You are on page 1of 18

1

ARTIKEL ILMIAH
Pengaruh Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah dan Gaya Belajar
Terhadap Prestasi Belajar PKN
Oleh: Budi Legowo
SDN Kedungjambe I Singgahan Tuban
Legowo _ budi @ yahoo.co.id HP.081217247245
Abstract :The purpose of this study was to want to know the effect of the use of
problem-based learning strategies and learning styles of student learning
achievement civics in VI class Elementary School district Singgahan Tuban. The
study was designed in the form of pseudo-experiments, consisting of the
experimental group and control group.
From the analysis it can be concluded that: (1) There is the influence of the
use of problem-based learning strategies on student learning achievement civics
VI class Elementary School Singgahan district Tuban regency, (2) There is the
influence of learning style on student learning achievement civics VI class
Elementary School Singgahan district Tuban regency, (3) There is the influence
of the use of problem-based learning strategies and learning styles together
towards achievement of students studying civics VI class Elementary School
Singgahan district Tuban regency.
Key

words:

Problem-based
Learning Strategy,
Achievement Civic Education Study.

Learning

Style,

PENDAHULUAN
Peneliti menfokuskan salah satu mata pelajaran PKn yang termasuk di
dalam struktur kurikulum dan wajib diajarkan kepada seluruh siswa pada jenjang
pendidikan dasar maupun pendidikan menengah dan kejuruan, merupakan mata
pelajaran pada pembentukkan warga negara yang memahami dan mampu
melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia

dan pada tahun pelajaran 2010/2011 rata-rata hasil belajar mencapai 7.80. efektif. Adapun hasil belajar untuk mata pelajaran PKn di kelas VI SDN di Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban dari hasil Ujian Sekolah selama tiga tahun terakhir menunjukkan yaitu pada tahun pelajaran 2008/2009 rata-rata hasil belajar PKn mencapai 6. ranah afektif mupun ranah psikomotriknya maka salah satu strategi pembelajaran yang dianggap sesuai untuk mengimplementasikan pembelajaran mata pelajaran PKn adalah dengan strategi pembelajaran berbasis masalah. walaupun sebenarnya guru sudah mempersiapkan apa yang harus dibahas. . siswa dalam meningkatkan proses kemampuan kepekaan sosial siswa.. pada tahun pelajaran 2009/2010 menunjukkan rata-rata hasil belajar adalah 6. peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. variatif dan inovatif. serta dapat meningkatkan pembelajaran untuk keterlibatan dan kreativitas memperoleh informasi. Berdasarkan pengamatan rendahnya prestasi tersebut karena kurang efektif.2 yang cerdas. baik ranah kognitif.20 untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam belajar khususnya mata pelajaran PKn sehingga dapat menunjang peningkatan hasil belajar. Fakta lain yang terkait dengan hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) menunjukkan hasil atau prestasi belajar yang dicapai siswa rata-rata masih rendah di bawah kriteria ketuntasan minimal (7. guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menetapkan topik masalah.50).inovatif. Sanjaya (2008:211) mengatakan “dalam penerapan strategi pembelajaran berbasis masalah. dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945.variatif.85. Karena strategi pembelajaran berbasis masalah ini dipandang lebih praktis. terampil.

