You are on page 1of 23

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Peristiwa paling penting dalam masa pubertas anak gadis ialah datangnya

menstruasi pertama atau menarche, yang menjadi pertanda biologis dari


kematangan seksual. Menarche terjadi kurang lebih pada usia 11 sampai 16
tahun dan ditandai

dengan adanya perubahan hormonal, perubahan biologis,

perubahan psikis. Batasan usia remaja menurut WHO adalah 10 sampai 19 tahun.
Di Amerika Serikat, sekitar 95% wanita remaja mempunyai tanda-tanda pubertas
dengan menarche pada umur 12 tahun dan umur rata-rata 12,5 tahun yang diiringi
dengan pertumbuhan fisik saat menarche. Di Indonesia dan negara-negara Asia
Tenggara, seorang wanita remaja mendapat menarche rata-rata pada usia 12 tahun
dan ada juga yang baru berusia 8 tahun sudah memulai siklus haid namun jumlah
ini sedikit sekali. Usia paling lama mendapat menarche adalah 16 tahun. Usia
mendapat menarche tidak pasti

atau bervariasi, akan tetapi terdapat

kecenderungan bahwa dari tahun ke tahun wanita remaja mendapat haid pertama
pada usia yang lebih muda.
Menstruasi pertama sering dihayati oleh perempuan sebagai suatu
pengalaman yang traumatis , terkadang remaja yang belum siap menghadapi
menarche akan timbul keinginan untuk menolak proses fisiologis tersebut ,
mereka akan merasa haid sebagai suatu keadaan yang mengancam, keadaan ini
dapat berlanjut ke arah yang lebih negative, dimana remaja tersebut memiliki
gambaran fantasi yang sangat aneh dengan kecemasan dan ketakutan yang tidak
masuk akal , dapat juga disertai dengan perasaan bersalah atau berdosa , dimana
semua hal yang tersebut dikaitkan dengan masalah perdarahan pada organ
kelamin dan proses haidnya. Tetapi berbeda bagi mereka yang telah siap dalam
menghadapi menarche, mereka senang dan bangga , dikarenakan mereka
menganggap dirinya sudah dewasa secara biologis.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Anatomi Genitalia Wanita


Uterus terletak di tengah-tengah panggul dan secara struktur di bagi
menjadi badan atau korpus, dan serviks. Lapisan dalam, endometrium terdiri dari
permukaan epitelium, kelenjar, dan jaringan ikat (strom). Endometrium di
luruhkan selama menstruasi, pada bagian terbawah dari korpus terdapat os internal
dari serviks. Os eksternal terletak pada ujung bawah dari serviks. Dengan
demikian, kanalis servikalis merupakan penghubung antara rongga korpus uteri,
melalui os interna dan os eksternal dengan vagina.

Tuba
fallopiiinternal organ reproduksi wanita (Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, Edisi 11)
Figuer
1, Struktur
Penghubung ovarium dengan uterus dan bermuara ke dalam rongga
uterus, sehingga terjadi hubungan yang langsung dari rongga peritoneal
dengan rongga uterus.

Ovarium
Ovarium

perempuan

dewasa,

ovarium

berkembang

dan

melepaskan sel telur (oogenesis) dan menghasilkan hormone-hormon


steroid : estrogen-estron (E1), estradiol (E2) dan estriol (E3)- dan
progesterone. Sejumlah kecil estrogen dan androgen juga di sekresikan
oleh korteks adrenal. Endrogen di ubah menjadi estrogen perifer pada
2

jaringan lemak. Ekstradiol adalah estrogen yang paling kuat dan di sekresi
dalam jumlah banyak oleh ovarium.
Uterus terletak di tengah-tengah panggul dan secara struktur di
bagi menjadi badan atau korpus, dcan serviks. Lapisan dalam,
endometrium, terdiri dari permukaan epithelium, kelenjar, dan jaringan
ikat (stroma). Endometrium di lepaskan selama menstruasi. Pada bagian
terbawah dari korpus terdapat os internal dan serviks. Os eksternal terletak
pada ujung bawah dari serviks. Dengan demikian, kanalis servikalis
merupakan penghubung antara rongga korpus uteri, melalui os internal dan
os eksternal.
Vagina
Vagina dimulai dari serviks uteri sampai ke introitus pada
vestibulum yang merupakan batas antara genitalia interna dan eksterna.
Dengan demikian ada hubungan langsung antara bagian luar tubuh dengan
rongga peritoneal melalui struktur sistem reproduksi. Organ-organ pevis
interna dapat di palpasi melalui dinding tipis vagina bagian atas, dan akses
pembedahan ke rongga peritoneal dapat di capai melalui dinding vagina di
belakang serviks.
2.2. Definisi Menarche
Menarche adalah saat haid atau menstruasi yang datang pertama kali pada
seorang wanita yang sedang menginjak dewasa. Menarche merupakan petanda
berakhirnya masa pubertas, masa peralihan dari masa anak menuju masa dewasa,
puncak dari serangkaian perubahan yang terjadi pada seorang gadis yang sedang
menginjak dewasa. Pada wanita, menarche menandai transisi ke masa dewasa dan
dapat mengemban tugas serta tanggung jawab sebagai wanita dewasa.
2.3. Epidemiologi
Umumnya menarche terjadi pada usia 10 16 tahun, tetapi rata-rata
terjadi pada usia 14 tahun. Namun, ada juga yang mengalami lebih cepat/dibawah
usia tersebut. Menarche yang terjadi sebelum usia 8 tahun disebut menstruasi
precox.
2.4. Etiologi

