You are on page 1of 5

Tugas Mata Kuliah Teori Televisi dan Film

Nama : Kulsa Angelo
NIM : 1410094132
Kelas : Televisi B 2014
A. Film Surealisme
Surealisme itu sendiri merupakan semangat seni atau bentuk estetika yang terdapat
dalam karya seni. Dalam pendekatan surealisme ini adalah gambaran mengenai seni yang
berbentuk pada ketidaksadaran dari realitas manusia. Sehingga pada gambaran seni
surealisme ini memiliki bentuk artistik yang keluar dari kaidahkaidah rasionalitas yang ada
pada kenyataan manusia. Pada film Banyu Biru karya Teddy Soeriatmadja ini banyak
menampilkan visualvisual yang simbolis tentang cerita yang terdapat di dalam film tersebut.
Beberapa adegan dalam film ini seperti ketika tokoh Banyu berada di perahu pada sebuah
laut, merupakan bentuk simbolis dari kesadaran seorang Banyu yang berada pada masa
lalunya. Pada film ini pun banyak model penyajian cerita yang tidak linier atau tidak
memiliki sekuen yang logis, sehingga mengajak para penonton untuk berpikir dan bertekateki
tentang maksud cerita dalam film ini. Berkaitan dengan penggambaran diatas, maka
penelitian ini berminat untuk mengambil tema tentang surealisme yang terdapat dalam film
Banyu Biru karya Tedy Soeriatmadja. Penelitian ini adalah untuk mengkaji alur cerita
surealisme yang terkandung pada film Banyu Biru, sehingga pada penelitian ini diberikan
peluang yang sebesarnya untuk melakukan interpretasi. Sedangkan Pendekatan yang dipakai
dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian
deskriptif merupakan penelitian yang memaparkan situasi dan peristiwa. Bogdan dan Tylor
mendefinisikan metode kualitatif sebagai prosedur yang menghasilkan data deskriptif berupa
katakata tertulis/lisan dari orangorang dan perilaku yang diamati (Moleong, 2000:3). Pada
penggambaran film Banyu Biru ini, Banyu mengalami halusinasi dan tibatiba berada dalam
dunia dimana ia sedang mencari ayahnya. Penggambaran Banyu yang terhalusinasi dalam
film diungkapkan melalui adanya adegan para orangorang di kantor dan disekeliling Banyu
yang sedang menari. Kemudiaan dalam film Banyu Biru ini banyak terdapat tokohtokoh yang
fiktif yang secara rasional sangat tidak logis ditemukan dalam dunia nyata. Adanya tokoh
fiktif tersebut misalnya adalah adanya tokoh Tukang Warung yang sangat tidak rasional
menggambarkan karakter preman, kemudiaan dalam perjalanan mencari sang ayah, Banyu
bertemu dengan teman lamanya bernama Arif. Karakter tokoh Arif ini adalah gambaran
tentang panduan antara wanita dan pria (waria), pada narasi film digambarkan bahwa Arif
adalah seorang teman yang sangat bijak yang banyak memberikan inspirasi kepada Banyu
tentang makna hidup dan cinta kepada seseorang. Selanjutnya tokoh fiktif lainnya adalah
pemilik dan pengemudi kapal sebagai alat transportasi Banyu untuk menemui ayahnya. Dari
beberapa gambaran tokoh dan kemudian alur cerita pada film ini, banyak mengungkapkan
ketidakrasionalan yang menjadi sebuah bentuk surealisme sebagai karakter yang terdapat
dalam film. Berdasarkan rumusan masalah yang telah ditetapkan, maka bisa di tarik
kesimpulan sebagai berikut: Penggambaran makna mengenai surealisme pada film Banyu