kegiatan belajar yang juga berupa perkembangan mental tersebut terdorong oleh . 2001). Pada dasarnya semua individu memiliki ketiga gaya belajar itu. (2) gaya belajar auditorial. dan kemu-dian mengatur serta mengolah informasi. Pada sisi lain. 1995). 1997). Gaya belajar dibedakan menjadi tiga (1) gaya belajar visual. hanya saja biasannya satu gaya mendominasi (Rose dan Nicholl. dan (3) gaya belajar kinestetik. Pembelajaran berbasis masalah adalah strategi pembelajaran yang merangsang siswa aktif untuk memecahkan permasalahan dalam situasi nyata (Glazer.B. Masalah ini digunakan untuk mengikat siswa pada rasa ingin tahu pada pembelajaran yang dimaksud (Duch J.Gaya Belajar adalah kombinasi dari bagaimana menyerap.3 Hal ini dapat terlihat rumusan masalah sebagai berikut:Apakah ada pengaruh penggunaan strategi pembelajaran berbasis masalah terhadap prestasi belajar PKn siswa kelas VI SDN di Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban?Apakah ada pengaruh gaya belajar terhadap prestasi belajar PKn siswa kelas VI SDN di Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban? Dan apakah ada pengaruh penggunaan strategi pembelajaran berbasis masalah dan gaya belajar secara bersama-sama terhadap prestasi belajar PKn siswa kelas VI SDN di Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban? Hasil penelitian ini diharapkan ingin mengetahui apakah ada penggunaan strategi pembelajaran berbasis masalah dan gaya belajar terhadap prestasi belajar PKn siswa kelas VI SDN di Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi/dukungan terhadap konsep dan teori berkaitan dengan penerapan strategi dan metode-metode pembelajaran efektif untuk mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di Sekolah Dasar. memfokuskan pada dua gaya belajar yaitu gaya belajar visual dan gaya belajar auditorial.

Salah satu faktor penting yang saat ini sangat ramai diperbincangkan sebagai isu utama dalam berbagai kesempatan adalah terkait dengan profesionalisme guru. Betsy. dan orisinilitas yang digunakan siswa untuk mendekati benda-benda. dan Palmer. Ada banyak faktor yang menjadi syarat sebuah pembelajaran dapat dikategorikan memiliki kualitas baik. peristiwa-peristiwa. Gaya belajar adalah cara belajar yang dimiliki siswa untuk memahami materi dengan cepat.SPBM dirancang untuk meningkatkan kefasihan. siswa bekerja dalam tim untuk memecahkan masalah dunia nyata (real world) (Major. 2001). Skinner (dalam Dimyati. artinya ada kegiatan yang harus dilakukan siswa. Proses pembelajaran diarahkan agar siswa mampu menyelesaikan masalah secara sistematis dan logis” (Sanjaya. Dengan demikian. pembelajaran tidak lagi teacher centered. Ciri utama SPBM adalah: (1) SPBM merupakan aktivitas pembela-jaran. Dalam kelas yang menerapkan pembelajaran berbasis masalah. 2008:211). fleksibilitas. 2006: 38). dan perasaan-perasaan. Setiap manusia memiliki gaya . konsep-konsep. 2006:38) mengemukakan bahwa belajar merupakan perilaku yang diamati. Oleh karena itu perlu adanya program pembelajaran Perencanaan pengajaran yang baik akan menjadikan pelaksanaan pengajaran menjadi baik dan efektif pula ke dalam era kesejagatan (global). Belajar merupakan perilaku yang kompleks.4 tindak pendidikan atau pembelajaran (Dimyati. Claire. Hal ini berdasarkan asumsi bahwa para siswa dapat dan harus distimulasi kreativitas mereka. yang dimaksud kualitas pembelajaran dalam istilah ini adalah terkait dengan tingkat baik-buruknya pembelajaran. (2) Aktivita pembe-lajaran diarahkan untuk memecahkan masalah. (3) Pemecahan masalah dengan menggunakan pendekatan berpikir secara ilmiah mengimplementasikan SPBM.

