You are on page 1of 2

Audit Laporan Keuangan

Berdasarkan Pasal 52 (2) UU No. 28 Tahun 2004 tentang Kewajiban sebuah Yayasan melakukan
Audit, menjelaskan bahwa Yayasan yang memperoleh bantuan negara, bantuan luar negeri dan
bantuan lain sebesar Rp. 500 Juta, atau lebih dalam satu tahun buku dan mempunyai kekayaan
(diluar harta wakaf) sebesar Rp. 20 Milyar atau lebih perlu melakukan proses audit dalam
laporan keuangannya. Melalui pasal tersebut Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia
(KEHATI) yang memiliki kekayaan sebesar lebih dari Rp.20 Milyar yaitu Rp 208.404.271.876
telah melakukan kewajiban audit.
Dalam laporan keuangan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI), Proses
Audit dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik PKF Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Ade Fatma
& Rekan. Hasil Audit berupa opini oleh auditor merupakan satu dari lima jenis pendapat yang
dapat diberikan, yaitu Pendapat wajar tanpa pengecualian (unqualified opinion).
Pendapat wajar tanpa pengecualian (unqualified opinion), dapat diberikan auditor apabila
audit telah dilaksanakan atau diselesaikan sesuai dengan standar auditing, penyajian laporan
keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang diterima umum dan tidak terdapat kondisi atas
keadaan tertentu yang memerlukan bahasa penjelasan.
Dalam SA 411 par 04 dikatakan bahwa laporan keuangan yang wajar dihasilkan setelah melalui
beberapa pertimbangan apakah:
1. Prinsip akuntansi yang dipilih dan dilaksanakan telah berlaku umum.
2. Prinsip akuntansi yang dipilih tepat untuk keadaan yang bersangkutan.
3. Laporan keuangan beserta catatannya memberikan informasi cukup yang dapat mempengaruhi
penggunaannya, pemahamannya dan penafsiran.
4. Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dikalsifikasikan dan diikhtisarkan dengan
semestinya, yang tidak terlalu rinci ataupun terlalu ringkas.
5. Laporan keuangan mencerminkan peristiwa dan transaksi yang mendasarinya dalam suatu cara
yang menyajikan posisi keuangan, hasil usaha, dan arus kas dalam batas-batas yang dapat
diterima, yaitu batas-batas yang rasional dan praktis untuk dicapai dalam laporan keuangan.

. pemahamannya dan penafsiran bagi para pengguna laporan keuangan. Laporan keuangan Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI) cukup dapat memberikan informasi dan tiap akun telah diklasifikasikan sesuai dengan semestinya. berdasarkan PSAK 45 telah meliputi Neraca atau Laporan Posisi Keuangan. Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) yang merupakan salah satu bentuk organisasi nirlaba berupa yayasan. tentunya tepat untuk menggunakan PSAK 45 sebagai  acuan standar akuntansi dalam menyusun laporan keuangannya.Melalui pertimbangan tersebut dapat dinyatakan bahwa Laporan Keuangan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) telah memenuhi pertimbangan tersebut. Laporan Arus Kas (dan laporan perubahan aktiva bersih). Laporan Aktivitas. dimana  Prinsip akuntansi yang dipilih yaitu PSAK 45 yang merupakan standar pengaturan laporan keuangan organisasi nirlaba dan telah berlaku umum di Indonesia. Laporan Keuangan Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI) tahun 2013 dan 2014. namun ketidakadaan Catatan atas Laporan Keuangan akan sedikit mempersulit penggunaannya. namun terdapat  kekurangan yaitu tidak terdapat Catatan atas Laporan Keuangan.