru 2.

Namun ada juga yg menyatakan pemberian methadone (5-10 mg dosis pada orang dewasa) setiap 8 jam merupakan terapi sebagai penghilang rasa nyeri kronik yg bagus untuk semua pasien luka bakar dewasa. Hal ini berdasarkan jaringan nekrosis yg melepaskan “burn toxic” (lipid protein complex) yg menginduksi dilepasnya beberapa mediator inflamasi. Pemberian nutrisi sejak awal ini dapat meningkatkan fungsi dari kekebalan tubuh & mencegah terjadinya atrofi vili usus. Dengan semakin lamanya waktu terlepasnya eskar. Eksisi dini Eksisi dini ialah sebuah tindakan pembuangan jaringan nekrosis & debris (debridement) yg dilakukan dalam waktu <7 hari (biasanya hari ke 5-7) pasca cedera termis. semakin banyaknya suatu proses angiogenesis yg terjadi & vasodilatasi pada sekitar luka. 4) Tersedia donor yg cukup untuk dapat menutupi permukaan terbuka yg akan timbul. . c. b. serta dapat juga diberikan benzodiazepine sebagai terapi tambahan.2 mg/kg setiap 4 jam). Dengan dibuangnya jaringannekrosis. Tindakan ini biasanya digunakan untuk dapat mengatasi kasus luka bakar derajat II dalam & derajat III. hal ini dapat menghambat aliran darah dari arteri yg dapat menyebabkan terjadinya sebuah iskemi pada jaringan tersebut ataupun menghambat terjadinya proses penyembuhan dari luka tersebut. Mengupayakan agar proses penyembuhan bisa berlangsung lebih cepat.2 mg/kg & „maintenance‟ 5-20 mg/70 kg setiap 4 jam. Perawatan luka bakar Umumnya untuk dapat menghilangkan rasa nyeri pada luka bakar (Combustio) digunakan morfin dengan dosis kecil secara intravena (dosis dewasa awal : 0. sedangkan dosis untuk anak-anak 0. yaitu: 1) Kasus luka bakar dalam yg diperkirakan membutuhkan penyembuhan lebih dari 3 minggu. Terapi pembedahan pada luka bakar 1. Kriteria dalam penatalaksanaan eksisi dini ditentukan oleh beberapa factor penting. Dasar dari dilakukan tindakan ini ialah: a.1-0. proses inflamasi tidak akan berlangsung lebih lama & segera dilanjutkan dengan proses fibroplasia. Tindakan ini diikuti dengan tindakan hemostasis & juga “skin grafting”. semakin lama juga waktu yg diperlukan untuk proses penyembuhan.yang diberikan sebaiknya mesti mengandung 10-15 % protein. Hal ini menyebabkan banyaknya darah keluar disaat dilakukan tindakan operasi. penundaan eksisi dapat meningkatkan risiko kolonisasi mikro – organisme patogen yg akan menghambat proses pemulihan graft & juga eskar yg melembut membuat tindakan eksisi semakin sulit. 3) Tidak ada suatu masalah dengan proses pembekuan darah. Pada daerah sekitar luka bakar biasanya terjadi sebuah edema. 50-60 % karbohidrat & 2530% lemak. Memutus rantai proses inflamasi yg dapat berlanjut menjadi sebuah komplikasi luka bakar (seperti SIRS). Tindakan ini disertai proses anestesi baik lokal ataupun general & pemberian cairan melalui infus. Selain itu. Semakin lama proses penundaan tindakan eksisi. 2) Kondisi fisik yg memungkinkan untuk dapat menjalani operasi besar.05-0. debris & eskar. Tindakan ini pula tidak akan mengurangi mortalitas pada pasien luka bakar yang cukup luas. Apabila pasien masih merasakan rasa nyeri setelah pemberian morfin atau methadone.