2005:19) Pemikiran yang mendasari penggunaan pembelajaran berbasis masalah adalah pembelajaran yang efektif tidak hanya menekankan pada penguasaan materi secara hapalan. gaya belajar auditorial. dan gaya belajar kinestetik. yakni: gaya belajar visual. kita dapat menggunakan media yang sesuai dan efektif bagi siswa sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai. Dengan mengetahui ciri-ciri tersebut . Siswa harus terlibat secara psikologis dalam mencerna secara bermakna apa yang dipelajari.Dalam gaya belajar visual. Gaya belajar auditorial siswa lebih menekankan pada pendengaran dalm memaami materi pembelajaran.5 belajar yang unik dan kekuatan tersendiri. Strategi pembelajaran berbasis masalah merupakan rangkaian aktivitas pembelajaran. Tidak ada gaya belajar yang lebih baik atau lebih buruk daripada gaya belajar yang lain. Menurut Dewey (dalam Sudjana. Secara umum gaya belajar dapat dibedakan menjadi 3 macam. mereka perlu diorientasikan . dan buku siswa. artinya dalam implementasinya ada sejumlah kegiatan yang harus dilakukan siswa. Untuk merangsang siswa berfikir. Penelitian ini membahas tentang pengaruh strategi pembe-lajaran berbasis masalah dan gaya belajar terhadap prestasi belajar tersebut pada dasarnya termasuk dalam ranah teknologi pembelajaran pada lingkup rancangan pembelajaran dengan seluruh perangkatnya. Gaya belajar kinestetik merupakan gaya belajar yang dengan mudah memahami suatu materi atau menangkap informasi melalui gerakan dan paling baik menghafal informasi dengan mengasosiasikan gerakan dengan setiap fakta. siswa lebih mudah memahami materi dengan menggunakan gabar-gambar karena banyak menggunakan indra penglihatan. yaitu menyangkut hal-hal terkait dengan pembuatan rencana pembelajaran dan penyiapan bahan ajar.

Prestasi belajar pada hakekatnya akan dipengaruhi oleh dua faktor utama. 2010:39). melihat informasi itu tertulis atau dalam bentuk gambar. dan Robotham. termasuk bagai-mana belajar dengan menggunakan fenomena di dunia nyata sekitar. Orang visual akan sangat mudah melihat atau membayangkan apa yang dibicarakan. dianggap bahwa gaya belajar seseorang berasal dari variabel kepribadian. motivasi.6 pada situasi bermasalah yang nyata. peran orang tua. Gaya belajar mengacu pada cara belajar yang lebih disukai pebelajar. maka anak akan menolak dengan lingkungan belajar tersebut (Kolb. dan pengalaman pendidikan (Nurlaela. dalam Nurlaela. fasilitas belajar. Sedangkan faktor eksternal dalam penelitian ini antara lain adalah guru selaku pendidik dengan berbagaiperannya. Dengan demikian faktor eksternal terutama guru dalam proses pembelajaran perlu adanya variasi dalam penyampaian materi pembelajaran. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa gaya belajar berpengaruh terhadap hasil belajar. Faktor internal utamanya menyangkut masalah kecerdasan. gaya belajar. termasuk susunan kognitif dan psikologis latar belakang sosio cultural. peraturan sekolah dan lingkungan belajar. Mereka sering melihat gambar yang berhu-bungan dengan kata atau perasaan dan mereka akan mengerti informasi bila mereka melihat kejadian. yakni faktor yang melekat pada diri siswa itu sendiri (faktor internal) dan faktor yang berada di luar siswa yang bersangkutan (faktor eksternal). minat dan kondisi fisik peserta didik. 2010:39). Umumnya. sehingga dapat menumbuhkan semangat belajar dengan meningkatkan teknologi belajar. Berdasarkan penelitian ini maka hipotesis penelitianya: Ada pengaruh penggunaan strategi pembelajaran berbasis .Apabila anak bertemu dengan kondisi atau lingkungan belajar yang tidak sesuai dengan gaya belajarnya.

