You are on page 1of 12

ASPEK GEOLOGI LINGKUNGAN DALAM PENGEMBANGAN WILAYAH,

PENATAAN RUANG DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN

GEOLOGI LINGKUNGAN
DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
Pembangunan berkelanjutan adalah kegiatan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan
hidup, yang memperhatikan kelestarian fungsi dan kemampuannya, dengan demikian
kegiatan pembangunan tidak justru menjadi pemicu terjadinya bencana, dan lokasi
pembangunan harus berada pada daerah yang aman dari bencana.
Informasi geologi lingkungan dapat membantu mewujudkan pembangunan berkelanjutan
melalui rekomendasi (lokasi) penggunaan lahan yang sesuai dengan kondisi (daya dukung)
lingkungan geologi dan terhindar dari bencana alam geologi.

KRITERIA GEOLOGI LINGKUNGAN


UNTUK PEMBANGUNAN
1.keleluasaan penempatan & pengorganisasian ruang kegiatan
2.kemantapan tanah untuk pondasi
3.ketersediaan air
4.ketersediaan bahan bangunan
5.potensi bencana alam geologi
6.ketersediaan sumberdaya mineral
GEOLOGI LINGKUNGAN DI INDONESIA SEHUBUNGAN DENGAN RENCANA
PENGEMBANGAN WILAYAH DAN PEMBANGUNAN

1. Rancangan kegiatan pembangunan atau pengembangan wilayah di Indonesia, menyangkut


banyak bidang dan tersebar di semua pulau di Indonesia, khususnya di lokasi strategis yang
menjadi pusat-pusat pertumbuhan.
2. Pembangunan yang dilaksanakan tanpa perencanaan yang matang, akan menimbulkan
permasalahan, seperti :
a.Kegiatan pembangunan tidak sesuai dengan ketersediaan sumber daya (geologi
b.Kegiatan pembangunan dengan skala yang tidak sesuai dengan daya dukung lingkungan
(geologi)
c.Kegiatan pembangunan yang lokasinya terletak pada daerah rawan bencana alam (geologi)
d.Kegiatan pembangunan yang lokasinya rentan terhadap pencemaran dan degradasi
lingkungan.
3. TUPOKSI DTLGKP berkewenangan dalam menyediakan data/informasi geologi
lingkungan melalui kegiatan INVENTARISASI GEOLOGI LINGKUNGAN DI WILAYAH :
a.Kabupaten/Kota rawan bencana alam (geologi) dan atau miskin (minim) sumber daya alam
(geologi)
b.Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) dan Kawasan Andala
c.Pulau-pulau kecil dan sedang (ekosistemnya rentan terhadap kerusakan)
d.Kawasan perbatasan (dengan negara lain), merupakan daerah tertinggal/terisolasi
e.Cepat tumbuh yang rentan terhadap degradasi lingkungan.
GEOLOGI LINGKUNGAN SEBAGAI DATA DASAR PENATAAN RUANG DAN
PENGEMBANGAN WILAYAH
Dalam rangka penataan ruang dan pengembangan wilayah, data dan informasi (peta) geologi
lingkungan meliputi geomorfologi, sumber daya air, sumber daya mineral dan energi, sumber
bahan bangunan, daya dukung tanah dan batuan untuk fondasi, dan kebencanaan geologi.
Data dan informasi (peta) tersebut dianalisis (penggabungan), sehingga diperoleh hasil
kajian yang sifatnya holistik dan telah disesuaikan dengan penataan ruang dan pengembangan
wilayah.
Kajian secara holistik menghasilkan tingkat keleluasaan suatu wilayah untuk dikembangkan
dengan memperlihatkan peranan kondisi lingkungan geologi sebagai faktor pendukung
maupun kendala dalam penggunaan lahan seperti kawasan permukiman, perdagangan,
industri, pertanian, perkebunan dan pariwisata.
MEKANISME PROSES PENYEDIAAN INFORMASI GEOLOGI LINGKUNGAN
UNTUK PENGEMBANGAN WILAYAH DAN PENATAAN RUANG

