You are on page 1of 8

A.

Definisi Rhinitis Alergi
Rinitis alergi adalah penyakit inflamasi yang disebabkan oleh reaksi alergi
pada pasien atopi yang sebelumnya sudah tersensitasi dengan alergen yang sama
serta dilepaskannya suatu mediator kimia etika terjadi paparan ulangan alergen
spesifik tersebut.1
Definisi menurut WHO ARIA (Allergic Rhinitis and its Impact on Asthma)
tahun 2001 adalah kelainan pada hidung dengan gejala bersin-bersin, rinore, rasa
gatal dan tersumbat setalah mukosa hidung terpapar alergen yang diperantarai
oleh IgE.1
B. Etiologi Rhinitis Alergi
Rhinitis alergi disebabkan oleh reaksi alergi terhadap alergen, seperti serbu
sari, debu dan hewan tertentu.2
1. Debu rumah2
Tungau debu rumah adalah serangga ecil yang memakan serpihan kulit mati
manusia. Tungai deu rumah dapat ditemukan di kasur,karpet, furnitur yang
lembut, bantal dan tempat tidur.
Rhinitis tidak disebabkan oleh tungau debu sendiri, tetapi dengan bahan kimia
yang ditemukan dalam kotoran mereka.Tungau debu ada sepanjang
tahun,mesipun jumlah mereka tinggi selama musim dingin.
2. Serbuk Sari2
Partikel-partikel kecil dari serbuk sari yang dihasilkan oleh pohon-pohon dan
rumput kadang-kadang dapat menyebabkan rhinitis alergi. Kebanyakan pohon
penyerbukan dari awal sampai pertengahan musim semi, sedangkan rumput
penyerbukan pada akhir musim semi dan awal musim panas.rhinitis juga dapat
disebabkan oleh spora yang dihasilkan oleh jamur.
3. Hewan Tertentu2
Sebagian besar orang yang alergi terhadap hewan, seperti kucing dan anjing.
Reaksi alergi tidak disebabkan oleh buku binatang, tapi serpihan kulit binatang
yang telah mati, urin dan air liur mereka. Anjing dan kucing adalah penyebab
paling umum, mesipun ada beberapa orang yang terpengaruh oleh kuda, sapi,
kelinci, dan tikus, seperti marmut dan hamster.
Namun, berada disekitar anjing sejak usai dini dapat membantu melindungi
terhadap alergi.

1

4 Untuk wilayah indonesia. prevalensi rinitis alergi pada anak-anak usia 13-14 tahun berjumlah 19. Prevalensi terendah terdapat di Provinsi Sumatera Utara (5.202 orang objek penelitian yang pernah memiliki gejala rinitis alergi adalah 28. Sedangkan studi yang dilakukan oleh word allergy pada tahun 2008 melaporkan kejadian rinitis alergi dan asma di asia pasifik berjumlah 10%-30% pada anak dan dewasa. Epidemiologi Pada tahun 2008 state of world allergy memperkirakan 400 juta orang menderita rinitis alergi.3 2 .7‰).4 Sedangkan di Filipina.71% anak usia 13-14 tahun mengalami gejala rinitis alergi. didapatkan 26. DKI Jakarta (37.4 European cmmunity respiratory heath survey dan international study of asthma and allergies of childhood (ISAAC) merupakan organisasi dunia yang melakukan studi prevalensi rinitis alergi dan asma dengan menggunakan kuesioner yang telah di standarisasi. Sedangkan di Bandung dan Semarang. Bandung.2‰). abong JM dkk menyatakan dalam penelitiannya bahwa prevalensi keseluruhan dari 7.9‰).1% dan 8.3‰.8‰) dan berturut-turut disusul DI Yogyakarta (40.4 Prevalensi rinitis di Indonesia berdasarkan laporan nasional Riskesdas tahun 2007 sebesar 24. Menurut studi dari ISAAC phase three yang dilakukan di Asia kejadia rinitis alergi dan asma meningkat pada beberapa negara dengan pendapatan rendah-menengah.3% dan 20% mengalami gejala rhinitis tersebut dalam waktu 12 bulan terakhir dari waktu penelitian dilakukan. Jawa Barat (36. ISAAC phase trhee telah melakukan penelitian di beberapa daerah untuk mengetahui prevalensi rinitis alergi diantaranya yaitu Jakarta. Semarang dan Bali.4%.6‰). Dari hasil studi di Jakarta.1‰). tertinggi di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (49. Sulawesi Tengah (38. Sedangkan di Amerika Serikat diperkirakan 30-60 juta menderiita kelainan ini dan prevalensi anak-anak lebih banyak dari dewasa.C.