Pubertas berarti dimulainya kehidupan seksual dewasa, sedangkan


menarche berarti dimulainya menstruasi. Periode pubertas terjadi karena kenaikan
sekresi hormon gonadotropin oleh hipofisis yang perlahan, dimulai sekitar tahun
kedelapan dari kehidupan dan biasanya mencapai puncak pada saat terjadinya
menstruasi, yaitu antara usia 11 dan 16 tahun (rata-rata 13 tahun).
Cepat atau lambatnya kematangan seksual meliputi menstruasi, dan
kematangan fisik individual, juga di pengaruhi faktor ras atau suku bangsa dan
cara hidup yang melingkungi anak.
Seiring dengan perubahan pola hidup saat ini ada kecenderungan anak
perempuan mendapatkan menstruasi yang pertama kali usianya makin lebih muda.
Ada 2 faktor yang menyebabkan terjadinya menstruasi datang lebih dini, yaitu
faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal biasanya terjadi karena adanya
ketidakseimbangan hormonal yang dibawa sejak lahir. Kondisi ini kemudian
dipicu pula oleh faktor eksternal, seperti makanan (terutama junkfood),
lingkungan yang modern serta tingkat kemakmuran masyarakat di suatu daerah
2.5. Fisiologi Menstruasi
Ciri khas kedewasaan manusia ialah adanya perubahan-perubahan siklik
pada alat kandungnya sebagai persiapan untuk kehamilan. Hal ini adalah suatu
proses yang kompleks dan harmonis meliputi serebrum, hipotalamus, hipofisis,
alat-alat genital, korteks adrenal, glandula tireoidea, dan kelenjar-kelenjar lain
yang kini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Dewasa ini telah banyak diketahui tentang apa yang terjadi pada
perubahan-perubahan siklik tersebut diatas dengan jalan mempelajari perubahanperubahan siklik yang sama pada kera. Pada siklus haid endometrium
dipersiapkan secara teratur untuk menerima ovum yang dibuahi setelah terjadi
ovulasi, di bawah pengaruh secara ritmik hormon-hormon ovarium: estrogen dan
progesteron. hormon-hormon ini dapat ditemukan antara lain

di dalam air

kencing, dan pengeluarannya setiap 24 jam dapat diukur, estrogen sebagai estriol
dan progesteron sebagai pregnandiol. Pemeriksaan urine tiap 24 jam ini dilakukan

untuk mengethaui apakah fungsi ovarium normal. Pekerjaan ini amat rumit,
sehingga hanya dilakukan bila memamg sungguh-sungguh diperlukan.
Di klinik, untuki mengetahui apakan ada ovulasi cukup dengan
mengerjakan biopsi endometrium. Biopsi ini dikerjakan pada hari pertama haid
untuk menghindarkan kemungkinan mengganggu kehamilan muda. Bila ada
ovulasi, maka dapat ditemukan bagian-bagian endometrium dalam masa sekresi.
Perubahan siklik hormonal ini dapat pula dilihat pada suhu basal, sitologi
vaginal, getah serviks, dan pH getah vagina. Adanya ovulasi diikuti oleh
pembentukan korpus luteum yang mengeluarkan progesteron; dapat dilihat bahwa
suhu basal pada saat ovulaasi turun untuk kemudian naik dan menetap disekitar
37 derajat, sampai pada permulaan haid turun lagi. Dalam hal menilai sitologi
vaginal dapat dikemukakan bahwa mukosa vagina memang mencerminkan
keadaan hormonal wanita yang diambil usap vaginanya. Dari usap vagina yang
diambil secara berturut-turut, dapat ditentukan apakah ovulasi telah terjadi dan
bila ovulasi terjadi, ini dapat diketahui dengan menentukan persentase indeks
kariopiknotik. Dihitung 100-200 sel-sel superfisial, intermedier, dan parabasal.
Bila ditemukan 75% sel-sel superfisial dan 25% sel-sel intermedier, dan parabasal.
Bila ditemukan 65% sel-sel intermedier dan 35% sel-sel isuperfisial, maka ini
berarti pascaovulasi. Pemeriksaan sitologi vaginal memerlukan usap vagina yang
lebih baik, tidak boleh ada infeksi. Pewarnaan secara Shorr atau modifikasi
menurut Papanicolaou telah cukup memberikan hasil yang memuaskan bagi yang
telah dapat pelatihan dalam sitologi vaginal.
Cara yang lebih sederhana untuk menilai apakah ada ovulasi ialah dengan
menilai getah serviks. Pada hari ke 9 sampai ke 15 siklus haid getah serviks lebih
cair dan jernih. Bila diambil dari kanalis servikalis dengan pinset, getah tersebut
tidak terputus-putus sampai sepanjang 10-20 cm. Gejala ini disebut Spinnbarkeit.
Bila getah serviks ini dikeringkan di atas kaca obyek dan dilihat di bawah
mikroskop, akan tampak kristalisasi getah tersebut dalam bentuk daun pakis.
Bertambahnya getah serviks yang keluar pada ovulasi dapat mengubah pH getah
vagina. Pengukuran perubahan pH ini memerlukan alat yang sensitif. Lamanya
siklus haid yang normal atau yang dianggap sebagi siklus haid klasik adalah 28

