You are on page 1of 15

LAPORAN PENDAHULUAN

STROKE
&
ASUHAN KEPERAWATAN
KELUARGA Bp. R

Disusun oleh :
Sasanti Styorini
20010320032

PENDIDIKAN PROFESI NERS
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2006

B. Darah kemudian mengaliri otak dan akhirnya memapatkan struktur otak.LAPORAN PENDAHULUAN STROKE A. Serangan ikemik sepintas (transiend ischemik Attack : TIA) Merupakan gangguan neurologis lokal yang timbul mendadak dan menghilang dalam beberapa menit sampai beberapa jam. Definisi Stroke adalah gangguan fungsional otak yang terjadi secara mendadak berupa tanda-tanda klinis baik fokal maupun global. Sub arhnoid hemoragi Suatu jenis stroke yang juga disebabkan adanya pecahan dari suatu pembuluh darah di otak. Jenis Stroke (Menurut American Hearth Association. Stroke Iskemik Merupakan tipe stroke yang paling umum sekitar 80% seluruh kejadian stroke disebabkan gumpalan/sumbatan lain dalam suatu pembuluh darah di otak/pembuluh darha lain yang mengalir ke otak. Hal ini berlangsung lebih dari 24 jam atau dapat menimbulkan kematian yang disebabkan karena gangguan peredaran darah otak. 2. Stroke jenis ini disebabkan oleh adanya trombus/embolus. 2002) 1. 3. Jenis stroke menurut Price (1995) : 1. Intra serebral hemoragi Suatu jenis stroke yang disebabkan karena adanya pembuluh darah di otak yang pecah. . Perbedaannya dengan intraserebral hemoragi adalah pada stroke sub arakhnoid hemoragi darah yang keluar mengisi ruang otak (subarachnoid ubkan di dalam otak).

C. 3. 2. yaitu perjalanan stroke berlangsung secara bertahan / bertahap meskipun akut. Emboli sering terjadi di jantung. Emboli Urutan ke dua dalam penyebab stroke adalah emboli. Secara alami hal ini mengganggu aliran darah ke otak dan menyebabkan kerusakan fisik dan neurologis otak dengan cepat. embolik atau jendalan darah terbentuk di tempat lain selain otak. mengikuti aliran darah hingga berhenti di suatu tempat dan tidak dapat mengalir lebih jauh. Stroke jenis ini terjadi sekitar 50% dari stroke yang ada. Trombosis Merupakan faktor penyebab stroke yang paling sering.2. Stroke emboli juga disebabkan oleh adanya sumbatan karena jendalan darah. . Tetapi pada kasus ini. Progresid stroke (stroke yang sedang berkembang). Perdarahan di otak menyebabkan jaringan otak di sekitar lokasi perdarahan mendapat tekanan. disebut juga stroke inevolusion. Hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan intrakranial yang dapat menyebabkan kematian sel-sel otak. yaitu gangguan neurologis maksimal sejak awal serangan dengan sedikit perbaikan. Jika peningkatan tekanan ini terjadi secara tiba-tiba maka dapat menyebabkan turunnya kesadaran bahkan kematian. Stroke lengkap (complete stroke). Perdarahan serebral Perdarahan dapat terjadi di daerah otak (perdarahan intracranial) maupun di ruang subaradhnoid (perdarahan subarachnoid). trombosit serebral terjadi ketika arteri yang mensuplai darah ke otak rusak dan tersumbat oleh karena terbentuknya jendalan darah. 3. Penyebab Stroke 1.

kehilangan koordinasi  Nyeri kepala tanpa diketahui sebabnya . Yang dapat dikontrol :  Hipertensi  Penyakit jantung (infark miokard. Yang dapat dikontrol  Umur: semakin tua umur. maka beresiko tinggi terkena stroke. penyakit katub jantung)  Sudah ada infestasi aterosklerosis secara klinis  DEMIKIAN  Merokok  Pernah mendapat stroke / seerangan stroke tiba-tiba (TIA)  Kadar lemak dalam darah tinggi  Hematokrit tinggi  Kegemukan  Kadar asam urat yang tinggi  Kurang aktivitas fisik / olah raga  Fibrinogen tinggi E. Faktor Resiko Stroke 1. sulit bicara (pelo)  Bicara sulit dimengerti  Gangguan penglihatan (satu mata/kedua mata)  Sulit berjalan. lumpuh separo anggota gerak  Kesemutan satu sisi muka.D.  Ras/bangsa : Afrika/negro. disritmia. Cina lebih sering terkena stroke  Jenis kelamin : laki-laki lebih sering terkena stroke  Riwayat keluarga (orang tua/saudara) yang pernah mengalami stroke pada usia muda. Jepang. separo anggota gerak  Bingung. berjalan sempoyongan. Gejala-gejala Stroke  Perot. kejadian stroke makin tinggi. 2.

