You are on page 1of 37

ASUHAN KEBIDANAN KELUARGA Tn.M PADA Tn.

M
DENGAN DAMPAK DAN BAHAYA MEROKOK DI RT 01 RW II DESA
METUK
KECAMATAN MOJOSONGO KABUPATEN BOYOLALI

Laporan Individu
Disusun untuk memenuhi tugas PKL Kebidanan Komunitas

Disusun Oleh :
NAMA : UMMI SALMAH
NIM

: 2010.040

AKADEMI KEBIDANAN CITRA MEDIKA
SURAKARTA
2012
LEMBAR PENGESAHAN
1

2

ASUHAN KEBIDANAN KELUARGA Tn.M PADA Tn.M
DENGAN DAMPAK DAN BAHAYA MEROKOK DI RT 01 RW II DESA
METUK
KECAMATAN MOJOSONGO KABUPATEN BOYOLALI
Laporan Individu Praktek Kerja Lapangan Kebidanan Komunitas
Telah Memenuhi Syarat dan disetujui
Hari Tanggal 2012

Menyetujui dan Mengesahkan
Kadus

Pembimbing

(Juminto.)

(Susi Lastianingsih, Amd.Keb)
Mengetahui
Direktur

(Siti Muliawati.,S.SiT,M.Kes)

AKADEMI KEBIDANANCITRA MEDIKA
SURAKARTA
2012

3

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Tuhan YME yang telah memberikan rahmat, hidayah dan
inayah kepada penulis sehingga bisa menyelesaikan Laporan Praktek Kerja
Lapangan Kebidanan Komunitas di Kelurahan Metuk RT 01. RW II Kecamatan
Mojosongo
Terselesaikannya laporan ini berkat bimbingan dan dukungan dari
berbagai pihak, tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1.
DKK Boyolali yang telah memberikan ijin Praktek Kerja Lapangan
Kebidanan Komunitas
2.
Pihak Puskesmas Mojosongo yang telah membantu dan mengawasi
kegiatan mahasiswi dilahan Praktek Kerja Lapangan Kebidanan Komunitas
3.
Kepala Kelurahan Metuk dan seluruh perangkatnya serta seluruh pejabat
Kelurahan Metuk yang telah memberikan lahan praktek
4.

Ketua PKK Kelurahan Metuk beserta Kader- Kader

5.
Ibu Siti Muliyawati S.SiT, M. Kes Direktur Akademi Kebidanan Citra
Medika Surakarta
6.
Ibu Susi Lastianingsih, Amd. Keb selaku dosen pembimbing yang telah
memberikan dukungan dan bimbingan
7.
Masyarakat Metuk yang telah berpartisispasi dalam setiap kegiatan kami
yang bersedia menjadi responden
8.
Teman – teman Akademi Kebidanan Citra Medika Surakarta yang selalu
mendukung dalam setiap kegiatan
Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam laporan ini, oleh sebab
itu saran dan kritik yang membangun sangat kami harapkan, dan semoga laporan
ini bermanfaat bagi semua pihak. Terima kasih.
Boyolali Oktober 2012
Penulis

DAFTAR ISI

........................Latar Belakang M Latar Belakang Masalah .......................................................................... 4 4 4 5 5 6 9 BAB III ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS.......................................................... 13 22 22 23 23 23 23 BAB IV PEMBAHASAN KASUS......................................................................................... Tipe Keluarga.............................................................................................................. Kesimpulan..................... 1..... 24 BAB V PENUTUP............ Konsep Dasar Kebidanan Keluarga..................................... 1 2 2 BAB II TINJAUAN TEORI ..... 4 A. iv DAFTAR LAMPIRAN........... 3.......................... Metode Penulisan/Penelitian ......................................................................................... ii KATA PENGANTAR ..................... Pengkajian…………………………………………………................................................... 25 A.................................................. 4.................................................................................................................................. v BAB I PENDAHULUAN ..................................................... E............................................................ B...................... Saran................................... B.............................................................................................................................................................................................. 1 A........... C............. Pengertian Keluarga.............. Latar Belakang....... F.................................................................................................................................................................................................. Tujuan Penulisan.. Manajemen / asuhan kebidanan pada keluarga......................................................................... Prioritas Masalah............................................. G...................... Fungsi Keluarga............................................................................... Teori Merokok............. Analisa Data.. 25 25 DAFTAR PUSTAKA BAB I PENDAHULUAN A.................................................................................. A. Perumusan Masalah... Peran Keluarga.... D.............................................................. B...................................... i HALAMAN PENGESAHAN .................... Perecanaan... C........................ Evaluasi................................................................... B.............................................. 13 A.............................................4 HALAMAN JUDUL ................ Pelaksanaan............ iii DAFTAR ISI ....... 2.............................. C..................................................................................................................................

Tujuan Umum Menerapkan asuhan kebidanan komunitas pada keluarga dengan dampak dan bahaya merokok . B.5 Setelah dilakukan pendataan di Dukuh Sidorejo RW II Desa Metuk Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali didapat data jumlah peduduk RW II sebanyak 1119 jiwa. .Mahasiswa diharapkan mampu melakukan pengkajian data . 2. Dari seluruh jumlah warga RW II 560 jiwa berjenis kelamin wanita dan 559 berjenis kelamin laki-laki.Mahasiswa diharapkan mampu memprioritaskan permasalahan . Tujuan khusus . Tujuan umum Mahasiswa dapat melaksanakan asuhan kebidanan pada keluarga dan menerapkan teori yang telah didapatkan di perkuliahan ke dalam praktik kerja lapangan kebidanan komunitas.Mahasiswa diharapkan mampu melakukan perumusan masalah . Tujuan Umum dan Khusus 1. Dari 559 lakilaki ditemukan 200 mempunyai kebiasan merokok.Mahasiswa diharapkan mampu melakukan analisa data .sehingga dapat mengurangi kebiasan merokok Memberikan pendidikan kesehatan mengenain bahaya dan dampak merokok merupakan serangkaian upaya untuk memberikan pengetahuan kepada bapak dan diharapkan bapak bersedia dan mampu menerapkan materi yang disampaikan dalam rangka penuluhan dampak dan bahaya merokok sehingga tidak ada komplikasi – komplikasi dan penyakit yang timbul akibat kebiasan merokok.Mahasiswa diharapkan mampu melakukan perencanaan - berdasarkan prioritas masalah Mahasiswa diharapkan mampu - tindakan berdasarkan rencana Mahasiswa diharapkan mampu melakukan pelaksanaan melakukan evaluasi berdasarkan pelaksanaan yang telah dilakukan B Tujuan Penulisan 1. Salah satu dari di RW II kurang pengetahuan tentang bahaya dan dampak merokok Bapak yang merokok seharuhny mengetahui dampak dan bahaya merokok.

