You are on page 1of 27

KARAKTERISASI SIFAT MEKANIK DAN FISIK KOMPOSIT

HIBRIDA SERAT SISAL DAN KARBON DENGAN MATRIK
POLIMER PMMA

PROPOSAL TUGAS AKHIR

Disusun Oleh :
DANI RAHMAN PUTRA
(20130130213)

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2016

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI .................................................................................... 1
ABSTRAK ....................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN ................................................................ 3
1.1 Latar Belakang ........................................................................... 3
1.2 Rumusan Masalah .......................................................................5
1.3 Batasan Masalah ........................................................................ 5
1.4 Tujuan Penelitian ....................................................................... 6
1.5 Manfaat Penelitian ..................................................................... 6
BAB II .............................................................................................. 8
2.1 Tinjauan Pustaka ........................................................................ 8
2.2 Dasar Teori ................................................................................. 9
BAB III METODE PENELITIAN ................................................ 23
3.1 Bahan yang Akan Digunakan ................................................... 23
3.2 Alat yang Akan Digunakan ....................................................... 23
3.3 Cara penelitian .......................................................................... 23
Jadwal Penelitian ............................................................................. 25
Daftar pustaka ................................................................................. 26

1

Uji tarik akan dilakukan pada semua produk komposit hibrida dengan mengacu pada ASTM D 3039-07. PMMA yang akan digunakan adalah jenis self-cure acrylic yang merupakan jenis polimer yang proses polimerisasinya bisa berada pada suhu. Selain itu. pada penelitian ini akan dibuat komposit hibrida dengan kombinasi bahan penguat serat alam sisal dan serat sintetis karbon. serat karbon. komposit hibrida. Untuk lebih meningkatkan kekuatan mekanik komposit sisal/PMMA.ABSTRAK Serat sisal adalah salah satu serat alam jenis serat tanaman yang berpotensi sebagai bahan penguat (reinforcement) komposit dengan matriks polimer polymethyl methacrylate (PMMA) untuk aplikasi perangkat biomedis. uji fisik komposit. karena serat karbon memiliki kekuatan mekanik yang sangat tinggi. Selain murah dan densitasnya rendah. kuat tarik. SEM 2 . Fabrikasi komposit hibrida sisal-karbon/PMMA akan dilakukan dengan pencampuran serat dan matriks secara manual kemudian dipress pada suhu ruang menggunakan mesin press hasil rekayasa. dan 5:1. Kata kunci: serat sisal. Serat sisal dan karbon dengan ukuran panjang hasil optimasi akan divariasi dengan perbandingan 3:1. Struktur patahan hasil uji tarik akan dikarakterisasi dengan scanning electron microscopy (SEM). serat sisal juga mempunyai kekuatan mekanik dan kandungan selulosa relatif tinggi. PMMA. 4:1. daya serap air dan thickness swelling juga akan dilakukan.

1 Latar Belakang Dewasa ini perkembangan teknologi bahan yang semakin pesat. pemenuhan kebutuhan akan bahan dengan karakteristik tertentu juga menjadi faktor pendorongnya. Jenis material komposit yang paling banyak digunakan adalah jenis polymer matrix composite (PMC) [3]. 1984). Tujuan dari hibrida adalah untuk menghasilkan suatu material yang mengandung kelebihan dari penyusunnya [4]. Untuk menambah kekuatan mekanik komposit adalah satunya dengan cara membuat jenis komposit hibrida. yang mudah dalam pembuatannya.BAB I PENDAHULUAN 1. material sinteis. material untuk bidang kedokteran seperti pembuatan basis gigi tiruan khususnya dalam bidang biomedikal [2]. Komposit hibrida yang akan 3 . Berbagai macam bahan telah digunakan dan diteliti lebih lanjut oleh para ilmuan untuk mendapatkan bahan yang tepat guna salah satunya adalah bahan komposit polimer. baik dalam segi ketahanan serta kekuatan. Komposit hibrida merupakan komposit yang mengandung lebih dari suatu tipe serat penguat. dan sifat-sifat lainnya[1]. Material komposit merupakan material yang tersusun dari campran atau kombinasi dua atau lebih unsur utama yang secara makro berada di dalam bentuk dan atau komposisi material yang pada dasarnya tidak dapat dipisahkan (Schwartz. Kelebihan material komposit adalah rasio strength to weight yang tinggi dan desain dan pembuatannya yang mudah. proses pembentukan. Sehingga hal.hal tersebut mendorong penggunaan bahan komposit sebagai bahan alternatif atau bahan pengganti contohnya pengganti material logam.

