You are on page 1of 339

BAB 1

PENDAHULUAN
I.

Latar Belakang

Istilah paradigma pada mulanya dipakai
dalam bidang filsafat ilmu pengetahuan.
Menurut Thomas Kuhn, orang yang pertama
kali

mengemukakan

istilah

tersebut

menyatakan bahwa ilmu pada waktu tertentu
didominasi

oleh

suatu

paradigma.

Paradigma adalah pandangan mendasar dari
para ilmuwan tentang apa yang menjadi
pokok

persoalan

pengetahuan.

suatu

cabang

ilmu

Dengan demikian, paradigma sebagai
alat

bantu

para

illmuwan

dalam

merumuskan apa yang harus dipelajari, apa
yang harus dijawab, bagaimana seharusnya
dalam menjawab dan aturan-aturan yang
bagaimana yang harus dijalankan dalam
mengetahui

persoalan

tersebut.Suatu

paradigma mengandung sudut pandang,
kerangka acuan yang harus dijalankan oleh
ilmuwan

yang

mengikuti

paradigma

tersebut.
Dengan suatu paradigma atau sudut
pandang dan kerangka acuan tertentu,
seorang

ilmuwan

dapat

menjelaskan

sekaligus menjawab suatu masalah dalam
ilmu pengetahuan. Istilah paradigma makin
lama makin berkembang tidak hanya di
bidang ilmu pengetahuan, tetapi pada bidang
lain seperti bidang politik, hukum, sosial dan
ekonomi. Paradigma kemudian berkembang
dalam pengertian sebagai kerangka pikir,
kerangka

bertindak,

acuan,

orientasi,

sumber, tolok ukur, parameter, arah dan
tujuan.
Istilah paradigma makin lama makin
berkembang dan biasa dipergunakan dalam
berbagai

bidang

pengetahuan.

kehidupan

Misalnya

dan

politik,

ilmu

hokum,

ekonomi, budaya. Dalam kehidupan seharihari,

paradigma

berkembang

menjadi

terminology yang mengandung pengertian
sumber nilai, kerangka pikir, orientasi dasar,
sumber asas, tolak ukur, parameter, serta
arah dan tujuan dari suatu perkembangan,
perubahan,

dan

proses

dalam

bidang

tertentu, termasuk dalam pembangunan.
II.

Batasan Masalah

Untuk menghindari kesimpangsiuran penulis
dalam membuat makalah ini, maka penulis
membatasi masalah yang akan dibahas di
makalah ini adalah sebagai berikut:

1.
2.

Pengertian Pancasila dan Paradigma
Pancasila
sebagai
paradigma

pembangunan Poleksosbudhankam.
3.
Pancasila
sebagai
paradigma
pengembangan kehidupan beragama.
4.
Pancasila sebagai pengembangan Ipteks.
III.

Tujuan

Penulis membuat makalah dengan tujuan :
1.

Memberikan

Pancasila.
2.
Menjelaskan

pemahaman
hubungan

tentang
Pancasila

dengan pembangunan Poleksosbuddhankam.
3.
Menjelaskan hubungan Pancasila
dengan
Beragama.

pengembangan

kehidupan

4.

Menjelaskan

hubungan

dengan pengembangan IPTEKS.

Pancasila

Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Yang adil Maha dan Esa. kerakyatan yang . beradab. Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan kemanusiaan persatuan yang Indonesia. Pengertian Pancasila dan Paradigma Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas.BAB II PEMBAHASAN 1.

Menurut Thomas Kuhn. orang yang pertama kali mengemukakan istilah tersebut menyatakan bahwa ilmu pada waktu tertentu didominasi oleh suatu paradigma. Istilah paradigma pada mulanya dipakai dalam bidang filsafat ilmu pengetahuan. dan tercantum pada paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945. Paradigma adalah pandangan mendasar dari para ilmuwan tentang apa yang menjadi .dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

bagaimana seharusnya dalam menjawab dan aturan-aturan yang bagaimana yang harus dijalankan dalam mengetahui persoalan tersebut.pokok persoalan suatu cabang ilmu pengetahuan. apa yang harus dijawab. paradigma sebagai alat bantu para illmuwan dalam merumuskan apa yang harus dipelajari. kerangka acuan yang harus dijalankan oleh ilmuwan tersebut. yang mengikuti paradigma .Suatu paradigma mengandung sudut pandang. Dengan demikian.

Pancasila sebagai paradigma pembangunan Poleksosbudhankam. Dalam konteks Indonesia sebagai Negara hukum. Hukum dalam hal ini harus diartikan dalam pengertian yang luas. hukum harus dijadikan sebagai saringan yang harus dilalui oleh konsep apapun pemerintah yang dalam akan diterapkan menjalankan roda pemerintahan.2. Akan tetapi diakui bahwa .  Pancasila sebagai paradigma pembangunan Politik dan Hukum Indonesia adalah Negara hukum ini berarti hukum merupakan sarana utama untuk mengatur kehidupannya.

sekalipun hukum formal adalah yang idealnya.tidak semua hal dapat dicapai melalui saluran hukum formal. Dalam hal ini terjadi proses interaksi saling tarik menarik dan pengaruh mempengaruhi yang intensif antara hukum dan berbagai proses yang berlangsung dalam masyarakat. yang mampu . dengan kemajemukan tatanan berlaku. Dalam Politik Hukum nasional ditegaskan bahwa sasaran pembangunan hukum adalah terbentuk dan berfungsinya system hukum nasional yang Pancasila dan memperhatikan hukum yang mantap UUD bersumberkan 1945.

yang didukung oleh aparat hukum. sarana dan prasarana yang memadai serta masyarakat yang sadar dan taat hukum. penegakan dan perlindungan hukum yang berintikan keadilan dan kebenaran mengamankan dan serta mampu mendukung pembangunan nasional. dan prencanaan . ketertiban.menjamin kepastian. Dengan demikian terlihat bahwa pembangunan hukum mrupakan bagian integral dari pembangunan nasional secara keseluruhan. Bagi Indonesia dalam melakukan pembangunan diperlukan suatu perencanaan pembangunan.

c. melainkan juga prediktif dan antisipatif.pembangunan itu perlu memanfaatkan hukum karena : a. Hakekat pengadaan dan keberadaan hukum hukum dalam masyarakat. pelindung. pengaman. dan penyeimbang yang sifatnya dapat tidak sekedar adaptif dan fleksibel. Fungsi mengatur yang telah didukung oleh potensi dasar yang terkandung dalam hukum yang melampaui fungsi mengatur. . b. yaitu sebagai pembri kepastian. Hukum merupakan hasil penjelajahan ide dan pengalaman manusia dalam mengatur hidupnya.

 Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Sosial Budaya Pembangunan bidang sosial budaya harus dilaksanakan atas dasar kepentingan nasional yaitu terwujudnya kehidupan masyarakat yang demokratis. dan damai. tentram. Pertimbangan ini menjadi sangat strategis manakala kita dihadapkan pada kenyataan bahwa masyarakat Indonesia . aman. Dalam isu pembangunan global itu hukum telah dipercaya unuk mengemban misinya yang paling baru yaitu sebagai sarana perubahan social atau sarana pembangunan.d.

pengaruh budaya asing harus diterima apabila diperlukan dalam membangun masyarakat Indonesia yang modern. melainkan masyarakat yang tetap berpijak pada akar budayanya. agama. Pemikiran tersebut bukan berarti bahwa bangsa Indonesia harus steril dari pengaruh budaya asing. ras. Namun. perlu diingat bahwa masyarakat modern masyarakat yang bukan berbudaya berarti barat.memiliki kepentingan yang beragam sesuai dengan kemajemukan etnis. Artinya. dan sistem nilai yang tercakup dalam kebudayaannya. Nilai-nilai kehidupan yang telah lama hidup dalam masyarakat .

nilai-nilai kehidupan yang telah mengakar harus menjadi dasar dan paradigma pembangunan sosial budaya.Indonesia dan dianggap masih relevan dengan kebutuhan masyarakat modern harus tetap dipelihara dan dikembangkan sesuai dengan perkembangan dan tuntutan masyarakatnya. Hal ini merupakan konsekuensi logis dari kesepakatan bangsa Indonesia bahwa Pancasila merupakan kristalisasi nilai-nilai kehidupan masyarakat . Bardasarkan pemikiran diatas maka tidak berlebihan apabila Pancasila merupakan satu-satunya paradigma pembangunan bidang social budaya. Dengan kata lain.

Meskipun demikian. Banyak factor yang dapat mempengaruhi keberhasilan. proses dan hasil pembangunan bidang sosial budaya harus diukur dengan Pancasila.Indonesia. Baik buruknya perencanaan. konsekuen tidaknya bangsa Indonesia melaksanakan pancasila. kita harus menyadari bahwa penggunaan paradigma Pancasila pembangunan sebagai bidang sosial budaya bukan satu-satunya jaminan akan tercapai keberhasilan secara optimal. pengaruh nilai-nilai . seperti keyakinan bangsa Indonesia terhadap nilai-nilai Pancasila.

yang dalam perencanaan dan pelaksanaannya perlu diselenggarakan dengan menghormati hak budaya. pembangunan nasional berupa paradigma pembangunan berkelanjutan. Perlu ada pengakuan dan penghargaan terhadap budaya dan kehidupan dan kehidupan social berbagai kelompok bangsa Indonesia sehingga mereka dihargai dan diterima sebagai warga bangsa.kecemburuan.asing yang terus masuk seiring dengan proses globalisasi. dan ketidakadilan –barudalam social. Paradigma kesenjangan. . Dengan demikian. pembangunan social budaya tidak menciptakan diskriminasi.

Paradigma mengatasi sistem sentralistik dan kemajemukan keanekaragaman ini dapat perencanaan yang yang mengabaikan masyarakat kebudayaan dan Indonesia. Dengan demikian.Hak budaya komuniti dapat sebagai perantara/penghubung/penengah ya komuniti-komuniti yang terlibat. era otonomi daerah tidak akan mengarah pada otonomi suku bangsa tetapi justru akan memadukan pembangunan . di samping hak negara untuk mengatur kehidupan berbangsa dan hak asasi individu secara berimbang (Sila antara hak negara dan hak asasi individu.

menunjukan tidak satu pun sukubangsa ataupun golongan sosial dan komuniti setempat di Indonesia yang . Sila Pertama. sesungguhnya nilainilai Pancasila itu memenuhi kriteria sebagai puncak-puncak kebudayaan. sebagai kerangka-acuan-bersama.lokal/daerah dengan pembangunan regional dan pembangunan nasional (Sila Keempat). Apabila dicermati. bagi kebudayaan kebudayaan di daerah: a. sehingga ia akan menjamin keseimbangan dan kemerataan (Sila Kelima) dalam rangka memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa yang akan sanggup menegakan kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI (Sila Ketiga).

Sila Keempat. Sila Ketiga. kedaerahan. Sila Kedua. b. maupun golongannya. mencerminkan nilai budaya yang menjadi kebulatan tekad masyarakat majemuk di kepulauan nusantara untuk mempersatukan diri sebagai satu bangsa yang berdaulat. d. merupakan nilai budaya yang dijunjung tinggi oleh segenap warganegara Indonesia tanpa membedakan asal-usul kesukubangsaan. merupakan nilai budaya yang luas persebarannya di kalangan masyarakat majemuk Indonesia untuk . c.tidak mengenal kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Sila Kelima. perdamaian abadi. mencerdaskan dan ketertiban ikutserta dunia yang kemerdekaan. betapa nilai-nilai keadilan sosial itu menjadi landasan yang membangkitkan bangsa semangat perjuangan dalam memajukan Indonesia kesejahteraan kehidupan melaksanakan berdasarkan umum. e. bangsa.  Pancasila sebagai paradigma pembangunan Hankam . dan keadilan sosial. Sila ini sangat relevan untuk mengendalikan nilai-nilai budaya yang mendahulukan kepentingan perorangan.melakukan kesepakatan melalui musyawarah.

Oleh karena itu. tugas ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau sekelompok orang saja. pemerintah berkewajiban membangun system pertahanan dan keamanan yang mampu mewujudkan tujuan atau cita-cita tersebut.Salah satu tujuan dibentuknya Pemerintah Negara Indonesia adalah “ melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia”. para pendiri negara menyadari bahwa tugas tersebut bukan pekerjaan yang ringan. Untuk itu. Namun. melainkn menjadi tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia. .

menjaga perasaan orang atau kelompok lain.Atas pemikiran tersebut. pemerintah menyusun dan memperkenalkan sistem “pertahanan dan keamanan rakyat semesta” (hankamrata). dimana pemerintah dan rakyat (baik perseorangan maupun kelompok) memiliki hak dn kewajiban yang sama dalam usaha bela negara. menolong. Pancasila juga menganjurkan agar bangsa Indonesia dapat hidu berdampingan secara damai : saling membantu. System ini pada dasarnya sesuai dengan nilai nilai Pancasila. mengembangkan sikap saling menghargai dan menghormati sehingga terbentuk .

Sishankamrata yang kita anut selama ini adalah sistem pertahanan dan keamanan negara yuang hakikatnya adalah perlawanan rakyat semesta. semangat dan tekat rakyat yang diwujudkan dengan kemampuan bela negara yang dapat diandalkan. Pengembangan Hankam negara tetap bertumpu dan berpegang pada pendekatan historis Sishankamrata. Dalam arti bahwa kemampuan penangkalan yang diwujudkan oleh sistem ini.kebersamaan dalam kesatuan dan persatuan. Kesemestaan harus dibina sehingga seluruh kemampuan . sepenuhnya disandarkan kepada partisipasi.

baik yang berada di suprastruktur politik maupun di infrastruktur politik. Seluruh wilayah merupakan tumpuan perlawanan dan segenap lingkungan harus dapat didayagunakan untuk mendukung setiap bentuk dan kesemestaan. baik yang datang dari dalam maupun luar negeri. . Corak perlawanan rakyat semesta tersebut dengan sendirinya merupakan kebutuhan. baik konteks .nasional dimungkinkan untuk dilibatkan guna menanggulangi setiap bentuk ancaman. memang menuntut pemanduan upaya lintas sektoral serta pemahaman dari semua pihak.

Disamping itu TNI juga mendapat embanan meliputi tugas bantuan : Pertama. memberikan bantuan kepada kepolisian atas permintaan. penyelenggaraan yang membantu kegiatan kemanusiaan. kontijensi bidang hankam. Ketiga. maka masih diperlukan payung hukum yang menjadi dasar dari perubahan .kesiapan menghadapi sosial yang setiap maupun menghadapi saat kontinjensi bisa terjadi. Meskipun MPR telah dapat menetapkan peran TNI. Kedua. membantu tugas pemeliharaan perdamaian dunia.

Pancasila sebagai Paradigma Pengembangan Kehidupan Beragama . Tingkat pertama undang-undang merupakan tempat selain untuk merinci aturan dasar yang terdapat dapam Tap MPR. juga untuk menjadikan aturan dasar itu mempunyai kekuatan memaksa hukum bagi pelanggarpelanggarnya. Sebagaimana diketahui Tap MPR merupakan aturan dasar yang melalui undang-undang berwujud Verbindliche dapat Rechtsnormen yang disertai paksaan dan hukuman. 3.fungsi dan organisasi.

sebagai contoh tragedi di Ambon. yaitu kehidupan beragama yang tidak berkemanusiaan. hal ini dapat kita lihat adanya suatu kenyataan banyak terjadinya konflik sosial pada masalahmasalah SARA. dan masih banyak lagi daerah yang lain yang terlihat semakin melemahnya toleransi dalam kehidupan beragama sehingga menyimpang dari asas kemanusiaan yang adil dan beradab. Mataram.Pancasila telah memberikan dasar- .Tidak dapat dipungkiri bahwa bangsa Indonesia mengalami adanya suatu kemunduran. Kupang. terutama pada masalah agama. Medan. Poso.

bergolong-golong. budaya maupun etnis tidak lain untuk kehidupan yang damai berdasar pada . baik sosial. berkelompok. politik. meskipun Tuhan menciptakan adanya perbedaan.dasar nilai yang fundamental bagi umat bangsa untuk dapat hidup secara damai dalam kehidupan beragama di negara Indonesia tercinta ini. Sebagai makhluk Tuhan YME manusia wajib untuk beribadah kepada Tuhan YME dimanapun mereka hidup. Akan tetapi Tuhan menghendaki kehidupan manusia yang penuh kedamaian dengan hidup berdampingan. saling menghormati. berbangsa-bangsa.

kemanusiaan.Dalam Pokok Pikiran IV. Setiap agama memiliki dasar-dasar ajaran yang sesuai dengan keyakinan masing-masing dengan mendasarkan pergaulan kehidupan dalam beragama atas nilai-nilai kemanusiaan yang beradab dan berdasar bahwa pemeluk agama . dengan memberikan beragama kebebasan atau dengan atas kehidupan menjamin atas demokrasi dibidang agama. Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa atas dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. hal ini berarti bahwa kehidupan dalam negara berdasar pada nilai-nilai ketuhanan. negara menegaskan bahwa.

namun justru bersifat reformatif. dan antisipatif.adalah bagian dari umat manusia di dunia. 4. saling menghargai berdasar pada nilai kemanusiaan yang beradab. Pancasila Sebagai Paradigma Perkembangan IPTEK Pancasila bukan merupakan ideologi yang kaku dan tertutup. dinamis. Maka sudah seharusnya negara Indonesia mengembangkan kehidupan beragama ke arah terciptanya kehidupan bersama yang penuh toleransi. Dengan demikian Pancasilan mampu .

. Kemampuan ini sesungguhnya tidak berarti Pancasila itu dapat mengubah nilai-nilai dasar yang terkandung. tetapi lebih menekan pada kemampuan dalam mengartikulasikan suatu nilai menjadi aktivitas nyata dalam pemecahan masalah yang terjadi (inovasi teknologi canggih). Kekuatan suatu ideologi itu tergantung pada kualitas dan dimensi yang ada pada ideologi itu sendiri (Alfian. 1992)(dalam internet).menyesuaikan dengan perkembangan ilmu perubahan dan pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yaitu dengan tetap memperhatikan dinamika aspirasi masyarakat.

b. Dimensi Reality. Dimensi Idealisme. terutama karena nilai-nilai dasar tersebut bersumber dari budaya dan pengalaman sejarahnya. yaitu: a.Ada beberapa dimensi penting sebuah ideologi. Yaitu nilai-nilai dasar ideologi tersebut mengandung idealisme yang memberi harapan tentang masa depan yang lebih baik melalui pengalaman dalam praktik . Yaitu nilai-nilai dasar yang terkandung di dalam ideologi tersebut secara riil berakar dalam hidup masyarakat atau bangsanya.

Atas dasar . c.kehidupan bersama dengan berbagai dimensinya. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) pada hakekatnya merupakan hasil kreatifitas rohani (jiwa) manusia. Maksudnya dimensi pengembangan Ideologi tersebut memiliki kekuasaan yang memungkinkan dan merangsang perkembangan pemikiran-pemikiran baru yang relevan dengan ideologi bersangkutan tanpa menghilangkan atau mengingkari hakikat atau jati diri yang terkandung dalam nilai-nilai dasarnya. Dimensi Fleksibility.

Pancasila telah memberikan dasar nilai – nilai dalam pengembangan IPTEK. . yaitu didasarkan moral ketuhanan dan kemanusiaan yang adil dan beradab.kreatifitas akalnya. maka IPTEK pada hakekatnya tidak bebas nilai. manusia mengembangkan IPTEK untuk mengolah kekayaan alam yang diciptakan Tuhan YME. Tujuan dari IPTEK ialah untuk mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan harkat dan martabat manusia. namun terikat nilai – nilai.

Ilmu Pengetahuan harus dipandang secara utuh. perlu dipahami dasar dan arah peranannya.Dengan memasuki kawasan IPTEK yang diletakan diatas Pancasila sebagai paradigmanya. menunjukkan suatu academic community yang . adanya Sebagai masyarakat. yaitu : a. dalam dimensinya sebagai : 1. Aspek ontology Bahwa hakekat IPTEK merupakan aktivitas manusia yang tidak mengenal titik henti dalam upayanya untuk mencari dan menentukan kebenaran dan kenyataan.

eksperimentasi. . komparasi dan eksplorasi mencari dan menemukan kebenaran dan kenyataan. abstraksi. adalah hasil yang diperoleh melalui proses. observasi. 2. 3. Sebagai proses.dalam hidup keseharian para warganya untuk terus menggali dan mengembangkan ilmu pengetahuan. menggambarkan suatu aktivitas masyarakat ilmiah yang melalui refleksi. yang berwujud karya – karya ilmiah beserta implikasinya yang berwujud fisik ataupun non-fisik. Sebagai produk. spekulasi. imajinasi.

Sila-sila pancasila yang harus menjadi sistem etika dalam pengembangan IPTEK: . maka kemanfaatan dan efek pengembangan ilmu pengetahuan secara negatif tidak bertentangan dengan ideal dari pancasila dan secara positif mendukung atau mewujudkan nilai-nilai ideal pancasila. c. Aspek Askiologi. dengan nilai–nilai bahwa yang terkandung didalamnya dijadikan metode berpikir.b. Aspek pancasila Epistemologi. dengan menggunakan nilai-nilai yang terkandung didalam pancasila sebagai metode berpikir.

memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK harus bersikap beradab karena IPTEK .Sila ketuhanan yang mahaesa mengkomplementasikan ilmu pengetahuan mencipta. Berdasarkan sila ini IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan dibuktikan dan diciptakan tetapi juga dipertimbangkan maksud dan akibatnya apakah merugikan manusia disekitarnya atau tidak. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab. antara akal dan kehendak. keseimbangan antara rasional dan irasional. Pengolahan diimbangi dengan melestarikan.

