You are on page 1of 37

ASUHAN KEBIDANAN KELUARGA TN.

T
PADA NY. S DENGAN HIPERTENSI DI RT 08 RW 04 DESA METUK
KECAMATAN MOJOSONGO KABUPATEN BOYOLALI

Laporan Individu
Disusun untuk memenuhi tugas PKL Kebidanan Komunitas

Disusun Oleh :
NAMA : WIDA PANDUWINATA
NIM

: 2010.084

AKADEMI KEBIDANAN CITRA MEDIKA
SURAKARTA
2012

i

LEMBAR PENGESAHAN
ASUHAN KEBIDANAN KELUARGA TN.T
PADA NY. S DENGAN HIPERTENSI DI RT 08 RW 04 DESA METUK
KECAMATAN MOJOSONGO KABUPATEN BOYOLALI
Laporan Individu
Praktik Kerja Lapangan Kebidanan Komunitas
Telah Memenuhi Syarat dan disetujui
Hari........ Tanggal....... 2012

Menyetujui dan Mengesahkan
Kadus

Pembimbing Akademi

( Juminto)

(Susi Lastianingsih, Amd.Keb)

Mengetahui
Citra Medika Surakarta
Direktur

(Siti Muliawati.,S.SiT,M.Kes)

ii

KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Tuhan YME yang telah memberikan rahmat, hidayah dan inayah
kepada penulis sehingga bisa menyelesaikan Laporan Praktek Kerja Lapangan Kebidanan
Komunitas di Kelurahan Metuk RW 04 Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali.
Terselesaikannya laporan ini berkat bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak,
tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. DKK Boyolali yang telah memberikan ijin Praktek Kerja Lapangan Kebidanan
Komunitas
2. Pihak Puskesmas Mojosongo yang telah membantu dan mengawasi kegiatan mahasiswi
dilahan Praktek Kerja Lapangan Kebidanan Komunitas
3. Kepala Kelurahan Metuk dan seluruh perangkatnya serta seluruh pejabat Kelurahan
Metuk yang telah memberikan lahan praktek
4. Ketua PKK Kelurahan Metuk beserta Kader- Kader
5. Ibu Siti Muliyawati S.SiT, M. Kes Direktur Akademi Kebidanan Citra Medika Surakarta
6. Ibu Susi Lastianingsih, Amd. Keb selaku dosen pembimbing yang telah memberikan
dukungan dan bimbingan
7. Masyarakat Metuk yang telah berpartisispasi dalam setiap kegiatan kami yang bersedia
menjadi responden
8. Teman – teman Akademi Kebidanan Citra Medika Surakarta yang selalu mendukung
dalam setiap kegiatan
Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam laporan ini, oleh sebab itu saran
dan kritik yang membangun sangat kami harapkan, dan semoga laporan ini bermanfaat bagi
semua pihak. Terima kasih.
Boyolali, 15 Oktober 2012
Penulis

iii

............... i HALAMAN PENGESAHAN ................... 4 A........................................................... C......... B..........DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ........... 1 A........................................ Perecanaan......................................................... 24 BAB V PENUTUP................... DAFTAR PUSTAKA............................................................................................... Tujuan Penulisan....................... SAP 2....... Kesimpulan................. D........................................ Perumusan Masalah..... 25 A............................................................................ Manajemen / asuhan kebidanan pada keluarga............................ 25 25 26 DAFTAR LAMPIRAN 1......................................................................... 4................................................................................................. 2............................................ Metode Penulisan/Penelitian ............................................................... 13 A................................................ ii KATA PENGANTAR .......................................... 13 22 22 23 23 23 23 BAB IV PEMBAHASAN KASUS....................................................................................................................................... iv DAFTAR LAMPIRAN.................................................. B............................................ 1.................. G........................... Peran Keluarga........ C.......................... iii DAFTAR ISI ................................................... B....... 1 2 2 BAB II TINJAUAN TEORI ...... Konsep Dasar Kebidanan Keluarga................................... Teori Hipertensi.................................................................. Pengkajian…………………………………………………............................. v BAB I PENDAHULUAN ....................... Latar Belakang............................... Pelaksanaan......................................... C........................... E...................................................................... Evaluasi................................................................................................... 4 4 4 5 5 6 9 BAB III ASUHAN KEBIDANAN PADA KELUARGA INTENSIF.......................................... Tipe Keluarga....... C......................................................................... DOKUMENTASI iv ............................................................................................................................ Pengertian Keluarga........................................................ F................. Saran........................ B.............................................. Prioritas Masalah.................................................................... Fungsi Keluarga........................... 3...................................................... Analisa Data.........................................................

v v .

Melihat peran serta kondisi kesehatan Ny. S sangat harmonis. jantung dan ginjal. tingkat pendidikan dan tempat tinggal yang tersebar di ribuan pulau dapat menimbulkan permasalahan kesehatan. Diabetes mellitus 12 orang 24%. Yang di khususkan pada RW 04 dengan luas wilayah 131 hektar yang terdiri 8 RT. Wujud dari pelaksanaan peran tersebut salah satunya adalah dengan adanya Praktek Kerja Lapangan Kebidanan Komunitas yang dilaksanakan oleh mahasiswa kebidanan semester V. keluarga. Tidak ada gejala atau tanda khas untuk peringatan dini bagi penderita hipertensi. Dari 8 RT tersebut didapatkan jumlah kepala keluarga (KK) sebanyak 303 KK.S terdiri dari Suami dan istri. jantung 2 orang 4%. rematik 9 orang 18%. Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan Kebidanan Komunitas Akademi Kebidanan Citra Medika yang dilakukan di Kelurahan Metuk Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali yang terdiri dari 4 RW.BAB I PENDAHULUAN A. ispa 5 orang 10%. agama. Oleh karena itu penderita hipertensi memerlukan perhatian khusus agar tidak terjadi hal-hal tersebut. Hal ini harus dipecahkan bersama antara pemerintah dan masyarakat secara berkesinambungan untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Keluarga Ny. thipus 2 orang 4%. Kondisi keluarga Ny. Adapun peran-peran yang dimiliki tenaga kesehatan seperti bidan dalam kesehatan masyarakat adalah memberikan pelayanan kebidanan kepada individu. Tujuan Umum 1 . mata. Selain itu. Jumlah penduduk di RW IV sebanyak 1047 jiwa yang terdiri dari 526 jumlah pria dan 521 jumlah penduduk wanita.S penulis menjadi tertarik untuk memberikan Asuhan Kebidanan Komunitas pada Ny. Latar Belakang Masalah Kondisi penduduk di Indonesia yang terdiri dari berbagai suku. S dengan hipertensi karena hipertensi mengakibatkan pandangan menjadi kabur yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak. asma 5 orang 10%. gangguan jiwa 1 2%. S yang tinggal di Desa Metuk Ngelerep RT 08 RW 04. Salah satu penduduk yang menderita hipertensi adalah Ny. Hipertensi perlu diwaspadai karena merupakan bahaya diam-diam. kelompok khusus dan masyarakat sesuai dengan kebutuhan dasar manusia. B. Dari survey yang telah dilakukan di RW IV jumlah penderita hipertensi sebanyak 17 orang dengan prosentase 34% . Tujuan Penulisan 1. banyak orang merasa sehat dan energik walaupun memiliki hipertensi.

