You are on page 1of 12

PENGGUNAAN PERSPEKTIF POSITIVE ACCOUNTING

THEORY TERHADAP KONSERVATISME AKUNTANSI
DI INDONESIA
Latar belakang
Laporan keuangan yang dapat digunakan untuk membuat keputusan adalah
laporan keuangan yang berkualitas yaitu laporan keuangan yang memenuhi
karakteristik kualitatif laporan keuangan sesuai dengan SFAC No.2 atau yang kini
telah digantikan SFAC No. 8. Dalam menyajikan laporan keuangan yang
berkualitas penyaji laporan keuangan dihadapkan oleh constraint berupa
konservatisme kini konsepnya telah diubah menjadi prudence.
Seiring dengan adanya konvergensi IFRS, konsep konservatisme yang kini
digantikan oleh prudence tidak sepenuhnya ditinggalkan. Terdapat beberapa
standar dalam Standar akuntansi Keuangan (SAK) yang masih menggunakan
konsep konservatisme seperti PSAK No. 14 tentang Persedian dan PSAK No. 48
tentang Penurunan Nilai Aset. Konservatisme juga pertimbangkan mengingat
adanya kasus Enron di U.S. dan kasus Kimia Farma yang masing-masing
menyajikan laporan keuangan yang membuat mereka menjadi overstate laba, dan
hal tersebut justru menyesatkan pengguna laporan keuangan. Namun demikian
konservatisme masih menjadi perdebatan.
Perlunya telaah mengenai konservatisme mendorong dilakukannya penelitian ini
yang bertujuan menguji dan menganilisis penggunaan perspektif Positive
Accounting Theory (PAT) terhadap konservatisme akuntansi di Indonesia.
Konservatisme dapat dijelaskan dalam PAT melalui tiga hipotesis yaitu plan
bonus hypothesis, debt covenant hypothesis, dan political cost hypothesis.
Literatur Review
Teori Akuntansi Positif (Positive Accounting Theory)
Positive Accounting Theory menganut paham maksimisasi kemakmuran (wealth
maximisation) dan kepentingan pribadi individu. Terdapat tiga hipotesis dalam

(2)Debt covenant hypothesis. Debt covenant hypothesis memprediksikan bahwa manajer ingin meningkatkan laba dan aset untuk mengurangi biaya renegosiasi kontrak utang ketika perusahaan memutuskan perjanjian utangnya. sehingga earning conservatism menjadi rendah. dan (3)Political cost hypothesis. Dalam debt covenant hypothesis.teori ini yang dapat menjelaskan keputusan manajemen untuk bertindak konservatif atau tidak. Pengaruh Kepemilikan Manajerial terhadap Konservatisme Akuntansi Plan bonus hypothesis dalam possitive accounting theory menyatakan bahwa manajer akan bertindak seiring dengan bonus yang diberikan. Dalam political cost hypothesis. karena manajer akan lebih mengutamakan untuk mengejar bonus daripada . Tindakan manajemen laba membuat pelaporan laba cenderung optimis atau tidak konservatif. perusahaan besar diprediksikan lebih sensitif terhadap adanya biaya politik daripada perusahaan kecil. Oleh karena itu manajemen cenderung melakukan manajemen laba agar target laba terpenuhi. Berdasarkan motif bonus. Perumusan Hipotesis 1. Biaya politik sendiri timbul dari adanya konflik kepentingan antara manajer dengan pemerintah. Hipotesis-hipotesis tersebut ialah: (1)Plan bonus hypothesis. sehingga pelaporan keuangan menjadi kurang konservatif. Kepemilikan manajerial yang rendah akan menyebabkan laporan keuangan cenderung tidak konservatif. tingkat konservatisme dalam pelaporan laba akan berkurang karena manajer cenderung akan menaikkan laba agar ia memperoleh potential loan dari kreditor. Tingkat konservatisme dalam pelaporan laba berdasarkan debt covenant hypothesis dapat dijelaskan dengan debt/equity hypothesis yang merupakan pembatasan dari debt covenant. maka manajer akan melakukan manajemen laba dengan cara income maximation atau memaksimalkan laba agar target laba terpenuhi. manajer seringkali berperilaku seiring dengan bonus yang diberikan. dimana perusahaan dianggap ikut bertanggung jawab atas kepentingan sosial. Berdasarkan plan bonus hypothesis.

