You are on page 1of 12

Kata Pengantar

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat,
taufik serta hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan Makalah ini.
Saya menyadari bawah mungkin dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan oleh
karena itu penulis mengaharapkan kritik dan saran yang membangun, agar saya bisa menjadi
lebih baik lagi.
Dan semoga makalah ini dapat berguna bagi pembaca, dan teman-teman sekalian, serta menjadi
bahan pertimbangan yang baik, Aminn....

pengamalan pancasila dalam kehidupan bab 4 4. tujuan penulisan BAB 2 2. penurup 1. nilai yang terkandung dalam pancasila sebagai dasar negara a.Daftar isi Pengamalan pancasila BAB 1 1. kesimpulan 2. nilai pancasila dan uud 1945 a. makna lambang garuda pancasila BAB 3 3. latar belakang 2. pembahasan 1. PENDAHULUAN 1. hari kesktian pancasila b. kajian pustaka 1. saran Daftar pustaka .

Pertanyaan yang paling dikedepankan adalah bagaimana bentuk nyata penerapan yang cocok terhadap nilai-nilai pancasila tersebut di dalam kehidupan bermasyarakat saat ini. I. LATAR BELAKANG Seiring dengan derasnya arus globalisasi saat ini yang mana setiap individu sering melupakan bahkan mempertanyakan nilai-nilai yang ada dalam pancasila maka dirasakan makin kuat pula desakan untuk terus menerus mengkaji nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila yang merupakan sumber dari segala sumber hukum yang berlaku di negara Republik Indonesia ini. Bila kita lihat babak pergantian pemerintahan di Indonesia.2. seakan dikesampingkan dan itu menjadi sebuah permasalahan baru dewasa ini. S. Pancasila telah menjiwai anak-anaknya untuk terus mempertahankan cita-cita yang ada hingga masa reformsi kini. Nilai-nilai pancasila ini bagi bangsa Indonesia meupakan landasan atau dasar. nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila memiliki arti yang mendalam baik itu secara historis maupun pengamalannya dalam kehidupan bermasyarakat.I. Dalam kehidupan bermasyarakat saat ini. Berbicara tentang nilai. . TUJUAN PENULISAN Tujuan dari penulusan karya tulis ini adalah : - Untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Rini Wahyuingsih. Akan tetapi kita patut bersyukur semenjak pergerakan G 30 S yang didalangi PKI usaha untuk menjatuhkan pancalsila tidak pernah terjadi lagi. Setidaknya penghayatan yang berbeda ini telah berdampak bagi reformasi hukum di indonesia. baik dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat maupun dalam kehidupan kenegaraan. berbangsa dan bernegara seiring dengan derasnya arus globalisasi dan juga bagaimana penerapan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan masyarakat. pancasila sedikit mengalami perubahan dalam hal penghayatannya. tanpa disadari. nilai-nilai kepancasilaan yang kita pertahankan tersebut yang ada. cita-cita dalam malkukan sesuatu juga sebagai motivasi dalam perbuatannya.BAB I PENDAHULUAN I. Akan tetapi perubahan yang terjadi selalu membawa dampak baik itu yang positif dan negatif.Pd.

Yamin merumuskan lima dasar sebagai berikut: Peri Kebangsaan. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sansekerta:pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Peri Kerakyatan. Peri Kemanusiaan. dasar . Mufakat. A. peradaban. agama. Peri Ketuhanan.I. Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Internasionalisme.- Untuk Mengetahui Nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila sebagai Dasar Negara ? - Untuk mengetahui Pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat ? BAB II KAJIAN PUSTAKA I.[1] Panca Sila oleh Soekarno yang dikemukakan pada tanggal 1 Juni 1945. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. persatuan Indonesia. kemanusiaan yang adil dan beradab. kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Mohammad Hatta dalam memoarnya meragukan pidato Yamin tersebut. yang berpidato pada tanggal 29 Mei 1945. dasar perwakilan. Sukarno mengemukakan dasar-dasar sebagai berikut: Kebangsaan. dan Kesejahteraan Rakyat. dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. dan tercantum pada paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945. Dia menyatakan bahwa kelima sila yang dirumuskan itu berakar pada sejarah. NILAI-NILAI PANCASILA DAN UUD 1945 Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. terdapat usulan-usulan pribadi yang dikemukakan dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yaitu : Lima Dasar oleh Muhammad Yamin. dan hidup ketatanegaraan yang telah lama berkembang di Indonesia. Sejarah Perumusan Rumusan-rumusan Pancasila Dalam upaya merumuskan Pancasila sebagai dasar negara yang resmi.

