You are on page 1of 18

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kehamilan merupakan suatu keadaan fisiologis yang menjadi dambaan
setiap pasangan suami istri. Dari setiap kehamilan yang diharapkan adalah
lahirnya bayi yang sehat dan sempurnah secara jasmaniah dengan berat
badan yang cukup. Masa kehamilan adalah salah satu fase penting dalam
pertumbuhan anak karena calon ibu dan bayi yang dikandungnya
membutuhkan gizi yang cukup banyak (Depkes RI, 2004).
Anemia merupakan masalah kesehatan lain yang paling banyak
ditemukan padaibu hamil. Kurang lebih 50% atau 1 diantara 2 ibu hamil di
Indonesia menderita anemia yang sebagian besar karena kekurangan zat
besi.
Tingginya

angka

anemia

pada

ibu

hamil

mempunyai

kontribusi

terhadap tingginya angka bayi lahir dengan bayi berat lahir rendah di
Indonesia yang diperkirakan mencapai 350.000 bayi setiap tahunnya. Oleh
karena itu penanggulangan anemia gizi menjadi salah satu program
potensial untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang telah
dilaksanakan pemerintah sejak pembangunan jangka panjang I (Sohimah,
2006).
Salah satu sasaran yang ditetapkan pada Indonesia Sehat 2010 adalah
menurunkan angka kematian maternal menjadi 125 per 100.000 kelahiran
hidup dan angka kematian neonatal menjadi 16 per 1000 kelahiran hidup
(Sarwono, 2002). Masalah yang dihadapi oleh pemerintah Indonesia adalah
tingginya prevalensi anemia ibu hamil yaitu 50,9% dan sebagian besar
penyebabnya

adalah

kekurangan

zat

besi

yang

diperlukan

untuk

pembentukan hemoglobin, sehingga yang ditimbulkan disebut anemia
kekurangan besi (Depkes RI, 2003).
Distribusi kematian neonatal sebagian besar di wilayah Jawa dan Bali
(66,7%) dan di daerah pedesaan (58,6%). Menurut umur kematian yaitu
79,4% adalah angka kematian neonatal yaitu pada usia 0-7 hari dan 20,6%
Page
1

37%) dan jumlah ibu hamil yang menderita anemia sebanyak 9. B.04%) dari 18. Di Sulawesi Selatan pada tahun 2010. Situasi pelayanan obstetric di Indonesia dimana sebagian besar masih ditolong oleh dukun (>60%). Pemantauan kesehatan dan status gizi ibu hamil baik pada awal kehamilan dan selama masa kehamilan merupakan upaya pendekatan yang potensial dalam kaitannya dengan peningkatan kesejahteraan ibu dan anak.71%) dari 20.416 (15%) dengan ibu hamil yang menderita anemia sebanyak 8884 orang (47.Fatimah Makassar tahun 2011.883 orang ibu hamil dan pada tahun 2011 jumlah bayi dengan BBLR mengalami peningkatan menjadi 3.2008). maka yang menjadi permasalahannya adalah tingginya/banyaknya kejadian anemia Page 2 .terjadi pada usia 8-28 hari.2003). Penyebab kematian menunjukkan bahwa proporsi penyebab kematian neonatal kelompok umur 0-7 hari tertinggi adalah prematur dan berat badan lahir rendah (35%). kemudian asfiksia lahir (33.Fatimah Makassar bulan Desember tahun 2011. Terjadi peningkatan jumlah bayi yang lahir dengan BBLR dan ibu hamil yang mengalami anemia pada tahun 2011 dari tahun sebelumnya (Dinas Kesehatan Kota Makassar 2010-2011) Data yang diperoleh dari Medical Record Di Rumah Sakit Ibu dan Anak St. Berdasarkan data-data tersebut di atas yang menyebabkan peneliti ingin melakukan penelitian tentang hubungan anemia pada ibu hamil dengan BBLR di Rumah Sakit Ibu dan Anak St. tercatat bahwa jumlah bayi dengan berat badan lahir rendah sebanyak 2. Sementara lebih dari 60% bidan di desa-desa masih memerlukan peningkatan keterampilan dan pengetahuan terutama keterlambatan dalam mendeteksi kehamilan dapat teratasi apalagi terhadap kehamilan yang beresiko tinggi sehingga angka kesakitan dan kematian ibu dan perinatal dapat berkurang (Saimin. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas.235 orang (47.040 (18. dari 512 ibu yang melahirkan didapati sebanyak 30 orang (7.28%) kasus ibu yang melahirkan bayi berat lahir rendah (BBLR).478 orang ibu hamil.6%) (Depkes RI.