endpoint yg lebih mudah untuk ditentukan b) Kerugian Kerugian bidang kosmetik. kulit manusia yg berasal dari tubuh manusia lain yg telah diproses ataupun bisa berasal dari permukaan tubuh lain dari tubuh pasien (autograft). Mengupayakan agar proses penyembuhan dapat terjadi sesuai dengan waktu c. Teknik mendapatkan kulit pasien secara autograft dapat . Permukaan kulit yg dilakukan tindakan ini tak boleh melebihi 25% dari luas seluruh permukaan tubuh. sedangkan pisau Watson ataupun mesin yg dapat memotong jaringan kulit perlapis (dermatom) digunakan untuk luka bakar yg luas. baru bisa dilakukan “skin graft”. mesin pemotong “electrocautery”. peningkatan resiko adanya cedera pada beberapa saraf superfisial & tendon sekitar. lebih cepat. 1) Eksisi tangensial Eksisi tangensial ialah sebuah teknik dengan mengeksisi jaringan yg terluka lapis demi lapis sampai ditemukan permukaan yg mengeluarkan darah (endpoint). Tujuan dari digunakan metode ini ialah: a. Teknik ini umumnya digunakan pada beberapa kasus luka bakar dengan ketebalan penuh ( full thickness ) yg sangat luas atau pada luka bakar yg sangat dalam. 2) Eksisi tangensial Eksisi fasial ialah suatu teknik yg mengeksisi jaringan yg terluka hingga mencapai lapisan fascia. Selanjutnya dilakukan beberapa hal tersebut. Adapun alat-alat yg umumnya digunakan dapat bermacam-macam. Keuntungan dari dilakukan teknik ini ialah didapatnya fungsi optimal dari kulit & keuntungan dari segi kosmetik. Namun kerugian yg biasanya terjadi dari teknik ialah perdarahan dengan jumlah yg banyak & endpoint bedah yg sangat sulit ditentukan. Eksisi dini terdiri dari eksisi tangensial & eksisi fasial. Untuk dapat memperkecil perdarahan dapat dilakukan hemostasis. adanya edema pada bagian distal dari eksisi 2. Menghentikan terjadinya evaporate heat loss b.000 pada daerah yg akan dieksisi. Melindungi jaringan yang terbuka Skin grafting harus dilakukan secara cepat setelah dilakukannya eksisi pada luka bakar pasien. yaitu seperti pisau Goulian atau Humbly yg umumnya digunakan pada luka bakar dengan luas permukaan luka yg cukup kecil. Kulit yg digunakan dapat berupa kulit produk sintesis. Adapun suatu keuntungan & kerugian yg dilakukan dari teknik ini ialah: a) Keuntungan Lebih mudah untuk dikerjakan.Eksisi dini lebih diutamakan dilakukan pada daerah luka yang terdapat disekitar batang tubuh posterior. perdarahan tidak terlalu banyak. Skin grafting Skin grafting ialah sebuah metode penutupan luka secara sederhana. Daerah tubuh yg biasa digunakan untuk daerah donor autograft ialah bagian paha. Alat yg sering digunakan dalam melakukan teknik ini ialah sebuah pisau scalpel. yakni dengan menggunakan tourniquet sebelum dilakukan sebuah eksisi atau pemberian larutan epinephrine 1:100. bokong & perut.