S Melakukan analisis data pada keluarga Ny. Melakukan pengkajian kebidanan pada keluarga intensif Ny.S Merencanakan asuhan kebidanan pada Ny. 2. c.T Pada Ny. b. Observasi Partisipasif Dengan mengadakan pengamatan langsung pada keluarga intensif untuk mengetahui perkembangan kesehatan yang dirasakan. d.T Pada Ny. faktor rumah dan lingkungan. S Merumuskan masalah yang terdapat pada Ny. 2 . e. f. 2. serta riwayat kesehatan keluarga. Wawancara Wawancara dilakukan untuk data secara langsung dari narasumber yaitu Ny. S Melakukan evaluasi pada Ny. social.S tentang struktur dan sifat keluarga.2 Menerapkan asuhan kebidanan komunitas keluarga Tn. Home Visit Metode ini dilakukan untuk mendapatkan data mengenai keluarga dan juga melakukan observasi dan evaluasi penyelesaian masalah yang telah diberikan pada responden.S dengan hipertensi. factor ekonomi. 3. S Melaksanakan asuhan kebidanan pada Ny. Metode Penulisan / Penelitian Dalam penyusunan laporan ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah : 1. Tujuan Khusus a. S C. S Membuat prioritas masalah yang terdapat pada Ny. Wawancara dilakukan dengan mengajukan pertanyaan mengenai keluarga Tn. budaya. 4. g.S . Studi Kepustakaan Metode ini dilakukan dengan mencari sumber yang berasal dari referensi atau literature yang dijadikan sebagai landasan metode ini diharapkan dapat sebagai perbandingan antara kenyataan lapangan dan teori yang ada.

3 3 .

Pengertian Keluarga Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat dibawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan (Dep Kes RI 1998). Cahibitation Family (keluarga habitas) adalah dua orang yang menjadi satu keluarga. Keluarga adalah dua atau lebih dari individu yang tergantung karena hubungan darah. Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal disuatu tempat dibawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Nuclear Family (keluarga inti) adalah keluarga yang terdiri dari ayah. Peran Ayah. berpoligami atau hidup bersama.BAB II TINJAUAN TEORI A. pria yang menikah lebih dari 2x dan merupakan satu keluarga inti. enak dan berkehendak bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk memuliakan masingmasing anggotanya. Menurut Ki Hajar Dewantara keluarga adalah kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki. hubungan perkawinan atau pengangkatan mereka hidup dalam satu rumah tangga. dan sebagainya. berorientasi satu sama lain dan dalam perannya masing-masing menciptakan dan mempertahankan serta mempertahankannya kebudayaan (Effendy. Serial Family (keluarga berantai) adalah keluarga yang terdiri dari wanita dan d. 4 . Peran Keluarga Menurut Hartan dan Hunt tahun 1999 peran keluarga terdiri dari sebagai berikut : a. ibu dan b. Extendet Family (keluarga besar) adalah keluarga inti di tambah dengan sanak saudara misalnya: nenek. 2. perceraian atau kematian. 3. kakek. Konsep Dasar Kebidanan Keluarga 1. c. keponakan. Single Family (keluarga duda atau janda) adalah keluarga yang terjadi karena e. anak.paman. esensial. Composite Family (keluarga berkomposisi) adalah keluarga yang perkawinannya f. Tipe Keluarga Tipe keluarga menurut Hartan dan Hunt tahun 1999 adalah sebagai berikut : a. bibi. saudara sepupu. 2003) .

ibu mempunyai peran mengurus rumah tangga pengasuh anak-anaknya dan sebagai satu kelompok dari peran sentral dari anggota masyarakat dan pencari nafkah tambahan. Fungsi status sosial yaitu suatu dasar yang menunjukan kedudukan atau status bagi anggotanya. 1) Patriakal. pemeliharaan terhadap sesama. perlindungan dan memberi rasa aman sebagai kepala keluarga. Fungsi Keluarga Fungsi keluarga dalam hidup sehari-hari menurut Hartan dan Hun (1999) yaitu : a. Fungsi toleran dan efektif yaitu apabila rasa cinta kasih sayang dalam keluarga dapat dirasakan oleh semua anggota maka anggota keluarga akan merasakan kesenangan kegembiraan dan ketentraman sehingga mereka akan betah tinggal g. Manajemen / Asuhan Kebidanan pada Keluarga 1. Fungsi ekonomi yaitu anggota keluarga sebagai penghasil ekonomi terutama orang tua sedangkan anggota keluarga yang lain atau anak berfungsi sebagai h. pertama dan utama karena anak-anak mengenal pendidikan sejak lahir. dan spiritual. Fungsi pengaturan sexual yaitu keluarga merupakan wadah sah baik ditinjau dari b. 4. Fungsi sosialisasi yaitu individu atau anggota keluarga mempelajari kebiasaan f. sosial . yang dominan dan memegang kekuasaan dalam keluarga adalah dipihak ayah 2) Matriakal. Peran Anak Anak melaksanakan perahan psikososial sesuai tingkat perkembangan baik. Pemegang kekuasaan dalam rumah tangga. konsumen.5 Ayah sebagai suami dari istri dan ayah bagi anak-anaknya berperan mencari nafkah. penerus keturunan. ide-ide nilai dan tingkah laku dalam masyarakat melalui lingkungan keluarga. yang dominan dan memegang kekuasan dalam keluarga adalah dipihak ibu. Peran Ibu Sebagai istri dan suami dan ibu dari anak-anaknya. agama maupun masyarakat dalam pengetahuan dan pemuasan keinginan seksual Fungsi reproduksi yaitu keluarga berfungsi menghasilkan anggota baru sebagai c. Fungsi pendidikan yaitu keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang e. yang memegang kekuasan dalam keluarga adalah ayah dan ibu. Pengertian Asuhan Kebidanan 5 . pendidikan. sebagai kelompok masyarakat. mental. Fungsi perlindungan dan pemeliharaan yaitu memberikan perlindungan dan d. fisik. c. 3) Equalitarian. b. dirumah maka keluarga merupakan tempat rekreasi bagi anggota keluarga. B. d.

