You are on page 1of 35

PROGRAM IMUNISASI

PUSKESMAS KECAMATAN PASAR REBO

Disusun oleh :
Kelompok 5
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Wenty Birul W
M.daryono
Desi lestari
Nining Susilowati
Siti Hadijah
Sri Hariani

AKADEMI KEPERAWATAN YASPEN TUGU IBU
Jl. Batas II No. 54 Kel. Baru Kec. Pasar Rebo Jakarta Timur
2012
KATA PENGANTAR

Segala puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga Penulis dapat menyelesaikan
makalah ini yang berjudul “Progam Imunisasi Puskesmas Kecamatan Pasar
Rebo”.
Dalam menyelesaikan makalah ini penulis banyak mendapatkan
bimbingan. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Neneng Rohwiati, S.Kp., M.Si., selaku Direktur AKPER YASPEN TUGU
IBU.
2. Mardatillah zamhari, S.Kp., M.pd., selaku koordinator mata kuliah
Keperawatan Komonitas.
3. Kedua orang tua kami yang telah banyak memberikan dorongan dan
doanya dalam penyusunan makalah ini.
4. Para

anggota

kelompok

yang

telah

membantu

Penulis

dalam

menyelesaikan makalah.
Penulis menyadari bahwa makalah ini sepenuhnya masih banyak
kekurangan dan kesalahan dalam penulisannya. Oleh karena itu Penulis berharap
kepada para pembaca agar kiranya dapat memberikan saran dan kritik yang
bersifat membangun sehingga dapat dijadikan pedoman dalam penyusunan
makalah yang akan datang.
Semoga makalah ini dapat memberikan banyak manfaat bagi para
pembaca.

Jakarta, 15 Mei 2012

Kelompok V

DAFTAR ISI

KATA

PENGANTAR………………………………………………………………
i

DAFTAR ISI………………………………………………………………………..
ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar

Belakang…………………………………………………………..

1
1.2 Tujuan

Penulisan…………………………………………………………

1
1.3 Metode

Penulisan………………………………………………………..

1
1.4 Sistematika

Penulisan……………………………………………………

2
BAB II IMUNISASI
2.1

Pengertian……………………………………………………………….

4
2.2

Tujuan

Imunisasi………………………………………………………...

Manfaat

Penulisan……………………………………………………….

Sasaran

Imunisasi………………………………………………………...

4
2.3
5
2.4
5
2.5

Jenis-jenis

Imunisasi……………………………………………………..

5
BAB III PROGRAM NASIONAL IMUNISASI
3.1

Tujuan…………………………………………………………………….

11
3.2

Sasaran……………………………………………………………………

11
3.3 Kebijakan dan Strategi……………………………………………………
13
BAB IV PROGRAM IMUNISASI PUSKESMAS KEC. PASAR REBO
4.1
15

Gambaran

Umum…………………………………………………………

...... 27 DAFTAR PUSTAKA BAB I ....4 Laporan Bulanan Hasil Imunisasi Rutin Bayi Puskesmas. 23 5.4....................... 26 BAB VI PENUTUP 6........4 Proses Peningkatan Pelayanan Imunisasi di Puskesmas…………………......1 Kesimpulan……………………………………………………………… 27 6...3 Strategi Umum…………………………………………………………… 18 4............ 23 5.2 Saran……………………………………………………………………. 19 4....5 Tabel Rekapitulasi Imunisasi TT Ibu Hamil dan WUS di Puskesmas..... 24 5.3 Data Umum Wilayah Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2009.5 Perencanaan Program Imunisasi di Puskesmas…………………………… 19 BAB V ANALISA MASALAH 5..2 Data Khusus Wilayah Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2009.. 24 5....1 Data Demografi Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2010.................2 Peningkatan Pelayanan Imunisasi di Puskesmas………………………… 16 4.......

