You are on page 1of 30

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.

LATAR BELAKANG

Untuk tinjauan analisis kualitatif sistematik, kation-kation diklasifikasikan dalam ilmu
golongan berdasarkan sifat-sifat kation itu tehadap beberapa reagensia. Reagen golongan
yang dipakai untuk klasifikasi kation yang paling umum adalah Asam klorida, Hidrogen
sulfida, Amonium sulfida, dan Amonium karbonat. Klasifikasi ini didasarkan atas apakah
suatu kation bereaksi dengan reagen-reagen ini dengan membentuk endapan atau tidak.
Secara prinsip, zat yang akan diidentifikasi dilarutkan kemudian ditambahkan
pereaksi tertentu yang sesuai, yang akan mengendapkan segolongan kation sebagai garam
yang sukar larut atau hidroksidanya. Pereaksi haruslah sedemikian rupa sehingga pe
ngendapan kation golongan kation selanjutnya tidak terganggu atau sebelumnya dapat dengan
mudah dihilangkan dari larutan yang hendak dianalisis.
Untuk identifikasi senyawa organik, pada umumnya didasarkan atas kelarutannya
dalam air. Jika senyawa tidak larut dalam air, maka harus dilakukan destruksi. Cara destruksi
tergantung dari senyawa yang hendak dianalisis dan ditentukan dengan bantuan percobaan
pendahuluan. Prinsip destruksi ini terdiri dari pelelehan campuran senyawa yang sukar larut
dalam pereaksi yang sesuai dalam jumlah yang berlebih. Akibatnya reaksi akan digeser
sempurna ke arah reaksi.
Endapan Perak klorida dalam bentuk dadih susu atau gumpalan sebagai hasil
koagulasi bahan koloidal. Endapan dapat dengan mudah disaring atau dicuci dengan air yang
mengandung sedikit asam nitrat. Asamnya mencegah peptisasi endapan dan teruapkan
apabila endapan dikeringkan.
Reaksi identifkasi yang lebih sederhana dikenal sebagai reaksi spesifik untuk
golongan tertentu. Reaksi kation untuk golongan III adalah Hidrogen sulfida yang hasilnya
adalah endapan-endapan berbagai warna. Kation-kation golongan II dibagi atas dua
subgolongan, yaitu subgolongan Tembaga dan
Kation golongan IV terdiri dari Barium (Ba2), Stronsium (Sr2+), dan Kalsium (Ca2).
1.2.

RUMUSAN MASALAH

1. Bagaimana cara mengidentifikasi dan membedakan reaksi-reaksi kation golongan
IV ?
2. Bagaimana cara memisahkan kation-kation dalam golongan IV ?

1.3.

TUJUAN
1. Mengidentifikasi dan membedakan reaksi-reaksi kation golongan IV
2. Memisahkan kation-kation dalam golongan IV

BAB II
PEMBAHASAN
2.1.

Analisis kualitatif

Kation-kation golongan keempat, tidak bereaksi dengan asam klorida, hidrogen
sulfida ataupun amonium sulfida; tetapi amonium karbonat (jika ada amonia atau ion
amonium dalam jumlah yang sedang) membentuk endapan-endapan putih. Uji ini harus
dijalankan dalam larutan netral atau basa. Jika tak ada amonia atau ion amonium, magnesium
juga akan mengendap. Endapan-endapan putih yang terbentuk dengan reagensia golongan
adalah barium karbonat BaCO3, strontium karbonat SrCO3, dan kalsium karbonat CaCO3 .
Barium adalah logam putih perak, dapat ditempa dan liat, yang stabil dalam udara kering.
Barium bereaksi dengan air dalam udara yang lembab, membentuk oksida atau hidroksida.
Barium melebur pada 710oC. Logam ini bereaksi dengan air pada suhu ruang, membentuk
barium hidroksida dan hydrogen.
Ba + H2O → Ba2+ + H2↑ + 2OHAsam encer melarutkan barium dengan mudah dengan mengeluarkan hidrogen.
Ba + 2H+ → Ba2+ + H2↑
Barium adalah bivalen dalam garam-garamnya, membentuk kation barium (II), Ba 2+.
Klorida dan nitratnya larut, tetapi dengan menambahkan asam klorida pekat atau asam nitrat
pekat kepada larutan barium, barium klorida atau nitrat mungkin mengedap sebagai akibat
hukum kegiatan massa.
Strontium adalah logam putih-perak, yang dapat ditempa dan liat. Strontium melebur
pada 771oC. Sifat-sifatnya serupa dengan sifat-sifat barium.
Kalsium adalah logam putih perak, yang agak lunak. Ia melebur pada 845 oC. Ia terserang
oleh oksigen atmosfer dan udara lembab; pada reaksi ini terbentuk kalsium oksida dan/atau
kalsium hidroksida. Kalsium menguraikan air dengan membentuk kalsium hidroksida dan
hidrogen.
Kalsium membentuk kation kalsium (II), Ca 2+, dalam larutan-larutan air. Garamgaramnya biasanya berupa bubuk putih dan membentuk larutan yang tidak berwarna, kecuali
bila anionnya berwarna. Kalsium klorida dan kalsium nitrat larut dengan mudah dalam etanol
atau dalam campuran 1:1 dari etanol bebas air dan dietil eter. (Analisis kimia kuantitatif edisi
ke-enam R.A Day.Jr & A.L Underwood)

Reaksi Identifikasi Kation Golongan IV Kation-kation golongan keempat tidak bereaksi dengan asam klorida. Reaksi-reaksi ion barium. Pakailah larutan BaCl2. tetapi dengan menambahkan asam klorida pekat atau asam nitrat pekat kepada larutan barium.2H2O atau barium nitrat Ba(NO3)2. 0. Barium melebur pada 710oC. dan kalsium karbonat BaCO3. membentuk kation barium (II). yang stabil dalam udara kering.2. Jika larutan yang basa itu terkena udara luar. hidrogen sulfida ataupun amonium sulfid. ini disebabkan oleh sejumlah kecil amonium karbonat. Ba2+ + CO3-2 → ❑ BaCO3 ↓ Endapan larut sedikit dalam larutan garam-garam amonia dari asam-asam kuat. Larutan amonia : tak terjadi endapan barium hidroksida karena kelarutannya yang relatif tinggi. magnesium juga akan mengendap. Klorida dan nitratnya larut. Logam ini bereaksi dengan air pada suhu ruang. Uji ini harus digolongkan dalam larutan netral atau basa jika tak ada amonia atau ion amonium. membentuk oksida atau hidroksida. 2. 1. membentuk barium hidroksida dan hidrogen : Ba + 2H2O → ❑ Ba2+ + H2 ↑ + 2OH- Asam encer melarutkan barium dengan mudah dengan mengeluarkan hidrogen : → Ba + 2H+ ❑ Ba2+ + H ↑ 2 Barium adalah bivalen dalam garam-garamnya. Endapan-endapan putih yang terbentuk dengan reagen golongan adalah : barium karbonat BaCO3. barium klorida atau nitrat mungkin mengendap sebagai akibat hukum kegiatan massa. dapat ditempa dan liat.25 M untuk mempelajari reaksi-reaksi ini. Sedikit kekeruhan mungkin terjadi ketika menambahkan reagensia. Barium bereaksi dengan air dalam uadara yang lembab. Barium (Ba) Barium adalah logam putih perak. tetapi amonium karbonat (jika ada amonia atau ion amonium dalam jumlah yang sedang) membentuk endapan-endapan putih. yang larut dalam asam asetat dan dalam asam mineral encer.2.2. 2. ini ion . Ba 2+. Larutan amonium karbonat : endapan putih barium karbonat. sedikit karbon dioksida akan terserap dan terjadi kekeruhan yang ditimbulkan oleh barium karbonat. Strontium karbonat SrCO3.1. yang sering terdapat dalam reagensia yang telah lama.