hari ditambah atau dikurangi dua sampai tiga hari. Siklus ini dapat berbeda-beda
pada wanita yang normal dan sehat.
Pada tiap siklus dikenal tiga masa utama, ialah sebagai berikut:
Masa haid selama dua sampai delapan hari. Pada waktu itu endometrium
dilepas, sedangkan pengeluaran hormon-hormon ovarium paling rendah
(minimum).
1. Masa proliferasi sampai hari keempat belas. Pada waktu itu endometrium
tumbuh kembali, disebut juga endometrium mengadakan proliferasi.
Antara hari kedua belas dan keempat belas dapat terjadi pelepasan ovum
dari ovarium yang disebut ovulasi. Setelah fase menstruasi, mrtkosa uterus
menjadi retatif tipis (kira-kira 0,5 mm). Awal fase proliferasi, yang juga
disebut fase folikular atau estrogenilg bertepatan dengan tumbuhnya
sekelompok kecil folikel ovarium yang mengalami transisi dari folikel praantrum ke folikel antrum. Dengan terbentuknya theca intema, folikel ini
aktif menyekresi estrogery yang meningkatkan konsentrasi plasmanya.
Estrogen bekerja di endometrium yang menginduksi proliferasi sel dan
membentuk ulang lapisan fungsional yang hilang selama menstruasi. Selsel pada ujung basal kelenjar berproliferasi, bermigrasi dan membentuk
lapisan epitel baru yang menutupi permukaan endometrium yang terpajan
saat haid sebelumnya. Pada fase proliferasi, endometrium ditutupi epitel
selapis silindris dan kelenjar uterus berbentuk tubulus lurus dengan lumen
yang sempit dan hampir kosong. Gambaran mitosis dapat ditemukan pada
sel epitel dan fibroblas. Sel-sel kelenjar secara bertahap menumpuk
sisterna RE kasar dan kompleks Golgi besar sebagai persiapan untuk
aktivitas sekretoriknya. Arteria spiralis memanjang saat lapisan fungsional
terbentuk kembali dan tumbuh dan mikrovaskular luas terbentuk di dekat
permukaan lapisan fungsional. Pada akhir fase proliferasi, tebal
endometrium mencapai 2-3 mm.
2. Sesudahnya, dinamakan masa sekresi. Pada ketika itu korpus rubrum
menjadi korpus luteum yang mengluarkan progesteron. di bawah pengaruh
progesteron ini, kelenjar endometrium yang tumbuh berkeluk-keluk mulai

bersekresi dan mengeluarkan getah yang mengandung glikogen dan


lemak. Pada akhir masa ini stroma endometrium berubah ke arah sel-sel
desidua, terutama uang berada di seputar pembuluh-pembuluh arterial.
Keadaan ini memudahkan adanya nidasi. Setelah ovulasi, fase sekretorik
atau luteal bermula akibat progesteron yang disekresi corpus luteum.
Progesteron merangsang sel-sel epitel kelenjar uterus yang terbentuk
selama fase proliferasi dan sel-sel epitel mulai menimbun glikogen, yang
lalu mengalami sekresi apokrin. Sekrei kental yang kaya akan glikogen
dan glikoprotein melebarkan lumen kelenjarkelenjar tersebut. Secara
histologis, kelenjar menjadi bergelung selama periode ini. Mikrovaskular
superfisial kini mencakup lakuna darah berdinding tipis. Endometrium
mencapai ketebalan maksimumnya (5 mm) selama fase sekretorik akibat
akumulasi sekret dan edema di stroma. Jika pembuahan terjadi pada hari
setelah ovulasi, embrio diangkut ke uterus sekitar 5 hari kemudian dan kini
melekat pada epitel uterus ketika ketebalan endometrium dan aktivitas
sekretorik menjadi optimal untuk implantasi dan nutrisi embrio. Sekresi
kelenjar uterus adalah sumber utama nutrisi embrio sebelum dan selama
implantasi. Selain meningkatkan sekresi, progesterone menghambat
kontraksi kuat miometrium yang dapat mengganggu implantasi embrio.

3. Fase Menstruasi. Bila pernbuahan oosit dan implantasi embrio tidak


terjadi, corpus luteum akan beregresi dan kadar progesteron dan estrogen
darah mulai menurun 8-10 hari setelah ovulasi, yang menimbulkan onset
haid. penurunan progesterone menimbulkan (1) spasme kontraksi otot di a.
spiralis kecil lapisan fungsional, yang mengganggu aliran darah normaf
dan (2) peningkatan sintesis prostaglandin oleh sel arteri, yang
menimbulkan vasokonstriksi kuat dan hipoksia setempat. Sel yang
mengalami jejas hipoksik melepaskan sitokin yang meningkatkan
permeabilitas vaskular dan imigrasi leukosit. Leukosit melepaskan
kolagenase dan sejumlah matriks metalloproteinase (MMP) lain yang
menguraikan membran basal dan komponen matriks ekstrasel lain.
Lapisan basal endometrium yang tidak bergantung pada a. spiralis yang

peka-progesteron, relatif tidak dipengaruhi oleh aktivitas tersebut. Namun


bagian utama lapisan fungsional, termasuk epitel permukaary kebanyakan
kelenjar, stroma dan lacuna darah terlepas dari endometrium dan keluar
sebagai darah haid atau mens. Konstriksi arteri biasanya membatasi
kehilangan darah selama haid, tetapi sejumlah darah keluar dari ujung
vena yang terbuka. Jumlah endometrium dan darah yang hilang saat haid
bervariasi antara wanita dan pada wanita yang sama di waktu yang
berbeda. Pada akhir fase menstruasi, endometrium biasanya berkurang
menjadi suatu lapisan tipis dan siap memulai siklus baru sewaktu selselnya mulai membelah untuk memulihkan mukosanya., merangkum
kejadian-kejadian penting pada siklus menstruasi.