2) Data obyektif Data obyektif diperoleh dari hasil observasi. kebersihan. masyarakat dan lingkungannya. riwayat kesehatan keluarga. Tujuan analisis adalah menggunakan data-data yang terkumpul dan mencari kaitan satu dengan yang lainnya sehingga ditemukan dalam berbagai masalah Melalui proses analisis dapat ditemukan jawaban tentang: 1) Hubungan antara penyakit atau status kesehatan dengan keadaan lingkungan sosial budaya (perilaku). serta keluarga berencana (Sofyan. Identifikasi masalah Berdasarkan data pengumpulan dilaksanakan secara langsung di masyarakat (data subyektif) dan tidak langsung (data obyektif). 1) Data subyektif Data subyektif diperoleh dari informasi yang langsung diterima dari masyarakat. 2. Pelayanan kesehatan yang ada serta faktor-faktor keturunan yang berpengaruh terhadap kesehatan.6 Manajemen kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang digunakan sebagai untuk mengorganisasikan pikiran tindakan berdasarkan teori.1990:80). budaya. 2) Masalah-masalah kesehatan (termasuk penyakit) yang ada pada masyarakat. c. sosial. Pengumpulan data subyektif dilakukan melalui wawancara. ilmiah. 2001:126). rumah dan lingkungan. yang dilakukan secara inspeksi yaitu dengan melihat keadaan. pemeriksaan dan pengolahan catatan keluarga. Pengertian Asuhan kebidanan Asuhan kebidanan adalah penerapan fungsi dan kegiatan yang menjadi tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada klien yang mempunyai kebutuhan atau masalah dalam bidang kesehatan ibu masa hamil. denah rumah. Manajemen kebidanan adalah metode yang digunakan oleh bidan dalam menentukan dengan mencari langkah dan pemecahan serta dalam menentukan tindakan untuk menyelamatkan pasiennya dari gangguan kesehatan (Syahlan. b. 1996:12). faktor ekonomi. bayi setelah lahir. Analisis Setelah data dikumpulkan dan dicatat maka dilakukan analisis. masa persalinan. a. tentang struktur dan sifat keluarga. penemuan ketrampilan dalam rangkaian tahap yang logis untuk pengambilan suatu keputusan yang berfokus pada klien (Varney. Rumusan masalah 6 .

d. Evaluasi Tujuan untuk mengetahui ketepatan atau kesempurnaan antara hasil yang dicapai dengan tujuan yang yang ditetapkan sebelumnya. 2) Mempelajari dan memahami faktor-faktor penyebab penyakit hipertensi kambuh (allergen) dan mengetahui cara mengendalikannya. Bidan harus memonitor perkembangan dan perubahan yang terjadi terhadap ibu. S pendidikan terakhir SD. Evaluasi dilakukan berdasarkan rencana tindakan dan evaluasi yang ditetapkan sebelumnya. g. 4) Dukungan dari keluarga dan kader kesehatan. Tujuan yang ditetapkan dalam penyusunan rencana mencakup keadaan yang diharap dapat tercapai. 7 . Dalam perencanaan mencakup: 1) Penyuluhan (edukasi) mengenai penyakit hipertensi dan keluarganya. 3) Hubungan yang diharapkan dari sector atau instansi dari para pemimpin dan tokoh masyarakat serta organisasi masyarakat. e. Perencanaan Adalah rancangan upaya yang disusun untuk mengetahui suatu masalah. Bila ada hambatan atau masalah segera dilakukan pengkajian untuk mengambil langkah mengatasinya.7 Dapat ditemukan berdasarkan analisis didalam rumusan masalah mencakup masalah utama dan penyebabnya serta masalah potensial. Dalam pelaksanaan tindakan tidak jarang ditemukan masalah dan hambatan. Prioritas masalah Adalah Penetapan prioritas berdasarkan perumusan masalah dan analisa data. Sehingga dapat dirumuskan menjadi: 1) Rendahnya tingkat pendidikan Dalam keluarga Ny. 2) Kurangnya kesadaran tentang bahaya merokok 3) Jarak jamban dan sumber air kurang memenuhi syarat Jarak jamban dengan sumber air < 10 M. Tindakan/ Pelaksanaan Didalam pelaksanaan kegiatan. f. 4) Penyakit Hipertensi Adanya anggota keluarga yang menderita penyakit hipertensi yang sering kambuh saat berfikir terlalu berat.

Bila tujuan tidak tercapai maka perlu dikaji kembali penyebabnya. kurangnya tiga kali pada pengukuran yang terpisah: Insiden hipertensi Insiden hipertensi makin meningkat dengan meningkatnya usia. Pada anak-anak. satu kali atau lebih. Hipertensi perlu diwaspadai karena merupakan bahaya diam-diam. jenis kelamin. C. Secara keseluruhan kematian akibat hipertensi mengalami peningkatan sebesar 46%. dan kebutaan. 1 Data Riskesdas menyebutkan hipertensi sebagai penyebab kematian nomor 3 setelah stroke dan tuberkulosis. Detection evaluation and treatment of High Blood Preassure dari Amerika Serikat dan badan dunia WHO dengan International Society of Hipertention membuat definisi hipertensi yaitu apabila tekanan darah seseorang tekanan sistoliknya 140 mmHg atau lebih atau tekanan diastoliknya 90 mmHg atau lebih atau sedang memakai obat anti hipertensi. 2000). Selain itu. Tidak ada gejala atau tanda khusus untuk peringatan dini bagi penderita hipertensi.8% dari proporsi penyebab kematian pada semua umur di Indonesia. Ini sering disebabkan oleh perubahan alamiah di dalam tubuh yang mempengaruhi jantung. terjadi peningkatan rata-rata kematian akibat hipertensi sebesar 21% dari tahun 1989 sampai tahun 1999. 60% penderita hipertensi berakhir pada stroke. dan tinggi badan yang diukur sekurang2. pembuluh darah dan hormon.8 Suatu kegiatan dinyatakan berhasil bila hasil evaluasi menunjukan data yang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. jumlahnya mencapai 6. Pada orang dewasa. Berdasarkan 8 . diketahui hampir seperempat (24. Teori Hipertensi 1. 2001). banyak orang merasa sehat dan energik walaupun memiliki hipertensi. Definisi Hipertensi The Joint National Community on Preventation. Dari jumlah itu. definisi hipertensi yaitu apabila tekanan darah lebih dari 95 persentil dilihat dari umur. Hipertensi pada yang berusia kurang dari 35 tahun akan menaikkan insiden penyakit arteri koroner dan kematian prematur 3. (Tambayong.5%) penduduk Indonesia usia di atas 10 tahun mengkonsumsi makanan asin setiap hari. Sementara prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 31. Penyebab Hipertensi secara Epidemiologi Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007. peningkatan tekanan darah sistolik sebesar 20 mmHg menyebabkan peningkatan 60% risiko kematian akibat penyakit kardiovaskuler.7% dari populasi pada usia 18 tahun ke atas. gagal ginjal. Sedangkan sisanya pada jantung. Berdasarkan American Heart Association (AHA.