budaya.M Melakukan analisis data pada keluarga Tn. Studi Kepustakaan Metode ini dilakukan dengan mencari sumber yang berasal dari refrensi atau literature yang dijadikan sebagai landasan metode ini diharapkan dapat sebagai perbandingan antara kenyataan lapangan dan teori yang ada. factor ekonomi. serta riwayat kesehatan keluarga.6 2. b. g. 2.M Melakukan evaluasi pada Tn. Melakukan pengkajian kebidanan pada keluarga intensif Tn.M Membuat prioritas masalah yang terdapat pada Tn.M A. d.M Merencanakan asuhan kebidanan pada Tn. c. faktor rumah dan lingkungan. .M tentang struktur dan sifat keluarga. Wawancara Wawancara dilakukan untuk data secara langsung dari narasumber yaituTn.M Merumuskan masalah yang terdapat pada Tn. social. f. Wawancara dilakukan dengan mengajukan pertanyaan mengenai keluarga Tn. e. Metode Penulisan / Penelitian Dalam penyusunan laporan ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah : 1.M Melaksanakan asuhan kebidanan pada Tn.M. Tujuan Khusus a.

Home Visit Metode ini dilakukan untuk mendapatkan data mengenai keluarga dan juga melakukan observasi dan evaluasi penyelesaian masalah yang telah diberikan pada responden. Keluarga adalah dua atau lebih dari individu yang tergantung karena hubungan darah. 4.7 3. berorientasi satu . BAB II TINJAUAN TEORI A. Pengertian Keluarga Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat dibawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan (Dep Kes RI 1998). hubungan perkawinan atau pengangkatan mereka hidup dalam satu rumah tangga. enak dan berkehendak bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk memuliakan masingmasing anggotanya. Observasi Partisipasif Dengan mengadakan pengamatan langsung pada keluarga intensif untuk mengetahui perkembangan kesehatan yang dirasakan. Menurut Ki Hajar Dewantara keluarga adalah kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki. Konsep Dasar Kebidanan Keluarga 1. Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal disuatu tempat dibawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. esensial.

kakek. Peran Anak Anak melaksanakan perahan psikososial sesuai tingkat perkembangan baik. Ayah sebagai suami dari istri dan ayah bagi anak-anaknya berperan mencari nafkah. Single Family (keluarga duda atau janda) adalah keluarga yang terjadi karena perceraian atau kematian. d. Peran Keluarga Menurut Hartan dan Hunt tahun 1999 peran keluarga terdiri dari sebagai berikut : a. c. Composite Family (keluarga berkomposisi) adalah keluarga yang perkawinannya berpoligami atau hidup bersama. saudara sepupu. Peran Ayah.8 sama lain dan dalam perannya masing-masing menciptakan dan mempertahankan serta mempertahankannya kebudayaan (Effendy. dan sebagainya. Serial Family (keluarga berantai) adalah keluarga yang terdiri dari wanita dan pria yang menikah lebih dari 2x dan merupakan satu keluarga inti. f. perlindungan dan memberi rasa aman sebagai kepala keluarga. sosial . Tipe Keluarga Tipe keluarga menurut Hartan dan Hunt tahun 1999 adalah sebagai berikut : a. ibu dan anak. d. keponakan. dan spiritual. fisik. pendidikan. Pemegang kekuasaan dalam rumah tangga. Extendet Family (keluarga besar) adalah keluarga inti di tambah dengan sanak saudara misalnya: nenek. b. Cahibitation Family (keluarga habitas) adalah dua orang yang menjadi satu keluarga. mental. bibi. ibu mempunyai peran mengurus rumah tangga pengasuh anak-anaknya dan sebagai satu kelompok dari peran sentral dari anggota masyarakat dan pencari nafkah tambahan. Peran Ibu Sebagai istri dan suami dan ibu dari anak-anaknya. b. c. 2. 3.paman. Nuclear Family (keluarga inti) adalah keluarga yang terdiri dari ayah. 2003) . . sebagai kelompok masyarakat. e.

Fungsi sosialisasi yaitu individu atau anggota keluarga mempelajari kebiasaan ide-ide nilai dan tingkah laku dalam masyarakat melalui lingkungan keluarga.9 1) Patriakal. Fungsi toleran dan efektif yaitu apabila rasa cinta kasih saying dalam keluarga dapat dirasakan oleh semua anggota maka anggota keluarga akan merasakan kesenangan kegembiraan dan ketentraman sehingga mereka akan kerasan tinggal dirumah maka keluarga merupakan tempat rekreasi bagi anggota keluarga. yang dominan dan memegang kekuasan dalam keluarga adalah dipihak ibu. Fungsi Keluarga Fungsi keluarga dalam hidup sehari-hari menurut Hartan dan Hun (1999) yaitu : a. f. yang dominan dan memegang kekuasaan dalam keluarga adalah dipihak ayah 2) Matriakal. Fungsi perlindungan dan pemeliharaan yaitu memberikan perlindungan dan pemeliharaan terhadap sesama. d. e. Fungsi pendidikan yaitu keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama karena anak-anak mengenal pendidikan sejak lahir. Fungsi pengaturan sexual yaitu keluarga merupakan wadah sah baik ditinjau dari agama maupun masyarakat dalam pengetahuan dan pemuasan keinginan seksual b. g. penemuan ketrampilan dalam rangkaian tahap yang logis . yang memegang kekuasan dalam keluarga adalah ayah dan ibu. 3) Equalitarian. Fungsi ekonomi yaitu anggota keluarga sebagai penghasil ekonomi terutama orang tua sedangkan anggota keluarga yang lain atau anak berfungsi sebagai konsumen. B. c. ilmiah. 4. Manajemen / Asuhan Kebidanan pada Keluarga 1) Pengertian Asuhan Kebidanan Manajemen kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang digunakan sebagai untuk mengorganisasikan pikiran tindakan berdasarkan teori. Fungsi reproduksi yaitu keluarga berfungsi menghasilkan anggota baru sebagai penerus keturunan.