Gambar 1. Hal ini merupakan mekanisme fisiologik. Prevalensi penyakit keturunan. D. Sebenarnya bersin merupakan gejala yang normal. yang kadang-kadang disertai dengan banyak air 3 . yaitu respon membersihkan sendiri (selfcleaningprocess). terutama pada pagi hari atau bila terdapat kontak dengan sejumlah besar debu. Menurut Provinsi. Sumber: Riskesdas 2007. hidung dan mata gatal. hidung tersumbat. Bersin dianggap patologik bila terjadinya lebih dari 5 kali setiap serangan. Gejala Klinik Gejala rinitis alergi yang khas ialah terdapatnya serangan bersin berulang.5 Gejala lain ialah keluarnya ingus (rinore) yang encer dan banyak. sebagai akibat dilepaskan histamin.

5 E. Tanda hidung termasuk lipatan hidung melintang.mata keluar(lakrimasi). kehilangan nafsu makan dan tidur. Lubang hidung bengkak. Gejala lain yang tidak khas berupa batuk. begitu pula pada kurang lebih 70% pasien yang mengalami asma memiliki penyakit thinitis alergi. 1. termasuk rhinitis alergi penyakit ini sangat brhubungan dengan riwayat atopi. Beberapa orang juga mengalami lemah dan lesu. Sekitar 40% pasien yang mengalami rhinitis akan mengalami asma. 6 Riwayat Atopi dalam keluarga Riwayat keluarga merupakan salah satu factor resiko yang memberikan dampak terhadap kejadian rhinitis alergi. bagian dari kelainan alregi sistem pernapasan bagian atas. seperti riwayat penyakit asma dan eksim. masalah penciuman. sakit kepala. mengi. Tanda pada telinga termasuk retraksi membran timpani atau otitis media serosa sebagai hasil dari hambatan tuba eustachii. disertai dengan sekret mukoid atau cair. pucat dan edema mukosa hidung yang dapat muncul kebiruan. Tanda fariengal termasuk faringitis granuler akibat hiperplasia submukosa jaringan limfoid. Perkembangan sistem imun sudah dimulai sejak dalam kandungan. mudah marah. mata. tidak berbeda halnya dengan sistem kepekaan sistem imun menghadapi benda yang dianggap allergen oleh sistem imun orang tua. Hal ini dihubungkan dengan kromosom 5q.garis hitam melintang pada tengah punggung hidung akibat sering menggosok hidung ke atas menirukan pemberian hormat (allergicsoluteI). dalam beberapa 4 . Tanda-tanda alergi juga terlihat pada hidung . faring atau laring. kongesti konjungtiva. Faktor Resiko Rhintis Alergi Penyakit Atopi lain (asma dan eksim) Riwayat atopi yang diderita oleh seseorang akan meningkatkan resiko terjadinya penyakit alergi lain. Tanda lariengal termasuk suara serak dan edema pita suara.5 Tanda di mata termasuk edema kelopak mata. telinga. penekanan pada sinus dan nyeri wajah. baik di keluarga maupun dalam dirinya sendiri. Riwayat asma dan kejadian rhinitis alergi dihubungkan dengan kejadian alergik kronik pada sistem pernapasan. dimana asma merupakan alergik kronik pada sistem pernapasan bagian bawah dan rhinitis alergi merupakan 2. post nasal drip. lingkar hitam di bawah mata (allergicshiner).