yaitu : Tubercolosis. Hal ini sejalan dengan upaya global untuk membasmi polio di dunia dengan program eradikasi polio ( ERAPO ). Imunisasi merupakan proses pembentukan sistem kekebalan tubuh. Difteri. Cara inilah yang digunakan untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu antigen. Material imunisasi disebut imunogen. Sejak tahun 1995 tidak ditemukan lagi virus polio liar yang berasal dari Indonesia ( indigenous ). atau sekitar usia 15 tahun.PENDAHULUAN 1. kita sudah menekan penyakit polio dan pertusis. Dengan upaya imunisasi terbukti bahwa penyakit cacar telah terbasmi dan di Indonesia dinyatakan bebas dari penyakit cacar sejak tahun 1974. upaya imunisasi pula. Tetanus.bakteri ataupun mikroorganisme yang lain. campak. Adapun dampak negatif untuk anak .1 Latar Belakang Pogram imunisasi merupakan upaya kesehatan masyarakat yang terbukti paling cost effective dan telah diselenggarakan di Indonesia sejak tahun 1956. upaya imunisasi diperluas menjadi program perkembangan imunisasi dalam rangka pencegahan penularan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi ( PD3I ) yaitu. Imunisasi diberikan pada bayi sampai menjelang dewasa. Kesehatan anak Indonesia saat ini sering disebabkan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus. Poliomielitis. Imunogen termasuk molekul antigen yang dapat merangsang kekebalan tubuh. Campak dan Hepatitis. tetanus serta hepatitis B. sehingga bila kelak seseorang terpajan pada antigen yang serupa maka tidak terjadi penyakit. Pertusis. difteri. polio. Depkes (2000) menetapkan bahwa ada 7 penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Selain mikroorganisme banyak faktor yang mendukung penyakit infeksi untuk masuk dan mempengaruhi derajat kesehatan anak salah satunya yaitu faktor imunisasi yang tidak lengkap. Mulai tahun 1977. tuberculosis.

Mahasiswa/i mampu mengetahui tujuan imunisasi c.4 Metode Penulisan . Mahasiswa/i mampu mengetahui macam-macam imunisasi e. Dengan adanya program imunisasi di Puskesmas. selain itu bayi juga beresiko cacat setelah sakit dan berakibat fatal (Notoatmojo.manfaat. Mahasiswa/i mampu mengetahui cara dan waktu pemberian imunisasi g.macam-macam jenis-jenis. Mahasiswa/i mampu mengetahui penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) 1. Mahasiswa/i mampu mengetahui manfaat imunisasi d. diharapkan angka kesakitan dan kematian anak terutama bayi dan balita dapat berkurang.2 Permasalahan Pada makalah ini permasalahan yang akan dibahas meliputi tentang imunisasi. peran tenaga kesehatan dan unit/organisasi kesehatan seperti Puskesmas sangatlah penting sehingga anak dapat terbebas dari penyakit infeksi. tujuan. 1. Untuk meningkatkan derajat kesehatan anak. data demografi dan ketercapaian program.3 Tujuan Penulisan 1. Mahasiswa/i mampu mengetahui pengertian imunisasi b. Tujuan Umum Mahasiswa/ i dapat meningkatkan pengetahuan tentang program Puskesmas yaitu program imunisasi. cara dan waktu pemberian. Berdasarkan informasi diatas kelompok kami tertarik untuk membahas tentang program imunisasi di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo. Tujuan Khusus a. Mahasiswa/i mampu mengetahui jenis-jenis imunisasi f.2003). 1. 2.yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap adalah bayi tersebut dapat beresiko terjangkit atau terserang penyakit yang dapat dicegah dengan imunisassi yang telah disebutkan diatas. definisi.penyakit yang dapat dicegah.

1 Tujuan 3. diantaranya : BAB I PENDAHULUAN 1.8 Sistematika Penulisan BAB II IMUNISASI 2.2 Tujuan Imunisasi 2.6 Tujuan Penulisan 1.5 Jenis-jenis Imunisasi BAB III PROGRAM NASIONAL IMUNISASI 3.3 Strategi Umum 4.Dalam penyusuna makalh ini.3 Kebijakan dan Strategi BAB IV PROGRAM IMUNISASI PUSKESMAS KEC.2 Peningkatan Pelayanan Imunisasi di Puskesmas 4.1 Pengertian 2.5 Kegunaan Penulisan Diharapkan agar penulisan makalah ini dapat menambah wawasan bagi para pembacanya khususnya mengenai imunisasi.4 Proses Peningkatan Pelayanan Imunisasi di Puskesmas 4.1 Gambaran Umum 4.5 Perencanaan Program Imunisasi di Puskesmas . 1.5 Latar Belakang 1. PASAR REBO 4. penulis menggunakan metode kepustakaan dan pengambilan data berdasarkan sumber dari puskesmas kecamatan Pasar Rebo.6 Sistematika Penulisan Dalam penulisan makalah ini disusun berdasarkan enam BAB.4 Sasaran Imunisasi 2.3 Manfaat Penulisan 2. 1.2 Sasaran 3.7 Metode Penulisan 1.

1 Pengertian Kata imun berasal dari bahasa latin “immunitas” yang berarti pembahasan (kekebalan) yang diberikan kepada para senator romawi selama masa jabatan mereka terhadapkewajiban sebagai warganegaraan biasa dan terhadap dakwaan.2 Saran BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.BAB V BAB VI PENUTUP 6. Sistem imun adalah suatu sistem dalam tubuh yang terdiri dari sel-sel serta produk zat-zat yang dihasilkannya yang bekerja sama secara kolektif dan terkoordinir untuk melawan benda . istilah ini kemudian berkembang sehingga pengertiannya berubah menjadi perlindungan terhadap penyakit dan lebih spesifik lagi.1 Kesimpulan 6. terhadap penyakit menular. Dalam sejarah.