Serat sisal dapat digunakan sebagai penguat pada aplikasi pembuatan basis gigi tiruan resin akrilik karena memiliki sifat mekanik yang cukup baik sebagai material reincaforced polymer. Serat sisal merupakan satu serat alam yang paling banyak digunakan dan paling mudah untuk dibudidayakan. dan hiasan dinding [5-6]. bahan pelapis . salah satu jenis serat alam yang dapat dikembangkan adalah serat sisal (Agave Sisalana). maka perlu ditliti kompatibelitas hibridasi serat alam sisal/PMMA dengan serat sintesis karbon dengan pengaruh matriks polimer berjenis polymethyl methacrylate untuk meningkatkan kemampuan tarik komposit hibrida. namun saat ini pemanfaatannya masih terbatas. Berdasarkan penjelasan diatas. yang akan diaplikasikan pada perangkat biomedis. tali.dibuat pada penelitian ini adalah dengan bahan serat alam sisal dan serat sintesis karbon. Seral alam sisal yang mempunyai kandungan selulosa yang tinggi dari serat kenaf dan beberapa serat alam lainnya. Penerapan serat alam dibidang biomedis masih jarang dilakukan . Serta pemilihaan serat sintesis karbon karena memiki kekuatan spesifik (kekuatan persatuan massa) dari carbon fiber reinforced polymer bisa 4 . tikar. Penelitian yang akan dilakukan tertuju pada aplikasi material komposit hibrida berserat alam sisal dan serat sintesis karbon yang bermatriks self cure – acrilic yang termasuk dalam salah satu jenis dari polimer polymethil methactylate. contoh aplikasi serat sisal adalah pada pembuatan benang. Selain itu menurut Li Dkk. muah diaplikasikan dan harganya yang murah [6-8]. serta barang kerajianan seperti dompet. jala ikan. sifat mekanis derat alam sebagai material peguat polimer dapat ditingkatkan dengan dilakukan surface treatment berupa alkalisai NaOH.

Struktur patahan hasil uji tarik dari komposit hibrida akan dianalisin dengan scaning electron microscopy (SEM). 1. 1. uji daya serap air. Karakterisasi sifat mekanik dan fisik komposit hibrida yang akan dilakukan masing-masing adalah uji tarik komposit. Apakah struktur patahan komposit hibrida dapat teridentifikasi oleh SEM. c. Bagaimana pengaruh hibridasi serat alam sisal dengan serat sintesis karbon terhadap karakterisasi sifat mekanik dan fisik komposit hibrida.mencapai 10 kali kekuatan spesifik baja. hal tersebut berarti kita bisa memproleh material dengan kekuatan yang setra dengan baja namun bobotnya hanya sepersepuluhnya baja saja [7]. Apakah dapat teridentifikasi self-cure acrylic sebagai matriks terhadap variasi perbandingan serat dalam pengujian fisik dan mekanik komposit hibrida.2 Perumusan Masalah Rumusan masalah dari penelitian ini diantaranya : a. Matriks polimer polymethyl methacrylate (PMMA) yang akan digunaka berjenis self-cure acrylic 5 . b. dan thickness swelling. c.3 Batasan Masalah Batasan masalah dalam penelitian ini adalah sebegai berikut : a. Bahan penguat reinforcement yang digunakan dalam penelitian adalah serat alam sisal dan serat sintetis karbon b.

