You are on page 1of 21

KEPERAWATAN KELUARGA

Hari / Tanggal Pengkajian

: Selasa, 16 Agustus 2016

Jam Pengkajian

: 16.00 WIB

Sumber

: Klien dan keluarga klien

Metode

: wawancara,observasi, dan pemeriksaaan fisik.

A. PENGKAJIAN
1. Data Umum
a. Nama Kepala Keluarga

: Tn. M / 34th

b. Alamat

: Di Padukuhan pungkuran RT.06

c. Telpon

:-

d. Pekerjaan

: Buruh

e. Pendidikan

: SMA

f. Komposisi

:

Hub.
Nama

JK

Dng
KK

Status Imunisasi
Um

Pendidik

ur

an

Polio

BCG

Tn. M

L

Suami

34

SMA

1

Ny. S

P

Istri

33

SMA

DPT

Ket
Hepatitis

Cam
pak

2

3

4 1
√ √

2

3 1
√ √

2

3

√ √

√ √

LENG
KAP

An. F

L

Anak

13

SMP

√ √

√ √

An.M

L

Anak

9

SD

√ √

√ √

Tn. P

L

Kakek

68

SD

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

2. GENOGRAM

-

-

Tn. P (68) HT

Tn. M (34 th)

Ny.S.(33 th)

An.F (13 th)
Ket:
: perempuan

: Meninggal Dunia

: laki-laki
: tinggal dalam satu rumah
: pasien
ECOMAP
Klinik dokter
Mushola

Apotik

Posyandu
lansia

Keluarga Tn.M

Puskesmas
Ket :

Rumah sakit
: tidak baik
: baik
: sangat baik

3. Tipe Keluarga

Sawah

Warung

M tinggal dengan istrinya Ny.S dan dua orang anaknya An. 4.P bapak dari Tn. 5. F dan An.M adalah Multigenerational family dimana keluarga yang terdiri dari beberapa generasi atau kelompok umur yang tinggal bersamadalam satu rumah. dalam satu bulan keluarga memiliki penghasilan ± Rp.M saat ini adalah tahap perkembangan keluarga remaja. saling memperhatikan. rajin sholat teratur dan sering pergi ke mushola/masjid untuk beribadah. Suku Bangsa Suku bangsa klien dan keluarga adalah suku jawa dan masih memegang adat kebiasaan jawa yang ditampakkan dengan hubungan keluarga yang masih kuat.Tipe keluarga Tn. Agama Semua anggota keluarga beragama islam. Status Sosial Ekonomi Keluarga Sumber penghasilan keluarga berasal Tn. M serta Tn. Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi Tugas perkembangan keluarga yang sampai saat ini telah memenuhi tugas perkembangan sesuai tahap perkembangan keluarga yaitu mempertahankan keakraban satu sama lain. Tahap perkembangan keluarga Tn. 6. 7. Aktivitas Rekreasi Keluarga Keluarga tidak mempunyai jadwal rekreasi yang teratur. 3. B. Riwayat kesehatan keluarga . tetapi keluarga hanya memanfaatkan waktu luang untuk menonton televisi. Tahap perkembangan keluarga saat ini Tn.800. S yaitu dari buruh dan pekerja pabrik. 2. M dan Ny. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA 1.00/bulan.000.M.

Denah Rumah U 4 3 . Dapur keluarga Tn.S sendiri tidak memiliki keluhan ataupun riwayat kesehatan yang buruk. 4. Karakteristik rumah Luas tanah : 600 m Luas Rumah : 8m x 8m : 64 m2 Tipe rumah permanen dengan jumlah ruang 3 kamar tidur. Persediaan air bersih untuk mencukupi keluarga berasal dari air sumur . di belakang rumah.M berkata bahwa Tn. jumlah jendela 2. Setiap ruangan di rumah dimanfaatkan dengan digunakan sebagai kamar. Peresapan dan septi tank < 10 m dari sumur sumber air yang digunakan air sumur.Tn. dan tidak berwarna). Menurut Ny. Untuk Tn. C. 1 kamar mandi dan wc ddidalam rumah jadi 1. 1 ruang tamu. tidak barasa. Halaman rumah terlihat bersih. PENGKAJIAN LINGKUNGAN 1. M dan Ny. yaitu riwayat dari ibu Tn.P memiliki riwayat hipertensi dengan tekanan darah 180/100 mmHg.P menderita hipertensi ± sudah sejak 1 tahun yang lalu. Ketika kurang istrahat dan kelelahan Tn. dinding batu bata. lantai keramik. Kondisi air minum cukup bersih (tidak berbau. baju kotor diletakkan ditiap kamar. P sering kali mengeluhkan tengkuk leher terasa berat dan terkadang pusing.P. beratap genteng. P keluarganya memiliki penyakit turunan yaitu penyakit hipertensi. Riwayat kesehatan keluarga sebelumnya Tn. perabot rumah tangga kurang tertata rapi. M berada di luar. Dan untuk kedua anaknya tidak memiliki keluhan riwayat kesehatan yang buruk.