Sila persatuan Indonesia mengkomplementasiakan universalitas dan internasionalisme (kemanusiaan) dalam silasila yang lain. mengembangkan kebesaran bangsa rasa serta . pengembangan Iptek harus didasarkan pada hakikat tujuan demi kesejahteraan umat manusia. Oleh karena itu. Namun.adalah sebagai hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral. Pengembangan IPTEK hendaknya dapat nasionalisme. Iptek bukan untuk kesombongan dan keserakahan manusia. harus diabdikan demi peningkatan harkat dan martabat manusia.

artinya setip ilmuan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan juga memiliki sikap yang terbuka untuk dikritik dikaji ulang maupun penemuan lainnya. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan permusyawaratan perwakilan dalam mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis.keluhuran bangsa sebagai bagian umat manusia di dunia. di bandingkan dengan .

manusia dengan alam lingkungannya. dengan serta . bangsa manusia dan negara.Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia mengkomplementasikan pengembangan IPTEK haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannnya dengan dirinya senndiri maupun dengan Tuhannya. manusia dengan masyarakat manusia.

.

Istilah paradigma makin lama makin berkembang tidak hanya di bidang ilmu pengetahuan.BAB III PENUTUP A. tetapi pada bidang . Kesimpulan Paradigma adalah pandangan mendasar dari para ilmuwan tentang apa yang menjadi pokok persoalan suatu cabang ilmu pengetahuan.

lain seperti bidang politik. Oleh karena itu. Hal ini sebagaimana tertuang dalam sila Kemanusiaan yang adil dan beradab. yaitu menjadi manusia yang berbudaya dan beradab. sosial dan ekonomi. brutal dan bersifat . kejam. Pancasila pada hakikatnya bersifat pancasila humanistik bertolak karena dari memang hakikat dan kedudukan kodrat manusia itu sendiri. hukum. Pembangunan sosial budaya yang menghasilkan manusiamanusia biadab. pembangunan sosial budaya harus mampu meningkatkan harkat dan martabat manusia.

dan agama serta berada pada ribuan pulau yang berbeda sumber kekayaan alamnya. Keanekaragaman suku.anarkis jelas bertentangan dengan cita-cita menjadi manusia adil dan beradab. adat-istiadat. karena tumbuhnya sikap premordalisme sempit. oleh karena itu dalam kehidupan dilingkungan bermasyarakat dibutuhkan alat perekat antar masyarakat dengan adanya kesamaan cara pandang tentang misi dan visi yang ada di lingkungan masyarakat. yang akhirnya dapat terjadi konflik yang negative. Dengan adanya . memungkinkan untuk terjadi keanekaragaman kehendak dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain dari pada .Pancasila dapat dijadikan sebagai suatu elemen mampu banyaknya menahan perbedaaan lingkungan emosi dari kebudayaan masyarakat. Agar di dapat mewujudkan kehidupan yang demokratis. aman. nyaman. dan adil di lingkungan masyarakat. Saran Adapun saran penulis kepada pembaca agar pembaca dapat mengetahui bahwa pancasila sangat penting bagi kehidupan kita dan agar pembaca dapat melaksanakan atau bisa menerapkan pancasila di masyarakat. tentram. B.

Dan yang kami harapkan dengan adanya makalah ini. Pendidikan Pancasila. 2012. Sunarto. 2000. dkk. Semarang: Pusat . Semarang: IKIP Semarang Press. dapat menjadi wacana yang membuka pola pikir pembaca dan memberi saran yang sifatnya tersirat maupun tersurat. Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi. DAFTAR PUSTAKA Sugito AT dkk. penulis memohon maaf apabila terdapat kesalahan karena kami masih dalam proses pembelajaran.itu.

Semarang: Pusat MKU/MKDK-LP3 Pengembangan Universitas Negeri Semarang. Pendidikan Pancasila.html (diakses tanggal 1 April 2013 jam 20.Pengembangan MKU/MKDK-LP3 Universitas Negeri Semarang.13 WIB) Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Posting Lebih Baru Posting Lama Berand . dkk. Soegito. http://mettasetiani.blogspot.com/2013/03/pancas ila-sebagai-paradigma_5047. 2012.

Paradigma adalah pandangan mendasar dari para ilmuwan tentang apa yang menjadi . orang yang pertama kali mengemukakan istilah tersebut menyatakan bahwa ilmu pada waktu tertentu didominasi oleh suatu paradigma.1. Menurut Thomas Kuhn. Latar Belakang Istilah paradigma pada mulanya dipakai dalam bidang filsafat ilmu pengetahuan.Makalah Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan BAB I PENDAHULUAN I.

seorang ilmuwan dapat menjelaskan sekaligus menjawab suatu masalah dalam ilmu pengetahuan. suatu cabang ilmu Dengan demikian. bagaimana seharusnya dalam menjawab dan aturan-aturan yang bagaimana yang harus dijalankan dalam mengetahui persoalan tersebut. paradigma sebagai alat bantu para illmuwan dalam merumuskan apa yang harus dipelajari. tetapi pada bidang lain . Istilah paradigma makin lama makin berkembang tidak hanya di bidang ilmu pengetahuan. kerangka acuan yang harus dijalankan oleh ilmuwan yang mengikuti paradigma tersebut.pokok persoalan pengetahuan. apa yang harus dijawab. Dengan suatu paradigma atau sudut pandang dan kerangka acuan tertentu.Suatu paradigma mengandung sudut pandang.

tolok ukur. I. tolok ukur. Dengan demikian.seperti bidang politik. Sesuatu dijadikan paradigma berarti sesuatu itu dijadikan sebagai kerangka. Menuntaskan tugas mata kuliah Pancasila .2. Tujuan Tujuan Pembuatan makalah ini dilaksanakan oleh para mahasiswa yang memiliki tujuan dan maksud tertentu. parameter. orientasi. Paradigma kemudian berkembang dalam pengertian sebagai kerangka pikir. dan tujuan dari sebuah kegiatan. sosial dan ekonomi. Adapun tujuan kami ialah : 1. kerangka bertindak. acuan. parameter. arah dan tujuan. paradigma menempati posisi tinggi dan penting dalam melaksanakan segala hal dalam kehidupan manusia. hukum. acuan. sumber. arah.

BAB II PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN . Mahasiswa/I dapat mengetahui makna dan hakikat Pembangunan Nasional berlandaskan Pancasila. 6. 5. Mahasiswa/i dapat memahami tujuan Nasional. 3. Sebagai sarana yang lebih baik. Lebih berkompetensi di pelajaran mata kuliah Pancasila.2. Melatih diri agar berani mengemukakan hasil pembelajaran. Demikianlah tujuan – tujuan yang igin kami capai dalam pembuatan makalah Pancasila sebagai Paradigma ini dan semoga semuanya dapat tercapai. 4.

1. metode serta penerapan dalam ilmu pengetahuan sehingga sangat menentukan sifat. Khun dalam bukunya yang berjudul “The Structure Of Scientific Revolution”. ciri serta karakter ilmu pengetahuan itu sendiri. paradigm sebagai alat bantu para illmuwan dalam . Pengertian Paradigma Istilah paradigma pada awalnya berkembang dalam filsafat ilmu pengetahuan. Dengan demikian.II. Secara terminologis tokoh yang mengembangkan istilah tersebut dalam dunia ilmu pengetahuan adalah Thomas S. Paradigma adalah pandangan mendasar dari para ilmuwan tentang apa yang menjadi pokok persoalan suatu cabang ilmu pengetahuan. paradigma adalah suatu asumsi-asumsi dasar dan teoritis yang umum (merupakan suatu sumber nilai) sehingga merupakan suatu sumber hukum.

maka IPTEK pada hakekatnya tidak bebas nilai. namun terikat nilai – nilai.merumuskan apa yang harus dipelajari. apa yang harus dijawab. Tujuan dari IPTEK ialah untuk mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan harkat dan martabat manusia. Pancasila telah memberikan dasar nilai – nilai dalam . Atas dasar kreatifitas akalnya. Pancasila sebagai Pembangunan IPTEK Paradigma Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) pada hakekatnya merupakan hasil kreatifitas rohani (jiwa) manusia. II. manusia mengembangkan IPTEK untuk mengolah kekayaan alam yang diciptakan Tuhan YME. bagaimana seharusnya dalam menjawab dan aturan-aturan yang bagaimana yang harus dijalankan dalam mengetahui persoalan tersebut.2.

Ilmu Pengetahuan harus dipandang secara utuh. Dengan memasuki kawasan IPTEK yang diletakan diatas Pancasila sebagai paradigmanya. . yaitu didasarkan moral ketuhanan dan kemanusiaan yang adil dan beradab.Sebagai masyarakat. menunjukkan adanya suatu academic community yang dalam hidup keseharian para warganya untuk terus menggali dan mengembangkan ilmu pengetahuan. perlu difahami dasar dan arah peranannya. yaitu : 1.pengembangan IPTEK. Aspek ontology Bahwa hakekat IPTEK merupakan aktivitas manusia yang tidak mengenal titik henti dalam upayanya untuk mencari dan menentukan kebenaran dan kenyataan. dalam dimensinya sebagai : .

menggambarkan suatu aktivitas masyarakat ilmiah yang melalui abstraksi. spekulasi.- Sebagai proses. 2. bahwa pancasila dengan nilai–nilai yang terkandung didalamnya dijadikan metode berpikir. maka kemanfaatan dan efek pengembangan ilmu pengetahuan secara negatif tidak bertentangan dengan ideal dari pancasila dan . 3. yang berwujud karya – karya ilmiah beserta implikasinya yang berwujud fisik ataupun non-fisik. eksperimentasi. adalah hasil yang diperoleh melalui proses. Sebagai produuk. refleksi. dengan menggunakan nilai-nilai yang terkandung didalam pancasila sebagai metode berpikir. Aspek Epistemologi. observasi. Aspek Askiologi. komparasi dan eksplorasi mencari dan menemukan kebenaran dan kenyataan. imajinasi.

pertahanan dan keamanan yang penjabarannya tertuang pada GBHN. II. Sebaliknya ilmu pengetahuan tanpa didasari dan diarahkan oleh nilai-nilai pancasila akan kehilangan arah konstruktifnya dan terdistori mennjadi suatu yang akan melahirkan akibat-akibat fatal bagi kehidupan manusia. pancasila tanpa disertai sikap kritis ilmu pengetahuan. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Poleksosbudhankam Pembangunan nasional dirinci diberbagai bidang antara lain politok. . akan menjadikan pancasila itu sebagai suatu yang refressif dan contra produktif.secara posiitif mendukung atau mewujudkan nilai-nilai ideal pancasila. ekonomi.3. social budaya. Hubungan antara pancasila dengan ilmu pengetahuan tidak dapat lagi dittempatkan secara dikhotomi saling bertentangan.

secara lengkap. oleh . meliputi seluruh unsure hakekat manusia yang monopluralis. Sistem politik Indonesia yang bertolak dari manusia sebagai subjek harus mampu menempatkan kekuasaan tertinggi pada rakyat. sebagai pengembangan Poleksosbudhankam. Kekuasaan adalah dari rakyat. Pancasila bertolak dari kodrat manusia maka pembangunan politik harus dapat meningkatkan harkat dan martabat manusia.Pembangunan yang sifatnya humanitis dan pragmatis harus mendasarkan pada hakekat manusia sebagai pelaksana sekaligus tujuan pembangunan. 1. Pancasila sebagai paradigma pembangunan bidang politik Manusia Indonesia selaku warga negara harus ditempatkan sebagai subjek atau pelaku politik bukan sekadar objek politik. maka pembangunan pada hakekatnya membangun manusia secara utuh.

. artinya bahwa nilai-nilai pancasila sebagai wujud cita-cita Indonesia diimplementasikan sebagai berikut :  Penerapan dan pelaksanaan keadilan sosial mencakup keadilan politik. budaya agama dan ekonomi dalam kehidupan sehari-hari.  Mendahulukan rakyat/demokrasi keputusan. Pancasila sebagai paradIgma pembangunan politik. Sistem politik Indonesia yang sesuai pancasila sebagai paradigma adalah sistem politik demokrasi bukan otoriter. dalam kepentingan pengambilan  Melaksanakan keadilan sosial dan penentuan perioritas kerakyatan berdasarkan konsep mempertahankan kesatuan bangsa.rakyat dan untuk rakyat.

didasarkan atas kekeluargaan seluruh bangsa. Pancasil sebagai pembangunan bidang ekonomi paradigm Diartikan sebagai pengembangan ekonomi bukan hanya mengejar pertumbuhan saja. demi kesejahteraan seluruh bangsa. toleransi harus bersumber pada nilai-nilai ketuhanan YME.  Nilai-nilai kejujuran. tetapi demi kemanusiaan. Dalam pelaksanaan pencapaian tujuan keadilan menggunakan pendekatan kemanusiaan yang adil dan beradab. 2. Menurut Mubyarto. . ekonomoi kerakyatan yaitu ekonomi yang humanistic dengan mendasar pada tujuan demi kesejahteraan rakyat secara luas. pengembangan ekonomi tidak bias dipisahkan dengan nilai-nilai moral kemanusiaan.

Tujuan ekonomi untuk memmenuhi
kebutuhan manusia agar lebih sejahtera,
maka ekonomi harus menghindarkan diri
dari persaingan bebas, dari monopoli,
ekonomi
harus
menghindari
yang
menimbulkan penderitaan manusia dan yang
menimbulkan penindasan manusia satu
dengan yang lain.
3. Pancasila sebagai paradigm
pembangunan bidang sosial budaya
Mengandung pengertian bahwa pancasila
adalah etos budaya persatuan dalam
masyarakat majemuk. Semboyan Bhineka
Tunggal Ika dan pelaksanaan UUD 45 yang
menyangkut pembangunan kebudayaan
bangsa hendaknya menjadi perioritas,
karena kebudayaan nasional diperlukan
sebagai landasan atau media sosial yang
memperkuat persatuan.

Berdasar
sila
persatuan
Indonesia,
pembangunan sosial budaya dikembangkan
atas dasar penghargaan terhadap nilai sosial
dan budaya-budaya yang beragam dari
seluruh wilayah Nusantara menuju pada
tercapainya rasa persatuan sebagai bangsa.
Perlu ada pengakuan dan penghargaan
terhadap budaya dan kehidupan sosial
berbagai kelompok bangsa Indonesia
sehingga mereka merasa dihargai dan
diterima sebagai warga bangsa. Dengan
demikian, pembangunan sosial budaya tidak
menciptakan kesenjangan, kecemburuan,
diskriminasi, dan ketidakadilan sosial.
4. Pancasila sebagai
pembangunan bidang Hankam

paradigma

Salah satu tujuan bernegara Indonesia
adalah
melindungi
segenap
bangsa
Indonesia dan seluruh tumpah darah
Indonesia. Hal ini mengandung makna

bahwa tugas dan tanggung jawab tidak
hanya oleh penyelenggara negara saja, tetapi
juga rakyat Indonesia secara keseluruhan.
Sistem pembangunan pertahanan dan
keamanan
Indonesia
disebut
sistem
pertahanan dan keamanan rakyat semesta
(sishankamrata).
II.4.
Pancasila
sebagai
Paradigma
Pembaharuan Hukum dan Pengembanggan
HAM
Produk hukum baik materi maupun
penegakkannya semakin jauh dari nilai-nilai
kemanusiaan, kerakyatan dan keadilan.
Pancasila merupakan cita-cita hukum,
kerangka berfikir, sumber nilai dan sumber
arah penyusunan dan perubahan hukum
positif di Indonesia, sehi Indonesia,
sehinggga
fungsi
pancasila
sebagai
paradigma
hukum
atau
berbagai
pembaharuan hukum di Indonesia.

Produk hukum dapat berubah dan diubah
sesuai perkembangan zaman, perkembangan
iptek dan perkembangan aspirasi rakyat,
namun sumber nilai (nilai – nilai Pancasila)
harus tetap tidak beru harus tetap tidak
berubah.
Pancasila sebagai paradigm pembaharuan
hukum merupakan sumber norma dan
sumber nilai, bersifat dinamik nyata ada
dalam masyarakat, baik menyangkut
aspirasinya,
kemajuan
peradabannya
maupun kemajuan ipteknya.
Menurut
Undang-Undang
Republik
Indonesia No.39 tahun 1999 tentang Hak
Asasi Manusia, didalam konsideransinya
yang dimaksud HAM ialah seperangkat hak
yang melekat pada hakekat dan keberadaan
manusia sebagai makhluk Tuhan YME dan
merupakan anugerah-Nya yang wajib
dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi

oleh Negara, hukum, pemerintah dan setiap
orang demi kehormatan serta perlindungan
harkat dan martabat manusia.
Lebih lanjut UU tersebut menegaskan, demi
tegaknya hak asasi manusia, maka semua
bentuk pelanggaran HAM yang dapat
diilakukan oleh perorangan, kelompok yang
termasuk penguasa Negara dan aparat
Negara baik yang disengaja maupun tidak
sengaja harus dihindari.
BAB III
AKTUALISASI PANCASILA
Aktualisasi Pancasila dapat dibedakan atas
dua macam yaitu aktualisasi obyektif dan
subyektif. Aktualisasi Pancasila obyektif
yaitu aktualisasi Pancasila dalam berbagai
bidang kehidupan kenegaraan yang meliputi
kelembagaan Negara antara lain legislatif,
eksekutif maupun yudikatif. Selain itu juga

meliputi bidang-bidang aktualisasi lainnya
seperti politik, ekonomi, hukum terutama
dalam penjabaran ke dalam undang-undang,
GBHN, pertahanan keamanan, pendidikan
maupun bidang kenegaraan lainnya.
Adapun aktualisasi Pancasila subyektif
adalah aktualisasi Pancasila pada setiap
individu terutama dalam aspek moral dalam
kaitannya dengan hidup negara dan
masyarakat. Aktualisasi yang subyektif
tersebuttidak terkecuali baik warga negara
biasa,
aparat
penyelenggara
negara,
penguasanegara, terutama kalangan elit
politik dalam kegiatan politik perlu mawas
diri agarmemiliki moral Ketuhanan dan
Kemanusiaan sebagaimana terkandung
dalam Pancasila.
BAB IV
PENUTUP

1 Kesimpulan Dari pembahasan diatas. raga. dapat kami simpulkan bahwa pembangunan yang didasarkan pada nilai – nilai Pancasila diarahkan untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia yang meliputi aspek jiwa. sosial. IV. dan aspek kebutuhan.2 Saran Adapun saran yang bisa kami paparkan dari makalah ini yaitu sebaiknya kita lebih mempelajari dan memahami pancasila lebih dalam lagi agar kita tidak menyimpang dari nilai – nilai pancasila yang merupakan asas Indonesia. About these ads Share this:  Twitter1  Facebook18 . pribadi.IV.

 Like this: Dalam pembangunan nasional pasti dibutuhkan suatu kerangka pemikiran yang melandasi pembangunan nasional itu .

Namun demikian. pancasila dapat dijadikan sebagai landasan pembangunan nasional. dan keamanan akan tercipta beberapa pertanyaan. prinsip dasar atau cara memecahkan suatu masalah yang dianut oleh suatu masyarakat pada masa tertentu. acuan. metode. Pancasila sebagai paradigma. metode-metode. Oleh karena itu Pancasila dijadikan paradigma dalam melaksanakan pembangunan nasional. budaya. artinya nilainilai dasar pancasila secara normatif menjadi dasar.sendiri. yaitu sebagai landasan. kerangka acuan. Paradigma adalah cara pandang nilai-nilai. nilai dan sekaligus tujuan yang ingin dicapai. pertahanan. Oleh karena itu. dari kata-kata Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Nasional bidang sosial. dan tolok .

Nilai-nilai dasar Pancasila itu dikembangkan atas dasar hakikat manusia.ukur segenap aspek pembangunan nasional yang dijalankan di Indonesia. sedangkan negara merupakan organisasi atau persekutuan hidup manusia maka tidak berlebihan apabila pancasila menjadi landasan dan tolok ukur penyelenggaraan bernegara termasuk dalam melaksanakan pembangunan. Hakikat manusia menurut Pancasila adalah makhluk . Hal ini sesuai dengan kenyataan objektif bahwa Pancasila adalah dasar negara Indonesia. Hal ini sebagai konsekuensi atas pengakuan dan penerimaan bangsa Indonesia atas Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional.

raga.pribadi. Pembangunan sosial harus mampu mengembangkan harkat dan martabat manusia secara keseluruhan. Berdasarkan itu.monopluralis. pembangunan nasional diarahkan sebagai upaya meningkatkan harkat dan martabat manusia yang meliputi aspek jiwa. susunan kodrat manusia terdiri atas jiwa dan raga b. antara lain : a. dan aspek ketuhanan. pembangunan nasional sebagai upaya peningkatan manusia secara totalitas. Secara singkat. sifat kodrat manusia sebagai individu sekaligus sosial c. sosial. kedudukan kodrat manusia sebagai makhluk pribadi dan makhluk tuhan. Kodrat manusia yang monopluralis tersebut mempunyai ciri-ciri. Oleh karena .

pembangunan dilaksanakan di berbagai bidang yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia.itu. a. Pancasila menjadi paradigma dalam pembangunan politik. Pembangunan. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Politik Manusia Indonesia selaku warga negara harus ditempatkan sebagai subjek atau pelaku politik bukan sekadar objek politik. Sistem politik Indonesia yang bertolak dari manusia sebagai subjek harus mampu menempatkan kekuasaan tertinggi pada . ekonomi. sosial budaya. dan pertahanan keamanan. sosial budaya. meliputi bidang politik. Pancasila bertolak dari kodrat manusia maka pembangunan politik harus dapat meningkatkan harkat dan martabat manusia. ekonomi. dan pertahanan keamanan.