2. Pengaruh Leverage terhadap Konservatisme Akuntansi Debt covenant hypothesis dalam possitive accounting theory memprediksikan bahwa semakin tinggi jumlah utang atau pinjaman yang ingin diperoleh perusahaan. hal ini didukung oleh penelitian Yazidah (2011) yang menunjukkan hubungan positif antara kepemilikan manajerial dan konservatisme akuntansi. Penelitian Deviyanti (2012) juga menunjukkan bahwa kepemilikan publik berpengaruh negatif terhadap konservatisme akuntansi. Pengaruh Kepemilikan Publik terhadap Konservatisme Akuntansi Kepemilikan ini juga mempengaruhi keputusan manajemen dalam menerapkan konservatisme atau tidak. Dengan adanya asumsi tersebut. 3. maka dalam rangka memperoleh bonus tersebut manajer berusaha menaikkan laba agar target laba terpenuhi. manajer akan semakin fleksibel dalam melaporkan informasi dalam laporan keuangan. maka penyajian laporan keuangan menjadi tidak konservatif. Hal itu dikarenakan perusahaan ingin menunjukkan kinerja yang baik pada debtholders. Rasio leverage . sehingga hipotesis kedua dalam penelitian ini: H2: Kepemilikan publik berpengaruh negatif terhadap konservatisme akuntansi. Pencapaian target laba membuat manajer bisa saja melakukan cenderung tidak konservatif. Sebagaimana dijelaskan dalam plan bonus hypothesis.mengutamakan kepentingan pemilik perusahaan. sehingga hipotesis pertama dalam penelitian ini: H1: Kepemilikan manajerial berpengaruh positif terhadap konservatisme akuntansi. serta menurunkan nilai utang dan beban ketika perusahaan menginginkan jumlah pinjaman yang besar dari debtholder. karena kepemilikan publik yang menyebar akan menyebabkan rendahnya pengendalian sehingga manajer lebih fleksibel dalam menyajikan informasi dalam laporan keuangan. agar debtholders yakin bahwa keamanan dananya terjamin. apalagi didukung rendahnya pengendalian dari pemilik karena kepemilikan yang menyebar. maka perusahaan akan cenderung menaikkan nilai aset dan pendapatan.

sehingga perusahaan akan lebih konservatif ketika memiliki CFO yang tinggi. Biaya politis timbul karena adanya konflik kepentingan antara perusahaan (manajer) dan pemerintah sebagai pembuat kebijakan. 5. cash flow sering kali dikaitkan dengan pendapat yang kontra mengenai konservatisme. Namun. hal ini dikarenakan penerapan konservatisme menyebabkan persistensi prediksi future cash flow menjadi rendah. Pengaruh Firm Size terhadap Konservatisme Akuntansi Political cost hypothesis memprediksikan bahwa perusahaan besar lebih sensitif daripada perusahaan kecil terkait dengan biaya politis. sehingga tingginya CFO mengindikasikan kinerja yang baik dari perusahaan. hal ini didukung oleh penelitian Almilia (2005). Pengaruh Operating Cash Flow terhadap Konservatisme Akuntansi Arus kas atau cash flow merupakan arus masuk dan arus keluar kas atau setara kas. 4. Seperti halnya laba. sehingga hipotesis ketiga dalam penelitian ini ialah: H3: Leverage berpengaruh negatif terhadap konservatisme akuntansi. hal ini didukung oleh hasil penelitian Sari dan Adhariani (2009) dan Deviyanti (2012) sehingga hipotesis keempat dalam penelitian ini: H4: Firm size berpengaruh positif terhadap konservatisme akuntansi. Dengan menggunakan prediksi dalam debt covenant hypothesis. Ukuran perusahaan atau firm size seringkali digunakan untuk menjelaskan political cost hypothesis. maka semakin tinggi tingkat leverage maka perusahaan semakin tidak konservatif. Prediksi future cash flow pada perusahaan yang konservatif kemungkinan akan lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang agresif. Perusahaan besar cenderung melaporkan keuangannya secara konservatif untuk mengurangi biaya politis. ditinjau dari sisi sebaliknya Martani dan Dini (2010) berpendapat bahwa operating cash flow yang selanjutnya disebut CFO merupakan indikator kinerja perusahaan. Hal ini didukung oleh hasil . Semakin besar ukuran perusahaan menyebabkan penerapan konservatisme semakin tinggi.menunjukkan seberapa besar perusahaan menggunakan utang dari luar untuk membiayai perusahaan atau melakukan ekspansi. dan hal ini akan lebih menarik bagi investor.