Sebagai bahan masukan tentang faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR yang dapat dijadikan evaluasi dan pengambilan kebijakan di dinas kesehatan kabupaten dalam rangka menurunkan angka BBLR 2. Untuk mengetahui hubungan anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR di Rumah Sakit Ibu dan Anak St. Manfaat Penelitian Adapun manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui hubungan anemia dengan kejadian BBLR setelah dikontrol faktor kesehatan ibu dan faktor kehamilan di Rumah Sakit Ibu dan Anak St.Fatimah Makassar tahun 2011. Tujuan Khusus a. Tujuan Umum Untuk mengetahui hubungan anemia dalam kehamilan dengan kejadian BBLR di Rumah Sakit Ibu dan Anak St. Tujuan Penelitian 1. b. C. 3. D.pada ibu hamil dengan kejadian BBLR di Rumah Sakit Ibu dan Anak St. Page 3 .Fatimah Makassar tahun 2011. 2. Sebagai bahan masukan kepada pihan rumah sakit sehingga dapat melakukan konseling kepada ibu hamil mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan sebagai deteksi dini ibu hamil resiko tinggi dalam rangka mencegah bayi lahir BBLR.Fatimah Makassar tahun 2011. Sebagai bahan masukan atau sebagai sumber informasi yang berguna bagi mahasiswa kesehatan mengenai hubungan anemia pada ibu hamil dengan kejadian bayi BBLR.Fatimah Makassar tahun 2011.

Bayi dengan berat badan sangat rendah (BBLSR). yaitu >2500 gram. 4. 2. Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) ialah bayi baru lahir yang berat badannya saat lahir kurang dari 2500 gram. 3. dimana berat lahirnya adalah <1500 gram. Bayi dengan berat lahir ekstrem rendah (BBLER). 2002) : 1. Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Klasifikasi berat badan bayi baru lahir dapat dibedakan atas (Prawirohardjo. 2003). yaitu bayi berat lahir rendah karena premature (usia kandungan kurang dari 37 minggu) atau bayi berat lahir rendah karena intrauterine growth retardation (IUGR) yaitu bayi cukup bulan tetapi berat badan kurang untuk usianya (Depkes RI. Gizi saat hamil yang kurang (anemia) Page 4 . Bayi dengan berat badan normal. Ada beberapa faktor – faktor yang dapat menyebabkan bayi berat lahir rendah yaitu : 1. Faktor Ibu a. yaitu antara 1500 gram – 2500 gram. dimana berat lahirnya adalah < 1000 gram.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dibedakan dalam dua kategori.