lebih banyak lagi barium sulfat akan berubah menjadi karbonat yang bersangkutan. transformasi ini tak sempurna.5 mg -1 . maka proses ini memberikan suatu metode untuk membuat sulfat yang tak dapat larut. atau lebih baik lagi dengan menambahkan pula amonium asetat.+ Ba2+ 3 NH3 Jika jumlah endapan barium karbonat sangat kecil.09 g per liter. → NH4+ + CO3-2 ↑ NH3 ❑ + HCO3- Atau NH4+ + BaCO3 → ↓ ❑ ↑ + HCO . terjadi transformasi parsial menjadi barium karbonat yang kurang larut. Dengan mengulang-ulang proses ini. diperoleh bentuk yang lebih mudah disaring: Ba2+ + SO4-2 BaSO4 ↓ → ❑ BaSO4 ↓ → + H2SO4 (pekat) ❑ Ba2+ + 2HSO4- Jika barium sulfat di didihkan dengan larutan natrium karbonat pekat. Ks = 1. yang hanya sedikit larut dalam air (0. dan residu di didihkan dengan sejumlah larutan natrium karbonat yang baru saja dibuat. dengan mengakibatkan terbentuknya ion hidrogen karbonat. menjadi larut.2 x 10 -11). Larutan amonium oksalat : endapan putih barium oksalat Ba(COO)2. maka konsentrasi ion karbonat dari larutan menjadi berkurang.karbonat. Dengan mengendapkan dalam larutan yang mendidih. Karbonat dapat dilarutkan dalam asam. hampir tak larut dalam asam encer dan dalam larutan amonium sulfat. Suatu metode yang lebih cepat untuk memperoleh hasil yang sama. tetapi dilarutkan dengan mudah oleh asam asetat encer (perbedaan dari kalsium) dan oleh asam mineral. → Ba(COO)2 ↓ ← Ba2+ + (COO)2-2 4. Dengan demikian diperoleh . Jika campuran disaring dan di cuci ( jadi menghilangkan natrium sulfat). adalah dengan meleburkan barium sulfat itu dengan natrium karbonat anhidrat seberat 4 sampai 6 kali berat barium sulfat itu.7 x 10 -7). 3. Ks = 9. dan larut cukup baik dalam asam sulfat pekat mendidih. dan praktis tak larut dalam air (2. yang berbutir halus. berat. CO3-2. ia bisa larut dengan baik dalam garam amonium yang berkonsentrasi tinggi. Asam sulfat encer : endapan putih barium sulfat BaSO4. praktis semua sulfat dapat diubah menjadi karbonat yang bersangkutan. HCO 3-. menurut persamaan : → ↓ ↓ + SO -2 -2 ← BaSO + CO BaCO 4 3 3 4 Karena reaksi ini reversibel.

bahwa dengan mendidihkan barium sulfat dengan larutan natrium karbonat yang 15 kali berlebihan. Pernah dimyatakan. Leburan itu dibiarkan mendingin. Larutan kalium kromat : endapan kuning barium kromat. Maka untuk mengendapkan ion-ion Ba2+ sebagai BaCro4.6 x 10-10) : Ba2+ + CrO4-2 → ❑ BaCrO4 ↓ Endapan tak larut dalam asam asetat encer ( perbedaan dari stronsium dan kalsium). Penambahan asam kepada larutan kalium kromat menyebabkan warna kuning dari larutan berubah menjadi jingga- kemerahan. dan reaksi berjalan hampir selesai dalan satu kali pekerjaan. disebabkan terbentuknya dikromat : → 2CrO4-2 + 2H+ ← Cr2O7-2 + H2O Dengan penambahan basa (misalnya ion-ion OH-) kepada larutan dikromat. yang praktis tak larut dalam air (3. konsentrasi ion sulfat cukup tinggi untuk menimbulkan pengendapan dengan barium yang berjumlah agak banyak.2 mg . Barium sulfat juga dapat dilarutkan dalam larutan panas 3 . fenomena yang serupa terjadi jika dipakai reagensia stronsium sulfat jenuh. Penambahan natrium asetat bertindak sebagai buffer dengan mengurangi konsentrasi ion-hidrogen dan terjadilah pengendapan BaCro4 yang sempurna.5 persen dari dinatrium etilenadiamina tetraasetat ( Na2 EDTA) jika ada serta amonia. Dengan konsentrasi sedikitnya 1. asam-asam kuat harus dihilangkan atau dinetralkan. tetapi dapat larut dengan mudah dalam asam mineral. maka kromat akan terbentuk. 5. konsentrasi ion-kromat akan berkurang sampai nilai sedemikian.konsentrasi maksimum dari karbonat. barium sulfatlah yang paling sedikit larut. .5 mol . Dalam larutan kalsium atau stronsium sulfat jenuh. Penjelasan atas reaksi-reaksi ini adalah sebagai berikut : dari ketiga alkali tanah sulfat. Lalu residu yang berupa barium karbonat dapat dilarutkan dalam asam yang sesuai. sehingga hasil kali kelarutan BaCro4 tak akan tercapai. Jika ada ion hydrogen dengan konsentrasi yang besar. Larutan kalsium sulfat jenuh : endapan segera dari barium sulfat putih. Ks = 1. reaksi atom berlangsung dari kanan ke kiri karena ion hidrogen hilang diikat oleh ion OH -. 99 persen diubah menjadi barium karbonat dalam waktu 1 jam. dan disaring. diekstraksi dengan air mendidih. karena hasil kali konsentrasi-konsentrasi ion melampaui nilai hasil kali kelarutannya : → SO4-2 + Ba2+ BaSO4 ↓ ← 6.

sedangkan turunan barium dirubah menjadi garam asam yang merah cemerlang. Reagensia rhodizonat Endapan coklat kemerahan. Dengan adanya strontium. kawat platinum harus dibasahi asam klorida pekat sebelum dicelup kedalam zat itu. Bubuhi noda coklat-kemerahan itu dengan setetes asam klorida 0. lalu dibasahi asam klorida pekat. garam strontium bereaksi seperti garam bariu. Reaksi ini paling baik dijalankan di atas kertas reaksi-uji seperti di atas. tetapi hanya endapan yang ditimbulkan oleh strontium larut dengan sempurna dalam asam klorida encer. Karena kebanyakan garam barium. Batas konsentrasi : 1 dalam 200. Unsur-unsur lain.5M. Diperoleh noda coklat atau coklat kemerahan. misalnya yang dapat diendapkan oleh hydrogen sulfida dan oleh amonium sulfida. memberi warna hijau-kekuningan kepada nyalah. Taruh setetes larutan uji yang netral atau sedikit asam di atas kertas reaksi tetes dan tambahkan setetes reagensia.000.25 ug ba. Uji kering (pewarnaan nyala) Garam-garam barium.5 persen. Sulfat mula-mula direduksi menjadi sulfida dalam nyala reduksi. dengan adanya Sr sebanyak 50 kali jumlah tersebut. tak boleh ada.5 ug Ba. tetapi konsentrasi ion CrO2-4 ini dijaga cukup tinggi untuk mengendapkan BaCrO4. maka diperlukan konsentrasi ion CrO2-4 yang lebih besar untuk mengendapkannya. Jika barium tak ada. Batas konsentrasi: 1 dalam 90.sedikit saja setiap kalinya. Kepekaan: 0. noda akan hilang. yaitu garam barium dari asam rodizonat dalam larutan netral.000 8. Larutan ini tak begitu tahan lama. Garam-garam kalsium dan magnesium tidak mengganggu.5M. 7.Hasil kali kelarutan SrCro4 dan CaCro4 adalah jauh lebih besar daripada untu BaCro4. Uji ini bisa dipakai untuk memisahkan barium dari strontium dan atau kalsium. jadi hendaknya dibuat sedikit. bila dipanaskan dalam nyala Bunsen yang tak cemerlang (yang kebiru-biruan ). 9. Etanol bebas air dan eter : campuran 1+1 dari pelarut-pelarut ini melarutkan barium nitrat anhidrat atau barium klorida (perbedaan dari strontium dan kalsium). pada mana noda merah-terang akan terbentuk jika ada barium. Penambahan asam asetat kepada larutan K2CrO 4 menurunkan konsentrasi ion CrO2-4 cukup banyak sehingga mencegah pengendapan SrCrO4 dan CaCrO4. Kepekaan : 0. Reagensia harus dibatasi hanya untuk menguji unsur-unsur golongan IV saja. Garam-garam ini harus dipanaskan 180oC sebelum pengujian. untuk menghilangkan semua air kristal. noda coklat-kemerahan dari barium rodizonat itu harus diolah dengan asam klorida 0. kecuali kloridanya tak mudah menguap. dan dimasukkan kembali . strontium rodizonat akan larut. Reagnesia terdiri dari larutan air natrium rodizonat 0.

