You are on page 1of 14

Basis cranii, CSS dan Sistem Vaskularisasi Otak

Natalia
102012391
D4
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Alamat Korespondensi : Jalan Arjuna Utara Nomor 6 Kebon Jeruk , Jakarta Barat
e-mail: me_donat@yahoo.com
Pendahuluan
Basis cranii merupakan dasar tulang tengkorak yang dibentuk dari Fossa cranii anterior,
Fossa cranii media dan Fossa cranii superior.1 Pada basis cranii, dapat terjadi fraktur. Fraktur
basis cranii merupakan fraktur akibat benturan langsung pada daerah dasar tulang tengkorak,
transmisi energi yang berasal dari benturan pada wajah atau mandibula. atau efek dari benturan
pada kepala (bentuk tengkorak).9 Kubah tulang tengkorak memiliki sedikit elastisitas, dan
mungkin tidak mengalami fraktur pada benturan yang dapat menyebabkan cedera otak. Fraktur
tulang tengkorak biasanya terjadi akibat benturan langsung. Benturan terlokasi pada kubah
tengkorak sering menyebabkan fraktur dengan tulang yang melesak ke dalam, otak, pembuluh
darah dan meninges di sekitar otak sering mengalami cedera. Basis cranii sangat rigid dan fraktur
pada daerah ini sering melukai struktur lain, sinus udara, pembuluh darah yang melaluinya dan
saraf cranial.2 Fraktur basis cranii berkaitan erat dengan meninges atau selaput otak seperti
duramater, arachnoid, dan piamater. Duramater merupakan lapisan yang paling mudah terkena
gangguan jika terjadi fraktur karena letaknya paling luar. Di dalam kepala terdapat caitan otak,
yaitu cairan cerebrospinal. Cairan serebrospinal yang berada di ruang subarachnoid memiliki
peran sangat besar untuk melindungi jaringan otak dan medula spinalis terhadap trauma atau
gangguan dari luar. Begitu banyak manfaat dari cairan seresbrospinal dan sistem ventrikel guna
mempertahankan kinerja fungsi otak bagi kualitas hidup manusia. Sistem vaskularisasi otak
cerebral juga sangat penting karena merupakan jalannya aliran darah menuju otak.
Basis Cranii
Basis cranii adalah dasar tulang tengkorak. Aspek dalam dasar tengkorak (Basis cranii
interna) dibentuk dari Fossa cranii anterior, Fossa cranii media dan Fossa cranii superior.1
1

Crista galli dan lamina cibriformis os ethmoidale. dan lamina cribrosa di kedua sisi. Lamina orbitalis os frontale. Os occipital Fossa ini menunjukan: a. Posterior dari Os frontale dan Ossa ethmoidalia.2 Corpus juga membentuk batas Fossa cranii media. dan di titik ini menjadi bagian dari Corpus ossis sphenoidalis. Bagian belakang pars petrosa os temporale b.Fossa cranii anterior dibentuk oleh: a.2 Ossa frontale. terletak di antara dua lamina orbitalis c. Foramen opticum adalah sebuah lubang pada os sphenoidale yang dilalui oleh nervus opticus di setiap sisi dari orbita menuju otak.1 Fossa cranii posterior. Fossa ini terletak diatas Cavitas nasi dan Orbita serta mengandung Foramen caecum. Processus clinoideus anterior dan posterior merupakan penonjolan tulang yang sangat kecil. dan lacerum di kedua sisi. Ala minor os sphenoidale. dibentuk dari : a. Bagian-bagian lateral yang berbentuk lubang kecil adalah bagian dari Ala major ossis sphenoidalis dan Pars squamosa ossis temporalis. ovale. Dasarnya meninggi di garis tengah. spinosum. Facies anterior patris petrosae membatasi aspek posterior Fossa cranii media. Foramen magnum 2 . yang membentuk atap orbita b. Corpus dan Alae minores ossis sphenoidalis membentuk dasar Fossa cranii anterior. merupakan fossa yang terbesar dan terdalam. dan sphenoidale ikut serta membentuk struktur Fossa cranii anterior. Fissura orbitalis superior dan Foramina rotundum. Os temporale di bagian tengah c. Cekungan dalam pada tiap sisi tempat dari cerebellum b. Bagian depan pars petrosa os temporale di bagian belakang. ethmoidalia. serta Canalis opticus. Arteria carotis internus memasuki tengkorak melalui lubang di bagian posterolateral fosa. Crista galli (tempat pelekatan Falx cerebri). Fossa hypophysialis adalah cekungan di bagian tengah os sphenoidale yang merupakan bagian yang melindungi kelenjar hipofisis. Fossa cranii media terbentuk dari Ossa sphenoidale dan temporalia. dua di depan dan dua di belakang fossa hypophysialis. Di Fossa cranii media terdapat Sella turcica yang berbentuk pelana dengan Fossa hypophysialis.1 Fossa cranii media dibentuk oleh : a. Os sphenoidale di bagian depan b.