pandangan menjadi kabur yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak. Merupakan obat yang dipakai dalam upaya pengontrolan tekanan darah melalui proses memperlambat kerja jantung dan memperlebar (vasodilatasi) pembuluh darah. sakit kepala b. Diuretic {Tablet Hydrochlorothiazide (HCT). Namun deteksi dini dan perawatan hipertensi dapat menurunkan jumlah morbiditas dan mortalitas. bisa timbul gejala berikut: a. Tetapi karena potasium berkemungkinan terbuang dalam cairan urine. b.9 hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007. mata. mual. Masa laten ini menyelubungi perkembangan penyakit sampai terjadi kerusakan organ yang bermakna. dan baru timbul gejala setelah terjadi komplikasi pada organ target seperti pada ginjal. Angiotensinconverting enzyme (ACE)}. Pencegahan a. masyarakat belum terdiagnosis. Capoten (Captopril)}. Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati. telinga berdengung. gelisah f. Gejala Klinis Peninggian tekanan darah kadang-kadang merupakan satu-satunya gejala pada hipertensi esensial dan tergantung dari tinggi rendahnya tekanan darah. Pencegahan Primer : 9 . kelelahan c. 5. Bila terdapat gejala biasanya hanya bersifat spesifik. dan mata berkunang-kunang. stroke atau gagal ginjal. muntah d. Perjalanan penyakit hipertensi sangat perlahan. Kadang-kadang hipertensi esensial berjalan tanpa gejala. Penderita hipertensi mungkin tidak menunjukkan gejala selama bertahun–tahun. Beta-blockers {Atenolol (Tenorim). memperlebar pembuluh darah. Apabila hipertensi tidak diketahui dan dirawat dapat mengakibatkan kematian karena payah jantung. Merupakan salah satu obat yang biasa dipakai dalam pengontrolan darah tinggi atau Hipertensi melalui proses rileksasi pembuluh darah yang juga 6. sesak nafas e. sebagian besar kasus hipertensi di 4. c. rasa berat ditungkuk. Calcium channel blockers {Norvasc (amlopidine). misalnya sakit kepala atau pusing. gejala yang timbul dapat berbeda-beda. jantung dan ginjal Pengobatan Hipertensi a. maka pengontrolan konsumsi potasium harus dilakukan. otak dan jantung. mata. sukar tidur. Gejala lain yang sering ditemukan adalah mudah marah. Lasix (Furosemide)} Merupakan golongan obat hipertensi dengan proses pengeluaran cairan tubuh via urine. infark miokardium.

Berdasarkan penelitian oleh Clinical and Public Health Advisory from the National High Blood Pressure Education Program Amerika Serikat bahwa penurunan berat badan sebesar 4. Telah diketahui bahwa peningkatan konsumsi minyak ikan yang mengandung Asam Lemak (omega-3) dapat menurunkan tekanan darah secara signifikan terutama bagi mereka yang menderita diabetes.4 kg dapat menurunkan tekanan darah sampai dengan 7. 5) Suplai kalsium. meskipun hanya menurunkan sedikit tekanan darah tapi kalsium juga cukup membantu.0 mmHg dan aerobik selama 30 menit setiap hari bisa menurunkan tekanan darah sampai 4. b. 3) Kurangi konsumsi alkohol.05 mmHg. 4) Konsumsi Minyak ikan. 2) Kurangi makanan berkolesterol tinggi dan perbanyak aktifitas fisik untuk mengurangi berat badan. Pencegahan Sekunder 1) Pola makanan yang sehat 2) Mengurangi garam dan natrium didiet anda 3) Mengurangi Akohol Intake 4) Berhenti Merokok 10 .10 1) Tidur yang cukup. antara 6-8 jam per hari.

Jenis Kelamin : Laki-laki d.BAB III ASUHAN KEBIDANAN KELUARGA INTENSIF TN.T PADA NY. Daftar Anggota Keluarga : No Nama 1. Nama KK : Tn. Alamat : Ngelerep RT 08/ RW 04 i. Pendidikan : SLTP f. Umur : 54 tahun c.- h. STRUKTUR DAN SIFAT KELUARGA 1. S A. Sudarti Istri 13 . 800. Struktur Keluarga a. Pendapatan : ± Rp. T b. Tukul Hubungan Keluarga Kepala L/P Umur Pendidikan Pekerjaan L 54 SLTP Buruh P 51 SD IRT Harsito Keluarga 2. Pekerjaan : Buruh g. S DENGAN HIPERTENSI DI RT 08 RW 04 DESA METUK KECAMATAN MOJOSONGO KABUPATEN BOYOLALI RT/ RW : RT 06 / RW 04 Nama Surveyor: Wida Panduwinata Kelurahan : Metuk Tanggal Kecamatan : Boyolali : 5 Oktober 2012 Nama Responden : Ny. Agama : Islam e.000. Suku/ Bangsa : Jawa/ Indonesia j.

Genogram + 5 1 t h 4 9 t h + + 4 6 t h 43 th 30 th 4 0 t h 38 th 51 th 2 7 t h KETERANGAN : 14 + 48 th . Tipe Keluarga : Nuclear family ( keluarga inti ) l.14 Keluarga yang masih bayi dan balita IMUNISASI 0 -7 Hari Hb0 1 bulan 2 bulan BCG DPT/ HB1 Polio 1 3 bulan Polio 2 DPT/ HB2 Polio 3 4 bulan 9 Bulan DP T/ HB 3 Campak Poli o4 k.