Kekuasaan adalah dari rakyat. Oleh karena itu. Perilaku politik. moral kemanusiaan.rakyat. secara berturut-turut sistem politik Indonesia dikembangkan atas moral ketuhanan. . sistem politik Indonesia harus dikembangkan atas asas kerakyatan (sila IV Pancasila). oleh rakyat dan untuk rakyat. dan moral keadilan. Sistem politik Indonesia yang sesuai pancasila sebagai paradigma adalah sistem politik demokrasi bukan otoriter Berdasar hal itu. baik dari warga negara maupun penyelenggara negara dikembangkan atas dasar moral tersebut sehingga menghasilkan perilaku politik yang santun dan bermoral. Pengembangan selanjutnya adalah sistem politik didasarkan pada asas-asas moral daripada sila-sila pada pancasila. moral persatuan. moral kerakyatan.

Sistem ekonomi yang menghargai hakikat manusia. sosial. sistem ekonomi harus mendasarkan pada dasar moralitas ketuhanan (sila I Pancasila) dan kemanusiaan ( sila II Pancasila). Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Ekonomi Sesuai dengan paradigma pancasila dalam pembangunan ekonomi maka sistem dan pembangunan ekonomi berpijak pada nilai moral daripada pancasila. Secara khusus. baik selaku makhluk individu. Sistem ekonomi yang mendasarkan pada moralitas dam humanistis akan menghasilkan sistem ekonomi yang berperikemanusiaan.b. .

Sistem ekonomi Indonesia juga tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai moral kemanusiaan. Oleh karena itu. Pembangunan ekonomi harus mampu . Sistem ekonomi yang berdasar pancasila berbeda dengan sistem ekonomi liberal yang hanya menguntungkan individu-individu tanpa perhatian pada manusia lain. sistem ekonomi harus dikembangkan menjadi sistem dan pembangunan ekonomi yang bertujuan pada kesejahteraan rakyat secara keseluruhan. Sistem ekonomi yang berdasar pancasila adalah sistem ekonomi kerakyatan yang berasaskan kekeluargaan.makhluk pribadi maupun makhluk tuhan. Pancasila bertolak dari manusia sebagai totalitas dan manusia sebagai subjek. Sistem ekonomi demikian juga berbeda dengan sistem ekonomi dalam sistem sosialis yang tidak mengakui kepemilikan individu.

ketidakadilan. penderitaan. pembangunan sosial budaya harus mampu meningkatkan harkat dan martabat manusia. Oleh karena itu. monopoli dan bentuk lainnya yang hanya akan menimbulkan penindasan. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Sosial Budaya Pancasila pada hakikatnya bersifat humanistik karena memang pancasila bertolak dari hakikat dan kedudukan kodrat manusia itu sendiri. Hal ini sebagaimana tertuang dalam sila Kemanusiaan yang adil dan beradab. brutal dan bersifat anarkis jelas . Pembangunan sosial budaya yang menghasilkan manusia-manusia biadab. c. yaitu menjadi manusia yang berbudaya dan beradab.menghindarkan diri dari bentuk-bentuk persaingan bebas. dan kesengsaraan warga negara. kejam.

pembangunan sosial budaya tidak . Manusia harus dapat mengembangkan dirinya dari tingkat homo menjadi human. Dengan demikian. pembangunan sosial budaya dikembangkan atas dasar penghargaan terhadap nilai sosial dan budaya-budaya yang beragam si seluruh wilayah Nusantara menuju pada tercapainya rasa persatuan sebagai bangsa. Manusia tidak cukup sebagai manusia secara fisik. Berdasar sila persatuan Indonesia. Perlu ada pengakuan dan penghargaan terhadap budaya dan kehidupan sosial berbagai kelompok bangsa Indonesia sehingga mereka merasa dihargai dan diterima sebagai warga bangsa. tetapi harus mampu meningkatkan derajat kemanusiaannya.bertentangan dengan cita-cita menjadi manusia adil dan beradab.

Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Pertahanan Keamanan Salah satu tujuan bernegara Indonesia adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. sistem pertahanan dan keamanan adalah mengikut sertakan seluruh komponen bangsa. Atas dasar tersebut. d. Sistem pembangunan pertahanan dan keamanan Indonesia disebut sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (sishankamrata).menciptakan kesenjangan. diskriminasi. Sistem pertahanan yang bersifat semesta . Hal ini mengandung makna bahwa tugas dan tanggung jawab tidak hanya oleh penyelenggara negara saja. dan ketidakadilan sosial. tetapi juga rakyat Indonesia secara keseluruhan. kecemburuan.

di mana pemerintahan dari rakyat (individu) memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam masalah pertahanan negara dan bela negara. dan berlanjut untuk menegakkan kedaulatan negara. dan keselamatan segenap bangsa dari segala ancaman. Pancasila sebagai paradigma pembangunan pertahanan keamanan telah diterima bangsa Indonesia sebagaimana tertuang dalam UU . serta dipersiapkan secara dini oleh pemerintah dan diselenggarakan secara total terpadu. Penyelenggaraan sistem pertahanan semesta didasarkan pada kesadaran atas hak dan kewajiban warga negara. terarah. dan sumber daya nasional lainnya. Sistem ini pada dasarnya sesuai dengan nilai-nilai pancasila.melibatkan seluruh warga negara. serta keyakinan pada kekuatan sendiri. keutuhan wilayah. wilayah.

Dalam undang-undang tersebut dinyatakan bahwa pertahanan negara bertitik tolak pada falsafah dan pandangan hidup bangsa Indonesia untuk menjamin keutuhan dan tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. 3 Tahun 2002 tentang pertahanan Negara. Pancasila Sebagai Paradigma Pembaharuan Tatanan Hukum Penyebab utama terjadinya kekuasaan sentralistik yaitu tampilnya sistem politik yang tidak demokratis yang didukung oleh UUD 1945.No. Perubahan konfigurasi politik . Oleh karena itu. agenda pembaharuan hukum dilakukan dengan cara : 1. Amandemen UUD 1945 2. e.

Oleh karena itu. ilmu pengetahuan dan teknologi. Realitas yang didapatkan.3. Perlembagaan judicial review f. Bagi kelompok yang menginginkan kemajuan mutlak harus memiliki 2 hal tersebut. diperlukan suatu platform yang mampu dijadikan sebagai roh bagi perkembangan iptek di Indonesia. kepemilikan terhadap iptek sering disalahgunakan. Bangsa Indonesia. baik pada masa lalu. Pancasila Sebagai Paradigma Pengembangan Ilmu dan Teknologi Dewasa ini. merupakan kebutuhan tersendiri. sekarang. Padahal apapun hasil dari iptek mestinya dapat dipertanggungjawabkan akibatnya. . dalam seluruh dimensi hidupnya. maupun masa depan. termasuk di bidang iptek. hal ini justru sering dilakukan oleh para ilmuwan dan teknokrat.

kZRZFZUv.See more at: http://gueindo.html#sthash.tergantung pada kuat atau tidaknya memegang roh bangsanya.blogspot.dpuf . Related : POLITIK Labels: POLITIK . yaitu Pancasila.com/2011/12/pancas ila-sebagai-paradigmapembangunan.

google. Dalam Ideologi terkandung konsep dasar tentang .com Ideologi adalah Suatu sistem nilai yang merupakan kebulatan ajaran yang memberikan motivasi.Ekonomi.& HANKAM PENGARUH ASPEK IDEOLOGI sumber : www. 27 Februari 2011 Pengaruh Aspek Ideologi.ADITYA Minggu.Sosial Budaya.Politik.

kehidupan yang dicita-citakan oleh bangsa. Keampuhan ideologi tergantung pada rangkaian nilai yang dikandungnya yang dapat memenuhi serta menjamin segala aspirasi hidup dan kehidupan manusia. IDEOLOGI DUNIA Liberalisme(Individualisme) . Suatu ideologi bersumber dari suatu aliran pikiran/falsafah dan merupakan pelaksanaan dari sistem falsafah itu sendiri.

Liberalisme bertitik tolak dari hak asasi yang melekat pada manusia sejak lahir dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun termasuk penguasa terkecuali atas persetujuan dari yang bersangkutan. Paham liberalisme mempunyai nilai-nilai dasar (intrinsik) yaitu kebebasan kepentingan pribadi yang .Negara adalah masyarakat hukum (legal society) yang disusun atas kontrak semua orang (individu) dalam masyarakat (kontraksosial).

John Locke. dalam upaya merebut kekuasaan / . Herbert Spencer. Harold J. Laski 2. Rousseau. Golongan borjuis menindas golongan proletar (buruh).J. Tokoh: Thomas Hobbes. J.menuntut kebebasan individu secara mutlak. Komunisme(ClassTheory) Negara adalah susunan golongan (kelas) untuk menindas kelas lain. oleh karena itu kaum buruh dianjurkan mengadakan revolusi politik untuk merebut kekuasaan negara dari kaum kapitalis & borjuis.

Mengkomuniskan dunia. komunisme.mempertahankannya. . 3. Menciptakan situasi konflik untuk mengadu golongangolongan tertentu serta menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. masyarakat tanpa nasionalisme. agama adalah racun bagi kehidupan masyarakat. akan: 1. 2. Atheis.

perombakan masyarakat dengan revolusi. . Negara melaksanakan hukum agama dalam kehidupan dunia. Bersumber pada falsafah keagamaan dalam kitab suci agama. tanpa pertentangan.4. Menginginkan masyarakat tanpa kelas. hidup aman. Paham Agama Negara membina kehidupan keagamaan umat dan bersifat spiritual religius.

Kelima sila merupakan kesatuan yang bulat dan utuh sehingga pemahaman dan pengamalannya harus mencakup semua nilai yang terkandung didalamnya.2. Ketahanan ideologi diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan ideologi bangsa Indonesia yang . IDEOLOGI PANCASILA Merupakan tatanan nilai yang digali (kristalisasi) dari nilai-nilai dasar budaya bangsa Indonesia.

ancaman. hambatan serta gangguan yang dari luar/dalam.berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. Untuk mewujudkannya diperlukan kondisi mental bangsa yang berlandaskan keyakinan akan kebenaran ideologi Pancasila . langsung/tidak langsung dalam rangka menjamin kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara Indonesia.

oPancasila sebagai ideologi terbuka perlu direlevansikan dan diaktualisasikan agar mampu membimbing dan mengarahkan kehidupan . Untuk memperkuat ketahanan ideologi perlu langkah pembinaan sebagai berikut: oPengamalan Pancasila secara obyektif dan subyektif.sebagai ideologi bangsa dan negara serta pengamalannya yang konsisten dan berlanjut.

oContoh para pemimpin penyelenggara negara dan pemimpin tokoh masyarakat . oBhineka Tunggal Ika dan Wasantara terus dikembangkan dan ditanamkan dalam masyarakat yang majemuk sebagai upaya untuk menjaga persatuan bangsa dan kesatuan wilayah. bangsa.masyarakat. dan negara.

merupakan hal yang sangat mendasar. oPembangunan seimbang antara fisik material dan mental spiritual untuk menghindari tumbuhnya materialisme dan sekularisme oPendidikan moral Pancasila ditanamkan pada anak didik dengan cara mengintegrasikan ke dalam mata pelajaran lain. .

Politik di Indonesia: 1. DalamNegeri Adalah kehidupan politik dan kenegaraan berdasarkan Pancasila dan UUD ’45 yang mampu menyerap aspirasi dan dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam satu sistem yang unsurunsurnya : .PENGARUH ASPEK POLITIK Politik berasal dari kata politics dan atau policy yang berarti kekuasaan (pemerintahan) atau kebijaksanaan.

Proses Politik Rangkaian pengambilan keputusan tentang berbagai kepentingan politik maupun kepentingan umum yang bersifat nasional dan penentuan dalam pemilihan . Struktur Politik Wadah penyaluran pengambilan keputusan untuk kepentingan masyarakat dan sekaligus wadah dalam menjaring/pengkaderan pimpinan nasional 2.1.

Komunikasi Politik . 4.kepemimpinan yang akhirnya terselenggara pemilu. Budaya Politik Pencerminan dari aktualisasi hak dan kewajiban rakyat dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara yang dilakukan secara sadar dan rasional melalui pendidikan politik dan kegiatan politik sesuai dengan disiplinnasional. 3.

berbangsa. baik rakyat sebagai sumber aspirasi maupun sumber pimpinan-pimpinan nasional 2. Luar Negeri Salah satu sasaran pencapaian kepentingan nasional dalam pergaulan antar bangsa. . melaksanakan ketertiban dunia. berdasar kemerdekaan.Hubungan timbal balik antar berbagai kehidupan bermasyarakat. Landasan Politik Luar Negeri = Pembukaan UUD ’45. dan bernegara.

. Politik Luar Negeri Indonesia adalah bebas dan aktif. tetapi berperan atas dasar cita-citanya. Aktif = Indonesia dalam percayuran internasional tidak bersifat reaktif dan tidak menjadi obyek.perdamaian abadi dan keadilan sosial dan anti penjajahan karena tidak sesuai dengan kemanusiaan dan keadilan. Bebas = Indonesia tidak memihak pada kekuatankekuatan yang pada dasarnya tidak sesuai dengan kepribadian bangsa.

Ketahanan pada aspek politik dalam negeri = Sistem pemerintahan yang berdasarkan hukum. Kepemimpinan nasional .Untuk mewujudkan ketahanan aspek politik diperlukan kehidupan politik bangsa yang sehat dan dinamis yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas politik yang bersadarkan Pancasila UUD ’45. mekanisme politik yang memungkinkan adanya perbedaan pendapat.

dan gejolak dunia terus diikuti dan dikaji dengan seksama. Kerjasama dilakukan sesuai dengan kemampuan dan demi kepentingan nasional. Perkembangan. perubahan.memperkecil .yang mengakomodasikan aspirasi yang hidup dalam masyarakat Ketahanan pada aspek politik luar negeri = meningkatkan kerjasama internasional yang saling menguntungkan dan meningkatkan citra positif Indonesia.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia.ketimpangan dan mengurangi ketidakadilan dengan negara industri maju. Mewujudkan tatanan dunia baru dan ketertiban dunia. Melindungi kepentingan Indonesia dari kegiatan diplomasi negatif negara lain dan hak-hak WNI di luar negeri perlu ditingkatkan. PENGARUH ASPEK EKONOMI Perekonomian : .

. serta caracara yang dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat untuk memenuhi kebutuhan. dan konsumsi barang-barang jasa  Usaha-usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat secara individu maupun kelompok. Aspek kehidupan nasional yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan bagi masyarakat meliputi: produksi. distribusi.

.Sistem perekonomian yang diterapkan oleh suatu negara akan memberi corak terhadap kehidupan perekonomian negara yang bersangkutan. sebaliknya sistem perekonomian sosialis dengan sifat perencanaan dan pengendalian oleh pemerintah kurang peka terhadap pengaruhpengaruh dari luar. Sistem perekonomian liberal dengan orientasi pasar secara murni akan sangat peka terhadap pengaruhpengaruh dari luar.

Perekonomian Indonesia = Pasal 33 UUD ‘45 Sistem perekonomian sebagai usaha bersama berarti setiap warga negara mempunyai hak dan kesempatan yang sama dalam menjalankan roda perekonomian dengan tujuan untuk mensejahterakan bangsa. Dalam perekonomian Indonesia tidak dikenal monopoli dan monopsoni baik oleh pemerintah/swasta. Secara makro sistem perekonomian Indonesia dapat .

Untuk mencapai tingkat ketahanan ekonomi perlu . Wujud ketahanan ekonomi tercermin dalam kondisi kehidupan perekonomian bangsa yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas ekonomi yang sehat dan dinamis serta kemampuan menciptakan kemandirian ekonomi nasional dengan daya saing tinggi dan mewujudkan kemampuan rakyat.disebut sebagai sistem perekonomian kerakyatan.

.pertahanan terhadap berbagai hal yang menunjang. Sistem ekonomi Indonesia harus mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan yang adil dan merata. Ekonomi Kerakyatan Menghindari : 1. antara lain: 1. 2. Sistem free fight liberalism: Menguntungkan pelaku ekonomi yang kuat.

3. Sistem Etastisme: Mematikan potensi unit-unit ekonomi diluar sektor negara. Struktur ekonomi dimantapkan secara seimbang antara sektor pertanian. . Monopoli : Merugikan masyarakat dan bertentangan dengan citacita keadilan social. perindustrian dan jasa.2. 3.

6.4. 5. Pembangunan ekonomi dilaksanakan sebagai usaha bersama dibawah pengawasan anggota masyarakat memotivasi dan mendorong peran serta masyarakat secara aktif. . Pemerataan pembangunan. Kemampuan bersaing.

senasib.PENGARUH ASPEK SOSIAL BUDAYA Sosial = Pergaulan hidup manusia dalam bermasyarakat yang mengandung nilai-nilai kebersamaan. sepenanggungan. solidaritas yang merupakan unsur pemersatu Budaya = Sistem nilai yang merupakan hasil hubungan manusia dengan cipta rasa dan karsa yang menumbuhkan gagasan-gagasan utama serta .

merupakan kekuatan pendukung penggerak kehidupan. Dalam setiap kebudayaan daerah terdapat nilai budaya yang tidak dapat dipengaruhi oleh budaya asing (local genuis). dan lingkungan sejarah. . Kebudayaan diciptakan oleh faktor organobiologis manusia. Local genuis itulah pangkal segala kemampuan budaya daerah untuk menetralisir pengaruh negatif budaya asing. lingkungan psikologis. lingkungan alam.

Kebudayaan nasional merupakan hasil (resultante) interaksi dari budaya-budaya suku bangsa (daerah) atau budaya asing (luar) yang kemudian diterima sebagai nilai bersama seluruh bangsa. Interaksi budaya harus berjalan secara wajar dan alamiah tanpa unsur paksaan dan dominasi budaya terhadap budaya lainnya. Identitas bangsa Indonesia adalah manusia . Kebudayaan nasional merupakan identitas dan menjadi kebanggaan Indonesia.

yang mengandung kemampuan membentuk dan mengembangkan .dan masyarakat yang memiliki sifat-sifat dasar: oReligius oKekeluargaan oHidup seba selaras oKerakyatan Wujud ketahanan sosial budaya tercermin dalam kondisi kehidupan sosial budaya bangsa yang dijiwai kepribadian nasional.

serasi dan seimbang serta kemampuan menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan nasional. cinta tanah air. berkualitas.kehidupan sosial budaya manusia dan masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang maha esa. PENGARUH ASPEK HANKAM . bersatu. maju dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras.

Pertahanan keamanan negara RI dilaksanakan dengan menyusun. mengerahkan.Pertahanan Keamanan Indonesia adalah Kesemestaan daya upaya seluruh rakyat Indonesia sebagai satu sistem ketahanan keamanan negara dalam mempertahankan dan mengamankan negara demi kelangsungan hidup dan kehidupan bangsa dan negara RI. menggerakkan seluruh potensi nasional termasuk kekuatan masyarakat diseluruh .

Wujud ketahanan keamanan tercermin dalam kondisi daya tangkal bangsa yang dilandasi . guna menciptakan keamanan bangsa dan negara dalam rangka mewujudkan ketahanan nasional Indonesia.bidang kehidupan nasional secara terintegrasi dan terkoordinasi. Penyelenggaraan ketahanan dan keamanan secara nasional merupakan salah satu fungi utama dari pemerintahan dan negara RI dengan TNI dan Polri sebagai intinya.

kesadaran bela negara seluruh rakyat yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas pertahanan keamanan negara (Hankamneg) yang dinamis. Postur kekuatan pertahanan keamanan mencakup: oStruktur kekuatan . mengamankan pembangunan dan hasil-hasilnya serta kemampuan mempertahankan kedaulatan negara dan menangkal segala bentuk ancaman.

oTingkat kemampuan oGelar kekuatan Untuk membangun postur kekuatan pertahanan keamanan melalui empat pendekatan: oAncaman oMisi oKewilayahan oPolitik Pertahanan diarahkan untuk menghadapi ancaman dari luar dan menjadi tanggung jawab TNI. .

Secara geografis ancaman dari luar akan menggunakan wilayah laut dan udara untuk memasuki wilayah Indonesia (initial point). . TNI dapat dilibatkan untuk ikut menangani masalah keamanan apabila diminta atau Polri sudah tidak mampu lagi karena eskalasi ancaman yang meningkat ke keadaan darurat.Keamanan diarahkan untuk menghadapi ancaman dari dalam negeri dan menjadi tanggung jawab Polri.

