You are on page 1of 3

Gambaran Umum

1. Letak geografis
Kabupaten Mamasa secara astronomi terletak antara : 2’39’216’’ LS dan 3’19’288’’ LS serta
119’0’216’’ BT dan 119’38’144’’ BT dengan suhu minimum rata-rata 16* C dan suhu maksimum
rata-rata 30*C dengan kecepatan angin rata-rata setiap tahun 77-85 km/jam. Dilihat dari
orientasi terhadap wilayah propinsi Sulawesi Barat maka Kabupaten Mamasa berbatasan
dengan kabupaten Mamuju disebelah Utara, berjarak tempuh 149 km dari ibukota propinsi
Sulawesi Barat (Mamuju).
Secara administrastif Wilayah kabupaten Mamasa menurut UU No. 11 tahun 2002 terdiri dari 10
kecamatan,111 desa, dan 12 Kelurahan. Pada tahun 2010 terbagi menjadi 17 kecamatan, 165
desa dan 12 Kelurahan dengan luas wilayah sekitar 3.005,88 km2 termasuk didalamnya luas
hutan 198.873 Ha dan lahan pertanian seluas 23.209 Ha.
2. Demografi
Jumlah penduduk kabupaten Mamasa tahun 2009 mencapai 126.134 jiwa, terdiri dari laki-laki
63.882 jiwa, sedangkan penduduk perempuan sebanyak 62.252 jiwa.
Kecamatan Mamasa merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk terbesar, yaitu sekitar
14.784 jiwa. Sedangkan yang terkecil adalah kecamatan Tawalian sebesar 3.459 jiwa.
Kepadatan penduduk kabupaten Mamasa pada tahun 2009 adalah 42 jiwa per km2 atau terdapat
sekitar 42 jiwa setipa 1 km2.
Lapangan usaha yang banyak menyerap tenaga kerja adalah lapangan usaha sektor pertanian,
perkebunan, kehutanan, perburuan, dan perikanan yang menyerap tenaga kerja sebanyak 62.481
jiwa atau sebanyak 80,24%.
3. Topografi
Kondisi Topografi Kabupaten Mamasa bervariasi, mulai dari datar, berbukit hingga bergununggunung, dengan ketinggian mulai dari 2000 – 3.074 m dari permukaan laut dan terdapat dua
buah gunung yang mempunyai ketinggian di atas 2.500 m dari permukaan laut, yaitu gunung
Mambulillilng (2.741 m) dan gunung Gandang Dewata 3.074 m. Terdapat empat (4) aliran
sungai besar mengaliri wilayah kabupaten Mamasa yaitu Daerah Aliran Sungai (DAS) Mamasa,
DAS Masuppu, DAS Mapilli dan DAS Mamuju.
4. Luas Wilayah
Luas Daerah dirinci per Kecamatan Di Kabupaten Mamasa

NO

NAMA KECAMATAN

LUAS AREA (Km²)

Sumarorong
1

254,00
Messawa

50 6 Tanduk Kalua 304.14 14 Aralle 31. .50 8 Sesenapadang 59.56 6. Perbatasan Adapun batas wilayah kabupaten Mamasa adalah sebagai berikut:  Sebelah Utara Wilayah Kecamatan Kalumpang dan Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju.16 12 Rantebulahan Timur 173.86 15 Buntu Malangka 45.25 4 Tabang 113.2 Pana 150.33 5 Mamasa 304.90 3 Nosu 181.99 16 Tabulahan 162.50 7 Balla 304.66 11 Bambang 136.96 13 Mehalaan 534.70 10 Mambi 142.43 17 191.52 9 Tawalian 512.  Sebelah Timur Wilayah kecamatan Salupatti dan Kecamatan Bonggakaradeng Kabupaten Tana Toraja serta Kecamatan lembang Kabupaten Pinrang.

. Kelembaban udara relative tinggi berkisar 60 – 90%. Kondisi iklim kabupaten Mamasa juga bervariasi. Iklim dan Kesesuaian lahan Kabupaten Mamasa beriklim Tropis dengan type A ( sangat basah). Kecamatan Wonomujliyo. Kecamatan Aralle dan Tabulahan berada pada Zona Agroklimat B1 dengan curah hujan ratarata 2. disamping potensi sub sektor perkebunan khususnya tanaman kopi dan kakao maupun sub sektor hortikultura.155 mm pertahun dengan termasuk 12 bulan basah .585 mm pertahun dengan 12 bulan basah. Kecamatan Matangnga.  Sebelah Barat Wilayah Kabupaten Mamuju dan Kecamatan Tappalang Kabupaten Mamuju dan Kecamatan Malunda Kabupten Majene. Kecamatan Totallu Kabupaten Polewali Mandar. 66. dimana Kecamatan Mamasa. Kecamatan Sesena Padang dan Kecamatan Tanduk Kalua termasuk dalam Zona Agroklimat yang curah hujan rata-rata 2. Walaupun bukan daerah lumbung beras.29% adalah daerah lereng/bukit dan 3. Kondisi geografis Kabupaten Mamasa terdiri dari 29. Musim hujan lebih dominan yang terjadi sepanjang bulan Nopember hingga Mei ( angin barat daya). Kecamatan Sumarorong dan Kecamatan Messawa Agroklimat A1 dengan curah hujan rata-rata 3. menggambarkan suatu daerah yang menyimpan sumber daya alam yang melimpah. tetapi daerah ini merupakan daerah potensial pada sub sektor pertanian tanaman pangan.  Sebelah Selatan Wilayah Kecamatan Polewali. Suhu rata-rata 16-30” C. Kecamatan Pana dan Kecamatan Tabang termasuk Zona Agroklimat A2 dengan curah hujan rata-rata 3.487 mm pertahun dengan 11 bulan basah.7. Terdapat 2 (dua) musim yaitu musim hujan dan musim kemarau.78 % merupakan daerah lembab.93 % adalah dataran.140 mm per tahun dengan 11 bulan basah per tahun.