Aspek posterior Fossa cranii posterior terutama terdiri dari Sulcus sinus transverse. 3. Cekungan sentral di Fossa cranii posterior adalah Fossa cerebellaris. le Processus mastoidei dan Arcus zygomatici bilateral. Os sphenoidale dan Ossa parietalia dengan tingkat yang lebih kecil. Basis cranii interna1 Aspek luar dasar tengkorak. Struktur-struktur tambahan di Fossa cranii posterior adalah Canalis nervi hypoglossy. dan Foramen jugulare. Clivus terdiri dari bagian-bagian Corpus ossis sphenoidalis dan Pars basilaris ossis occipitalis. Di garis tengah. yang melandai dari dorsum sellae ke Foramen magnum. Basis cranii externa Basis cranii terbentang ke gigi seri tengah depan. Os occipitale serta. Basis cranii dibagi menjadi tiga kompartemen: 1. Alur tempat sinus venosus Fossa ini terbentuk dari Ossa temporalia. Sulcus sinus sigmoidei mendekati Foramen jugulare dari lateral. Ossa temporalia dan Os occipitale membentuk bagian 3 .1 Gambar 1. Basis cranii media adalah bagian dari kompartemen media ini terdiri dari Vomer dan Os sphenoidale. Basis cranii anterior mencakup palatum. Foramen magnum adalah lubang terbesar Fossa cranii superior.c. Clivus adalah suatu batas tulang oblik. batas0batas anteriornya dibentuk oleh Dorsum sellae dan Clivus. Porus acusticus internus.) Kompartemen anterior dengan gigi atas dan palatum durum 2.) Kompartemen posterior dari tepi anterior Foramen magnum ke Linea nuchales superiores.) Kompartemen media pada posterior dari Palatum hingga ke batas anterior Foramen magnum. dan ke Linea nuchales superiores di belakang.

1 Gambar 2. batas atas orbita. Basus cranii media: Sulcus tubae auditivae terletak di batas antara Ala major ossis sphenoidalis dan Pars petrosa ossis temporalis dan merupakan pintu masuk ke dalam bagian tulang Tuba auditiva. Kanal tulang berlanjur melalui Pars petrosa ossis temporalis ke Cavitas tympani. yang mencerminkan awal dari Basis cranii posterior. Sebagian dinding bagian dalam rongga hidung Bagian yang membentuk bagian depan kubah meluas dari margo supra-orbita. Tepat di belakang Corpus ossi sphenoidalis terdapat pars basilaris ossis occipitalis. Vomer terletak di bagian frontal garis tengah. Basis cranii posterior: Kompartemen posterior terbentang dari batas anterior Foramen magnum ke Linea nuchales superiores dan terdiri dari bagian-bagian Os occipitale dan Ossa temporalia. Di sebelah lateral terdapat Pars squamosa ossis temporalis yang terlibat dalam pembentukan Articulatio temporomandibularis. Masing-masing dari kedua Pars lateralis memiliki sebuah Condylus occipitalis untuk persendian dengan Atlas. Os sphenoidale terdiri dari Corpus di sentral dan sepasang Alae majores dan Alae minores. Disini tampak Tuberculum pharyngeum menonjol. Pars basilaris terbentang hingga ke Foramen magnum. Di belakang Condylus terdapat Fossa condylaris. Tuberculum articulare terletak di batas anterior Fossa mandibularis. Basis cranii externa1 Os frontale Os frontale membentuk : a. Tonjolan ini adalah tempat pelekatan tulang untuk bagiam-bagian pharynx.posterior. Bagian depan kubah tengkorak b. anterior dari Condylus terdapat Canalis nervi hypoglossi. Sinus frontalis adalah dua rongga udara di dalam os frontale tepat di atas orbita. Sebagian besar atap orbita (rongga tulang tempat bola mata) c. di atas Os sphenoidale dan membentuk bagian posterior dari Septum nasi. Tepat di lateralnya terletak Foramen jugulare. Fossa mandibularis adalah bagian dari Facies articularis pada Articulatio temporomandibularis. dan pada waktu hidup dilapisi dengan membran mukosa yag berhubungan dengan membran mukosa 4 . sampai bagian tulang ini bertemu dengan kedua os parietale pada sutura coronalis. Sinus tersebut berhubungan ke bawah melalui tabung sempit dengan meatus nasi medius pada setiap sisi. yang mengandung Canalis condylaris.