Oleh karena itu pembangunan postur kekuatan pertahanan keamanan masa depan perlu diarahkan kepada pembangunan kekuatan pertahanan keamanan secara proporsional dan seimbang antara unsur-unsur utama. Kekuatan Pertahanan = AD. AL. Dan unsur utama Keamanan = Polri. Gejolak dalam negeri harus diwaspadai karena tidak menutup kemungkinan mengundang campur . AU.

tangan asing (link up) dengan alasan-alasan: oMenegakkan HAM oDemokrasi oPenegakan hukum oLingkungan hidup Mengingat keterbatasan yang ada. untuk mewujudkan postur kekuatan pertahanan keamanan kita mengacu pada negara-negara lain yang membangun kekuatan pertahanan keamanan melalui .

KAMRA.pendekatan misi yaitu = untuk melindungi diri sendiri dan tidak untuk kepentingan invasi (standing armed forces): oPerlawanan bersenjata = TNI. Polri. LINMAS oKomponen pendukung = Sumber daya nasional sarana . Ratih (rakyat terlatih) sebagai fungsi perlawanan rakyat. oPerlawanan tidak bersenjata = Ratih sebagai fungsi dari TIBUM.

Ketahanan pada Aspek Pertahanan Keamanan 1. Mewujudkan kesiapsiagaan dan upaya bela negara melalui penyelenggaraan SISKAMNAS. . Indonesia adalah bangsa cinta damai. 2.dan prasarana serta perlindungan masyarakat terhadap bencana perang. akan tetapi lebih cinta kemerdekaan dan kedaulatan.

3.

Pembangunan pertahanan

keamanan ditujukan untuk
menjamin perdamaian dan
stabilitas keamanan.
4.

Potensi nasional dan hasil-

hasil pembangunan harus
dilindungi.
5.

Mampu membuat

perlengkapan dan peralatan
pertahanan keamanan.
6.

Pembangunan dan

penggunaan kekuatan
pertahanan keamanan

diselenggarakan oleh manusiamanusia yang berbudi luhur,
arif, bijaksana, menghormati
HAM, menghayati nilai perang
dan damai.
7.

TNI sebagai tentara rakyat,

tentara pejuang berpedoman
pada Sapta Marga.
8.

Polri sebagai kekuatan inti

KAMTIBMAS berpedoman pada
Tri Brata dan Catur Prasetya.

Ideologi adalah kumpulan ide
atau gagasan. Kata ideologi sendiri
diciptakan oleh Destutt de Tracy
pada akhir abad ke-18 untuk
mendefinisikan "sains tentang ide".
Ideologi dapat dianggap sebagai
visi yang komprehensif, sebagai
cara memandang segala sesuatu
(bandingkan Weltanschauung),
secara umum (lihat Ideologi dalam
kehidupan sehari hari) dan
beberapa arah filosofis (lihat
Ideologi politis), atau sekelompok
ide yang diajukan oleh kelas yang

dominan pada seluruh anggota
masyarakat. Tujuan untama dibalik
ideologi adalah untuk menawarkan
perubahan melalui proses
pemikiran normatif. Ideologi adalah
sistem pemikiran abstrak (tidak
hanya sekadar pembentukan ide)
yang diterapkan pada masalah
publik sehingga membuat konsep
ini menjadi inti politik. Secara
implisit setiap pemikiran politik
mengikuti sebuah ideologi
walaupun tidak diletakkan sebagai

sistem berpikir yang eksplisit.
(definisi ideologi Marxisme).
community.gunadarma.ac.id

Diposkan oleh aditya di 04.23
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!
Berbagi ke TwitterBerbagi ke
Facebook
Tidak ada komentar:
Poskan Komentar

Pancasila sebagai Sumber Nilai
dan Paradigma Pembangunan
January 17, 2013 by adekomaria
1. Pancasila berisi Nilai-Nilai Dasar
Pancasila berisi seperangkat nilai yang

berbangsa. dan e. Nilai Ketuhanan b. Niali Kerakyatan.merupakan satu kesatuan yang utuh dan bulat. Nilai dasar bersifat fundamental dan tetap. Nilai Keadilan Nilai-nilai Pancasila termasuk dalam tingkatan nilai dasar yang mendasari nilai instrumental dan sekaligus mendasari semua aktivitas kehidupan bermasyarakat. Diterimanya Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional Indonesia memiliki konsekuensi logis untuk menjadikan nilainilai pancasila sebagai landasan pokok bagi . dan bernegara. Nilai Persatan d. Nilai-nilai itu berasal dari kelima sila Pancasila yang apabila diringkas terdiri atas: a. Nilai Kemanusiaan c.

Sebagai norma dasar. Pancasila menjadi sumber hukum dasar nasional. dan bernegara. . Pancasila dalam jenjang norma hukum berkedudukan sebagai norma dasar atau grundnorm dari tertib hukum Indonesia.pengaturan penyelenggaraan bernegara. berbangsa. pancasila mendasari dan menjadi sumber bagi pembentukan hukum serta peraturan perundang-undangan di Indonesia. Hal ini diupayakan dengan menjabarkan nilai pancasila ke dalam UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk selanjutnya menjadi pedoman penyelenggaraan dalam kehidupan bermasyarakat. yaitu sumber bagi penyusunan peraturan perundang-undangan nasional.

Makna Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab .2. Makna setiap nilai dari Pancasila a. Makna Ketuhanan Yang Esa 1) Pengakuan dan keyakinan bangsa Indonesia terhadap adanya Tuhan Yang Maha Esa 2) Menciptakan sikap taat menjalankan menurut apa yang diperintahkan melalui ajaran-ajarannya 3) Mengakui dan memberikan kebebasan pada orang lain untuk memeluk agama dan mengamalkan ajaran agamanya 4) Tidak ada paksaan dan memaksakan agama kepada orang lain 5) Menciptakan pola hidup saling menghargai dan menghormati antar-umat beragama b.

1) Kesadaran sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai moral dan tuntutan hati nurani 2) Pengakuan dan penghormatan akan hal asasi manusia 3) Mewujudkan kehidupan yang berkeadilan dan berkeadaan 4) Mengembangkan sikap saling mencintai atas dasar kemanusiaan 5) Memunculkan sikap tenggang rasa dan tepo selira dalam hubungan sosial c. Makna Persatuan Indonesia 1) Mengakui dan menghormati adanya perbedaan dalam masyarakat Indonesia 2) Menjalin kerja sama yang erat dalam wujud kebersamaan dan kegotong-royongan 3) Kebulatan tekad bersama untuk mewujudkan persatuan bangsa .

ekonomi. Makna Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia 1) Keadilan untuk mendapatkan sesuatu . Makna Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan 1) Pengakuan bahwa rakyat Indonesia adalah pemegang kedaulatan 2) Mewujudkan demokrasi dalam kehidupan politik.4) Mengutamakan kepentingan bersama di atas pribadi dan golongan d. dan sosial 3) Pengambilan keputusan mengutamakan prinsip musyawarah mufakat 4) Menghormati dan menghargai keputusan yang telah dihasilkan bersama 5) Bertanggung jawab melaksanakan keputusan e.

yang menjadi haknya 2) Mengembangkan sikap adil terhadap sesama 3) Menyeimbangkan antara hak dan kewajiban 4) Saling bekerja sama untuk mendapatkan keadilan 3. . Pancasila perlu diamalkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pengalaman pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dapat dilakukan dengan cara pengalaman secara objektif dan pengalaman secara subjektif. Pancasila sebagai sumber nilai Pancasila sebagai cita-cita bangsa merupakan cita-cita kenegaraan yang harus diwujudkan dalam kekuasaan yang melembaga atau terstruktur.

Jadi. perlu dijabarkan dalam bentuk nilai instrumental yang lebih bersifat konkret dan operasional. dengan menaati dan menjalankan ketentuan-ketentuan dalam UUD 1945 atau peraturan perundanganundangan di bawahnya merupakan bentuk . Pengalaman secara subjektif. Jabaran dari nilai dasar pancasila dituangkan dalam UUD 1945 beserta peraturan perundang-undangan yang ada di bawahnya. Pengalaman secara objektif. yaitu menjalankan nilai-nilai pancasila secara pribadi dalam bersikap dan bertingkah laku pada kehidupan berbangsa dan bernegara Kelima nilai dasar pancasila bersifat fundamental tetap dan abstrak.a. Oleh karena itu. yaitu melaksanakan peraturan perundangundangan yang berlandaskan pada pancasila b.

Pengalaman secara objektif bersifat memaksa serta adanya sanksi hukum. berbangsa. secara subjektif warga negara dan penyelenggara negara wajib mengamalkan pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Pengalaman secara objektif membutuhkan dukungan kekuasaan negara untuk menerapkannya. Semoga warga negara atau penyelenggara negara yang berperilaku menyimpang dari peraturan perundanganundangan yang berlaku akan mendapatkan sanksi. Di samping mengamalkan secara objektif. dan bernegara. Dalam rangka pengalaman secara subjektif. pancasila menjadi sumber etika dalam bersikap dan bertingkah laku bagi setipa warga negara .pengalaman pancasila secara objektif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

MPR telah mengeluarkan Ketetapan MPR No. Dalam ketetapan tersebut dinyatakan bahwa etika kehidupan berbangsa. VI/MPR/2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa. memberikan landasan etik moral bagi . dan bertingkah laku yang merupakan cerminan dari nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan yang sudah mengakar dalam kehidupan masyarakat. etika berbangsa dan bernegara bersumber pada nilai-nilai pancasila. dan bermasyarakat merupakan penjabaran nilai-nilai pancasila sebagai pedoman dalam berpikir. Etika Kehidupan Berbangsa. Dengan demikian. bernegara. Dalam hubungan dengan hal tersebut. Bernegara. dan Bermasyarakat bertujuan untuk: a.dan penyelenggra negara. bersikap.

etika pemerintahan dan politik.seluruh komponen bangsa dalam menjalankan kehidupan kebangsaan dalam berbagai aspek b. menjadi kerangka acuan dalam mengevaluasi pelaksanaan nilai-nilai etika dan moral dalam kehidupan berbangsa bernegara dan bermasyarakat Etika kehidupan berbangsa meliputi etika sosial dan budaya. etika ekonomi dan bisnis. serta c. menentukan pokok-pokok etika kehidupan berbangsa. dan etika keilmuan dan disiplin kehidupan. dan bermasyarakat. Dengan berpedoman pada etika kehidupan berbangsa. bernegara. etika penegakan hukum yang berkeadilan. penyelenggara negara dan warga negara dapat bersikap dan berperilaku secara .

terutama dalam filsafat ilmu pengetahuan. 4. Selain terminologis. sehingga paradigma merupakan . Pengertian Paradigma Istilah paradigma awalnya dipergunakan dan berkembang dalam dunia ilmu pengetahuan. istilah ini dikembang oleh Thomas S. tetapi semacam kode etik yaitu pedoman etika berbangsa yang memberikan sanksi moral bagi siapa saja yang berperilaku menyimpang dari norma-norma etik tersebut. Khun dalam bukunya yang berjudul The Structure of Scientific Revolution (1970:49).baik berdasarkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupannya. Etika kehidupan berbangsa tidak memiliki sanksi hukum. Paradigma diartikan sebagai asumsi dasar atau asumsi teoritis yang umum.

sumber asas. dan karakter yang khas berbeda dengan ilmu pengetahuan lainnya. hukum. dan metodologi. paradigma memiliki fungsi yang strategis dalam membangun kerangka berpikir dan strategi penerapannya. Sesuai dengan kedudukannya. ekonomi. hukum. budaya. paradigma berkembang menjadi terminology yang mengandung pengertian sebagai sumber nilai. Misalnya. sehingga setiap ilmu pengetahuan memiliki sifat. dan bidang-bidang ilmu lainnya. Istilah paradigma semakin lama semakin berkembang dan biasa dipergunakan dalam berbagai bidang kehidupan dan ilmu pengetahuan. Dalam kehidupan sehari-hari.suatu sumber nilai. . tolal ukur. orientasi dasar. ciri. politik. kerangka piker.

Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Pembangunan nasional dilaksanakan dalam rangka mencapai masyarakat adil yang bermakmuran dan makmur yang berkeadilan. serta arah dan tujuan dari suatu perkembangan. Dengan demikian. paradigma menempati posisi dan fungsi yang strategis dalam setiap proses kegiatan. Perencanaan. perubahan. dan hasilhasilnya dapat diukur dengan paradigma tertentu yang diyakini kebenarannya. termasuk kegiatan pembangunan. termasuk dalam pembangunan. dan proses dalam bidang tertentu. proses pelaksanaan.parameter. gerakan reformasi maupun dalam proses pendidikan. 5. Pembangunan nasional merupakan perwujudan nyata dalam .

memajukan kesejahteraan umum.meningkatkan harkat dan martabat manusia Indonesia sesuai dengan nilai-nilai dasar yang diyakini kebenarannya. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan.” Tujuan pertama merupakan manifestasi dari negara hukum formal. perdamaian abadi dan keadilan sosial. mencerdaskan kehidupan bangsa. Adapun tujuan kedua dan ketiga merupakan manifestasi dari pengertian negara hukum materiil. dalam Pembukaan UUD 1945 disebutkan bahwa tujuan negara adalah “Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. tujuan yang terakhir merupakan perwujudan dari . Sementara itu. yang secara keseluruhan sebagai menifestasi tujuan khusus atau nasional.

Secara filosofis. Oleh karena itu. setiap pelaksanaan pembangunan nasional harus didasarkan pada nilai-nilai yang terkandung dalam silasila pancasila dikembalikan atas dasar ontologism manusia. baik sebagai makhluk individu maupun sosial. baik buruknya pelaksanaan pancasila harus dikembalikan pada kondisi objektif manusia Indonesia. pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional mengandung konsekuensi yang sangat mendasar.kesadaran bahwa negara kita hidup di tengah-tengah pergaulan masyarakat internasional. Apabila nilai-nilai dasar yang terkandung dalam pancasila sudah dapat diterima oleh manusia Indonesia (rasional maupun . Artinya.

Dengan kata lain. dan negara adalah organisasi (persekutuan hidup) manusia maka tidak berlebihan apabila pancasila menjadi tolak ukur atau parameter dalam setiap perilaku manusia Indonesia. Bahkan. Oleh karena itu. termasuk dalam melaksanakan pembangunan nasionalnya. pancasila harus menjadi paradigma perilaku manusia Indonesia. pembangunan nasional harus dikembalikan pada hakikat manusia yang monopluralis. kita harus menjadikan pancasila sebagai pedoman dan tolak ukur dalam setiap aktivitas bangsa Indonesia. .empiris) maka kita harus konsekuen untuk melaksanakannya. Berkaitan dengan kenyataan di atas dan kondisi objektif bahwa pancasila merupakan dasar negara.

pembangunan nasional harus dilaksanakan atas dasar hakikat monopluralis. sebagai pribadi dan makhluk Allah Dengan demikian. terdiri atas jiwa dan raga b. Pendek kata. sebagai makhluk individu dan sosial. pembangunan nasional sebagai upaya meningkatkan harkat dan martabat manusia harus meliputi aspek jiwa yang mencakup akal. Sebagai konsekuensi dari pemikiran di atas. baik buruknya dan berhasilnya tidaknya pembangunan nasional harus diukur dari nilai-nilai pancasila sebagai kristalisasi hakikat manusia monopluralis.Berdasarkan kodratnya. rasa. serta c. manusia monopluralis memiliki ciri-ciri sebagai berikut: a. dan kehendak serta raga (jasmani) .

ilmu pengetahuan dan teknologi. sosial. Dengan demikian. Pancasila sebagai paradigma dalam pembangunan politik dan hukum meliputi: 1) pengembangan sistem politik negara yang menghargai harkat dan martabat manusia sebagai subjek atau pelaku. pancasila dapat dipergunakan sebagai tolak ukur atau paradigma pembangunan nasional di berbagai bidang. serta kehidupan agama. hankam. sosial budaya. a. 2) pengembangan sistem politik yang . dan aspek ketuhanan yang terkristalisasi dalam nilainilai pancasila. pendidikan.yang mencakup pribadi. seperti politik dan hukum. ekonomi. Adapun pokok-pokok pancasila sebagai paradigma pembangunan adalah sebagai berikut.

kerakyatan. 2) megembangkan sistem ekonomi yang berperikemanusiaan. berkedaulatan rakyat. dan 5) politik dan hukum yang didasarkan atas moral ketuhanan. 4) pengambilan keputusan politik secara musyawarah mufakat. kemanusiaan. Pancasila sebagai paradigma dalam pembangunan ekonomi meliputi: 1) dasar moralitas ketuhanan dan kemanusiaan menjadi kerangka landasan pembangunan ekonomi. 3) sistem politik yang didasarkan pada nilainilai moral bukan sekedar kekuasaan. persatuan.demokratis. b. dan terbuka. 3) mengembangkan sistem ekonomi Indonesia yang bercorak kekeluargaan. . dan keadilan.

4) ekonomi yang menghindarkan diri dari segala bentuk monopoli dan persaingan bebas. dan damai. dan 4) memelihara nilai-nilai yang telah lama . 2) pembangunan sosial budaya yang mengahargai kemajemukan masyarakat Indonesia. Pancasila sebagai paradigma dalam pembangunan sosial budaya meliputi: 1) pembangunan sosial budaya dilaksanakan demi terwujudnya masyarakat yangn demokratis. dan 5) ekonnomi yang bertujuan keadilan dan kesejahteraan bersama. 3) terbuka terhadap nilai-nilai luar yang positif untuk membangun masyarakat Indonesia yang modern. tenteram. c. aman.

dan 3) Mengembangkan prinsip hidup berdampingan secara damai dengan bangsa lain. memenuhi . Pancasila sebagai paradigma dalam pembangunan pertahanan keamanan meliputi: 1) Pertahanan dan keamanan negara merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara 2) Mengembangkan sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta. d.hidup dan relevan bagi kemajuan masyarakat. Pancasila sebagai paradigma dalam pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi meliputi: 1) pengembangan iptek diarahkan untuk mencapai kebahagian lahir batin. e.

rasa dan kehendak 5) pembangunan iptek bukan untuk kesombongan melainkan untuk peningkatan kualitas. harkat. dan martabat manusia f. 2) pengembangan iptek mempertimbangkan aspek estetik dan moral. Pancasila sebagai paradigma dalam pembangunan agama meliputi: 1) pengembangan kehidupan beragama adalah dengan terciptanya kehidupan sosial yang saling menghargai dan menghormati 2) memberikan kebebasan dalam rangka memeluk dan mengamalkan ajaran agama . 3) pengembangan iptek pada hakikatnya tidak boleh bebas nilai. 4) pembangunan iptek mempertimbangkan akal. tetapi terikat pada nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.kebutuhan materiil dan spiritual.

Budaya. Pertahanan dan Keamanan Dikaitkan dengan Nilainilai Pancasila .3) tidak memaksakan keyakinan agama kepada orang lain 4) mengakui keberadaan agama orang lain dengan tidak saling menjelekkan dan menghina antarumat beragama About these ads Share this: Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Nasional Bidang Sosial.

pancasila dapat dijadikan sebagai landasan pembangunan nasional. Namun demikian. dari kata-kata Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Nasional bidang sosial.Dalam pembangunan nasional pasti dibutuhkan suatu kerangka pemikiran yang melandasi pembangunan nasional itu sendiri. pertahanan.Apa saja Nilai-nilai Pancasila yang dapat diterapkan sebagai Paradigma Pembangunan Nasional . dan keamanan akan tercipta beberapa pertanyaan.Apa itu Paradigma? . budaya. Pertanyaan-pertanyaan itu sebagai berikut: . Oleh karena itu.

sedangkan arti dari pardigma adalah kerangka pemikiran. Pembangunan Nasional memiliki arti yang luas yaitu membangun masyarakat Indonesia seutuhnya. Pancasila dapat dijadikan paradigma pembangunan Nasional karena nilai-nilai pancasila dapat .bidang sosial. Pembangunan Nasional tidak memiliki arti yang sempit hanya membangun fisiknya saja. dan keamanan? Mengapa Pancasila dapat dijadikan Paradigma Pembangunan Nasional? Orang yang pertama kali menyatakan istilah paradigma adalah Thomas Kuhn. pertahanan. budaya.

Pancasila sebagai paradigma dalam pembangunan nasional bidang sosial dan budaya.diterapkan dan sesuai dengan perkembangan jaman. Pada undang-undang alinea ke-IV telah tercantum tujuan dari Negara Indonesia. Dan dalam upaya membangun Indonesia seutuhnya itulah diperlukan penerapan dari nilai-nilai pancasila. Dalam pembangunan Nasional harus mendasarkan pada nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila. pada hakikatnya bersifat humanistik . yaitu memajukan kesejahteraan umum dan mencapai masyarakat adil dan makmur.

Berdasar pada sila ketiga dari pancasila. Dalam upaya membangun masyarakat seutuhnya. Oleh karena itu.karena memang pancasila bertolak dari hakikat dan kedudukan kodrat manusia itu sendiri. sila kedua yang berbunyi kemanusiaan yang adil dan beradab. maka hendaknya juga berdasarkan pada sistem nilai dan budaya masyarakat Indonesia yang sangat beragam. pembangunan sosial budaya harus mampu meningkatkan harkat dan martabat manusia. Hal ini sesuai dengan pancasila. . yaitu persatuan Indonesia. yaitu menjadi manusia yang berbudaya dan beradab.