leverage (LEV). Metodologi penelitian Variabel Variabel dependen yang digunakan dalam pebelitian ini adalah konservatisme akuntansi yang diukur dengan model akrual yang merupakan model Zhang (2007). firm size (SIZE) dan operating cash flow (CFO). sehingga hipotesis kelima dalam penelitian ini: H5 : Operating cash flow berpengaruh positif terhadap konservatisme akuntansi. Dan terdapat lima variabel independen dalam penelitian ini yaitu variabel kepemilikan manajerial (MANJ). kepemilikan publik (PUBLIK).penelitian Martani dan Dini (2010) yang menunjukkan pengaruh positif CFO terhadap konservatisme akuntansi. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dengan kriteria-kriteria (1) . Dari penjelasan variabel diatas dapat digambarkan kerangka berfikir dari jurnal ini sebagai berikut : Kepemilikan Manajerial (MANJ) Kepemilikan Publik (PUBLIK) Leverage (LEV) Konservatisme Akuntansi Firm Size (SIZE) Operating Cash Flow (CFO) Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang tercatat di BEI pada periode 2004 sampai dengan 2010 namun data yang digunakan mulai tahun 2003 karena dibutuhkan data-data dari tahun sebelumnya.

(4)Perusahaan memiliki nilai ekuitas positif selama periode penelitian. Pengaruh Kepemilikan Manajerial terhadap Konservatisme Akuntansi Hasil pengujian hipotesis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh negatif terhadap konservatisme akuntansi. dan koefisien determinasi. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan Uji F. Uji t. Uji asumsi klasik yang digunakan meliputi Uji normalitas. Metode Analisis Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model regresi linear berganda yang sebelumnya harus lolos uji asumsi klasik. (2)Menerbitkan laporan keuangan yang diaudit selama periode 2003-2010. dan total selama periode penelitian sebesar 602 perusahaan. SIZE : Ukuran perusahaan. namun tidak signifikan secara statistik. Berdasarkan proses pemilihan sampel maka diperoleh 86 sampel perusahaan per tahun.Tingkat probabilitas yang digunakan adalah 5%. PUBLIK : Persentase kepemilikan publik. Model yang digunakan dalam pengujian hipotesis adalah: CONACC= a+ß1MANJ+ß2PUBLIK+ß3LEV+ß4SIZE+ß5CFO+e Keterangan: CONACC : Konservatisme akuntansi MANJ : Persentase kepemilikan manajerial.Perusahaaan yang tercatat di BEI. (5) Terdapat kelengkapan data yang dibutuhkan. CFO : Operating cash flow atau arus kas dari aktivitas operasi. ε : Koefisien error. Pembahasan Hasil Pengujian Hipotesis 1. autokorasi. serta heteroskedastisitas. (3) Perusahaan yang menyajikan laporan keuangan dalam bentuk rupiah selama periode penelitian. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kepemilikan manajerial maka semakin rendah konservatisme akuntansi yang . multikolinearitas.

Selain itu Lafond dan Roycowdhury (2007) juga berpendapat bahwa semakin kecil kepemilikan manajerial maka masalah agensi semakin besar. permintaan akan laporan keuangan yang konservatif semakin besar. Selain itu dikarenakan oleh tingginya kepemilikan merupakan salah satu upaya mengurangi asimetri informasi antara manajer dan pemegang saham. Kepemilikan publik berpengaruh positif terhadap konservatisme akuntansi dikarenakan semakin tinggi kepemilikan publik menyebabkan semakin besar tekanan dari publik untuk mengungkapkan informasi lebih banyak. yang pada akhirnya membuat laporan keuangan cenderung agresif. Pengaruh Kepemilikan Publik terhadap Konservatisme Akuntansi Hasil pengujian hipotesis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kepemilikan publik berpengaruh positif terhadap konservatisme akuntansi namun tidak signifikan secara statistik. sehingga butir-butir informasi yang mendetail dituntut untuk diungkapkan. 2. karena hasil dalam penelitian ini tidak mendukung adanya prediksi dalam plan bonus hypothesis. Hasil penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian Lafond dan Watss (2006).diterapkan. Berdasarkan hasil penelitian ini maka hipotesis pertama ditolak. Penolakan terhadap H2 juga merupakan penolakan terhadap plan bonus hypothesis. Pengaruh Leverage terhadap Konservatisme Akuntansi Hasil pengujian dalam hipotesis dalam penelitian ini menunjukkkan bahwa leverage berpengaruh positif terhadap konservatisme akuntansi. 3. kepemilikan manajerial berpengaruh negatif terhadap konservatisme karena kepemilikan manajerial dapat digunakan sebagai sebagai faktor ekspropriasi pemegang saham minoritas. Penolakan terhadap hipotesis pertama dalam penelitian ini juga merupakan penolakan plan bonus hypothesis dalam Positive Accounting Theory (PAT). sehingga semakin kecil kepemilikan manajerial. Menurut Wardhani (2008). Hal ini dikarenakan hasil penelitian tidak sesuai prediksi atau konsep yang ada dalam plan bonus hypothesis. namun tidak . Hasil penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya yaitu Lafond dan Roycowdhury (2007)serta Deviyanti (2012). yang pada akhirnya laporan keuangan dituntut untuk lebih konservatif. Dengan demikian hipotesis kedua dalam penelitian ini juga ditolak.