1990:80). faktor ekonomi. 1996:12). masa persalinan. 2001:126). 2) Pengertian Asuhan kebidanan Asuhan kebidanan adalah penerapan fungsi dan kegiatan yang menjadi tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada klien yang mempunyai kebutuhan atau masalah dalam bidang kesehatan ibu masa hamil. Pengumpulan data subyektif dilakukan melalui wawancara. sosial. bayi setelah lahir. serta keluarga berencana (Sofyan. masyarakat dan lingkungannya. Manajemen kebidanan adalah metode yang digunakan oleh bidan dalam menentukan dengan mencari langkah dan pemecahan serta dalam menentukan tindakan untuk menyelamatkan pasiennya dari gangguan kesehatan (Syahlan. Berdasarkan data pengumpulan dilaksanakan secara langsung di masyarakat (data subyektif) dan tidak langsung (data obyektif).10 untuk pengambilan suatu keputusan yang berfokus pada klien (Varney. pemeriksaan dan pengolahan catatan keluarga. riwayat kesehatan keluarga. wawancara sebaiknya dilakukan pada seluruh anggota keluarga tentang struktur dan sifat keluarga. a. Identifikasi masalah Bidan yang bekerja didesa dalam memberikan pelayanan kesehatan melalui identifikasi dalam mengatasi keadaan masalah kesehatan di desa. Kegiatan yang dilakukan oleh bidan dalam pengumpulan data obyektif adalah pengumpulan data atau catatan tentang kegiatan desa dan pencatatan data keluarga sebagai sasaran pemeriksaan . budaya. 2) Data obyektif Data obyektif diperoleh dari hasil observasi. rumah dan lingkungan. 1) Data subyektif Data subyektif diperoleh dari informasi langsung diterima dari masyarakat.

11 yang dilakukan secara inspeksi yaitu dengan melihat keadaan. Prioritas masalah Penetapan prioritas dinilai oleh sebagian besar sebagai inti proses perencanaan. Aspek penilaian dan kebijakkan banyak diperlukan bersama-sama dengan kecakapan unik untuk mensintesis berbagai rincian yang relevan. Rumusan masalah Dapat ditemukan berdasarkan analisis didalam rumusan masalah mencakup masalah utama dan penyebabnya serta maslah potensial. c. Pelayanan kesehatan yang ada serta faktor-faktor keturunan yang berpengaruh terhadap kesehatan. Melalui proses analisis dapat ditemukan jawaban tentang: 1) Hubungan antara penyakit atau status kesehatan dengan keadaan lingkungan sosial budaya (perilaku). dapat dikatakan sebagai suatu persiapan untuk keputusan penting dalam penetapan prioritas. kebersihan. Langkah yang mengarah pada titik ini. Analisis Setelah data dikumpulkan dan dicatat maka bidan melaukan analisis. b. Sehingga dapat dirumuskan menjadi: 1) Rendahnya tingkat pendidikan Dalam keluarga Tn. denah rumah. 3) Adanya kebiasan merokok Adanya anggota keluarga yang mempunyai kebiasan merokok d. . 2) Masalah-masalah kesehatan (termasuk penyakit) yang ada pada masyarakat. 2) Jarak jamban dan sumber air kurang memnuhi syarat Jarak jamban dengan sumber air < 10 M. Tujuan analisi adalah menggunakan data-data yang terkumpul dan mencari kaitan satu dengan yang lainnya sehingga ditemukan dalam berbagai masalah.M pendidikan terakhir SD.

Evaluasi Tujuan evaluasi adalah untuk mengetahui ketepatan atau kesempurnaan antara hasil yang dicapai dengan tujuan yang yang ditetapkan sebelumnya. Bidan harus memonitor perkembangan dan perubahan yang terjadi terhadap ibu. Suatu kegiatan dinyatakan berhasil bila hasil evaluasi menunjukan data yang disesuaikan dengan tujuan yang akan dicapai. Tindakan/ Pelaksanaan Kegiatan yang dilakukan bidan dikomunitas mencakup rencana pelaksanaan yang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. penetapan prioritas. 4) Dukungan dari keluarga dan kader kesehatan. Aspek penilaian dan kebijakkan banyak diperlukan bersama-sama dengan kecakapan unik untuk mensintesis berbagai rincian yang relevan. Bila ada hambatan atau masalah segera dilakukan pengkajian untuk mengambil langkah mengatasinya. Bila tujuan tidak dicapai maka perlu dikaji kembali penyebabnya. Dalam perencanaan mencakup: 1) Penyuluhan (edukasi) mengenai penyakit asma pada penderita hiperetensi dan keluarganya. Di dalam pelaksanaan tindakan tidak jarang ditemukan masalah dan hambatan. anak balita dan lingkungan. Evaluasi dilakukan berdasarkan rencana tindakan dan evaluasi yang ditetapkan sebelumnya. Perencanaan Adalah rancangan upaya yang disusun untuk mengetahui suatu masalah. f. g. 2) Mempelajari dan memahami faktor-faktor penyebab penyakit hipertensi kambuh (allergen) dan mengetahui cara mengendalikannya.12 e. Di dalam pelaksanaan kegiatan. 3) Hubungan yang diharapkan dari sector atau instansi dari para pemimpin dan tokoh masyarakat serta organisasi masyarakat. Tujuan yang ditetapkan dalam penyusunan rencana mencakup keadaan yang diharapkan dapat dicapai. .

Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual. .TEORI MEROKOK Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. jarang sekali dipatuhi). bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok. Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika. sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Sianida adalah senyawa kimia yang mengandung kelompok cyano. Pada abad 16. misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung(walapun pada kenyataanya itu hanya tinggal hiasan. Benzene juga dikenal sebagai bensol merupakan senyawa kimia organik yang mudah terbakar dan cairan tidak berwarna.Kandungan Rokok 1. B.13 C. Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lainnya. di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan sematamata. Sejak beberapa tahun terakhir. 2. untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika. Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa.

Amonia ditemukan di mana-mana di lingkungan tetapi sangat beracun dalam kombinasi dengan unsur-unsur tertentu. Zat ini juga digunakan sebagai zat pembuat plastik dan pestisida. Asetilena (bahan bakar yang digunakan dalam obor las) merupakan senyawa kimia tak jenuh yang juga merupakan hidrokarbon alkuna yang paling sederhana. Metanol (alkohol kayu) adalah alkohol yang paling sederhana yang juga dikenal sebagai metil alkohol. 7.  Kawung: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun aren. Hidrogen sianida adalah racun yang digunakan sebagai fumigan untuk membunuh semut. Rokok berdasarkan proses pembuatannya.  Rokok Kretek: rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau dan cengkeh yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu. 4. bahan baku atau isi rokok. Formaldehida cairan yang sangat beracun yang digunakan untuk mengawetkan mayat.14 3. 5. Rokok berdasarkan bahan baku atau isi. Rokok berdasarkan bahan pembungkus. Cadmium sebuah logam yang sangat beracun dan radioaktif yang ditemukan baterai. . Pembedaan ini didasarkan atas bahan pembungkus rokok.  Rokok Putih: rokok yang bahan baku atau isinya hanya daun tembakau yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu. Arsenik adalah bahan yang terdapat dalam racun tikus C. Jenis Rokok Rokok dibedakan menjadi beberapa jenis. dan penggunaan filter pada rokok.  Klobot: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun jagung. 6. proses pembuatan rokok. 8. 9.

5. C. Kulit keriput Merokok dapat meyebabkan penuaan dini pada kulit karena rusaknya protein yang berguna untuk menjaga elastisitas kulit. Rokok dapat menyebabkan katarak dengan 2 cara. 40% lebih terjadi pada perokok. Rokok berdasarkan penggunaan filter. .  Rokok Non Filter (RNF): rokok yang pada bagian pangkalnya tidak terdapat gabus.  Rokok Filter (RF): rokok yang pada bagian pangkalnya terdapat gabus. Hilangnya pendengaran Karena tembakau dapat menyebabkan timbulnya endapan pada dinding pembuluh darah sehingga menghambat laju aliran darah ke dalam telinga bagaian dalam. terhambatnya aliran darah. Kanker Kulit Merokok tidak meyebabkan melanoma (sejenis kanker kulit) tetapi merokok mengakibatkan meningkatnya kemungkinan kematian akibat penyakit tersebut.15  Sigaret Kretek Tangan (SKT): rokok yang proses pembuatannya dengan cara digiling atau dilinting dengan menggunakan tangan dan atau alat bantu sederhana. PENYAKIT AKIBAT ROKOK 1. 2. sariawan mulut dll. Rambut rontok Rokok memperlemah sistem kekebalan sehinggan tubuh lebih rentan terhadap penyakit yang menyebabkan rambut rontok. 3. terkikisnya vitamin A. Katarak Merokok dipercaya dapat memperburuk kondisi mata yaitu memutihnya lensa mata yang menghalangi masuknya cahaya dan menyebabkan kebutaan. Kulit perokok menjadi kering dan keriput terutama di sekitar bibiran mata. 4.

Berisiko tinggi untuk terkena kanker paru-paru dan jantung Pemakaian tembakau adalah salah satu faktor resiko terbesar untuk penyakit ini. merokok dapat menyebabkan enfisema yaitu pelebaran dan rusaknya kantong udara pada paru-paru yang menurunkan kapasitas paru untuk menghisap oksigen dan melepaskan CO 2. membuat gigi menjadi kuning dan terjadinya caries. dan asap rokok lebih mudah terikat pada darah dari pada oksigen sehingga kemampuan darah untuk mengangkat oksigen turun 15% pada para perokok. Penyakit jantung Rokok menyebabkan jantung berdenyut lebih cepat. Caries Rokok mempengaruhi keseimbangan kimiawi dalam mulut membentuk plak yang berlebihan. Telah ditetapkan bahwa asap rokok mengandung lebih dari 40 macam zat racun. 13. Kerusakan Paru Selain kanker paru dan jantung merokok dapat pula menyebabkan batuk. 9.16 6. 8. 11. 10. 7. Tukak lambung Konsumsi tembakau menurunkan resistensi terhadap bakteri yang menyebabkan tukak lambung juga meminimalisasi kemampuan lambung untuk menetralkan asam lambung setelah makan sehingga sisa asam akan mengerogoti dinding lambung.5 kali lipat . Enfisema Selain kanker paru.akibatnya tulang para perokok kehilangan densitasnya menjadi lebih mudah patah atau retak dan penyembuhannya 805 lebih lama. Osteoporosis Karbon momoksida (CO) yaitu zat kimia beracun yang banyak terdapat pada gas buangan mobil. Dikarenakan rusaknya kantung udara pada paru yang menurunkan kapasitas paru dan oksigen untuk melepas O2. perokok berisiko kehilangan gigi mereka 1. Diskolori jari-jari . menaikkan tekanan darah dan meningkatkan resiko terjadinya hipertensi dan penyumbatan arteri yang akhirnya menyebabkan serangan jantung dan stroke. 12.