Mendapatkan hasil penelitian material komposit hibrida dengan renforcement serat alam sisal dan serat sintetis karbon yang dapat diaplikasikan untuk bidang medis. 3. daya serap air dan thickness swelling. 2. Proses pembuatan dan pengolahan bahan uji spesimen komposit hibrida dilakukan di Lab. 4. Melakukan uji tarik serat alam sisal dan serat sintetis karbon. 2.4 Tujuan Masalah Tujuan dari penelitian ini diharapkan : 1. Mengetahui uji tarik serat tunggal sisal-karbon. 1. 3. 4:1. Melakukan variasi serat sisal-karbon dengan perbandingan 3:1.d. 1. analisis struktur patahan. Optimasi hasil perbandingan renfocement pada komposit hibrida sisalkarbon. Melakukan fabrikasi komposit hibridasi serat alam dan serat sinetis karbon. dan 5:1.5 Manfaat Penelitian 1. Melakukan uji tarik. Karakterisasi struktur patahan pada spesimen-spesimen dan melakukan perbandingan. 6 . 5. Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

5.4. daya serap air. 6. alanisis sruktur patahan. Mengetahui hasil perbandingan dari hasil karakterisasi struktur patahan pada spesimen-spesimen. 7 . Sebagai acuan untuk penelitian selanjutnya serta dapat terus dikembangkan dalam pembuatan material komposit hibrida. sehingga mendapatkan material komposit hibrida yang kompatibel. dan thickness swelling. Mengetahui hasil pengujian spesimen komposit hibrida dengan menggunakan uji tarik.

7 Mpa (Nasmi H. mudah didaur ulang dan murah (Wang dkk. 0. 2004).1.25% air. Pemanfaatan serat alam sebagai reinforcement komposit polimer mempunya beberapa kalebhan diantaranya memiliki massa jenis yang renah. Tanaman sisal dapat menghasilkan 200-500 daun dimana masing – masing daun terdiri dari 1000 – 1200 bundel serat yang mengandung 4% serat. 2011). (Murherjee dan Satyanarayana. 8% material kering.75% kultikula. serat serat sisal merupakan serat keras yang dihasilkan dari hasil ekstraksi daun tanama Sisal (Agave Sisalana). karena kekuatan mekanikny yang rendah deri serat sintetis (Hasyemi dkk. tersedia melimpah serta merupakan bahan terbarukan [8]. 2003). 87. 1984).BAB II 2. 8 . Walaupun demikian penggunaan serat alam sebagai bahan penguat komposit terkadangtidak cukup untuk menjawab tuntutan kebutuhan. Tinjauan Pustaka Serat sisal merupakan salah satu jenis serat alam yang paling banyak digunakan serta mudah dibudidayakan. S. Serat sisal merupakan bahan yang digunakan sebagai reinforement pada pembuatan komposit karana harganya yang murah. dan modulus yang tinggi. densitasnya yang rendah. memiliki sifa mekanik yang baik dan dapat diperbaharui karena berasal dari alam. Ketahanan uji mekanik komposit hibrida serat batang kelapa/serat gelas dengan matriks urea formaldheyde memiliki kekuatan yang tinggi pada fraksi volume serat 10:20 yaitu 22.

Komposit sisal/PMMA untuk aplikasi gigi tiruan difabrikasi menggunakan serat sisal pendek mentah dan serat pendek pendek yang di treatment dengan siane sebagai compaatibelizer. 9 . Pada pembuatan komposit hibrida serat sisal/carbon dengan perlakuan alkalisasi pada serat sisal (NaOH 18%) dengan ikatan matriks resin poleser menunjukkan kekuatan uji mekanik yang lebih tinggi dari pada serat yang tidak diberi perlakuan. 2.Untuk mengatasi hal tersebut maka dibuatlah komposit hibrida yang diperkuat oleh serat alam sisal dan serat karbon sehingga diperoleh suatu bahan yang memiliki sifat – sifat mekanis yang lebih baik dari komponen penyusunnya.2 Landasan Teori 2. perlakuan alkalisasi menunjukkan kekuatan tarik yang lebih tinggi dari pada yang tidak di beri perlakuan [9]. Kenaikan kadar serat sisal dan pengaruh treament dengan silane tidak menunjukkan perbedaan kuat tekan komposit sisal/PMMA yang signifikan [10].2. Pembuatan kompotit hibrida serat sisal/karbon dengan membandingkan fariasi perlakuan alkalisai dengan yang tidak diberi perlakuan pada serat sisal. Serat sapat digolongkan menjadi dua jenis yaitu serat alam dan serat sintetis (Serat Buatan Manusia). [9].1 Serat Serat ( fiber ) merupakann suatu jenis bahan berupa potongan – potongan komponen yang membentuk jaringan memanjang yang utuh.