dan dapat mengimitasi kenyataan (dalam kacamata para realis) C. Dengan mengijinkan beberapa gerakan untuk dikomposisikan dalam satu shot yang sama. Properti spesifik dari film adalah representasi fotografiknya tentang kenyataan. Film Realisme Tradisi klasik biasanya dibagi ke dalam dua tradisi besar. Bagi realis seperti kritikus film dari perancis Andre Bazin. B.Biru karya Tedi Soeriatmaja diungkapkan melalui alur cerita dan adegan yang bersifat tidak liner serta para tokohyang sangat fiktif. pengambilan kamera yang lama dan mendalam adalah elemen dari gaya film yang menyadari properti spesifiknya untuk menimitasi kenyataan. Kesimpulannya Film Surealisme adalah film yang banyak menerapkan unsur-unsur simbolik ataupun semiotika. Sehingga gambaran akan kenyataan tokoh Banyu dalam film ini adalah kenyataan yang berasal dari gambarangambaran simbolis akan harapan dan keinginannya dalam hidup. para realis membantah bahwa kemampuan film untuk mengimitasi kenyataanlah yang menjadikannya bentuk seni. Menggunakan dua teknik ini. Tradisi formalis muncul pertama kali dengan tulisan Hugo Munsterberg di tahun 1916 (The Photoplay:A Psychological Study) dan mencapai kematangan dalam teoriteori Sergei Eisenstein (1898-1948). deep focus sinematografi disesuaikan dengan kebutuhan akan editing. dan mendukung penggunaan pengambilan yang berdurasi lama. sehingga kebanyakan dari film surealisme lebih susah dipahami daripada film realisme. tradisi realis dimulai oleh karya Siegfried Kracauer di tahun 1947 (From Caligari to Hitler:A Psychological History of the German Film) yang disusul oleh karya seminal. namun memiliki kesamaan secara makna. yakni tradisi formalis dan tradisi realis. pembuat film akan mampu untuk membangun unit spasial dan temporal dari sebuah adegan. Film Neo-realisme Istilah neorealisme diberikan oleh para kritikus film Italia pada tahun 1940-an untuk menyebut karya para pembuat film muda yang melawan kecenderungan film-film pada masa . Sebaliknya. Kemudian representasi dan gambaran mengenai surealisme dalam film Banyu Biru ini juga terlihat secara subyektif melalui tokoh utama bernama Banyu yang menggambarkan tentang karakter manusia yang dalam kesadaran akan kenyataannya banyak dipengaruhi oleh alam bawah sadar akan impiannya. film harus benar-benar mengimitasi secara tepat pengalaman hidup sehari-hari. Sehingga dalam proses penceritaan dalam film Banyu Biru banyak adegan yang saling terpisah antara satu dengan yang lain. Dengan kutub oposisinya dengan kaum formalis. Theory of Film:The Redemption of Physical Reality pada tahun 1960 Kaum realis meyakini bahwa dalam perekaman kejadian-kejadian secara otomatisnya.

Kemudian penggunaan kamera dan editing yang merupakan elemen krusial dalam bahasa gambar bergerak. Keruntuhan ini dipicu salah satunya oleh Perang Dunia II yang bagi Italia dimulai sejal tahun 1940 dan berakhir hingga bulan Juni 1944 untuk wilayah sekitar Roma (daerah Italia tengah-selatan dan yang lain. Neorealisme banyak memotret kenyataan sosial. Pada akhir periode Perang Dunia II terjadi perubahan yang radikal dalam pranata budaya dan sosial di Italia. Industri film Italia mengalami kehancuran karena hancurnya infrastruktur dan peralatan produksi. melarat. dan Vittorio De Sica berkarya secara produktif dengan gaya neorealis. disyuting langsung di lokasi. Walaupun mempunyai ide untuk mengadaptasi kenyataan. Walaupun semua film standar hollywood berbasis disekitar plot atau ide naratif dan mengandung bermacam-macam adegan yang berkontribusi pada keseluruhan cerita. semua harus dimulai lagi dari awal. Setelah banyak membahas tentang realitas yang dimunculkan secara langsung dalam Neorealisme italia. pengangguran dan kesulitan eksistensial hidup sehari-hari. di level fundamentalnya semua film dapat digarap hanya dengan dua dasar building blocks : shots dan cut. namun berbeda dengan neorealisme italis. Dapat dipahami. Kehadiran film-film neorealisme dianggap dimulai dari film Luchino Visconti. Para pembuat film neorealisme membuat film berdasarkan plot yang berasal dari kehidupan riil. dan hampir tidak menggunakan efek khusus (special effects). akhir masa ini adalah pada tanggal 25 April 1945). dengan otentisitas visual. Tujuan utama dari film-film mainstream hollywood adalah untuk menyuguhkan cerita kepada penikmat film. Setelah berkuasa sejak tahun 1923. Ossessione (1942). hollywood menggunakan studio dan setting buatan dalam pengambilan gambar. banyak mengangkat tema-tema kemiskinan. pembuat film lain seperti Roberto Rossellini. dan keputusasaan. karena realisme klasik hollywood mementingkan estetisme dalam pembuatan film. cameraworks tidak aneh-aneh. tanpa make up. Neorealisme berusaha memperlihatkan realita/kenyataan seperti yang dialami oleh masyarakat kelas bawah Italia. Lahirlah sinema Italia yang kemudian dikenal di seluruh dunia sebagai sinema Neorealisme. seperti film Toni (1935) karya Jean Renoir dan film 1860 (1934) yang disutradari Alessandro Blassetti. Konteks politik Italia saat itu adalah kondisi pasca-fasisme dan perang yang membuat Italia terpecah-belah. kemiskinan.diktator Mussolini (film-film telefono bianco). yang dialami oleh banyak orang Italia saat itu. yakni film-film neorealis. film-film yang muncul pada era ini. semua harus dibangun kembali. Tema-tema yang diangkatnya tidak melulu tentang kesedihan maupun tema gelap lainnya. diktaktor Benito Mussolini akhirnya runtuh. Kehadiran neorealisme dianggap mendapat pengaruh dari gerakan verismo (realisme) dalam bidang sastra dan film-film poetic realism. Film ini bercerita tentang seorang pengangguran yang terjebak dalam skenario pembunuhan terhadap suami perempuan yang dicintainya. Semenjak Ossessione. . babak belur. Michelangelo Antonioni. mari kita membandingkan dengan realisme klasik Hollywood.