Kurang gizi pada saat hamil apabila tidak mendapatkan penanganan dengan baik secara intensif akan mengakibatkan anemia. 2003). Umur kurang dari 20 tahun atau diatas 35 tahun. Oleh sebab itu pada saat hamil ibu dianjurkan untuk mengkonsumsi tablet zat besi (Depkes RI. tumbuh kembang bayi lebih lambat. pendidikan anak lebih rendah dan nutrisi kurang (Depkes RI. DM. Usia reproduksi optimal bagi seorang ibu adalah antara umur 20-35 tahun. 2003). Kebanyakan ibu hamil mengalami anemia gizi. dibawah atau diatas usia tersebut akan meningkatkan risiko kehamilan dan persalinannya (Depkes RI. Faktor pekerjaan Page 5 . perokok. Adapun penyakit yang diderita ibu yang berpengaruh terhadap kehamilan dan persalinannya adalah penyakit yang bersifat kronis seperti hipertensi. TB paru dan dapat menimbulkan persalinan lama dan perdarahan pada saat persalinan serta risiko terjadinya cacat bawaan pada janin (Hartanto. d. malaria) Faktor risiko lain pada ibu hamil adalah riwayat penyakit yang diderita ibu. b. c. Umur ibu kurang dari 20 tahun menunjukkan rahim dan panggul ibu belum berkembang secara sempurna karena wanita pada usia ini masih dalam masa pertumbuhan sehingga panggul dan rahim masih kecil. e. 2003). Penyakit menahun ibu seperti gangguan pembuluh darah. Jarak hamil dan bersalin terlalu dekat. cacat congenital. TB Paru dan malaria (Rochjati. Banyaknya anak yang dilahirkan seorang ibu akan mempengaruhi kesehatan ibu dan merupakan faktor resiko terjadinya BBLR. penyakit kronis (TBC. 2004). anemia. Disamping itu. jantung dan asma. anemia. 2003). usia diatas 35 tahun cenderung mengakibatkan timbulnya masalah-masalah kesehatan seperti hipertensi.

b. Komplikasi hamil Pre-eklampsia/eklampsia. d. Page 6 . ibu hamil yang bekerja cenderung cepat lelah sebab aktifitas fisiknya meningkat karena memiliki tambahan pekerjaan/kegiatan diluar rumah (Depkes RI. Faktor Kehamilan a. pemenuhan gizi.Pekerjaan terkait pada status sosial ekonomi dan aktifitas fisik ibu hamil. b. 2. Perdarahan ante partum. yaitu keadaan janin yang cacat sabagai akibat pertumbuhan janin didalam kandungan tidak sempurna. yaitu keadaan dimana cairan ketuban melebihi dari normal. Hamil ganda. yaitu kehamilan dimana jumlah janin yang dikandung lebih dari satu. Faktor Janin a. 3. Sementar itu. Faktor Obat-obatan seperti ibu hamil yang keracunan obat (Manuaba. yaitu perdarahan yang terjadi pada masa hamil. ketuban pecah dini. 4. 2003). yaitu janin mengalami infeksi sebagai akibat penyakit yang diderita ibu. Faktor yang belum diketahui 5. preeklampsia/eklampsia yaitu kondisi ibu hamil dengan tekanan darah meningkat keadaan ini sangat mengancam jiwa ibu dan bayi yang dikandung. Seperti ibu yang menderita HIV/AIDS sangat rentan mengakibatkan infeksi dalam rahim. Infeksi dalam rahim. c. Cacat bawaan. Dengan keterbatasan status sosial ekonomi akan berpengaruh terhadap keterbatasan dalam mendapatkan pelaynan antenatal yang adekuat. Hamil dengan hidramnion. Ketuban pecah dini adalah kondisi dimana air ketuban keluar sebelum waktunya dan biasanya faktor penyebab paling sering adalah terjadinya benturan pada kandungan. 1998).