dan O2 BaCO 3 . Garam-garam barium larut beracun. Barium sulfat merupakan bahan cat lithopone. misal. Garam-garam barium tidak larut. isomorf dengan anhidrat. barit. dalam kasus terakhir merupakan campuran diperoleh dari mana merkuri akan dihapus oleh pemanasan dalam hidrogen. barium hampir selalu ditemukan dengan kalsium. Larutan terkonsentrasi dari garam barium memberikan endapan barium klorid pada penambahan asam klorida yang kuat dan barium nitrat pada penambahan asam kuat. Harmotome mengkristal dalam sistem monoklin. orthorhombik. isomorf dengan aragonit. Barium sulfat keadaan yang sangat baik dari subdivisi balc fixe yang digunakan dalam cat. bila terkena udara yang mengandung hidrogen sulfida.000 ton barit ditambang setiap tahun di Amerika Serikat. logam bernilai sekitar $ 35 per pon. Yang paling penting dari mineral barium adalah. (Svehla. Kuantitas kecil barium logam digunakan industri. Ba(OH )2 . dan termasuk kelas zeolit.G. BaCO 3 witherite. Barium peroksida.) Kejadian – seperti strontium. tetapi hanya dalam jumlah kecil. dibentuk dengan memanaskan BaO untuk 500-600 oksigen. Mineral utama disebut spar berat Sifat  logam barium biasanya dideskripsikan sebagai warna putih perak tetapi merujuk ke beberapa observasi warnanya adalah kuning emas. . BaAl 2 H 2 Si 5 O15 ∙ 4 H 2 O . harmotome. lebih mudah melarutkan dalam klorida encer atau asam nitrat daripada dalam asam kuat. Nama barium berasal dari kata Yunani = berat. disebut demikian karena cat tidak gelap seperti halnya timah putih. oleh karena itu. sekitar 3 g . jauh lebih larut dalam air daripada hidroksida dari tanah-tanah alkali lain dan itu mencair belum terdekomposisi pada panas merah. orthorhombik. sebagai "pengambil" di tabung radio dan paduan dengan nikel untuk sistem pengapian dari mesin bensin. Pemanasan lebih lanjut terurai BaO 2 ke BaO dengan melarutkan barium peroksida dalam asam. Hidroksida. BaSO 4 . Kalman Media Pusaka. BaO 2 . Hidrogen peroksida diperoleh . dan hydrous barium aluminium silikat. Vogel: Buku teks analisis anorganik kualitatif makro dan semi mikro. Sekitar 350. atau spar berat.kedalam nya nyala. Jakarta: PT. Hal ini dapat dibuat dengan elektrolisis klorida menyatu atau dengan elektrolisis larutan berair dengan katoda merkuri.

4. jauh lebih tinggi daripada dengan strontium dan garam kalsium.6 1 air dingin) dan mudah dilarutkan oleh asam asetat encer panas. solusinya segera menjadi keruh oleh penyerapan CO2 dan pengendapan BaCO 3 . jika ada. kecuali bahwa oksalat barium terbentuk lebih larut dalam air (1 g larut dalam 2.1 N solusi. bagaimanapun.2 persen dalam 0. Suhu yang diperlukan adalah. atau garam dari asam organik. ionisasinya menjadi jauh lebih sedikit. tak satu pun dari garam-garam ini adalah deliquescent. −¿ → −−¿ −−¿ ← HCrO 4¿ −¿ → H 2 O+Cr 2 O7¿ dan ++¿+CrO 4¿ 2 HCrO 4¿ ¿ H . 2. Amonium oksalat: Sama seperti dengan kalsium dan strontium. Reaksi dengan cara basah 1. tetapi pemanasan setara dari endapan barium oksalat dalam cawan platinum memberikan barium karbonat dan sangat sedikit. dengan pemanasan sampai 900. seratus ml dari 66 persen alkohol (berdasarkan volume) melarutkan 3. Jadi. Di udara. barium oksida. Alkohol Absolute larut tidak nitrat atau klorida. dan kesetimbangan.1 dan 0.3 g BaCl2 ∙2 H 2 O .larut dalam 100 ml air pada suhu kamar dan sekitar 100 g larut pada suhu didih. mudah untuk mencapai konversi lengkap dari endapan kalsium oksalat kalsium oksida dalam analisis kuantitatif. oksida dapat diperoleh dengan pengapian dari hidroksida. Kromat dari alkali menghasilkan dalam larutan netral dari garam barium endapan kuning barium kromat (perbedaan dari kalsium dan strontium): → −−¿ ← BaCrO 4 +++¿+CrO 4¿ Ba¿ Tabel di halaman II menunjukkan bahwa −¿ HCrO4¿ terionisasi hanya antara 0. Amonia dan amonium karbonat: sama seperti dengan kalsium dan strontium 3. Di hadapan asam kuat. nitrat. earbonate.

) 2. 500. pada bagian spektrum garis lemah pada bagian orange-kuning dan satu garis biru. (624.5 g ion strontium. Kuning 528. . S. 617. biru 484.Kemajuan lebih jauh ke arah kiri ke kanan dari dalam air murni. 513.8mμ).0mμ.B Volume I QUALITATIVE ANALYSIS. 564. 524.3mμ. Hijau 553. di sisi lain. juga tergantung pada konsentrasi −−¿ CrO 4¿ dalam larutan. 1.0mμ. (Analytical Chemistry Based On the German text of F. dengan mengurangi api untuk disulfida.P TREADWELL Translated and Revised by WILLIAM T. dapat dipakai larutan 0.7mμ. bagaimanapun. Kenudian tambahkan sedikit asam hydrocloric dengan cara tabung kapiler dan terus menyala akan memberikan karakteristik warna. 610. tidak suka terhadap kalsium dan stronsium. Kesetimbangan akhir.6H2O atau strontium nitrit Sr(NO3)2. tetapi hanya sinter bersamaan. Reaksi-reaksi ion strontium untuk mempelajari reaksi-reaksi ini.2mμ). Dalam larutan air jenuh dari strontium kromat.7mμ. 534.5mμ. senyawa barium. 603. 629. Warna garam barium yang dapat mudah menguap tidak bercahaya api gas hijau kekuningan. Strontium lebur pada 771oC.3. karena barium karbonat dibentuk tidak terurai pada suhu ini ke dalam oksida dan karbondioksida dapat dicairkan. Reaksi Dengan cara Kering Dipanaskan dengan sodium karbonat pada arang sebelum sumpitan.9mμ. 572mμ. cara terbaik adalah mengubah sulfat menjadi klorida. Sulfat hanya sedikit bergejolak pada api terpanas. Sifat-sifatnya serupa dengan sifat-sifat barium.8mμ).25M strontium klorida SrCl2. Strontium (Sr) Strontium adalah logam putih-perak. yang dapat ditempa dan liat. tiga garis kuning (576.9mμ. dan sangat mudah dengan cara ini untuk mencegah pengendapan sebanyak 0. Spektrum api.HALL. Larutan amonia : tak ada endapan.9mμ.7mμ. jangan memberikan massa cerah bercahaya. cukup ion −−¿ CrO 4¿ yang hadir sehingga pembentukan −¿ HCrO4¿ berlangsung hingga batas tertentu ketika asam asetat sedikit yang ditambahkan.2. Sejumlah jalur hijau tua.5mμ. barium kromat.0mμ. Untuk mendapatkan warna yang sesuai. dan pada gas api biasa menunjukkan hampir semua warna. Orange-kuning (650.