P mengeluhkan penyakitnya. M sejak menikah tinggal di Pungkuran Timur Rt 06 dan tidak pernah pindah pindah. tempat tidur beralas kasur. M dapat berkumpul setiap saat dengan keluarganya.M 2. tiap malam dilakukan seluruh kepala keluarga secara bergantian sesuai jadwal yang telah disepakati. 5. S 4 = kamar An. Fasilitas air melimpah karena bersumber dari . M hanya membelikan obat di warung ketika Tn. Keluarga Tn. sangat akrab dan ramah. pertemuan RT. Mobilitas geografis keluarga Keluarga Tn.F dan An. Sistem pendukung keluarga Tn. Klien tinggal di pedesaan. M dan Ny. P untuk berobat atau kontrol ke puskesmas jika dikira kondisi Tn. Karakteristik tetangga dan komunitas RW Tetangga klien yang ada disekitar rumah. M memiliki fasilitas kesehatan MCK di dalam rumah. 4. Interaksi dengan masyarakat atau orang lain terjalin dengan baik. Kebiasaan dan tradisi yang ada di lingkup desa adalah posyandu lansia setiap tanggal 6. P 2 = Kamar Tn.2 1 Keterangan : 1 = Ruang tamu 3 = kamar Tn. jarak antara rumah satu dan yang lain ada yang berdekatan dan ada yang berjauhan dikarenakan pekarangan tetangga di RT 06 yang masih sangat luas. dan akrab. 3.M yang biasanya mengantar Tn. Satu minggu sekali ada ronda malam sekalian mengambil uang jimpitan. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat Keluarga Tn. dan diberlakukan wajib lapor bagi tamu yang akan menginap 1 x 24 jam. akan tetapi Tn. P darurat.

M dan anak-anaknya adalah dengan menggunakan sepeda motor. dan ayah Peran informal: Masih aktif menjadi anggota masyarakat dan bekerja sebagai buruh. An. Sarana transportasi Tn. sedangkan Tn.P menggunakan sepedah. Ny. M   Peran formal : Menjadi kepala keluarga. Komunikasi keluarga Komunikasi dalam keluarga berjalan dengan baik. F .sumur pribadi. bila ada permasalahan dimusyawarahkan dan menggunakan dalam sehari-hari berkomunikasi dengan menggunakan bahasa jawa. 3. M. Struktur kekuatan keluarga Kerukunan dan komunikasi terbuka khas suku jawa merupakan kekuatan pada keluarga Tn. suami. mereka menerima keadaan masing-masing dan bertekad menjaga kerukunan keluarga. STRUKTUR KELUARGA 1. kejujuran dan nilai kebenaran antar anggota keluarga serta saudara merupakan kekuatan juga bagi keluarga Tn. b. D. Orang tua menjadi contoh dan panutan dalam mengendalikan dan mempengaruhi orang lain untuk merubah perilaku keluarga ini. Struktur peran a. 2. Anak-anak atau anggota keluarga bisa mengendalikan dan mencontoh kedua orang tuanya. Tn. Peran informal : Masih aktif sebagai anggota masyarakat dan bekrja di pabrik c.M.S   Peran formal : sebagai ibu rumaah tangga dan istri. Saling terbuka antar anggota keluarga dan menekankan kebersamaan.