HUBUNGAN
GEOLOGI LINGKUNGAN DENGAN RANCANGAN PEMBANGUNAN
Disusun Kriteria Geologi Lingkungan yang relevan untuk dipertimbangkan dalam rangka
mendukung pembangunan (untuk setiap bidang secara sendiri-sendiri maupun secara
bersama-sama)
Dengan demikian dapat menjadi arahan bagi pelaksanaan survei untuk penyediaan data dan
informasi.
Kriteria tersebut adalah :
1. Kriteria Bentang Alam (keleluasaan penempatan dan pengorganisasian ruang
kegiatan)
2. Kriteria Kemantapan Tanah Untuk FondasiKriteria Ketersediaan Air
3. Kriteria Ketersediaan Bahan Bangunan
4. Kriteria Potensi Bencana Geologi

Tinggalkan Balasan

Pengertian Planologi
Teknik Planologi atau PWK adalah ilmu yang mempelajari perencanaan suatu kota atau
wilayah-wilayah. Dalam bahasa yang lebih sederhana, Teknik Planologi atau Perencanaan
Wilayah dan Kota (PWK) adalah ilmu tata kota.
Pengertian Geologi
Secara Etimologis Geologi berasal dari bahasa Yunani yaitu Geo yang artinya bumi dan
Logos yang artinya ilmu, Jadi Geologi adalah ilmu yang mempelajari bumi. Secara umum
Geologi adalah ilmu yang mempelajari planet Bumi, termasuk Komposisi, keterbentukan,
dan sejarahnya. Karena Bumi tersusun oleh batuan, pengetahuan mengenai komposisi,
pembentukan, dan sejarahnya merupakan hal utama dalam memahami sejarah bumi. Dengan
kata lain batuan merupakan objek utama yang dipelajari dalam geologi.
Keterkaitan Planologi dan Geologi
Seperti yang telah dijelaskan diatas, bahwa Planologi adalah ilmu penataan kota dan
Geologi adalah ilmu yang mempelajari struktur bumi, khususnya tanah dan batuan. Dalam
ilmu perencanaan dan penataan kota, objek kajian dalam Planologi lebih ke struktur dan
fungsi suatu wilayah / kota yang tujuan pengkajiannya adalah untuk memanfaatkan /
mengolah SDA yang terdapat di kawasan yang direncanakan dengan optimal demi
kemakmuran dan kesejahteraan hidup manusia.
Dalam pengkajian struktur dan fungsi wilayah, jelas bahwa pengetahuan dalam
menganalisis suatu wilayah yang akan direncanakan sangatlah diperlukan sebagai referensi
maupun sebagai acuan. Pengetahuan yang dibutuhkan ini berbentuk data yang
diinterpretasikan dengan sebuah media yang biasanya disebut sebagai peta. Peta ini
diproduksi oleh berbagai cabang ilmu yang memiliki spesifikasi kemampuan pengukuran,
pemetaan ( citra visual ) dan analisis wilayah. Dan salah satu cabang ilmu yang memproduksi
peta yang digunakan sebagai acuan dalam melakukan perencanaan dan penataan adalah ilmu
Geologi.
Keterkaitan antara Planologi dan Geologi adalah pada aspek peta. Peta dalam ilmu
Planologi dibutuhukan sebagai acuan dalam melakukan studi atau analisis dengan tidak
langsung survey ke lapangan. Contoh kasusnya adalah ketika menganalisis penentuan suatu
kawasan apakah lindung atau budidaya, maka dibutuhkan seperangkat peta dalam
menganalisisnya. Peta Peta yang dibutuhkan antara lain :
1.
2.
3.
4.

Peta Ketinggian Tanah


Peta Kemiringan Lereng
Peta Rawan Bencana Alam
Peta Peka Erosi

5.
6.
7.
8.