jadi ion-ion strontium dapat dipindahkan ke dalam larutan itu.5 x 10-5).à SrCrO4¯ Endapan larut agak banyak dalam air (1.6 x 10-9 pada suhu ruang) Setelah menyaring larutan. Asam sulfat encer : endapan putih strontium sulfat : Sr2+ + SO42.2 gr/L. Uji ini dipakai untuk unsur-unsur dalam golongan IV. Larutan amonium oksalat : endapan putih strontium oksalat Sr2+ + (COOH)22.9 mg SrCO3 L-1. oleh sebab-sebab yang sama. Barium bereaksi berupa. Asam asetat tak menyerangnya. dan suatu . Larutan kalium kromat: endapan kuning strontium kromat Sr2+ + CrO42. dan larut sedikit dalam asam klorida mendididh. lain daripada ini. seperti yang diuraikan pada barium. Ia hampir sempurna diubah menjadi karbonat yang bersangkutan. Ks = 1. Ks = 5 x 10-8).à Sr(COO)2¯ Endapan hanya sedikit sekali larut dalam air (0. 6. namun asam-asam mineral melarutkan endapan. endapan dapat dilarutkan dalam asam klorida. Endapan larut dalam asam asetat (perbedaan dari barium) dan dalam asam-asam mineral. adalah serupa dengan ciri-ciri khas barium karbonat.039 gr/L.« SrCO3 ¯ + SO42Strontium karbonat kurang larut dibanding strontium sulfat (kelarutan 5. Reagensia natrium rhodizonat Endapan coklat-kemerahan strontium rodizonat dalam larutan netral.2. Endapan tak larut dalam larutan amonium sulfat bahkan dengan mendidihkan sekalipun (perbedaan dari kalsium).à SrSO4 ¯ Kelarutan endapan tak dapat diabaikan (0. ciri-ciri khasnya (kelarutan yang sedikit dalam garam-garam amonium terurai oleh asam).8 x 10-7). maka tak terjadi endapan dalam larutan strontium yang encer.097 gr/L. Larutan amonium karbonat: endapan putih strontium karbonat : Sr2+ + CO32. 3. 7. Larutan kalsium sulfat jenuh : endapan putih strontium sulfat. Ks = 3. 4. tetapi lebih cepat dengan mendidihkan (perbedaan dengan barium) 5.à SrCO3 ¯ Strontium karbonat agak kurang larut dibanding barium karbonat. Ks = 2. terbentuk dengan lambat-lambat dalam keadaan dingin. dengan mendidihkan larutan karbonat pekat: SrSO4 + CO32.

Kepakaan: 4 ug Sr jika ada Ba sebanyak 80 kali jumlah itu. kerjakan sebagai berikut. taruh setetes larutan uji yang netral di atas kertas reaksitetes atau di atas lempeng bercak. tidak melarutkan strontium nitrat anhidrat. reaksi 7 ). Uji kering ( pewarnaan nyala) Senyawa-senyawa strontium yang mudah menguap. Vogel: Buku teks analisis anorganik kualitatif makro dan semi mikro. 8. memberi warna merah-karmin yang khas pada nyalah Bunsen yang tak cemerlang ( lihat keterangan-keterangan pada barium). Diperoleh pewarnaan atau endapan merah-kecoklatan. Taruh setetes larutan uji di atas kertas dan setelah satu menit. 9. Etanol bebas air dan eter : campuran 1+1 dari pelarut-pelarut ini. Jenuhi beberapa kertas saring kuantitatif atau kertas reaksi-tetes dengan larutan kalium kromat yang jenuh. Kepekaan: 4 ug Sr. strontium. Barium kromat tak bereaksi dengan natrium rodizonat. taruh setetes reagensia si atas noda yang telah dibasahi. reaksi 7. Jakarta: PT. Uji dapat dipakai untuk pemisahan kalsium.. Uapkan kedua larutan di atas kaca arloji sendiri-sendiri sampai kering.13. Kalman Media Pusaka. Terbentuk bercak atau cincin merah-kecoklatan.31. yan terakhir ini diubah menjadi barium kromat yang tak dapat larut. dan keringkan. lihat bagian III. biasanya bereaksi. dan tambahkan setetes reagensia. tetapi melarutkan strontium klorida anhidrat. Hanya ada beberapa mineral strontium yang sejati. terutama kloridanya.strontium terjadi cukup sering dengan kalsium tetapi biasanya dalam jumlah yang jauh lebih kecil.G. dan barium. Jika barium tak ada. tetapi strontium kromat yang lebih larut. Yang paling . dan coba larutkan residu dalam ml pelarut. (Svehla.) Kejadian . larutkan satu bagian darinya dalam asam klorida.000 Jika barium ada. Saring endapan. panaskan residu sampai 180oC selama 30 menit. Batas konsentrasi: 1 dalam 13. Untuk mendeteksi strontium dengan adanya barium. dan satu bagian lain dalam asam nitrat.000 Untuk detail-detail dari reagensia.metode untuk mendeteksi barium dengan adanya strontium. Uji ini dapat dilakukan sebagai berikut: endapkan strontium sebagai karbonat. batas konsentrasi: 1 dalam 13. telah diuraikan ( bagian III.