Kekebalan aktif berlangsung lebih lama dari pada kekebalan pasif Karena adanya memori imunologik. balita dan orang dewasa yang bertujuan untuk mencegah suatu penyakit. Imunisasi merupakan usaha memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan memasukan vaksin kedalam tubuh agar tubuh membuwat zat anti untuk mencegah yang dimasukkan kedalam tubuh melalui suntikan seperti vaksin BCG. yang masuk kedalam tubuh.2005) Kekebalan terhadap suatu penyakit menular dapat digolongkan menjadi dua yaitu kekebalan pasif dan kekebalan aktif. Sedangkan kekebalan aktif adalah yang dibuat oleh tubuh itu sendiri akibat terpajan pada antigen seperti pada imunisasi atau terpajan secara ilmiah. 2. kekebalan pasif yaitu kekebalan yang di peroleh dari tubuh bukan di buat oeh individu itu sendiri.A.2 Macam – Macam imunisasi Pada dasarnya imunisasi di bagi menjadi 2 yaitu imunisasi aktif dan imunisasi pasif.2008) Imunisasi adalah pemberian suatu zat yang diberikan kepada bayi. kekebalan pasif tidak berlangsung lama karena akan di metabolisme oleh tubuh.et all.contohnya imunisasi polio dan campak . 1.Imunisasi aktif Adalah kekebalan tubuh yang di dapat seorang karena tubuh yang secara aktif membentuk zat antibody.DPT.imunisasi aktif dapat dibagi menjadi dua macam.yaitu: . (Hidayat.asing seperti kuman-kuman penyakit atau racunnya. Immunisasi telah diakui sebagai upaya pencegahan penyakit yang paling sempurna. Imunisasi adalah tindakan untuk memberikan perlindungan (kekebalan) didalam tubuh bayi dan anak.campak dan melalui mulut seperti vaksin polio.(Ranuh.contohnya adalah kekebalan padaa janin yang di peroleh dari ibu atau kekebalan yang di peroleh setelah pemberian suntikan imunoglobuluin.

tuberkolosis masih merupakan penyebab kematian. poliomyelitis. Contoh lain adalah terdapat pada bayi baru lahir dimana bayi tersebut menerima berbagai jenis anti body dari ibunya melalui darah plasenta selama masa kandungan. b. difteri. Misalnya anti bodi terhadap Campak. Tuberkolosis Sampai saat ini di berbagai Negara.3 Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) Depkes (2000) menetapkan bahwa ada 7 penyakit yang dapat di cegah dengan imunisasi. pertusis.Imunisasi pasif Adalah kekebalan tubuh yang di dapat seorang yang zat kekebalan tubuh di dapat dari luar. Penyakit iini di sebabkan oleh mycobacterium tuberculosis yang sebagian besar menyerang masyarakat dengan kelas .a. yaitu tuborkolosis. Contohnya penyuntikan ATC (Anti Tetanus Serum) pada orang yang mengalami kecelakaan. tetanus. Imunisasi pasif buatan Adalah kekebalan tubuh yang di peroleh karena suntikan serum unutk mencegah penyakit tertentu 2. Berikut ini akan di uraikan 7 penyakit tersebut satu persatu: 1.Imunisasi aktif alamiah adalah kekebalan tubuh yang secara otomatis diperoleh sembuh dari suatu penyakit. Imunisasi pasif dibagi menjadi dua macam. b. yaitu: a. Imunisasi pasif alamiah Adalah anti bodi yang di dapat seseoragn karena diturunkan oleh ibu yang merupakan orang tua kandung langsung ketika berada dalam kandungan. campak dan hepatitis. Imunisasi buatan Adalah kekebalan tubuh yang di dapat dari vaksinasi yang diberikn untuk mendapatkan dari suatu penyakit. 2.