Sedangkan pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional bidang pertahanan dan keamanan. Diperlukan adanya pengakuan dan penghargaan terhadap budaya dan kehidupan sosial berbagai kelompok bangsa Indonesia sehingga mereka merasa dihargai dan diterima sebagai warga bangsa.pembangunan sosial budaya dikembangkan atas dasar penghargaan terhadap nilai sosial dan budaya yang beragam di seluruh nusantara menuju pada tercapainya rasa persatuan sebagai bangsa. memiliki arti bahwa untuk mencapai terciptanya masyarakat .

Sila Ketiga: pertahanan dan keamanan Negara haruslah . b. Sila pertama dan kedua: pertahanan dan keamanan Negara harus mendasarkan pada tujuan demi tercapainya kesejahteraan hidup manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Hal itu disebabkan karena Negara juga memiliki tujuan untuk melindungi segenap bangsa dan wilayah negaranya.hukum diperlukan penerapan dari nilai-nilai pancasila. Nilai-nilai pancasila dalam penerapan pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional bidang pertahanan dan keamanan adalah : a.

dan keamanan. dapat dimengerti tentang Pancasila sebagai Pardigma Pembangunan Nasional bidang sosial. Sehingga dapat diambil . Membaca buku acuan dan referensi lain. budaya. c. d. Sila kelima: pertahanan dan keamanan harus diperuntukan demi terwujudnya keadilan hidup masyarakat.mendasarkan pada tujuan demi kepentingan warga dalam seluruh warga sebagai warga Negara. pertahanan. Sila keempat: pertahanan dan keamanan harus mampu menjamin hak dasar persamaan derajat serta kebebasan kemanusiaan.

kerangka-acuan berpikir. Yang menyandangnya itu di antaranya: (a) bidang politik. (b) . Pancasila sebagai paradigma dimaksudkan bahwa Pancasila sebagai sistem nilai acuan. polaacuan berpikir.suatu kesimpulan bahwa nilai-nilai dari pancasila dapat dijadikan suatu paradigma atau kerangka pemikiran dalam pembangunan nasional. atau jelasnya sebagaisistem nilai yang dijadikan kerangka landasan. dan sekaligus kerangka arah/tujuan bagi ‘yang menyandangnya’. kerangka cara.

Namun demikian agar sistematikanya menjadi relatif lebih tepat. 1.hukum. Memahami asal mula Pancasila. Kelimanya itu.bidang ekonomi. pembahasannya dimulai oleh ‘paradigma yang terakhir’ yaitu paradigma dalam kehidupan kampus. dalam makalah ini.. (e) bidang kehidupan antar umat beragama. (c) bidang social budaya. dijadikan pokok bahasan. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan . (d) bidang .

Istilah paradigma pada mulanya dipakai dalam bidang filsafat ilmu pengetahuan. hukum. Orang yang pertama kali mengemukakan istilah tersebut menyatakan bahwa ilmu pada waktu tertentu didominasi oleh suatu paradigma. Istilah paradigma makin lama makin berkembang tidak hanya di bidang ilmu pengetahuan. Paradigma adalah pandangan mendasar dari para ilmuwan tentang apa yang menjadi pokok persoalan suatu cabang ilmu pengetahuan. tetapi pada bidang lain seperti bidang politik. Menurut Thomas Kuhn. .

kerangka bertindak. parameter. paradigma menempati posisi tinggi dan penting dalam melaksanakan segala hal dalam kehidupan manusia.sosial dan ekonomi. acuan. tolok ukur. Dengan demikian. arah dan tujuan. dan tujuan dari sebuah kegiatan. orientasi. acuan. Paradigma kemudian berkembang dalam pengertian sebagai kerangka pikir. tolok ukur. Sesuatu dijadikan paradigma berarti sesuatu itu dijadikan sebagai kerangka. parameter. arah. Pancasila sebagai . sumber.

sedangkan negara merupakan organisasi atau persekutuan hidup manusia maka tidak berlebihan apabila pancasila menjadi landasan dan tolok ukur . dan tolok ukur segenap aspek pembangunan nasional yang dijalankan di Indonesia. artinya nilai-nilai dasar pancasila secara normatif menjadi dasar. Hal ini sesuai dengan kenyataan objektif bahwa Pancasila adalah dasar negara Indonesia. Hal ini sebagai konsekuensi atas pengakuan dan penerimaan bangsa Indonesia atas Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional. kerangka acuan.paradigma.

sifat kodrat manusia sebagai individu sekaligus sosial c. kedudukan kodrat manusia sebagai makhluk pribadi dan . susunan kodrat manusia terdiri atas jiwa dan raga b. antara lain: a.penyelenggaraan bernegara termasuk dalam melaksanakan pembangunan. Kodrat manusia yang monopluralis tersebut mempunyai ciri-ciri. Nilai-nilai dasar Pancasila itu dikembangkan atas dasar hakikat manusia. Hakikat manusia menurut Pancasila adalah makhluk monopluralis.

makhluk tuhan. Pembangunan sosial harus mampu mengembangkan harkat dan martabat manusia secara keseluruhan. sosial. Berdasarkan itu. dan aspek ketuhanan. Secara singkat. pembangunan dilaksanakan di berbagai bidang yang mencakup . pembangunan nasional diarahkan sebagai upaya meningkatkan harkat dan martabat manusia yang meliputi aspek jiwa. raga. Oleh karena itu. pembangunan nasional sebagai upaya peningkatan manusia secara totalitas.pribadi.

ekonomi. Pancasila menjadi paradigma dalam pembangunan politik. sosial budaya.seluruh aspek kehidupan manusia. dan pertahanan keamanan. dan pertahanan keamanan. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Politik Manusia Indonesia selaku warga negara harus ditempatkan sebagai subjek atau pelaku politik bukan sekadar objek politik. ekonomi. a. sosial budaya. Pembangunan. Pancasila bertolak dari kodrat manusia maka . meliputi bidang politik.

Berdasar hal itu. oleh rakyat dan untuk rakyat. Sistem politik Indonesia yang sesuai pancasila sebagai paradigma adalah sistem politik demokrasi bukan otoriter. sistem politik Indonesia harus dikembangkan atas asas kerakyatan (sila IV Pancasila). Kekuasaan adalah dari rakyat. Pengembangan selanjutnya adalah sistem politik . Sistem politik Indonesia yang bertolak dari manusia sebagai subjek harus mampu menempatkan kekuasaan tertinggi pada rakyat.pembangunan politik harus dapat meningkatkan harkat dan martabat manusia.

baik dari warga negara maupun penyelenggara negara dikembangkan atas dasar moral tersebut sehingga menghasilkan perilaku politik yang santun dan bermoral. Pancasila sebagai paradigma pengembangan sosial politik .didasarkan pada asas-asas moral daripada sila-sila pada pancasila. moral kemanusiaan. secara berturutturut sistem politik Indonesia dikembangkan atas moral ketuhanan. moral persatuan. dan moral keadilan. Oleh karena itu. moral kerakyatan. Perilaku politik.

dan ekonomi dalam kehidupan seharihari. • Melaksanakan keadilan sosial dan penentuan prioritas kerakyatan . budaya.diartikan bahwa Pancasila bersifat sosial-politik bangsa dalam cita-cita bersama yang ingin diwujudkan dengan menggunakan nilai-nilai dalam Pancasila. • Mementingkan kepentingan rakyat (demokrasi) bilamana dalam pengambilan keputusan. agama. Pemahaman untuk implementasinya dapat dilihat secara berurutan-terbalik: • Penerapan dan pelaksanaan keadilan sosial mencakup keadilan politik.

implementasi tersebut perlu direkonstruksi kedalam pewujudan masyarakatwarga (civil society) yang . nilai-nilai keadilan sosial. dan kemanusiaan (keadilan-keberadaban) tersebut bersumber pada nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. persatuan. demokrasi.berdasarkan konsep mempertahankan persatuan. Di era globalisasi informasi seperti sekarang ini. • Dalam pencapaian tujuan keadilan menggunakan pendekatan kemanusiaan yang adil dan beradab. • Tidak dapat tidak.

mencakup masyarakat tradisional (berbagai asal etnik. dan masyarakat purna industrial. ~ nilai kejujuran dan komitmen (tindakan sesuai dengan kata). nilai-nilai sosial politik yang dijadikan moral baru masyarakat informasi adalah: ~ nilai toleransi. ~ nilai transparansi hukum dan kelembagaan. agama. masyarakat industrial. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Ekonomi . Dengan demikian. dan golongan). ~ bermoral berdasarkan konsensus (Fukuyama dalam Astrid: 2000:3). b.

Sistem ekonomi yang menghargai hakikat manusia. baik selaku makhluk individu. sistem ekonomi harus mendasarkan pada dasar moralitas ketuhanan (sila I Pancasila) dan kemanusiaan ( sila II Pancasila).Sesuai dengan paradigma pancasila dalam pembangunan ekonomi maka sistem dan pembangunan ekonomi berpijak pada nilai moral daripada pancasila. Secara khusus. makhluk pribadi . sosial. Sistem ekonomi yang mendasarkan pada moralitas dam humanistis akan menghasilkan sistem ekonomi yang berperikemanusiaan.

Oleh karena itu. Sistem ekonomi demikian juga berbeda dengan sistem ekonomi dalam sistem sosialis yang tidak mengakui kepemilikan individu. sistem ekonomi harus dikembangkan menjadi sistem dan pembangunan ekonomi yang . Sistem ekonomi yang berdasar pancasila berbeda dengan sistem ekonomi liberal yang hanya menguntungkan individu-individu tanpa perhatian pada manusia lain.maupun makhluk tuhan. Pancasila bertolak dari manusia sebagai totalitas dan manusia sebagai subjek.

Pembangunan ekonomi harus mampu menghindarkan diri dari bentuk-bentuk persaingan bebas.bertujuan pada kesejahteraan rakyat secara keseluruhan. Sistem ekonomi yang berdasar pancasila adalah sistem ekonomi kerakyatan yang berasaskan kekeluargaan. Sistem ekonomi Indonesia juga tidak dapat dipisahkan dari nilainilai moral kemanusiaan. ketidakadilan. penderitaan. . monopoli dan bentuk lainnya yang hanya akan menimbulkan penindasan. dan kesengsaraan warga negara.

sementara pengembangan ekonomi lebih mengacu pada pembangunan Sistem Ekonomi Indonesia. Dengan demikian subjudul ini menunjuk pada pembangunan Ekonomi Kerakyatan atau pembangunan Demokrasi Ekonomi atau pembangunan Sistem Ekonomi Indonesia atau Sistem Ekonomi Pancasila. Dalam Ekonomi Kerakyatan.Pancasila sebagai paradigma pengembangan ekonomi lebih mengacu pada Sila Keempat Pancasila. politik/kebijakan ekonomi harus untuk sebesarbesar .

dukungan. Oleh sebab itu perekonomian disusun sebagai usaha bersama . Politik Ekonomi Kerakyatan yang lebih memberikan kesempatan. usaha kecil. dan pengembangan ekonomi rakyat yang mencakup koperasi.kemakmuran/kesejahteraan rakyat —yang harus mampu mewujudkan perekonomian nasional yang lebih berkeadilan bagi seluruh warga masyarakat (tidak lagi yang seperti selama Orde Baru yang telah berpihak pada ekonomi besar/konglomerat). dan usaha menengah sebagai pilar utama pembangunan ekonomi nasional.

Dengan demikian. dan partisipatif. transparan. Ekonomi Kerakyatan akan mampu memberdayakan daerah/rakyat dalam berekonomi. Ekonomi Kerakyatan akan mampu mengembangkan program-program kongkrit pemerintah daerah di era otonomi daerah yang lebih mandiri dan lebih mampu mewujudkan keadilan dan pemerataan pembangunan daerah. demokratis. Bangun perusahaan yang sesuai dengan ini ialah koperasi. Pemerintah . Dalam Ekonomi Kerakyatan. sehingga lebih adil.berdasar atas asas kekeluargaan.

Hal ini sebagaimana tertuang dalam sila Kemanusiaan yang adil dan beradab. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Sosial Budaya Pancasila pada hakikatnya bersifat humanistik karena memang pancasila bertolak dari hakikat dan kedudukan kodrat manusia itu sendiri.Pusat (Negara) yang demokratis berperanan memaksakan pematuhan peraturan-peraturan yang bersifat melindungi warga atau meningkatkan kepastian hukum. Oleh karena itu. pembangunan sosial budaya . c.

tetapi harus mampu meningkatkan derajat kemanusiaannya. brutal dan bersifat anarkis jelas bertentangan dengan cita-cita menjadi manusia adil dan beradab. Manusia tidak cukup sebagai manusia secara fisik. kejam. Pembangunan sosial budaya yang menghasilkan manusia-manusia biadab. Manusia harus dapat mengembangkan dirinya dari tingkat homo menjadi human.harus mampu meningkatkan harkat dan martabat manusia. Berdasar sila persatuan Indonesia. yaitu menjadi manusia yang berbudaya dan beradab. .

Dengan demikian. pembangunan sosial budaya tidak menciptakan kesenjangan. diskriminasi. dan . Perlu ada pengakuan dan penghargaan terhadap budaya dan kehidupan sosial berbagai kelompok bangsa Indonesia sehingga mereka merasa dihargai dan diterima sebagai warga bangsa.pembangunan sosial budaya dikembangkan atas dasar penghargaan terhadap nilai sosial dan budaya-budaya yang beragam di seluruh wilayah Nusantara menuju pada tercapainya rasa persatuan sebagai bangsa. kecemburuan.

Paradigmabaru dalam pembangunan nasional berupa paradigma pembangunan berkelanjutan. yang dalam perencanaan dan pelaksanaannya perlu diselenggarakan dengan menghormati hak budaya komunitikomuniti yang terlibat. Paradigma ini dapat .ketidakadilan sosial. Hak budaya komuniti dapat sebagai perantara/penghubung/penengah antara hak negara dan hak asasi individu. di samping hak negara untuk mengatur kehidupan berbangsa dan hak asasi individu secara berimbang (Sila Kedua).

sehingga ia akan menjamin keseimbangan dan kemerataan (Sila Kelima) dalam rangka memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa yang akan sanggup menegakan kedaulatan dan keutuhan wilayah . era otonomi daerah tidak akan mengarah pada otonomi suku bangsa tetapi justru akan memadukan pembangunan lokal/daerah dengan pembangunan regional dan pembangunan nasional (Sila Keempat).mengatasi sistem perencanaan yang sentralistik dan yang mengabaikan kemajemukan masyarakat dan keanekaragaman kebudayaan Indonesia. Dengan demikian.

merupakan nilai budaya yang dijunjung tinggi oleh segenap warganegara Indonesia . sesungguhnya nilai-nilai Pancasila itu memenuhi kriteria sebagai puncak-puncak kebudayaan. Apabila dicermati. sebagai kerangkaacuan-bersama. bagi kebudayaan kebudayaan di daerah: (1) Sila Pertama. menunjukan tidak satu pun sukubangsa ataupun golongan sosial dan komuniti setempat di Indonesia yang tidak mengenal kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.NKRI (Sila Ketiga). (2) Sila Kedua.

tanpa membedakan asal-usul kesukubangsaan. (3) Sila Ketiga. (4) Sila Keempat. Sila ini sangat relevan untuk mengendalikan nilai-nilai budaya yang mendahulukan kepentingan perorangan. merupakan nilai budaya yang luas persebarannya di kalangan masyarakat majemuk Indonesia untuk melakukan kesepakatan melalui musyawarah. . maupun golongannya. mencerminkan nilai budaya yang menjadi kebulatan tekad masyarakat majemuk di kepulauan nusantara untuk mempersatukan diri sebagai satu bangsa yang berdaulat. kedaerahan.

(5) Sila Kelima. perdamaian abadi. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Hukum Salah satu tujuan bernegara Indonesia adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan . dan ikutserta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. dan keadilan sosial. mencerdaskan kehidupan bangsa. d. betapa nilai-nilai keadilan sosial itu menjadi landasan yang membangkitkan semangat perjuangan bangsa Indonesia dalam memajukan kesejahteraan umum.

Hal ini mengandung makna bahwa tugas dan tanggung jawab tidak hanya oleh penyelenggara negara saja. Sistem pertahanan yang bersifat semesta melibatkan seluruh warga negara.seluruh tumpah darah Indonesia. wilayah. sistem pertahanan dan keamanan adalah mengikut sertakan seluruh komponen bangsa. Sistem pembangunan pertahanan dan keamanan Indonesia disebut sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (sishankamrata). dan sumber daya . tetapi juga rakyat Indonesia secara keseluruhan. Atas dasar tersebut.

nasional lainnya. serta keyakinan pada kekuatan sendiri. dan berlanjut untuk menegakkan kedaulatan negara. keutuhan wilayah. serta dipersiapkan secara dini oleh pemerintah dan diselenggarakan secara total terpadu. di mana pemerintahan dari rakyat (individu) memiliki hak dan . terarah. Penyelenggaraan sistem pertahanan semesta didasarkan pada kesadaran atas hak dan kewajiban warga negara. Sistem ini pada dasarnya sesuai dengan nilai-nilai pancasila. dan keselamatan segenap bangsa dari segala ancaman.

kewajiban yang sama dalam masalah pertahanan negara dan bela negara. Dalam undang-undang tersebut dinyatakan bahwa pertahanan negara bertitik tolak pada falsafah dan pandangan hidup bangsa Indonesia untuk menjamin keutuhan dan tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan . 3 Tahun 2002 tentang pertahanan Negara. Pancasila sebagai paradigma pembangunan pertahanan keamanan telah diterima bangsa Indonesia sebagaimana tertuang dalam UU No.

dan (3) adanya pembagian dan pembatasan tugas-tugas ketatanegaraan yang juga mendasar. (2) adanya susunan ketatanegaraan negara yang mendasar. yaitu: (1) adanya perlindungan terhadap HAM.Sesuai dengan UUD . Dengan ditetapkannya UUD 1945. yang di dalamnya terdapat pengaturan tiga kelompok materi-muatan konstitusi.Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. NKRI telah memiliki sebuah konstitusi.

segi negatifnya. Pembukaan UUD 1945 merupakan bagian dari UUD 1945 atau merupakan bagian dari hukum positif. Dalam kedudukan yang demikian. Segi positifnya. Hukum tertulis seperti UUD— termasuk perubahannya—. demikian juga UU dan peraturan perundang-undangan lainnya. . Pancasila dapat dipaksakan berlakunya (oleh negara). yang di dalamnya terdapat rumusan Pancasila.1945. ia mengandung segi positif dan segi negatif. Pembukaan dapat diubah oleh MPR —sesuai dengan ketentuan Pasal 37 UUD 1945.

hukum (baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis) yang akan dibentuk tidak dapat dan tidak boleh bertentangan dengan sila-sila: (1) Ketuhanan Yang Maha Esa. (3) Persatuan Indonesia.harus mengacu pada dasar negara (sila . (2) Kemanusiaan yang adil dan beradab. (4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan . Dalam kaitannya dengan ‘Pancasila sebagai paradigma pengembangan hukum’.sila Pancasila dasar negara).

Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Kehidupan Umat Beragama Bangsa Indonesia sejak dulu dikenal sebagai bangsa yang .(5) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. substansi hukum yang dikembangkan harus merupakan perwujudan atau penjabaran sila-sila yang terkandung dalam Pancasila. Artinya. substansi produk hukum merupakan karakter produk hukum responsif (untuk kepentingan rakyat dan merupakan perwujuan aspirasi rakyat). Dengan demikian.

bahasa dan agama namun terjalin kerja bersama guna meraih dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia kita. Ketika bicara peristiwa yang terjadi di Indonesia . Indonesia adalah Negara yang majemuk. Namun akhir-akhir ini keramahan kita mulai dipertanyakan oleh banyak kalangan karena ada beberapa kasus kekerasana yang bernuansa Agama. Indonesia terdiri dari beberapa suku. etnis. bhinneka dan plural.ramah dan santun. bahkan predikat ini menjadi cermin kepribadian bangsa kita di mata dunia internasional.

hampir pasti semuanya melibatkan umat muslim. hal ini karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Masyarakat muslim di Indonesia memang terdapat beberapa aliran yang tidak terkoordinir. sehingga apapun yang diperbuat oleh umat Islam menurut sebagian umat non muslim mereka seakan-seakan merefresentasikan umat muslim. Paradigma toleransi antar umat beragama guna terciptanya kerukunan umat beragama perspektif Piagam Madinah pada intinya adalah seperti berikut: .

Lima prinsip tersebut . Saling menasehati e. 2.1. Membela mereka yang teraniaya d. Saling membantu dalam menghadapi musuh bersama c. Bertentangga yang baik b. Hubungan antara sesama anggota komunitas Islam dan antara komunitas Islam dan komunitas lain didasarkan atas prinsip-prinsi: a. Semua umat Islam. Menghormati kebebasan beragama. meskipun terdiri dari banyak suku merupakan satu komunitas (ummatan wahidah).

2) pemupukan semangat persahabatan dan saling berkonsultasi dalam menyelesaikan masalah bersama serta saling membantu dalam menghadapi musuh bersama. .) misalnya. hanya pada bangsa-bangsa yang memiliki heterogenitas di bidang agama.mengisyaratkan: 1) Persamaan hak dan kewajiban antara sesama warga negara tanpa diskriminasi yang didasarkan atas suku dan agama. Dalam “Analisis dan Interpretasi Sosiologis dari Agama” (Ronald Robertson. ed. mengatakan bahwa hubungan agama dan politik muncul sebagai masalah.