Sebelum dilakukan tindakan pengambilan donor diberikan juga vasokonstriktor (larutan epinefrin) & juga terapi anestesi. Dalam melakukan suatu pengkajian nyeri harus diperhatikan dari aspek paliatif.q. pertolongan pertama yg dilakuakan serta keluhan klien selama menjalan semua perawatan ketika dilakukan pengkajian. pendidikan.t). sekitar 1 : 1 sampai 1 : 6) dengan menggunakan mesin. fase rehabilitatif (menjelang klien akan pulang) 4. usia pasien. sehingga pelekatan kulit donor juga terhambat. Untuk dapat memaksimalkan penggunaan kulit donor tersebut. severe. keparahan luka & telah dilakukannya pengambilan kulit donor sebelumnya. Jika dirawat meliputi beberapa fase : Pada fase emergency (±48 jam pertama terjadi perubahan pola bak). Adabeberapa factor yg mempengaruhi keberhasilan dalam penyatuan kulit donor dengan jaringan yg mau dilakukan grafting ialah: 1) Kulit donor setipis mungkin 2) Pastikan kontak antara kulit donor dengan bed (jaringan yg akan dilakukan grafting). quality (p. penyabeb lamanya kontak. tanggal MRS. Biodata Terdiri atas nama.r. fase akut (48 jam pertama beberapa hari / bulan ). dimana terdapat perdarahan & hematom setelah dilakukan eksisi. Pengkajian Keperawatan 1. Riwayat penyakit masa lalu . jenis kelamin.s. alamat. Oleh karenanya. Bedanya dari beberapa teknik tersebut ialah lapisan-lapisan kulit yg diambil sebagai donor. Ketebalan dari kulit donor tergantung dari lokasi luka yg akan dilakukan proses grafting. pengendalian perdarahan itu sangat diperlukan. sesak nafas. Pengambilan kulit donor ini biasa dilakukan dengan mesin „dermatome‟ maupun dengan cara manual dengan menggunakan pisau Humbly atau Goulian. time. dan lain-lain 2. hal ini dapat dilakukan dengan cara : a) Drainase yang baik b) Cegah melakukan gerakan geser. 3. Prosedur operasi skin grafting sering menjumpai masalah yg dihasilkan dari eksisi luka bakar pasien. Keluhan utama Keluhan utama yg dirasakan oleh klien dengan luka bakar ialah rasa nyeri. apabila edema paru berakibat sampai pada penurunan ekspansi paru. baik dengan pembalut elastik (balut tekan) c) Menggunakan kasa adsorben L. kulit donor tersebut dapat direnggangkan dan dibuat beberapa lubang pada kulit donor (seperti jaring-jaring dengan perbandingan tertentu. pekerjaan. umur. Nyeri bisa disebabakna kerena adanya iritasi terhadap syaraf. sesak nafas yg timbul beberapa jam / hari kemudian setelah mengalami luka bakar & disebabkan karena adanya pelebaran pembuluh darah sehingga timbul adanya penyumbatan saluran nafas bagian atas. Metode ini biasa disebut mess grafting. Riwayat penyakit sekarang Gambaran kondisi klien di mulai dengan awal terjadinya luka bakar.dilakukan dengan cara split thickness skin graft / full thickness skin graft.

pembentukan oedema jaringan.vasokontriksi perifer umum dengan kehilangan nadi. penurunan nadi perifer distal pada ekstremitas yg mengalami cedera. diuresis (setelah kebocoran kapiler & mobilisasi cairan kedalam sirkulasi). serta kemungkinan adanya penyakit turunan 6. Pada pemeliharaan kebersihan badan mengalami suatu penurunan lantaran klien tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri. & muntah. 11. . takikardia (syok/ansietas/nyeri). disritmia ( syok listrik ). Eliminasi Tanda: pengeluaran urine mengalami penurunan selama fase darurat. Pada pemenuhan kebutuhan nutrisi kemungkinan didapatkan masalah gangguan anoreksia. Hal ini menumbuhkan gangguan stress. 10. Pola ADL Meliputi pola kebiasaan klien dalam kehidupan sehari-hari dirumah dan di RS dan jika terjadi suatu perubahan pola menimbulkan suatu masalah bagi klien. Ketahanan. kebiasaan keluarga mencari pertolongan. menangis. 8. paru. Tanda: mengalami ansietas. gangguan massa otot. rasa cemas. serta adanya perubahan tonus. Selain itu. Sirkulasi Tanda (dengan adanya cedera luka bakar >20 % APTT): hipotensi (syok). luka bakar juga membutuhkan perawatan yang cukup lama sehingga mengganggu klien dalam melakukan sebuah aktifitas. Integritas ego Gejala: masalah mengenai keluarga.Merupakan riwayat penyakit sebelumnya yg pernah diderita oleh klien sebelum mengalami sebuah luka bakar. marah. & rasa takut. Riwayat penyakit keluarga Merupakan sebuah gambaran mengenai keadaan kesehatan keluarga & penyakit yg berhubungan dengan kesehatan klien. 9. kulit putih & dingin (syok listrik). keterbatasan bergerak pada lokasi tubuh yang sakit. atau penyalagunaan obat & alkohol 5. Risiko kematian dapat meningkat bila klien mememiliki riwayat penyakit kardiovaskuler. tanggapan suatu keluarga mengenai masalah kesehatan. menunjukan adanya kerusakan otot dalam. neurologis. keuangan. ketergantungan. yg meliputi : jumlah dari anggota keluarga. DM. menyangkal. warna mungkin sedikit hitam kemerahan apabila terjadi mioglobin. mencangkup pekerjaan. menarik diri. 7. mual. Hal ini umumnya disebabkan karena adanya rasa nyeri . Pola pemenuhan istirahat tidur juga mengalami suatu gangguan. Riwayat psiko sosial Pada umumnya dari kasus klien dengan luka bakar sering muncul beberapa masalahyg salah satunya konsep diri body image yg disebabkan karena dari fungsi kulit sebagai kosmetik mengalami sebuah gangguan perubahan. Aktifitas/istirahat Tanda: Adanya penurunan kekuatan. kecacatan.