yaitu 50%-70%. pula risiko anaknya akan mengalami alergi pula. nitrogen oksida (NOX) dan partikel dari sisa pembakaran diesel menyebabkan meningkatnya kadar IgE dengan berbagai macam mekanisme inflamasi lokal pda saluran pernapasan . Selain dilihat dari gaya hidup yang 5 .6 Polusi udara pajanan kendaraan Iritan sistem pernapasan seperti sulfur dioksida (SO2).referensi disebutkan bahwa jika salah satu orang tua mengalami alergi maka anakanya memiliki kecendrungan 25-40% akan mengalami alergi pula. Bagi orang-orang yang telah memiliki atopi respon ini dapat menjadi lebih berat. sedangkan efek tidak langsung dapat mempengaruhi respon 5. asap rokok yang dipajankan kepada tikus tersebut menyebabkan peningkatan permeabilitas vascular yang terdapat dalam saluran pernapasan sehingga menyebabkan gejala yang sama. inflamasi yang diperantarai oleh IgE. Hal ini dikarenakan pada kota-kotametropolitan di Negara maju dijumpai banyak kejadian obesitas. fisik. 6 Kondisi social-ekonomi Pada kota-kota metropolitan di Negara maju dijumpai kejadian rhinitis alergi lebih tinggi jika dibandingkan dengan daerah yang kondisi social-ekonominya rendah. tidak terkecuali rhinitis alergi. Allergen yang diperoleh dari hewan peliharaan ini dapat berupa 7. 6 Pajanan asap rokok Asap rokok dapat meningkatkan risiko seseorang menderita penyakit alergi. 6 Pada penelitian yang dilakukan menggunakan tikus. aeroallergen yaitu dari hewan tersebut. inaktifitas. dapat menimbulkan reaksi alergi. 6 Pajanan asap dapur Asap dapur yang berasal dari kompor yang menggunakan bahan bakar minyak tanah dan gas untuk memasak dapat meningkatkan respon bronkus dan peningkatan kadar IgE total dalam darah. Pajanan berupa asap rokok juga dapat menyebabkan bangkitan status astimatikus seseorang yang menderita asma. sehingga meningkatkan kontak jaringan terhadap alergen dan 4. Memelihara kucing atau anjing Seseorang yang memiliki hewan peliharaan berupa kucing atau anjing memiliki keterkaitan dengan kejadian rhinitis alergi atau penyakit alergi lainnya. 6 6. banyaknya konsumsi minuman berkarbonasi atau diet tak sehat. Namun jika kedua orang tuanya mengalami alergi maka makin meningkat 3.

Pencegahan Dan Pengendalian Pada dasarnya penyakit alergi dapat dicegah dan dibagi menjadi 3 tahap.6 F. Tindakan pengendalian lingkungan dan penghindaran alergen Tindakan pengendalian lingkungan dan menghindari alergen melibatkan baik menghindari alergen yang dikenal (pasien hipersensitivitas IgE-mediated) dan menghindari pemicu non-spesifik atau iritasi. kerentanan terhadap stress dan kesehatan yang berhubungan dengan kejiwaan seperti ADHD dan gangguan kejiwaan lainnya sangat mempengaruhi peningkatan kejadian rhinitis alergi 8.2 G. 6 Konsumsi paracetamol dan aspirin Sebuah postulat mengatakan bahwa hubungan penggunaaan paracetamol terhadap kejadian rhinitis alergi adalah dengan menurunkan kadar enzim glutation pada saluran napas sehingga menyebabkan proteksi antioksidan pada saluran anaps akan inadekuat. 3. pada anak-anak. Tindakan yang dilakukan dengan penghindaran terhadap pajanan alergen inhalan dan makanan yang dapat diketahui dengan uji kulit. Pada ibu hamil diberikan diet restriksi (tanpa susu. dan kacang) mulai trimester 3 dan selama menyusui. Tindakan pertama adalah mengidentifikasi bayi yang mempunyai risiko atopi. ikan laut.3 2. aspirin dapat meningkatkan respon bronkus terhadap allergen melalui beberapa mekanisme. Hal ini juga dapat meningkatkan respon T helper sebagai respon terhadap inflamasi. Pencegahan sekunder untuk mencegah manifestasi klinis alergi pada anak berupa asma dan pilek alergi yang sudah tersensitisasi dengan gejala alergi tahap awal berupa alergi makanan dan kulit.tidak sehat yang telah disebutkan di atas. yaitu: 1. dan bayi mendapat ASI eksklusif selama 5-6 bulan. Pencegahan tersier untuk mengurangi gejala klinis dan derajat beratnya penyakit alergi dengan penghindaran alergen dan pengobatan. Selain itu kontrol lingkungan dilakukan untuk mencegah pajanan terhadap alergen dan polutan. Mempertimbangkan langkah6 . Selain itu. Pencegahan primer untuk mencegah sensitisasi atau proses pengenalan dini terhadap alergen.