Setelah perlakuan selesai. penetapan kelompok subjek penelitian sesuai kondisi dan keterbatasan yang ada. .Dari pola di atas dapat dijelaskan bahwa pretest-posttest control group design dengan satu macam perlakuan. baik kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol diberikan pasca uji yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran berbasis masalah dan gaya belajar terhadap prestasi belajar PKn siswa kelas VI SDN Kedungjambe I SDN Tunggulrejo. Karakteristik rancangan ini adalah subjek penelitian terdiri dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Ada pengaruh penggunaan strategi pembelajaran berbasis masalah dan gaya belajar secara bersama-sama terhadap prestasi belajar PKn siswa kelas VI SDN di Kecamatan Singgahan . BAHAN DAN METOE Penelitian ini merupakan salah satu penelitian terapan berupa eksperimen yang menggunakan kelompok kontrol.7 masalah terhadap prestasi belajar PKn siswa kelas VI SDN di Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban. Responden diberikan angket yang mencerminkan adanya gaya belajar siswa yang berbeda. dan SDN Mulyorejo Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban. Untuk mengetahui prestasi belajar maka perlu diuji hipotesis antara variabel X1 (strategi pembelajaran berbasis masalah).Pada kelompok eksperimen diberikan perlakuan.Kabupaten Tuban. variabel X2 (gaya belajar yang digunakan) dan variabel Y (diperoleh dari dari hasil nilai postes).Ada pengaruh gaya belajar terhadap prestasi belajar PKn siswa kelas VI SDN di Kecamatan Singgahan Tuban. sebagai kontrol dalam kegiatan pembelajaran. sebelum dilakukan perlakuan kedua kelompok ini dilakukan pretes.

2007:64). Adapun jawaban yang di pakai dalam angket ini di atas adalah: ”Ya” dan ”Tidak” Data yang diperoleh dalam . Untuk mengukur sikap. responden tinggal memberikan cecklist salah satu kolom jawaban yang telah disediakan. maka dalam penelitian ini menggunakan sampling kuota (quota sampling). yang tercermin dalam desain penelitian. pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok tentang kejadian atau gejala sosial penelitian ini menggunakan skala likert digunakan. Dengan skala likert maka variabel yang akan diukur diberikan definisi operasionalnya dan dijabarkan menjadi indikator-indikator variabel. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data penelitian adalah: Angket dan Test. Dari jumlah populasi yang ada. yang menyajikan beberapa pernyataan/pertanyaan.Sampel adalah bagian dari populasi. tenaga dan waktu.8 pengujian ini dilakukan bertujuan untuk mendeteksi sejauh mana pengaruh pada suatu variabel dengan variabel lainnya yang berdasarkan pada suatu koefisien. yaitu menetapkan besar jumlah sampel yang diperlukan sesuai jatah yang diinginkan dengan pertimbangan-pertimbangan keterbatasan biaya. tenaga dan waktu. Langkah awal dalam penyusunan instrumen penelitian adalah menerapkan variabel-variabel yang akan diteliti selanjutnya menentukan indikator yang akan diukur dalam proses olah data. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VI SDN di Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban yang berjumlah 360 siswa. Selanjutnya kisi-kisi tersebut disusun sebagai pedoman pembuatan angket. mengakibatkan tidak mungkin untuk dilakukanya pengamatan terhadap keseluruhan populasi. atau definisi lain sampel adalah sebagai sembarang himpunan yang merupakan bagian dari suatu populasi (Riyanto. Karena keterbatasan biaya.

Untuk mencocokkan koefisien reliabilitas instrumen angket digunakan kriteria tolak ukur interval koefisien r yaitu 0. Dari tabulasi data yang mentah dari hasil uji coba instrumen angket dan tes tersebut dilakukan analisis (uji) validitas dan reliabilitas. Uji validitas instrumen angket penggunaan strategi pembelajaran berbasis masalah terdiri dari 20 item yang ditryoutkan kepada 30 responden (N = 30) menggunakan uji statistik dengan bantuan program SPSS Versi 19.966.9 penelitian ini akan dianalisis dengan menggunakan tehnik analisis statistik inferensial yaitu uji F atau Analisis Varians (Anova) 2 jalur. dan/atau 0. Data peningkatan pemahaman yang telah diperoleh akan diuji menggunakan ANOVA 2 jalur setelah memenuhi syarat uji normalitas dan homogenitas untuk melihat apakah secara bersama-sama ada pengaruh antara strategi pembelajaran berbasis masalah dan gaya belajar terhadap prestasi belajar.00 memiliki tingkat reliabilitas sangat tinggi. Berdasarkan reliabilitas Cronbach's Alpha menun-jukkan 0.0.90 < 0. Dari hasil uinstrumen angket tersebut dapat diketahui terdapat 2 (dua) item yang dinyatakan tidak valid yaitu item nomor 1 dan item nomor 5 sehingga item angket tersebut tidak digunakan dalam penelitian (dibuang).00 maka dapat dikatakan instrumen angket memiliki . Tetapi dari hasil uji reliabilitas instrumen tes ini diperoleh rhitung berada pada interval 0.90 memiliki tingkat reliabilitas  1.90 < r 11 11  0.966  1.70 < r tinggi. Sebelum langkah pengumpulan data terkait dengan hasil belajar yang merupakan variabel terikat dalam penelitian terlebih dahulu dilakukan uji coba terhadap instrumen penelitian yaitu intrumen angket dan instrumen tes untuk mengetahui tingkat validitas dan reliabilitasnya sehingga dapat dijadikan sebagai alat ukur yang sahih.