5% dari berat badan seluruhnya. Berat otak hanya 2. maka terjadi gangguan fungsi otak. Hal ini tergantung dari parah atau tidaknya serangan stroke. ketekunan dan semangat penderita untuk sembuh serta dukungan dan pengertian di seluruh anggota keluarga penderita. Di otak sendiri hampir tidak ada cadangan oksigen. Dengan demikian otak sangat bergantung kepada keadaan aliran darah setiap saat. Oksigen ini diperoleh dari darah. Namun oksiten yang dibutuhkannya hampir mencapai 20% dari kebutuhan badan seluruhnya. Bila suplai oksigen terputus selama 8 – 10 detik. ketaatan penderita dalam menjalani proses penyembuhan. Bila lebih lama dari 6-8 menit. Kesembuhan pada penderita stroke sangat bervariasi. ada yang sembuh sempurna (100%). . ada yang cuma 50% saja. Patofisiologi Stroke Otak membutuhkan banyak oksigen. kondisi tubuh penderita. terjadi lesi (jejas) yang tidak pulih lagi (irreversibel) dan kemudian kematian. Proses penyembuhan dapat melalui obat-obatan di rumah sakit dan fisioterapi yaitu latihan otot-otot untuk mengembalikan fungsi otot-otot: fungsi komunikasi agar mendekati kondisi semula. Penurunan kesadaran / tidak sadar sama sekali F.

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KESEHATAN KELUARGA BIODATA Nama KK : Bp. T 30 Hub dalam keluarga AK 2. R Umur : 56 th Agama : Islam Pendidikan : SD Pekerjaan :- Penghasilan :- Suku/Banga : Jawa Alamat : Kalangan RT 05 SUSUNAN KELUARGA 1. An. S 28 AK Nama GENOGRAM Keterangan : Umur L P Sifat Kesehatan Pend. Imunisasi KB SMP Tidak terkaji - Sehat - Sehat SMP . An.

: Laki-laki : Perempuan : Bp. anak pertamanya jarang pulang ke rumah. sedangkan anak ke duanya lebih sering di luar rumah (main). Tipe keluarga Tipe keluarga Bp. 2. P jarang berkumpul bersama. terutama untuk kebutuhan makan sehingga tidak ada dana khusus untuk perawatan kesehatan. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi : - Memperluas keluarga inti menjadi keluarga besar - Mempertahankan keintiman pasangan (tidak dapat dilakukan karena Ny. R adalah keluarga inti yaitu Bp. P sudah meninggal) 3. R termasuk ke dalam tahap perkembangan keluarga dengan anak dewasa. R dengan stroke X --------- : Meninggal : Tinggal dalam satu rumah STATUS SOSIAL EKONOMI 1. 2. 3. Yang dominan dalam mengambil keputusan adalah putranya hubungan dalam keluarga harmonis. Oleh karena itu. Riwayat keluarga inti . Aktivitas rekreasi keluarga Keluarga Bp. RIWAYAT TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA 1. Tahap perkembangan saat ini : Keluarga Bp. Jadi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari berasal dari tetangga-tetangganya. R dan 2 orang putranya. R mempunyai 2 orang putra yang kesemuanya adalah laki-laki dan masing-masing belum berkeluarga. keluarga Bp. Penghasilan keluarga dan pemanfaatannya Bp S saat ini karena kondisi sakitnya sudah tidak bekerja lagi. sedangkan anak pertama pekerjaannya belum tetap dan anak keduanya adalah pengangguran.