M .hari 1) Waktu makan : teratur 2) Frekuensi makan : 3x/hari 3) Porsi makan : 1 piring 4) Jenis makan : makanan pokok.S meninggal pada usia 68 tahun karena sudah lanjut usia + + : Ayah mertua Ny. Hubungan antar anggota keluarga : harmonis n. usia 51 tahun.usia 27 tahun m.keadaan kesehatan baik 30 tahun : An.menderita hipertensi 54 tahun : Tn.S meninggal pada usia 72 tahun karena sudah lanjut usia + : Ibu Ny. Sifat Keluarga a.15 + : Ayah Ny.S meninggal pada usia 69 tahun karena sudah lanjut usia : Ibu mertua Ny.S meninggal pada usia 68 tahun karena sudah lanjut usia 51 tahun : Ny. Kebiasaan Istirahat dan tidur keluarga 1) Kebiasaan istirahat dan tidur : ada 2) Waktu istirahat/ tidur : Malam 8 jam 15 . 5) Cara pengolahan makanan : memenuhi syarat kesehatan. sayuran. usia 54 tahun .S. usia 30 tahun 27 tahun : An. Hubungan antar keluarga dengan masyarakat : harmonis 2. lauk pauk. 9) Kebiasaan cuci tangan : sebelum & sesudah makan 10) Makanan Pantangan dalam keluarga : tidak ada 11) Makanan Kesukaan Keluarga : ayam goreng 12) Kebiasaan minum Keluarga : air putih c.E. Anggota keluarga yang berpengaruh dalam mengambil keputusan : cucu b. 6) Menu makan dalam Seminggu : bervariasi 7) Cara Penyajian Makanan : disiapkan di tempat makan 8) Cara Menyimpan/ Mengamankan makanan dari pencemaran: ditutup dengan penutup makanan. Kebiasaan hidup sehari.T.

000 2) Biaya pendidikan : tidak ada 3) Kesehatan : tidak ada 4) Pakaian : Kadang-kadang 5) Rekreasi : jarang 6) Perbaikan rumah : tidak ada 7) Tabungan : Rp. Pengeluaran/ Pemanfaatan dana keluarga 1) Kebutuhan pokok : Rp 600. Pemanfaatan waktu senggang : tidak ada f. Penghasilan utama dalam 1 bulan 1) Ayah : Rp. Kebiasaan Eliminasi Keluarga 1) Miksi / BAK : kamar mandi. SOSIAL.16 . 7x/ hari 2) Defekasi/ BAB : kamar mandi. Penghasilan a. Sarana hiburan keluarga 1) Sarana hiburan keluarga : TV 2) frekuensi rekreasi dalam keluarga : jarang e. frekuensi : 2x/ hari 4) Kebiasaan mencuci rambut : 3x/ minggu. FAKTOR EKONOMI. Hygiene per orang/ keluarga 1) Kebiasaan mandi : 2x/hari 2) Penggunaan sabun : ya 3) Kebiasaan Menggosok gigi : ya. BUDAYA 1. Kebiasaan keluarga yang merugikan : tidak ada B. 1x/ hari g.000. 150.800.000 2) Ibu : tidak ada 3) Anggota keluarga lain : tidak ada 4) Jumlah :- b. Penghasilan Tambahan : tidak ada c. menggunakan shampoo 5) Penggunaan alas kaki : ya h.16 3) Kualitas tidur/ Istirahat : cukup d.

Cahaya matahari masuk dalam rumah : iya m. 50. Status Kepemilikan : sendiri b. Pembagian ruang 1) Kamar tamu = ada 2) Kamar makan = ada 3) Kamar tidur = ada 4) Ruang Keluarga = ada 5) Dapur = ada 6) Mushola keluarga = tidak ada 7) Kamar mandi = ada. Pengelolaan dana penentu keuangan keluarga 2. Keadaan ventilasi : memenuhi syarat k. : Ibu Kegitan sosial dan kemasyarakatan a. Atap Rumah : genteng g. Kedudukan KK dalam kemasyarakatan : warga b. Kebiasaan dalam keluarga berkaitan dengan budaya : tidak ada C.17 8) Biaya tak terduga : Rp. 8) Lain. Rumah a. Langit : tidak ada f. Dinding rumah : tembok d. Ukuran rumah : 35 m2 c. Ventilasi : ada h. jendela.- 9) Jumlah : Rp. FAKTOR RUMAH DAN LINGKUNGAN 1. Partisipasi keluarga : aktif c. Penerangan : listrik l. Hubungan anggota kelurga dengan masyarakat : harmonis 3. lubang angin i. Lantai : sudah di keramik e.000. Jenis Ventilasi : pintu. Jendela/ Lubang angin dibuka setiap hari : tidak j. 800.lain = tidak ada Denah rumah : 17 . Penggunaan dana : cukup e.000 d.

5. Ventilasi atap dapur : tidak ada d. n. Kebersihan dapur : kurang e. Pengelolaan sampah 4. Tempat pembuangan sampah : lubang c. Alat masak menggunakan : kompor gas b. Inspeksi sanitasi : tidak ada Penampungan air minum a. : dibakar Sumber air a. Jarak tempat sampah dengan sumber minum : >10 m e. Tempat penampungan air minum 18 : tidak ada . c. Bila kurang bersih disebabkan oleh :sampah rumah tangga Sampah a. Kebersihan rumah o. Bila kurang bersih disebabkan oleh : cukup : debu Perabotan rumah a. Tempat penyimpanan peralatan dapur : rak piring 3.18 DAPUR KAMAR MANDI RUANG TV KAMAR RUANG TAMU KAMAR KAMAR 2. Sumber air minum : sumur bor b. Letak pembuangan sampah : dapur d. Pembuangan sampah : ada b.

kebersihan : kurang e. Kandang ternak : tidak ada 9. Kontruksi : permanen d. Halaman a. Letak jamban : di dalam e. Pemanfaatan : tidak ada c. Kalau ada. Kondisi penampungan air minum : langsung Jamban kelurga a. Bak mandi : ada d. 7. jenis : lalat. Jenis limbah : rumah tangga b. Geografi rumah : desa 19 . Saluran limbah : tertutup e. Bila tidak buang air besar di : tidak ada c. Jarak jamban : <10 m f. Jenis : nyamuk. Jarak limbah dengan sumur : < 10 m f. semut h. nyamuk i. Pemilikan : tidak ada b. Letak dari rumah : didalam rumah c. Lingkungan rumah a. Letak : belakang rumah g. Pemilikan jamban : sendiri b. Jenis jamban : angsa latrine d. Pemilikan : ada b. Kebersihan : cukup 10. Kamar Mandi a. Letak dari rumah : tidak ada d. 6. Vektor : ada g. Vektor : ada h. Bak Limbah : tidak ada c. keadaan bak mandi : cukup 11.19 b. Kebersihan jamban : cukup Pembuangan air limbah a. Bau limbah : tidak ada 8.