saluran nafas bagian atas. dan selaput otak. dan otot menelan. Imunnisasi yang dapat mencegah penyakit ini adalah BCG. Poliomeilitis Sesuai dengan namanya. Penularan penyakit ini adalah melalui droplet atau vekal adan reservoarnya adalah manusia yang menderita polio. Kematian dapat terjadi apabila gagal jantung dan obstruksi jalan nafas yang tidak dapat di hindarkan.social ekonomi rendah karena umumnya masyarakat unu mengalami gangguan nutrisi sehingga daya tahan tubuh rendah dan tinggal di pemukiman yang padat dan tidak sehat sehingga mudah terjadi penularan penyakit. 4.Campak . Imunisasi yang di berikan untuk mencegah penyakit ini adalah DPT pada anak di bawah 1 tahun (Imunisasi Dasar) dan DT pada anak kelas I dan VI SD (Booster). Difteri dapat menjadi endemic pada lingkungan masyarakat dengan social ekonomi rendah larena banyaknya difteri kulit yang di alami anak-anak dan menular dengan cepat. dan kelenjar sekitar leher membengkak.kelenjar. organ tubuh yang akan terkena adalah paru-paru. penyebab infeksi ini adalah virus polio tipe 1. sendi. Apabila seorang anak terkena tuberkolosis. 2. Difteri Penyakit infeksi ini disebabkan oleh Corybacterium dypteria tipe grfis.2 dan yang menyerang myelin atau serabut otot. dan dapat timbul gejala paralisis yang bersifat flaksid yang mengenai sekelompok serabut otot sehingga timbul kelumpuhan. tonsil. sedangkan reservoir adalah manusia. Gejala awal tidak jelas. saluran nafas. Kelumpuhan dapat terjadi pada anggota badan. Anak yang terkena difteri akan menunjukan gejala ringn sampai berat apabila terjadi obstruksi jalan nafas karena mengenai laring. kulit. dan intermedius. yang menular melalui percikan ludah yang tercemar. Pencegahan dapat dilakukan denga imunisasi dengan menggunakan vaksinasi polio bahkan dapat eradikasi dengan cakupan polio 100%. Cara penularan melalui droplet atau percikan air ludah. 3.

Masyarakat awam mengenalnya dengan istilah batu kerjan atau batuk seratus hari. mulai dan kadang kadang ikterik. yaitu bayi dan ibu pengidap. kulit akan tampak seperti bersisik. pecandu narkotika. 7. 6. dahi dan menjalar kewajah dan anggota badan selain itu. 5. sedangkan secara horizontal tenaga medis dan paramedic. Gejala yang dapat muncul tidak khas. pemakai jasa atau petugas akupuntur. pekerja laboratorium. Gejala di tunjukkan dengan adanya kemerahan yang mulai timbul pada bagian belakang telinga.Hepatitis B Penyakit infeksi ini di sebabkan oleh virus hepatitis tipe B yang menyerang kelompok resiko secara vertical. dan peneumonia. Komplikasi yang harus di cegah adalah otitis media akut.depkes(2000).Penyebab penyakit infeksi ini adalah virus morbili yang menular melalui droplet. pasien hemodialisis. timbul gejala seperti flu di sertai mata ber air dan kemerahan (konjungtifitis) setelah 3-4 hari. Bahaya dari fertusis adalah pneumonia yang dapat menimbulkan kematian. kemudian setelah hari kesepuluh batuk bertambah berat dan sering kali disertai muntah untuk itu.Pertusis Penyakit infeksi ini disebabkan oleh bordetella fertusis dengan penularan melalui doplet. enteritis. konjungtifitis berat.imunisasi dapat adalah salah satu pencegahan yang dapat dilakukan karena kekebalan dari ibu tidak bersifat proktektif. Imunisasi di berikan pada anak usia 9 bulan dengan rasional kekebalan dari ibu terhadap penyakit campak berlangsung akan hilang sampai hilang 9 bulan. kemerahan mulai hilang dan berubah menjadi kehitaman yang akan tampak bertambah dalam 1-2 miinggu dan apabila sembuh. terlebih pada anak dengan status gizi buruk. Imunisasi hepatitis B di berikan pada bayi 0-11 bulan dengan maksud untuk memutus rantai penularan dari ibu ke bayi.Tetanus . Gejala awal berupa batuk pilek. seperti anoreksia.

remaja. polio.5 Manfaat Imunisasi 1 Untuk anak : mencegah penderitaan yang disebabkan oleh 2 penyakit. pertusis dan tetanus) 4 Polio 5 Campak . manula.6 Sasaran Imunisasi 1 2 3 4 5 Bayi dan anak balita. campak.Penyakit infeksi ini disebabkan oleh mikrio bacterium tetani yang berbentuk spora yang masuk dalam luka terbuka.7 Jenis-jenis Imunisasi Yang diharuskan : 1 BCG ( Basillus Calmette-Guerin ) 2 Hepatitis 3 DPT ( Dipteri. 2. 2. 2. Melindungi tubuh agar tetap sehat Mempertahankan kekebalan tubuh agar tidak mudah terpapar penyakit Melindungi tubuh agar tidak mudah menular terhadap penyakit.4 Tujuan Imunisasi 1 2 3 Mempertinggi daya tahan tubuh agar anak tidak terkena infeksi Mencegah penyakit agar tidak muncul kembali Melindungi bayi dari berbagai penyakit misalnya tuberculosis. menciptakan bangsa yang kuat dan berakal untuk melanjutkan pembangunan bangsa.berkembang biak secara anaerob dan membentuk toksin. anak sekolah. Orang tua. Untuk keluarga : menghilangkan kecemasan dan psikologi pengobatan bila anak sakit. 4 5 6 hepatitis B dan sebagainya. Untuk Negara : memperbaiki tingkat kesehatan. Mendorong pembentukan keluarga apabila orang tua yakin bahwa anak akan menjalani masa kanak- 3 kanak yang nyaman. dan kemungkinan cacat atau kematian. Top management / executive perusahaan Calon jamaah haji / umroh Anda yang akan bepergian keluar negeri 2.