Peta Curah Hujan


Peta Siklus Hidrologi
Peta Jenis Tanah
Peta Batuan
Pengertian Peta
Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan skala tertentu melalui suatu
sistem proyeksi. Peta bisa disajikan dalam berbagai cara yang berbeda, mulai dari peta
konvensional yang tercetak hingga peta digital yang tampil di layar komputer. Istilah peta
berasal dari bahasa Yunani mappa yang berarti taplak atau kain penutup meja. Namun secara
umum pengertian peta adalah lembaran seluruh atau sebagian permukaan bumi pada bidang
datar yang diperkecil dengan menggunakan skala tertentu.Sebuah peta adalah representasi
dua dimensi dari suatu ruang tiga dimensi. Ilmu yang mempelajari pembuatan peta
disebut kartografi. Banyak peta mempunyai skala, yang menentukan seberapa besar objek
pada peta dalam keadaan yang sebenarnya. Kumpulan dari beberapa peta disebut atlas.
Peta Ketinggian Tanah
Peta ketinggian tanah adalah peta yang menginterpretasikan ketebalan tanah.
Peta Kemiringan Lereng
Peta ini merupakan peta turunan dari peta kontur, sehingga apabila data garis kontur salah,
amak kemiringan lereng suatu daerah tidak sesuai dengan kondisi wilayah sebenarnya.
Peta Rawan Bencana Alam
Peta ini berisi mengenai penjelasan zona wilayah yang menjadi titik rawan bencana alam
pada suatu kawasan
Peta Peka Erosi
Peta ini menjelaskan tentang zona wilayah mana saja yang tanahnya mudah terkena erosi
pada suatu kawasan
Peta Curah Hujan
Merupakan peta yang menggambarkan tingkat curah hujan suatu wilayah. Satuan tingkat
curah hujan yang dipakai adalah mm/tahun. data curah hujan dapat diperoleh dari BMKG,
Dinas Pengairan, Dinas LIngkungan Hidup, dinas Pertanian dan lainnya. Pembuatan peta
curah hujan dibuat dari rerata nilai curah hujan tahunan. Data hujan yang dipakai harus data
time series dalam beberapa tahun. Metode delineasi curah hujan bisa dilakukan dengan
metode Poligon Thiessen atau isohyet.
Peta Hidrologi

Peta ini berisi tentang: jaringan sungai, danau, imbuhan air tanah, mata air (air permukaan)
dan cekungan air tanah, akuifer (air tanah). Data hidrologi dapat diperoleh dari dinas/
Kementrian Lingkungan Hidup, Dinas PU Sumber Daya Air
Peta Jenis Tanah
merupakan peta yang berisi tentang informasi tentang tanah. Peta jenis tanah dapat dilihat
pula dari data geologi, karena jenis batuan induk tertentu akan menghasilkan jenis tanah
tertentu pula. walaupun peta geologi tidka bisa diidentikkan degan peta jenis tanah.
pemeriksaan peta jenis tanah diperiksa berdasarkan kewajaran atribut peta jenis tanah dan
sumber data yang dipakai oleh Provinsi, Kabupaten/Kota
Peta Batuan
Peta ini menjelaskan mengenai struktur dan jenis batuan seperti apa yang terdapat di dalam
tanah yang dibagi ke dalam beberapa zona klasifikasi.
Tujuh Konsep Dasar Geologi Lingkungan
Ilmu perencanaan wilayah dan kota merupakan ilmu yang mempelajari
tentang cara merencana suatu wilayah dan kota. Dalam merencanakan suatu kota banyak
sekali berbagai aspek yang perlu diperhatikan oleh seorang perencana antara lain kondisi
perekonomian, sosial serta kependudukan dari suatu wilayah sehingga didalam belajar
tentang ilmu perencanaan wilayah dan kota, banyak sekali ditemukan berbagai konsep ilmu
yang tidak hanya mengulas tentang proses perencanaan saja, melainkan konsep ilmu yang
lain seperti: ilmu ekonomi, ilmu komunikasi, dan salah satu yang paling penting ialah geologi
lingkungan. Dengan adanya berbagai konsep ilmu-ilmu tersebut maka diharapkan dapat
memaksimalkan ilmu perencanaan sesuai dengan tujuan, target dan dapat memdatangkan
manfaat yang lebih besar bagi masyarakat pada umumnya.
Geologi lingkungan merupakan pengetahuan alam yang mempelajari bumi meliputi
bagian komposisi, keterbentukan, dan sejarahnya. Pemahaman mengenai geologi lingkungan
sebagai salah satu aspek perencanaan memiliki peranaan yang penting dalam kegiatan
perencanaan wilayah dan kota. Hal ini disebabkan karena adanya keterkaitannya dengan
geologi lingkungan. Cabang ilmu alam dan geologi lingkungan itu dapat dikategorikan lagi
ke dalam 3 kategori, yaitu: Fisika yaitu geografi fisik, proses hidrologi, tipe batuan dan tanah,
klimatologi, Biologi meliputi aktivitas hewan dan tanaman, perubahan dalam proses dan
kondisi biologi, informasi biologi tentang analisis ruang, serta sumber daya manusia seperti
penggunaan tanah, ekonomi, estetika, interaksi antara aktivitas dan bidang fisika biologi. Ada
interaksi atau hubungan di antara ketiga cabang ilmu alam tersebut pada pembangunan suatu