10 tingkat reliabilitas sangat tinggi. Hipotesis null diterima jika Sig. Dengan demikian hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan data variabel terikat adalah homogen. median. sehingga untuk analisis data dengan menggunakan teknik Anova dapat dilanjutkan.0 yaitu Levene's Test of Equality of Error Variances. dan standar deviasi. Oleh karena itu secara keseluruhan data variabel terikat (dependen) dari kedua kelompok tersebut di atas dapat dikatakan berdistribusi normal. Dari hasil homogenitas varian dapat dilihat pada output program SPSS Versi 19. Berdasarkan hasil belajar PKn antar kelompok menggunakan strategi pembela-jaran yaitu terlihat bahwa rata-rata (mean) hasil belajar siswa pada kelompok menggunakan strategi pembelajaran berbasis masalah (SPBM) (X1 SPBM = 80.3333 dengan standar deviasi yaitu 12. Tes Levene's adalah merupakan tes hipotesis kesamaan (null) varian error lintaskelompok.0 maka hasilnya dapat didistribusikan dalam ukuran tendensi sentral dan variabilitas terdiri dari nilai rata-rata (mean). > 0. Deskripsi mengenai data hasil belajar PKn dilihat dari hasil analisis statistik dengan menggunakan program bantuan komputer SPSS Versi 19.05. > 0. variansi. dan X 1 tidak SPBM = . sehingga instrumen angket tersebut dapat digunakan sebagai alat pengukuran untuk memperoleh data berkaitan dengan variabel bebas dalam penelitian yaitu mengenai penggunaan strategi pembelajaran berbasis masalah (PBM) Berdasarkan data kelompok menggunakan strategi pembelajaran berbasis masalah (SPBM) maupun pembelajaran konvensional artinya tidak menggunakan strategi pembela-jaran berbasis masalah serta hasil belajar kelompok gaya belajar baik visual maupun auditorial menunjukkan distribusi normal yaitu nilai statistik KolmogorovSmirnov dan Shapiro-Wilk menunjukkan sig.76335.05.

0000 dengan standar deviasi yaitu 7.05.0000 dengan standar deviasi sebesar 3. Dengan demikian hasil pengujian terhadap hipotesis ke-3 dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima.0000 dengan standar deviasi sebesar 6.32456). Hal tersebut menunjukkan adanya kecenderungan untuk mendukung hipotesis yang menyatakan bahwa ada perbedaan hasil belajar PKn untuk siswa pada kelompok yang menggunakan strategi pembelajaran berbasis masalah (SPBM) dengan siswa kelompok yang tidak menggunakan strategi pembela-jaran berbasis masalah (konvensional). Dari hasil belajar PKn untuk siswa pada kelompok yang menggunakan strategi pembelajaran berbasis masalah lebih tinggi daripada hasil belajar siswa pada kelompok yang tidak menggunakan pembelajaran berbasis masalah (konvensional). diperoleh nilai F = 6.011 masih jauh di bawah 0. Demikian pula pada penerapan pembelajaran yang tidak menggunakan strategi pembelajaran berbasis masalah menunjukkan perbedaan rata-rata hasil belajar PKn dari siswa bergaya belajar visual dan siswa bergaya belajar auditorial (X Visual = 63. Hasil uji menggunakan teknik Anova dengan df = 1 dan taraf signifikansi  = 0. dan X Visual = 61. dan X Auditorial = 75.11 62. terkait dengan hal ini menun-jukkan adanya kecenderungan untuk mendukung hipotesis yang menyatakan bahwa hasil belajar PKn dari siswa bergaya belajar visual berbeda dengan siswa bergaya belajar auditorial.38529).19407.26351).05.877 dan angka sig.0000 dengan standar deviasi sebesar 8.65148. sehingga dalam penelitian ini dapat dikatakan .0000 dengan standar deviasi sebesar 4. Berdasarkan hasil belajar PKn dari siswa bergaya belajar visual berbeda dengan rata-rata hasil belajar PKn bagi siswa bergaya auditorial (X Visual = 85.= 0.