Kebutuhan ibu selama kehamilan ialah 800 mg besi. Dalam kehamilan jumlah darah bertambah banyak (hyperemia/hipervolumia) sehingga terjadi pengenceran darah karena jumlah sel-sel darah tidak sebanding dengan pertambahan plasma darah. 2002). 2002). Sedangkan menurut Saifuddin anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin dibawah 11. kurang zat besi dalam diit. Anemia Pada Ibu Hamil 1.0 g % pada trimester I dan III atau kadar <10. 1999) : Page 7 penyebab anemia gizi adalah . Pengertian Anemia pada Ibu Hamil Menurut World Health Organization (WHO) anemia pada ibu hamil adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin (Hb) dalam darahnya kurang dari 11. penyakit-penyakit kronik seperti TBC paru. dan malaria. Penyebab Anemia Kebanyakan anemia dalam kehamilan disebabkan oleh defisiensi besi dan perdarahan akut bahkan tidak jarang keduanya saling berinteraksi. Bertambahnya dalam kehamilan sudah dimulai sejak kehamilan 10 minggu dan mencapai puncaknya dalam kehamilan antara 32 dan 36 minggu. Menurut Mochtar (1998) penyebab anemia pada umumnya adalah kurang gizi (malnutrisi). Dengan demikian ibu membutuhkan tambahan sekitar 2-3 mg besi/hari (Saifuddin. dan haid yang terlalu berlebihan. pengenceran darah ini untuk membantu meringankan kerja jantung yang semakin berat dengan adanya kehamilan (Wiknjosastro. malabsorbsi. kehilangan darah banyak pada persalinan yang lalau.0 g%. 2003). cacing usus. faktor utama (Wirahadikusuma.B. Secara umum.5 g% pada trimester II (Depkes RI. 2. daiantaranya 300 mh untuk janin dan 500 mg untuk pertambahan eritrosit ibu. Secara fisiologis.

vitamin C dan zat gizi penting lainnya. Banyaknya kehilangan darah karena perdarahan. protein. Anemia Megaloblastik. yaitu lesu. letih. b. adalah anemia yang terjadi akibat kekurangan zat besi dalam darah. malaise dan mempunyai wajah yang pucat (Sukirman. Page 8 . sering pusing. b. c. malaise. Rusaknya sel darah merah. seperti penyakit malaria dan thalasemia yang merusak asam folat yang berada di dalam sel darah merah. 2003). haid terlalu banyak. lemah. konsentrasi hilang. pengolahan (metabolisma) energi oleh otot tidak berjalan secara sempurna karena kurang oksigen. gangguan pencernaan (keganasan dan infeksi cacing tambang. Anemia gizi besi dengan keluhan dampak yang paling jelas adalah cepat lelah. lidah luka. Anemia Defisiensi Besi. Gejala Anemia pada Ibu Hamil Gejala anemia pada kehamilan yaitu ibu mengeluh cepat lelah. Klasifikasi Anemia pada Ibu Hamil Klasifikasi anemia dalam kehamilan menurut Mochtar (1998). mata berkunang-kunang. 1999). adalah anemia yang disebabkan oleh karena kekurangan asam folat. rasa ngantuk. membentuk sel darah merah baru. 2006). Keluhan anemia yang paling sering dijumpai dimasyarakat adalah yang lebih dikenal dengan 5L. adalah sebagai berikut: a. nafas pendek (pada anemia parah) dan keluhan mual muntah lebih hebat pada hamil muda (Sohimah.a. Disamping itu penderita kekurangan zat besi akan menurunkan daya tahan tubuh yang mengakibatkan mudah terkena infeksi (Depkes RI. asam folat. Kurangnya produksi sel darah merah karena kurang mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung zat gizi terutama zat besi. c. kerusakan/kelainan lambung). Anemia Hipoplastik. adalah anemia yang disebabkan oleh hipofungsi sumsum tulang. 4. 3. lelah dan lalai. vitamin B12. Rasa cepat lelah disebabkan karena pada penderita anemia gizi besi. nafsu makan turun (anoreksia).