Hal ini didasarkan pada postulat bahwa homogenitas agama merupakan kondisi kesetabilan politik. Sebab bila kepercayaan yang berlawanan bicara mengenai nilai-nilai tertinggi (ultimate value) dan masuk ke arena politik. Dalam beberapa tahap dan kesempatan masyarakat Indonesia yang sejak semula bercirikan majemuk banyak kita temukan upaya masyarakat yang mencoba untuk membina kerunan antar masayarakat. maka pertikaian akan mulai dan semakin jauh dari kompromi. Lahirnya lembaga- .

merupakan bukti-bukti kerukunan umat beragama dalam masyarakat. “Mapalus” di Sulawesi Utara. Sumatera Utara. Ke depan. .lembaga kehidupan sosial budaya seperti “Pela” di Maluku. guna memperkokoh kerukunan hidup antar umat beragama di Indonesia yang saat ini sedang diuji kiranya perlu membangun dialog horizontal dan dialog Vertikal. “Rumah Bentang” di Kalimantan Tengah dan “Marga” di Tapanuli. Dialog Horizontal adalah interaksi antar manusia yang dilandasi dialog untuk mencapai saling pengertian.

melainkan sebagai manusia yang berkal budi. yang kreatif. yang berbudaya. posisi manusia yang bukan sebagai benda mekanik. Implementasi Pancasila sebagai Paradigma Kehidupam Kampus . dan pengakuan akan sifat dasar manusia yang indeterminis dan interdependen.pengakuan akan eksistensi manusia. Identitas indeterminis adalah sikap dasar manusia yang menyebutkan bahwa posisi manusia berada pada kemanusiaannya. 2. Artinya.

Untuk mencapai tujuan dalam hidup bermasyarakat. Jadi kampus juga harus memerlukan tatanan pumbangunan seperti tatanan Negara yaitu politik. hukum dan antar umat beragama.Menurut saya. budaya. implementasi pancasila sebagai paradigma kehidupan kampus adalah seperti contoh-contoh paradigma pancasila diatas kehidupan kampus tidak jauh berbeda dengan kehidupan tatanan Negara. berbangsa dan bernegara maka sebagai makhluk pribadi sendiri dan sebagai makhluk Tuhan Yang Maha . ekonomi.

Unsur jiwa manusia meliputi aspek akal. Sebagai mahasiswa yang mempunyai rasa intelektual yang besar kita dapat memanfaatkan fasilitas kampus untuk mencapai tujuan bersama. Pembangunanyang merupakan realisasi praksis dalam Kampus untuk mencapai tujuan seluruh mahsiswa harus mendasarkan pada hakikat manusia sebagai subyek pelaksana sekaligus tujuan .dan kehendak. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) pada hakikatnya merupakan suatu hasil kreativitas rohani manusia.Esa. rasa.

Oleh karena itu hakikat manusia merupakan sumber nilai bagi pembangunan pengembangan kampus itu sendiri. Khun dalam bukunya yang berjudul “The Structure Of Scientific Revolution”. paradigma adalah . Pancasila sebagai Paradigma dalam Pembangunan Nasional dan Aktualisasi Diri 01 Apr Pendahuluan Pengertian Paradigma Secara terminologis tokoh yang mengembangkan istilah tersebut dalam dunia ilmu pengetahuan adalah Thomas S.pembangunan.

Dalam ilmu-ilmu sosial manakala suatu teori yang didasarkan pada suatu hasil penelitian ilmiah yang mendasarkan pada metode kuantitatif yang mengkaji manusia dan masyarakat berdasarkan pada sifat-sifat yang parsial. ciri serta karakter ilmu pengetahuan itu sendiri. terukur. metode serta penerapan dalam ilmu pengetahuan sehingga sangat menentukan sifat.suatu asumsi-asumsi dasar dan teoritis yang umum (merupakan suatu sumber nilai) sehingga merupakan suatu sumber hukum. korelatif dan positivistik. maka hasil dari ilmu pengetahuan tersebut .

secara
epistemologis
hanya
mengkaji satu aspek saja dari
obyek ilmu pengetahuan yaitu
manusia. Dalam masalah yang
populer
istilah
paradigma
berkembang menjadi terminology
yang
mengandung
konotasi
pengertian
sumber
nilai,
kerangka pikir, orientasi dasar,
sumber asas serta tujuan dari
suatu perkembangan, perubahan
serta proses dari suatu bidang
tertentu termasuk dalam bidang
pembangunan & pendidikan.
A.
Pancasila
Sebagai
Paradigma Pembangunan

Tujuan negara yang tertuang dalam
Pembukaan UUD 1945 adalah
“Melindungi segenap bangsa dan
seluruh tumpah darah Indonesia”
hal ini merupakan tujuan Negara
hukum formal, adapun rumusan
“Memajukan kesejahteraan umum,
mencerdaskan kehidupan bangsa”
hal ini merupakan tujuan negara
hukum material, yang secara
keseluruhan sebagai tujuan khusus
atau nasional. Adapun tujuan
umum atau internasional adalah
“ikut
melaksanakan
ketertiban
dunia
yang
berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi
dan keadilan sosial”.

Secara filosofis hakikat kedudukan
Pancasila
sebagai
paradigma
pembangunan
nasional
mengandung suatu konsekuensi
bahwa
dalam
segala
aspek
pembangunan nasional kita harus
mendasarkan pada hakikat nilainilai Pancasila. Unsur-unsur hakikat
manusia “monopluralis” meliputi
susunan kodrat manusia, terdiri
rokhani (jiwa) dan jasmani
(raga), sifat kodrat manusia terdiri
makhluk individu dan makhluk
sosial serta kedudukan kodrat
manusia
sebagai
makhluk
pribadi berdiri sendiri dan
makhluk Tuhan.

Nilai-nilai
dasar
Pancasila
itu
dikembangkan atas dasar hakikat
manusia.
Hakikat
manusia menurut Pancasila adalah
makhluk
monopluralis.
Kodrat
manusia
yang
monopluralis
tersebut
mempunyai
ciri-ciri,
antara
lain:
a. susunan kodrat manusia terdiri
atas jiwa dan raga
b. sifat kodrat manusia sebagai
individu sekaligus sosial
c. kedudukan kodrat manusia
sebagai makhluk pribadi dan
makhluk tuhan.

Berdasarkan itu, pembangunan
nasional diarahkan sebagai upaya
meningkatkan
harkat dan martabat manusia yang
meliputi aspek jiwa, raga, pribadi,
sosial,
dan
aspek ketuhanan. Secara singkat,
pembangunan nasional sebagai
upaya
peningkatan
manusia secara totalitas.
Pembangunan sosial harus mampu
mengembangkan
harkat
dan
martabat
manusia
secara
keseluruhan. Oleh karena itu,
pembangunan
dilaksanakan
di
berbagai
bidang
yang
mencakup
seluruh
aspek
kehidupan manusia. Pembangunan,

meliputi
bidang
politik,
ekonomi,
sosial
budaya,
dan
pertahanan keamanan. Pancasila
menjadi
paradigma
dalam
pembangunan
politik,
ekonomi,
sosial
budaya,
dan
pertahanan keamanan.
B.
Pancasila
Sebagai
Paradigma
Pembangunan
Politik
Manusia Indonesia selaku warga
negara harus ditempatkan sebagai
subjek
atau
pelaku politik bukan sekadar objek
politik. Pancasila bertolak dari
kodrat

Sistem politik Indonesia yang bertolak dari manusia sebagai subjek harus mampu menempatkan kekuasaan tertinggi pada rakyat.manusia maka pembangunan politik harus dapat meningkatkan harkat dan martabat manusia. Sistem politik Indonesia yang sesuai pancasila sebagai paradigma adalah sistem politik demokrasi bukan otoriter Berdasar hal itu. Kekuasaan adalah dari rakyat. oleh rakyat dan untuk rakyat. sistem politik Indonesia harus dikembangkan atas asas .

moral kerakyatan.kerakyatan (sila IV Pancasila). Pengembangan selanjutnya adalah sistem politik didasarkan pada asas-asas moral daripada sila-sila pada pancasila. secara berturut-turut sistem politik Indonesia dikembangkan atas moral ketuhanan. dan moral keadilan. Oleh karena itu. baik dari warga negara maupun penyelenggara negara dikembangkan atas dasar moral tersebut sehingga menghasilkan . Perilaku politik. moral persatuan. moral kemanusiaan.

Pancasila sebagai Paradigma Pengembangan IPTEK Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi (Iptek) pada hakikatnya merupakan suatu hasil kreativitas rohani manusia. politik C. rasa dalam bidang estetis. Tujuan yang esensial dari Iptek adalah demi . dan kehendak dalam bidang moral (etika). Unsur rohani (jiwa) manusia meliputi aspek akal.perilaku yang santun dan bermoral. Akal merupakan potensi rohaniah manusia dalam hubungannya dengan intelektualitas. dan kehendak. rasa.

sehingga Iptek pada hakekatnya tidak bebas nilai namun terikat oleh nilai. Pengembangan Iptek sebagai hasil budaya manusia harus didasarkan pada moral Ketuhanan dan Kemanusiaan yang adil dan beradab. antara akal. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa. rasa dan kehendak. keseimbangan antara rasional dan irasional.kesejahteraan umat manusia. mencipta. mengkomplementasikan ilmu pengetahuan. Berdasarkan sila ini Iptek tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan. dibuktikan dan diciptakan tetapi juga .

Pengembangan Iptek hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme. memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan Iptek harus bersifat beradab. mengkomplementasikan universalia dan internasionalisme (kemanusiaan) dalam sila-sila yang lain. Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab.dipertimbangkan maksud dan akibatnya apakah merugikan manusia dengan sekitarnya. Sila Persatuan Indonesia. kebesaran . Iptek adalah sebagai hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral.

Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan mendasari pengembangan Iptek secara demokratis. Artinya setiap ilmuwan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan Iptek juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan harus memiliki sikap yang terbuka untuk dikritik. dikaji ulang maupun dibandingkan dengan penemuan ilmuwan lainnya. .bangsa serta keluhuran bangsa sebagai bagian dari umat manusia di dunia.

mengkomplementasikan pengembangan Iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri. manusia dengan masyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan POLEKSOSBUDHANKAM Hakikat manusia merupakan sumber nilai . manusia dengan Tuhannya.Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. manusia dengan manusia lainnya.

Pembangunan hakikatnya membangun manusia secara lengkap. secara utuh meliputi seluruh unsur hakikat manusia monopluralis. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Ekonomi Sesuai pancasila dengan paradigma dalam pembangunan .bagi pengembangan POLEKSOSBUDHANKAM. atau dengan kata lain membangun martabat manusia. Pancasila sebagai Pembangunan POLEKSOSBUDHANKA Paradigma E.

Sistem ekonomi yang menghargai hakikat manusia. baik selaku makhluk individu. Sistem ekonomi yang mendasarkan pada moralitas dam humanistis akan menghasilkan sistem ekonomi yang berperikemanusiaan. sosial. makhluk pribadi maupun makhluk tuhan. sistem ekonomi harus mendasarkan pada dasar moralitas ketuhanan (sila I Pancasila) dan kemanusiaan ( sila II Pancasila). Secara khusus. .ekonomi maka sistem dan pembangunan ekonomi berpijak pada nilai moral daripada pancasila.

Pancasila bertolak dari manusia sebagai totalitas dan manusia sebagai subjek. sistem ekonomi harus dikembangkan menjadi sistem dan . Sistem ekonomi demikian juga berbeda dengan sistem ekonomi dalam sistem sosialis yang tidak mengakui kepemilikan individu. Oleh karena itu.Sistem ekonomi yang berdasar pancasila berbeda dengan sistem ekonomi liberal yang hanya menguntungkan individu-individu tanpa perhatian pada manusia lain.

Pembangunan ekonomi harus mampu menghindarkan diri dari bentukbentuk persaingan bebas. monopoli dan bentuk lainnya yang hanya akan menimbulkan penindasan. Sistem ekonomi yang berdasar pancasila adalah sistem ekonomi kerakyatan yang berasaskan kekeluargaan. .pembangunan ekonomi yang bertujuan pada kesejahteraan rakyat secara keseluruhan. Sistem ekonomi Indonesia juga tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai moral kemanusiaan.

yaitu menjadi manusia yang berbudaya dan beradab. kesengsaraan warga negara. . Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Sosial Budaya Pancasila pada hakikatnya bersifat humanistik karena memang pancasila bertolak dari hakikat dan kedudukan kodrat manusia itu sendiri. Oleh karena itu. penderitaan. Hal ini sebagaimana tertuang dalam sila Kemanusiaan yang adil dan beradab. dan F. pembangunan sosial budaya harus mampu meningkatkan harkat dan martabat manusia.ketidakadilan.

Berdasar sila persatuan Indonesia. brutal dan bersifat anarkis jelas bertentangan dengan cita-cita menjadi manusia adil dan beradab. kejam. Manusia tidak cukup sebagai manusia secara fisik. pembangunan sosial budaya dikembangkan atas dasar penghargaan terhadap nilai . Manusia harus dapat mengembangkan dirinya dari tingkat homo menjadi human.Pembangunan sosial budaya yang menghasilkan manusia-manusia biadab. tetapi harus mampu meningkatkan derajat kemanusiaannya.

Dengan demikian. dan ketidakadilan sosial. . Perlu ada pengakuan dan penghargaan terhadap budaya dan kehidupan sosial berbagai kelompok bangsa Indonesia sehingga mereka merasa dihargai dan diterima sebagai warga bangsa.sosial dan budaya-budaya yang beragam si seluruh wilayah Nusantara menuju pada tercapainya rasa persatuan sebagai bangsa. diskriminasi. pembangunan sosial budaya tidak menciptakan kesenjangan. kecemburuan.

G. persamaan derajat serta kebebasan kemanusiaan dan Hankam diperuntukkan demi terwujudnya keadilan dalam masyarakat agar negara benarbenar meletakkan pada fungsi . Pertahanan dan keamanan harus menjamin hak-hak dasar. Pancasila sebagai Paradigma Pengembangan Hankam Pertahanan dan Keamanan negara harus mendasarkan pada tujuan demi tercapainya kesejahteraan hidup manusia sebagai makhluk Tuhan yang Maha Esa. Pertahanan dan Keamanan negara haruslah mendasarkan pada tujuan demi kepentingan rakyat sebagai warga negara.

yaitu menata kembali kehidupan berbangsa dan bernegara demi terwujudnya masyarakat madani yang sejahtera. I.yang sebenarnya sebagai suatu negara hukum dan bukannya suatu negara yang berdasarkan kekuasaan. Pancasila sebagai Paradigma Reformasi Negara Indonesia ingin mengadakan suatu perubahan. masyarakat yang bermartabat kemanusiaan yang menghargai hak-hak asasi manusia. masyarakat yang demokratis yang bermoral religius .

Reformasi adalah mengembalikan tatanan kenegaraan kearah sumber nilai yang merupakan platform kehidupan bersama bangsa Indonesia. serta citacita yaitu nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Proses reformasi walaupun dalam lingkup pengertian reformasi total harus memiliki platform dan sumber nilai yang jelas dan merupakan arah. yang selama ini diselewengkan demi kekuasaan sekelompok orang. 1. baik pada masa orde lama maupun orde baru. tujuan. Gerakan Reformasi .serta masyarakat yang bermoral kemanusiaan dan beradab.

Sistem politik dikembangkan kearah sistem “Birokratik Otoritarian” dan suatu system “Korporatik”. kelompok cerdik cendikiawan dan . kelompok militer. yaitu dampak krisis ekonomi Asia terutama Asia Tenggara sehingga menyebabkan stabilitas politik menjadi goyah. Sistem ini ditandai dengan konsentrasi kekuasaan dan partisipasi didalam pembuatan keputusan-keputusan nasional yang berada hampir seluruhnya pada tangan penguasa negara.Pelaksanaan GBHN 1998 pada Pembangunan Jangka Panjang II Pelita ke tujuh bangsa Indonesia menghadapi bencana hebat.

kelompok pengusaha oligopolistik dan bekerjasama dengan mayarakat bisnis internasional. Pemerintahan Habibie inilah yang merupakan pemerintahan transisi yang akan mengantarkan rakyat Indonesia untuk melakukan reformasi secara menyeluruh. . Habibie menggantikan kedudukan Presiden. yang kemudian disusul dengan dilantiknya Wakil Presiden Prof. Awal keberhasilan gerakan reformasi tersebut ditandai dengan mundurnya Presiden Soeharto pada tanggal 21 Mei 1998. Kemudian diikuti dengan pembentukan Kabinet Reformasi Pembangunan. B. Dr.J.

Yang lebih mendasar reformasi dilakukan pada kelembagaan tinggi dan tertinggi negara yaitu pada susunan DPR dan MPR. kemudian diikuti dengan reformasi ekonomi yang menyangkut perlindungan hukum. yang dengan sendirinya harus dilakukan melalui Pemilu secepatnya. a. Gerakan Reformasi Ideologi Pancasila dan .terutama perubahan paket UU politik tahun 1985.

Secara harfiah reformasi memiliki arti suatu gerakan untuk memformat ulang. Oleh karena itu suatu gerakan reformasi memiliki kondisi syarat-syarat sebagai berikut : .Arti Reformasi secara etimologis berasal dari kata reformation dengan akar kata reform yang artinya “make or become better by removing or putting right what is bad or wrong”. menata ulang atau menata kembali hal-hal yang menyimpang untuk dikembalikan pada format atau bentuk semula sesuai dengan nilai-nilai ideal yang dicita-citakan rakyat.

Dalam hal ini Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia. dan korupsi yang tidak sesuai dengan makna dan semangat UUD 1945. Suatu gerakan reformasi dilakukan karena adanya suatu penyimpanganpenyimpangan. Suatu gerakan reformasi dilakukan harus dengan suatu citacita yang jelas (landasan ideologis) tertentu.1. Misalnya pada masa orde baru. asas kekeluargaan menjadi nepotisme. 2. Suatu gerakan reformasi dilakukan dengan berdasarkan pada suatu kerangka struktural . 3. kolusi.

budaya. b. 5. Reformasi dilakukan dengan suatu dasar moral dan etika sebagai manusia yang berketuhanan yang maha esa. Pancasila sebagai Cita-cita Reformasi Dasar . sosial. ekonomi. 4. serta terjaminnya persatuan dan kesatuan bangsa. Reformasi dilakukan ke arah suatu perubahan kondisi serta keadaan yang lebih baik dalam segala aspek antara lain bidang politik.tertentu (dalam hal ini UUD) sebagai kerangka acuan reformasi. serta kehidupan keagamaan.

Persatuan Indonesia.Menurut Hamengkubuwono X. anarkisme. gerakan reformasi harus tetap diletakkan dalam kerangka perspektif Pancasila sebagai landasan cita-cita dan ideologi sebab tanpa adanya suatu dasar nilai yang jelas maka suatu reformasi akan mengarah pada suatu disintegrasi. Kemanusiaan yang adil dan beradab. . Maka reformasi dalam perspektif Pancasila pada hakikatnya harus berdasarkan pada nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.brutalisme pada akhirnya menuju pada kehancuran bangsa dan Negara Indonesia.

2. Pancasila sebagai Paradigma Reformasi Hukum .Berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dalam mengantisipasi perkembangan jaman yaitu dengan jalan menata kembali kebijaksanaankebijaksanaan yang tidak sesuai dengan aspirasi rakyat. Pancasila sebagai sumber nilai memiliki sifat yang reformatif artinya memiliki aspek pelaksanaan yang senantiasa mampu menyesuaikan dengan dinamika aspirasi rakyat.

salah satu subsistem yang mengalami kerusakan parah adalah bidang hukum.Setelah peristiwa 21 Mei 1998 saat runtuhnya kekuasaan orde baru. ekonomi dan bidang lainnya maka bangsa Indonesia ingin melakukan suatu reformasi. politik. menata kembali subsistem yang mengalami kerusakan tersebut. . Produk hukum baik materi maupun penegaknya dirasakan semakin menjauh dari nilai-nilai kemanusiaan. kerakyatan serta keadilan. Kerusakan atas subsistem hukum yang sangat menentukan dalam berbagai bidang misalnya.

maka hukum harus selalu diperbarui agar aktual atau sesuai dengan keadaan serta kebutuhan masyarakat. Dengan fungsi regulatif . Sumber hukum positif di Indonesia tidak lain adalah Pancasila. Pancasila dapat memenuhi fungsi konstitutif maupun fungsi regulatif.Pancasila sebagai Sumber Nilai Perubahan Hukum Dalam negara terdapat suatu dasar fundamental atau pokok kaidah yang merupakan sumber hukum positif yang dalam ilmu hukum tata negara disebut staatsfundamental. Sebagai cita-cita hukum. Hukum berfungsi sebagai pelayanan kebutuhan masyarakat.

Pancasila menentukan dasar suatu tata hukum yang memberi arti dan makna bagi hukum itu sendiri sehingga tanpa dasar yang diberikan oleh Pancasila maka hukum akan kehilangan arti dan maknanya sebagai hukum itu sendiri. Dalam pengertian inilah menurut istilah ilmu hukum disebut sebagai sumber dari segala . Fungsi regulatif Pancasila menentukan apakah suatu hukum positif sebagai produk yang adil ataukah tidak adil. Sebagai staatfundamentalnorm. Pancasila merupakan pangkal tolak derivasi (sumber penjabaran) dari tertib hukum di Indonesia termasuk UUD 1945.