SLTP jarak dari rumah : tidak ada d. Warung jarak dari rumah : 15 m b. BKIA jarak dari rumah : tidak ada c. Fasilitas pendidikan a. Pasar jarak dari rumah : 2. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA 1. Gereja jarak dari rumah : tidak ada c.5 km g. Toko jarak dari rumah : 2 km c. Lain-lain jarak dari rumah : tidak ada 16.5 km 15. Fasilitas jalan :dapat dilewati mobil sepanjang musim D. Puskesmas jarak dari rumah : 3 km d. Lain-lain jarak dari rumah : tidak ada 17. Pura jarak dari rumah : tidak ada d. BP jarak dari rumah : tidak ada b. Fasilitas Kesehatan a. SLTA jarak dari rumah : tidak ada e. Fasilitas peribadatan a. Masjid jarak dari rumah : 250 m b. Saran hiburan : TV 18. AKADEMI / PT jarak dari rumah: tidak ada 13. Lokasi : dekat rumah tetangga 12.20 b. Dokter jarak dari rumah : 2 km f. RS jarak dari rumah : tidak ada e. Riwayat kesehatan anggota keluarga 2. Kebiasaan memeriksa diri 20 : hipertensi 150/90 mmHg . Jarak dengan tetangga : dekat c. SD jarak dari rumah : tidak ada c. Fasilitas Perdagangan a. Fasilitas transportasi keluarga : tidak ada 19. Suasana : tenang d. Bidan jarak dari rumah : 1. TK jarak dari rumah : 1 km b. Program kesehatan yang sudah jalan di sekolah tersebut : UKS 14.

Riwayat kehamilan yang lalu : rutin (G0P2A0) b. Ibu hamil : tidak ada d. Pemeriksaan bayi dan balita 1) Mempunyai bayi : tidak punya 2) Mempunyai balita : tidak punya 3) Pemeriksaan/kunjungan ke : tidak ada 4) Pemeriksaan dilakukan : tidak ada 5) Mempunyai KMS : tidak ada 6) Menimbang bayi : tidak ada 7) Berat badan bayi : tidak ada 8) Status imunisasi : tidak ada 9) Status gizi bayi : tidak ada 10) Status gizi balita : tidak ada 11) Pemberian tablet vitamin A : tidak ada 12) Jenis makanan yang dikonsumsi bayi/balita setiap hari: 13) Pengadaan Makanan untuk Bayi/Balita : tidak ada 14) Pemberian makanan tambahan : tidak ada 15) Makanan pantangan Bayi/Balita : tidak ada 16) Pertumbuhan dan Perkembangan (Tumbang)Bayi/Balita : 17) Status Kesehatan Bayi/Balita 21 : tidak ada .21 a. Keluarga berencana 1) Pasangan PUS : tidak ada 2) Umur PUS : - 3) Pernah mendengar KB : pernah 4) Jika pernah mendengar dari : bidan 5) Telah ikut KB : - 6) Data keluarga berencana/ cek pada kartu KB alat kontrasepsi yang digunakan : Steril / MOW pada tahun 2010 g. Tempat : Puskesmas. dokter 3. Riwayat persalinan : tidak ada c.2 tahun = tidak ada f. Ibu menyusui/ ibu yang mempunyai anak usia 0. Kesehatan ibu dan anak a. Waktu : bila sakit b. Ibu nifas : tidak ada e.

Penyebab penyakit HIV/AIDS : tahu : tidak tahu d. Bentuk bantuan yang dibutuhkan lansia dimasyarakat : tidak ada 5. Memenuhi kebutuhan jiwa b.22 4. Keluhan penyakit yang diderita lansia : tidak ada c. Pengetahuan tentang HIV/ AIDS : tidak tahu b. Tindakan yang dilakukan lansia sehubungan dengan keluhan penyakit tersebut adalah : tidak ada d. Kesehatan lansia a. 1) Pemenuhan rasa aman : ada 2) Perasaan bangga / senang : ada 3) Semangat untuk maju : ada Pemenuhan status sosial 1) Perasaan dilayani : ada 2) Perasaan dibenci : tidak ada 3) Perasaan diasingkan : tidak ada Riwayat kesehatan mental keluarga 1) Anggota keluarga yang pernah di rawat di RSJ : tidak ada 6. Penyakit HIV/AIDS merupakan penyakit menular c. Penampilan tingkah laku keluarga yang menonjol : tidak ada Riwayat spiritual anggota keluarga : Keluarga selalu melaksanakan sholat 5 waktu secara teratur 7. Upaya keluarga dalam menjaga pemenuhan kebutuhan makanan seimbang bagi lansia adalah: tidak ada e. c. Anggota keluarga yang lansia : tidak ada b. Pola makan lansia : tidak ada f. Kesadaran keluarga tentang bahaya HIV/AIDS a. Cara penularan penyakit HIV/AIDS tahu 22 : tidak . Riwayat kesehatan mental-psikososial a. Ganguan mental anggota keluarga : tidak ada e. 2) Jenis gangguan mental yang dialami : tidak ada d.