Dari hasil statistik dengan menggunakan teknik Anova diperoleh nilai F = 139.258 dan angka sig. Dari berbagai temuan-temuan penelitian tersebut di atas didasarkan atas kajian bahwa strategi pembelajaran berbasis masalah.12 ada pengaruh penggunaan strategi pembelajaran berbasis masalah dan gaya belajar secara bersama-sama terhadap hasil belajar PKn siswa kelas VI SDN di Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban.000 yang posisinya sangat jauh di bawah 0. Dari hasil pengujian tersebut membuktikan bahwa dengan menerapkan strategi pembelajaran berbasis masalah secara signifikan berpengaruh lebih tinggi terhadap pencapaian hasil belajar PKn siswa kelas VI SDN Kecamatan Singgahan.= 0. Dari kajian ini dapat dikatakan secara signifikan ada pengaruh penggunaan strategi pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar PKn siswa kelas VI SDN di Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban . 3) guru menginginkan kemampuan siswa . diterapkan karena: 1) guru menginginkan agar siswa tidak hanya sekadar hanya dapat mengingat metri pelajaran. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil pengujian terhadap hipotesis yang dideskripsikan dapat diketahui bahwa hasil belajar PKn siswa yang diajar dengan menggunakan strategi pembelajaran berbasis masalah secara signifikan berbeda hasil belajarnya dengan siswa yang tidak diajar dengan strategi pembelajaran konvensional.akan tetapi menguasai dan memahaminya secara utuh. Tuban dibanding dengan penerapan dengan tidak menggunakan strategi pembelajaran berbasis masalah.05. 2) guru bermak-sud untuk mengembangkan keterampilan berpikir rasional siswa.

2010:88) tentang krakteristik anak bergaya belajar . 4) guru ingin mendorong siswa untuk lebih bertang-gung jawab dalam pembelajarannya. 3) pemecahan masalah dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran siswa. Lebih jauh lagi.05. 2) pemecahan masalah dapat meman-tang kemampuan siswa serta memberikan kepuasan utnuk menemukan pengetahuan baru bagi siswa.Berdasarkan pengujian terhadap hipotesis.000 sangat jauh di bawah 0. So that they can experience for them selves the process of doing science”. Selanjutnya dari analisis statistik diketahui nilai F = 15. = 0. diketahui bahwa hasil belajar dipengaruhi oleh adanya interaksi pembelajaran dengan gaya belajar siswa. melalui model pembelajaran berbasis masalah tersebut. Bradway dan Hill (dalam Nurlaela. Selain itu penerapan strategi pembelajaran berbasis masalah memiliki keung-gulan di antaranya adalah: 1) pemecahan masalah merupakan teknik yang cukup bagus untuk lebih memahami isi bacaan. manfaatnya. dan bagaimana mencapainya. students are presented with an interesting.473 dan angka sig.13 untuk memecahkan masalah serta membuat tantangan intelektual siswa. dan 5) guru ingin agar siswa memahami hubungan antara apa yang dipelajari dengan kenyataan dalam kehidupannya. siswa mengerti makna belajar. relevant problem ”up front”. Dari uraian di atas didukung pendapat Barbara J Duch (dalam Karim et al 2007) mengemukakan bahwa “in problem based learning (PBL). sehingga muncul kesadaran siswa untuk belajar dan nanti akan berguna bagi hidupnya. Hasil tersebut menunjukkan bahwa secara signifikan gaya belajar mempengaruhi hasil belajar PKn pada siswa kelas VI SDN di Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban. Terkait dengan temuan kajian empirik tentang gaya belajar.