Permukaan dalam tulang menunjukan parit untuk pembuluh darah dan dipisahkan oleh membran dari lobus occipitalis cerebri dan cerebellum. os parietale di bagian atas. b.) Bagian datar yang membentuk sebagian kubah tengkorak dan dipisahkan oleh sutura dari os frontale di bagian depan.bagian dalam hidung. Permukaan dalamnya ditandai oleh parit untuk pembuluh darah dan dipisahkan oleh membrane dari lobus parietalis cerebri. Tulang ini dipisahkan satu sama lain oleh sutura coronalis. dari os occipital di belakang oleh sutura lambdoidea. Os parietale Terdapat dua os parietale. yang membentuk bagian yang lebih besar di samping dan atas tengkorak dan sebagian di bagian belakang. Pada bagian ini. kanan dan kiri. Os temporale Setiap os temporale. Gambaran yang menonjol pada permukaan luar adalah: a. kanan dan kiri. Condylus occipitalis merupakan dua permukaan sendi. yang berhubungan dengan permukaan sendi pada permukaan atlas (vertebra cervicales pertama).) Meatus auditorius externa. dan di bawah oleh sutura dari os temporale. Nervus hypoglosus (nervus cranialis ke-12) pada setiap sisi melalui saluran pada dasar setiap condylus. ukuran bervariasi dan mengandung sinus udara mastoid. merupakan tulang yang kompleks. Permukaan dalam os frontale beralur untuk pembuluh darah dan dipisahkan oleh membrane dari lobus frontalis cerebri. Di dalam tengkorak os temporal menunjukkan penonjolan rigi tulang yang kasar yang berjalan ke belakang dan keluar. Organ 5 . yang membentuk sebagian kubah dan sebagian basis cranii. os frontale tebal karena mengandung sinus ini.2 Os occipitale Os occipitale membentuk bagian belakang kubah tengkorak dan bagian posterior basis cranii.) Processus mastoideus.) Ujung atas medulla spinalis yang bergabung dengan medulla oblongata cerebri dan b. Kedua tulang ini adalah tulang pipih yang melengkung. sinus ini memiliki ukuran yang bervariasi dan sinus yang satu dapat jauh lebih besar daripada sinus yang lain dan meluas ke sisi yang berlawanan. satu di setiap sisi foramen magnum. c. Foramen magnum adalah lubang besar pada os occipitale yang dilalui oleh: a. dan os occipitale di bagian belakang. Sinus ini berkembang sejak tahun pertama kehidupan sampai pubertas.) Arteria vertebralis kanan dan kiri yang mengalirkan sebagian darah untuk otak. sebuah lubang yang mengarah ke bawah di dalam tulang ke telinga tengah. tepat di belakang telinga. tulang yang bertingkat.

