You are on page 1of 6

Kehidupan Hutan Mangrove

Suaka Margasatwa Muara Angke

Nama : Hanifah Zahra Syawaliyanti
Kelas : 5 (Lima)

SDN Cilandak Barat 04 Pagi
Jakarta Selatan

namun peranannya cukup penting. dengan keanekaragaman jenis yang cukup tinggi. pada tahun 1998 Pemerintah mengubah status kawasan ini menjadi suaka margasatwa untuk merehabilitasinya. Tercatat sekitar 30 jenis tumbuhan dan 11 di antaranya adalah jenis pohon. gelagah (Saccharum spontaneum) dan eceng gondok (Eichchornia crassipes).04 ha. Sebagian besar telah berubah menjadirawa terbuka yang ditumbuhi rumput-rumputan. . Beberapa jenis tumbuhan asosiasi bakau juga dapat ditemukan di kawasan ini seperti ketapang (Terminalia catappa) dan nipah (Nypa fruticans). Semula SMMA ditetapkan sebagai cagar alam oleh pemerintah Hindia Belanda pada tanggal 17 Juni 1939. Kecamatan Penjaringan. kawasan ini termasuk wilayah Kelurahan Kapuk Muara. Perubahan status ini ditetapkan melalui SK Menteri Kehutanan dan Perkebunan No 097/Kpts-II/1998 sebagai Suaka Margasatwa Muara Angke dengan total luas 25. apiculata). R. Kemudian kawasan ini diperluas sehingga pada sekitar tahun 1960-an tercatat memiliki luas 1. Pohon mangrove itu di antaranya adalah jenis-jenis bakau(Rhizophora mucronata. Pada sisi utara SMMA. Tutupan Vegetasi Vegetasi semula di SMMA adalah hutan mangrove pantai utara Jawa.344. Secara administratif. Sehingga.02 ha. api-api (Avicennia spp. pidada (Sonneratia caseolaris). hanya dibatasi Kali Angke dengan permukiman nelayan Muara Angke. saat ini diperkirakan hanya tinggal 10% yang tertutup oleh vegetasi berpohon-pohon. Kawasan yang berdampingan dengan Perumahan Pantai Indah Kapuk ini. yang hidup di SMMA. Meski SMMA merupakan suaka margasatwa terkecil di Indonesia.memasukkan kawasan Muara Angke sebagai salah satu daerah penting bagi burung (IBA. terdapat hutan lindung Angke-Kapuk yang berada di dalam wewenang Dinas Kehutanan DKI Jakarta. dan kayu butabuta (Excoecaria agallocha). Dengan meningkatnya tekanan dan kerusakan lingkungan baik di dalam maupun di sekitar kawasan Muara Angke. Important Bird Areas) di Pulau Jawa.Sejarah Hutan Mangrove Suaka margasatwa Muara Angke (SMMA) adalah sebuah kawasan konservasi berdasarkan SK Menteri Kehutanan RI Nomor: 097/Kpts-II/1988.). dengan luas awal 15. sebagian wilayah cagar alam ini kemudian menjadi rusak. Kotamadya Jakarta Utara. Bahkan BirdLife International .62 ha. setelah 60 tahun menyandang status sebagai cagar alam.salah satu organisasi pelestarian burung di dunia . 29 Februari 1988 di wilayah hutan bakau (mangrove) di pesisir utara Jakarta. Akan tetapi akibat tingginya tingkat kerusakan hutan di wilayah ini.