ortorombik. sama seperti kalsium 3. Hal ini mirip dengan calcilum dalam perilaku kimianya. sebuah kota di Skotlandia. isomorf dengan barit. Reaksi Pada Metode Basah 1. Ammonium. ortorombik. Peroksida. Hal ini hanya sedikit larut dalam air atau larutan amonia tapi mudah larut dalam asam atau dalam larutan yang mengandung amonium klorida.sama seperti kalsium . Strontium oksida putih. Campuran yang diperoleh dipanaskan dalam hidrogen untuk menghilangkan merkuri. Hal ini disiapkan oleh elektrolisis larutan aqueous klorida dengan katoda merkuri. SrO dibentuk dengan memanaskan hidroksida.7 g SrO larut dalam air 100 ml.penting adalah: strintianite. Hal ini juga dapat diperoleh dengan memanaskan oksida dengan aluminium di vakum perapian pada 1000. nitrat. Tetapi selain itu garam dari SrCl 2 . Suhu yang lebih tinggi diperlukan daripada dalam kasus kalsium. Asetilena murni tidak berbau. karbonat. 2. Logam itu sendiri telah tersedia secara komersial sejak 1929 tapi sangat sedikit permintaan untuk itu. Alkohol 96% Nitrat tidak dapat larut pada larutan alkohol 96%. Ammonium Karbonat. atau garam dari setiap asam organik.strontium logam umumnya digambarkan sebagai logam perak-putih. Sifat . Stronsium klorida sedikit larut dan garam anhidrat hampir dapat larut seluruhnya di laurtan alkohol 96%. tetapi beberapa pihak dianggap berasal dari warna tembaga. hidroksida digunakan dalam industri gula bit dan nitrat untuk kembang api dan sinyal api merah. Hampir semua kalsium karbida mengandung sedikit kalsium fosfin. Hidroksida lebih mudah larut dalam air dibandingkan kalsium hidroksida dan memerlukan pemanasan kuat untuk mengubahnya menjadi oksida. yang warna kuning adalah yang sebenarnya. Amerika Serikat mengimpor sekitar 1.500 ton bahan kimia strontium dan bijih pertahun. Strontium berasal dari Strontian. isomorf dengan aragonit dan celestite. SrSO 4 SrCO 3 . . Sekitar 0. yang mengembangkan fosfin pada pengerjaan dengan air menjadi tidak murni.4 gram alkohol dingin dan 262 gram alkohol 96% panas.6 H 2 O larut dalam 116.

Menghasilkan endapan berwarna putih berupa stronsium sulfat. Natrium Rhodizonate. Beri kertas dengan setetes darilarutan yang akan diuji. Asam Sulfat Encer. Ammonium Oksalat.002 gram SrCr O4 dan 0.4. Alkali Kromat.dan tidak larut dalam ammonium sulfat. Itu lebih tidak larut dalam alkohol. Dengan merebusnya dalam larutan ammonium atau larutan alkali karbonat. sama seperti kalsium tetapi stronsium oksalat lenih larut dalam asam asetat 5.900 bagian air pada suhu normal dapat melarutkan 1 bagian Sr SO4 ).132 gram CaCr O4 SrCr O4 pada suhu ruang. Na 2 C 6 O6 . menghasilkan larut encer yang tidak memiliki endapan (berbeda dengan Barium) tetapi dari konsentrasi dari larutan stronsium kromat itu membentuk endapan. Larutan terbentuk dalam larutan netral atau laurutan asam lemah. sekecil 3. Endapan tersebut dapat larut pada asam asetat. Sr SO 4 +CO 3 ↔ Sr CO3 +SO 4 8. penuhi beberapa kertas saring dengan BaCr O 4 K 2 Cr O4 yang dengan membasahinya dengan larutan jenuh dan keringkan. ++¿ ¿ ++¿+Ca SO 4 → Sr SO 4 +Ca Sr ¿ 6. tetapi lebih mudah larut dibandingkan Barium Sulfat. lalu setelah 1 menit . Pada larutan netral. Kalsium Sulfat. 100 ml dari 29% dan 1. 53% dari volume akan melarutkan 0.seteleh beberapa waktu tebentuk endapan stronsium sulfat. 7. Sr Cl 2+ H 2 SO 4 → 2 HCL+ Sr SO 4 Sronsium sulfat lebih larut dalam air dibandingkan kalsium sulfat (6. Itu agak larut dalam larutan asam klorida yang mendidih. stronsium sulfat berubah menjadi berkarbonasi.088 gram Alkohol akan melarutkan 0.9 � dari Sr dapat terdeteksi melalui “spot test” dimana Ba dikonversikan menjadi tidak larut.100 ml Alkohol. memberikan endapan berwarna merah kecoklatan dengan Br dan Sr.22 gram CaCr O4 .

Larutan amonium karbonat : endapan amorf putih kalsium karbonat : Ca2+ + CO32.P TREADWELL Translated and Revised by WILLIAM T. S. kecuali bila anionnya berwarna.HALL.à CaCO3 ↓ .) Kalsium adalah logam putih perak.)  Kalsium (Ca) KALSIUM. CaCl2 ∙ 6 H 2 O . Yang melebur pada 845oC ia terserang oleh oksigen atmosfer dan udara lembab. 9. dalam larutan-larutan air.B Volume I QUALITATIVE ANALYSIS. Kalsium membentuk kation kalsium (II). Reaksi dengan Metode Kering Pipa tiup dipanaskan diatas arang sebelum stronsium berperilaku sama dengan senyawa kalsium. Ca2+. Reaksi-reaksi ion kalsium untuk mempelajari reaksi-reaksi ini dapat dipakai larutan kalsium klorida. karena kalsium hidroksida larut cukup banyak. pada reaksi ini terbentuk kalsium oksida dan kalsium hidroksida. Natrium Sulfat. Garamgaramnya biasanya berupa bubuk putih dan membentuk larutan yang tak bewarna. Ca (Ar : 40. mungkin timbul kekeruhan karena terbentuknya kalsium karbonat. Kalsium klorida dan kalsium nitrat larut dengan mudah dalam etanol atau dalam campuran 1+1 dari etanol bebas-air dan dietil eter. endapan tersebut dapat larut dalam asam klorida. yang agak lunak. (Analytical Chemistry Based On the German text of F.teteskan pada tempat yang sama dengan setetes dari larutan Natrium Rhodizonate 5% (Feigl). Dengan zat pengendap yang telah lama dibuat.5 M : 1. Kalsium klorida padat bersifat higroskopis dan sering digunakan sebagai zat pengiring. Larutan amonia: tak ada endapan. Uap dari garam stronsium berupa gas yang berarna merah tua. Kalsium menguraikan air dengan membentuk kalsium hidroksida dan hidrogen. endapan stronsium sulfat berasal dari larutan netral atau larutan asam asetat. 0.08. 2.

→ CaSO4↓ CaSO4 larut cukup berarti dalam air (0. air soda yang baru dibuat). Endapan larut dalam air yang mengandung asam karbonat berlebihan (misalnya.53 mgCa ( COO )2 ∙ . 4.3 x 10-6) yaitu larut lebih banyak dari pada barium atau stontium sulfat. bahkan dalam asam asetat : CaCO3 ↓ + 2H+ → Ca2+ + H2O + CO2↑ CaCO3↓ + 2CH3COOH à Ca2++ H2O + CO2↑+ 2CH3COOKalsium karbonat larut sedikit dalam larutan garam-gaaram amonium dari asam kuat. tak pula dari larutan-larutan pekat dengan adanya asam asetat. . 6. endapan menjadi berbentuk kristal.2H2O l-1.6 ×10−9 tak larut ¿ dalam asam asetat.61 gram CaSO4. Dengan adanya etanol. Asam sulfat encer : endapan putih kalsium sulfat : Ca2+ + SO42. Ion-ion barium dan sromtium bereaksi serupa. Endapan melarut dalam asam sulfat pekat. K s =2. Karutan amonium oksalat : endapan putih kalsium oksalat. ion-ion kalsium dapat dideteksi dalam filtrat dengan oksalat. karena pembentukan kalsium hidrogen karbonat yang larut : CaCO3↓ + H2O + CO2 ↔ Ca2+ + 2HCO-3 Dengan mendidihkan. Kalium sulfat jenuh : tak terbentuk endapan (perbedaan dari strontium dan barium).06 gram CaSO4 atau 2.61 gram Ca2+. 3. 5. tetapi larut dengan mudah dalam asam-asam mineral. Endapan praktis tak larut dalam air 6. panas : Kompleks yang sama akan terbentuk jika endapan dipanaskan dengan larutan amonium sulfat 10 persen : Meskipun pelarutan dalam aminium sulfat mungkin tak sempurna. setelah dinetralkan dengan amonia. Larutan kalium kromat : tak terjadi endapan dari larutan-larutan encer. Ks = 2. egera dari larutan-larutan pekat dan lambat dari larutan-larutan encer : 2−¿ → Ca(COO)2 2+¿+(COO)2¿ Ca ¿ Pengendapan dipermudah dengan menjadikan larutan bersifat basa dengan amonia. endapan muncul lagi karena karbondioksida keluar selama proses itu sehingga reaksi berlangsung kearah kiri.Dengan mendidihkan. Endapan larut dalam asam. kelarutannya menjadi jauh lebih sedikit. 2.