namanya ialah Pancasila. Namun berkat kesadaran untuk mempertahankan Pancasila maka upaya tersebut mengalami kegagalan. adalah sakti. dan ketuhanan. C.tanggal 18 Agustus 1945 Rumusan Ketiga : Mukaddimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat . kesejahteraan. lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma.tanggal 15 Agustus 1950 Rumusan Kelima : Rumusan Kedua yang dijiwai oleh Rumusan Pertama (merujuk Dekrit Presiden 5 Juli 1959) B. Pancasila. dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia. Pemberontakan ini merupakan wujud usaha mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis. enam Jendral dan berberapa orang lainnya dibunuh sebagai upaya kudeta.tanggal 22 Juni 1945 Rumusan Kedua : Pembukaan Undang-undang Dasar . Ketuhanan. Makna Lambang Garuda Pancasila * Perisai di tengah melambangkan pertahanan bangsa Indonesia * Simbol-simbol di dalam perisai masing-masing melambangkan sila-sila dalam Pancasila. Hari Kesaktian Pancasila Pada tanggal 30 September 1965. kekal dan abadi.tanggal 27 Desember 1949 Rumusan Keempat : Mukaddimah Undang-undang Dasar Sementara . internasionalisme. tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa . memperingati bahwa dasar Indonesia. tak tergantikan. Nama Pancasila itu diucapkan oleh Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni itu. yaitu: * Bintang melambangkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa * Rantai melambangkan sila Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab * Pohon beringin melambangkan sila Persatuan Indonesia . katanya: Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan. Kesejahteraan.permusyawaratan. adalah awal dari Gerakan 30 September (G30SPKI). mufakat. Hari itu. Setelah Rumusan Pancasila diterima sebagai dasar negara secara resmi beberapa dokumen penetapannya ialah : Rumusan Pertama : Piagam Jakarta (Jakarta Charter) . Maka 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September[ [G30S-PKI] ] dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Sila artinya azas atau dasar.

Merah berarti berani dan putih berarti suci * Garis hitam tebal yang melintang di dalam perisai melambangkan wilayah Indonesia yang dilintasi Garis Khatulistiwa * Jumlah bulu melambangkan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia (17 Agustus 1945).* Kepala banteng melambangkan sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan * Padi dan Kapas melambangkan sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia * Warna merah-putih melambangkan warna bendera nasional Indonesia. Tidak pernah dipublikasikan kajian mengenai apakah butir-butir ini benar-benar diamalkan dalam keseharian warga Indonesia. II/MPR/1978 tentang Ekaprasetia Pancakarsa menjabarkan kelima asas dalam Pancasila menjadi 45 butir pengamalan sebagai pedoman praktis bagi pelaksanaan Pancasila. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Sila pertama Bintang. antara lain: * Jumlah bulu pada masing-masing sayap berjumlah 17 * Jumlah bulu pada ekor berjumlah 8 * Jumlah bulu di bawah perisai/pangkal ekor berjumlah 19 * Jumlah bulu di leher berjumlah 45 * Pita yg dicengkeram oleh burung garuda bertuliskan semboyan negara Indonesia. tetapi tetap satu jua”. yaitu Bhinneka Tunggal Ika yang berarti “berbeda beda. . BAB IV PEMBAHASAN a. 1. Pengamalan Pancasila dalam kehidupan Butir-butir pengamalan Pancasila Ketetapan MPR no.

2. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira. 7. 6. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain. 1. 6. 2. 10. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. agama. kedudukan sosial. Sila kedua Rantai. 5. keturunan. Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. tanpa membeda-bedakan suku. Sila ketiga . Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia. Mengakui persamaan derajat. dan kewajiban asasi setiap manusia. kepercayaan. 3. Berani membela kebenaran dan keadilan. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 3. 4. 7. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. 8. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. 4. jenis kelamin. 5. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. 9. persamaan hak. warna kulit dan sebagainya.