0 g% disebut anemia berat Pemeriksaan darah dilakukan minimal dua kali selama kehamilan.9 g% disebut anemia sedang d.d.10. yaitu pada trimester I dan trimester III.8. mata berkunang-kunang dan keluhan mual-muntah lebih hebat pada hamil muda. 1998) : a. kacangPage 9 . maka dilakukan pemberian preparat Fe sebanyak 90 tablet pada ibu-ibu hamil di puskesmas. Anemia Hemolitik. Hb 7. sering pusing. 5.9 g% disebut anemia sedang c. Hb ≤ 7. hati dan telur). Hb ≤ 8.0 g% disebut tidak anemia b. buah-buahan. seperti mengkonsumsi pangan hewani (daging. Diagnosis Anemia pada Kehamilan Untuk menegakkan diagnosis anemia pada ibu hamil dapat dilakukan dengan anamnesa. Hb 9. bahwa anemia berdasarkan hasil pemeriksaan digolongkan menjadi: a. 1999) : a. Hb 9.0 g% . ikan.9 g% disebut anemia ringan c. Dengan pertimbangan bahwa sebagian besar ibu hamil mengalami anemia. Hasil pemeriksaan hemoglobin ddengan sahli dapat digolongkan sebagai berikut (Manuaba. Pemeriksaan dan pengawasan hemoglobin dapat dilakukan dengan menggunakan alat sahli. Pada anamnesa akan didapatkan keluhan cepat lelah. mengkonsumsi pangan nabati (sayuran hijau. Gejala utama adalah anemia dengan kelainankelainan gambaran darah.10. kelelahan. Sedangkan menurut Depkes RI tahun 2005. Hb ≥ 11.0 g% .0 g% disebut anemia berat 6.0 g% . kelemahan. serta gejala komplikasi bila terjadi kelainan pada organ-organ vital.0 g% disebut tidak anemia b. Meningkatkan konsumsi zat besi dari makanan. adalah anemia yang disebabkan penghancuran atau pemecahan sel darah merah yang lebih cepat dari pembuatannya. Pencegahan dan Penanggulangan Anemia pada Ibu Hamil Pencegahan dan penanggulangan anemia pada ibu hamil. Hb ≥ 11. antara lain (Wirahadikusuma.

b. sebagai alat angkut electron di dalam sel. vitamin B 12. Selain itu. Pembuatan sel darah merah akan terganggu apabila zat gizi yang diperlukan tidak mencukupi. Zat besi terdapat dalam bahan makanan dapat berasal dari hewan maupun dari tumbuhan. artinya apabila ibu hamil dapat dicegah dari anemia maka 2030% kematian ibu karena melahirkan dapat dicegah (Sukirman. Supplemen zat besi yang berfungsi dapat memperbaiki Hb dalam waktu singkat. Zat besi yang berasal dari tumbuh-tumbuhan Page 10 . 1999). C. Besi mempunyai beberapa fungsi essensial di dalam tubuh yaitu sebagai alat angkut oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh. 1999). Fortifikasi zat besi yaitu penambahan suatu jenis zat gizi ke dalam bahan pangan untuk meningkatkan kualitas pangan.6% kematian ibu melahirkan dikarenakan anemia. seperti asam folat. 2001). c. protein. Bahan Makanan Sumber Zat Besi Zat gizi yang paling berperan dalam proses terjadinya anemia gizi adalah besi. Hindari mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung zat inhibitor saat bersamaan dengan makan nasi seperti teh karena mengandung tannin yang akan mengurangi penyerapan zat besi.kacangan dan padi-padian) buah-buahan yang segar dan sayuran yang merupakan sumber utama vitamin C yang diperlukan untuk penyerapan zat besi didalam tubuh. vitamin dan elemen lainnya. dapat disebabkan karena tidak berfungsinya pencernaan dengan baik atau kelainan lambung sehingga zatzat gizi penting tidak dapat diserap dengan baik dan terbuang bersama kotoran. Apabila ini berlangsung lama maka tubuh akan mengalami anemia (Wirahadikusuma. Suatu penelitian di Asia 22. sebagai bagian terpadu berbagai reaksi enzim di dalam jaringan (Almasier. Besi merupakan mineral mikro yang paling banyak terdapat di dalam tubuh manusia dan hewan yaitu 3-5 gr di dalam tubuh manusia dewasa. Defisiensi besi merupakan penyebab utama anemia gizi dibanding defisiensi zat gizi lain.