Sejak itu jumlah perokok drastis menurun.000 . vena. hanya 1 dari 6 penduduk yang masih merokok.17 Tar yang terdapat pada asap rokok terakumulasi pada jari-jari dan kuku yang meninggalkan warna coklat kekuningan. 15. Kematian di Indonesia Per Tahun Akibat dari : a. Rokok (1 dari 5 kematian) 458. 14.000 b. Pada tahun berikutnya 6 dari 10 perokok langsung berhenti merokok dan tahun 1990 1 dari sisa 4 yang bertahan dan tetap menjadi perokok. Penyakit Buerger Terjadinya inflamasi pada arteri. yang mengakibatkan terhambatnya aliran darah. Keracunan 60. Virus 90.000 d. Rokok juga memperkecil jumlah sperma dan infertilitas banyak terjadi paad perokok. Beberapa studi menemukan bahwa pria yang merokok meningkatkan risiko menjadi ayah dari anak yang berbakat kanker. Penyakit Kelamin 40. Kerusakan Sperma Rokok dapat menyebabkan deformasi pada sperma dan kerusakan pada DNAnya sehingga mengakibatkan aborsi.000 e.000 c.000 f. Akibat Senjata 35. Alkohol 107. dan saraf terutama di kaki. Statistik Mengamankan Tahun 1964 di Indonesia ditemukan dan diumumkan oleh Menteri Kesehatan bahwa merokok mengakibatkan kanker. Dan jika dibiarkan tanpa perawatan akan mengarah ke gangrene (matinya jaringan tubuh) sehingga pasien perlu diamputasi 2. Dari penduduk Indonesia yang 250 juta. Indonesia adalah Negara urutan ke 70 dari 87 negara yang penduduknya merokok 3.

6. pancreas. Kendaraan Bermotor 25. akan meningkat menjadi 10 juta.18 g. 5. Apabila trend ini tidak berubah pada tahun 2020 atau awal 2030. jalan pernapasan. atau 2 x penduduk AS). Data Akibat Rokok di Indonesia Kematian akibat rokok 20 x kematian akibat narkoba. kerongkongan. esophagus. Statistik WHO Secara dunia WHO memperkirakan kematian setahun akibat rokok 3 juta. Pengkajian . Jenis Kanker akibat Rokok 17 Jenis Kanker Bibir.000 4. Itu berarti sampai tahun 500 juta akan meninggal karena rokok (10% dari penduduk dunia. liver. bladder% BAB III ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS A. Narkoba 20. mulut.000 h. perut.

M UMUR ..M b. Daftar Anggota Keluarga : N Nama Hubungan L/p Umur Pendidikan Pekerjan O 1 Murimin keluarga Kepala L 52 Th SD Buruh keluarga .000. Agama : Islam e. Suku/ Bangsa : Jawa/ Indonesia j. Umur : 52 tahun c. Jenis Kelamin : Laki-laki d. STRUKTUR DAN SIFAT KELUARGA 1.TAHUN DENGAN DAMPAK DAN BAHAYA MEROKOK KEBIDANAN KOMUNITAS PENGKAJIAN KELUARGA RT/ RW : RT 01 / RW II Nama Surveyor: Ummi salmah Kelurahan : Metuk Tanggal Kecamatan : Boyolali : 10 Oktober 2012 Nama Responden : Tn.M PADA Tn.M A. Pendidikan : SD f. 700.- h. Struktur Keluarga a. Pendapatan : ± Rp. Pekerjaan : Buruh g. Alamat Sidorejo RT 02/ RW II i.. Nama KK : Tn.19 ASUHAN KEBIDANAN KELUARGA INTENSIF Tn.

Genogram 30 86 41 60 27 : 40 52 16 .20 2 3 Surti Amad 4 Munadi Parti 7 Istri Anak P L 50 Th 16 Th MI SMK Buruh Pelajar Nenek P 80 Th SD Keluaraga yang masih bayi dan Balita 1 Bulan IMUNISASI 3 Bulan 2 Bulan - 4 Bulan 9 Ha Bulan ri Hb BC Poli DPT/H Polio DPT/H Polio DPT/H Polio Campa 0 G o1 B1 2 B2 3 4 B3 k. Tipe Keluarga : inti l. Genogram : + 85 80 52 k 50 H.

keadaan baik 86 tahun:Ibu Tn.21 Keterangan: + : Ayah Ny.s hidup usia 50 tahun.S meninggal dunia pada usia 82 tahun karena sudah tua 80 tahun : Ibu Ny.S hidup usia 52 tahun.keadan kesehatan baik 85 tahun :Ayah Tn.keadan baik 50 tahun :Ny.M hidup usia 40 tahun .M hidup usia 86 tahun.S hidup usia 41 tahun 60 tahun:Saudara perempuhan Tn.keadan baik 52 tahun :Saudara perempuhan Ny.keadan baik 41 tahun:saudara laki-laki Ny.M hidup usia 85 tahun.M hidup usia 60 tahun 40 tahun:Saudara perempuha Tn.S hidup usia 80 tahun.

