You are on page 1of 6

BAB II

TELAAH JURNAL
2.1

DEFINISI
Candidiasis mulut merupakan infeksi opportunis dari organisme

candidiasis albicans, biasanya menyerang pada pasien yang tua, bayi baru lahir
dan pasien dengan imunokompromais.
2.2

TANDA KHAS CANDIDIASIS MULUT
a. Pseudomembran: berwarna putih, lunak dan lembut dapat dilepas
dan akan terlihat mukosa yang eritema.

Gambar 2.1 Pseudomembran candidiasis yang memanjang pada denture ware (a)
Perbaikan infeksi setelah diberikan nistatin oral dan menjaga kebersihan mulut (b).

b. Eritema: makula atrofi atau plak.

3

Angular cheilitis (a).2. Hiperplastik candidiasis (a) dan (b) d. Hiperplasi: daerah berwarna putih tidak dapat di kerok. Angular cheilitis: fisura pada ujung sudut mulut dan eritema.3.4 Gambar 2. c. Eritema candidiasis karena penggunanaan steroid inhalasi (a). Gambar 2. tampak gambaran hijau yang menyeluruh menandakan terjadinya inflamasi pada jaringan (b). Gambar 2. 3 minggu setelh pengobatan topikal dengan krim clotrimazole 1% (c).4. Pemeriksaan dengan lampu autofluorescent. . warna orange menunjukkan koloni mikroba (b). Gambaran sinar hijau pada fluorescent kembali tampak setelah perbaikan infeksi (d). Perbaikan infeksi setelah diberikan clotrimazole oral troches 10 mg (c). Dibawah sinar autofluorescent.

4 2. Faktor sistemik: Imunokompromais. rasa seperti logam atau busuk 2.2 malabsorbsi (defisiensi vitamin B) c. 2.5 Median rhomboid glossitis (a). perih.4. Median rhomboid glossitis: patch berwarna merah atau merah keputihan pada pertenghan permukaan atas lidah anterior hingga papila circumvallate. malnutrisi atau 2. Pemeriksaan sitologi diambil sample dari kerokan plak. Efek samping medis :  Konsumsi antibiotik broad spektrum yang tidak komplit  Kortikosteroid sistemik atau lokal seperti asthma inhaler  Terapi antirejeksi transplantasi organ  Kemoterapi PEMERIKSAAN KLINIS a.1 PEMERIKSAAN Identifikasi kemungkinan penyebab Tanyakan kepada pasien riwayat medis atau riwayat sakit gigi a. . DM yang tidak terkontrol. Biopsi jaringan dapat menunjukkan keadaan dari sel epitel. Faktor lokal:  Pemakaian prostetik atau orthondontric terlalu lama  Kebersihan mulut yang buruk  Mulut kering  Overclosure of lip b. penyakit disfungsi endokrin. Gambar 2.5 e. 3 minggu setelah pengobatan dengan clotrimazole oral troches (b).4. seperti rasa terbakar. b. AIDS. jika terapi antijamur tidak berespons.3 GEJALA CANDIDIASIS MULUT  Gejala bisa asimptomatik pada pasien  Perubahan sensoris pada mulut yang tidak spesifik. kemudian di periksa ke laboratorium untuk diagnosis dengan menggunakan mikroskop. seperti pada sindrom sjögren.

2.2 alternatif perangkat inhaler dosis terukur.7.6 DIAGNOSA BANDING  Infeksi bakteri atau virus  Infeksi mukosa mulut (lichenoid mucositis. terapi antijamur berdasarkan diagnosa kadidasis secara umum.  Pasien yang menggunakan gigi tiruan. Perhatian: Warna prostesis mungkin dapat berubah.5 DIAGNOSA Diagnosis berdasarkan tanda dan gejala.  Pasien dengan Mulut kering Pastikan hidrasi yang memadai dan mengunyah xylitol permen karet bebas gula untuk meningkatkan aliran air liur. 2. Rendam gigi tiruan dalam larutan encer pemutih (1 sdt untuk 8 oz air) atau chlorhexidine glukonat 0.12% dan bilas secara menyeluruh sebelum dipasang di mulut.1 PENATALAKSANAAN Nonfarmakologi Terapi ini untuk menghilangkan etiologi yang berkontribusi untuk meningkatkan hasil terapi dan meminimalisasi kekambuhan.6 2. Merujuk pasien ke apoteker untuk meninjau teknik aerosol inhalasi yang tepat dan mempertimbangkan kebutuhan untuk ruang inhaler (spacer) dan 2. contact sensitivity.7. Apabila pemeriksaan sitologi tidak dilakukan. Farmakologi Tujuannya adalah untuk meningkatkan efek antijamur dengan memperpanjang waktu kontak obat langsung ke lokasi infektif. Bersihkan gigi tiruan dan hindari memakai semalam. kemudian digabungkan dengan pemeriksaan sitologi. physical/thermal/chemical irritation)  Tumor atau cancer epitel mulut. jika diperlukan. pengobatan .7 2.  Pengguna inhaler steroid Sikat dan bilas langit-langit setelah setiap inhalasi.  Pasien dengan cheilitis angular Hindari menjilat lesi seperti ini akan lebih meningkatkan infeksi mereka dengan bakteri saliva. Buang semua lip balm atau lipstik yang sedang digunakan untuk menghindari reinokulasi dengan agen infeksi.