d.) Massa lateral pada tiap sisi. cavum nasi dan cavum orbita. b. cekungan dalam yang diisi oleh kelenjar hipofisis. merupakan tempat perlekatan untuk beberapa otot dan ligamentum. Sebagian ala mayor os sphenoidale terlihat pada bagian samping tengkorak yang mengarah ke atas untuk bersatu dengan os parietale. menonjol ke bawah dan ke depan dari permukaan inferior. Ujung nervus auditorius di dalam organ pendengaran dan keseimbangan. Di dalam tengkorak tulang ini menunjukan crista galli. Corpus sphenoidale terletak di garis tengah basis cranii dan terdapat: Fossa hypophysialis.pendengaran dan keseimbangan tertutup di dalam rigi ini. Nervus facialis berjalan melalui os temporal untuk keluar di permukaan inferior tengkorak tepat di bagian medial proccesus mastoideus. Tulang ini memiliki a. ukuran bervariasi dan sebagian dibagi menjadi 2 septum tulang. Os sphenoidale Os sphenoidale terletak di dasar tengkorak dan terutama terdiri dari bagian tengah. dan sayap (mayor dan minor) yang mengarah kebawah dari bagian tengah tersebut. Bagian tengah disebut corpus os sphenoidale. Arteria carotis internus pada tiap sisi berjalan melalui os temporal untuk mencapai bagian dalam dari tengkorak. sinus ini berhubungan dengan rongga pada bagian belakang hidung dan pada waktu hidung dilapisi oleh membran mukosa yang bersambungan dengan membran mukosa hidung.) Lempeng vertikal di garis tengah yang membentuk sebagian septum nasi. membentuk sebagian dinding hidung bagian luar dan dinding bagian dalam orbita dan mengandung sel-sel udara ethmoidalis yang berhubungan dengan bagian dalam rongga hidung dan pada waktu hidung dilapisi membran mukosa.2 6 . Arteria ini memasuki canalis carotis pada basis cranii dan mengikuti bentuk S di dalam tulang. taji tulang yang kecil dan tajam.2 Os ethmoidale Os ethmoidale terletak di antara os frontale di bagian depan danos sphenoidale di bagian belakang. Nervus facialis (kranialis ke-7) dan auditorius (kranialis ke-8) memasuki rigi pada meatus auditorius internus. dan dua lempeng vertikal. yang merupakan tempat melekatnya ujung depan falx cerebri dan pada tiap sisinya terdapat lempeng tulang datar yang ditembus oleh beberapa lubang yang dilalui serat-serat nervus olfaktorius (kranialis pertama) dari hidung ke otak. membentuk sebagian fossa cranii anterior.) Proccesus styloideus yang tipis. 2 di depan dan 2 di belakang Fossa hypophyisialis. Sinus udara sphenoidalis. Processus clinoideus anterior dan posterior.

3 Duramater adalah lapisan meninges terluar dan merupakan gabungan dari dua lapisan selaput. kecuali di tempat di tempat dimana keduanya berpisah untuk menyediakan ruang bagi sinus venosus (sebagian besar sinus venosus terletak di antara lapisan-lapisan dural). dibagi menjadi arachnoidea dan piamater.Meninges (Pelindung Otak) Otak dibungkus oleh selubung mesodermal. tempat lewatnya trunkus 7 . tempat dimana duramater bersatu dengan tentorium cerebelli yang meluas ke dua sisi. meninges. lapisan dalam berlanjut menjadi dura spinalis. Di sebelah oral ia meninggalkan lobus besar yaitu incisura tentorii. Ia melekat pada crista galli dan meluas ke crista frontalis ke belakang sampai ke protuberantia occipitalis interna. Septa kuat yang berasal darinya membentang jauh ke dalam cavum cranii. leptomeninx. Tentorium cerebelli terbentang seperti tenda yang menutupi cerebellum dan letaknya di fossa craniii posterior. Lapisan luarnya adalah pachymeninx atau duramater dan lapisan dalamnya. Gambar 3. dan mengirimkan perluasan pembuluh dan fibrosa ke dalam tulang itu sendiri. Di anatara kedua hemispherium terdapat invaginasi yang disebut falx cerebri. Meninges3 Duramater Dura kranialis atau pachymeninx adalah suatu struktur fibrosa yang kuat dengan suatu lapisan dalam (meningeal) dan lapisan luar (periostal). lapisan luar melekat pada permukaan dalam cranium dan juga membentuk periosteum. Kedua lapisan dural yang melapisi otak umumnya bersatu. dan di tempat dimana lapisan dalam membentuk sekat di antara bagian-bagian otak. Tentorium melekat di sepanjang sulcus transversus os occipitalis dan pinggir atas os petrosus dan processus clinoideus. Falx cerebri membagi pars superior cavum cranii sedemikian rupa sehingga masingmasing hemispherium aman pada ruangnya sendiri.