Sekarang ternyata bahwa dalam proses ovulasi bukan hanya harus ada
suatu kerja sama yang harmonis antara korteks serebri, hipotalamus, hipofisis, dan
ovarium, melainkan ada pengaruh pula dari glandula tireoidea, korteks adrenal,
dan kelenjar-kelenjar endokrin lainnya. Dewasa ini ternyata prostaglandin dan
serotonin mempunyai peranan pula dalam ovulasi dengan mempengaruhi
hipotalamus dan hipofisis. Pula ditemukan pengaruh ACTH terhadap korteks
adrenal dikaitkan dengan sistem renin angiotensin di ovarium pada ovulasi.
Dalam sistem endokrin beberapa susunan saraf pusat tertentu seperti
glandula pinealis, glandula amigdale, dan hipokampus mempunyai hubungan
neural dan humoral (yang disebut juga denganhubungan neurohumoral) dengan
hipotalamus dan hipofisis. Di dalam hipotalamus sendiri terdapat releasing
8

hormones dalam jumlah yang sedikit sekali. Zat-zat ini ialah polipeptida yang
kecil sekali, terdiri atas sejumlah asam amino tertentu.
Dikenal: 1) FSH-RH yang merangsang hipofisis untuk mengeluarkan FSH
(follicle stimulating hormone releasing hormone); 2) LH-RH yang merangsang
hipofisis untuk mengeluarkan LH (luteuntzing hormone-releasing hormone); 3)
PIH (prolactine inhibiting hormone) yang mengahmbat hipofisis untuk
mengeluarkan prolaktin; dan 4) beberapa RH untuk somatotropin, TSH (tyroid
stimulating hormone), dan ACTH (adrenocorticotrophic hormone).
Pada tiap siklus haid FSH (follicle stimulating hormone) dikeluarkan oleh
lobus anterior hipofisis yang menimbulkan beberapa folikel primer yang dapat
berkembang dalam ovarium. Umumnya satu folikel, kadang-kadang juga lebih
dari satu, berkembang menjadi folike De Graff yang membuat estrogen. Estrogen
ini menekan produksi FSH, sehingga lobus anterior hipofisis dapat mengeluarkan
hormone gonadotropin yang kedua, yakni LH (luteinising hormone). Seperti telah
diuraikan, produksi kedua hormon gonadotropin (FSH dan LH) adalah dibawah
pengaruh releasing hormones (RH) yang disalurkan dari hipotalamus ke hipofisis.
Penyaluran RH ini sangat dipengaruhi oleh mekanisme umpan balik estrogen
terhadap hipotalamus. Pula oleh pengaruh dari luar, seperti cahaya, bau-bauan
melalui bulbus olfaktorius dan hal-hal psikologik. Salah satu contoh ialah di
negara bermusim dingin dan panas kehamilan terjadi lebih banyak pada musim
semi (mulai ada cahaya) dan musim panas (adanya banyak cahaya). Sampai
dimana bau-bauan mempunyai pengaruh terhadap manusia masih harus diselidiki
lebih lanjut. Akan tetapi, apa yangditemukan pada percobaan dengan pheromones
(bau-bauan yang merangsang birahi) pada kera menyokong dugaan bahwa bulbus
olfaktorius mempunyai peranan untuk mempengaruhi pengeluaran releasing
hormones. Pheromones terdiri atas berbagai-bagai sam lemak, seperti asam asetat,
propionat, isobutirat, isovaleriat, dan isokaproat. Bahwa faktor psikologik
mempunyai peranan pula dapat ditemukan antara lain pada wanita dengan
pseudocyesis.
Bila penyaluran releasing hormone normal berjalan baik, maka produksi
gonadotropin-gonadotropin akan baik pula, sehingga folikel de Graff selanjutnya

makin lama makin menjadi matang dan makin banyak berisi likuor follikuli yang
mengandung estrogen. Estrogen mempunyai pengaruh terhadap endometrium:
menyebabkan endometrium tumbuh atau berproliferasi. Waktu ketika proses
berproliferasi terjadi disebut masa proliferasi.
Di bawah pengaruh LH folikel de Graff menjadi lebih matang, mendekati
permukaan ovarium, dan kemudian terjadilah ovulasi (ovum dilepas oleh
ovarium). Pada ovulasi ini kadang-kadang terdapat perdarahan sedikit yang akan
merangsang peritoneum di pelvis, sehingga timbul rasa sakit yang disebut
intermenstrual pain (Mittelschmerz). Pula dapat diikuti oleh adanya perdarahan
vagina sedikit. Setelah ovulasi terjadi, dibentuklah korpus rubrum (berwarna
merah oleh karena perdarahan tersebut diatas), yang akan menjadi korpus luteum
(warnanya menjadi kuning) di bawah pengaruh hormon-hormon LH dan LTH
(luteotrophic hormones), suatu hormon gonadotropin juga. korpus luteum
menghasilkan hormon progesteron. progesteron ini mempunyai pengaruh terhadap
endometrium yang telah berproliferasi dan menyebabkan kelenjar-kelenjarnya
berkeluk-keluk dan bersekresi (masa sekresi).

10

Bila tidak ada pembuahan, korpus luteum berdegenerasi dan ini


mengakibatkan bahwa kadar estrogen dan progesteron menurun. Menurunnya
kadar estrogen dan progesteron menimbulkan efek pada arteri yang berkelukkeluk di endometrium. Tampak dilatasi dan statis dengan hiperemia yang diikuti
oleh spasme dan iskemia. Sesudah itu terjadi degenerasi serta perdarahan dan
pelepasan endometrium yangnekrotik. Proses ini disebut haid atau mens.
Bilamana ada pembuahan dalam masa ovulasi, maka korpus luteum tersebut di
atas dipertahankan, bahkan berkembang menjadi korpus luteum graviditas.
2.6. Perubahan fisiologis pada anak perempuan
Pada anak perempuan tanda pubertas pertama pada umunya payudara stadium
2 atau disebut breast bud yaitu terdiri dari penonjolan puting disertai
pembesaran areola mamae sekitar umur 8-12 tahun, kemudian lebih lanjut diikuti
oleh haid pertama (menarche). Hubungan antara menarche dengan pacu/spurt
tinggi badan yang sangat erat, haid pertama ini pada setiap anak perempuan terjadi
bila kecepatan pertumbuhan tinggi badan mulai menurun. Keadaan ini sering
menimbulkan masalah tentang kematangan yang terlambat dirasakan oleh remaja
perempuan, karena mereka belum menarche padahal pacu tinggi badannya telah
tercapai, sehingga terjadi pada remaja laki-laki belum tiba pacu tinggi badannya,
padahal teman sebaya yang perempuan sudah mencapainya.
Walaupun begitu menarche merupakan gejala pubertas yang lambat. Paling
awal terjadi pertumbuhan payudara (thelarche), kemudian tumbuh rambut
kemaluan (pubarche), disusul dengan tumbuhnya rambut di ketiak.