Bahaya tentang penyakit HIV/AIDS : tidak tahu 8. Cara penanggulangan HIV/AIDS : tidak tahu f. Keluarga merasa perlu mendapatkan pengarahan atau penyuluhan informasi kesehatan : baik e. Tanggapan keluarga tentang petugas kesehatan : baik d. b. Keikutsertaan keluarga dalam dana sehat atau JPKM : tidak ada 11. Dana sehat/JPKM : tidak ada a. Struktur dan sifat keluarga 23 . TBC : tidak ada b. Tanggapan keluarga terhadap penyakit kesehatan dan pelayanan sosial a.23 e. menghasilkan analisa data sebagai berikut : 1. Masalah penyakit kronis lain : tidak ada 10. Bentuk pelayanan yang diperlukan keluarga dalam membantu mengatasi masalah kesehatan : pelayanan yang bermutu baik c. Analisa Data Analisa data dilakukan pada keluarga Ny S di RT 08 RW 04 Ngelerep Kelurahan Metuk Mojosongo Boyolali terhadap ibu yang mengalami penyakit hipertensi. Penyediaan kotak obat : tidak ada b. Pengetahuan keluarga tentang dana sehat : tahu b. diambil dari pengumpulan data yang telah terlampir dalam format pengkajian keluarga sebagai hasil dari pengkajian keluarga intensif. Masalah – masalah penyakit kronis a. Usaha pemeliharaan kesehatan mandiri a. Usaha apotek hidup : tidak ada 12. Kunjungan petugas kesehatan ke rumah: pernah 9. Jenis pelayanan kesehatan yang paling membantu keluarga dalam mengatasi masalah kesehatan : periksa ke dokter. Keadaan kesehatan saat kunjungan : sehat A.

Untuk memantau kesehatan Ny. Pelaksanaan Tanggal : 1. Perencanaan Tanggal : 1. Kurangnya kesadaran tentang bahaya merokok 3. Jarak jamban dan sumber air kurang memenuhi syarat Jarak jamban dengan sumber air < 10 M. 2. Melakukan Pengkajian untuk mendapatkan data tentang keluarga Tn. Apabila sakit mereka memeriksakan diri ke dokter. S Lakukan Pemantauan Pada Ny. S selalu memeriksakan diri ke dokter. Prioritas Masalah Berdasarkan hasil perumusan masalah yang ada maka dapat dibuat prioritas masalah yaitu kurangnya pengetahuan ibu tentang penyakit hipertensi. S Lakukan kunjungan ulang ke rumah Ny.24 Tipe keluarga adalah Nuclear Family (keluarga inti) yang terdiri dari suami dan istri 2. B. 3. C. dinding permanen. Perumusan Masalah 1. Faktor rumah dan lingkungan Status rumah milik sendiri dengan luas 35m2. S pendidikan terakhirnya terdiri dari SD. 3. Penyakit hipertensi Adanya anggota keluarga yang menderita penyakit hipertensi yang sering kambuh saat berfikir terlalu berat.S Berikan penyuluhan pada ibu tentang penyakit hipertensi dan observasi tekanan 4. 4. Riwayat kesehatan keluarga Dalam keluarga tidak ada riwayat penyakit menular atau menurun. darah Ny. keadaan rumah kurang bersih karena masih adanya debu serta keadaan rumah yang belum tertata rapi. atap genting. Hubungan antara keluarga harmonis. sosialisasi dengan masyarakat baik.S 24 .T 2. Faktor ekonomi. lantai keramik. sosial dan keluarga Faktor ekonomi dengan pendapatan Rp 800. 2. 4.000 per bulan dari penghasilan ibu cukup. S E. Melakukan Pemantauan Pada Ny. Lakukan pengkajian pada Ny. D. Rendahnya tingkat pendidikan Dalam keluarga Ny.

Pemantauan sudah dilakukan dan hasilnya tekanan darah Ny.25 3. 25 . 4. S F.00 WIB 2. Kunjungan ulang sudah dilakukan dan hasil observasi tekanan darah NY.Melakukan kunjungan ulang ke rumah Ny.S yaitu 3. Pengkajian sudah dilakukan dan data sudah didapatkan.S dan mengobservasi tekanan darah Ny. S 4. S yaitu mmHg. Ibu sudah mengerti tentang bahaya hipertensi dan bersedia untuk menjaga pola makannya serta hasil observasi tekanan darah pada Ny.pada tanggal 5 Oktober 2012 jam 14. Evaluasi 1.Memberikan penyuluhan pada ibu tentang penyakit hipertensi dan mengobservasi tekanan darah Ny. S yaitu mmHg.

pelaksanaan dan evaluasi pada keluarga Tn. Hipertensi perlu diwaspadai karena merupakan bahaya diam-diam. jumlahnya mencapai 6. perencanaan. seledri. stroke atau gagal ginjal. karena hasil observasi yang dilakukan mendapatkan hasil tekanan darah ibu mencapai 150/90 mmHg maka penulis mengajurkan Ny. wortel.T maka didapatkan prioritas masalah yang muncul adalah penyakit hipertensi yaitu pada Ny. Dari latar belakang pendidikan ibu yang sedang membuat ibu lebih mudah menerima informasi. timun untuk menurunkan tekanan darah ibu. S yang mana faktor yang melatarbelakanginya adalah pikiran yang terlalu berat dan pola istirahat ibu yang tidak teratur serta kurangnya informasi yang benar tentang cara mencegah penyakit hipertensi. buah blimbing. Dan setelah dilakukan penyuluhan ibu mengerti tentang penyakit hipertensi dan bersedia untuk menjaga fikiranya dan istirahatnya.BAB IV PEMBAHASAN KASUS Berdasarkan pengkajian analisa data. 24 . buah mengkudu. Dengan melihat kasus yang ada maka penulis memiliki pemecahan masalah yaitu dengan cara memberikan penyuluhan tentang penyakit hipertensi. Ibu membutuhkan informasi yang benar sehingga ibu tidak berfikir terlalu berat dan menjaga pola istirahatnya sehari-hari. Tidak ada gejala atau tanda khas untuk peringatan dini bagi penderita hipertensi. S mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran seperti buah pir. Hipertensi sebagai penyebab kematian nomor 3 setelah stroke dan tuberkulosis. Apabila hipertensi tidak diketahui dan dirawat dapat mengakibatkan kematian karena payah jantung. labu siam.8% dari proporsi penyebab kematian pada semua umur di Indonesia. infark miokardium.

Asuhan kebidanan pada keluarga ini bertujuan agar ibu mau menjaga fikiran dan kesehatannya. Kesimpulan Penerapan asuhan kebidanan keluarga intensif pada keluarga Tn. S bersedia untuk selalu menjaga kesehatannya. karena dapat dilihat bahwa banyak warga yang kurang mendapat informasi tentang penyakit hipertensi. Bagi KK Anjurkan pada keluarga Tn. Saran 1. Boyolali.T yang memiliki masalah yaitu penyakit hipertensi di Dusun Ngelerep RT 08 RW 04 Kelurahan Metuk. 25 . Solusi untuk mengatasi permasalahan yang ada yaitu dengan memberikan penyuluhan tentang penyakit hipertensi dan hasilnya mulai sekarang Ny.BAB V PENUTUP A. Bagi Tenaga Kesehatan Anjurkan tenaga kesehatan agar lebih meningkatkan pelayanan dibidang penyuluhan tentang hipertensi.T untuk tetap menjaga kesehatan dan fikiran serta pola istirahatnya agar penyakitnya tidak mudah kambuh. 3. B. 2. Kecamatan Mojosongo. Bagi Masyarakat Anjurkan masyarakat tahu tentang penyakit hipertensi agar dapat menjaga kesehatan dan pola hidup mereka.