sinus dura mater. duramater membentuk sekat-sekat rongga cranium. Pelebaran rongga ini disebut cisterna arachnoidea.3. Sebagian besar villi arachnoidea terdapat di sekitar sinus sagitalis superior dalam lacunae lateralis. Di bagian belakang melekat pada crista occipitalis interna. Kompartemen supratentorial dibagi dua oleh falks cerebri yang membentang sepanjang garis tengahnya dan memisahkan hemisfer kanan dan kiri. Saluran-saluran vena besar.4 Arachnoidea Membrana arachnoidea melekat erat pada permukaan dalam dura dan hanya terpisah dengannya oleh suatu ruang potensial. terbenam dalam dua lamina dura.cerebri. Tepi atas falks berisi sinus sagitalis superior dan tepi bawahnya berisi sinus sagitalis inferior. Cisterna ini berhubungan secara bebas dengan cisterna yang berbatasan dengan rongga sub arachnoid umum. yaitu spatium subdural. Tentorium merupakan sekat yang membagi rongga cranium menjadi kompartemen supratentorial dan infratentorial (memisahkan postero-inferior hemisfer cerebri dan cerebellum). cavum subarachnoidalis dan dihubungkan ke piamater oleh trabekulae dan septa-septa yang membentuk suatu anyaman padat yang menjadi system rongga-rongga yang saling berhubungan. 8 . melebar ke lateral dan melekat pada Krista petrosa kanan dan kiri. Tentorium terbentuk seperti kubah. Pada orang lanjut usia villi tersebut menyusup ke dalam tulang (foveolae granulares) dan berinvaginasi ke dalam vena diploe. Diduga bahwa liquor cerebrospinali memasuki circulus venosus melalui villi. Tentorium akan bertemu dengan falks cerebri di garis tengah bagian posterior.4 Di tempat-tempat tertentu. tepi atasnya mengikuti garis tengah dan sutura sagitalis. Falks berjalan mulai dari fronto-basal melekat pada crista galli. Dari arachnoidea menonjol ke luar tonjolan-tonjolan mirip jamur ke dalam sinus-sinus venosus utama yaitu granulationes pacchioni (granulationes/villi arachnoidea). Ia menutupi spatium subarachnoideum yang menjadi liquor cerebrospinalis. Bagian anterior melekat pada bagian depan procesus klinoideus anterior dan posterior. Bagian tengah tentorium membentuk lubang berbentuk bulat telur yaitu hiatus tentorium. Cavum subaracnoidea adalah rongga di antara arachnoid dan piamater yang secara relative sempit dan terletak di atas permukaan hemisfer cerebrum. namun rongga tersebut menjadi jauh bertambah lebar di daerah-daerah pada dasar otak. seringkali diberi nama menurut struktur otak yang berdekatan.

Pia dan ependim berjalan di atas atap dari ventrikel keempat dan membentuk tela choroidea di tempat itu. dan temporalis dinamakan cisterna fissure lateralis (cisterna sylvii). Cisterna pontin yang terletak pada aspek ventral dari pons mengandung arteri basilaris dan beberapa vena. Dan untuk memindahkan produk seperti darah. Unsur-unsur pokok pada CSS berada dalam keseimbangan dengan cairan otak ekstraseluler.fissure dan sekitar pembuluh darah di seluruh otak.3 Cairan Serebrospinal (CSS) Fungsi CSS ialah menyediakan keseimbangan dalam sistem saraf. hipothalamus.Cisterna magna diakibatkan oleh pelebaran-pelebaran rongga di atas subarachnoid di antara medulla oblongata dan hemisphere cerebellum. dan cisterna interpeduncularis di antara peduncle cerebrum. dan bergabung dengan ependim dan pembuluh-pembuluh darah choroideus untuk membentuk pleksus choroideus dari ventrikel-ventrikel ini. cisterna supraselaris di atas diafragma sellae. mengurangi berat otak dalam tengkorak dan menyediakan bantalan mekanik. CSS mengalirkan bahanbahan yang tidak diperlukan dari otak. melindungi otak dari keadaan/trauma yang mengenai tulang tengkorak. Dengan cara pengurangan CSS dengan mengalirkannya ke luar rongga tengkorak. Hormon-hormon dari lobus posterior hipofisis. cistena ini bersinambung dengan rongga subarachnoid spinalis.3 Piamater Piamater merupakan selaput jaringan penyambung yang tipis yang menutupi permukaan otak dan membentang ke dalam sulcus. CSS mengakibatkann otak dikelilingi cairan. Bertindak sebagai saluran untuk transport intraserebral. dan ion Hidrogen. Di tempat ini pia membentuk tela choroidea dari ventrikel tertius dan lateralis. Piamater juga membentang ke dalam fissure transversalis di abwah corpus callosum. melatonin dari fineal dapat dikeluarkan ke CSS dan transportasi ke sisi lain melaluiintraserebral. Rongga di antara lobus frontalis. laktat. Di bawah cerebrum terdapat rongga yang lebar di antara ke dua lobus temporalis. materi purulen dan nekrotik lainnya yang akandiirigasi dan dikeluarkan melalui villi arachnoid. seperti: CO2. Rongga ini dibagi menjadi cisterna chiasmaticus di ats chiasma opticum. baik dengan mempercepat 9 . bakteri. Hal ini penting karena otak hanya mempunyai sedikit sistem limfatik. jadi mempertahankan lingkungan luar yang konstan terhadap sel-sel dalam sistem saraf. Mempertahankan tekanan intrakranial. parietalis.