infrastruktur. Pada pembangunan jalan layang, transportasi umum, perencanaan tataguna


lahan mungkin membutuhkan ketiga kategori tersebut. Misalnya, dari perencanaan,
pembangunan dan pengoperasian sanitasi di suatu wilayah akan berhubungan dengan faktor
faktor fisik, seperti faktor lokasi, topografi, tipe tanah, kondisi hidrologi, dan lain sebagainya.
Geologi lingkungan juga dapat dijadikan pedoman dalam memberikan informasi
geologi untuk menyelesaikan konflik,

serta memperkecil kemungkinan degradasi

lingkungan, dan memaksimalkan kemungkinan kondisi yang menguntungkan sebagai akibat


dari pengunaan alam dan perubahan lingkungan.
Ada tujuh konsep yang menjadi dasar ilmu geologi lingkungan, yaitu:
1. Pada dasarnya bumi merupakan suatu sistem tertutup.
2. Bumi adalah satu-satunya tempat kehidupan manusia, namun sumber daya alamnya
terbatas.
3. Proses-proses alam yang terjadi sekarang mengubah bentang alam yang telah tersusun
selama periode geologi, baik secara alamiah maupun buatan.
4. Selalu ada proses alam yang membahayakan dan mengancam kehidupan manusia.
5. Perencanaan tata guna lahan dan penggunaan air harus diusahakan untuk
mendapatkan keseimbangan antara pertimbangan ekonomi dengan penilaian estetika.
6. Efek dari penggunaan tanah sifatnya kumulatif, oleh karena itu kita mempunyai
kewajiban untuk menerima dan menanggungnya.
7. Komponen dasar dari setiap lingkungan manusia adalah faktor geologi, dan
pemahaman terhadap lingkungannya membutuhkan wawasan dan penafsiran yang
luas terhadap ilmu bumi dan ilmu lain yang berkaitan.
Tujuh konsep dasar terhadap pemahaman dan studi geologi lingkungan yakni :
1) Konsep Pertama
The earth is essentially a closed system
Pada dasarnya bumi merupakan suatu sistem tertutup.
Suatu sistem merupakan suatu kesatuan yang terdiri dari beberapa bagian atau komponen
sehingga membentuk suatu kelompok besar yang menjalankan suatu fungsi tertentu.
Contohnya adalah sistem yang meliputi planet, vulkanik atau daur air.