mudah kusut. 1979). Dikarenakan bentuk – bentuk molekulnya sengaja diciptakan untuk mempunyai ekuatan mekanik yang bagus untuk menggan tikan serat alam.1 Contoh sifat propertis serat alam. daun. batang. Penggolongan serat alam yaitu serat tumbuh – tumbuhan (selulose).2. padat.A. B. Jenis serat – serat sintetis yang digunkan pada umumnya tergantung pada penggunaannya. 10 . Serat Alam Gambar 2. Serat tumbuh – tumbuhan memiliki dasar kimia selulosa yang berdasarkan pada asal tumbuhannyadapat berasal dari biji. Serat Sintetis (Serat Buatan Manusia) Serat sintetis merupakan serat yang molekulnya disusun secara sengaca oleh manusia (Jumaeri. Serat alam merupakan serat yang diperoleh dari alam (Jumaeri. pada umunya serat alam mempunyai sifat yang hanpir sama yaitu kuat. 1979). serat memiliki ketahanan dan kekuatan mekanik yang lebih besar dari pada serat alam. dan buah. Pada poposal ini akan lebih fokus membahas serat alam yang berasal dari daun. Serat yang berasal dari daun misalnya serat sisal. dan tahan penyetrikaan.

karena serat sintetis ini memang telah direncanakan akan memilki kekuatan tertentu setelah dilakukan proses produksi. sedangkan serat alam memang serat yang sudah tersedia di alam maka yang didapat adalah yang sesuai dengan yang tersedia di alam. c. Perbedaan Serat Alam dan Serat Sintetis Terdapat beberapa perbedaan antara serat alam dan serat sintetis. karena serat sintetis ini memang sengaja dibuat dengan spesifikasi yang telah ditentukan sebelumnya. karena serat sintetis ini memang dibuat di pabrik sehingga dirancang agar dapat diproses lagi untuk kerpeluan pembuatan material tertentu. d. Kemampuan untuk diproses Serat sintetis memilki kemampuan untuk diproses yang lebih tinggi dibandingakn serat gelas. Pengaruh terhadap lingkungan 11 . sedangkan serat alam kekuatannya hanya tergantung dari yang tersedia di alam sehingga kita yang harus menyesuaikan untuk menggunakannya pada keperluan tertentu.C. b. Kehomogenan Serat sintetis memiliki sifat yang lebih homogen dibandingkan dengan serat alam. Perbedaan antara serat alam dan sintetis yaitu: a. Kekuatan Pada umumnya serat sintetis memiliki kekuatan tarik yang lebih yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan serat alam.

maka serat sintetis memilki harga yang lebih mahal.Serat alam lebih bersifat ramah lingkungan dibandingkan serat sintetis. berbeda dengan serat alam yang memang sudah terseda di alam. karena serat sintetis ini harus melewati proses produksi yang memerlukan biaya. Bahan komposit pada umumnya terdiri dari dua unsur. 2. Serat sintetis biasanya lebih banyak digunakan orang karena serat sintetis ini memang telah memilki ukuran kekuatan tertentu dan lebih homogen sehingga lebih mudah untuk diaplikasikan untuk suatu material. seperti : kekakuan. Didalam komposit unsur utamanya adalah serat. sedangkan bahan pengikatnya menggunakan bahan polimer yang mudah dibentuk dan mempunyai daya pengikat yang tinggi. Harga Jika tidak mempertimbangkan kesulitan dalam mengambil serat alam. kekuatan serta sifat-sifat mekanik 12 . e.2.2 Komposit Komposit adalah penggabungan dari dua (atau lebih) material yang berbeda sebagai suatu kombinasi yang menyatu. karena serat alam ini berasal dari alam sehingga dapat dengan mudah teruarai di alam. yaitu serat (fiber) sebagai pengisi dan bahan pengikat serat-serat tersebut yang disebut matrik. Perbedaan serat alam dan sintetis. Penggunaan serat sendiri yang utama adalah untuk menentukan karakteristik bahan komposit. dimana serat biasanya adalah gelas dan plastiknya umumnya poliester. Misalnya berbagai badan perahu layar dibuat dari plastik yang diperkuat serat (FRP).