Norma keluarga Keluarga Tn. kalau ada yang sakit minum obat yang beli di warung atau periksa ke puskesmas. saling memberikan perhatian dan kasih sayang serta saling mendukung diantara anggota keluarga. M   Peran Formal: sebagai anak Peran Informal: Masih aktif menjadi anggota masyarakat dan  menjadi siswa SD. Tn. d. bekerja buruh. masing-masing anggota keluarga masih memperhatikan dan menerapkan etika atau sopan santun dalam berperilaku. 2. An. P Peran formal : sebagai bpk dari Tn. menjunjung tinggi kebersamaan menganut adat budaya Jawa yang saling gotong royong.M  Peran informal : Masih aktif menjadi anggota masyarakat dan e.M dan kakek dari An. E. Fungsi sosialisasi Interaksi antar anggota keluarga terjalin baik. 4. Fungsi afektif Keluarga Tn. M menganggap bahwa kesehatan keluarga itu sangat penting. 3. M anggota keluarga satu dengan yang lain saling memiliki dan dimiliki.  Peran Formal: sebagai anak Peran Informal: Masih aktif menjadi anggota masyarakat dan menjadi siswa SMP . M tampak harmonis dan mereka saling menghargai diantara anggota keluarga. Keluarga Tn.F dan An. Fungsi perawatan kesehatan a) Mengenal masalah keluarga . FUNGSI KELUARGA 1.

c) Merawat anggota keluarga yang sakit Pengetahuan keluarga tentang penyakit terbatas. Akan tetapi Tn. Persepsi keluarga terhadap masalah tekanan darah adalah merupakan masalah kesehatan. dan klinik dokter maupun rumah sakit. b) Mengambil keputusan Jika dalam keluarga ada yang sakit biasanya dibelikan obat di warung. tanda dan gejala.P tidak mampu jika pergi sendiri maka harus ada yang mengantarkan. Untuk kebutuhan air minum mengambil air dari sumur dan selalu direbus dulu untuk air minum. Keluarga selalu kompak dalam menjaga kebersihan sanitasi dan lingkungan. Bila Tn. 4. Pembuangan air limbah sudah menggunakan peresapan dan septic tank. tetapi jika dirasa sakitnya berat dan tidak sembuh dengan obat warung maka akan dibawa ke Puskesmas atau poliklinik 24 jam terdekat.P sakit maka Tn. hal ini diketahui sewaktu periksa ke rumah sakit diberitahu kalau tekanan darahnya tinggi. faktor penyebab dan yang mempengaruhinya. Keluarga tidak tahu secara mendalam tentang penyakit yang diderita oleh Tn.P Keluarga hanya mengetahui cara mencegah kekambuhannya. e) Menggunakan fasilitas/pelayanan kesehatan Keluarga memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada misalnya pos yandu. M yang mengantar ia pergi berobat maupun membelikan obat d) Memelihara lingkungan Keluarga sudah mengetahui pentingnya menjaga kebersihan sanitasi dan lingkungan. Fungsi reproduksi .Keluarga baru mengetahui sebatas sakit hipertensi/tekanan darah tinggi saja. tetapi belum mengetahui secara jelas pengertian. jadi keluarga hanya mampu memberikan perawatan kesehatan secara sederhana.

sering diselesaikan dengan musyawarah dengan seluruh anak-anak dari Tn. d.Dari hasil buruh dan pabrik F.M mempunyai 2 orang anak. Fungsi ekonomi Keluarga mampu memenuhi kebutuhan sandang. Kemampuan keluarga Apabila ada masalah kesehatan keluarga Tn. Namun kadang Tn. perlakuan kejam terhadap anak.S Mempertahankan hubungan yang harmonis. mengkambinghitamkan anak. Stress jangka pendek dan panjang  Stressor jangka pendek : Keluarga Tn. PEMERIKSAAN FISIK ANGGOTA KELUARGA . M membeli obat di warung apabila tidak sembuh keluarga membawa ke dokter atau rumah sakit. memberikan ancamanancaman dalam menyelesaikan masalah yang muncul di dalam rumah tangga. M dan Ny. pangan. M hanya dapat berusaha untuk menjaga kebersihan lingkungan  Stressor jangka panjang : Keluarga berusaha mengupayakan pengobatan untuk Tn. S. 5.P berusaha mencegah kekambuhan penyakitnya. STRESS DAN KOPING KELUARGA a. Untuk stresor jangka panjang keluarga terutama Tn.Keluarga Tn.P tetap mengkonsumsi teh setiap pagi. papan dan kesehatan. G. Strategi adaptasi Keluarga tidak pernah menggunakan kekerasan. Strategi koping Bila ada permasalahan dalam keluarga.P dengan pengobatan dari puskesmas b.M dan Ny. c. Tn.