Barulah

terjadi menarche, sesudah itu haid datang secara siklik. Haid (menstruasi) ialah
perdarahan siklik dari uterus sebagai tanda bahwa alat kandungan menunaikan
faalnya. Dalam pubertas anak tumbuh dengan cepat dan mendapatkan bentuk
tubuh yang khas jenisnya. Dengan pubertas ini wanita masuk dalam masa
reproduktif, artinya masa mendapat keturunan yang berlangsung kira-kira 30
tahun.

Setelah masa reproduksi, wanita masuk ke dalam klimakterium.

Klimakterium merupakan masa peralihan antara masa reproduksi dan senium.


Dalam klimakterium haid berangsur-angsur akan berhenti : mula-mula haid

11

menjadi sedikit, kemudian terlampaui 1 atau 2 bulan dan akhirnya berhenti sama
sekali.
Haid yang terakhir disebut menopause. Bagian klimakterium sebelum
menopause disebut premenopause dan bagian sesudah menopause disebut
postmenopause. Masa pancaroba ini disertai dengan gejala-gejala yang khas :
pada premenopause timbul kelainan haid, sedangkan dalam postmenopause timbul
kelainan haid, sedangkan dalam postmenopause terjadi gangguan vegetatif, seperti
panas, berkeringat an palpitasi, gangguan psikis berupa labilitas emosi dan
gangguan organis yang bersifat atrofi alat kandungan dan tulang. Setelah
klimakterium datang senium dimana terjadi kemunduran organ tubuh dalam
kemampuan fisik.
Perkembangan biologis
Perubahan fisik pada pubertas merupakan hasilaktivitas hormonal dibawah
pengaruh sistem saraf pusat,walaupun semua aspek fungsi biologis berinteraksi
secara bersama-sama. Perubahan fisik yang sangat jelas tampak pada
pertumbuhan fisik dan pada penampakan serta perkembangan karakteristik seks
sekunder, perubahan yang tidak tampak jelas adalah perubahan fisiologis dan
kematangan neurogonad yang disertai dengan kemampuan untuk bereproduksi.
Perbedaan fisik antara kedua jenis kelamin ditentukan berdasarkan karakteristik
pembeda; karakterisitik seks primer merupakan organ eksternal dan internal yang
melaksanakan fungsi reproduktif (mis. Ovarium, uterus, payudara, penis),
karakteristik seks sekunder merupakan perubahan yang terjadi di seluruh tubuh
sebagai hasil dari perubahan hormonal (mis. perubahan suara, munculnya rambut
pubertas dan bulu pada wajah, penumpukan down) tetapi tidak berperan langsung
dalam reproduksi. (buku ajar keperawatan pediatric)
Pada keadaan pubertas kadar steroid seks dalam sirkulasi tertekan oleh umpan
balik negatif pada hipotalamus. Pubertas mulai dengan pengurangan hambatan
hipotalamus dalam responnya terhadap faktor - faktor yang belum sepenuhnya
dapat dimengerti. Hipotalamus merangsang pelepasannya selama tidak bekerjanya
pulsa gonadotropin dan hormon pertumbuhan dari pituitaria anterior. Rangkaian

12

akibat perubahan somatik dan fisiologis meningkatkan kecepatan maturitas


seksual atau stadium Tanner.
Tanda pubertas pertama yang dapat dilihat pada anak perempuan adalah
perkembangan tunas-tunas payudara, yang dimulai seawalnya pada usis 8 tahun.
Pada anak perempuan, di bawah pengaruh hormon perangsang folikel dan
estrogen, ovarium, uterus dan klitoris membesar, endometrium dan mukosa vagina
menebal, dan peningkatan glikogen vagina mendorong bakteri membentuk asam,
yang merupakan predisposisi infeksi jamur. Labia mayora menjadi lebih vaskuler
dan lebih sensitif. Menarche terjadi pada kira-kira 10% anak perempuan.
Percepatan pertumbuhan dimulai pada remaja awal, meskipun kecepatan
pertumbuhan tidak tercapai sampai SMR3 atau 4. Pertumbuhan paling cepat
terjadi dini pada anak perempuan dan lebih lambat pada anak laki-laki.
Pertumbuhan paling cepat ini mulai sebelah distal, dengan pembesaran dini tangan
dan kaki diikuti oleh lengan dan tungkai bawah serta akhirnya badan dan dada.
Pertumbuhan asimetris ini membuat remaja muda mulai tampak janggal.
Pada kedua jenis kelamin, androgen adrnal merangsang kelenjar sebasea,
mendorong perkembangan jerawat. Pemanjangan bola mata sering mengakibatkan
rabun dekat. Perubahan gigi meliputi pertumbuhan rahang, hilangnya gigi desidua
akhir, dan erupsi kuspid permanen, premolar dan akhirnya molar.
Perubahan hormonal saat pubertas
Secara umum diterima bahwa peristiwa pubertas disebabkan oleh pengaruh
hormon dan dikendalikan oleh kelenjar hipofisis anterior (adenohipofisis) sebagai
respon terhadap stimulus dari hipotalamus. Stimulasi gonad memiliki fungsi
ganda yaitu untuk memproduksi dan pelepasan gamet dan sekresi hormon seks
yang sesuai yaitu estrogen dan progesterone dari ovarium (wanita) dan
testosterone (pria).Hormon seks disekresi oleh ovarium, testis dan adrenal,
hormon seks diproduksi dalam jumlah bervariasi oleh kedua jenis kelamin
sepanjang rentang kehidupan. Korteks adrenal bertanggung jawab dalam
terjadinya berbagai perubahan biologis yang dipantau selama pubertas. Estrogen
merupakan hormon kewanitaan, ditemukan dalam jumlah sedikit selama masa