Sebagian besar sistem saling berhubungan dan saling mempengaruhi satu sama lain.
Contohnya adalah bumi, bumi merupakan sistem yang terdiri dari 4 komponen yaitu
atmosfer, hidrosfer, biosfer, dan litosfer. Komponen-komponen tersebut saling berpengaruh
dan membentuk permukaan bumi ini. Setiap perubahan yang terjadi pada suatu bagian akan
berimbas pula pada bagian yang lain. Kecenderungan tersebut merupakan prinsip suatu
kesatuan lingkungan.
Contohnya, apabila terjadi letusan gunung berapi, maka juga dapat mempengaruhi atmosfer,
yaitu karena keluarnya gas vulkanik, dan selain itu juga akan berpengaruh pada komponen
hidrosfer karena akan terjadi hujan pada daerah sekitarnya. Perubahan pada komponen
biosfer dapat merubah kondisi lingkungan juga, dan kadang kondisi yang curam di daerah
lereng dapat menyebabkan erosi atau tanah longsor. Hubungan-hubungan antar komponen
bukanlah sesuatu yang acak, namun dapat dipelajari dengan mengidentifikasi setiap bagian,
yaitu dengan mengetahui bagaimanakah komponen tersebut dapat mempengaruhi komponen
yang lain serta pengaruhnya terhadap daerah sekitar. Contohnya adalah hidrosfer, daur atau
siklus air laut yang merupakan pengaruh dari cahaya matahari sehingga terjadi evaporasi. Hal
tersebut dapat mempengaruhi kadar air atau kelembaban atmosfer.
Kita sama-sama mengetahui bahwa bumi tidak statis tetapi lebih bersifat dinamis.
Berkembangnya sistem yang membuat perubahan material dan energi. Terjadi perpindahan
energi dari matahari ke bumi yang mempengaruhi proses-proses dalam kehidupan di bumi,
selama matahari memancarkan energinya ke bumi. Hal ini menunjukkan bahwa bumi
merupakan suatu sistem terbuka karena menerima energi dari luar bumi itu sendiri.
Namun, jika melihat daur alamiah yang terjadi di bumi itu sendiri, misalnya daur air dan
batuan maka kita dapat berpikir bahwa bumi adalah suatu sistem tertutup karena adanya daur
yang kontinu dari material-material yang ada di bumi itu. Misalnya, air laut akan mengalami
daur/siklus hidrologi dimana air laut tersebut akan berubah menjadi uap air yang kemudian
menjadi awan, dan kemudian turun kembali ke bumi sebagai hujan dan pada akhirnya
mengalir lagi ke laut. Atau siklus batuan dimana batuan / sedimen pada akhirnya juga akan
menjadi padat.
Oleh karena itu, meskipun nampaknya bumi ini merupakan suatu sistem terbuka terkait
hubungannya dengan energi dan material, tetapi pada dasarnya bumi adalah suatu sistem
tertutup dalam hubungannya dengan siklus atau daur alami.
Semakin banyaknya kebutuhan, menyebabkan terbatasnya jumlah sumber daya yang ada. Hal
ini akan terus menerus bertambah karena adanya proses untuk tetap menjaga siklus atau daur
alami. Misalnya, jika kita ingin menjaga sumber daya air di suatu daerah, kita harus