9. dan tambahkan sekeping kecil reagensia padat. asalkan konsentrasinya tak melampaui 10 kali konsentrasi kalsium itu. Dalam hal ini.000.01g Ca. kecuali garam alkali dan amonium. Jika kalsium tak ada. Reagensia natrium dihidroksitrat osazon C6 H 5 ∙ NH −N =C−OONa C6 H 5 ∙ NH −N =C−OONa Endapan kuning garam kalsium yang sangat-sedikit larut. Magnesium tak mengganggu. Uji ini dapat dipakai untuk membedakan kalsium dari strontium. Adanya kalsium terungkap dengan terbentuknya selaput putih di atas permukaan cairan. uji ini akan lebih peka. Reagensia asam pikrolonat (atau 1-p-nitrofenil-3-metil-4-nitro-5-pirazolon) O2 N ∙CH −C ∙CH 3 . tetapi ion barium dan magnesium mengganggu. Reagensia ini berguna antara lain untuk membedakan dengan cepat. reagensia larut dengan sempurna. 8. tak boleh ada. Batas konsentrasi: 1 dalam 5. Semua logam-logam lain.000. Kepekaan: 0. yang akhirnya memisah sebagian endapan yang padat. Taruh setetes larutan uji yang netral di atas lempeng bercak hitam atau di atas kaca arloji hitam. air ledeng dari air suling: hasil positif diperoleh dengan campuran 1 bagian air ledeng dan 30 bagian air suling.7. Larutan kalium heksasinoferat (II) : endapan putih garam campuran : Fe(CN ) ¿ ¿6 ¿ 4−¿ Fe(CN ) ¿ ¿ +¿+ ¿ 2+¿+2 K ¿ Ca¿ Dengan adanya amonium klorida. kalium digantikan oleh ion-ion amonium dalam endapan.

Kepekaan : 100g (dalam 5 ml). Ketika diamati melalui mikroskop nampak kristal seperti kumpulan jarum atau prisma yang memanjang dengan adanya kalsium. nikel. timbel. alumunium. kobalt. Batas konsentrasi : 1 dalam 6.01g (dalam 0. Batas konsentrasi : 1 dalam 50. Taruh setetes larutan uji (entah netral atau diasamkan dengan asam asetat) dalam lubang dari suatu lempeng bercak yang hangat. torium.000. (Mungkin perlu untuk memanaskan lempeng perlahan-lahan di atas penangas air sampai tepat mulai terjadi kristalisasi pada pinggirannya). Uji (mikroskop) kalsium sulfat dihidrat .000. . termsuk tembaga. besi.CO N N NO2 Kristal-krislat empat persegi panjang yang khas dari kalsium pikrolonat C ¿ Ca¿ ¿ Dalam larutan netral atau asam asetat. Banyak sekali unser. 10. larutkan residu dalam beberapa tetes air. dan tambahkan setetes kecil sekali asam sulfat encer. Kepekaan adalah 0. Uapkan beberapa tetes larutan uji di atas kaca arloji sampai kering pada penangas air.01 ml) di bawah mikroskop. dan tambahkan 1 tetes larutan asam pikrolonat jenuh. Ini adalah uji pemastian yang baik sekali terhadap kalsium dalam Golongan IV: uji ini memakai sebuah mikroskop (pembesaran kira-kira 110 x). dan barium yang mengganggu. Strontium dan barium juga memberi endapan tetapi dengan bentuk kristal yang berbeda. Dihasilkan kristal-kristal empat persegi panjang yang khas. pindahkan ke atas lempeng mikroskop. Garam-garam sebaiknya terdapat sebagai nitrat.

pertama diperoleh Davy pada tahun 1808. dan kalsium karbonat. Kerap kali membatu. Kalsium juga terjadi seperti fluorit. Mineral kalsium adalah wakil utama beberapa kelompok isomorf penting: Sifat  Metallic kalsium. atau camouran 1+1 dari etanol bebas air dan dietil eter. Ini terurai air dengan evolusi hidrogen dan pembentukan hidroksida. Kalman Media Pusaka. sebagai apatit PO (¿¿ 4 )∙ 2CO 3 yang termasuk sistem heksagonal. yang mengkristal sistem isometrik dengan oktahedral yang sempurna.) Terjadi – kalsium tersebar luas di alam. Jakarta: PT. CaSO 4 CaF 2 CaSO 4 ∙ 2 H 2 O dan sebagian seperti anhidrit. Kalsium juga terjadi dalam jumlah besar seperti sulfat. karbonat. Etanol bebas air. marmer. melarutkan baik kalsium klorida maupun kalsium nitrat. mengkristal di rhombohedrons sebagai kalsit dan dalam sistem ortorombik sebagai aragonit. kapur). (Svehla. Kalsium oksida. CaSiO 3 dan anorthite CaAl2 Si 2 O8 triklinik. adalah perakputih murni. sebagian seperti monoklinik kristal gipsum. Hidroksida (kapur mati) .G. membentuk kalsium hidroksida. Uji kering (Pewarnaan nyala). Ca(OH )2 . CaO atau kapur bereaksi dengan air membebaskan banyak panas (mematikan kapur). memberi warna merah-kekuningan kepada nyala bunsen. itu melarutkan merkuri untuk membentuk sebuah campuran. CaCO3 adalah dua jenis. 12. CaCO3 . jumlah kecil dari kalsium kadang-kadang dicampur dengan timah menjadi padatan. Hal ini ditemukan dalam jumlah besar di semua bentuk bertingkat sebagai karbonat (kapur-batu. Vogel: Buku teks analisis anorganik kualitatif makro dan semi mikro. yang mengkristal dalam sistem orthorhombik. dan akhirnya di silikat tak terhitung 3 Ca3 ¿ seperti wollastonite monoklinik. Nama kalsium berasal dari Latin = Lime Latin.11. Mengoksidasi di udara. kalsium logam diperoleh dengan elektrolisis leburan kalsium klorida. Senyawa-senyawa kalsium yang mudah menguap.