13

kanak-kanak, sekresinya meningkat sampai usia sekitar 11 tahun. Pada wanita


produksi estrogen di ovarium menyebabkan peningkatan yang jelas dan berlanjut
sepanjang kehidupan reproduksi wanita.
Perubahan fisik
Di antara perubahan fisik yang terjadi, yang paling tampak nyata semasa
pubertas adalah meningkatnya tinggi dan berat, serta kematangan seksual.
Lonjakan pertumbuhan terjadi 2 tahun lebih awal pada anak perempuan daripada
anak laki-laki. Pada anak perempuan hal ini dimulai sekitar usia 10 tahun dan
berlangsung selama 2 tahun. Sepanjang masa tersebut, anak perempuan
bertambah tinggti badannya sekitar 3 inchi tiap tahun. Anak laki-laki maupun
perempuan yang lebih pendek atau tinggi daripada teman sebayanya sebelum
masa remaja, cenderung tetap demikian selama masa remaja.
Di awal masa remaja, remaja putrid cendenrung lebih tinggi daripada remaja putra
yang seusianya, tetapi mendekati akhir masa SLP putra mengejar ketinggalannya,
atau banyak juga yang mencapai

tinggi badan melampaui teman putrinya.

Meskipun tinggi badan di masa SD merupakan prediktor yang baik akan tingi
badan di masa remaja, tampaknya masih ada kesempatan bagi tinggi badan
individu untuk berubah jika dikaitkan dengan tinggi badan teman sebayanya.
Sejumlah 30% tinggi badan di akhir usia remaja tidak dapat dilihat dengan
melihat tinggi badan di masa SD.
Kecepatan pertambahan berat badan remaja kira-kira mengikuti jadwal
perkembangan yang sama seperti pertambahan tinggi badan mereka. Lonjakan
pertambahan berat badan terjadi bersamaan dengan awal

masa pubertas.

Sepanjang masa remaja awal, remaja putrid cenderung lebih berat daripada remaja
putra, tetapi sekitar usia 14 tahun, seperti halnya dengan tinggi badan, remaja
putra mulai mengungguli remaja putri.
Kematangan seksual pada anak perempuan
Kematangan seksual yang dapat dilihat dicapai secara berurutan, dan status
kematangan dapat diperkirakan berdasarkan penampakan manifestasi eksternal

14

ini. Usia ketika perubahan ini terjadi diobservasi dan waktu yang diperlukan untuk
berlanjut dari satu tahap ke tahap berikutnya mungkin sangat bervariasi pada
setiap anak. Waktu ketika mulainya pertumbuhan payudara sampai kematangan
penuh dapat berlangsung dari sampai 6 tahun untuk remaja putri.
Pada kebanyakan remaja putri, indikasi awal pubertas adalah tampaknya tonjolan
payudara, yang dikenal sebagai telarke, terjadi pada usia 9 dan 13 tahun.
Kondisi ini diikuti dengan pertumbuhan rambut pubis pada mons pubis sekitar 2
sampai 6 bulan yang dikenal sebagai adrenarke. Pada sebagian kecil remaja putrid
yang sedang berkembang secara normal, rambut pubis dapat tumbuh mendahului
perkembangan payudara.
Awal munculnya menstruasi atau menarche terjadi sekitar 2 tahun setelah
penampakan perubahan pubertas pertama, kira-kira 9 bulan setelah kecepatan
pertambahan tinggi badan dan 3 bulan setelah kecepatan pertambahan berat badan
mencapai puncaknya. Menarche telah dikaitkan dengan perolehan kandungan
lemak tubuh (lebih banyak lemak tubuh, lebih awal terjadinya menarke),
walaupun masih controversial. Rentang usia terjadinya menarche biasanya 10
sampai 15 tahun dengan usia rata-rata adalah 12 tahun 9 bulan pada remaja puti
amerika. Awal periode menstruasi biasanya sedikit, tidak teratur, dan anovulasi.
Ovulasi dan periode menstruasi yang teratur biasanya terjadi 6 sampai 14 bulan
setelah menarke remaja putrid dianggap mengalami keterlambatan pubertas jika
perkembangan payudara tidak terjadi sampai usia 13 tahun atau jika menarke
tidak terjadi dalam 4 tahun setelah awitan timbulnya payudara.
Perkembangan Kognitif dan Moral
Dalam teori Piaget, remaja menandai peralihan dari karakteristik pemikiran
operasional anak usia sekolah yang nyata ke perbuatan logis yang formal.
Perbuatan formal meliputi kemampuan memanipulasi gagasan seperti tanda-tanda
aljabar, memberi alasan dan prinsip-prinsip yang diketahui , mempertimbangkan
berbagai sudut pandang sesuai dengan berbagai kriteria dan memikirkan mengenai
proses pemikirannya itu sendiri. Pemikiran operasional formla, yang menyatakan
kemampuan menangani kemungkinan-kemungkinan sebagai suatu kesatuan yang

15

nyata, bisa dihubungkan dengan keputusan mendesak seperti apakah melakukan


atau tidak hubungan kelamin tidak terproteksi atau terjerumus ke dalam perilaku
berisiko yang lain.
Beberapa remaja muda memperagakan pemikiran formal, yang lain memperoleh
kecakapan setelahnya, dan yang lain lagi sama sekali tidak memilikinya. Para
remaja muda mungkin mampu untuk mengaplikasikan pelaksanaan formal tugas
sekolah tetapi tidak mampu untuk dilemma-dilema pribadi. Bila tiang
emosionalnya tinggi, pemikiran magis, seperti pembuktian kekebalan, bisa
mengganggu urutan kognisi yang lebih tinggi.
Perkembangan pemikiran moral secara kasar sejajar dengan perkembangan
kognitif. Kebanyakan anak praremaja melihat benar dan salah sebagai hal yang
mutlak dan tidak dapat dipertanyakan. Remaja sering mempertanyakan moralitas
yang diterima ini, mencakup standar tingkah laku kelompok sebayanya.
Keanggotaan suatu kelompok mungkin mengijinkannya menggeser perasaan
bersalah karena pelanggaran moral yang disadari dari diri mereka sendiri pada
kelompoknya.