Melarutkan dengan alat suntik steril ( ADS 5 ml ) b. Merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh sejenis bakteri yang berbentuk batang yang disebut Mycobacterium Tubercolosis .Yang dianjurkan : 1 MMR ( Measles / campak. untuk bayi berumur 1thun diberikna sebanyak 0.05 ml d.dan sebagainya b. Kemudian pecah .Efek samping : Imunisasi BCG tidak menyebabkan reaksi yang bersifat umum . Vaksinasi BCG memberikan Kekebalan terhadap penyakit Tubercolosis .Guerin ) Vaksin BCG adalah vaksin untuk mncegah penyakit tubercolosis atau lebih dikenal dengan istilah penyakit TBC . BCG ulang tidak diharapkan karena tingkat keberhasilannya diragukan . Vaksin disuntikan secara intrakutan pada lengan atas . Dosis pemberian : 0. urunkulosis.05 ml. sebanyak 1 kali c. Imunisasi BCG ( Basillis Calmette . Mereka yang sedang menderita TBC . Adanya penyakit kulit yang berat / menahun seperti : eksim. Rubella / campak 2 3 4 jerman ) HIb ( Heamophilus influenza b) Demam Typhoid Hepatitis A Jenis Imunisasi : 1. Vaksin yang sudah dilarutkan harus digunakan sebelum - lewat 3 jam Kontra indikasi : a. Disuntikan secara intrakutan didaerah lengan kanan atas ( insertion musculus deltoideus ) dengan menggunakan ADS 0.005 ml. VAksin BCG diberikan 1 kali sebelum anak berumur 2 bulan . Sebelum disuntikan vaksin BCG harus dilarutkan terlebih : Untuk pemberian bahan aktif dahulu . - Indikasi vaksin BCG - terhadap Tubercolosis Cara pemberian dan dosis : a. setelah 1 sampai 2 minggu akan timbul indurasi dan kemerahan ditempat suntikan yang berubah menjadi pustule. mumps / parotitis.

kemerahan pada tempat penyuntikan . Reaksi ini normal. iritabilits. Kadang kadang terjadi pembesaran kelenjar regional diketiak dan atas leher. - Indikasi - terhadap difteri. 2. Disuntikan secara intramuskuler dengan dosis pemberian 0. pertsis. tidak memerlukan pengobatan dan akan menghilang dengan sendirinya.menjadi luka. DPT diberikan sebanyak 3 kali. dosis selanjutnya diberikan dengan intervalpaling cepat 4 minggu - ( 1bulan ) Kontra Indikasi : Gejala gejala keabnormalan otak pada periode bayi baru lahir atau gejala serius keabnormalan pda saraf merupakan kontra indukasi pertusis.5 ml sebanyak 3 dosis c. akan sembuh secara spontan dan meninggalkan tanda parut. Efek samping : Gejala yang dapat bersifat sementara seperti : Lemas. Luka tidak perlu pengobatan . dan tetanus Cara pemberian dan dosis : a. dan untuk meneruskan - imunisasinya dapat diberikan DT. Anak yang mengalami gejala parah pada dosis pertama. dan meracau yang biasanya terjadi 24jam setelah imunisasi 3. terasa padat. b. Dosis pertama diberikan pada umur 2 bulan. Imunisasi DPT ( Dipteri Pertusis Tetanus ) Adalah vaksin yang terdiri dari toxid difteri. Kadang terjadi gejala berat seperti demam tinggi. dan tetanus yang dimurnikan serta bakteri pertusis yang telah diinaktifkan. komponen pertusis harus dihindarka pada dosis kedua. yaitu pada saat anak berumur 2 bulan. 3 bulan dan 4 bulan. Demam. Imunisasi DT ( difteri Tetanus ) . Sebelum digunakan vaksin harus dikocok terlebih dahulu : Untuk pemberian kekebalan secara simultan agar gar seuspense menjadi homogeny. tidak sakit menimbulkan demam.