rambut rambut tidak ada tidak ada pendek. bersih. dan hitam.P An.2 R: 20x/ Menit S: 36. bersih. rambut hitam.8 . terasa sakit tanda-tanda tanda-tanda tanda-tanda tanda-tanda dan tangan meringis tidak meringis tidak meringis tidak meringis tidak kanan masih ada. bersih. M Kondisi badan Kondisi badan Kondisi badan Kondisi badan Pusing/buyer. ada. tidak tidak ada rambut ada nyeri ada nyeri ada nyeri luka. tidak klien. tidak pendek. 165cm 47kg. kesulitan.8 BB/TB 62kg. tidak ada nyeri ada nyeri ada nyeri ada nyeri ada nyeri umum TTV Mata TD : S: 36.F An. rambut luka. tidak panjang. ada.4 S: 36. pendek. rambut tidak ada pendek. kesulitan.tidak klien. tanpa tanpa tanpa tanpa tangan kiri kesulitan. 125 cm 50kg. rambut hitam. 160 m Kepala rambut hitam. tidak luka. 142 cm 35 kg. kesulitan.Pemeriksa an fisik Keadaan Tn. dan ada luka. beruban. tidak tekan dan tekan dan tekan dan ada nyeri ada nyeri benjolan benjolan benjolan tekan dan tekan dan tidak ada tidak ada tidak ada benjolan tidak ada benjolan tidak ada selaput putih selaput putih selaput putih selaput putih selaput putih pada mata pada mata pada mata pada mata pada mata klien. 135 cm 30kg. Kadang kaki bergerak bergerak bergerak bergerak terasa berat. tidak klien. tidak klien . kaku. S Tn.2 S: 36. ada.M Ny. bersih. TD : TD : 120/90mmhg 110/80mmhg N: 92x/menit N: 88x/menit 180/100mmhg N: 94x/menit N: 88x/menit R: 22x/ Menit R: 21x/ Menit N: 88x/menit R : 23x/menit R: 20x/ Menit S: 36. tidak luka.

tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada benjolan. mulut kering. bersih. nyeri tekan nyeri tekan sudah tanggal tidak ada Dada tidak ada jejas tidak ada jejas tidak ada jejas tidak ada jejas nyeri tekan. benjolan. ada sariawan ada sariawan ada sariawan. benjolan. nyeri tekan tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada nyeri tekan nyeri tekan nyeri tekan nyeri tekan telinga bersih. tidak bersih. mulut kering. tidak simetris. dada simetris. Pendengaran bentuk bentuk bentuk bentuk berkurang simetris. nyeri tekan. tidak nyeri tekan. ada jejas luka. . nyeri tekan. ada jejas luka. tidak ada jejas luka. tidak telinga agak ada jejas/luka. retraksi luka. benjolan. retraksi luka. dada simetris. tidak bersih. mulut kering. telinga bersih. retraksi dada simetris. ada jejas/luka tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada benjolan benjolan benjolan benjolan nyeri tekan. tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada beberapa gigi nyeri tekan. tidak ada jejas luka. tidak hidung hidung hidung hidung ada jejas simetris. tidak bersih. tidak ada sariawan.Hidung Telinga tekan tekan tekan tekan tekan simetris. telinga bersih. tidak simetris. tidak simetris. nyeri tekan. mulut kering. telinga bersih. dada simetris. tidak simetris. ada jejas luka ada benjolan. tidak ada Bentuk tidak ada tidak ada dada simetris tidak ada nyeri tekan. nyeri tekan. bentuk tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada simetris. tidak simetris.. ada sariawan. retraksi luka. tidak ada benjolan Mulut mulut kering. tidak simetris. ada jejas/luka. retraksi luka. tidak luka. ada jejas/luka ada jejas/luka kotor. tidak bersih.