Salah satu keuntungan material komposit adalah kemampuan material tersebut untuk diarahkan sehingga kekuatannya dapat diatur hanya pada arah tertentu yang kita kehendaki.M 1984). tidak kehilangan karakteristik dan kekuatan mekanisnya. dan mampu bersaing dengan logam. seperti sistem matrik atau laminate. Secara umum klasifikasi komposit sering digunakan antara lain seperti : Klasifikasi menurut kombinasi material utama. Sebagai bahan pengisi serat digunakan untuk menahan sebagian besar gaya yang bekerja pada bahan komposit. seperti metal-organic atau metal anorganic. kaku dan getas. Oleh karena itu untuk bahan serat digunakan bahan yang kuat. Klasifikasi menurut karakteristik bulk-form. tidak terpengaruh korosi. sedangkan bahan matrik dipilih bahan-bahan yang liat. 2. matrik sendiri mempunyai fungsi melindungi dan mengikat serat agar dapat bekerja dengan baik terhadap gayagaya yang terjadi. 1. 2. seperti elektrikal atau struktural (Schwart. yaitu ringan. lunak dan tahan terhadap perlakuan kimia.3 Klasifikasi Bahan Komposit Klasifikasi komposit dapat dibentuk dari sifat dan strukturnya. kuat. 13 . Klasifikasi menurut distribusi unsur pokok. Bahan komposit dapat diklasifikasikan kedalam beberapa jenis. Klasifikasi menurut fungsinya. Dan ini adalah salah satu sifat istimewa komposit. seperti continous dan discontinous.2. 3. hal ini dinamakan “ tailoring properties”. M.lainnya.

yaitu bahan komposit partikel (particulate composite) dan bahan komposit serat (fiber composite). Bahan komposit partikel pada umumnya lebih lemah dibanding dengan bahan komposit serat. Bahan komposit serat ini terdiri dari dua macam.Sedangkan klasifikasi untuk komposit serat (fiber-matrik composites) dibedakan menjadi beberapa macam antara lain .M 1984). tidak mudah retak. Filled composites adalah gabungan matrik continous skeletal dengan matrik yang kedua. sebaliknya sangat lemah bila dibebani dalam arah tegak lurus serat (Hadi. Particulate composites adalah gabungan partikel dengan matrik. 5. 2. B.K.K. 4. Dibawah ini digambarkan klasifikasi bahan komposit yang paling umum (Hadi. Laminar composites adalah gabungan lapisan atau unsur pokok lamina (Schwart. Bahan komposit partikel terdiri dari partikel-partikel yang di ikat oleh matrik. namun memiliki keunggulan seperti ketahan terhadap aus. Penggunaan bahan komposit serat sangat efisien dalam menerima beban dan gaya. M. 14 . Karena itu bahan komposit serat sangat kuat dan kaku bila dibebani searah serat. Flake composites adalah gabungan serpih rata dengan matrik. Secara umum bahan komposit terdiri dari dua macam. Bahan komposit serat terdiri dari serat-serat yang diikat oleh matrik yang saling berhubungan. dan mempunyai daya pengikat dengan matrik yang baik. B. Fiber composites (komposit serat) adalah gabungan serat dengan matrik. yaitu serat panjang (continuos fiber) dan serat pendek (short fiber atau whisker).2001). 1.2001). 3.

4 Tipe Komposit Serat Untuk memperoleh komposit yang kuat harus dapat memempatkan serat dengan benar. yaitu : 1. membentuk lamina diantara matriknya. Berdasarkan penempatannya terdapat beberapa tipe serat pada komposit. Jenis komposit ini paling sering digunakan. 2.2. Hal ini dikarenakan kekuatan antar lapisan dipengaruhi oleh matriknya. Tipe ini mempunyai kelemahan pada pemisahan antar lapisan.2. Continuous Fiber Composite Tipe ini mempunyai susunan serat panjang dan lurus.Gambar 2. Woven Fiber Composite (bi-directional) 15 . 2.3 Klasifikasi bahan Komposit.