Sumber hukum material yaitu suatu sumber hukum yang menentukan materi atau isi suatu norma hukum. Peraturan Menteri. Peraturan Daerah. Jika terjadi ketidakserasian atau pertentangan satu norma hukum dengan norma .peraturan perundang-undangan di Indonesia. sumber hukum formal yaitu sumber hukum ditinjau dari bentuk dan tata cara penyusunan hukum. misalnya UU. yang mengikat terhadap komunitasnya. Sumber hukum meliputi dua macam pengertian.

hukum lainnya yang secara hierarkis lebih tinggi apalagi dengan Pancasila sebagai sumbernya. Jika demikian maka kita akan menjadi bangsa yang tidak beradab. Dasar Yuridis Reformasi Hukum Reformasi total sering disalah artikan sebagai dapat melakukan perubahan dalam bidang apapun dengan jalan apapun. berarti terjadi inkonstitusionalitas (unconstitutionality) dan ketidak legalan (illegality) dan karenanya norma hukum yang lebih rendah itu batal demi hukum. masyarakat tanpa hukum. tidak berbudaya. yang menurut Hobbes .

Pembukaan UUD 1945 menciptakan pokok-pokok pikiran . Akibatnya memberikan kontribusi atas terjadinya krisis politik serta mandulnya fungsi hukum dalam negara RI. Berdasarkan isi yang terkandung dalam Penjelasan UUD 1945.disebut keadaan “homo homini lupus”. dan memberikan porsi kekuasaan yang sangat besar kepada presiden (executive heavy). UUD 1945 beberapa pasalnya dalam praktek penyelenggaraan negara bersifat multi interpretable (penafsiran ganda). manusia akan menjadi serigala manusia lainnya dan hukum yang berlaku adalah hukum rimba.

Selain itu dasar yuridis Pancasila sebagai paradigma reformasi hukum adalah Tap MPRS No. yang berarti sebagai sumber produk serta proses penegakan hukum yang harus senantiasa bersumber pada .yang dijabarkan dalam pasal-pasal UUD 1945 secara normatif.XX/MPRS/1966 yang menyatakan bahwa Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum di Indonesia. Pokokpokok pikiran tersebut merupakan suasana kebatinan dari UUD dan merupakan cita-cita hukum yang menguasai baik hukum dasar tertulis (UUD 1945) maupun hukum dasar tidak tertulis (Convensi).

3. yang terbentuk dalam suatu susunan Negara .nilai Pancasila.nilai-nilai Pancasila dan secara eksplisit dirinci tata urutan peraturan perundang-undangan di Indonesia yang bersumber pada nilai. Pancasila sebagai Paradigma Reformasi Politik Landasan aksiologis (sumber nilai) sistem politik Indonesia adalah dalam Pembukaan UUD 1945 alinea IV yang berbunyi “……maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-undang Dasar Negara Indonesia.

serta dengan mewujudkan suatu Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia”. Nilai demokrasi politik sebagaimana terkandung dalam Pancasila sebagai fondasi bangunan negara yang dikehendaki oleh para pendiri negara kita dalam kenyataannya tidak dilaksanakan berdasarkan .Republik Indonesia yang Berkedaulatan Rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan yang Maha Esa. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang Dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.

baik . Berdasarkan semangat dari UUD 1945 esensi demokrasi adalah : 1. 3.suasana kerokhanian berdasarkan nilai-nilai tersebut. 2. Produk hukum apapun yang dihasilkan oleh Presiden. 4. Presiden dan wakil presiden dipilih oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat dan karenanya harus tunduk dan bertanggungjawab kepada MPR. Kedaulatan rakyat dijalankan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. Rakyat merupakan pemegang kedaulatan tertinggi dalam negara.

Krisis ekonomi yang terjadi di dunia dan . Pada era ekonomi global dewasa ini dalam kenyataannya tidak mampu bertahan. dalam kenyataannya hanya menyentuh kesejahteraan sekelompok kecil orang bahkan penguasa.sendiri maupun bersama.sama lembaga lain kekuatannya berada di bawah Majelis Permusyawatan Rakyat atau produk-produknya Pancasila sebagai Paradigma Reformasi Ekonomi Kebijaksanaan ekonomi yang selama ini diterapkan hanya mendasarkan pada pertumbuhan dan mengabaikan prinsip nilai kesejahteraan bersama seluruh bangsa.

yaitu dilakukan dengan program “social safety net” yang popular dengan program Jaring Pengaman Sosial (JPS). sehingga kepailitan yang diderita oleh para pengusaha harus ditanggung oleh rakyat. maka . Sementara untuk mengembalikan kepercayaan rakyat terhadap pemerintah. Keamanan pangan dan mengembalikan kepercayaan. Pancasila yang mengutamakan kesejahteraan seluruh bangsa adalah sebagai berikut : 1.melanda Indonesia mengakibatkan ekonomi Indonesia terpuruk.

Upaya ini dilakukan dengan menciptakan kondisi kepastian usaha. Untuk itu pembenahan dan penyehatan dalam sektor perbankan menjadi prioritas utama. yaitu dengan diwujudkan perlindungan hukum serta undang-undang persaingan yang sehat. Program rehabilitasi dan pemulihan ekonomi. 2.pemerintah harus secara konsisten menghapuskan KKN. Hal ini akan memberikan kepercayaan dan kepastian usaha. serta mengadili bagi oknum pemerintah masa orde baru yang melakukan pelanggaran. karena perbankan merupakan jantung perekonomian. .

dari orientasi dalam negeri ke orientasi ekspor. Transformasi struktur. Dengan sendirinya intervensi birokrat pemerintahan yang ikut dalam proses ekonomi melalui monopoli .3. dari ekonomi subsistem ke ekonomi pasar. dari ketergantungan kepada kemandirian. dari ekonomi lemah ke ekonomi yang tangguh. yaitu guna memperkuat ekonomi rakyat maka perlu diciptakan sistem untuk mendorong percepatan perubahan struktural (structural transformation). Transformasi struktural ini meliputi proses perubahan dari ekonomi tradisional ke ekonomi modern.

→ Aktualisasi berasal dari kata aktual. yang berarti betul – betul ada. atau sesungguhnya. Dengan sistem ekonomi yang mendasarkan nilai pada upaya terwujudnya kesejahteraan seluruh bangsa maka peningkatan kesejahteraan akan dirasakan oleh sebagian besar rakyat.demi kepentingan pribadi harus segera diakhiri. A. sehingga dapat mengurangi kesenjangan ekonomi AKTUALISASI PANCASILA DAN UUD 1945. terjadi. AKTUALISASI PANCASILA. .

tetap dan tak berubah. Nilai – nilai tersebut dapat dijabarkan dalam setiap aspek dalam penyelenggaraan Negara dan dalam wujud norma – norma. kenegaraan. baik norma hukum. → Nilai – nilai Pancasila yang bersumber pada hakikat Pancasila adalah bersifat universal. maupun .→ Aktualisasi Pancasila adalah bagaimana nilai – nilai Pancasila benar – benar dapat tercermin dalam sikap dan perilaku seluruh warga negara mulai dari aparatur dan pimpinan nasional sampai kepada rakyat biasa.

Aktualisasi Pancasila yang objektif adalah pelaksanaan Pancasila dalam bentuk realisasi dalam setiap aspek penyelenggaraan negara. dan 1. → Aktualisasi Pancasila dapat dibedakan atas dua macam yaitu : Aktualisasi objektif aktualisasi subjektif. baik di bidang legislatif. . eksekutif. yudikatif maupun semua bidang kenegaraan lainnya.norma – norma moral yang harus dilaksanakan dan diamalkan oleh setiap warga Negara Indonesia.

setiap individu. perorangan. TRIDARMA TINGGI. B.2. PERGURUAN * Pembangunan di Bidang Pendidikan yang dilaksanakan atas falsafah Negara Pancasila diarahkan untuk membentuk manusia – manusia . setiap penguasa. dan setiap orang Indonesia. setiap warga negara. Aktualisasi Pancasila yang subyektif adalah pelaksanaan dalam sikap pribadi. setiap penduduk.

mencintai bangsa dan negara dan mencintai sesama manusia. dapat mengembangkan kecerdasan yang tinggi disertai budi pekerti yang luhur. * Peranan perguruan tinggi dalam usaha pembangunan mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pendidikan dan pegajaran di atas perguruan tingkat menengah berdasarkan kebudayaan . membentuk manusia – manusia Indonesia yang sehat jasmani dan rohaninya. memiliki pengetahuan dan keterampilan.pembangunan yang berjiwa Pancasila.

penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. yang disebut Tri Darma Perguruan Tinggi. ♣ Peningkatan peranan Perguruan Tinggi sebagai satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan tinggi dalam usaha pembangunan selain diarahkan untuk menjadikan Perguruan Tinggi sebagai pusat pemeliharaan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi .bangsa Indonesia dengan cara ilmiah yang meliputi : pendidikan dan pengajaran.

BUDAYA AKADEMIK * Budaya merupakan nilai yang dilahirkan oleh warga masyarakat yang mendukungnya. . C. serta menggiatkan mahasiswa.serta seni. sehingga bermanfaat bagi usaha pembangunan nasional dan pengembangan daerah. juga mendidik mahasiswa untuk berjiwa penuh pengabdian serta memiliki tanggung jawab yang besar pada masa depan bangsa dan Negara.

nilai * Masyarakat akademik di manapun berada. serta mendorong . Suatu nilai budaya yang mendorong tumbuh dan berkembangnya sikap kerja sama. mencintai kemajuan ilmu dan teknologi. hendaklah perkembangannya dijiwai oleh nilai budaya yang berkembang di lingkungan akademik yang bersangkutan.* Budaya akademik merupakan nilai yang dilahirkan oleh masyarakat akademik yang bersangkutan. santun. * Pancasila merupakan luhur bangsa Indonesia.

penelitian. KAMPUS SEBAGAI MORAL FORCE PENGEMBANGAN HUKUM DAN HAM * Kampus merupakan wadah kegiatan pendidikan. di mana seluruh warganya diharapkan menjunjung tinggi sikap yang . * Kampus merupakan wadah perkembangan nilai – nilai moral.berkembangnya mencintai seni. sekaligus merupakan tempat persemaian dan perkembangan nilai – nilai luhur. sikap D. dan pengabdian masyarakat.

* Kampus merupakan wadah membentuk sikap yang da pat memberikan kekuatan moral yang mendukung lahir dan berkembangnya sikap mencintai kebenaran dan keadilan dan menjunjung tinggi hak asasi manusia. sumber asas serta arah dan tujuan pembangunan. Kesimpulan Pancasila sebagai paradigma pembangunan merupakan suatu sumber nilai. orientasi dasar.menjiwai moralitas yang tinggi dan dijiwai oleh pancasila. model. kerangka piker. Yang meliputi .

baik itu reformasi hukum ataupun reformasi politik. pembangunan social budaya. dan sebagai reformsi. pengembangan hankam. Pancasila sebagai aktualisasi diri yang berarti betul-betul ada. IPTEK. terjadi atau sesungguhnya. pembangunan pertahanan keamanan. Aktualisasi Pancasila . poembangunan ekonomi. Semuanya ditujukan untuk membuat menjadikan bangsa yang semakin berkembang dan masyarakat yang semakin mapan. pengembangan bidang politik. Sehingga terbentuklah aktualisasi objektif dan subjektif.pembangunan politik.

budaya akademik dan lingkungan kampus sebagai moral force pengembangan hukum . setiap individu. dan setiap orang Indonesia.yang objektif adalah pelaksanaan Pancasila dalam bentuk realisasi dalam setiap aspek penyelenggaraan negara. Aktualisasi diripun meliputi mencakup dalam tridarma perguruan tinggi. baik di bidang legislatif. setiap warga negara. yudikatif maupun semua bidang kenegaraan lainnya. eksekutif. perorangan. setiap penguasa. setiap penduduk. Aktualisasi Pancasila yang subyektif adalah pelaksanaan dalam sikap pribadi.

Artikel Terkait kehutanan punya  Pembagian Ilmu Dasar-dasar Ekologi  Karateristik Hutan Hujan Tropis  Dampak Akibat Kebakaran Hutan  Berbagai Dampak Akibat Penggundulan Hutan (Deforestasi) . Yang mencerminkan bahwa aktualisasi diri itupun benarbenar ada dan terjadi disekitar kita.dan ham.

 Faktor Penyebab Penggundulan Hutan (Deforestasi) di Indonesia  cara kerja praktikum inventarisasi hutan  Teknik Persemaian / pembibitan pohon eboni  matriks magang tehnik pembibitan dan pemeliharaan trembesi  Ruangan baru di kehutanan untad  arti dan makna lambang pramuka  Kata Pengantar Makalah yang baik  Makalah Perubahan sosial dalam masyarakat .

 Laporan praktikum kimia dasar lengkap  Laporan praktikum fisika dasar lengkap  Daftar Pustaka Kehutanan (Agroforestry)  Kata Pengantar makalah Agroforestry  Masalah yang dihadapi masyarakat disekitar hutan  Cara Pemberdayaan Masyarakat di Sekitar Hutan  Makalah Pengantar Ilmu Kehutanan Lengkap  Masalah-maslah yang dihadapi dalam pengelolaan kawasan mangrove .

 faktor penyebab kerusakan dari berbagai segi  Minimasi Dan Maksimasi Pengaruh Negatif Dan Positif Pola Tanam Alley Cropping  Bentuk Pola Tanam Dalam Sistem Agroforestry  Syarat-syarat jenis pohon untuk reboisasi dan penghijauan  Vegetasi hutan campuran dan hutan murni You might also like: Makalah Perubahan sosial dalam masyarakat .

Makalah lengkap kemajemukan Masyarakat Indonesia koleksi naskah pidato lengkap diberbagai kegiatan Proposal penelitian hukum partisipasi masyarakat dalam .. Konservasi dan lingkungan LinkWithin Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis! Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook di koment ya ..

sehingga saya bisa tau respon dari orang-orang yang mampir diblog saya. ok??? Makalah Kaitan Pancasila dengan Pembangunan Nasional ..0 tinggalkan jejak anda. dengan menanggapi postingan: Poskan Komentar sehabis membaca.. tinggalkan pesan anda ya.

Adapun selain tujuan nasional juga tujuan internasional (tujuan .FEGY SAPUTRA SOFT SKILL UNI SHADUGUNA BUSINESS SCHOOLS BAB I. Tujuan negara dalam Pembukaan UUD 1945. PENDAHULUAN Untuk mencapai tujuan dalam hidup bermasyarakat berbangsa dan bernegara. bangsa Indonesia melaksanakan pembangunan nasional. “melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah indonesia”.

“ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Paradigma adalah asumsi-asumsi dasar dan asumsiasumsi teoritis yang umum (merupakan suatu sumber nilai). sehingga merupakan suatu sumber . Secara filosofis hakikat kedudukan pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional mengandung suatu konsekuensi bahwa dalam segala aspek pembangunan nasional kita harus mendasarkan pada hakikat nilainilai sila-sila pancasila. Kalau dilihat dari pengertian paradigma. perdamaian abadi dan keadilan sosial”.umum).

ciri serta karakter ilmu pengetahuan itu sendiri. serta penerapan dalam ilmu pengetahuan sehingga sangat menentukan sifat. maka ilmuan akan kembali pada asumsi-asumsi dasar serta asumsi teoritis sehingga dengan demikian perkembangan ilmu pengetahuan kembali mengakaji paradigma dari ilmu pengetahuan tersebut atau dengan kata lain ilmu pengetahuan harus mengkaji dasar ontologis dari ilmu itu sendiri.hukum-hukum. . metode. Jika ditemukan kelemahankelemahan pada teori yang telah ada.

Pancasila dasar negara dan negara adalah organisasi (persekutuan hidup) manusia. Oleh karena itu negara dalam rangka mewujudkan tujuannya melalui pembangunan nasional untuk mewujudkan tujuan seluruh . metode. berartikan Pancasila merupakan suatu sumber hukum-hukum. maka ilmuan akan kembali pada pengertian sila-sila itu sendiri. Pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional.Jadi. serta penerapan dalam pembangunan nasional dan jika ditemukan kelemahan-kelemahan pada teori yang telah ada tentang pembangunan nasional.

rokhani (jiwa) dan raga. sifat kodrat manusia makhluk individual dan makhluk sosial serta kedudukan kodrat manusia sebagai makhluk pribadi berdiri sendiri dan sebagai makhluk Tuhan yang Maha Esa.warganya untuk kembali pada dasar hakikat-hakikat manusia “monoprulalis”. Konsekuensinya dalam realisasi pembangunan nasional dalam berbagai bidang untuk mewujudkan peningkatan harkat dan martabat manusia secara konsisten berdasarkan pada nilai- . Unsur-unsur hakikat manusia “monoprulalis” meliputi susunan kodrat manusia.

dan kehendak. Maka pembangunan nasional harus meliputi aspek jiwa (rokhani) yang mencakup akal. aspek pribadi dan juga aspek kehidupan terhadap Tuhannya dengan cara berpedoman pada pancasila. rasa. aspek raga (jasmani). aspek individu.nilai hakikat kodrat manusia tersebut. aspek sosial. .

maka penulis rumuskan permasalahan yang ada agar permasalahan tersebut lebih terfokus terhadap tema isi makalah ini. MASALAH IDENTIFIKASI Berdasarkan latar belakang masalah di atas. Adapun rumusan masalah tersebut sebagi berikut : .BAB II.

 Bagaimana negara dapat mewujudkan tujuannya melalui pembangunan nasional untuk mewujudkan tujuan harkat dan mertabat manusia ?  Bagaimana negara bisa secara konsisten mewujudkan peningkattan harkat dan martabat manusia?  Bagaimana pancasila dapat membantu dalam mewujudkan pembangunan nasional?  Aspek apa saja yang perlu dibangun dalam negara ? .

BAB III. PEMBAGIAN Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan IPTEK Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) pada hakikatnya .

Rasa merupakan potensi rokhaniah manusia dalam hubungan dengan intelektualitas. Dalam masalah ini Pancasila telah memberi dasar nilai-nilai bagi pengembangan IPTEK demi kesejahtraan hidup umat manusia. Tujuan yang essensial dari IPTEK adalah demi kesejahtraan umat manusia. Unsur jiwa rokhani manusia meliputi aspek akal. Pengembangan IPTEK sebagai hasil . rasa.merupakan hasil kreatifitas rokhani manusia. rasa dalam bidang estetis. sehingga IPTEK tidak bebas nilai namun terikat nilai. dan kehendak. kehendak dalam bidang moral (etika).

mengkomplementsikan ilmu pengetahuan. mencipta. rasa. Sila ini menempatkan manusia di alam semasta bukan sebagai pusatnya . dibuktikan. dan kehendak. antar akal.budaya manusia harus didasarkan pada moral Ketuhanan dan kemanusiaan yang adil dan beradab. dan diciptakan tetapi juga dipertimbangkan maksudnya dan akibatnya apakah merugikan manusia dengan sekitarnya. perimbangan antar rasional dan irasional. Berdasarkan sila ini IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan. Sila Ketuhanan yang Maha Esa.

IPTEK bukan untuk kesombongan.melainkan sebagai bagian sistematik dari alam yang diolahnya (T. Sila persatuan Indonesia. mengkomplementasikan . Pengembangan IPTEK harus didasarkan pada hakikat tujuan demi kesejahtraan umat manusia. memeberikan daasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK haruslah bersifat beradab. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab. kecongkaan. 1986). keserakahan manusia namun harus diabaikan demi peningkatan harkat dan martabat manusia.Jacob.

universalia dan internasionalisme (kemanusian) dalam sila lain. Pengembangan IPTEK hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme. Pengembangan IPTEK diarahkan demi kesejahtraan umat manusia termasuk di dalamnya kesejahtraan bangsa Indonesia. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis. kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa sebagai bagian dari umat manusia di dunia. artinya setiap ilmuan haruslah memiliki .

artinya terbuka untuk dikritik. mengkomplementasikan pengembangan IPTEK haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam hubungan kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya . dikaji ulang maupun dibandingkan dengan penemuan teori lain. Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Selain itu dalam pengembangan IPTEK setiap ilmuan juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan harus memiliki sikap yang terbuka.kebebasan untuk mengembangkan IPTEK.

dengan dirinya sendiri.1986) . menusia dengan tuhannya. manusia dengan masyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungan (T. menusian dengan manusia lain. Jacob.

Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan POLEKSOSBUD HANKAM Pembangunan pada hakikatnya merupakan suatu realisasi praksis untuk mencapai tujuan bangsa. Pembangunan yang merupakan realisasi praksis dalam negara untuk mencapai tujuan seluruh . Adapun pengembangan rinci dalam berbagai macam bidang antara lain POLEKSOSBUD HANKAM.

secara utuh meliputi seluruh unsur hakikat manusia monopruralis. atau dengan lain perkataan membangun mertabat manusia.warga harus mendasarkan pada hakikat menusia sebagai subjek pelaksana sekaligus tujuan pembangunan. Pembangunan hakikatnya membangun manusia lengkap. .