sumbatan dan bulu hidung yang rontok akibat luka bakar. luka bakar derajat III tidak merasakan nyeri. Nyeri/kenyamanan Gejala: Merasakan berbagai nyeri. grade dan luas permukaan luka bakar 2) Mata lihat kesimetrisan kedua mata dan kelengkapan. merasa mual/muntah. smentara respon pada luka bakar ketebalan derajat kedua sangat tergantung pada keutuhan dari ujung syaraf. indikasi cedera inhalasi. Pemeriksaan fisik a.12. keadaan umum Biasanya penderita datang dalam kondisi kotor mengeluh panas. & mengalami perubahan suhu. c. apakah ada lesi serta adanya benda asing yg menyebabkan terjadinya gangguan penglihatan serta bulu mata yg rontok akibat luka bakar 3) Hidung lihat kesimetrisan apakah adanya perdarahan. batuk dan bisa mengii. nadi cepat. Tanda: mengalami serak. ketidakmampuan dalam menelan sekresi oral & sianosis. ditekan. penyebaran rambut. adanya perubahan warna rambut setalah terjadi luka bakar. mukosa biasanya kering. kelopak mata. misalnya luka bakar derajat I secara eksteren sensitif apabila disentuh. TTV Tekanan darah mengalami penurunan. luka bakar ketebalan sedang derajat II sangat amat nyeri. Pemeriksaan kepala dan leher 1) Kepala dan rambut lihat kesimetrisan bentuk kepala. mengalami anoreksia. suhu tubuh dingin. 14. terpajan lama (kemungkinan mengalami cedera inhalasi). 13. adanya lesi akibat luka bakar. Pernafasan Gejala: jika terkurung dalam ruang tertutup. sekret.rasa nyeri & merasa gelisah dan bisa mengalami penurunan tingkat kesadaran bila luka bakar mencapai derajat cukup berat b. 15. 4) Mulut . Makanan Atau Cairan Tanda: Terjadi oedema pada jaringan umum.

vokal fremitus kurang bergetar karena cairan yg masuk ke paru. perdarahan & serumen 6) Leher raba posisi trakea. ekspansi dada tidak maksimal.Umumnya terjadi sianosis lantaran kurangnya supplay darah ke otak. auskultasi suara ucapan egoponi. Pemeriksaan Thorak Atau Dada Lihat bentuk thorak. bila terdapat luka baru pada muskuloskleletal. apakah ada suara nafas tambahan ronchi e. palpasi adanya nyeri tekan pada area epigastrium yg mengidentifikasi adanya gastritis. irama parnafasan. Pemeriksaan kulit Merupakan sebuah pemeriksaan pada darah yg mengalami luka bakar (luas dan kedalaman luka). Abdomen Lihat bentuk perut apakah membuncit lantaran kembung. Muskuloskletal Lihat jika adanya atropi. apakah mengalami gangguan pendengaran lantaran adanya benda asing. apakah terjadi penurunan kekuatan otot karena nyeri h. Pemeriksaan neurologi Kaji tingkat kesadaran dengan menghitung GCS. g. Nilai GCS dapat menurun bila supplay darah ke otak kurang dari kebutuhan (syok hipovolemik) dan nyeri yang hebat (syok neurogenik) i. bibir kering lantaran intake cairan kurang 5) Telinga Lihat Kesimetrisan bentuk kedua telinga. ireguler. Prinsip pengukuran prosentase luas permukaan luka bakar menurut kaidah rumus 9 (rule of nine lund and Browder) sebagai berikut : . denyut nadi karotis terjadi peningkatan sebagai kompensasi/respon untuk mengataasi masalah kekurangan cairan d.

Diagnosa Keperawatan. Intevensi & Implementasi Luka Bakar Daftar Pustaka Laporan Pendahuluan Luka Bakar .Laporan Pendahuluan Luka Bakar »» Lihat Analisa Data.