Perubahan dalam cairan serebrospinal dapat merupakan proses dasar patologi suatu kelainan klinik. Untuk mempertahankan jumlah cairan serebrospinal tetap dalam sewaktu. Takanan meningkat bila terdapat peningkatan pada volume intracranial (misalnya. Pemeriksaan cairan serebrospinal sangat membantu dalam mendiagnosa penyakit-penyakit neurologi. atau volume cairan cerebrospinal (pada hydrocephalus) karena tengkorak dewasa merupakan suatu kotak yang kaku dari tulang yang tidak dapat menyesuaikan diri terhadap penambahan volume tanpa kenaikan tekanan. hingga mencapai sinus venosus. dan sangat sedikit leukosit. tidak mahal dan cepat untuk menetapkan diagnosa. volume cairan serebrospinal 52-162 ml (rata-rata 104 ml) dan darah sekitar 150 ml. 6 Cairan serebrospinal di sekitar otak memiliki konsentrasi ion yang hampir mirip dengan plasma darah. Kapiler-kapiler ini. berupa pembentukan. Pleksus koroideus terdiri dari lengkung kapiler yang dilapisi oleh sel epitel terspesialisasi. tidak seperti kapiler yang berada di otak. maka cairan serebrospinal diganti 4-5 kali dalam sehari.pengalirannya melalui berbagai foramina.5 Cairan serebrospinal yang berada di ruang subarachnoid merupakan salah satu proteksi untuk melindungi jaringan otak dan medula spinalis terhadap trauma atau gangguan dari luar. volume darah (pada perdarahan). serta menentukan prognosa penyakit. menyebabkan cairan bisa diserap 10 . Sebagian besar dari 500 ml ini (60%) disekresikan oleh pleksus koroideus yang ditemukan di ventrikel tertius dan ventrikel kuartus. Sisa 40% nya dihasilkan oleh filtrasi kapiler dan metabolisme air.6 Cairan serebrospinal kira-kira dihasilkan 500 ml per hari. mengidentifikasi organisme penyebab serta dapat untuk melakukan test sensitivitas antibiotika. Selain itu juga untuk evaluasi pengobatan dan perjalanan penyakit. Pemeriksaan cairan serebrospinal adalah suatu tindakan yang aman. pada tumor). atau masuk ke dalam rongga subarachnoid lumbal yang mempunyai kemampuan mengembang sekitar 30%. volume otak sekitar 1400 ml. Pada orang dewasa volume intrakranial kurang lebih 1700 ml. sirkulasi dan absorpsi. Rata-rata cairan serebrospinal dibentuk sebanyak 0. perubahan yang berkala terjadi menyertai denyutan jantung dan pernapasan. baik ekstra sel maupun intra sel. bersifat lebih permeabel. Cairan tersebut mengandung glukosa kira-kira 60% dari glukosa plasma. 80% dari jaringan otak terdiri dari cairan. sedangkan total volume cairan serebrospinal berkisar 75-150 ml dalam sewaktu. cairan serebrospinal berisi sangat sedikit protein.5 Tekanan rata-rata cairan cerebrospinal yang normal adalah 70-180 mm air. Pada keadaan normal. tidak ada sel darah merah. Ini merupakan suatu kegiatan dinamis.35 ml/menit atau 500 ml/hari.