Leverage berpengaruh negatif terhadap konservatisme akuntansi karena pemberi pinjaman atau debtholders berkepentingan atas keamanan dananya. perusahaan kecil lebih sensitif terhadap biaya politis. Firm size berpengaruh negatif terhadap konservatisme akuntansi karena khususnya di Indonesia. hasil penelitian ini tidak sesuai dengan prediksi atau konsep dalam political cost hypothesis. hasil pengujian ini menolak H 4 dalam penelitian ini. Pengaruh Operating Cash Flow terhadap Konservatisme Akuntansi Operating cash flow dalam penelitian ini bepengaruh positif terhadap dan secara statistik signifikan. Tingginya operating cash flow mengindikasikan kinerja yang baik dari perusahaan dan hal ini merupakan sinyal yang baik bagi investor. hasil penelitian ini tidak sesuai dengan prediksi atau konsep dalam debt covenant hypothesis. oleh karena itu mereka menuntut adanya laporan keuangan yang konservatif (Guay. Penolakan terhadap H4 juga merupakan penolakan terhadap political cost hypothesis dalam PAT. Wardhani (2008)dan Almilia (2005). sehingga membuat perusahaan kecil cenderung konservatif. Dengan demikian. Dengan demikian. 4. Pengaruh Firm Size terhadap Konservatisme Akuntansi Hasil pengujian dalam hipotesis dalam penelitian ini menunjukkkan bahwa firm size berpengaruh negatif terhadap konservatisme akuntansi. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian Deviyanti (2012). hasil pengujian ini menolak H 3 dalam penelitian ini. Penolakan terhadap H3 juga merupakan penolakan terhadap debt covenant hypothesis dalam PAT. 2008). sehingga mereka akan berupaya melindungi dirinya dari upaya manajemen yang kurang menguntungkan. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian Martani dan Dini (2010). Hal ini dikarenakan. Manajemen yang memerlukan dana dari debtholders pada akhirnya akan mengikuti kemauan debtholders.signifikan secara statistik. namun tidak signifikan secara statistik. 5. Hasil penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian Almilia (2005). Pada perusahaan yang konservatif yang menyajikan aset dan laba kecil akan lebih . Hal ini dikarenakan.

dan firm size tidak berpengaruh terhadap konservatisme akuntansi. 3. Hal ini dikarenakan adanya asumsi bahwa earning pada masa yang akan datang akan lebih baik. . tetapi dalam jurnal ini hipotesis tersebut ditolak. Hipotesis keempat juga tidak sesuai dengan teori political cost hypothesis yang seharusnya firm size seringkali digunakan untuk menjelaskan political cost hypotesis. Dalam penelitian ini hanya variabel operating cash flow yang berpengaruh secara positif terhadap konservatisme akuntansi. sehingga hasil penelitiannya tidak dapat diterapkan untuk perusahaan pada sektor lain. Penelitian ini hanya menggunakan variabel kepemilikan manajerial. cash flow. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengujian statistik yang dilihat dari tingkat signifikansi variabel. Hanya menggunakan sampel pada perusahaan manufaktur. 5. Hipotesis ketiga dalam penelitian ini tidak sesuai dengan dengan debt covenant hypothesis . Agar sesuai dengan teori dalam possitive accounting theory bahwa semakin tinggi jumlah utang atau pinjaman yang ingin diperoleh perusahaan maka penyajian laporan keuangan menjadi tidak konservatif. Pada hipotesis pertama penelitian ini tidak sesuai dengan plan bonus hypothesis. 4.menarik perhatian investor untuk berinvestasi ketika cash flow yang dihasilkan tinggi (Martani dan Dini. karena semakin besar ukuran perusahaan menyebabkan penerapan konservatisme semakin tinggi. 2. debt convenant. Dan hal ini belum dapat menjadi acuan untuk menentukan konservatisme. kepemilikan publik. Dengan demikian operating cash flow berpengaruh positif terhadap penerapan konservatisme akuntansi karena adanya prediksi future cash flow yang lebih besar ketika perusahaan menghasilkan operating cash flow yang besar dan dengan pelaporan keuangan yang konservatif dibandingkan dengan pelporan keuangan yang agresif. Variabel independen yang mempengaruhi konservatisme akuntansi maka dapat disimpulkan bahwa variabel kepemilikan manajerial. Kekurangan 1. 2010). firm size. karena seharusnya manajer akan bertindak sesuai dengan bonus yang diberikan. dimana seharusnya hipotesis tersebut diterima. kepemilikan publik. leverage.

