You are on page 1of 16

LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI TUMBUHAN

ANALISA VEGETASI
‘‘METODE KUADRAT’’

OLEH
MILIANTI (F1071141013)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2016

BAB I

A. LATAR BELAKANG
Lingkungan merupakan hal yang paling penting untuk dilindungi dan dijaga
kelestariannya karena merupakan tempat dimana seluruh makhluk hidup tinggal. Baik
manusia, hewan maupun tumbuhan serta faktor biotik dan abiotik sebagai
pendukungnya. Terdapat berbagai ilmu yang mempelajari tentang lingkungan dan
salah satunya adalah ekologi.Analisa vegetasi adalah cara mempelajari susunan
(komponen jenis) dan bentuk (struktur) vegetasi atau masyarakat tumbuh-tumbuhan.
Pengamatan parameter vegetasi berdasarkan bentuk hidup pohon, perdu, serta herba.
Suatu ekosistem alamiah maupun binaan selalu terdiri dari dua komponen utama
yaitu komponen biotik dan abiotik. Vegetasi atau komunitas tumbuhan merupakan
salah satu komponen biotik yang menempati habitat tertentu seperti hutan, padang
ilalang, semak belukar dan lain-lain. Struktur dan komposisi vegetasi pada suatu
wilayah dipengaruhi oleh komponen ekosistem lainnya yang saling berinteraksi,
sehingga vegetasi yang tumbuh secara alami pada wilayah tersebut sesungguhnya
merupakan pencerminan hasil interaksi berbagai faktor lingkungan dan dapat
mengalami perubahan drastis karena pengaruh anthropogenik.
Prinsip penentuan ukuran plot adalah plot dibuat dari ukuran terkecil hingga
pada ukuran terbesar dengan spesies yang bervariasi dari satu plot ke plot yang lain
sampai pada tidak ada lagi keanekaragaman spesies.

B. TUJUAN
Untuk mengetahui komposisi jenis, peranan, penyebaran, dan struktur dari suatu
tipe vegetasi yang diamati.
C. PERMASALAHAN MASALAH
agaimana komposisi jenis, peranan, penyebaran, dan struktur dari suatu tipe
vegetasi yang diamati.

BAB II

KAJIAN TEORI
Metode kuadran umunya dilakukan bila vegetasi tingkat pohon saja yang
jadi bahan penelitiaan. Metode ini mudah dan lebih cepat digunan untuk
mengetahui komposisi, dominasi pohon dan menksir volumenya (Natassa,
dkk, 2010).
Vegetasi merupakan kumpulan tumbuh-tumbuhan biasanya terdiri dari
beberapa jenis yang hidup bersama-sama pada suatu tempat. Dalam
mekanisme kehidupan bersama tersebut terdapat interaksi yang erat baik
diantara sesama individu penyusun vegetasi itu sendiri maupun dengan
organisme lainnya sehingga merupakan suatu sistem yang hidup dan tumbuh
serta dinamis (Natassa, dkk, 2010).
Analisa vegetasi adalah cara mempelajari susunan (komponen jenis) dan
bentuk (struktur) vegetasi atau masyarakat tumbuh-tumbuhan. Hutan
merupakan komponen habitat terpenting bagi kehidupan oleh karenanya
kondisi masyarakat tumbuhan di dalam hutan baik komposisi jenis tumbuhan,
dominansi spesies, kerapatan nmaupun keadaan penutupan tajuknya perlu
diukur. Selain itu dalam suatu ekologi hutan satuan yang akan diselidiki
adalah suatu tegakan, yang merupakan asosiasi konkrit (Natassa, dkk, 2010).
Beberapa metodologi yang umum dan sangat efektif serta efisien jika
digunakan untuk penelitian, yaitu metode kuadrat, metode garis, metode
tanpa plot dan metode kwarter. Akan tetapi dalam praktikum kali ini hanya
menitik beratkan pada penggunaan analisis dengan metode kuadrat (Surasana,
1990).
Metode kuadrat, bentuk percontoh atau sampel dapat berupa segi empat
atau lingkaran yang menggambarkan luas area tertentu. Luasnya bisa
bervariasi sesuai dengan bentuk vegetasi atau ditentukan dahulu luas
minimumnya. Untuk analisis yang menggunakan metode ini dilakukan
perhitungan terhadap variabel-variabel kerapatan, kerimbunan, dan frekuensi
(Surasana, 1990).