suara timpani suara timpani suara timpani pada kuadran pada kuadran pada kuadran kiri atas. peristaltik peristaltik peristaltik peristaltik usus usus usus 8x/menit. jari- ada nyeri ada nyeri ada nyeri ada nyeri jari kanan tekan tekan tekan tekan masih tampak . tidak luka. tidak ada benjolan. payudara suara paru simetris. tidak luka. luka luka peristaltik steachmark . tidak luka. tidak sonor suara nafas vesikuler ada nyeri tekan. tidak kiri atas. tidak kiri atas tidak ada nyeri ada nyeri ada nyeri tekan usus 8x/menit suara timpani pada kuadaran kiri atas tidak ada nyeri tekan usus 9x/menit. tidak luka. tidak bentuk. luka. suara nafas vesikuler Abdomen tidak ada jejas tidak ada jejas tidak ada jejas tidak ada jejas tidak ada jejas luka. tidak ada perubahan ada perubahan ada perubahan ada perubahan ada perubahan bentuk tidak bentuk tidak bentuk. 8x/menit.nyeri tekan. suara paru nyeri tekan. 8x/menit. tidak bentuk. suara nafas vesikuler suara paru sonor. suara sonor suara nafas nafas vesikuler vesikuler suara paru sonor. terdapat luka. suara paru sonor. nyeri tekan. suara timpani pada kuadaran kiri atas tidak ada nyeri tekan tekan Klien tidak Klien tidak Klien tidak Genetalia Klien tidak tekan Klien tidak dan anus mengalami mengalami mengalami mengalami mengalami ganguan pada gangguan gangguan gangguan ganguan pada genetalia dan pada genetalia pada genetalia pada genetalia genetalia dan anus dan anus dan anus dan anus anus Ekstermit tidak ada jejas tidak ada jejas tidak ada jejas tidak ada jejas tidak ada jejas as atas luka.

APGAR KELUARGA Definisi APGAR KELUARGA Fungsi yang Diukur Dengan APGAR Keluarga Nilai . I. tidak luka. tidak luka. tidak luka. Jangan membeda-bedakan dalam memberikan pelayanan antara masyarakat miskin dengan yang kaya. tidak luka. tidak ada nyeri tekan Ekstermit tidak ada jejas tidak ada jejas tidak ada jejas tidak ada jejas tidak ada jejas as bawah luka. tidak ada perubahan ada perubahan ada perubahan ada perubahan ada perubahan Pemeriksa bentuk.kaku. Anak klien mengatakan ingin bapaknya sehat walaupun penyakit hipertensi tidak dapat disembuhkan setidaknya supaya bisa normal dengan selalu memeriksakan kesehatan dan kontrol ke dokter setiap obat habis dan mengeluh sakit berlebih. mampu memberikan pelayanan yang baik dan tepat kepada siapa saja yang membutuhkan tidak hanya pasien di rumah sakit tetapi juga warga masyarakat yang membutuhkan bantuan pelayanan kesehatan. tidak bentuk. tidak tidak ada ada nyeri ada nyeri ada nyeri ada nyeri nyeri tekan tekan tekan tekan tekan - - - an penunjang - H. HARAPAN KELUARGA Keluarga mengharapkan agar petugas kesehatan dapat berfungsi dengan baik. tidak bentuk tidak bentuk.

Adaptasi adalah penggunaan sumber-sumber intra dan Bagaimana sumber-sumber dibagi. atau seberapa ekstra keluarga untuk besar derajat kepuasan anggota keluarga terhadap menyelesaikan masalah jika bantuan yang diterima ketika sumber-sumber keseimbangan keluarga keluarga dibutuhkan tertekan selama krisis Partnership (Kemitraan) adalah pembagian pengambilan keputusan dan memupuk tanggung jawab anggota keluarga Growth (Pertumbuhan) Bagaimana keputusan dibagi. atau bagaimana 1 2 kepuasan anggota keluarga terhadap mutualitas dalam komunikasi dan penyelesaian masalah keluarga adalah Kematangan fisik dan Bagaimana pembagian pengasuhan atau kepuasan Emosional dan Pemenuhan anggota keluarga terhadap kebebasan yang tersedia diri sendiri yang dicapai oleh didalam keluarga untuk mengubah peran dan anggota keluarga melalui mencapai pertumbuhan atau kematangan fisik dan dukungan dan panduan yang emosional mutual Afeksi (Kasih Sayang) adalah hubungan saling peduli atau saling mencintai yang terdapat diantara anggota keluarga Resolve (Penyelesaian) 1 Bagaimana pengalaman emosional dibagi atau kepuasan anggota keluarga terhadap keintiman dan 2 interaksi emosional yang ada di dalam keluarga. Adalah komitmen untuk memberikan kesempatan pada anggota keluarga untuk perawatan fisik dan emosional. Hal ini juga biasanya melibatkan suatu keputusan untuk bberbagi kekayaan dan ruang Bagaimana waktu(dan ruang dan uang) dibagi atau kepuasan anggota keluarga terhadap komitmen waktu yang telah dibuat oleh anggota keluarga untuk keluarga 2 .