5 ml. .Vaksin DT adalah vaksin yang mengandung toxoid difteri dan tetanus yang telah dimurnikan. . b. Imunisasi TT ( tetanus toxoid ) Adalah vaksin yang mengandung toxoid tetanus yang telah dimurnikan dan teradsorrbsi kedalam 3 mg/ml aluminium fosfat dipergunakan untuk mencegah tetanus pada bayi yang baru lahir dengan mengimunisasi WUS (wanita usia subur) atau bukil. In di ka si : un tu k pe m be ria .Indikasi : Untuk pemberian kekebalan simultan terhadap - difteri dan tetanus Cara pemberian dan dosis : a. dan juga untuk pencegahan tetanus pada ibu bayi.Konta indikasi : Gejala-gejala berat karena dosis pertama DT.Efek samping : Gejala-gejala seperti lemas dan kemerahan pada lokasi suntikan yang bersifat sementara dan kadang-kadang demam. 4. . Sebelum digunakan vaksin harus dikocok terlebih dahulu agar suspense menjadi homogeny. Disuntikan secara intramuskular atau subkutan dengan dosis pemberian 0. dianjurkan untuk anak usia dibawah 8 tahun.

Ca ra pe m be ria n da n do sis : a.n ke ke ba la n ak tif ter ha da p tet an us. dengan . b. Untuk mencegah tetanus / tetanus neonatal terdiri dari 2 dosis primer yang disuntikkan dengan intramuscular atau subkutan dalam. Sebelum digunakan vaksin harus dikocok terlebih dahulu agar suspense menjadi homoge.

dosis pemberian 0. K on tra in di ka si : ge jal age jal a be rat ka re na do sis pe rta m a TT . . Dilanjutkan dengan dosis ketiga setelah 6 bulan berikutnya. maka dianjurkan diberikan 5 dosis. Untuk mempertahankan kekebalan terhadap tetanus pada wanita usia subur.5 ml dengan interval 4 minggu.

5. Imunisasi Polio .- E fe k sa m pi ng : ef ek sa m pi ng jar an g ter ja di da n be rsi fat rin ga n.

muntah-muntah. Gejala polio yaitu : demam. - In di ka si va ksi n po lio : un tu k pe m be ria n ke ke ba la n ak tif ter ha . sakit kepala. rasa kaku pada leher dan rasa sakit pada kaki dan lengan.Polio adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan selalu menyerang anak-anak dibawah usia 5 tahun. rasa lelah.

II. dan IV ) dengan interval setiap dosis minimal 1 bulan b. Setiap membuka vial yang baru harus menggunakan penetes yang baru. Diberikan secara oral ( melalui mulut ). 1 dosis 2 tetes sebanyak 4 kali pemberian ( polio I. C ar a pe m be ria n da n do sis : a. III. - K on tra in di ka .da p po lio m ye liti - s.

si : pa da in di vi du ya ng m en de rit a im un ed efi cie nc y tid ak ad a ef ek ya ng be rb .

ah ay a ya ng ti m bu l ak ib at pe m be ria n im un isa si po lio pa da an ak ya ng se da .

6. Imunisasi Campak . Ef ek sa m pi ng : pa da u m un ya tid ak ter ja di ef ek sa m pi ng .ng sa kit - .

pada usia 9 – 11 bulan. Dan ulangan (booster) pada usia 6-7 tahun. .Kontra indikasi : Individu yang menderita immunodeficiency atau individu yang menderita gangguan respon imun karena leukemia.Efek samping : hingga 15% pasien dapat mengalami demam ringan dan kemerahan selam 3 hari yang dapat terjadi 8-12 hari setelah vaksinasi.Indikasi : untuk pemberian kekebalan aktif pada penyakit campak.Cara pemberian dan dosis : a. b. .. limfoma. Sebelum disuntikkan vaksin campak terlebih dahulu harus dilarutkan dengan pelarut steril yang telah tersedia yang berisi 5 ml cairan pelarut. . .5 ml disuntikkan secara subkutan pada lengan kiri atas. Dosis pemberian 0.

Tercapainya target Universal Child Imunization yaitu cakupan imunisasi lengkap minimal 80% secara merata pada bayi 100% - desa/kelurahan pada tahun 2010. Tercapainya reduksi campak ( RECAM ) pada tahun 2006. Eradikasi pada tahun 2008. Tujuan umum Turunnya angka kesakitan. Program imunisasi demam kuning Memberikan kekebalan efektif bagi semua orang yang melakukan perjalanan berasal dari atau ke Negara endemis demam kuning sehingga dapat mencegah masuknya penyakit demam kuning ke Indonesia. 2. Tujuan Khusus a. d. Tercapainya Eliminasi tetanus Maternal dan Neonatal ( insiden dibawah 1 per 1000 kelahiran hidup dalam 1 tahun ) pada tahun 2008. b. Program Imunisasi Meningitis Meningokokus Memberikan kekebalan tubuh terhadap penyakit meningitis meningokokus tertentu. Program Imunisasi Rabies Menurunkan angka kematian pada kasus gigitan hewan penular rabies.1 Tujuan 1. c.BAB III PROGRAM NASIONAL IMUNISASI 3. Program Imunisasi . . kecacatan akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi ( PD3I ).