Discontinuous Fiber Composite Discontinuous Fiber Composite adalah tipe komposit dengan serat pendek. Hybrid Fiber Composite Hybrid fiber composite Merupakan komposit gabungan antara tipe serat lurus dengan serat acak. Ronald F.2. 3. Tipe ini digunakan supaya dapat menganti kekurangan sifat dari kedua tipe dan dapat menggabungkan kelebihannya. 4. Tipe ini dibedakan lagi menjadi 3 (Gibson. Akan tetapi susunan serat memanjangnya yang tidak begitu lurus mengakibatkan kekuatan dan kekakuan akan melemah. 16 . 1994): a) Aligned discontinuous fiber (serat pendek dengan tipes earah) b) Off-axis aligned discontinuous fiber (serat pendek dengan tipe silang) c) Randomly oriented discontinuous fiber (serat pendek dengan tipe acak) Gambar 2.4 Tipe discontinuous fiber.Komposit ini tidak mudah dipengaruhi pemisahan antar lapisan karena susunan seratnya juga mengikat antar lapisan.

3. Faktor Serat Serat adalah bahan pengisi matrik yang digunakan untuk dapat memperbaiki sifat dan struktur matrik yang tidak dimilikinya. Letak Serat Dalam pembuatan komposit tata letak dan arah serat dalam matrik yang akan menentukan kekuatan mekanik komposit.4 Faktor Yang Mempengaruhi Performa Komposit Beberapa faktor yang mempengaruhi performa Fiber-Matrik Composites antara lain : 1. 2. 2.5.Gambar 2. dimana letak dan arah dapat mempengaruhi kinerja komposit tersebut. Menurut tata letak dan arah serat diklasifikasikan menjadi 3 bagian yaitu: 17 . Tipe komposit serat. juga diharapkan mampu menjadi bahan penguat matrik pada komposit untuk menahan gaya yang terjadi.

Panjang Serat Panjang serat dalam pembuatan komposit serat pada matrik sangat berpengaruh terhadap kekuatan. mempunyai kekuatan pada dua arah atau masing-masing arah orientasi serat. jika orientasi serat semakin acak (random) maka sifat mekanik pada 1 arahnya akanmelemah. Ada 2 penggunaan serat dalam campuran komposit 18 . Three dimensional reinforcement. c. Gambar 2. bila arah tiap serat menyebar maka kekuatannya juga akan menyebar kesegala arah maka kekuatan akan meningkat. One dimensional reinforcement. 3.4 Tiga tipe orientasi pada reinforcement. mempunyai sifat isotropic kekuatannya lebih tinggi dibanding dengan dua tipe sebelumnya. Pada pencampuran dan arah serat mempunyai beberapa keunggulan.a. b. Two dimensional reinforcement (planar).3. mempunyai kekuatan dan modulus maksimum pada arah axis serat.

dimana pelapisan serat dengan matrik akan menghasilkan distribusi yang bagus dan orientasi yang menguntungkan. Ditinjau dari teorinya. serat panjang dapat mengalirkan beban maupun tegangan dari titik tegangan ke arah serat yang lain. Bila aspect 15 ratio makin besar maka makin besar pula kekuatan tarik serat pada komposit tersebut. Sedangkan komposit serat pendek. Serat alami jika dibandingkan dengan serat sintetis mempunyai panjang dan diameter yang tidak seragam pada setiap jenisnya. Hal ini terjadi pada whisker. Pada umumnya. Komposit berserat pendek dapat diproduksi dengan cacat permukaan yang rendah sehingga kekuatannya dapat mencapai kekuatan teoritisnya (Schwart. dengan orientasi yang benar. Oleh karena itu panjang dan diameter sangat berpengaruh pada kekuatan maupun modulus komposit. yang mempunyai keseragaman kekuatan tarik setinggi 1500 kips/in2 (10.M 1984). serat pendek lebih mudah peletakannya dibanding serat panjang.yaitu serat pendek dan serat panjang. Serat panjang (continous fiber) lebih efisien dalam peletakannya daripada serat pendek. 19 . serat panjang lebih mudah penanganannya jika dibandingkan dengan serat pendek. Panjang serat mempengaruhi kemampuan proses dari komposit serat. Serat panjang lebih kuat dibanding serat pendek.3 GPa). Panjang serat berbanding diameter serat sering disebut dengan istilah aspect ratio. Akan tetapi. Serat panjang pada keadaan normal dibentuk dengan proses filament winding. M. akan menghasilkan kekuatan yang lebih besar jika dibandingkan continous fiber.