(2004). Jakata: EGC. Keperawatan Keluarga Teori dan Praktek. M. N (1998). Edisi 3. 1896. (Depkes RI). Jakarta: EGC Effendy.DAFTAR PUSTAKA Friedman. Sahlan. Jakarta. (1998). J. Edisi 8. EGC Ajar Keperawatan Medikal Bedah. M. 25 . Jakarta : Yayasan Bina Sumber Daya Kesehatan.H. Edisi 2. Kebidanan Komonitas. Asuhan Keperawatan Keluarga.dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: EGC Suprajitno. Dasar.

d. g. Menjelaskan Makanan yang dibatasi dan boleh dikonsumsi oleh penderita f. 2. DESA METUK KECAMATAN MOJOSONGO KABUPATEN BOYOLALI A. MATERI 1. Pengertian hipertensi 2. Menjelaskan derajat hipertensi. Sasaran : Penyuluhan tentang hipertensi : Cara mencegah dan mengobati hipertensi : Wida Panduwinata : Jum’at / 19 Oktober 2012 : 11. METODE Penyuluhan F.26 SATUAN ACARA PENYULUHAN TENTANG HIPERTENSI DI RUMAH NY. Menjelaskan tanda dan gejala hipertensi e. Pokok Bahasan 2. Tujuan Umum Memberikan penyuluhan tentang hipertensi. S B. Menjelaskan pengertian tentang hipertensi. Hari/Tanggal 5. c. b. Tujuan Khusus a. PELAKSANAAN 26 . TUJUAN 1. S RT 08 /RW 04. JUDUL 1. Sub Pokok Bahasan 3. h. Cara mengobati hipertensi D. Menjelaskan kapan dikatakan terjadi hipertensi. Cara mencegah hipertensi 4. Penyuluh 4. MEDIA Leafleat E. hipertensi. Makanan yang boleh dikonsumsi oleh penderita hipertensi 5. Tempat 7.00 WIB : Rumah Warga Desa Ngelerep : Ny. Penyebab hipertensi 3. Waktu 6. Menjelaskan komplikasi hipertensi Menjelaskan factor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi Menjelaskan pencegahan & pengobatan hipertensi C.

G. Menjelaskan tentang penyebab hipertensi c. mendengarkan dengan 2. 4. selama 5 menit a. cara mencegah hipertensi Diskusi dan tanya jawab. Penutup. Mengucapkan terima kasih atas perhatian dan mengucapkan salam penutup ibu memperhatikan dan menjawab pertanyaan. Memberi salam dan meminta maaf bila ada kesalahan. d. selama 5 menit Memberikan kesempatan pada ibu untuk bertanya jika terdapat hal-hal yang belum jelas. selama 2 menit a. Menjelaskan pengertian hipertensi b. selama 2 menit a. Menjawab salam. Menyimpulkan hasil penyuluhan. e. S b.27 1. EVALUASI 27 . Memperkenalkan diri dan apersepsi. Pembukaan. Mengucapkan salam dan terima kasih karena telah di berikan waktu oleh keluarga Ny. Menjawab salam. b. 3. Mengevaluasi hasil kegiatan. seksama. Inti. c.

Umur 8. Merokok 6. Keturunan Tanda dan Gejala: 1. Obesitas (kegemukan) 3.28 MATERI Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah dalam batas normal. Makanan tinggi lemak 5. untuk orang dewasa > 140/90 mmHg. Hipertensi untuk manula > 160/90 mmHg. Alkohol 7. jumlahnya mencapai 6.8% dari proporsi penyebab kematian pada semua umur di Indonesia. Sakit kepala 28 . Data Riskesdas menyebutkan hipertensi sebagai penyebab kematian nomor 3 setelah stroke dan tuberkulosis. Penyebab : 1. Garam 4. Stress 2.

Wortel 250 gram wortel diparut. Daun singkong 7. Sering marah 9. Setelah itu parutan tadi disaring ke dalam gelas. disaring dan diminum. Mata berkunang-kunang 4. Buah pace Ambil buah pace (½ ptg).29 2. Susu Tindakan : Segera bawa ke fasilitas kesehatan bila ada tanda-tanda. Belimbing 29 . Mentimun 2. Jipan 5. Perawatan bagi penderita hipertensi dengan cara tradisional : 1. Makanan bersantan 5. lemah 5. Nafas pendek 6. Gangguan penglihatan 8. kemudian pace diparut. Melinjo 6. Minum kopi Makanan yang boleh dikonsumsi : 1. Berat atau kaku di tengkuk Makanan yang tidak boleh dikonsumsi : 1. Daging jeroan 3. Lakukan dengan rutin minum sehari 2 kali. Pare 3. Bubur kacang ijo 6. Letih. 2. Nadi cepat setelah aktivitas 7. Daging kambing 4. Asin 2. 3. Labu siam 4. Sukar tidur 3.

disaring dan diminum sehari 2-3 kali. kemudian disaring lalu diminum. Perbanyak minum air putih sehari 8-9 gelas. Perbanyak makan buah dan sayur hijau 6. Pencegahan Hipertensi : *Olah raga *Batasi konsumsi garam *Hindari konsumsi alkohol *Tidak merokok *Makan banyak buah & sayuran *Hindari minum kopi berlebihan *Rekreasi *Hindari/atasi stress *Cek tensi teratur/bulan (bila umur >40th) Perawatan pada Klien dengan Hipertensi : 1. Menurunkan berat badan 3. Mentimun 250 gram mentimun diparut. 4. Seledri Seledri ditumbuk hingga lembut. jeroan dan mentega 5. Kurangi pikiran berat 4. diberi sedikit air lalu disaring dan diminum sehari 2-3 kali. 30 . Rutin kontrol tekanan darah 2.30 ½ kg belimbing diparut. 5. Hindari makanan berlemak.

LAMPIRAN DOKUMENTASI S 31 .