Pada anemia ringan mengakibatkan terjadinya kelahiran prematur dan BBLR.memiliki daya serap antara 1-6% lebih rendah disbanding zat besi yang berasal dari hewan yang mempunyai daya serap 7-22% (Almasier. ayam. dan buahbuahan dengan penyerapan zat besi hanya 5%. walaupun tidak semua juga dapat mendorong penyerapan zat besi non hem. bertambahnya kerentanan ibu terhadap infeksi dan kemungkinan bayi lahir premature (Setyawan. Zat besi non hem terdapat pada pangan nabati seperti sayuran. ketuban pecah dini (KPD) (Manuaba. Vitamin C dapat meningkatkan penyerapan besi non hem sampai empayt kali lipat (Wirahadikusuma. 1999). domba. Protein selular yang berasal dari daging sapi. D. keju dan telur tidak dapat menigkatkan penyerapan zat besi non hem (Wirahadikusuma. Namun protein yang berasal dari susu sapi. biji-bijian. 1996). 2001) Ada 2 bentuk zat besi dalam makanan. Protein hewani. Zat besi hem berasal dari hewan seperti daging dan ikan yang mengandung zat besi 5-10% dengan penyerapan 25%. menunjang penyerapan zat besi non hem. Selain itu anemia juga dapat mengakibatkan hambatan tumbuh kembang janin dalam rahim. 1998). Hubungan Anemia dengan kejadian BBLR Anemia pada saat hamil dapat mengakibatkan efek buruk baik pada ibu maupun kepada bayi yang akan dilahirkannya. Kerangka Konsep Anemia Umur ibu Paritas Penyakit yang diderita ibu Pekerjaan Faktor kehamilan Hamil hidramnion Hamil ganda Komplikasi hamil Variabel Terikat Kejadian BBLR Berat Badan lahir Normal (BBLN) Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Page 11 . yaitu hem dan non hem. Sedangkan pada anemia berat selama masa hamil dapat mengakibatkan risiko morbiditas dan mortalitas pada ibu maupun bayi yang dilahirkan. kambing. kacang-kacangan. Anemia dapat mengurangi suplai oksigen pada metabolisme ibu karena kekurangan kadar hemoglobin untuk mengikat oksigen yang dapat mengakibatkan efek tidak langsung pada ibu dan bayi antara lain kematian bayi. 1999). Variabel Bebas Faktor kesehatan ibu E. hati.

Page 12 . Pada kondisi pre-eklampsia/eklampsia adalah kondisi ibu pada saat hamil mengalami penigkatan tekanan darah yang tercantum dalam rekam medis. Penyakit yang diderita ibu adalah riwayat penyakit yang pernah diderita ibu hamil yang bersifat kronis (menahun) seperti hipertensi. Hamil hidramnion adalah keadaan air ketuban ibu pada saat melahirkan yang tercantum dalam berkas rekam medis. Ibu anemia adalah kadar Hb ibu yang tercantum dalam berkas rekam medis pasien < 11. Paritas adalah jumlah persalinan yang pernah dialami ibu. asma. 7. 5. hipertensi. 4. termasuk juga jarak hamil dan bersalin.F.0 g%. Definisi Operasional 1. jantung . Komplikasi kehamilan adalah pre-eklampsia/eklampsia. a. 3. TB paru. malaria. 8. Pekerjaan adalah dibagi menjadi dua yakni bekerja apabila ibu bekerja dan mendapatkan upah atau gaji dan tidak bekerja apabila tidak mendapatkan upah atau gaji. Hamil ganda adalah keadaan kehamilan ibu dimana jumlah janin yang dikandung lebih dari 1 (satu) yang tercantum dalam berkas rekam medis. ketuban pecah dini dan perdarahan antepartum. 6. 2. Umur ibu adalah usia ibu pada saat melahirkan yang tercantum dalam berkas rekam medis.