Metode kuadrat mudah dan lebih cepat digunakan untuk mengetahui
komposisi, dominansi pohon dan menaksir volumenya. Metode ini sering
sekali disebut juga dengan plot less method karena tidak membutuhkan plot
dengan ukuran tertentu, area cuplikan hanya berupa titik. Metode ini cocok
digunakan pada individu yang hidup tersebar sehingga untuk melakukan
analisa denga melakukan perhitungan satu persatu akan membutuhkan waktu
yang sangat lama, biasanya metode ini digunakan untuk vegetasi berbentuk
hutan atau vegetasi kompleks lainnya. Beberapa sifat yang terdapat pada
individu tumbuhan dalam membent Para pakar ekologi memandang vegetasi
sebagai salah satu komponen dari ekosistem, yang dapat menggambarkan
pengaruh dari kondisi-kondisi faktor lingkungn dari sejarah dan pada fackorfaktor itu mudah diukur dan nyata. Dengan demikian analisis vegetasi secara
hati-hati dipakai sebagai alat untuk memperlihatkan informasi yang berguna
tentang komponen-komponen lainnya dari suatu ekosistem (Andrie, 2011).
Kelimpahan setiap spesies individu atau jenis struktur biasanya
dinyatakan sebagai suatu persen jumlah total spesises yang ada dalam
komunitas, dan dengan demikian merupakan pengukuran yang relatife.
Secara bersama-sama, kelimpahan dan frekuensi adalah sangat penting dalam
menentukan struktur komunitas (Michael, 1994).
Sistem Analisis dengan metode kuadrat:
Kerapatan, ditentukan berdasarkan jumlah individu suatu populasi jenis
tumbuhan di dalam area tersebut. Kerimbunan ditentukan berdasarkan
penutupan daerah cuplikan oleh populasi jenis tumbuhan. Dalam praktikum
ini, khusus untuk variabel kerapatan dan kerimbunan, cara perhitungan yang
dipakai dalam metode kuadrat adalah berdasarkan kelas kerapatan dan kelas
kerimbunan yang ditulis olehBraun Blanquet (1964). Sedangkan frekuensi
ditentukan berdasarkan kekerapan dari jenis tumbuhan dijumpai dalam
sejumlah area sampel (n) dibandingkan dengan seluruh total area sampel yang
dibuat (N), biasanya dalam persen (%) (Surasana, 1990)..
Keragaman spesies dapat diambil untuk menanadai jumlah spesies
dalam suatu daerah tertentu atau sebagai jumlah spesies diantara jumlah total

individu dari seluruh spesies yang ada. Hubungan ini dapaat dinyatakan
secara numeric sebagai indeks keragaman atau indeks nilai penting. Jumlah
spesies dalam suatu komunitas adalah penting dari segi ekologi karena
keragaman spesies tampaknya bertambah bila komunitas

menjadi makin

stabil (Michael, 1994).
Nilai penting merupakan suatu harga yang didapatkan dari penjumlahan
nilai relative dari sejumlah variabel yangb telah diukur (kerapatan relative,
kerimbunan relative, dan frekuensi relatif). Jika disususn dalam bentuk rumus
maka akan diperoleh:
Nilai Penting = Kr + Dr + Fr
Harga relative ini dapat dicari dengan perbandingan antara harga suatu
variabel yang didapat dari suatu jenis terhadap nilai total dari variabel itu
untuk seluruh jenis yang didapat, dikalikan 100% dalam table. Jenis-jenis
tumbuhan disusun berdasarkan urutan harga nilai penting, dari yang terbesar
sampai yang terkecil. Dan dua jenis tumbuhan yang memiliki harga nilai
penting terbesar dapat digunakan untuk menentukan penamaan untuk vegetasi
tersebut (Surasana, 1990).