8. Untuk tungau debu.langkah pengendalian lingkungan dalam semua kasus rhinitis alergika. benar-benar menghindari 7 . Untuk pasien yang tidak bisa. dan serbuk sari gulma dari akhir musim panas sampai musim gugur. Tergantung pada alergen. serbuk sari bisa sulit untuk dihindari. namun karpet harus dihapuskan juga pada akhirnya. cerah dan berangin. Mandi setelah terpapar pada ruangan terbuka dapat membantu dengan menghapus serbuk sari yang menempel dirambut dan kulit. langkah pengendalian lingkungan untuk alergen dalam ruangan tertutup bisa sangat membantu. menghindari jamur di ruangan tebuka/musiman mungkin sulit.8. atau yang tidak ingin. pasien yang alergi terhadap serbuk sari biasanya tetap akan mempunyai gejala selama musim serbuk sari dan biasanya memerlukan beberapa bentuk managemen yang lain. Pengvakuman yang efisien dan teliti semasa pembersihan karpet dapat membantu. menutupi kasur dan bantal dengan sarung yang kedap membantu mengurangi exposur.7. tetapi pengecualian ini ada pola musiman. namun ini mungkin tidak dapat diandalkan karena jumlah serbuk sari juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor lain. serbuk sari rumput dari akhir musim semi sepanjang musim panas. Spread harus dicuci setiap 2 minggu di tempat yang panas (paling tidak 130° F) air untuk membunuh tungau yang ada. Seperti halnya dengan serbuk sari. serbuk sari pohon hadir di musim semi. pada mode sirkulasi) dapat membantu. sehingga dehumidifikasi. Jumlah serbuk sari cenderung lebih tinggi pada hari yang kering. jika perlu. penghidaran yang lengkap merupakan pilihan terbaik.7.10 Untuk alergi hewan. Paparan dapat dibatasi selama ini. Pengurangan eksposur pada ruangan terbuka pada musim tertentu dimana hanya serbuk sari tertentu saja yang ada bisa mengurangkan alergen. AC atau keduanya dapat membantu. Meskipun semua langkah-langkah ini telah dilakukan. Menjaga jendela dan pintu rumah dan mobil tertutup sebanyak mungkin selama musim serbuk sari (dengan AC. Namun.9.10  Serbuk sari dan jamur di ruangan terbuka Karena luas kehadiran mereka di udara terbuka.9. Debu tungau berkembang dengan baik jika kelembaban dalam ruangan di atas 50%. Secara umum. pengendalian lingkungan global tanpa identifikasi pemicu yang khusus adalah tidak tepat.

Tingkat alergen kucing dirumah bisa dikurangi dengan efisiensi tinggi partikel udara (HEPA) filter dan dengan memandikan kucing setiap minggu (walaupun ini mungkin tidak praktis). Pemusnahan kecoa dapat membantu untuk kasus pasien yang mempunyai kepekaan tinggi pada kecoa.7. minyak wangi atau bau yang kuat.hewan atau hewan peliharaan.  Alergen pekerjaan Cara terbaik adalah menghindari allergen tersebut tetapi sekiranya tidak bisa pemakaian masker atau respirator mungkin diperlukan. pengurungan hewan ke ruang yang tidak mempunyai karpet dan memastikan hewan tersebut tidak memasuki kamar tidur dapat membantu.8.9. perubahan suhu yang drastis dan polusi alam sekitar merupakan salah satu pemicu yang tidak spesifik.  Pemicu tidak spesifik Paparan pada asap.10 8 .