yaitu aktivitasaktivitas yang memerlukan mata dan otot-otot kecil seperti yang terdapat pada jari-jari.05 sehingga dalam kajian ini dikatakan secara signifikan ada pengaruh penggunaan strategi pembelajaran berbasis masalah dan gaya belajar secara bersama-sama terhadap hasil belajar PKn siswa kelas VI SDN di Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban.011 posisinya masih jauh di bawah 0. kesiapan guru. serta seringkali membuat gaduh ketika proses pembelajaran berlangsung di kelas.14 visual sangat bersandar pada pengli-hatan ketika menyerap informasi. dan ketersediaan sumber belajar yang akan digunakan dalam implementasi strategi pembelajaran berbasis masalah sehingga tujuan atau hasil belajar yang efektif . Anak visual suka membaca dan tulisannya rapi serta tetap berada pada garis. Oleh karena itu.= 0. jika mereka membaca sendiri suaranya keras. Dari hasil uji statistik dengan teknik Anova diperoleh nilai F = 6. Berdasarkan hasil kajian secara empirik diketahui bahwa secara interaksi strategi pembelajaran berbasis masalah dan gaya belajar berpengaruh positif terhadap hasil belajar PKn pada siswa kelas VI di SDN di Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban. Anak auditorial lebih suka dibacakan. dalam menerapkan strategi pembelajaran lebih utama adalah mengetahui karakteristik dan gaya belajar siswa. Anak visual juga unggul dalam semua aktivitas motorik halus.877 dan angka sig. mempertimbangkan kesiapan siswa. Bradway dan Hill (dalam Nurlaela. Pada umumnya anak bergaya belajar auditorial cenderung verbal dan banyak percakapan. 2010:89) mengatakan anak bergaya belajar auditorial mengutamakan suara dan kata-kata atas informasi yang diberikan dibandingkan pandangan maupun sentuhan. dan dilihat dari bentuk tulisannya cenderung tidak rapi.

apabila ia mengerti gaya belajarnya. Umumnya. Hal tersebut memudahkan guru dapat menerapkan pembelajaran dengan mudah dan tepat (Kolb. termasuk susunan kognitif dan psikologis latar belakang sosio kultural. Ketika menyadari bahwa bagaimana seseorang menyerap dan mengolah informasi. SIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilkukan maka dapat diperoleh sebagai berikut:(a)Ada pengaruh secara signifikan penerapan strategi pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar PKn siswa kelas VI SDN . guru perlu turun tangan mengamati gaya belajar masing-masing siswa sehingga dapat membantu siswa memaksimalkan gaya belajar mereka masing-masing. belajar dan berkomunikasi menjadi sesuatu yang mudah dan menyenangkan. Apa pun gaya belajar yang dipilih pada dasarnya memiliki tujuan yang sama.15 dan optimal. Hal ini akan memudahkan bagi siswa untuk belajar maupun guru untuk mengajar dalam proses pembelajaran. Untuk itulah. di sekolah. dan pengalaman pendidikan (Emirina. dianggap bahwa gaya belajar seseorang berasal dari variabel kepribadian. dan dalam situasi-situasi antarpribadi. Gaya belajar mengacu pada cara belajar yang lebih disukai siswa. dalam Emirina. Gaya belajar adalah kunci untuk mengembangkan kinerja dalam pekerjaan. 2010). yaitu agar yang bersangkutan bisa menangkap materi pelajaran dengan sebaik-baiknya dan memberi hasil optimal. 2010). Siswa akan dapat belajar dengan baik dan hasil belajarnya baik. Keanekaragaman gaya belajar siswa perlu diketahui pada awal permulaannya diterima pada satuan pendidikan yang akan dijalani.

