You are on page 1of 2

Metode Tafsir

Setelah mengenal definisi tentang konsep Tafsir dan Ta’wil, berikut adalah
penjelasan tentang metode tafsir, atau teknik (manhaj) dengan apa sebuah
penafsiran dihasilkan. Dalam bagian pengantar bukunya tentang metode tafsir
maudu’i, al-Bidayah fi Tafsir al-Mawdu’i, dirasah manhajiyya mawdû‘iyya, Abd alHayy al-Farmawi menjelaskan ada 4 kategori dasar tentang karya Tafsir
berdasarkan metode penafsiran yang dipakainya: 1. Tafsir Tahlili, 2. Tafsir Ijmali,
3. Tafsir Muqarin, dan 4. Tafsir Maudu’i. Metode Tafsir Tahlili merupakan
kecenderungan mayoritas dari karya-karya yang disusun sejak masa klasik
sampai masa abad kini. Metode ini juga ditandai dengan corak kitab-kitab tafsir
yang sangat beragam, sehingga memerlukan penjelasan tersendiri.
Metode Tafsir Ijmali dimaksudkan sebagai metode tafsir di mana mufassirnya
menerangkan makna ayat yang ditafsirkannya secara ringkas dan global saja,
biasanya dengan menyebut penjelasan tentang i’rab atau padanan kata (muradif)
dari kata-kata dalam ayat al-Qur’an. Contoh karya yang menerapkan metode
penafsiran semacam ini adalah Tafsir Jalalayn karya Jalaluddin al-Mahalli dan
Jamaluddin al-Suyuti; dan Tafsir al-Qur’an al-Karim karya Muhammad Farid Wajdi.
Sementara itu, Metode Tafsir Muqarin dimaksudkan sebagai sebuah metode
penafsiran di mana mufassirnya melakukan penafsiran terhadap ayat-ayat alQur’an dengan mengetengahkan pandangan sejumlah mufassir lain. Dalam hal
ini, seorang penyusun tafsir muqarin akan mengetengahkan sejumlah ayat-ayat
al-Qur’an, kemudian ia menampilkan pandangan ulama tafsir terhadap ayat-ayat
itu. Analisis utama yang digunakan adalah analisis perbandingan di mana satu
pendapat akan ditimbang dengan pendapat yang lain. Begitu seterusnya dalam
setiap tema maupun ayat yang disodorkannya. Adakalanya, metode tafsir muqarin
juga dimaksudkan sebagai bentuk penafsiran al-Qur’an dalam arti yang lebih luas,
yaitu penafsiran yang membandingkan antara nass al-Qur’an yang satu dengan
ayat yang terdapat dalam bahagian lain al-Qur’an menyangkut sebuah pokok
persoalan, atau bisa juga perbandingan antara teks al-Qur’an dengan teks hadis
yang makna lahiriahnya menampilkan sebuah kontradiksi.
Metode Tafsir Mawdu’i adalah metode penafsiran yang menampilkan
pembahasan dengan mengumpulkan ayat-ayat al-Qur’an yang memiliki kesatuan
tema kemudian diurutkan berdasarkan periode turunnya, latar belakang konteks

juga tabiin. dan begitu juga tentang istinbat hukum yang bisa diambil. dengan mengetengahkan makna kalimatkalimatnya satu persatu. juga argumentasi yang mendukungnya. juga menjelaskan inti yang menjadi pengikat di antara maksud-maksudnya. serta penjelasannya. metode penafsiran ini memuat banyak corak penafsiran yang menjadi kecenderungan khusus masingmasing penafsir. dirasah manhajiyya mawdû‘iyya. seperti yang termaktub di dalam mushaf. mencoba menghubungkan dengan tujuan yang dimaksudkan. dan surat demi surat secara berurutan. keterkaitan satu dengan yang lain. akan diuraikan dalam tulisan tersendiri (lihat Corak Penafsiran) . Uraian tentang hal ini. dan apa yang bisa diungkapkan melalui susunan kalimatnya. berikut penjelasan masalah kebahasaan yang berkaitan dengan teksnya. serta penjelasan yang telah dinukilkan oleh Rasulullah. Hal ini dilakukan seorang mufassir dengan memberikan penjelasan terhadap al-Quran menurut tata urutannya. dan elemen-elemen penjelasan yang lain. memberikan kaitan dengan ayat-ayat dan surat sebelum dan sesudahnya. begitu juga dengan mengungkapkan maksud ayat secara keseluruhan. Sebagai metode tafsir yang palng banyak dipakai oleh mufassir al-Qur’an sejak masa klasik hingga saat ini. seayat demi seayat. para sahabat. al-Bidayah fi Tafsir al-Mawdu’i. berikut contoh-contoh hasil penafsiran pada masing-masing corak penafsiran. Metode tafsir Tahlili didefinisikan sebagai penjelasan atas ayat-ayat al-Qur’an dengan memaparkan segenap aspek yang terkait dengannya. Kajian teoretis dan contoh praktis metode penafsiran tematik ini dapat dilihat dalam Abd al-Hayy Farmawi.sosio-historis yang menyebabkan turunnya ayat-ayat itu. asbab nuzul.