Resin Akrilik Pada tahun 1937. melindungi dari perusakan eksternal. Faktor Matrik Matrik dalam komposit berfungsi sebagai bahan mengikat serat menjadi sebuah unit struktur. Bahan basis gigitiruan resin akrilik memiliki sifat 20 . Salah satu jenis Matriks yang akan digunakan sebagai bahan komposit adalah resin akrilik. fenol formaldehid dan porselen). Untuk memilih matrik harus diperhatikan sifat-sifatnya.M. sehingga matrik dan serat saling berhubungan. semakin kecil diameter serat akan menghasilkan kekuatan komposit yang lebih tinggi. antara lain seperti tahan terhadap panas. a. Selain itu matrik juga harus mempunyai kecocokan secara kimia agar reaksi yang tidak diinginkan tidak terjadi pada permukaan kontak antara keduanya.M 1984). resin akrilik (polimetil metakrilat) telah diperkenalkan dand engan cepat menggantikan bahan sebelumnya (vulkanit. tahan cuaca yang buruk dan tahan terhadap goncangan yang biasanya menjadi pertimbangan dalam pemilihan material matrik. Pembuatan komposit serat membutuhkan ikatan permukaan yang kuat antara serat dan matrik. Selain bentuknya kandungan seratnya juga mempengaruhi (Schwart. nitroselulosa. Bentuk Serat Bentuk Serat yang digunakan untuk pembuatan komposit tidak begitu mempengaruhi.4. Pada umumnya. 5. meneruskan atau memindahkan beban eksternal pada bidang geser antara serat dan matrik. yang mempengaruhi adalah diameter seratnya.

Selain itu komposit serat juga harus mempunyai kemampuan untuk menahan tegangan yang tinggi. Resin akrilik polimerisasi panas (heat cured acrylic resin) adalah resin akrilik yang menggunakan proses pemanasan untuk polimerisasi.M 1984). c. Penyinaran dilakukan selama 5 menit dengan gelombang cahaya sebesar 400-500 nm sehingga memerlukan unit kuring khusus dengan menggunakan empat buah lampu halogen tungtens/ultraviolet. Hal yang mempe ngaruhi ikatan antara serat dan matrik adalah void. Kemampuan ini harus dimiliki oleh matrik dan serat. M. Resin akrilik swapolimerisasi (self cured acrylic resin) adalah resin akrilik yang menggunakan akselerator kimia untuk polimerisasi yaitu dimetil-para-toluidin (CH3C6H4N(CH3))2. warna dan tekstur mirip dengan gingiva sehingga estetik di dalam mulut baik. daya serap air relatif rendah dan perubahan dimensi kecil. Faktor Ikatan Fiber-Matrik Komposit serat yang baik harus mampu menyerap matrik yang memudahkan terjadi antara dua fase (Schwart. yaitu adanya celah pada serat atau bentuk serat yang kurang sempurna yang dapat menyebabkan matrik tidak akan mampu 21 . karena serat dan matrik berinteraksi dan pada akhirnya terjadi pendistribusian tegangan. Resin akrilik polimerisasi sinar (light cured resin) adalah resin akrilik yang menggunakan sinar tampak untuk polimerisasi. Bahan basis gigitiruan resin akrilik dibagi atas tiga macam yaitu: a. b.yang menguntungkan yaitu estetik. 6. Bila dibandingkan dengan heat cured acrylic resin bahan ini memiliki stabilitas warna yang kurang.