mengetahui proses alami yang mengalirkan air bawah tanah dan juga air permukaan. Atau
jika kita ingin berkonsentrasi pada bahaya dari pembuangan limbah kimia, maka kita harus
mengetahui bagaimana hubungan antara prosedur pembuangan limbah dengan daur alami
untuk memastikan bahwa tidak akan ada kontaminasi sehingga menjadi bahan kimia yang
berbahaya. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk menjaga daur atau siklus alami dan
kelangsungan setiap bagian dari siklus tersebut.
2) Konsep Kedua
The earth is the only suitable habitat we have and it resources are limited
Bumi adalah satu-satunya tempat kehidupan manusia, tetapi sumber daya alamnya terbatas.
Bumi yang kita tempati ini merupakan satu-satunya tempat yang cocok untuk kehidupan
manusia dan makhluk hidup lainnya karena bumi didukung oleh kondisi yang memungkinkan
untuk berlangsungnya kehidupan yaitu adanya air, udara (dalam hal ini adalah oksigen), suhu
yang sesuai yang memungkinkan terjadinya kehidupan, adanya lapisan atmosfer yang
komposisinya dapat mendukung adanya kehidupan, dan faktor-faktor lain serta segala sumber
daya yang tidak dimiliki oleh planet ataupun tempat manapun di alam semesta ini.
Namun sayangnya, sumber daya yang ada di bumi ini baik yang dapat diperbarui maupun
yang tidak dapat diperbarui jumlahnya terbatas jika dibandingkan dengan jumlah kebutuhan
manusia yang semakin hari semakin bertambah. Dewasa ini, semakin banyak saja pihakpihak yang melakukan pengekspolitasian sumber daya alam tanpa memperhatikan upaya
pelestariannya. Hal ini adalah suatu hal yang sangat berbahaya karena dapat menjadi
bumerang bagi manusia dan kehidupannya. Oleh karena itu, manusia sebagai makhluk yang
dikaruniai akal harus dapat menjaga dan melestarikan sumber daya yang ada demi
kelangsungan hidup dan kelangsungan bumi di masa mendatang.
3) Konsep Ketiga
Todays physical processes are modifying our landscape and have operated troughtout much
of geologi time. However the magnitudeand frequency of these processes are subject to
natural and artificially induved change
Proses-proses alam yang terjadi sekarang mengubah bentang alam yang telah tersusun selama
periode geologi, baik secara alamiah maupun buatan.
Proses-proses alam pada saat ini dapat dijadikan acuan atau rujukan untuk mengetahui proses
alam yang telah terjadi pada masa lampau, dan dapat dijadikan prediksi untuk proses alam
yang akan terjadi di masa mendatang. Konsep tersebut adalah konsep dasar dari Teori
Keseragaman yang pertama kali dicetuskan oleh James Hudson pada tahun 1985 dan

dinyatakan kembali oleh Charles Lyell pada awal abad ke-19 yang secara sederhana dapat
dinyatakan sebagai The present is the key to past.
Proses-proses perubahan yang dapat mengubah bentang alam ini dapat terjadi secara alamiah
ataupun karena perbuatan manusia. Proses yang terjadi secara alamiah ini contohnya suatu
lembah sungai karena terkena erosi secara terus-menerus dan berkesinambungan dapat
berubah atau terangkat menjadi suatu puncak pegunungan. Atau suatu contoh nyata yaitu
peristiwa terpecahnya lempeng benua yang sebelumnya merupakan suatu kesatuan daratan
menjadi beberapa benua dan pulau-pulau yang ada di bumi pada saat ini, serta adanya fakta
bahwa masing-masing lempeng tersebut mengalami pergerakan secara perlahan-lahan.
Fenomena seperti ini dapat menjadi sukar dipastikan dengan teliti bila hal itu bukan prinsip
kesergaman.
Selain dari proses alamiah, proses perubahan tersebut juga dapat berasal dari faktor aktivitas
manusia. Namun, besarnya dampak yang ditimbulkan juga tergantung pada aktivitas itu
sendiri. Pada dasarnya, efek dari aktivitas yang dilakukan oleh manusia itu dapat dikatakan
kecil dalam skala global, tetapi dalam skala lokal efek tersebut akan sangat terasa.
4) Konsep Keempat
There have always been earth processes that are hazardous to people. These natural hazards
must be recognized and avoided where possible and their theart to human life and property
must be minimized
Selalu ada proses alam yang membahayakan dan mengancam kehidupan manusia.
Di bumi ini terkadang terjadi proses yang dapat membahayakan kehidupan manusia. Proses
tersebut terjadi karena aktivitas alamiah bumi itu sendiri. Proses tersebut ada 2 macam, yaitu :

Proses eksogen : jika proses itu terjadi di permukaan bumi. Contohnya : erosi, banjir,
cuaca, krisis air, dll.

Proses endogen : jika proses itu terjadi di dalam kerak bumi. Contohnya : aktivitas
gunung berapi, gempa bumi, pergeseran lempeng, dll.