hanya penyakitnya tahu saja kambuh apa itu Kelas 4 ketika klien Difiesiensi pengetahuan keluarga tentang mengatakan bahwa dirinya hanya penyakit Hipertensi berhubungan dengan minum obat warung keluarga merawat anggota keluarga Data Objektif a. Klien tampak belum mengerti hipertensi yang dialami oleh dirinya .J. ANALISA DATA Masalah : defisiensi pengetahuan DATA PROBLEM Domain 5 Data Subjektif a) Klien mengatakan hepertensi.

Defisiensi pengetahuan keluarga tentang penyakit Hipertensi berhubungan dengan keluarga merawat anggota keluarga No 1.Masalah : ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan DS : Domain 1 o Tn. 1978) 1. Pengetahuan Tn. S: 36.M mengatakan Tn.P tampak memegang tengkuk b) TD: 180/100 mmhg. Dari sumber daya keluarga sangat mendukung karena penghasilan keluarga sebulan ± .P mempunyai Kelas 2:( 00099) Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan riwayat hipertensi o Tn.8ºC SKALA UNTUK MENENTUKAN PRIORITAS ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA (BAILON DAN MAGLAYA.P jarang berhubungan dengan ketidakmampuan mengikuti posyandu lansia keluarga memanfaatkan pelayanan o Tn.P kurang 2. RR: 22x/menit.M mengatakan jika ada keluarga kesehatan yang sakit tidak dibawa ke RS kecuali keadaan darurat DO : a) Tn. N : 88x/menit.M mengatakan Tn. Kriteria Sifat Masalah Skor Bobot 1 Perhitungan 3/3 x 1= 1 Pembenaran Masalah hipertensi pada Tn.P Tidak/kurang sehat 3 Ancaman kesehatan 2 Keadaan sejahtera Kemungkinan 1 masalah dapat diubah 2 namun Tn. 2.P termasuk mudah Mudah 1 menerima informasi Sebagian 0 Tidak dapat sudah terjadi 2 2/2 x 2= 2 1.

000 3. S kurang control jika Rendah penyakitnya kambuhan hanya istirahat dan minum obat warung 3. 1.S termasuk dalam tahap high risk karena ada riwayat dari 4.P termasuk untuk dicegah 3 masalah yang sedang karena Tinggi 2 baru dialami ± 1th Cukup 1 2.P 3. harus 1 1/2x1=1/2 2 masalah yang juga memiliki hipertensi Masalah kesehatan keluarga sangat penting dan harus segera segera ditangani ada ibunya ditangani tetapi 1 tidak perlu ditangani Masalah tidak 0 dirasakan JUMLAH 2. Kriteria Sifat Masalah : actual Hitungan 3/3x1= 1 Skor 1 Masalah Pembenaran pemeliharaan kesehatan . Ny. Sumber lingkungan dari Tn. Fasilitas kesehatan mendukung sangat karena adanya posyandu tiap bulannya dan jarak fasilitas kesehatan mudah diakses 4.800. Potensial masalah 1 2/3x1= 2/3 sangat mendukung. Ketidakefektifan 4 2/3 pemeliharaan kesehatan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga memanfaatkan pelayanan kesehatan No 1. Menonjolnya masalah masalah berat. Masalah Tn. Ny.