Semua garam-garam liquid.jauh lebih larut dalam air daripada barium dan strointium hidroksida dan dibentuk pada penambahan alkali hidroksida ke dalam larutan pekat dari garam kalsium. dan klorida yang jauh lebih larut daripada barium klorida dalam asam klorida. larut dalam alkohol absolut. lapisan endapan kalsium karbonat putih. Alkohol absolut. Dari baruim dan strontium garam yang sesuai hanya klorida dari strontium larut dalam alkohol. Semua garam-garam lain umumnya. dengan pengecualian potasium karbonat. keduanya melarutkan nitrat dan kalsium klorid. lapisan endapan sangat besar dan menumpuk saat pertama kali terbentuk. Reaksi dalam cara basah 1. Kalsium nitrat jauh lebih larut daripada barium nitrat dalam asam nitrat kuat. atau sebuah campuran bagian-bagian yang sama dari alkohol absolut dan eter. 2. CaO ∙ 8 H 2 O Kalsium peroksida. dibuktikan bahwa bebas dari karbonat. menghasilkan tidak ada endapan dengan garam-garam kalsium. tidak dapat larut atau sangat sukar larut dalam alkohol absolut. bagaimanapun juga asam karbonik adalah abosorben dan kekerurah dari hasil kalsium karbonat. terutama saat berkontak dengan air mendidih : −−¿ → CaCO3 ++ ¿+CO3¿ Ca¿ (I) Lapisan endapan terasa larut dalam sebuah larutan aqueous dari garam ammonium dari jenis asam kuat : . Suatu pengecualian pada aturan ini adalah bentuk dalam klorid merkuri. Klorida dan nitrat kalsium yang larut dalam alkohol absolut atau dalam campuran bagian yang sama dari alkohol dan eter. tapi segera menjadi kristal. 3. Ammonia. karbonat/campuran normal. Udara-kapur mati mengandung kalsium karbonat. dan sangat amat mudah larut dalam alkohol dibanding dalam air. Ammonium Karbonat. berada di udara. atau jenis larutan lain. Na 2 O2 dibuat dengan menambahkan H 2 O2 atau ke hidroksida. yang tidak cair.

sehingga setiap asam yang dipisahkan untuk tingkat yang lebih besar daripada −¿ HCO 3¿ akan memberikan suatu efek pelarut pada kalsium karbonat: −¿ ++¿+ HCO3¿ +¿ ⃗ ← Ca¿ CaCO 3+H ¿ Jadi asam asetat mudah melarutkan kalsium karbonat. amonium karbonat komersial. dan amonium karbamat. Reagen ammonium karbonat dipersiapkan dengan 6 N amonia sebagai pengganti air.++¿+2 NH 3 ↑+ H 2 O+CO 2 ↑ +¿ → Ca¿ CaCO 3+ 2 NH 4¿ (II) Saat ammonium karbonat berupa lapisan endapan. Kalsium bikarbonat larut dalam air. NH 4 CHO 3 . sering disebut amonium sesquicarbonate. Kalsium karbamat cukup larut dalam air tapi melalui kontak dengan air pada 60 itu menjadi berubah menjadi kalsium karbonat yang tidak larut. karena dan H 2 CO 3 −¿ ¿ HCO3 juga dalam kesetimbangan dengan dan yang terakhir dengan +¿ → H 2 CO3 → H 2 O+CO2 ↑ −¿+ H ¿ HCO3¿ H2O dan CO2 : +¿¿ H . Kelebihan amonium karbonat akan mendukung kemajuan persamaan (I). ini mencegah hidrolisis garam dan perubahan bikarbonat untuk amonium karbonat. Mendidihkan larutan menyerupai kemajuan reaksi. NH 4 CO 2 NH 2 . dan mendidih dengan jumlah besar garam amonium seperti amonium klorida akan menyebabkan persamaan (II) menjadi sempurna. Amonium karbonat adalah zat yang tidak stabil. persamaan (II) adalah pada dasarnya lawan dari persamaan (I) dan hukum massa-aksi menunjukkan bagaimana reaksi dapat dibuat untuk pergi di kedua arah. garam yang terakhir sesuai dengan amonium karbonat normal kurang satu molekul air. adalah campuran dari jumlah kurang lebih setara amonium bikarbonat.

Pengendapan kalsium karbonat dari mendidih larutan encer yang mengandung garam amonium selalu lebih atau kurang lengkap. sedangkan dari larutan panas kristal yang lebih besar terbentuk: → ++¿ ← Ca C2 O4 −−¿+Ca¿ C 2 O4 ¿ Kalsium oksalat praktis tidak larut dalam air dan asam asetat.7 ×10 −8 2× 10−9 sedangkan yang menunjukkan bahwa oksalat agak kurang larut dalam air dibandingkan karbonat. memberikan dengan garam kalsium endapan putih kristal-garis Fe ( CN ¿ 6 ] . tidak larut dalam asam asetat untuk alasan berikut: (1) Produk kelarutan kalsium oksalat adalah sekitar kalsium karbonat adalah sekitar 1. 4. Ammonium Oksalat menghasilkan dalam larutan netral atau sebuah endapan larutan alkalin dari kalsium oksalat.025 mg kalsium atau terlihat kekeruhan dengan kurang dari 0. sulit untuk menyaring. (2) ionisasi konstan −¿ HCO3¿ adalah . karena alasan-alasan yang baru saja diberikan. 5. yang ketika terbentuk dari larutan dingin terdiri dari kristal sangat halus. NH 4 ¿ 2 ¿ Ca ¿ Jika 1 tetes larutan yang akan diuji diaduk dengan beberapa tetes dari larutan terkonsentrasi CN ¿ 6 NH 4 ¿ 4 Fe ¿ ¿ dan 1 tetes alkohol. endapan kristal akan terbentuk jika terlihat 0. Ammonium Feroksikan. seperti kalsium karbonat.Dan karbon dioksida dapat benar-benar keluar pada 100. tapi mudah larut dalam asam mineral ++¿+ H 2 C2 O 4 → +¿ ← Ca¿ CaC 2 O 4+ 2 H ¿ Kalsium oksalat.05 . tetapi dari larutan terkonsentrasi dingin mengandung endapan alkohol yang besar yang praktis lengkap.

Untuk melarutkan kalsium oksalat perlu menggunakan sebuah asam kuat cukup untuk menekan ionisasi hidrogen pertama asam oksalat. 7. Larutan Kalsium Sulfat tidak menghasilkan endapan dengan garam kalsium. Kelebihan −¿ C 2 O 4¿ ion akan membuat reaksi berlangsung ke arah kanan ke kiri. atau segera setelah menambahkan dua atau tiga volume alkohol. Kromat dari alkali tidak mengendap garam kalsium dari larutan encer. CaCrO4 ∙ 2 H 2 O .04 6 dan asam asetat adalah 0. sedangkan −¿ ¿ HC 2 O 4 adalah 0. 9. Menambahkan amonium hidroksida menyerupai pengendapan tetapi asam asetat mencegahnya.010 5 . Endapan amonia seperti dari larutan kalsium oksalat.) 8. Ini sesuai dengan hukum massa-aksi. ini cukup untuk menjelaskan mengapa asam asetat memiliki sedikit efek pelarut pada kalsium oksalat.0. yang ionisasi konstan 0. Kehadiran dari 0. (Catatan perbedaan dari strontium dan barium. dengan hilangnya konstituen yang mudah menguap. Osazon asam dihydroxytartaric . Kalsium oksalat dipanaskan dengan larutan natrium karbonat mudah diubah ke berkarbonasi: −−¿ → −−¿ ← CaC O 3 +C 2 O 4 ¿ CaC 2 O 4 +CO3 ¿ Reaksi ini berlangsung dalam arah kiri ke kanan ketika berlebih −¿ CO3¿ ion terlihat dalam pemisahan dari fakta bahwa kalsium oksalat agak kurang larut dari kalsium karbonat. 6. −¿ CaF 2¿ . (3) Progres reaksi tidak dapat dibantu.065. Barium Fluoride endapan kalsium fluorida. serta asam oksalat yang dibentuk dinetralkan.8 mb dalam 10 ml larutan dapat ditunjukkan oleh reagen ini. seperti dalam kasus karbonat. terbentuk perlahan-lahan setelah beberapa waktu. endapan kalsium kromat. (Catatan perbedaan dari barium dan strontium) dalam larutan pekat garam kalsium yang kalium kromat telah ditambahkan.04 17 . kelebihan ion hidrogen.