Hal ini disebabkan karena kekuatan atau ikatan interfacial antara matrik dan serat yang kurang besar (Schwart. M. 22 .M 1984).mengisi ruang kosong pada cetakan. Bila komposit tersebut menerima beban. Pada pengujian tarik komposit akan berakibat lolosnya serat dari matrik. maka daerah tegangan akan berpindah ke daerah void sehingga akan mengurangi kekuatan komposit tersebut.

2 Alat yang akan digunakan Alat yang akan digunakan dalam penelitian sebagai berikut : a) Mesin press dingin b) Oven c) Alat uji mekanik dan fisik (uji tarik.3 Cara penelitian Prosedur yang akan digunakan dalam penelitian sebagai berikut : a) Melakukan pengujian mekanik (uji tarik) serat tunggal pada serat sisal dan serat karbon b) Optimasi kuat tarik serat sisal dan serat karbon c) Mencuci serat sisal dengan menggunakan aquades 23 . thickness swelling) 3.BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Bahan yang digunakan Bahan yang akan digunakan dalam penelitian sebagai berikut : a) Serat sisal b) Serat karbon c) PMMA d) Aquades 3. daya serap air.

Kemudian pencampuran serat dengan PMMA dalam cetakan g) Melakukan proses press pada cetakan dengan menggunakan mesin press dingin h) Pemotongan spesimen komposit hibida sesuai dengan ASTM i) Melakukan pengujian mekanik dan fisik pada setia spesimen komposit hibrida j) Melakukan karakterisasi struktur patahan dari hasil uji tarik k) Membandingkan hasil dari masing-masing spesimen komposit hibrida l) Membuat kesimpulan m) Selesai 24 . dan 5:1. 4:1.d) Serat sisal dimasukkan didalam oven agar kadar air berkurang e) Pembuatan PMMA sebagai matriks f) Pembuatan spesimen komposit hibrida dengan panjang optimasi serat sisal dengan variasi perbandingan serat sisal-karbon 3:1.

karakterisasi struktur patahan dan uji fisik komposit hibrida 6 Penyusunan laporan 2 3 25 4 5 . persiapan alat dan bahan 2 Uji tarik srat tunggal sisal-karbon dan kaarakterisasi serat 3 Optimasi ukuran dan perpandingan serat terhadap kuat tarik komposit 4 Proses fabrikasi komposit hibrida dengan variasi perbandingan serat sisal-karbon 5 Uji mekanik.Jadwal Penelitian No. Bulan Ke Jenis Kegiatan 1 1 Studi literatur.

. Cong Y. L. 2009..Daftar Pustaka 1. 1 7. On Composite Materials 26 . Jurnal Kompetensi Teknik Vol. Johar. flexural and chemical resistance properies”. Herliansyah. Jurnal Kompetensi Teknik Vol. Khanam... ”. Universitas Sumatra Utara. 1 27-32 9. Nunna. Hadiantoro. SAGE Jurnal Of Reinforced Plastics and Composites 31 (II) 759-769 5. A. L. 18th Int. “Fabrication and mechanical properties of short sisal fiber reinforced composites used for dental application”. “A review on mechanical behavior of natural fiber based hybrid composites”. Li. “BAB II Tinjauan pustaka”. A. at al. D. Fakultas Teknik Metalurgi & Material. Widjijono. A. 2010 “Sisal/carbon reinforced hybrid composites: tensile. Lizda. Porwanto. Deborah. M. “Penaruh penambahan Polyethilene fiber dan serat sisal erhadap kekuatan fleksural dan impak base plate komposit resin akrilik”. S. hal. J. Xu. “Aplikasi serat sisial sebagai komposit polimer”. 1 No. Conf... Jurusan teknik Fiska FTI ITS Surabaya 3. J Polym Environ 18:727733 10. Butterwort-Heinemann 8. Kusumastuti. Daniel. E. “Karakterisasi komposit berpenguat serat bambu dan serat gelas sebagai alternatif bahan baku industri”. Chung. 2 6. IDJ Vol. Pramono. 2012. P Noorunnisa et al. 2013. NN. Agus.K. 8 4. Kusumastuti. 1994 “Carbon fiber composite”. “Komposit sebagai trend teknologi masa depan”. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa 2. 1 No. 2009 “Aplikasi serat sisal sebagai komposit polimer”.