Dalam sistem politik negara harus mendasarkan pada tuntutan hak . Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Bidang Politik Kehidupam politik dalam negara harus benar-benar untuk merealisasikan tujuan demi harkat dan martabat manusia.

dasar kemenusiaan yang di dalam istilah hukum dan kenegaraan disebut hak asasi manusia. Oleh kerena itu kekuasaan negara harus berdasarkan kekuasaan rakyat bukannya kekuasaan perseorangan atau kelompok. Dalam sistem politik negara harus mendasarkan pada kekuasaan yang bersumber penjelmaan hakikat manusia sebagai individu-makhluk sosial yang menjelma sebagai rakyat. . Hal ini sebagai perwujudan hak atas mertabat kemanusiaan sehinga sistem politik negara harus mampu menciptakan sistem yang menjamin atas hak-hak tersebut.

menyatakan bahwa “negara berdasarkan atas Ketuhanan yang Maha Esa.Selain itu sistem politik negara Pancasila memberi dasar-dasar moralitas poitik negara. oleh karena itu dalam politik negara termasuk para elit politik dan para penyelenggara negara untuk memegang budi pekerti kemanusiaan serta . Telah diungkapkan oleh para pendiri negara Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Moh. misalnya Drs. Hatta agar memberikan dasar-dasar moral supaya negara tidak berdasarkan kekuasaan. Hal ini menurut Moh. Hatta. atas dasar Kemanusiaan yang adil dan beradab”.

memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur. bahwa dalam politik negara harus memndasarkan pada kerakyatan (Sila IV). . Dalam sila-sila pancasila tersusun atas urutan-urutan sistematis. moral Kemanusiaan (Sila II). adapun pengembangan dan aktualisasi politik negara berdasarkan moralitas berturut-turut moral Ketuhanan (Sila I). Adapun aktulitas dan pengembangan politik negara demi tercapainya keadilan dalam hidup bersama (Sila V). dan moral persatuan. yaitu ikatan moralitas sebagai suatu bangsa (Sila III).

Perkembangan ilmu ekonomi pada akhir abad ke-18 menumbuhkan ekonomi kapitalis. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Ekonomi Dalam dunia ilmu ekonomi boleh dikatakan jarang ditemukan pakar ekonomi yang mendasarkan pemikiran pengembangan ekonomi atas dasar moralitas kemanusiaan dan Ketuhanan. Atas dasar kenyataan objektif inilah maka di eropa pada awal abad ke19 muncullah pemikiran sebagai .

Oleh karena itu kiranya menjadi sangat penting bahkan mendesak untuk dikembangkkan sistem ekonomi yang mendasar pada moralitas humanistik. Atas dasar kenyataan tersebut maka Mubyarto kemudian mengembangkan ekonomi kerakyatan. yaitu ekonomi yang humanistik yang mendasarkan pada tujuan demi kesejahtraan rakyat secara luas. Pengembangan ekonomi tidak bisa dipisahkan . ekonomi yang berkemanusiaan.reaksi atas perkembangan ekonomi tersebut yaitu sosialis kominisme yang memperjuangkan nasib kaum proletar yang ditindas oleh kaum kapitalis.

Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa tujuan ekonomi itu sendiri adalah untuk memenuhi kebutuhan manusia. .dengan nilai-nilai moral kemanusiaan (Mubyarto. agar manusia menjadi sejahtra. 1999).

Dalam penembangan sosial . Proses reformasi dewasa ini sering kita saksikan adanya stagnasi nilai sosial budaya dalam masyarakat sehingga tidak mengherankan jikalau di berbagai wilayah Indonesia saat ini terjadi berbagai macam gejolak yang sangat memprihatinkan antara lain amuk masa yang cenderung anarkis. Pancasila Sebagai Paradigma Pengambangan Sosial Budaya Dalam pembangunan pengembangan aspek sosial budaya hendaknya didasarkan atas sistem nilai yang sesuai dengan nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh masyarakat tersebut.

budaya pada masa reformasi dewasa ini kita harus mengangkat nilai-nilai yang dimiliki bangsa Indonesia sebagai dasar nilai yaitu nilai-nilai Pancasila itu sendiri. Dalam prinsip etika Pancasila pada hakikatnya bersifat humanistik. Pancasila merupakan sumber normatif bagi peningkatan . artinya nilai-nilai Pancasila mendasarkan pada nilai yang bersumber pada harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang berbudaya. Terdapat rumusan dalam silai kedua Pancasila. Dalam rangka pengembangan sosial budaya. yaitu “Kemanusiaan yang adil dan beradab”.

Dengan demikian maka proses humanisasi universal akan dehumanisasi serta aktualisasi nilai hanya demi kepentingan kelompok sasial tertentu sehingga menciptakan sistem sosial budaya yang beradab. dan (2) transendentalisasi. yaitu melepaskan simbol-simbol dari ketekaitan struktur. Sebagai kerangka kesadaran Pancasila dapat merupakan dorongan untuk (1) universalisasi. .humanisasi dalam bidang sosial budaya. 1986). yaitu meningkatkan derajat kemerdekaan manusia dan kebebasan spiritual (Koentowijoyo.

. Hal ini sebagai akibat pembenturan kepentingan politik demi kekuasaan sehingga masyarakat sebagai elemen infrastruktur politik yang melakukan aksi sebagai akibat akumulasi persoalanpersoalan politik. Demikian pula meningkatnya fanatisme di berbagai daerah mengakibatkan lumpuhnya keberadaan masyarakat.Dalam proses reformasi dewasa ini sering kita saksikan gejolak masyarakat yang jauh dari nilainilai kemanusiaan beradab.

Oleh karena itu Pancasila sebagai dasar negara dan mendasarkan diri pada hakikat nilai kemanusiaan monoprulalis maka . Adapun demi tegaknya integritas seluruh masyarakat negara diperlukan suatu pertahanan negara. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangan HANKAM Demi tegaknya hak-hak warga negara maka diperlukan perturan perundang-undangan negara. baik dalam rangka mengatur ketertiban warga maupun dalam rangka melindungi hak-hak warganya. Keamanan merupakan syarat mutlak tercapainya kesejahtraan warga negara.

Pertahanan dan keamanan negara harus mendasarkan pada tujuan demi tercapainya kesejahtraan hidup . sehingga berakibat negara menjadi totaliter dan otoriter.pertahanan dan keamanan negara harus dikembalikan pada tercapainya harkat dan martabat manusia sebagai pendukung pokok negara. Demikian pun pertahanan dan keamanan negara bukanlah hanya untuk sekelompok warga ataupun kelompok politik tertentu. Pertahanan dan keamanan bukanlah untuk kekuasaan sebab kalau demikian sudah dapat dipastikan akan melanggar hak asasi manusia.

Pertahanan dan keamanan harus mampu menjamin hak-hak dasar. persamaan derajat serta kebebasan kemanusiaan (Sila V). .manusia sebagai makhluk Tuhan yang Maha Esa (Sila I dan II). Pertahanan dan keamanan negara haruslah mendasarkan pada tujuan demi kepentingan warga dalam seluruh warga sebagai warga negara (Sila III).

oleh karena itu manusia wajib untuk beribadah kepada Tuhan yang Maha Esa dalam wilayah negara di mana mereka hidup.Pancasila Sebagai Paradigma Pengembangan Kehidupan Beragama Pancasila telah memberikan dasar-dasar nilai yang fundamental bagi umat bangsa Indonesia untuk hidup secara damai dalam kehidupan beragama di negeri Indonesia yang tercinta ini. Manusia adalah sebagai makhluk Tuhan yang Maha Esa. Namun demikian Tuhan menghendaki untuk hidup .

atas dasar kemanusiaan yang adil dan beradab”. bergolongan-golongan.saling menghormati. politik. karena Tuhan menciptakan umat manusia dari laki-laki dan perempuan ini yang kemudian berbangsa-bangsa. Dalam pengertian inilah maka negara menegaskan dalam pokok pemikiran ke IV bahwa “ Negara berdasarkan atas Ketuhanan yang Maha Esa. berkelompok-kelompok baik sosial. Negara memberikan kebebasan kepada warganya untuk memeluk agama serta menjalankan ibadah sesuai . maupun etnis tidak lain untuk saling hidup damai yang berkemanusiaan. budaya.

dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Dengan lain perkataan menjamin atas demokrasi di bidang agama. . Setiap agama memiliki dasar-dasar ajaran-ajaran sesuai dengan kayakinan masing-masing maka dalam pergaulan hidup negara kehidupan beragama berhubungan antar pemeluk agama didasarkan atas nilai-nilai kemanusiaan yang beradab hal ini berdasarkan pada nilai bahwa semua pemeluk agama adalah sebagai dari umat manusia di dunia.

praktek-praktek politik yang menghalalkan segala cara dengan memfitnah.BAB IV.  Pengambangan politik negara terutama dalam proses reformasi dewasa ini harus mendasarkan pada moralitas sebagaimana tertuang dalam sila-sila Pancasila sehingga. KESIMPULAN  Pada hakikatnya Pancasila harus merupakan sumber nilai. memprovokasi . kerangka pemikiran serta basis moralitas bagi pengembangan IPTEK.

 Suatu tugas yang maha berat bagi bengsa Indonesia pada pasca . menimbulkan penindasan atas manusia satu dengan lainnya.  Ekonomi harus mendasarkan pada kemanusiaan yaitu demi kesejahtraan kemanusiaan.menghasut rakyat yang tidak berdosa untuk diadu domba harus segera diakhiri. ekonomi untuk kesejahtraan manusia sehingga kita harus menghindari diri dari pengembangan ekonomi yang hanya mendasarkan pada persaingan bebas. monopoli dan lainnya yang menimbulkan penderitaan pada manusia.

reformasi dewasa ini untuk mengembangkan aspek sosial budaya dengan berdasarkan nilainilai Pancasila. yang secara lebih terinci berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan. .  Pertahanan dan keamanan haruslah diperuntukkan demi terwujudnya keadilan dalam hidup masyarakat (terwujudnya suatu keadilan sosial) agar benar-benar negara diletakkan pada fungsi yang sebenarnya sebagai suatu negara hukum dan bukannya suatu negara yang meradasarkan atas kekuasaan. nilai Ketuhanan serta nilai keberadaban.

2008. sleman yogyakarta. BAB V. . saling memnghargai berdasarkan nilai kemanusiaan yang beradab. DAFTAR PUSTAKA Kaelan. Kehidupan beragama dalam negara Indonesia dewasa ini harus dikembangkan ke arah terciptanya kehidupan bersama yang penuh toleransi. Pendidikan Pancasila. Paradigma.

0 comments: Poskan Komentar Saya menerima komentar apapun asal tidak menyinggung PRIVACY penulis Prev Next Archives  ▼ 2012 (49) o► November (5) o▼ Oktober (28)  #SAMPAHofFRIEND  Asyiknya belajar Bahasa C. Step1  IGA BAKAR @TEBET .

 suasana Idul Adha namun kedepannya?  malam minggu teringat dia. LETTER. BOM!  peringatan dan kecelakaan?  pagi di hari minggu. FIGHT MERPATI PUTIH  ANAK GAUL ATAU ANAK DAGANG  SURAT. ET LETTRE  Tawuran::Guna/Tiadaguna  teror.  APA YANG LO INGET SOAL SMA? . terorisme.

nyampah banget. pilih m....  aelke mariska vs geovanni "kimmi" lestari. MY HERO IN THE NIGHT  come as you are song  Situs Blogger UNS  Jenis dumping yang baru  tahi.  PANCA MERPATI PUTIH 46 2012  meet DONNY OSKARIA and owner TOKYO SKIPJACK  @ jakarta japan matsuri 2012  Celoteh Pedas Bagi Penyendiri . EDIN DZEKO.

Lalu Hati Menilai  Makalah Kaitan Pancasila dengan Pembangunan Nasion.. Pikiran Memimpin.  JOMBLO  DESIGNER INTERIOR ABALABAL  BELAJAR UNTUK BERCERMIN o► September (1) o► Juli (5) o► April (8) o► Maret (2)   ..

           Copyright © 2013/ TERDE PANCASILA DAN PARADIGMA PANCASILA (Kewarganegaraan) Label: foto Tugas Kuliah .

Tanpa adanya pendekatan “Partisipant observasion “dan dengan .BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Melakukan kajian.kajian tentang perkembangan pemikiran tentang peranan pancasila dalam berbangsah dan bernegara bukanlah hal yang yang mudah.

.baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis.bahwa Indonesia sebagai Negara hukum maka setiap perbuatan. Menurut Prof.adanya pancasila sebagai dasar Negara di jadikan yang di jadikan pedoman hidup bermasyarakat .Sri Sumarti.baik masyarakat maupun dari dari warga pejabat- pejabat dan jabatan harus berdasarkan hukum.berbangsa dan bernegara.

.Hal ini adalah peran pancasila dan peran para ahli bahwa setiap perilaku manusia harus didasari hukum dan norma yang berlaku seperti yang dikatakan pancasila sebagai paradigma bidang hukum dan sebagai etos budaya persatuan yakni membangun bangsa Indonesia yang berdasar hukum dan norma yang telah berlaku di dalam undang undang.

B. TUJUAN Adapun tujuan kami membuat makalah ini tidak lain supaya penulis bisa menambah wawasan.Dan supaya bisa menjadi .Dan juga supaya masyarakat lebih mengenal akan peranan penting pancasila sebagai paradigma masyarakat kehidupan berbangsa dalam dan bernegara.

RUMUSAN MASALAH Bagaimana peranan pancasila di era reformasi? 2. Bagaimana pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional? . 1. C.motivasi bagi pembaca ataupun kepada pembuat makalah maka dari itu kami mengucapkan terima kasih banyak. Bagaimana pancasila sebagai paradigma ketatanegaraan? 3.

Bagaimana pancasila sebagai paradigma ilmu pengetahuan? . Bagaimana pancasila sebagai paradigma bidang hankam? 5.4.

Pancasila sebagai paradigma nasional bidang sosial dan politik 3. Pancasila sebagai paradigma ketatanegaraan 2. PERANAN PANCASILA DI ERA REFORMASI 1. Pancasila sebagai paradigma bidang hankam .BAB II PEMBAHASAN A. Pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional bidang ekonomi 4.

Pancasila sebagai paradigma ilmu pengetahuan B. PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KETATANEGARAAN Pancasila sebagai dasar Negara dijadikan landasan bermasyarakat.5. berbangsa hidup dan bernegara. harus selalu dilandasi oleh nilai-nilai pencasila. . Hal ini berarti bahwa setiap gerak langkah bangsa dan Negara Indonesia.

Menurur Prof.Sri Sumarti, bahwa
Indonesia sebagai Negara hukum, maka
setiap

perbuatan,

masyarakat

maupun

baik

warga

pejabat-pejabat

dan jabatan harus berdasarkan hukum,
baik yang tertulis maupun yang tidak
tertulis.
Sedangkan dalam kaitannya dengan
pengembangan hokum, pancasila harus
menjadi landasannya, artinya hokum
akan dibentuk tidak dapat dan tidak

boleh bertentangan dengan nilai-nilai
pancasila.
C.

PANCASILA

PARADIGMA
NASIONAL
1.
Pancasila

SEBAGAI

PEMBANGUNAN
sebagai

Paradigma

Pembangunan Nasional bidang Sosial
dan Politik
Artinya bahwa nilai-nilai pancasila
sebagai

wujud

cita-cita

Indonesia

merdeka

diimplementasikan

berikut:
a.
Penerapan
keadilan

sosial

dan

sebagai

pelaksanaan

mencakup

keadilan

politik, budaya, agama, dan ekonomi
dalam kehidupan sehari-hari;
b.
Mendahulukan
kepentingan
rakyat/demokrasi dalam pengambilan
keputusan;
c.
Melaksanakan keadilan sosial dan
penentuan

prioritas

kerakyatan

berdasarkan konsep mempertahankan
kesatuan bangsa.
d.
Dalam pelaksanaan
tujuan

keadilan

pencapaian
menggunkan

pendekatan kemanusiaan yang adil dan
beradab;
e.
Nilai-nilai keadilan, kejujuran dan
toleransi haus bersumber pada nila-nilai
ke-Tuhanan Yang Maha Esa.
2.

Pancasila

Pembangunan
Ekonomi

sebagai
Nasional

Paradigma
bidang

Mengandung pengertian bagaimana
filsafah

pancasila

secara

rildan

diimplementasikan
sistematika

kehidupan

rakyat

khususnya

kerangka

melaksanakan

dalam
dalam

pasal

33

Undang-undang Dasar 1945.
3.

Pancasila

sebagai

Paradigma

Pembangunan

Nasional

bidang

Kebudayaan
Mengandung

pengertian

bahwa

pancasila

adalah

etos

budaya

persatuan,

dimana

pembangunan

kebudayaan sebagai sarana pengikat
persatuan dalam masyarakat majemuk.
Semboyan Bhineka Tunggal Ika dan
pelaksanaan UUD 1945 yang mencakup
pembangunan
haknya

kebudayaan

menjadi

kebudayaan

bangsa

prioritas,

nasional

karena

diperlukan

sebagai landasan atau media sosial
yang memperkuat persatuan.

Pelaksanaan tugas TNI senantiasa diarahkan dalam pemberdayaan institusi/kelembagaan fungsional. PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA BIDANG HANKAM Mengandung arti bahwa Dwi Fungsi ABRI atau peran sospol TNI telah berakhir. Atas kesepakatan bangsa. maka yang menentukan tugas TNI adalah pemilik . TNI adalh milik dan asset bangsa.D. b. a.

pada hakikatnya paradigma baru peranan pemberdayaan TNI bangsa adalah sehingga . Pengurangan fungsi TNI.asset itu. berarti wajib ikut serta memberdayakan bangsa bersama komponen bangsa lainnya. TNI tidak boleh menetukan tugas sendirinya. TNI tidak lagi harus menajdi institusi yang merasa paling bertanggung jawab. Sebagai bagian dari system nasional. c. d.

Melalui pengaturan konstitusional. setiap tindakan didasarkan pada TNI senantiasa keputusan politik kekuasaan eksekutif yang didasarkan pada pengaturan secara konstitusional. E.seluruh institusi harus dikembalikan kepada fungsinya masing-masing. PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA ILMU PENGETAHUAN Dengan memasuki kawasan filsafah ilmu pengetahuan yang diletakkan . e.

Aspek ontologisme. Ilmu pengetahuan harus dipandang secara utuh dalam dimensinya: Sebagi syarat masyarakat Sebagai proses Sebagai produk . yaitu: a.diatas pancasila sebagai paradigmanya. bahwa hakikat ilmu pengetahuan merupakan aktifitas manusia yang tidak kenal titik henti dalam upayanya untuk mencari dan menemukan kebenaran dan kenyataan. perlu dipahami dasar dan arah penerapannya.

b. Aspek menggunakan bahwa yang dijadikan aksiologi. c. maka kemanfaatan dan efek pengembangan ilmupengetahuan secara negatif tidak bertentangan dengan ideal dari pancasila dan secara . Aspek pancasila epistimologis. nilai-nilai dengan yang terkandung dalam pancasila sebagai metode berfikir. dengan terkandung nilai-nilai didalamnya metode berfikir.

positif mendukung atau mewujudkan nilai-nilai ideal pancasila. karena pada giliranya nilai-nilai pancasila kita jadikan sesuai dasar bagi pemahaman dibidang . karena pada gilirannya nilai-nilai pancasila harus dipahami secara benar. Jadi dengan menggunakan pancasila sebagai paradigma keharusan bahwa merupakan pancasila harus dipahami secara benar.

mengarah dan membatasi. Dengan demikian berarti bahwa pancasila harus dipahami sebagi satu kesatuan organis. harus diletakkan dalam suatu kesatuan integratif dengan pokok pikiran yang digariskan dalam pembukaan UUD 1945. dimana masing- masing sila saling menjiwa yang lain. . epistomologi dan aksiologinya. Pemahaman mengenai pancasila.ontologisme.

Nilai-nilai pancasila bersifat abstrak-universal namun menjadi sangat konkret pada kondisi kehidupan dikala masyarakat merasa kehilangan .Menempatkan pancasila sebagai dasar peradigma pengembangan ilmu pengetahuan harus diawali dengan pemahaman secara utuh dan mendasar disertai niat dan sikap pandang yang tidak meragukan lagi akan kebenaran pancasila.

Pancasila tanpa disertai ilmu pengetahuan. ilmu . Sebaliknya. akan menadi pancasila itu sebagai suatu represif dan kontraproduktif. Hubungan antara pancasila dengan ilmu pengetahuan tidak dapat lagi ditempatkan secara dikotomis saling bertentangan.nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila.

pengetahuan didasarkan tanpa oleh didasari nilai-nilai dan pancasila akan kehilangan arak konstruktifnya dan terdistorsi menjadi suatu yang akan melahirkan akibat-akibat kehidupan manusia. fatal bagi .

senantiasa –aturan di . Maka dari itu .BAB III PENUTUP A.marilah mengembangkan kita aturan dalam pancasila tersebut.kami bahwa dapat peranan pancasila di dalam berbangsa dan bernegara sangatlah penting bagi masyarakat kususnya Indonesia. KESIMPULAN Berdasarkan hasil kelompok kami menyimpulkan pengamatan .

Dari segi isi juga masih perlu ditambahkan.B. SARAN Dalam penulisan makalah ini masih terdapat beberapa kekurangan dan kesalahan. kami sangat mengharpkan kepada para pembaca makalah ini agar dapat . Oleh karena itu. baik dari segi penulisan maupun dari segi penyusunan kalimatnya.

.memberikan kritikan dan masukan yang bersifat membangun.

Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi.DAFTAR PUSTAKA Darji.PT.Raja Grafindo .Pokok-pokok Materi Pendidikan Pancasila.Darmodihardjo.Ikip Malang Hasan.1993.Iqbal.2002.