Konsep Diri
Kesadaran diri meningkat secara eksponen dalam tanggapannya terhadap
transformasi somatic pubertas. Kesadaran diri pada usia ini cenderung untuk
memusatkan pada karakteristik luar yang berbeda dengan introspeksi pada remaja
akhir. Adalah normal pada remaja awal, memperhatikan dengan teliti
penampilannya dan merasakan bahwa orang lain sedang memandangi mereka
juga. Gangguan citra ringan mungkin universal. Gangguan citra tubuh yang serius
eperti anoreksia nervosa, juga cenderung muncul pada usia ini. Masa pubertas
dapat memperlemah pada anak perempuan karena kedua jenis jender yang
menggabungkan ketidaksejajaran yang kasar dalam kekuasaan dan kehormatan.
2.7. Macam-macam Gangguan Menstruasi

16

Gangguan menstruasi merupakan masalah yang umum terjadi pada masa


remaja.Gangguan ini dapat menyebabkan kecemasan yang signifikan pada pasien
maupun keluarganya. Faktor fisik dan psikologi berperan dalam masalah
ini.Gangguan menstruasi dan siklusnya khususnya dalam masa reproduksi dapat
digolongkan dalam:
a. Kelainan dalam banyaknya darah dan lamanya perdarahan pada
menstruasi: hipermenorea (menoragia) dan hipomenorea.
b. Kelainan siklus: polimenorea, oligomenorea, dan amenorea.
c. Perdarahan di luar menstruasi: metroragia.
d. Gangguan lain yang ada hubungan dengan menstruasi: premenstrual
tension (ketegangan prahaid), Mittelschmerz (rasa nyeri pada ovulasi), dan
dismenore.
Berikut adalah macam-macam gangguan menstruasi :

Hipermenorea (menoragia) adalah perdarahan menstruasi yang lebih


banyak dari normal atau lebih lama dari normal (lebih dari 8 hari). Sebab
kelainan ini terletak pada kondisi dalam uterus, misalnya adanya mioma
uteri dengan permukaan endometrium lebih luas dari biasa dan dengan
kontraktilitas yang terganggu, polip endometrium, gangguan pelepasan
endometrium pada waktu menstruasi (irregular endometrial shedding),

dan sebagainya.
Hipomenorea adalah perdarahan menstruasi yang lebih pendek dan atau
lebih kurang dari biasa. Penyebabnya dapat terletak pada konstitusi
penderita, pada uterus (misalnya sesudah miomektomi), pada gangguan

endokrin, dan lain-lain. Adanya hipomenorea tidak mengganggu fertilitas.


Polimenorea adalah siklus menstruasi yang lebih pendek dari biasa yaitu
kurang dari 21 hari. Perdarahan kurang lebih sama atau lebih banyak dari
menstruasi biasa. Hal ini disebut polimenoragia atau epimenoragia.
Polimenorea

dapat

disebabkan

oleh

gangguan

hormonal

yang

mengakibatkan gangguan ovulasi atau menjadi pendeknya masa luteal.


Penyebab

lainnya

adalah

kongesti

ovarium

karena

peradangan,

endometriosis, dan sebagainya.


Oligomenorea adalah siklus menstruasi yang lebih panjang, lebih dari 35
hari. Apabila panjangnya siklus lebih dari 3 bulan, hal tersebut sudah

17

dinamakan amenorea. Perdarahan pada oligomenorea biasanya berkurang.


Pada kebanyakan kasus oligomenorea, kesehatan wanita tidak terganggu
dan fertilitas cukup baik. Siklus menstruasi biasanya juga ovulatoar

dengan masa proliferasi lebih panjang dari biasanya.


Amenorea adalah keadaan tidak adanya menstruasi untuk sedikitnya 3
bulan berturut-turut. Amenorea terdiri dari amenorea primer dan amenorea
sekunder. Amenorea primer adalah apabila seorang wanita berumur 18
tahun ke atas tidak pernah menstruasi. Pada amenorea sekunder, penderita
pernah menstruasi, tetapi kemudian tidak menstruasi lagi. Amenorea
primer umumnya mempunyai penyebab yang lebih berat dan sulit untuk
diketahui, seperti kelainan kongenital dan genetik. Amenorea sekunder
biasanya disebabkan oleh gangguan gizi, gangguan metabolisme, tumor,

penyakit infeksi, dan lain-lain.


Metroragia adalah perdarahan yang terjadi dalam masa antara 2
menstruasi. Perdarahan itu tampak terpisah dan dapat dibedakan dari
menstruasi. Metroragia dapat disebabkan oleh kelainan organik pada alat

genital atau kelainan kongenital.


Premenstrual tension (ketegangan prahaid) merupakan keluhan-keluhan
yang biasanya mulai satu minggu sampai beberapa hari sebelum datangnya
menstruasi dan menghilang sesudah menstruasi datang, walaupun kadangkadang berlangsung terus sampai menstruasi berhenti. Keluhan-keluhan
ini dapat terdiri atas gangguan emosional berupa iritabilitas, gelisah,
insomnia, nyeri kepala, perut kembung, mual, pembesaran, rasa nyeri pada

mammae, depresi, gangguan konsentrasi, rasa ketakutan, dan lain-lain.


