You are on page 1of 3

Penyamaran (Blinding

)
Penelitian eksperimen/uji klinis dengan teknik randomisasi akan lebih besar kualitasnya jika
dalam pengukurannya dilakukan penyamaran (blinding). Terdapat tiga jenis penyamaran yaitu
single blind, double blind, dan triple blind (satu, dua dan tiga penyamaran).. Kita juga bisa
melakukan single blind dan triple blind. Pada single blind, salah satu dari subjek penelitian atau
peneliti tidak mengetahui ke dalam kelompok mana subjek dialokasikan. Pada double-blind,
peneliti maupun responden atau responden dan pengolah data (statistisian) tidak mengetahui
status responden apakah termasuk dalam kelompok intervensi atau non-intervensi. Sedangkan
pada triple blind, selain subjek dan peneliti, tim monitoring penelitian juga tidak mengetahui ke
dalam kelompok mana subjek dialokasikan. Kekuatan desain ini bisa meminimalisir faktor
perancu yang dapat menyebabkan bias dalam hasil penelitian.
Pada desain penelitian single blind ini, partisipan (subyek) tidak mengetahui perlakuan
(treatment) apa yang akan mereka dapatkan selama kegiatan penelitian berlangsung. Peneliti
dapat saja menjelaskan tujuan eksperimen, namun jenis perlakuan apa yang bakal diterima
partisipan tidak dikemukakan.
Sebagai contoh, ada dua kelompok eksperimen, yakni kelompok 1 dan 2. Pada masingmasing kelompok diberi tahu tujuan eksperimen, yakni menguji efektivitas obat X untuk
peningkatan konsentrasi berpikir. Penelitikemudian memberi obat X tersebut kepada setiap
kelompok. Namun demikian, ada satu kelompok yang tidak diber obat X; mereka hanya diberi
sejenis pil yang tidak mengandung unsur-unsur obat X sama sekali. Disini partisipan tidak ada
yang tahu bahwa salah satu kelompok ternyata menjadi kelompok plasebo, yakni kelompok yang
tidak diberi treatment sesungguhnya.
Setekah beberapa saat, tingkat konsentrais berpikir setiap partisipan diukur, dengan hasil
dari kelompok plasebp dpaat digunakan sebagai pemanding. Secara logika, tentu tingkat
konsentrasi berpikir kelompok plasebo yang tidak mendapat treatment akan lebih rendah
dibanding kelompok yang mendapat obat X. jika memang demikian, berarti obat X memang
efektif.

2. Hal ini tentu akan membiaskan hasil eksperimen Daftar pustaka 1. Critical Appraisal of Epidemiological Studies and Clinical Trials. jika semua partisipan diberi obat X. 2012. Jakarta : PT. New York: Oxford University Press. Santoso. Sophiyudin D. Kupas tuntas riset eksperimen dengan Excel 2007 dan minitab 15.Dalam contoh ini. Telaah Kritis pada Penelitian Klinis. 2007. sehingga mereka berperilaku lebih aktif atau mau berpikir lebih keras. Elwood M. 3. singgih. maka akan timbul keinginan dari partisipan untuk bertindak seolah-olah mereka mendapat manfaat dari obat X. . Elex Media Komputindo.

Daftar pustaka Design and Analysis of Clinical Trials: Concepts and Methodologies ..