Ventrikel keempat berhubungan dengan ruang subarakhnoid melalui tiga jalur: sebuah apertura mediana (foramen Magendie) dan sepasang apertura lateralis (foramina Luschka). dan ventrikel keempat. Sel epitel koroid secara selektif memindahkan ion-ion dan glukosa ke ventrikel. Sebagian dari cairan ini dialirkan ke nodus limfa servikalis via selubung dari saraf kranial dan ke vena spinalis lewat proyeksi arakhnoid. Sel ependim merupakan sel epitel sederhana yang memiliki banyak mikrovili dan satu atau dua silia di permukaan ujungnya. yang membentang dari pons ke level medularis. dan pergerakannya diperkirakan terjadi karena pergerakan vakuol besar yang melewati epitel arakhnoid. Proses reabsorbsi ini melibatkan pergerakan dari seluruh LCS ke vena. Tapi sejumlah LCS mengalir lewat ruang subarakhnoid ke foramen magnum menuju daerah lumbal dan mencapai meninges spinal dalam waktu kurang lebih 12 jam. kornu posterius. Selain sel ependim. Sel tanasit merupakan sel ependim yang terspesialisasi yang memiliki tonjolan seperti astrosit. kemudian ke hemisfer serebri dan serebeli. Kemudian LCS mengalir melewati ventrikel ke ruang subarakhnoid melalui apertura medial dan lateral dari ventrikel kuartus.5 Sistem ventrikular terdiri dari dua ventrikel lateral (masing-masing memiliki kornu frontal. ventrikel ketiga yang sempit.dari darah. dan kornu inferius). Namun. LCS mengalir ke sisterna di dasar otak. bagian tengah = cella media. ventrikel ketiga berhubungan dengan ventrikel keempat melalui akueduktus serebri. pada orang dewasa jumlahnya tidak selalu pasti. Ventrikel ini dilapisi oleh sel ependim. Pergerakan LCS dibantu oleh mikrovili dari sel ependim yang melapisi ventrikel. yang mengarah ke kapiler otak. terletak di antara kedua bagian diensefalon. sel tanasit juga melapisi ventrikel. Jumlah LCS yang mengalir ke medula spinalis lewat kanalis sentralis sangat sedikit. diikuti dengan osmosis air. Kemudian ada proses reabsorbsi ke sinus venosus. Permukaan sel ependim bersentuhan dengan tonjolan astrosit. Ventrikel lateral berhubungan dengan ventrikel ketiga melalui foramina interventrikularis (Monro).7 Perjalanan Ekstradural Arteri Otak 11 .5 Setelah meninggalkan ventrikel. sel-sel epitel dihubungkan dengan penghubung yang kuat yang mencegah aliran bebas dari proses filtrasi ini.

dengan demikian akan membawa karbondioksida keluar dari otak. yang menghantarkan darah ke batang otak dan serebelum.8 12 . arteri serebri media dan arteri serebri anterior serta arteri khoroidalis anterior (sirkulasi anterior). dan otomatis akan menurunkan konsentrasi ion hidrogen (karena karbondioksida yang berubah menjadi asam karbonat memiliki ion hidrogen). Kedua arteri vertebralis bergabung di garis tengah pada batas kaudal pons untuk membentuk arteri basilaris. konsentrasi ion hidrogen. Peningkatan konsentrasi ion hidrogen dapat menurunkan aktivitas neuronal. serta sebagian hemisfer serebri melalui cabang terminalnya. Setidaknya ada tiga faktor yang berpotensi mempengaruhi pengendalian aliran darah ke otak: konsentrasi karbondioksida. arteri serebri posterior (sirkulasi posterior). Seperti kebanyakan daerah vaskular dalam tubuh.Suplai darah serebral berasal dari arteri karotis interna dan arteri vertebralis. aliran darah otak sangat berhubungan dengan metabolisme jaringan otak. Arteri karotis interna pada kedua sisi menghantarkan darah ke otak melalui percabangan utamanya. Konsentrasi normal hidrogen dalam pembuluh darah tentunya akan membantu menyeimbangkan aktivitas neuronal di otak. dan antara sirkulasi intrakranial dan ekstrakranial. Terdapat pula banyak hubungan anastomosis lain di antara arteri-arteri yang mendarahi otak. dan konsentrasi oksigen. Peningkatan pada konsentrasi karbondioksida atau ion hidrogen dan penurunan konsentrasi oksigen akan meningkatkan aliran darah otak. peningkatan konsentrasi ion hidrogen juga dibutuhkan agar aliran darah otak meningkat. dan dari sini menuju ke vena jugularis interna kedua sisi. Darah vena otak mengalir dari vena profunda serebri dan vena superfisialis serebri menuju sinus venosus dura mater. Namun. sehingga oklusi pada sebuah pembuluh darah besar tidak selalu menimbulkan stroke karena jaringan otak di bagian distal oklusi mungkin mendapatkan perfusi yang adekuat dari pembuluh darah kolateral. Sirkulasi anterior dan posterior berhubungan satu dengan lainnya melalui sirkulus Wilisi.