Hubungan antar anggota keluarga 1. 5) Cara pengolahan makanan : memenuhi syarat kesehatan. 6) Menu makan dalam Seminggu : bervariasi 7) Cara Penyajian Makanan : disiapkan di tempat makan 8) Cara Menyimpan/ Mengamankan makanan dari pencemaran: ditutup dengan penutup makanan.Sifat keluarga.Jusia 27 tahun hidup 16 tahun:An. 2.A usia 30 tahun hidup 27 tahun:Tn.22 52 tahun:Tn. lauk pauk.hari 1) Waktu makan : teratur 2) Frekuensi makan : 3x/hari 3) Porsi makan : 1 piring 4) Jenis makan : makanan pokok.A usia 16 tahun hidup I. a. 4. sayuran. Kebiasaan hidup sehari. : harmonis Hubungan suami istri: Harmonis Hubungan orang tua dengan anak: Harmonis Hubungan anak dengan orang tua : Harmonis Hubungan antara keluarga dengan masyarkat: Harmonis 2. 9) Kebiasaan cuci tangan : sebelum & sesudah makan 10) Makanan Pantangan dalamKamar keluarga Dapur Mandi: tidak ada Kamar 11) Makanan Kesukaan Keluarga : tempe 12) Kebiasaan minum Keluarga : air putih Kamar c. 3. Anggota keluarga yang berpengaruh dalam mengambil keputusan : istri b. Kebiasaan Istirahat dan tidur keluarga Ruang Keluarga Ruang Tamu Kamar .M Hidup usia 52 tahun 30 tahun:NY.

frekuensi : 2x/ hari 4) Kebiasaan mencuci rambut : 3x/ minggu.- b. Penghasilan utama dalam 1 bulan 1) Ayah : Rp. 1x/ hari g. 700. menggunakan shampoo 5) Penggunaan alas kaki : ya h.23 1) Kebiasaan istirahat dan tidur : ada 2) Waktu istirahat/ tidur : Malam 8 jam 3) Kualitas tidur/ Istirahat : cukup d. Pengeluaran/ Pemanfaatan dana keluarga 1) Kebutuhan pokok : Rp 250. FAKTOR EKONOMI. 7x/ hari 2) Defekasi/ BAB : kamar mandi.000.- 2) Ibu : 3) Anggota keluarga lain : tidak ada 4) Jumlah : Rp. Hygiene per orang/ keluarga 1) Kebiasaan mandi 2) Penggunaan sabun : 2x/hari : ya 3) Kebiasaan Menggosok gigi : ya. Pemanfaatan waktu senggang : tidak ada f.000 2) Biaya pendidikan : Rp 250. Penghasilan Tambahan : tidak ada c. BUDAYA 1. Kebiasaan Eliminasi Keluarga 1) Miksi / BAK : kamar mandi. Sarana hiburan keluarga 1) Sarana hiburan keluarga : TV 2) frekuensi rekreasi dalam keluarga : jarang e. Penghasilan a.00 . Kebiasaan keluarga yang merugikan : tidak ada B. SOSIAL.

000 d. Ukuran rumah : 40 m2 c. Kegitan sosial dan kemasyarakatan a. Dinding rumah : Permanen d.- 8) Biaya tak terduga : Rp. Kedudukan KK dalam kemasyarakatan : warga b. Partisipasi keluarga : aktif c. Hubungan anggota kelurga dengan masyarakat : harmonis 3.24 3) Kesehatan : tidak ada 4) Pakaian : Kadang-kadang 5) Rekreasi : jarang 6) Perbaikan rumah : tidak ada 7) Tabungan : Rp.000. Pembagian ruang 1) Kamar tamu = ada . Ventilasi : ada h. jendela. Keadaan ventilasi : memenuhi syarat k. Kebiasaan dalam keluarga berkaitan dengan budaya : tidak ada C. Status Kepemilikan : sendiri b. Lantai : Semen e. Jenis Ventilasi : pintu.- 9) Jumlah : Rp. 50. Cahaya matahari masuk dalam rumah : iya m. Rumah a. 100. Penggunaan dana : cukup e. lubang angin i.000. Pengelolaan dana penentu keuangan keluarga : Ibu 2. Jendela/ Lubang angin dibuka setiap hari : tidak j. 400. FAKTOR RUMAH DAN LINGKUNGAN 1. Penerangan : listrik l. Langit : tidak ada f. Atap Rumah : genteng g.

8) Lain. Bila kurang bersih disebabkan oleh 2. Kebersihan dapur : kurang . : debu Perabotan rumah a. Ventilasi atap dapur : tidak ada d. Tempat penyimpanan peralatan dapur : rak piring c. Alat masak menggunakan : gas b.25 2) Kamar makan = tidak ada 3) Kamar tidur = ada 4) Ruang Keluarga = ada 5) Dapur = ada 6) Mushola keluarga = tidak ada 7) Kamar mandi = ada.lain = tidak ada n. Denah rumah : Dapur Kamar Mandi Kamar Kamar Ruang Keluarga Ruang Tamu Kamar o. Kebersihan rumah : cukup p.

Bila tidak buang air besar di :- c. Tempat penampungan air minum : tidak ada b. Sumber air minum : sumur bor b.26 e. Tempat pembuangan sampah : lubang c. Jarak jamban : <10 m f. Jarak limbah dengan sumur : < 10 m f. Pengelolaan sampah 4. Bila kurang bersih disebabkan oleh : sampah rumah tangga 3. Letak : belakang rumah g. 6. Sampah a. 7. Kondisi penampungan air minum : langsung a. Inspeksi sanitasi : terlampir Penampungan air minum a. Jenis jamban : angsa latrine d. 5. Vektor : ada . semut h. Pembuangan sampah : ada b. Vektor : ada g. Kebersihan jamban : cukup Jamban kelurga Pembuangan air limbah a. Pemilikan jamban : punya b. Saluran limbah : tertutup e. Kontruksi : permanen d. : dibakar Sumber air a. Letak jamban : di dalam e. Letak pembuangan sampah : dapur d. Jenis limbah : rumah tangga b. Jarak tempat sampah dengan sumber minum : >10 m e. Jenis : nyamuk. Bak Limbah : tidak ada c.