a. Atrofi candidiasis (a).6. respon parsial eritema setelah 2 minggu terapi antijamur topikal (b).  Clotrimazole dan Nistatin sediaan topikal yang tersedia secara komersial biasanya dipasarkan untuk perawatan mucocutaneous candidiasis lainnya (misalnya. Pilihan terapi  Oral Troche lebih menguntungkan daripada suspensi karena waktu paruhnya di permukaan mukosa lebih lama.d. Aman untuk diterapkan di dalam atau di sekitar mulut atau bibir dan gigi palsu. untuk infeksi jamur vagina atau athlete’s foot).Clotrimazole (oral troches 10 mg): larutkan 1 troche di rongga - mulut sehari 5 kali. b.7 topikal biasanya diperlukan untuk setidaknya 2 minggu untuk membasmi infeksi.i. .000 U/mL): bilas 5 cc q. Nistatin suspensi oral (100. dan dimaksudkan untuk pemakaian luar.  Lepas gigi tiruan sebelum penggunaan terapi lokal (dalam kasus pasien menggunakan gigi tiruan). tetapi penggunaan troches perlu dipersiapkan oleh apoteker dan harganya lebih mahal. Ingatkan pasien untuk  Menghindari makanan atau minuman setiap setelah aplikasi topikal selama minimal 30 menit. resolusi lengkap dari lesi setelah 3 minggu pengobatan (c). . meskipun pasien mungkin merasa resolusi gejala 3-4 hari setelah aplikasi. selama 2 menit dan meludah. Gambar 2.

Pasien mengenakan denture: Oleskan tipis-tipis ke sisi jaringan gigi tiruan dan mukosa mulut yang terinfeksi q. setelah makan.i.d.8 KIE a. karsinoma sel - skuamosa dan lichen planus Manifestasi oral penyakit sistemik (misalnya. Pengobatan sistemik alternatif Tes fungsi hati secara berkala disarankan untuk pasien dengan gangguan fungsi hati (misalnya.000 - U/g krim atau salep) Pasien dengan angular cheilitis: Oleskan tipis-tipis ke sudut dalam - dan luar q.i. Situasi lain yang membutuhkan perawatan khusus dari dokter gigi meliputi: .d.  Tablet flukonazol (100 mg): 1 tablet q. Untuk 2 minggu  Tablet ketokonazol (200 mg): 1 tablet q.Candidiasis bersamaan dengan displasia epitel. Jika warna kotak inhaler tidak hijau atau biru. Jika pasien tidak responsif untuk awal manajemen antijamur.8 Perhatian: sediaan komersial biasanya mengandung pemanis - kariogenik. c.d. Tidak semua inhaler asma mengandung steroid. Untuk 2 minggu 2. karena alkoholisme atau hepatitis) atau untuk jangka pemakaian panjang. rujuk ke spesialis untuk memeriksa penyebab sistemik. mulut setelah makan. c. maka inhaler mengandung steroid. b. Perawatan non-resep (krim clotrimazole: 1% atau nistatin: 100. Pasien dengan gangguan fungsi hati juga harus memperingatkan tentang kemungkinan interaksi obat (seperti dengan inhibitor sitokrom P450 di hepar).d. disfungsi endokrin) Pemantauan keamanan antijamur sistemik dengan dokter Pengelolaan faktor penyebab termasuk xerostomia sekunder untuk - pemberian obat atau sindrom sjögren Manajemen burning mouth syndrome awalnya seperti candidiasis oral .