c. pneumococcus. difteri. Program imunisasi meningitis meningokokus Seluruh calon jamaah haji dan umroh. AIDS. berasal dari Negara atau ke Negara yang dinyatakan endemis demam kuning . 2. pneumonia. meningitis meningokokus. polio. rubella. Sasaran : a. HIV. escephalitis. campak. influenza akan ditetapkan sendiri. pertusis. petugas PPIH ( Panitia penyelanggaran ibadah haji ) tim kesehatan haji Indonesia dan petugas kesehatan embarkasi. Jenis-jenis penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi ( PD3I ) Jenis penyakit yang dapat di cegah melalui pemberian imunisasi meliputi penyakit menular tertentu. influenza. DBD. varisela. yellow fever.3. Jenis-jenis penyakit menular tertentu sebagaimana dimaksud meliputi antara lain tuberculosis.2 Sasaran 1. hepatitis A dan B. Program imunisasi demam kuning Semua orang yang melakukan perjalanan kecuali bayi dibawah 9 bulan dan ibu hamil trimester pertama. Program imunisasi 1) Sasaran berdasarkan usia yang di imunisasi a) Imunisasi rutin : o Bayi ( di bawah 1 tahun ) o Wanita usia subur ( WUS ) ialah wanita berusia 15-39 tahun termasuk bumil dan calon pengantin o Anak usia sekolah tingkat dasar 2) Sasaran berdasarkan tingkat kekebalan yang ditimbulkan a) Imunisasi dasar : bayi b) Imunisasi lanjutan : anak usia sekolah tingkat dasar dan WUS 3) Sasaran wilayah/lokasi :seluruh desa atau kelurahan di wilayah Indonesia b. Jenis-jenis penyakit lain yang dapat dicegah melalui pemberian imunisasi antara lain malaria. a. b. rabies. kolera. tifus abdominalis.

Menjamin ketersediaan dan kecukupan vaksin.Membangun kemitraan dan jajaring kerja . 3.Memanfaatkan perkembangan metoda dan teknologi yang lebih efektif. swasta dan masyarakat dengan mempertahankan prinsip keterpadauan antara pihak terkait - Mengupayakan pemerataan jangkauan pelayanan imunisasi baik terhadap sasaran masyarakat maupun sasaran wilayah.Menyeapkan system pemantauan wilayah setempat (PWS) untuk menentukan prioritas kegiatan serta tindakan perbaikan . peralatan rantai vaksin dan alat suntik .d. berkualitas.Pelayanan imunisasi di laksanakan oleh tenaga professional / terlatih .Pelaksanaan sesuai dengan standar . Kebijakan - Penyelenggaraan imunisasi di laksanakan oleh pemerintah. Strategi .Memberikan aksen (pelayanan) kepada masyarakat dan swasta . rawan penyakit KLB.Meningkatkan advokasi. fasilitas dan pembinaan. dan efisien . dan daerah-daerah sulit secara geografis b. - Mengutamakan kualitas pelayanan yang bermutu - Mengupayakan kesenambungan penyelenggaraan melalui perencanaan program dan anggaran terpadu - Perhatian khusus di berikan untuk wilayah rawan social. Program imunisasi a. .3 Kebijakan dan Strategi 1. Program imunisasi rabies Sasaran vaksin di tujukan pada 100% kasus gigitan yang seriindikasi rabies.

1 Sasaran Utama Sasaran utama program imunisasi adalah tercapainya Universal Child Immunization ( UCI ) di setiap kelurahan yaitu berupa tercapainya cakupan .BAB IV PROGRAM IMUNISASI PUSKESMAS KEC. PASAR REBO 4.

dan Campak sebelum anak berusia 1 tahun. 1 Imunisasi dapat diperoleh di :  Di puskesmas / K I A  Sekolah / BIAS . dokter praktek . HB3.  Rumah sakit. Polio. yang terdiri dari : . BALKESMAS 4.TT Bias Campak dilaksanakan setiap tahun pada bulan April dengan sasaran semua murid SD / MI / sederajat kelas I.  Balai Pengobatan .III 2) BIAS DT TT dilaksanakan pada bulan Oktober 2011 3) Imunisasi TT WUS BAB V ANALISA MASALAH 1.immunisasi lengkap. minimal 90% yaitu DPT. II.1 Keadaan Wilayah Di wilayah Kecamatan Pasar Rebo terdapat enam puskesmas.  Posyandu .  Bidan.2 Program Imunisasi 1) Kegiatan BIAS Campak & DT .