Mittelschmerz atau nyeri antara menstruasi terjadi kira-kira sekitar
pertengahan siklus menstruasi, pada saat ovulasi. Rasa nyeri yang terjadi
mungkin ringan ataupun berat. Lamanya mungkin hanya beberapa jam,
tetapi pada beberapa kasus sampai 2 - 3 hari. Rasa nyeri dapat disertai atau
tidak disertai dengan perdarahan, kadang-kadang sangat sedikit berupa
getah berwarna coklat. Pada kasus lain, dapat merupakan perdarahan
seperti menstruasi biasa. Dismenore atau nyeri haid dibagi atas 2, yaitu
dismenore primer dan sekunder.

2.8. Edukasi Ibu Terhadap Remaja Putri

18

Hal - hal yang dilakukan ibu dalam menghadapi menarche pada remaja
putri yaitu :
1. Ibu harus menerangkan kepada remaja putri bahwa menarche adalah hal
yang sangat penting dalam hidup remaja putri, karena pada saat menarche
remaja putri akan dimulainya tanda bahwa remaja putri sedang mengalami
pertumbuhan dan perkembangan tanda seks sekunder yang ditandai denga
payudara mulai membesar dan mulai tumbuhnya pubis, ini diakibatkan
oleh proses hormonal yang kompleks.
2. Ibu juga harus bisa menjelaskan kepada remaja putri tentang perubahan
aspek psikososial dari kematangan seksual pada remaja putri, agar remaja
putri mampu melakukan penyesuaian untuk dapat menerima perubahanperubahan yang terjadi pada dirinya dan mengurangi rasa cemas atas
perubahan yang dialami remaja putri.

3. Ibu juga harus mampu memimbing remaja putri agar remaja putri dapat
menerima ukuran kebebasan atau kemandirian yang diberikan ibu kepada
remaja putri agar tidak terjadi kesenjangan dan konflik karena pada saat
ini remaja putri mengalami ikatan emosional yang berkurang, misalnya
dalam hal memilih teman ataupun melakukan aktifitas, dan sifat remaja
putri yang ingin memperoleh kebebasan emosional, sementara ibu masih
ingin mengawasi dan melindungi remaja putri.
4. Ibu menerapkan kepada remaja putri cara - cara memelihara kesehatan
reproduksi yang benar yaitu :
a. Kebersihan Alat Kelamin Luar
Bagi remaja putri, membiasakan diri untuk membersihkan vulva
setiap setelah buang air kecil atau buang air besar dan
mengeringkan sampai benar - benar kering sebelum mengenekan
pakaian dalam adalah perilaku yang benar. Tehnik membersihkan
vulva adalah dari arah depan kebelakang. Jika perlu, gunakan air
bersih yang hangat. Bersihkan vulva dengan tidak menggunakan

19

cairan antiseptic secara berlebihan, karena akan merusak flora


normal, yaitu bakteri Doderlein. Kuman ini memecah glikogen
pada lendir vagina menjadi asam (pH 4,5) yang bersifat
bakterisida (membunuh kuman). Penggunaan antiseptik yang
berlebihan akan membunuh flora normal ini dan member
kesempatan bagi perkembang biakannya kuman patogen, sehingga
tubuh akan rentan terhadap infeksi.
b. Penggunaan Pembalut Wanita
Pada saat haid, remaja putri harus memakai pembalut yang bersih.
Pilih pembalut yang tidak berwarna dan tidak mengandung parfum
(pewangi). Hal ini dilakukan untuk mengurangi paparan zat kimia
pada vulva. Setelah buang air kecil atau buang air besar, ganti
dengan pembalut yang bersih atau yang baru. Jenis ukuran
pembalut disesuaikan dengan kebutuhannya, misalnya pada saat
menjelang haid dan mulai terasa adanya keputihan yang sifatnya
fisiologis, bisa menggunakan pembalut yang berukuran kecil
(pantyliner).

20

BAB III
PENUTUP

3.1.

Kesimpulan

Menarche adalah saat haid atau menstruasi yang datang pertama kali pada
seorang wanita yang sedang menginjak dewasa. Umumnya menarche terjadi pada
usia 10 16 tahun, tetapi rata-rata terjadi pada usia 12 - 13 tahun. Namun, ada
juga yang mengalami lebih cepat/dibawah usia tersebut. Menarche yang terjadi
sebelum usia 8 tahun disebut menstruasi precox. Cepat atau lambatnya
kematangan seksual meliputi menstruasi, dan kematangan fisik individual, juga di
pengaruhi faktor ras atau suku bangsa dan cara hidup yang melingkungi anak.
Saat seorang remaja putri mengalami menstruasi untuk pertamakalinya sangat
dibutuhkna peran seorang ibu untuk memberikan edukasi terhadap putri, baik
mengenai hal perubahan yang terjadi pada putrinya maupun mengenai menjaga
kebersihan kelamin dan penggunaan pembalut.
21

22

DAFTAR PUSTAKA

Guyton, Arthur C. 1997. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 9. Jakarta : EGC.
Mescher, Anthony L. 2011. Histologi Dasar Junqueira : teks & atlas Edisi 12.
Jakarta : EGC
Prawirohardjo, Sarwono. 2005. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka.
Setiabudi. 2007. Anatomi Fisiologi Manusia, Jakarta: Graha Ilmu
Staf pengajar ilmu kesehatan anak fakultas kedokteran universitas indonesia. Ilmu
kesehatan anak 1. Jakarta: percetakan infomedika jakarta; 2007.
Sumarni, Rantiningsih. 2014. Hubungan

Dukungan keluarga (Ibu) dengan

Kesiapan Menghadapi Menarche pada Remaja Putri. [ diakses melalui


https://www.scribd.com/doc/173005855/Menarche pada tanggal 22 Maret 2015 ]

23