You are on page 1of 4

BAB III

METODELOGI PEMBUATAN
1.1 Formulasi
R/ aminophilinum
Oleum Cacao

200 mg
qs

m.f supp dtd No. V
S 2-3 dd I supp
1.2 Monografibahan
1. aminophilinum
 Pemerian: butir atau serbuk, putih atau agak kekuningan, bau lemah mirip

amoniak, rasa pahit
Kelarutan: larut dalam lebih kurang 5 bagian air jika di biarkan mungkin


menjadi keruh, praktis tidak larut dalam etanol (95%) dan dalam eter
Khasiat: bronkodilator, antispasmodikum, diuretikum
Alasan : merupakan bronkodilator yang memiliki 2 mekanisme aksi utama di
paru-paru yaitu dengan cara relaksasi opolos dan menekan stimulant yang
terdapat pada jalan nafas sehingga dapat di gunkan untuk pengobtan asma.

2. Oleum cacao
 Lemak coklat adalah coklat padat yang diperoleh dengan pemerasan panas biji

Theo Broma Cacao L. yang telah dikupas/ dipanggang.
Pemerian: lemak padat, putih kekuningan, baukhas aromatic, rasa khas lemak

agak rapuh.
Kelarutan: sukar larut dalam etanol (95 %)P, mudah larut dalam kloroform P,

dalam eter P dan dalam eter minyak tanah P.
 Suhulebur: 310 – 340 C.
 Khasiat: zat tambahan.
1.3 Perhitungandosis
3.4 Perhitunganbahan
Membuat 5 suppositoria

4.86 = 0. di gerus hingga halus lalu sisihkan.Di ketahui nilai tukar aminophilinum 0. 3.055g = 4. Timbang Aminophilinum.1 Alat 1.946g = 4.4. Bahan: Bisakodil Oleum cacao Minyak lemak Alumunium foil.4. Stamper 9. Oleum cacao 1.1g Nilai tukar 2. lalu masukkan dalam mortir. Serbet 10.4605 = 4. 4. Mortir 8. ProsedurKerja 1. Sudip 6.055g + (10% x 4. Siapkan cetakan supo lalu oleskan minyak dengan menggunakan kuas 5. 2. Cawanporselen 4.2g = 0. Disiapkan alat dan bahan. Aminophilinum = 200mg x 5 = 1000 mg = 1g = 1g + 10% = 0.1g x 0. Sendok tanduk 5. Perkamen 3. 2.946g = 5g – 0.2 1.4 Alat & Bahan 1.1g = 1.4g 1. Dibersihkan alat.5 1. 3. penara 2. Batang pengaduk 7. anak timbangan. .055g) = 4. Timbangan.86 1 suppo = 1g x 0. Disetarakan timbangan.055g + 4. Pencetak supositoria 1.

9.6. Diambil suppositoria yang sudah di buat. keluarkan suppositoria dari cetakan lalu di bungkus dengan aluminium foil 10. Di tunggu sampai sedikit dingin lalu masukkan kedalam kulkas. Masing-masing bagian diletakkan pada kaca objek kemudian diamati dibawah mikroskop. lalu di leburkan di atas menangas bersama Aminophilinum. Uji Homogenitas 1. Diamati satu dengan yang lainnya bentuk dan ukurannya sesuai standar supo (berbentuk torpedo). N o Hasil uji keseragaman bentuk dan ukuran . 2. Setelah mengetas. Bentuk Aroma Warna B. Tuang sediaan ke dalam cetakan yang sudah siap 8. 3. Diambil tiga 3 titik bagian suppo (atas-tengah-bawah atau kanan-tengah-kiri). N Hasil uji Homogenitas o C.cacao dengan cawan porselen di timbangan kasar.6 Prosedur Evaluasi Sediaan A. setelah melebur di angkat. Uji Keseragaman Bentuk dan Ukuran 1. Uji organo leptis Dapat dilakukan dengan menggunakan pengindraan. Di masukkan dalam plastic klip dan beri etiket biru 1. 2. 7. Di timbang ol. Cara selanjutnya dengan menguji kadarnya dapat dilakukandengan cara titrasi.

2. Timbang suppo satu persatu dan hitung rata-ratanya. Uji Keseragaman Bobot 1. Dilarutkan suppo 3. 1995). N Hasil uji keseragaman bobot o F. Uji Waktu leleh 1.D. selama 3 menit. Dicelupkan pH meter/universal No Hasil uji PH . Hitung persen kelebihan masing-masing suppo terhadap bobot rata-ratanya. Uji PH 1. N Hasil uji waktu leleh o E. Siapkan alat dan bahan 2. Supo dimasukkan dalam air yang di set sama dengan suhu tubuh manusia. Keseragaman / variasi bobot yang didapat tidak boleh lebih dari ± 5% (Anonim b.