Variabel Terikat Berat lahir dibagi dalam 2 kategori yaitu BBLR dan BBLN dinyatakan sebagai variabel Bayi Lahir (BL).0 g % yang dinyatakan dalam variabel Hb. 0 jika umur ibu 20-35 tahun. Perdarahan ante partum adalah kondisi ibu saat hamil mengalami perdarahan yang hebat dan tercantum dalam berkas rekam medis. BL = 1 jika BBLR (< 2500 gr) 0 jika BBLN (≥ 2500 gr) 2. Bayi berat badan lahir rendah (BBLR) yaitu jika berat bayi pada saat lahir < 2500 gr. Page 13 . Hb = 1 jika kadar Hb kurang dari 11. Berat badan lahir adalah berat badan bayi pada saat dilahirkan. Bayi berat badan lahir normal (BBLN) yaitu jika berat badan bayi pada saat lahir ≥ 2500 gr. dibagi menjadi 2 (dua) yaitu : a. c. Anemia Kadar Hb ibu dibagi menjadi 2 kelompok yaitu <11. b. b. 2035 tahun dan umur > 35 tahun yang dinyatakan sebagai variabel Ui. Variabel bebas a. Kategori variabel adalah sebagai berikut: 1. Ui = 1 jika umur ibu < 20 tahun dan > 35 tahun.b. 9. Aspek Pengukuran Ukuran variabel penelitian yang digunakan yaitu dalam bentuk kategori dan mentransformasikan setiap variabel menjadi variabel satu-nol (1-0).0 g% dan ≥11. Umur ibu Umur ibu dibagi dalam 3 kelompok umur yaitu umur < 20 tahun.0g% 0 jika kadar Hb lebih atau sama dengan 11. Ketuban pecah dini adalah keluarnya cairan ketuban sebelum waktunya yang disebabkan oleh banyak hal salah satunya adalah terjadinya benturan pada kandungan.0 g%. G.

TB paru. PK = 1 jika ibu hamil bekerja 0 jika ibu hamil tidak bekerja f. KH = 1 jika ibu mengalami komplikasi Page 14 . HH = 1 jika ibu hamil hidramnion 0 jika ibu hamil tidak hidramnion g. jantung. Paritas Paritas dibagi dalam 3 kelompok yaitu paritas 1. Pekerjaan Pekerjaan dibagi dalam 2 kelompok yaitu bekerja dan tidak bekerja yang dinyatakan dalam variabel PK. Penyakit yang diderita ibu Penyakit yang diderita ibu dibagi menjadi 2 kelompok yaitu mempunyai riwayat penyakit seperti asma. HG = 1 jika ibu mengalami hamil ganda 0 jika ibu tidak mengalami hamil ganda h. paritas 2-4 dan paritas > 4 yang dinyatakan dalam variable P P = 1 jika paritas 1 dan > 4 0 jika paritas 2 – 4 d. malaria. Komplikasi hamil Komplikasi hamil dibagi dalam 2 kelompok yaitu ibu yang mengalami komplikasi hamil dan ibu yang tidak mengalami komplikasi hamil yang dinyatakan dalam variabel KH.c. Dimana daya diperoleh berdasarkan data dari rekam medis dan tidak mempunyai riwayat penyakit yang dinyatakan dalam variabel Pi. Hamil ganda Hamil ganda dibagi dalam 2 kelompok yaitu hamil ganda dan tidak hamil ganda yang dinyatakan dalam variabel HG. Hamil dengan hidramnion Hamil dengan hidramnion dibagi dalam 2 kelompok yaitu hamil hidramnion dan hamil tidak hidramnion yang dinyatakan dalam variabel HH. Pi = 1 jika memiliki riwayat penyakit tertentu 0 jika tidak memiliki riwayat penyakit tertentu e.