Gaya Belajar Pada Anak.16 di Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban. J.[21 Juli 2010]. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bobbi. 1995.html. 2007.http://emirina. DAFTAR PUSTAKA BNSP. Quantum learning. Bandung: Kaifa. New York. (b)Ada pengaruh gaya belajar siswa terhadap hasil belajar PKn siswa kelas VI SDN di Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban. Terjemahan: Ary Nilandari. Dell Publishing. Dari hasil kajian empirik menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar PKn dari siswa yang memiliki tipe gaya belajar visual dengan siswa bertipe gaya belajar auditorial..edu/pbl/cte/spr96-phys.com/2010/ 03/17/diakses tanggal 2 Maret 2012 . Dari hasil kajian empirik menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar PKn dari siswa kelompok yang menggunakan strategi pembelajaran berbasis masalah dengan siswa dari kelompok yang tidak menggunakan strategi pembelajaran konvensional. Duch. Quantum Teaching.udel. (c) Ada pengaruh penggunaan strategi pembelajaran berbasis masalah dan gaya belajar secara bersama-sama terhadap hasil belajar PKn siswa kelas VI SDN di Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban. Dan dan Mike Hernacki 2003. Tersedia http://www.2010. Dari hasil kajian empirik menunjukkan bahwa hasil belajar PKn bagi siswa kelas VI SDN Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban dipengaruhi adanya interaksi antara penggunaan strategi pembelajaran berbasis masalah dan gaya belajar. [Online].wordpress. Problems: A Key Factor in PBL. Jakarta: Dipediknas Bobbi De Porter dan Mike Hernacki. De Porter. Emirina. 1992. Barbara.

1998. 2001.J. M. Orey (Ed. 2005. Emerging perspectives on learning. Strategi Pembelajaran (Berorientasi Standar Proses Pendidikan). Jakarta: Kencana Prenada Media.. htm. C dan Nicholl.com/AE Qweb/ mop4spr01. Evan. [17 Juni 2005]. Betsy. Accelerated Learning For The 21 Century.coe.uga. Nurlaela.edu/epltt/ProblemBasedInstruct. Kemampuan Membaca dan hasil Belajar.H dan Palmer. Luthfiyah. Surabaya: Unesa Univercity Press. Model Pembelajaran Gaya Belajar. Wina. 1977. Yatim. Bandung: Remaja Rosdakarya ……………. 2010. teaching. In M. Rose. Nana. 2008. Surabaya: Unesa University Press. Sudjana. [Online]. Riyanto.Tersedia:http://www.17 Glazer. Metodologi Penelitian Pendidikan Kualitatif dan Kuantitatif. Major. Assessing the Effectiveness of Problem-Based Learning in Higher Education: Lessons from the Literature. Problem Based Instruction.). London: Judi Piatkus Sanjaya. Tersedia: www. (2001). Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Claire.htm (14 Juli 2010). 2007. and technology [Online].rapidintellect. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia .

Alamat rumah : a.Nama : BUDI LEGOWO 2.Jenis Kelamin : Laki-laki 4.Prodi : Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya.id h. Email : Legowo _ budi @ yahoo. Kabupaten : Tuban e. No HP : 081217247245 8. Unit kerja : SDN Kedungjambe I. Propinsi : Jawa Timur f.co. RW 01 c. Kelurahan/Desa : Kedungjambe RT. Jalan : Jln.18 BIODATA PENULIS 1. 7.Pendidikan Terakhir : Pascasarjana.Jend.Agama : Islam 5.1 April 1966 3. Alamat Kantor : Jl.Tempat dan tanggal lahir : Tuban. Kecamatan : Singgahan d. 208 Kedungjambe Kec.Ahmad Yani 212 b. . Kode Pos : 62361 g. Singgahan Kabupaten Tuban. Ahmad Yani no. 9. 6. Kec.06. Singgahan Kabupaten Tuban.