55 Ha 4. 73 Ha Jumlah 1. Batas Wilayah . Kalisari 289. 70 Ha. 57 Ha 3. Baru 188. Pekayon 317. Luas Wilayah 1. Cijantung 238. 70 Ha 2. Gedong 263. 45 Ha 5.297.297. 40 Ha 2.♦ Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo ♦ Puskesmas Kelurahan Kalisari ♦ Puskesmas Kelurahan Pekayon ♦ Puskesmas Kelurahan Cijantung ♦ Puskesmas Kelurahan Baru ♦ Puskesmas Kelurahan Gedong 1. dengan perincian luas perkelurahan sebagai berikut: N KELURAHAN LUAS ( Ha ) O 1.

.493 2 Cijantung 42. Jakarta Timur Sebelah Barat……………….Kabupaten Bogor. Jakarta Timur Sebelah Selatan……………… .232 jiwa.Sebelah Utara………………… Kecamatan Kramat Jati.106 189.2 Kependudukan Jumlah Penduduk Kecamatan Pasar Rebo pada tahun 2011 adalah 189. Jawa Barat Sebelah Timur…………………Kecamatan Ciracas. Jakarta Selatan 5.400 4 Kalisari 41.232 Jumlah penduduk berdasarkan golongan umur dapat dilihat pada table berikut: .497 5 Pekayon Jumlah 43. rincian jumlah penduduk Kecamatan Pasar Rebo adalah sebagai berikut : No Kelurahan Jumlah 1 Gedong 38.736 3 Baru 23.Kecamatan Pasar Minggu.

121 3.601 117 12 2 Cijantung 12.976 3. RT.103 3.201 3.505 11.055 11.940 18.933 20.650 524 54 Jumlah 5.322 102 11 5 Pekayon 8.409 1.910 1.022 PEREMPUAN 15-44 45-64 12 13 11.393 3.N O 1 1 2 3 4 5 JUMLAH PENDUDUK KELURAHA N 2 PEKAYON KALISARI BARU CIJANTUNG GEDONG 0-4 4 2.968 3.439 10.674 3.137 1.778 11.116 >=65 8 399 480 215 494 546 JML 9 22.296 6.611 20.789 21.527 3.661 5-14 11 3. Kecamatan Pasar Rebo Tahun 2011 N KELURAHAN O KK RT RW 1 Gedong 11.347 2.591 6.594 2.217 1.621 1. RW.442 11.085 80 10 4 Kalisari 12.029 1.715 11.947 1.652 0-4 10 2.463 3.890 109 11 3 Baru 8.054 LAKI-LAKI 15-44 45-64 6 7 12.782 2.500 11.815 5-14 5 3.3 Ketercapaian Program >=65 14 409 441 207 476 628 JML 15 20.354 3.796 19.173 21.937 1.685 3.265 3.841 .061 3.509 3.165 11.021 Jumlah KK.029 1.752 116 10 53.

TT dengan hasil pencapaian sebagai berikut : KELURAHAN Gedong Cijantung Baru Kalisari Pekayon Kecamatan PENCAPAIAN 99% 88% 97% 90% 99% 98% 2.1 Kesimpulan Di indonesia banyak jenis-jenis penyakit menular tertentu sebagaimana dimaksud meliputi antara lain tuberculosis. Imunisasi TT WUS Hasil pencapaian TT WUS sebagian besar sudah lebih dari 90% BAB VI PENUTUP 6. BIAS DT TT dilaksanakan pada bulan Oktober 2011 dengan hasil : KELURAHAN Gedong Cijantung Baru Kalisari Pekayon Kecamatan DT (%) 94 81 96 98 88 91 TT (%) 98 93 98 98 99 98 3. campak. difteri.1. Kegiatan BIAS Campak & DT . .

rabies. meningitis meningokokus. pneumococcus. pneumonia. rubella. influenza. yellow fever. Apabila imunisasi dapat berjalan dengan baik maka angka kesakitan dapat menurun. tifus abdominalis. serta memberi informasi kepada bumil dan ibu tentang pentingnya di imunisasi agar tercipta indonesia sehat. encephalitis. Selama tahun 2012 program imunisasi di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo. varisela. Disebabkan oleh indonesia memiliki 2 iklim yaitu kemarau dan penghujan. 6.2 Saran  Diharapkan makalah ini dapat menjadi salah satu bacaan untuk menambah  wawasan tentang imunisasi Hendaknya petugas kesehatan yang memberikan imunisasi dapat melaksanakan program – program imunisasi dengan baik. kolera. dan kecatatan akibat penyakit yang dapat dicegaah. dan kondisi lingkungan yang kurang mendukung.polio. serta padatnya penduduk. ketercapaian program hampir mencapai 100%. hepatitis A dan B. . dengan cara melakukan imunisasi dengan benar dan tepat.