Ada hubungan antara anemia dengan kejadian BBLR 2. Ada hubungan antara penyakit yang diderita ibu dengan kejadian BBLR 5. Ada hubungan antara pekerjaan dengan kejadian BBLR 6. Ada hubungan antara kehamilan ganda dengan kejadian BBLR. Hipotesis Pengukuran 1. 8. Ada hubungan antara komplikasi hamil dengan kejadian BBLR BAB III Page 15 .0 jika ibu tidak mengalami komplikasi H. Ada hubungan antara umur ibu dengan kejadian BBLR 3. Ada hubungan antara paritas dengan kejadian BBLR 4. Ada hubungan antara kehamilan hidramnion dengan kejadian BBLR 7.

Fatimah Makassar pada bulan April 2012 yang tercatat kadar hemoglobinnya. Pariani. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang melahirkan di Rumah Sakit Ibu dan Anak St. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Ibu dan Anak St. Fatimah Makassar pada bulan April 2012 sebanyak 475 orang. Pada penelitian ini pengambilan besar sampel ditentukan dengan total sampling. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional untuk melihat hubungan anemia pada ibu hamil dengan kejadian bayi BBLR.METODOLOGI PENELITIAN A. 2. Sampling Sampling adalah proses menyeleksi populasi yang dapat mewakili populasi yang ada (Nursalam. Populasi Populasi adalah keseluruhan dari suatu variabel yang di pilih menyangkut masalah yang di teliti (Nursalam. C. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang melahirkan di Rumah Sakit Ibu dan Anak St. total sampling adalah tehnik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. 2003). Sampel dan Sampling 1. Fatimah Makassar pada bulan April 2012. 3. Populasi. B. Page 16 . 2003). Dalam penelitian ini yang menjadi sampel yaitu semua ibu hamil yang melahirkan yang tercatat kadar hemoglobinnya. Menurut Sugiyono (2007). Sampel Sampel adalah bagian dari populasi yang dipilih dengan sampling tertentu untuk bisa mewakili populasi (Nursalam dan S. 2001).

D. Page 17 . E. Analisis bivariat dimaksudkan untuk melihat hubungan kedua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. analisis bivariat dan analisis multivariat. Analisis multivariat dilakukan dengan menggunakan regresi logistik ganda yakni untuk melakukan prediksi seberapa jauh nilai variabel dependen bila nilai variabel independen berubah. Analisis Data Analisis data dilakukan secara bertahap.Dimana ibu hamil yang melahirkan yang tidak tercatat kadar hemoglobinnya termasuk dalam criteria eklusi yaitu tidak termasuk dalam pengelolaan data. Analisis data yang dilakukan untuk melihat hubungan antar kedua variabel ini yakni menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Fatimah Makassar. yaitu dengan analisis univariat. Jenis dan Cara Pengumpulan Data Jenis data yang dikumpulkan adalah data sekunder yang diambil dari laporan rawatan pasien dan rekam medis pada ruang bersalin di Rumah Sakit Ibu dan Anak St. Analisis univariat dimaksudkan untuk menggambarkan masing-masing variabel bebas dan variabel terikat dengan menggunakan table distribusi frekuensi.

1999. Anemia Dalam Kehamilan Dan Penanggulangannya. Ilmu Kebidanan. Faktor-faktor penyebab bayi lahir dengan berat badan lahir rendah di Rumah Sakit Umum Pematang Siantar. Skripsi FKM USU Medan. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Yayasan bina pustaka. 1996. Gramedia. Sohimah. Sinopsis Obstetri. 1998. Nita. 2002. Henry. 2006. Prematuritas Dan Intrauterine Growth Retardation (IUGR). 2005. Jakarta Setyawan. Jakarta Page 18 . Buku kedokteran ECG : Jakarta Sarwono Prawirohardjo.DAFTAR PUSTAKA Mochtar. Pengaruh Anemia Ibu Hamil Trimester III Terhadap Kejadian Berat Badan Lahir Rendah. Kedokteran ECG : Jakarta Selvia. Jurnal Epidemiologi Nasional. Jakarta Wiknjosastro.