Asam asetat dalam dan pada Ca 3 ¿ kehadiran larutan asetat.01  kalsium dan biasanya akan memberikan tes dalam setetes campuran 1 bagian air keran dengan 30 bagian air suling. Untuk melaksanakan tes. letakan 1 tetes larutan yang akan diuji pada tempat piring hitam atau kaca arloji dan tambahkan sebuah fragmen kecil dari reagen. Sodium Phosphate Na (¿ ¿ 2 HPO 4 ) ¿ diproduksi dalam larutan netral putih. endapan flocculent kalsium fosfat sekunder: −−¿ → CaHPO 4 ++¿+HPO 4¿ Ca¿ Jika amonia ditambahkan ke dalam larutan pada saat yang sama. Menunjukkan bahwa bahkan asetat akan menekan ionisasi −¿ H 3 PO 4¿ ke tingkat sedemikian rupa sehingga akan mengerahkan aksi pelarut sedikit pada CaHPO 4 PO ¿ ¿ . ia akan menunjukan sesekecil 0. 10. . tersier kalsium fosfat akan diendapkan −−−¿ −¿ → H 2 O+ PO 4¿ −−¿+OH ¿ HPO4¿ Kedua fosfat kalsium dilarutkan oleh ion hidrogen. bagaimanapun. tidak akan melarutkan PO ¿ ¿ Ca2 ¿ jumlah besar.C6 H 5 NH −N =C−COOH  C6 H 5 NH −N =C−COOH Dalam menghasilkan larutan air garam alkali tanah yang flocculent endapan kuning di mana atom hidrogen dari dua kelompok karboksil diganti dengan alkali tanah. Sebagai reagen garam natrium padat digunakan.

karena pembentukan anion kompleks: NH ¿ NH ¿ Ca ¿ ¿ ¿ CaSO 4 +¿ 12. kalsium sulfat kurang larut. tapi . Jika gas ini dilakukan dalam larutan tembaga amoniak. amonia selalu mengendapkan garam tersier. fosfid. 11.213 g CaSO 4 ∙ 2 H 2 O pada suhu 40 tapi kurang lebih dari 1 mg akan melarutkan dalam jumlah alkohol yang sama. Asam Sulfat menghasilkan endapan hanya dalam larutan terkonsentrasi: ← CaCl2 + H 2 SO 4 → 2 HCl+CaSO 4 Pengendapan selesai. dan setiap asam yang mampu menekan ionisasi efek pelarut pada CaS O4 −¿ HSO 4¿ akan mengerahkan . tapi perilaku kalsium sulfat terhadap ion hidrogen mirip dengan kalsium karbonat. Asam sulfat itu sendiri. Senyawa terakhir ini tidak berbahaya saat itu lembab. jika larutan yang berisi sekitar 75 persen dari etil alkohol. atau asam kuat lainnya dapat mengerahkan efek pelarut ini.Dari sebuah larutan diperoleh dengan melarutkan kalsium fosfat dalam asam. dengan cepat menghasilkan endapan merah acetylide tembaga. namun. dan nitrida kalsium pada suhu biasa sebagai berikut: a) Karbida: OH ¿2 +C 2 H 2 ↑ CaC 2 +2 HOH → Ca¿ Asetilena terlibat dengan reaksi. C2 H 5 OH . gas dengan bau khas. Seratus ml air melarutkan 0. Asam kalsium sulfat jauh lebih larut dari kalsium sulfat normal. Kalsium sulfat juga larut dalam terkonsentrasi amonium sulfat. Air menguraikan karbida. Terlihat sedikit kelebihan ion sulfat.

6 m. sejumlah jalur lain terlihat.8m).2 m) dan satu hijau kekuningan (554.3 m. b) Fosfin: OH ¿ 2+ 2 PH 3 ↑ Ca 3 P2 +6 HOH →2 Ca¿ Gas fosfin yang berkembang dengan bau bawang putih-seperti yang mudah terbakar secara spontan.7 m.P TREADWELL Translated and Revised by WILLIAM T. Senyawa kalsium volate warna gas bata merah api tidak bercahaya. dan 593. 606. dengan menggosok.) . atau hanya dengan pemanasan.9 m. di violet biasanya sangat sulit untuk melihat 422. (Analytical Chemistry Based On the German text of F. kedua saluran tersebut milik kalsium oksida. 618. c) Nitrit: Ca 2 N 2 +6 HOH →2 Ca(OH )2 → 2 NH 3 Reaksi dengan cara kering senyawa kalsium. di oranyekuning 646. dalam kuning 581.0 m.4 m.7 m dan 572. dipanaskan dengan natrium karbonat yang diubah menjadi oksida infusibel putih yang bersinar terang ketika panas.dalam keadaan kering maka dapat segera meledak dengan pukulan. 604.B Volume I QUALITATIVE ANALYSIS. Jika kalsium klorida basah dengan asam klorida ditempatkan di api.4 m.HALL. S. Oranye-kuning ganda line (620. karena selalu mengandung sejumlah kecil dari phosphide hidrogen cair ( P2 H 4 ).5 m. spektrum api. 551.

CaCO3 (endapan berwarna putih) Dicuci dengan sedikit air panas. Skema Pemisahan dan Identifikasi Kation Kelompok IV Larutan dari hasil filtrat golongan III  Ditambahkan HNO3  Ditambahkan NH4Cl  Ditambahkan (NH4)2CO3 BaCO3.2. (endapan berwarna buang air cucian  Laruran diendapkan dalam HCl pekat  Diuapkan sampai hampir kering  Dilakukan uji nyala : memberi warna hijau kekuningan (positif terdapat Ba2+) Larutan   Ditambahkan NH3 Ditambahkan Na2CO3 SrCO3 dan CaCO3  Dicuci (endapan berwarna putih) dengan sedikit air panas.    Larutan untuk kation golongan V buang air cucian Ditambahkankan CH3COOH Ditambahkan K2CrO4 Larutan dipanaskan Larutan BaCrO4  kuning) Dicuci dengan sedikit air panas. SrCO3. buang air cucian  Dilarutkan dalam CH3COOH  Ditambahkan (NH4)2SO4 dan dipanaskan SrSO4 (endapan warna Putih) .3.

    Dicuci dengan sedikit air panas. buang air cucian Laruran diendapkan dalam HCl Diuapkan sampai hampir kering Dilakukan uji nyala : memberi warna merah keunguan (positif terdapat Sr2+) Larutan  Ditambahkan (NH4)2C2O4 CaC2O4 (endapan berwarna  putih) Dilakukan uji nyala : memberi warna merah bata (positif Ca2+) .

. stronsium (Sr) dan barium (Ba). KESIMPULAN  Kation dapat diklasifikasikan berdasarkan sifat kation tersebut terhadap beberapa reagensia tertentu.  Salah satu cara identifikasi kation adalah pemisahan kation golongan IV dengan menggunakan ammonium karbonat sebagai reagensia.  Kation golongan IV terdiri dari kalsium (Ca). BaSO3) jika di reaksikan dengan ammonium karbonat.1. SrCO3.BAB III PENUTUP 3.  Kation golongan IV memiliki karakteristik menghasilkan endapan putih ( CaCO3.

HALL. PT.Kalman Media Pusaka.Jakarta:PT.gramedia 5. Jakarta. buku teks analisis anorganik kualitatif makro dan semimakro.B. S. 1985. Haryad.Vogel: Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro. day. Analytical Chemistry based on the German text of F. Svehla. Jakarta.Kalman Media Pustaka. PT. 1990. Jr & A. ilmu kimia analikit.P TREADWELL translated and revised by WILLIAM T. 4. Svehla. Volume I QUALITATIVE ANALYSIS. 2.G.A. Analisis kimia kuantitatif edisi ke-enam R.L underwood 3.DAFTAR PUSTAKA 1. .