BAB III
METODOLOGI

A.

WAKTU DAN TEMPAT
Praktikum “Metode Kuadrat” dilaksanakan pada:
Hari / Tanggal : Selasa, 18 Oktober 2016

B.

Pukul

: 15.30- Selesai

Tempat

: Laboratorium P.Biologi FKIP UNTAN

ALAT DAN BAHAN
Alat yang digunakan dalam “Metode Kuadrat” adalah meteran 1 buah,
pancang 20 buah, tali rapiah 1 gulung, buku identifikasi 1 buah, dan alat
tulis. Sedangkan bahan y6ang digunakan adalah komunitas tumbuhan
tertentu.

C.

Cara Kerja
1. Ditentukan suatu areal tipe vegetasi yang akan menjadi objek untuk
dianalisis
2. Luas petak contoh ditentukan dari hasil pembuatan Kurva Species
Area dan banyaknya petak contoh tergantung dari biaya, waktu dan
tenaga. Tetapi dari berbagai pengalaman, pada dasarnya ukuran
petak contoh seluas 1 x 1m² dibuat untuk menganalisis tumbuhan
herba, 10 x 20 m² dibuat untuk tumbuhan semak atau terdapat pohon
tingkatan sampling yang tingginya < 30 m dan 100 m² untuk
komunitas yang berbentuk hutan. Bentuk contoh berupa lingkaran,
empat persegi panjang atau bujur sangkar. Petak tergantung pada
komunitas yang akan diamati.

3. Penentuan awal petak contoh dilakukan secara acak atau secara
sistematis atau kombinasi keduanya yaitu pertama dibuat acak dan
selanjutnya dilakukan secara sistematis.
4. Didalam setiap petak contoh dicatat data setiap individu jenis yang
ada.
5. Data yang diperoleh dihitung.
6. Besar Indeks Nilai Penting (INP) ditentukan dari masing-masing
jenis dengan menjumlahkan parameter masing-masing jenis tersebut
7. Perbandingan Nilai Penting (SDR) ditentukan. SDR menunjukkan
jumlah INP dibagi dengan besaran yang membentuknya. SDR
dipakai karena jumlahnya tidak lebih dari 100% sehingga mudah
untuk diinterpretasikan.

BAB IV
ANALISIS DATA
A.

HASIL PENGAMATAN

N

Nama

o

tumbuha

P

L

O

T

∑individu

∑plot

FM

FR

KM

%

KR

INP

%

n
1.

1
Spesies A 1

2 3
11 2

4
3

5
1

9

5

1

33

18,2%

58%

91%

2.

0
Spesies B 1

1

5
5

0
4

5
4

31

5

1

%
33

8,8%

21%

54%

3.