Kebersihan : cukup Kamar Mandi a. Fasilitas Kesehatan : 2 km . Lokasi : dekat rumah tetangga 12. Lingkungan rumah a. kebersihan : kurang e. Bau limbah : tidak ada : tidak ada a. Toko jarak dari rumah : 50 m c. Program kesehatan yang sudah jalan di sekolah tersebut : UKS 14. Pasar jarak dari rumah 15. Warung jarak dari rumah : 5m b. SLTA jarak dari rumah : 1 km e. TK jarak dari rumah : 500 m b. SLTP jarak dari rumah : 1 km d. Letak dari rumah : didalam rumah c. Pemilikan : tidak ada b. Fasilitas Perdagangan a. keadaan bak mandi : sedikit berlumut 11. h. Jarak dengan tetangga : dekat c. AKADEMI / PT jarak dari rumah: 2km 13. Fasilitas pendidikan a. Halaman 10. Pemilikan : ada b. Kandang ternak 9. nyamuk i. SD jarak dari rumah : 200 m c. Geografi rumah : desa b. Bak mandi : ada d.27 8. Letak dari rumah : tidak ada d. Pemanfaatan : tidak ada c. Suasana : tenang d. Kalau ada. jenis : lalat.

Bidan jarak dari rumah : 500 m g. Dokter jarak dari rumah : 2 km f. Lain-lain jarak dari rumah : tidak ada 17. Fasilitas jalan : dapat dilewati mobil sepanjang musim D. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA 1. Riwayat kesehatan anggota keluarga NO Nama anggota Jenis penyakit keluarga : tidak ada Upaya Keteranga penanggulanga n n Tidak ada 2. Fasilitas transportasi keluarga : tidak ada 19. BKIA jarak dari rumah : tidak ada c. Kebiasaan memeriksa diri a. Waktu b. BP jarak dari rumah : tidak ada b. dokter . Fasilitas peribadatan a.28 a. Masjid jarak dari rumah : 300 m b. Lain-lain jarak dari rumah : tidak ada 16. Saran hiburan : TV 18. Tempat : bila sakit : Puskesmas. Pura jarak dari rumah : tidak ada d. Gereja jarak dari rumah : tidak ada c. RS jarak dari rumah : 15 km e. Puskesmas jarak dari rumah : 1 km d.

Riwayat kehamilan. Ibu nifas : tidak ada c. Ibu hamil : tidak ada b. Ibu menyusui/ ibu yang mempunyai anak usia 0. Pemeriksaan bayi dan balita 1) Mempunyai bayi 2) Mempunyai balita : tidak punya : tidak punya : Steril / MOW .29 3. Keluarga berencana 1) Pasangan PUS : tidak ada 2) Umur PUS : - 3) Pernah mendengar KB : pernah 4) Jika pernah mendengar dari : bidan 5) Telah ikut KB : - 6) Data keluarga berencana/ cek pada kartu KB alat kontrasepsi yang digunakan e.Riwayat persalinan No 1 2 3 Persalinan Tempat Penolng Proses persalina persalina Persalina n n Dukun Dukun Dukun n Normal Normal Normal Keterangan a. Kesehatan ibu dan anak a. No Kehamilan Umur kehamilan Jumlah keluha Cara pemeriksan n mengatas Hasil i Tidak ada b.2 tahun = tidak ada d.

Riwayat kesehatan mental keluarga 1) Anggota keluarga yang pernah di rawat di RSJ : tidak ada 2) Jenis gangguan mental yang dialami d.30 4. Pengetahuan tentang HIV/ AIDS tidak tahu : . : tidak ada Upaya keluarga dalam menjaga pemenuhan kebutuhan makanan seimbang bagi lansia adalah : Teratur e. Anggota keluarga yang lansia : ada b. Pola makan lansia : Teratur f. Pemenuhan status sosial 1) Perasaan dilayani : ada 2) Perasaan dibenci : tidak ada 3) Perasaan diasingkan : tidak ada c. : tidak ada Ganguan mental anggota keluarga : tidak ada e. Riwayat spiritual anggota keluarga : Keluarga selalu melaksanakan sholat 5 waktu secara teratur 7. Keluhan penyakit yang diderita lansia : tidak ada c. Bentuk bantuan yang dibutuhkan lansia dimasyarakat : tidak ada 5. Kesadaran keluarga tentang bahaya HIV/AIDS a. Riwayat kesehatan mental-psikososial a. Memenuhi kebutuhan jiwa 1) Pemenuhan rasa aman 2) Perasaan bangga / senang 3) Semangat untuk maju : ada : ada : ada b. Kesehatan lansia a. Tindakan yang dilakukan lansia sehubungan dengan keluhan penyakit tersebut adalah d. Penampilan tingkah laku keluarga yang menonjol : tidak ada 6.

Tanggapan keluarga terhadap penyakit kesehatan dan pelayanan sosial a. Masalah – masalah penyakit kronis a. Kunjungan petugas kesehatan ke rumah: pernah 9. Bahaya tentang penyakit HIV/AIDS : tidak tahu 8. Bentuk pelayanan yang diperlukan keluarga dalam membantu mengatasi masalah kesehatan : pelayanan yang bermutu baik c. b. Keadaan kesehatan saat kunjungan : sehat . Usaha pemeliharaan kesehatan mandiri a.31 b. Tanggapan keluarga tentang petugas kesehatan : baik d. Penyakit HIV/AIDS merupakan penyakit menular : tahu c. Keluarga merasa perlu mendapatkan pengarahan atau penyuluhan informasi kesehatan : baik e. TBC : tidak ada b. Dana sehat/JPKM : tidak ada a. Cara penanggulangan HIV/AIDS : tidak tahu f. Pengetahuan keluarga tentang dana sehat : tahu b. Penyebab penyakit HIV/AIDS : tidak tahu d. Jenis pelayanan kesehatan yang paling membantu keluarga dalam mengatasi masalah kesehatan : periksa ke dokter. Penyediaan kotak obat : tidak ada b. Masalah penyakit kronis lain : tidak ada 10. Usaha apotek hidup : tidak ada 12. Keikutsertaan keluarga dalam dana sehat atau JPKM : tidak ada 11. Cara penularan penyakit HIV/AIDS : tidak tahu e.