Misalnya cerek Jawa (Charadrius javanicus) dan bubut Jawa (Centropus nigrorufus). Mereka hidup berkelompok hingga belasan ekor yang terdiri dari beberapa jantan dan betina. Biji-biji yang tak dapat dicerna itu akan dikeluarkan kembali bersama dengan fesesnya. di SMMA juga masih dijumpai kelompok-kelompok liar monyet kra atau juga biasa disebut monyet ekor panjang (Macaca fascicularis). Sekitar 17 jenis di antaranya adalah jenis burung yang dilindungi.kipasan belang (Rhipidura javanica). Bubut Jawa diketahui sebagai salah satu spesies terancam punah di dunia. akan tetapi jarang terlihat. cangak (Ardeola spp. . SMMA juga menjadi rumah bagi perenjak Jawa (Prinia familiaris). dengan penyebaran terbatas di beberapa tempat saja termasuk di SMMA. Karnivora kecil pemakan ikan dan aneka hewan air ini terutama aktif di malam hari (nokturnal). merbah cerukcuk (Pycnonotos goiavier). Jenis mamalia lain yang dapat ditemukan di SMMA. Jenis burung yang sering dijumpai antara lain adalah pecuk-padi kecil(Phalacrocorax niger). Selain itu. kareopadi (Amaurornisphoenicurus). adalah berangberang cakar-kecil (Aonyx cinerea). Makanan utamanya ialah dedaunan muda dan buah-buahan hutan bakau seperti buah pidada(Sonneratia caseolaris). bangau jenis ini diketahui hanya berbiak diPulau Rambut yang terletak tidak jauh dari Muara Angke. Di Pulau Jawa. yang hidup di wilayah ini. SMMA juga dihuni oleh beberapa jenis burung endemik.).). remetuk laut (Gerygone sulphurea) dan lain-lain. Beberapa di antaranya merupakan burung khas hutan bakau seperti halnya sikatan bakau (Cyornis rufigastra). Burung terancam punah lainnya yang menghuni kawasan ini ialah bangau bluwok (Mycteria cinerea). yang hanya ada di Pulau Jawa. Di samping jenis-jenis burung.mandar batu (Gallinula chloropus). Jakarta Green Monster mencatat seluruhnya ada 91 jenis burung.Keanekaragaman Satwa SMMA merupakan tempat tinggal aneka jenis burung dan berbagai satwa lain yang telah sulit ditemukan di wilayah Jakarta lainnya. yakni 28 jenis burung air dan 63 jenis burung hutan. Monyet ekor panjang memiliki peranan yang penting di dalam Suaka Margasatwa Muara Angke. kuntul (Egretta spp. betet biasa (Psittacula alexandri). karena membantu penyebaran biji-bijian tumbuhan hutan.

salam. pelayanannya kurang ramah. orang tak segan-segan membagikan pengalaman dan foto agar orang lain bisa datang. sapa. Namun sayang. ular kadut belang (Homalopsis buccata). ular pucuk (Ahaetula prasina) dan ular bakau (Cerberus rhynchops). Taman Wisata Alam Angke Kapuk sangat bagus. Larangan membawa kamera ke dalam kawasan juga larangan yang aneh menurut saya. Menurut informasi dari warga sekitar. Adanya pondokan dan lokasi kemah bisa menjadi alternatif liburan keluarga sekaligus pengenalan alam. . ular cincin mas (Boiga dendrophila). Kesan dan Masukan Secara lokasi. senyum. rasanya larangan membawa kamera tetaplah aneh. Jakarta Pusat. di SMMA masih ditemukan pula jenis buaya muara (Crocodylus porosus). maka Taman Wisata Alam Angke Kapuk akan mendapat promosi gratis.SMMA juga menjadi tempat hidup berbagai spesies reptilia seperti biawak air (Varanus salvator). pengunjung terlebih dulu harus mendapatkan izin dari Kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta di Jalan Salemba Raya. Perizinan Untuk memasuki Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA). ular sendok Jawa alias kobra Jawa (Naja sputatrix). ular sanca kembang(Python reticulatus). Apalagi di era media sosial sekarang ini. Padahal jika pengunjung diperbolehkan memotret (kecuali untuk kebutuhan komersial semacam foto pra pernikahan atau syuting). Meski ini bisa diatasi dengan kamera ponsel yang kualitasnya tak kalah dengan kamera biasa. terutama dalam 3S. Makanan di kantin juga sepertinya kurang siap. ular welang (Bungarus fasciatus). Pengelola sepertinya kurang bisa melihat kebutuhan pelanggan. Larangan membawa makanan dari luar rasanya kurang bijaksana jika di dalam kawasan sendiri tidak menyediakan makanan yang layak.

Contoh Gambar di Hutan Mangrove .