7. Manajer perusahaan dengan kinerja yang buruk akan memiliki . (2)Debt covenant hypothesis. Skala data variabel ini adalah rasio. Penelitian ini menambahkan variabel Operating Cash Flow dari penelitian sebelumnya yang bertujuan menggambarkan pendapat yang kontra terhadap konservatisme yang sering kali mengaitkan konservatisme dengan prediksi future cash flow. Untuk penelitian setelahnya bisa ditambahkan variabel seperti Growth Opportunities. Jurnal ini cocok dengan theory signal tetapi penulis tidak menjadikan theory signal sebagai landasan teori nya Kelebihan 1. maka diperlukan pengujian terhadap cash flow terhadap konservatisme akuntansi. Manajer dari perusahaan lain yang berkinerja baik akan mendapatkan intensif yang sama. Kesempatan tumbuh (Growth Opportunities) adalah suatu kesempatan yang dimiliki perusahaan untuk memperbesar perusahaan dengan cara berinvestasi atau dengan cara membuat cadangan tersembunyi. Kaitan Jurnal dengan Materi bab 11 1. maka mereka akan mencoba untuk memberikan sinyal kepada investor melalui akun. Penelitian pada jurnal ini memilih dan menjelaskan sesuai dengan tujuan penulisan pada judul yang menguji penggunaan perspektif Positive Accounting Theory.6. dan (3)Political cost hypothesis. Jurnal ini selain mambahas Positive Accounting Theory jurnal ini cocok dengan theory signaling dimana menurut teori signaling. dan manajer perusahaan dengan berita yang netral akan memiliki insentif untuk melaporkan berita positif sehingga mereka tidak dicurigai memiliki hasil yang buruk. Dalam penjelasan tiap variabel nya menjelaskan pengaruh variabel dengan Positive Accounting Theory melalui 3 hipotesis (1)Plan bonus hypothesis. 2. perusahaan mengharapkan manajer untuk meningkatkan pertumbuhan yang tinggi dimasa depan. Perhitungan kesempatan tumbuh dengan menggunakan market to book value of equity sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Astarini (2011).

mereka juga akan mendapatkan insentif untuk melaporkan kinerja buruk mereka. para manajer perusahaan besar memiliki insentif yang lebih besar untuk mengurangi laba yang dilaporkan. dan bahwa variable kontrak tradisional oportunistik dikaitkan dengan pilihan kebijakan akuntansi.insentif untuk tidak melaporkan kinerjanya. Menurut Watts dan Zimmerman. 4. Jurnal ini membahas mengenai conservatism dimana conservatism merupakan panduan akuntansi dalam menyajikan aset dan pendapatan yang understate. . Ukuran conservatism yang digunakan adalah eranings/accrual measures. karena faktor politik. 2. Dengan asumsi insentif ini untuk sinyal informasi ke pasar modal. 3. menandakan teori memprediksi bahwa perusahaan akan mengkapkan informasi lebih dari yang diminta. Dimana hal ini digambarkan dengan variabel debt covenant hypothesis. Political cost hypothesis merupakan hipotesis yang digunakan untuk menjelaskan transfer kekayaan dan pengembangan. Dalam penerapan conservatism akan dihasilkan laba yang berfluktuatif. Other Studies Skinner: menemukan bukti bahwa atribut ekonomi perusahaan mempengaruhi sifat utang perusahaan dan kontrak kompensasi manajemen. Namun. untuk menjaga kredibilitas di padar yang efektif dimana sahamnya diperdagangkan.

J.. (2010). & Holmes.. Diponegoro Journal Of Accounting. Hodgson. S. Accounting Theory (7th Ed. J. A. John Wiley & Sons Inc. Tarca.). A. Penggunaan Perspektif Positive Accounting Theory Terhadap Konservatisme Akuntansi di Indonesia. Hamilton.. Ayu Martaning.. Indira J. Universitas Diponegoro. (2012).DAFTAR PUSTAKA Godfrey. .