Proses-proses tersebut pada umumnya merugikan bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu,
kita harus dapat memprediksi untuk meminimalkan ancaman yang ditimbulkan dari proses
alam tersebut.
5) Konsep Kelima
Land and water use planning must strive to obtain in balance between economic
considerations and the less tangible variable such as aesthetics

Perencanaan tata guna lahan dan penggunaan air harus diusahakan agar mendapatkan
keseimbangan antara pertimbangan ekonomi dan penilaian estetika.
Saat ini, pemandangan alam dapat dianggap sebagai sumber daya alam karena saat ini
keindahan mempunyai nilai yang tinggi dalam kehidupan manusia disamping nilai-nilai vital
lainnya. Pertimbangan faktor abstrak seperti estetika dewasa ini menjadi lazim, seperti halnya
untung rugi. Namun, masih banyak proyek-proyek yang hanya didasarkan pada pertimbangan
keuntungan, tanpa memperhatikan aspek lingkungan. Pada kenyataannya memang sulit untuk
menyelaraskan antara pertimbangan ekonomi dengan penilaian estetika. Salah satu cara
menyelaraskan

pertimbangan

ekonomi

dengan

penilaian

estetika

adalah

dengan

memperhatikan tahap-tahap berikut :

Mengatur skala tingkat ekonomi dengan menyamakan skala tingkat evolusi estetika

Mengembangkan metode kuantitatif, tentang analisis data yang diperoleh

Mengembangkan teknik pemetaan dan mengembangkan sumbar daya alam yang


berestetika tersebut.

6) Konsep Keenam
The effects of land use tend to be cumulative, and therefore we have an obligation to those
who follow
Efek dari penggunaan tanah sifatnya kumulatif, oleh karena itu kita mempunyai kewajiban
untuk menerima dan menanggungnya
Pada zaman dahulu, manusia hidup berpindah-pindah. Mereka hidup bergantung kepada alam
dengan mengumpulkan bahan makanan dari tumbuhan dan berburu hewan. Kemudian,
seiring dengan bertambahnya populasi dan kebutuhan akan makanan, pakaian, dan tempat
tinggal, mereka mulai membuka daerah baru dan pada akhirnya mereka mengembangkan
pertanian di daerah tersebut. Hal ini diikuti budaya bertempat tinggal secara menetap/
permanan. Hal ini merupakan contoh awal dari sebuah penggunaan lahan buatan yang
mampu memodifikasi lingkungan alami.
Ini merupakan awal dari timbulnya masalah-masalah pembuangan limbah, polusi, erosi
karena pembukaan lahan, dsb. Point yang terpenting dari seluruh proses pembangunan umat
manusia adalah peningkatan permintaan pengolongan penggunaan tanah yang cenderung
menjadi kumulatif seiring dengan waktu.
7) Konsep Ketujuh

The fundamental component of every persons environment is the geologic factor, and
understanding of this environment requires aboard based comprehension and appreciation of
the earth siences and other related disciplines
Komponen dasar dari setiap lingkungan manusia adalah faktor geologi, dan pemahaman
terhadap lingkungannya membutuhkan wawasan dan penafsiran yang luas terhadap ilmu
bumi dan ilmu lain yang berkaitan.
Lingkungan yang kita tempati ini berkaitan erat dengan ilmu geologi. Secara langsung
ataupun tidak langsung, sadar atau tidak sadar, kehidupan kita dipengaruhi oleh proses-proses
geologi. Untuk memahami tentang lingkungan kita yang kompleks ini diperlukan bantuan
dari disiplin ilmu yang lain, seperti :

Geomorfologi, adalah ilmu yang mempelajari tentang bentang alam dan proses
pembentukan permukaan bumi.

Petrologi, adalah ilmu yang mempelajari tentang batuan dan mineral.

Sedimentologi, adalah ilmu yang mempelajari tentang lingkungan sedimen.

Tektonik, adalah studi yang mempelajari proses terjadinya cekungan laut, gunung dan
kenampakan struktur alam lainya.

Hidrologi, adalah studi yang mempelajari tentang permukaan dan subpermukaan air.

Pedologi, adalah studi yang mempelajari tentang tanah.

Geologi ekonomi, adalah aplikasi tentang penempatan dan pegujian tentang bahan
mineral.