You are on page 1of 5

Laporan Praktikum Mekanika Tanah 2015

BAB 1 PENDAHULUAN
Kelompok 12

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1Umum
Ilmu Mekanika Tanah sangat penting dipelajari oleh tenaga teknik sipil karena
tanah selalu berperan pada semua bangunan sipil baik itu gedung, jalan, landasan,
dermaga, jembatan, menara dan lain sebagainya. Tanah adalah himpunan mineral,
bahan organik dan endapan yang relatif lepas (loose) yang terletak di atas batuan
dasar (bed rock) .
Bagi suatu bangunan, tanah dapat berfungsi sebagai :
a. Media pendukung bangunan bagi semua bangunan.
b. Bahan konstruksi bangunan, misal pada bangunan tanggul dan bendungan.
c. Sumber gaya luar bagi bangunan, misal pada bangunan dinding penahan
tanah.
Karena pentingnya tanah bagi bangunan sipil, maka diperlukan penyelidikan
tanah untuk mengetahui karakteristik tanah secara lengkap sebelum perencanaan
dimulai agar aman secara teknis dan ekonomis serta lancar saat pelaksanaannya.
Sifat-sifat penting yang diperlukan dari suatu areal tanah sangat tergantung dari
jenis proyek apa yang akan dilaksanakan. Adapun sifat-sifat tersebut antara lain :
1. Kuat Geser, untuk menentukan kemampuan tanah dalam menahan beban tanpa
mengalami keruntuhan, sifat ini dibutuhkan dalam perhitungan stabilitas
pondasi/tanah dasar yang dibebani, stabilitas tanah isian di belakang bangunan
penahan tanah dan stabilitas timbunan tanah.
2. Permeabilitas, mencerminkan seberapa besar kemampuan tanah untuk dapat
dilewati air melalui pori-porinya. Nilai permeabilitas ini penting untuk
diketahui pada pekerjaan konstruksi bending tanah urugan dan permasalahan
drainase.

Laporan Praktikum Mekanika Tanah 2015


2
BAB 1 PENDAHULUAN
Kelompok 12

3. Konsolidasi, mencerminkan nilai perubahan isi pori akibat keluarnya air dari
pori-pori tanah yang dibebani, nilai konsolidasi ini digunakan untuk
menghitung penurunan atau settlement bangunan.
Pada bangunan sipil terdapat dua bagian, yaitu bangunan yang terletak diatas
tanah (upper structure) dan bangunan yang terletak di bawah tanah (sub
structure). Ilmu mekanika tanah sangat berperan pada bangunan sub structure.
Dari hasil percobaan akan diketahui kondisi tanah setempat yang sangat
menentukan keamanan dan pemilihan jenis pondasi yang akan di gunakan.

1.2Lingkup Penyelidikan
1.2.1

Penyelidikan Lapangan

a.

Pengeboran tanah (boring) sampai mencapai kedalaman tertentu


dan mengambil sampel tanah tak terganggu (undisturbed sample).

b.

Percobaan sondir untuk mengetahui nilai konus dan bikonus tanah.

c.

Sand cone untuk menentukan derajat kepadatan lapisan timbunan


tanah yang telah dipadatkan di lapangan.

1.2.2

Penyelidikan Laboratorium

1.2.2.1 Sifat Fisik Tanah


1. Pengujian Sifat Fisik Tanah (soil test), untuk mengetahui parameter:

Kadar air / water content

Berat jenis / spesific gravity (Gs = --).

Berat isi basah / bulk density (b = gr/cm3).

(w = %).

Dengan parameter w, Gs dan b selanjutnya dapat digunakan untuk menentukan


parameter:

Berat isi kering / dry density (d = gr/cm3).

Berat isi jenuh / saturated density

(sat= gr/cm3).

Berat isi efektif / effective density

( = gr/cm3).

Porositas / porosity

(n = --).

Laporan Praktikum Mekanika Tanah 2015


3
BAB 1 PENDAHULUAN
Kelompok 12

Angka pori / void ratio

(e = --).

2. Pengujian Gradasi Ukuran Butir (grain size analysis test), untuk mengetahui
penyebaran ukuran butir tanah yang dilaksanakan dengan dua pengujian yaitu:

Pengujian saringan (sieve analysistest).

Pengujian hydrometer (hydrometer analysis test).

3. Pengujian Batas Konsistensi Atterberg (Atterberglimits test), untuk mengetahui


parameter:

Batas cair / liquid limit

(LL = %).

Batas plastis / plasticlimit

(PL = %).

Dengan parameter LL dan PL selanjutnya dapat digunakan untuk menentukan


parameter:

Indek cair / liquidity index

Indek plastis/ plasticity index (PI = %).

(LI = --).

1.2.2.2 Sifat Mekanik


1. Pengujian Strength Parameter

Percobaan Geser Langsung (Direct Shear Test)

Percobaan Triaksial (Triaxial Test)

UCS

2. Konsolidasi
Untuk pengujian 1 sampai 3 dapat digunakan sampel terganggu, sedangkan
untuk pengujian 4 dan 5 menggunakan sampel tidak terganggu. Sampel tanah
terganggu (disturbed sample) digunakan untuk pengujian:
a. Pengujian Pemadatan Standar (Standard Proctor Test), untuk mengetahui
parameter:
Berat isi kering maksimum

(d maks= MDD).

Kadar air tanah optimum

(wopt= OMC).

Berat isi basah maksimum

(bmaks).

Porositas minimum

(nmin).

Angka pori minimum (emin).

Laporan Praktikum Mekanika Tanah 2015


4
BAB 1 PENDAHULUAN
Kelompok 12

3. Percobaan CBR laboratorium, untuk menentukan nilai CBR (California


Bearing Ratio) tanah agregat yang dipadatkan di laboratorium pada keadaan
tertentu.

1.3 Lokasi Penyelidikan


Lokasi penyelidikan tanah adalah di sebelah belakang sekretariat BEM fakultas
Teknik.

2
3
1

Ganbar 1.1 Denah Lokasi Penyelidikan Tanah


Keterangan gambar :
1. Gedung I Fakultas Teknik UNS
2. Gedung IV Fakultas Teknikl UNS
3. Lokasi Titik Bor

Laporan Praktikum Mekanika Tanah 2015


5
BAB 1 PENDAHULUAN
Kelompok 12

1.4 Standar Pengujian


Tabel 1.1 Standar Pengujian
Nama Pengujian
Direct Shear
Proctor Test
Boring and Sampling
Triaxial, UCS
Konsolidasi
CBR
Sandcone
UCS
Grainsize Analysis
Atteberg Limit

Standar
SNI
SNI 03-2824-1992
SNI 03-2832-1992
SNI 03-2411-1991
SNI-03-4813-1998
SNI 03-2812-1992
SNI 1744-2012
SNI 03-2828-1992
SNI 03-1972-1990
SNI 03-3423-1994
SNI 03-1966-1990

ASTM
D3080
D698
D6282
D4767
D2435
D1883
D1556
D5102
D42263
D 2487