5
Spesies C 4

6
1

2

1

1

4

5

1

%
33

6,2%

19%

52%

31,2%

98%

197%

2

2

TOTAL

%
156

15

3

Keterangan :
KM : Kerapatan Mutlak

FM : Frekuensi Mutlak

FR : Frekuensi Relatif

NP : Nilai Penting

Plot 1

1m

Plot 2

1m
Plot 3

Plot 4

B. PEMBAHASAN

Plot 5

Analisa vegetasi adalah cara mempelajari susunan (komponen jenis) dan
bentuk (struktur) vegetasi atau masyarakat tumbuh-tumbuhan. Hutan
merupakan komponen habitat terpenting bagi kehidupan oleh karenanya
kondisi masyarakat tumbuhan di dalam hutan baik komposisi jenis tumbuhan,
dominansi spesies, kerapatan nmaupun keadaan penutupan tajuknya perlu
diukur. Selain itu dalam suatu ekologi hutan satuan yang akan diselidiki
adalah suatu tegakan, yang merupakan asosiasi konkrit (Natassa, dkk, 2010)
Beberapa metodologi yang umum dan sangat efektif serta efisien jika
digunakan untuk penelitian, yaitu metode kuadrat, metode garis, metode
tanpa plot dan metode kwarter. Akan tetapi dalam praktikum kali ini hanya
menitik beratkan pada penggunaan analisis dengan metode kuadrat (Surasana,
1990).
Penelitian ini menggunakan metode kuadrat, yaitu bentuk percontoh atau
sampel dapat berupa segi empat atau lingkaran yang menggambarkan luas
area tertentu. Luasnya bisa bervariasi sesuai dengan bentuk vegetasi atau
ditentukan dahulu luas minimumnya. Untuk analisis yang menggunakan
metode ini dilakukan perhitungan terhadap variabel-variabel kerapatan,
kerimbunan, dan frekuensi (Surasana, 1990).
Digunakannya metode kuadrat karena metode kuadran mudah dan lebih
cepat digunakan untuk mengetahui komposisi, dominansi pohon dan
menaksir volumenya (Andrie, 2011).
Kegiatan yang dilakukan adalah mengamati jumlah tanaman yang
masuk ke dalam petak contoh yang dibuat sebanyak 5 petak contoh, yaitu
petak contoh 1, petak contoh 2, petak contoh 3, petak contoh 4, dan petak
contoh 5. Yang masing-masing mempunyai ukuran 1 x 1 m dengan jarak
maksimal perpetak contoh 50 cm. serta dengan menghitung nilai KM, KR,
FM, FR, dan NP. Sedangkan nilai DM dan DR tidak dihitung, dikarenakan
petak contoh yang diambil tidak berada pada naungan.
Didapatkan 3 spesies tumbuhan pada 5 petak contoh tersebut,
diantaranya spesies A ada 91, Spesies B ada 34, Spesies B ada

31 .Berdasarkan table diatas, dapat kita lihat bahwa kerapatan relative, yang
diperoleh dari kerapatan mutlak berbanding kerapatan total. Dimana
kerapatan total diperolr dari jumlah individu suatu jenis berbanding jumlah
total luas area yang digunakan untuk penarikan contoh. Kerapatan relatif yang
paling besar adalah pada spesies A, yaitu 58% dari keseluruhan spesies
tanaman yang didapatkan. Hal ini dikarenakan jumlah spesies A dalam
individunya paling banyak jika dibandingankan dengan jumlah spesies yang
lain. Urutan kedua paling besar kerapatannya adalah spesies B sebasar 21%
dengan jumlah individu 34 dan spesies C yang paling sedikit yaitu sebesar
19% dengan jumlah individu 31.
Selain mengetahui kerapatan relative suatu spesies, dalam metode
kuadrat ini juga mengetahui frekuensi relative dari spesies yang didapatkan.
Frekuensi relative dapat diperoleh dari frekuensi mutlak berbanding frekuensi
total.dimana frekuensi mutlak diperoleh dari jumlah satuan petak contoh yang
diduduki oleh suatu jenis berbanding dengan jumlah banyaknya petak contoh
yang dibuat. Frekuensi relative dari semua jenis spesies dalam 5 plot tersebut
sama yaitu 33%.Frekuensi relative ini menunjukan luasnya penyebaran suatu
spesies pada area yang diambil sebagai petak contoh.
Dari kerapatan relative dan frekuensi relative dapat diperoleh nilai
penting. Yang didapat dari penjumlahan dari kerapatan relative dengan
frekuensi

relative.Namun

demikian

bentuk

empat

persegi

panjang

mempunyai kekurangan terhadap bujur sangkar karena perbandingan panjang
tepi terhadap luasnya lebih besar dari pada perbandingan panjang tepi bujur
sangkar terhadap luasnya.Kesalahan tersebut akan lebih meningkat apabila
perbandingan

panjang

terhadap

panjang

tepi

terhadap

luasnya

meningkat.Disamping kekurangan yang dimiliki bentuk lingkaran juga
mempunyai keuntungan yait lebi efisien digunakan (ada daerah-daerah
dengan tipe vegetasi yang berkelompok seperti daerah gurun pasir).
Prinsip penentuan ukuran plot adalah plot dibuat dari ukuran terkecil
hingga pada ukuran terbesar dengan spesies yang bervariasi dari satu plot ke plot
yang lain sampai pada tidak ada lagi keanekaragaman spesies.