13 .2 Pada fraktur pada Basis cranii. Selain itu. Greenstick : patah tulang sebagian yang terjadi pada masa kanak-kanak ketika tulang belum mengalami osifikasi sempurna. Circulus WILLISII1 Fraktur dapat bersifat : Sederhana : tulang patah pada satu tempat. Impaksi : ujung tulang yang patah masuk ke dalam ujung yang lain.Gambar 4. fraktur pada Basis cranii. meninges. leptomeninx. sphenoidalis. stuktur lain tidak terlibat. Fraktur Basis cranii biasanya terjadi akibat benturan langsung. Fraktur pada Basis cranii lateral sering mengenai Os petrosum (LCS keluar dari Meatus akustikus externus). CSS adalah cairan di dalam otak. Terbuka : ujung tulang yang patah terpajan pada udara luar. pembuluh darah dan saraf yang berjalan melalui lubang-lubang ini dapat mengalami cedera yang menghasilkan komplikasi kelumpuhan saraf dan pendarahan. Fossa cranii media dan Fossa cranii superior. Duramater merupakan lapisan yang paling mudah terkena gangguan jika terjadi fraktur karena letaknya paling luar. dibagi menjadi arachnoidea dan piamater. Kominuta : tulang patah menjadi beberapa bagian. sinus udara. pembuluh darah dan meninges di sekitar otak sering mengalami cedera. Pengobatan patah tulang adalah dengan reduksi menarik atau mendorong bagian yang patah dalam kesejajaran yang benar dan dengan satu periode imobilisasi dengan pembidaian. Otak dibungkus oleh selubung mesodermal. Patah tulang dengan pemisahan episifis : terjadi pada anak-anak. dapat mengenai sinus frontalis. Unsur-unsur pokok pada CSS berada dalam keseimbangan dengan cairan otak ekstraseluler. Basis cranii sangat rigid dan fraktur pada daerah ini sering melukai struktur lain. Fungsi CSS ialah menyediakan keseimbangan dalam sistem saraf. misalnya dengan menancap pada kulit. Benturan terlokasi pada kubah tengkorak sering menyebabkan fraktur dengan tulang yang melesak ke dalam. robekan episifis (biasanya dengan sedikit tulang yang melekat dengannya). jadi mempertahankan lingkungan luar yang konstan terhadap sel-sel dalam sistem saraf. garis fraktur melintasi lubang-lubang di Basis cranii. dan ethmoidalis (LCS atau darah keluar dari hidung). otak. pembuluh darah yang melaluinya dan saraf cranial. Karena itu.1 Kesimpulan Basis cranii merupakan dasar tulang tengkorak yang dibentuk dari Fossa cranii anterior. Lapisan luarnya adalah pachymeninx atau duramater dan lapisan dalamnya.

2007. 9. Edisi ke-8. potongan dan sistem. Sugiharto L.h.740-59. Ilmu bedah saraf. Fraktur basis cranii. Neuroanatomi atlas struktur. 8. 2011. 2012. 2004. Anatomi klinik untuk mahasiswa kedokteran. Clinical anatomy for medical student. 4.h.h. Waschke J.Daftar Pustaka 1. Khalilulah SA. Jilid 3. Snell RS. Mahatmi T. 6th ed. Gibson J. Edisi ke-23. Jakarta: EGC. Hartanto H. Jakarta: Erlangga. penerjemah. Fisiologi dan anatomi modern untuk perawat.1. 3th ed.h. Edisi ke-2. Satyanegara. 3.44-9. Jakarta: EGC. Jakarta: EGC. 2003.97-9.h. Sanders. Susilawati. Sobotta atlas anatomi manusia.20-4.h. 14 .5-6. Gartner L. Edisi 6.h.h. 2003. Listiawati E. Suyono J. Hiatt J. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.210-3. Haines D. 2006. 6. Medan: Bagian Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Sistem ventrikel dan liquor cerebrospinal. 5. 2. Color textbokk of histology.2003. Ginsberg L. Neurologi. dkk. Banda Aceh: Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. Sitorus MS.16-7. 2002. Jakarta: EGC. 7. Paulsen F.