Faktor ekonomi. 2. Riwayat kesehatan keluarga Dalam keluarga tidak ada riwayat penyakit menular atau menurun.32 B. Faktor rumah dan lingkungan Status rumah milik sendiri dengan luas 40 m 2. dinding permanen. 3. lantai keramik. Adanya Kebiasan Merokok Dalam Keluarga Tn. keadaan rumah kurang bersih karena masih adanya debu serta keadaan rumah yang belum tertata rapi.M Terdapat kebiasan merokok . Jarak jamban dan sumber air kurang memenuhi syarat Jarak jamban dengan sumber air < 10 M. 4.M pendidikan terakhirnya terdiri dari SD. Untuk memantau kesehatan Tn. C. menghasilkan analisa data sebagai berikut : 1. Rendahnya tingkat pendidikan Dalam keluarga Tn.M di RT 01 RW 02 Desa Metuk Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolalli terhadap ibu yang mengalami penyakit hipertensi. Hubungan antara keluarga harmonis.M selalu memeriksakan diri ke dokter. Struktur dan sifat keluarga Tipe keluarga adalah inti yang terdiri dari ibu sendiri dan suami sudah bercerai serta anak sudah meninggal dunia.000 per bulan dari penghasilan ibu cukup. Analisa Data Analisa data dilakukan pada keluarga Tn. atap genting. sosial dan keluarga Faktor ekonomi dengan pendapatan Rp 700. 2. 3. Apabila sakit mereka memeriksakan diri ke dokter. Perumusan Masalah 1. sosialisasi dengan masyarakat baik. diambil dari pengumpulan data yang telah terlampir dalam format pengkajian keluarga sebagai hasil dari pengkajian keluarga intensif.

.M F.M Berikan penyuluhan pada Bapak tentang dampak dan bahaya merokok pada Tn. melakukan kunjungan ulang ke rumah Tn. 3. melakukan kunjungan untuk mendapatkan data tentang keluarga (genogram. Pelaksanaan 1.. Tanggal.M G.0 0 WIB. denah rumah.M Melakukan kunjungan ulang ke rumah Tn.. Perencanaan Tanggal 1.33 D.. : Lakukan pengkajian pada Tn. format pengkajian terlampir).. Evaluasi . melakukan penyuluhan tentang Dampak dan Bahaya Merokok 3. Prioritas Masalah Berdasarkan hasil perumusan masalah yang ada maka dapat dibuat prioritas masalah yaitu kurangnya pengetahuan bapak tentang dampak dan bahaya merokok E.. 2. WIB.. Tanggal .M dan mengobservasi kebiasan merokok Tn.Oktober 2012 jam . Tanggal 09 Oktober 2012 jam 13...Oktober 2012 jam .... WIB. 2.

34 BAB IV PEMBAHASAN KASUS Berdasarkan pengkajian analisa data. . Dari latar belakang pendidikan bapak yang sedang membuat bapak lebih mudah menerima informasi. Dan setelah dilakukan penyuluhan bapak mengerti tentang bahaya merokok dan bersedia untuk menjaga pola kebiasaan merokok dan istirahatnya. perencanaan dan evaluasi pada keluarga Tn. ginjal dan mata. Bapak membutuhkan informasi yang benar sehingga bapak dapat lebih menjaga pola kebiasaan merokok dan menjaga pola istirahatnya sehari-hari. Pengetahuan masyarakat yang kurang akan bahaya merokok berpengaruh terhadap tingkat kebiasaan merokok pada masyarakat yang cukup tinggi. Merokok merupakan kebiasaan buruk yang banyak sekali akibat buruknya bagi tubuh perokok maupun orang yang berada disekitar perokok (perokok pasif) yang menjadi masalah kesehatan dimasyarakat sampai saat ini.dengan persepsi oleh perokok yang bermacammacam padahal telah jelas akibat bagi organ-organ tubuh seperti jalan pernafasan. jantung. Dengan melihat kasus yang ada maka penulis memiliki pemecahan masalah yaitu dengan cara memberikan penyuluhan tentang bahaya merokok. paru. M yang mana faktor yang melatarbelakanginya adalah pola kebiasaan merokok dan pola istirahat bapak yang tidak teratur serta kurangnya informasi yang benar tentang bahaya merokok. M maka didapatkan prioritas masalah yang muncul adalah merokok yaitu pada Tn.

2. Kesimpulan Penerapan asuhan kebidanan keluarga intensif pada keluarga Tn.M yang memiliki masalah yaitu kebiasan merokok di Dusun Sidorejo RT 01 RW Kelurahan Metuk. Kecamatan Mojosongo.35 BAB V PENUTUP A. 3. Asuhan kebidanan pada keluarga ini bertujuan agar bapak dapat mengurangi kebiasan merokok.M untuk tetap menjaga kesehatan dan pola makan serta kebiasan merokok agar terhindar dari berbagai macam penyakit. Boyolali.M bersedia untuk megurangi kebiasan merokok. Bagi KK Diharapkan pada Tn. B. Bagi Tenaga Kesehatan Diharapkan tenaga kesehatan dapat lebih meningkatkan pelayanan dibidang penyuluhan tentang Merokok karena dapat dilihat bahwa banyak warga yang kurang mendapat informasi tentang Dampak dan Bahaya merokok. Saran Bagi Masyarakat Diharapkan masyarakat lebih tahu tentang Dampak dan Bahaya merokok agar dapat menjaga kesehatan dan pola hidup meraka. . Solusi untuk mengatasi permasalahan yang ada yaitu dengan memberikan penyuluhan tentangi Dampak dan Bahaya merokok dan hasilnya mulai sekarang Tn.

Direproduksi oleh Proyek Peningkatan Kesehatan Khusus APBD 2002.  Direktorat Kesehatan Jiwa Masyarakat (2001). Tim Pengarah & Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa.  http://www. Buku Pedoman Umum Tim Pembina. Pengantar Psikologi.36 C. DAFTAR PUSTAKA  Atkinson (1999).wikipedia.org/ . Jakarta: Penerbit Erlangga.

37 Lampiran-lampiran Denah Rumah .