BAB V
PENUTUP
A.

KESIMPULAN
1. Jumlah tanaman yang di dapaat yaitu ada 3 spesies tumbuhan pada 5 petak
contoh tersebut, diantaranya spesies A ada 91, Spesies B ada 34, Spesies B
ada 31
2. Kerapatan relatif yang paling besar adalah pada spesies A, yaitu 58% dari
keseluruhan spesies tanaman yang didapatkan. Hal ini dikarenakan jumlah
spesies A dalam individunya paling banyak jika dibandingankan dengan
jumlah spesies yang lain.
3. Frekuensi relative dari semua jenis spesies dalam 5 plot tersebut sama
yaitu 33%.Frekuensi relative ini menunjukan luasnya penyebaran suatu
spesies pada area yang diambil sebagai petak contoh.
4. Frekuensi relative ini menunjukan luasnya penyebaran suatu spesies pada
area yang diambil sebagai petak contoh.
5. Nilai penting diperoleh dari penjumlahan kerapatan relative dengan
frekuensi relative.
6. Analisa vegetasi adalah cara mempelajari susunan (komponen jenis) dan
bentuk (struktur) vegetasi atau masyarakat tumbuh-tumbuhan.
7. Digunakannya metode kuadrat karena metode kuadran mudah dan lebih
cepat digunakan untuk mengetahui komposisi, dominansi pohon dan
menaksir volumenya.
8. Prinsip penentuan ukuran plot adalah plot dibuat dari ukuran terkecil hingga
pada ukuran terbesar dengan spesies yang bervariasi dari satu plot ke plot
yang lain sampai pada tidak ada lagi keanekaragaman spesies.

B.

SARAN
Dalam menghitung jumlah spesies dalam suatu petak contoh harus
dengan teliti. Jika spesies berada kuarang dari setengah dalam petak contoh,
maka jangan dihitung. Sebaliknya, jika berada klebih dari setengah dalam
petak conbtoh, maka dihitung
DAFTAR PUSTAKA

Andrie. 2011. Ekologi. (http://andriecaale.blogspot.com/2011/06/laporan-tetapanalisis-vegetasi-metode.html). (tanggal akses: 7 November 2011)
Michael, P. 1995. Metode Ekologi untuk Penyelidikan Ladang dan Laboratorium.
Jakarta: UI Press.
Natassa, dkk. 2010. Analisa Vegetasi dengan Metode Kuadran.
(http://riyantilathyris.wordpress.com/2010/11/26/laporan-analisis-vegetasi/)
(Tanggal akses: 7 November 2011)
Syafei, Eden Surasana. 1990. Pengantar Ekologi Tumbuhan. Bandung: ITB.

PERHITUNGAN
Fm

¿

¿

FR %

KM

jumlah plot yang adatumbuhan
jumlah semua plot

¿

FM dari tumbuhan
∑ FM dari semuaindividu

∑individu
∑ plot

KR% = KM X 100 %
∑ KM
INP = KR + FR

FM A

5
¿ =1
5

FR A %=

1
X 100 =33
3
91
=18,2
5

KM A=

18,2

KR A % = 31,2 X 100 =58

INP =(58 +33 )% =91 %

FM C

5
¿ =1
5

FR C %=

KM C=

1
X 100 =33
3
31
=6 ,2
5
6,2

KR C % = 31,2 X 100 =19

5
FM B ¿ 5 =1
FR B %=

KM B=

1
X 100 =33
3
34
=6,8
5
6,2

KR B % = 31,2 X 100 =21

INP =(21+33)% =54 %

INP =(19+33 = 52 %

SPESIES

SPESIES

A

B

SPESIES

C