4. 5. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. 7. Mampu menempatkan persatuan. nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. 5. dan kewajiban yang sama. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah. 9. hak.Pohon Beringin. 10. Sila keempat Kepala Banteng 1. 6. 6. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. kesatuan. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. 3. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia. 3. 1. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. 8. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sebagai warga negara dan warga masyarakat. setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan. dan keadilan sosial. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika. 7. 4. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa. menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia. 2. Sila kelima Padi dan Kapas . serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. 2. Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah. perdamaian abadi.

yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. 10. 4.1. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah. 2. 11. BAB V PENUTUP 1. . Mengembangkan perbuatan yang luhur. 7. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial. Pengertian Pancasila sebagai dasar negara diperoleh dari alinea keempat Pembukaan UUD 1945 dan sebagaimana tertuang dalam Memorandum DPR-GR 9 Juni 1966 yang menandaskan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa yang telah dimurnikan dan dipadatkan oleh PPKI atas nama rakyat Indonesia menjadi dasar negara Republik Indonesia. 6. Menghormati hak orang lain. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.1 . 9. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum. Kesimpulan Dengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa Pancasila sebagai dasar negara sesungguhnya berisi: 1. 8. Suka bekerja keras. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri. 3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. 5.

* Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. .2. 2. yakni sebagai dasar negara (philosophische grondslaag) Republik Indonesia. 4. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab Makna sila ini adalah: * Mengakui persamaan derajat. * Tidak memaksakan suatu agama atau kepercayaannya kepada orang lain. persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia. sifat dasar Pancasila yang pertama dan utama. Pancasila yang terkandung dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945 tersebut ditetapkan sebagai dasar negara pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh PPKI yang dapat dianggap sebagai penjelmaan kehendak seluruh rakyat Indonesia yang merdeka. Secara tepat dalam Seminar Pancasila tahun 1959 3. Pancasila harus dipandang sebagai satu kesatuan yang bulat dan utuh ialah karena setiap sila dalam Pancasila tidak dapat diantitesiskan satu sama lain. Ketuhanan Yang Maha Esa Makna sila ini adalah: * Percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Dengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa Pancasila sebagai dasar negara sesungguhnya berisi: 1. * Hormat dan menghormati serta bekerjasama antara pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup. Setiap sila (dasar/ azas) memiliki hubungan yang saling mengikat dan menjiwai satu sama lain sedemikian rupa hingga tidak dapat dipisah-pisahkan. Melanggar satu sila dan mencari pembenarannya pada sila lainnya adalah tindakan sia-sia.

Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Makna sila ini adalah: * Bersikap adil terhadap sesama. 4. *Mengembangkan sikap tenggang rasa. * Berani membela kebenaran dan keadilan. * Rela berkorban demi bangsa dan negara. Persatuan Indonesia Makna sila ini adalah: * Menjaga Persatuan dan Kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. * Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. . Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan Makna sila ini adalah: * Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat. * idak semena-mena terhadap orang lain. * Berrembug atau bermusyawarah sampai mencapai konsensus atau kata mufakat diliputi dengan semangat kekeluargaan. * Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. * Mengutamakan budaya rembug atau musyawarah dalam mengambil keputusan bersama. * Menolong sesama. * Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. 3. * Berbangga sebagai bagian dari Indonesia. * Menghargai orang lain. * Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. * Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari masyarakat Dunia Internasional dan dengan itu harus mengembangkan sikap saling hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain. * Melakukan pekerjaan yang berguna bagi kepentingan umum dan bersama. * Menghormati hak-hak orang lain.* Saling mencintai sesama manusia. 5. * Cinta akan Tanah Air.

com/2008/11/01/pancasila-sebagai-dasar-negara/ -http://id.org/wiki/Pancasila#Butir-butir_pengamalan_Pancasila -http://francmartinno.1.wordpress.wikipedia.blog.com/2007/10/01/nilai-nilai-pancasila-dan-uud-1945/ -http://ruhcitra.http://eprints. Saran - Seluruh masyarakat agar berpegang teguh dengan dasar dan sila-sila dalam Pancasila - Masyarakat indonesia harus senantiasa toleransi atas perbedaan-perbedaan yang ada di masyarakat indonesia - Senantiasa melakukan musyawarah setiap ada permasalahan DAFTAR PUSTAKA Sumber penulisan ini dari : .id/3241/2/3_artikel_P'_Mulyono.2 .pdf .friendster.http://pormadi.ac.com/2009/01/penerapan-nilai-nilai-pancasila/ .wordpress.undip.