Tindakan yang sudah dilakukan keluarga sudah cukup baik yaitu 4. Sumber daya lingkungan sangat 3. Dari beratnya masalah Potensial masalah untuk dicegah: cukup pemeliharaan kesehatan termasuk masalah yang ringan karena hanya ringan karena hanya butuh kemauan untuk melakukannya 2.P mudah menerima informasi Sebagian 2. Sumber daya keluarga sangat mendukung 2/2 x 2= 1 2 3. Sumber daya kesehatan sangat mendukung karena dekat dengan pelayan kesehatan 4. selalu menjaga kebersihan Kebiasaan dalam mengatasi dalam Menonjolnya masalah: masalah tidak dirasakan 0/2x1= 1/2 0 mengatasi masalah yang sederhana menyebabkan masalah tidak dianggap serius oleh keluarga Jumlah 4 Diagnosa prioritas: 1.2. mendukung karena sudah bersih 1. Tidak ada high risk 4. Waktu masalah pemeliharaan 3/3x1= 1 1 kesehatan memang sudah lama namun tidak memiliki resiko yang berat 3. Pengetahuan Kemungkinan masalah dapat diubah: Tn. Defisiensi pengetahuan keluarga tentang penyakit Hipertensi berhubungan dengan keluarga merawat anggota keluarga . sudah terjadi 1.

2. Jelaskan pada Tn. klien mengatakan paham tentang penyakit.P mengenai proses terjadinya hipertensi mulai dari penyebab. x dapat berhubungan dengan masalah keluarga TTD Setelah dilakukan asuhan Domain 5: persepsi/ kognisi 16/8/ pengetahuan keluarga keperawatan 16 NIC kunjungan Defisiensi pengetahuan mengenal (00126) Difiesiensi Teaching : Disease Process keluarga 1. Niltu . seperti 3. Kaji pengetahuan Tn. Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga memanfaatkan pelayanan kesehatan. RENCANA KEPERAWATAN No / tgl 1 Diagnosa Keperawatan Defisiensi NOC tentang penyakit selama Hipertensi 3 keluarga merawat pengetahuan anggota keluarga keluarga Kelas 4.P mengenai penanganan pada dirinya yang mengalami hipertensi.P tentang penyakit Hipertensi mengenai berhubungan hipertenasi dengan keluarga merawat anggota keluarga 2. Jelaskan penyakit pada Tn. Knowlegde : Disease tanda dan gejaa hingga Process_ _Knowledge : Health patofisiologi hipertensi Behavior_ 1.

P dengan 1. Diskusikan gaya hidup yang mungkin diperlukan untuk penanganan hipertensi mencegah komplikasi (2-3) dan 3. Tahu penjelasan perawat. Tidak tahu managemen yang telah 2. pemeliharaan berhubungan 1. sesuai 4. Berikan untuk yang hipertensi pada mengalami hipertensi menjelaskan (2-3) mengenai 4. Sangat tahu 2 Ketidakefektifan 5. tanda dan gejala hipertensi (2-3) 2. klien paham cara 4. klien tahu makanan yang baik dan tepat pengontrolan penyakit 5. Anjurkan pasien untuk dengan ketidakmampuan mengidentifikasi keluarga memanfaatkan gambaran perubahan pelayanan kesehatan peran yang realistis 2.penyebab. Kurang tahu dilakukan 3. Paham Setelah dilakukan asuhan Domain 1: Promosi pemeliharaan keperawatan berhubungan dengan selama ketidakmampuan keluarga keluarga masalah memanfaatkan pelayanan kesehatan 3 keluarga kesehatan Kelas 2: x dapat kunjungan Ketidakefektifan mengenal pemeliharaan Ketidakefektifan kesehatan(00099) Coping enhancement. Berikan dijelaskan perawat pada tentang hipertensi (2-3) memberikan kesempatan keluarga untuk kemajuan Scoring : kondisi Ny. Ibu mampu kesempatan keluarga kembali penjelasan perawat menjelaskan kembali mengenai yang untuk tentang hipertensi 6. Gunakan pendekatan Niltu .

klien kemauan keputusan pada saat pemanfaatan pasien berada dalam (3-4) Klien dampak mengetahui positif memanfaatkan pelayanan jika fasilitas kesehatan dan mengetahui dampak negatif jika tidak memanfaatkan layanan kesehatan(3-4) Scoring : 1. Kurang tahu 3. Tahu 4. (3-4) 2.1. Paham 3. 3. Sangat tahu 5. Tidak tahu 2. Mengidentifikasi pola koping yang efektif. Hindari pengambilan menyatakan layanan kesehatan yang ada. tenang dan meyakinkan stress berat .