Bahkan hingga kemerdekaan. rejim berkuasa Jokowi-JK akan terus melanjutkan secara maksimal kondisi perfilman yang sangat memprihatinkan di Indonesia. Tentunya untuk terus memastikan hegemoni penindasan dan penghisapan yang dijalankan. Bahkan film-film dari negara Imperialisme khususnya AS dipasaok secara besar-besaran ke Indonesia. Tanah Surga Katanya” yang menceritakan kondisi tentang kehidupan masyarakat perbatasan dengan Malaysia yang serba kekurangan. Contohya Film yang bertemakan kondisi penghisapan di wilayah timur khususnya Papua seperti Film “Tanah Mama. Seperti. Sehingga wajar rakyat Indonesia sangat mendambakan Sylvester Stallone dalam Film Rambo sebagai tentara AS yang melawan rakyat Vietnam. ”Temani aku bunda. Nilai feodal dan penyembahan terhadap negara maju (imperialisme telah ditanamkan kuat). Sesungguhnya telah terkuak bahwa sejak Belanda menjajah di Indonesia mereka telah menanamkan dunia perfilman yang berorientasi alat legitimasi dalam kebudayaan dan komersil. Tanah surga katanya dan lain-lain”. . Demikian pula cerita Film tentang “Batas.tetapi lebih ke kenyataan yang diidealkan oleh masyarakat. Kondisi perfilman di Indonesia saat ini masih menyuguhkan nilai-nilai yang anti kenyataan yang tidak sama sekali mencerdaskan kenyataan. Sementara yang menceritakan kondisi buram pendidikan di Indonesia juga masih dapat dihitung dengan nyali. Sementara itu. Padahal itu adalah skema bagaimana AS menanamkan nilai-nilai inlander ke seluruh dunia melalui produksi perfilman untuk menunjukkan bahwa mereka adalah Negara Super power dan tentara dunia yang harus menjadi kiblat dunia khususnya Indonesia. sedikit film dan dokumenter di Indonesia yang menggambarkan wawasan yang mengangkat kondisi objektif rakyat Indonesia. perkembangan film-film di Indonesia banyak yang diproduksi untuk menjauhkan rakyat. Film Imperealisme Dominasi imperialisme AS dan feodalisme di Indonesia menjadikan perfilman rakyat Indonesia terus mengalami degradasi dan keterbelakangan. Denias Senandung di Atas Awan. Mentari dari Ufuk Timur. Laskar pelangi. Tanah air Beta”. menyampaikan cara hidup rakyat Amerika sambil menyelipkan nilai-nilai yang mereka yakini seperti kemandirian dan demokrasi di negara tersebut.

kita sebagai pemuda mahasiswa sudah saatnya mampu berlahan-lahan memproduksi berbagai Film atau dokementer yang bertemakan kondisi objektif rakyat yang mendidik. Sehingga Film-film Indonesia bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kondisi objektif rakyat dari setiap alur cerita yang disuguhkan.Saat ini kondisi perfilman di Indonesia telah dirongrong dengan perkembangan Industri perfilman yang sangat mengiurkan bagi para pengusaha besar. persatuan rakyat Indonesia. Berbagai Film hanya bertemakan cinta anak muda yang membuat alam berpikir rakyat menjadi terbelakang dan tidak berealita. di Hollywood misalnya dengan RAMBO. sebagai usaha mewujudkan film yang berkualitas dan mendidik. Maka. kita harus mampu mengkampanyekan penolakan atas film-film di Indonesia yang menjauhkan rakyat dari kenyataan hidupnya dan tidak mendidik. Setiap hari stasiun Televisi menyuguhkan Film-film baik cinema maupun sinetron semacam FTV yang membuat rakyat khususnya anak muda terbuai akan mimpi-mimpi cinta maupun kemewahan hidup. Kesimpulannya Film Imperealisme adalah film yang berisi banyak persuasi dan bermaksud untuk mempengaruhi penonton. sehingga dunia akan mengakui bahwa America (Hollywood) adalah yang terhebat. terbaik. dengan cara menampilkan yang hebat-hebat dari negaranya. Film harus mampu dijadikan sebagai alat kebudayaan yang memajukan kesadaraan rakyat. Oleh karena itu. tercanggih. SUPERMAN. dengan TRANSCENDENT. American is Undefeated! . dan bahkan bekerjasama dengan produksi film internasional seperti Hollywood yang mempunyai kepentingan komersil dan penanaman nilai kebudayaan liberal atau keagungan AS di seluruh dunia khususnya Indonesia. BATMAN. SPIDERMAN. Sehingga Film-film di Indonesia bertemakan ilusi yang jauh dari kenyataan dan tidak mendidik. khususnya pekerja seni film Indonesia harus berusaha keras untuk mengubah kondisi perfilman di Indonesia yang tidak mendidik dan menjauhkan rakyat dari kenyataan. Di sisi lain. HER DLL semua yang canggih-canggih dari America. FANTASTIC 4 semua yang kuat-kuat dari Amerika.