R dan keluarganya menetap di rumah tersebut. R dengan tetangga cukup baik terbukti para tetangga ikut membantu merawat Bp. 4. R ± 5 x 7 m 2 dan merupakan milik sendiri.Menurut Bp. R bersifat permanen dan milik sendiri. sehingga kebiasaan BAB numpak di tempat tetangga kadang di sungai. Sumber pelayanan kesehatan yang biasa digunakan keluarga lebih cenderung berobat ke alternatif. R meninggal 1 tahun yang lalu. 2. tidak berbau dan tidak berasa. R. 7. Riwayat keluarga sebelumnya Dari pihak suami maupun istri tidak akan ada yang menderita stroke maupun gangguan kesehatan yang cukup gawat. Perumahan Luas rumah yang ditempati Bp. Status imunisasi tidak terkaji. 3. hubungan keluarga Bp. Mobilitas geografis keluarga Rumah Bp. Pembuangan sampah Untuk pembuangan sampah dikelola oleh petugas sampah. jarak antar rumah cukup berdekatan. 6. LINGKUNGAN 1. 5. Untuk saat ini anggota keluarga selain Bp. R dalam keadaan sehat. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat . Tempat pembuangan tinja Keluarga Bp. Istri Bp. nampak kotor. Karakteristik keluarga akan komunitas Lingkungan fisik secara umum cukup bersih. R tidak mempunyai WC. R penyakit yang dideritanya bukan penyakit keturunan karena semua saudara-saudaranya sehat. 4. Sumber air minum Menggunakan sumber air sumur milik tetangga yang keadaan airnya jernih. perabot tidak teratur. Dimana rumah disekat-sekat. secara umum tidak memenuhi kriteria rumah sehat. sehingga Bp.

R kurang harmonis. Karena kondisi sakitnya Bp. namun pemanfaatannya kurang. 2. FUNGSI KELUARGA 1. sehingga yang melakukan perawtan/yang merawat Bp. setiap ada permasalahan selalu dibicarakan bersama dan berusaha memecahkannya secara bersama-sama (musyawarah). 2. Fungsi afektif Saat ini Bp. 3. Struktur kekuatan keluarga Untuk saat ini yang paling dominan mengambil keputusan adalah anaknya. peran sebagai keluarga terganggu begitu juga peran istri/ibu. R adalah anak dan dibantu oleh tetangganya. Pola komunikasi Pola komunikasi yang terjalin dalam keluarga terbuka dan jujur. Fungsi sosialisasi Komunikasi keluarga terjalin cukup bagus. 3. anak pertama jarang pulang. Sistem pendukung keluarga Jumlah keluarga yang sehat 2 orang. begitu juga keluarganya. namun dengan anak pertama jarang terjalin komunikasi (bekerja dan jarang pulang). Keluarga Bp. Fungsi perawatan kesehatan  Pengadaan makanan untuk keluarga kurang terpenuhi. R berobat ke alternatif. R jarang berkumpul dan karena kondisi sakitnya Bp. Fasilitas kesehatan yang ada puskemas. 4. R tidak bisa mengikuti kegiatan di kampungnya. R. selama ini Bp. R ikhlas menerima kondisinya saat ini. R tidak bisa bekerja . Struktur peran Dalam keluarga Bp. R tidak mempunyai penghasilan. 8. Nilai dan norma keluarga Bp. R tinggal bersama putra keduanya. karena memandang sakit adalah ujian dari Tuhan. Keluarga Bp.Keluarga Bp. STRUKTUR KELUARGA 1.

Keluarga Bp. R mempunyai 2 orang anak. DS : Keluarga tidak mengetahui tentang penyakit stroke No. sumber penghasilan dari anak pertama. Kemampuan keluarga berespon terhadap stresor. Status imunisasi tidak terkaji. Stresor jangka pendek/panjang Keluarga menerima kondisi Bp. R mampu menerima kondisinya namun kurang mampu dalam memberikan perawatan mandiri di rumah. Kep Keluarga kurang Keluarga kurang mampu mampu memberikan memberikan perawatan b/d KMK perawatan pada anggota mengenal masalah kesehatan : keluarga yang sakit stroke Masalah Dx. 4. R dulu mengikuti program KB (suntik). Fungsi ekonomi Keluarga tidak mempunyai dana khusus/tabungan untuk kesehatan. Strategi koping yang digunakan Adaptif. 3.sedangkan anak I tidak pernah memberi uang begitu juga anak keduanya yang belum bekerja. keluarga kurang mengetahui tentang penyakit yang diderita Bp. 2. R nampak kurus. 5. Kep . Ny. yang jarak kelahirannya ± 2 tahun. R dengan lapang dada. 4. yaitu keluarga Bp. R tetap mau merawat dan membawanya berobat ke alternatif. Fungsi reproduksi Bp. R. Makanan biasanya diperoleh dari tetangganya.  Bp. Data Fokus 1. Strategi adaptasi disfungsional Ketaatan beribah kurang ANALISA DATA No. Data Fokus Do :  Klien tampak susah menggerakkan tangan Masalah Dx. STRESS DAN KOPING KELUARGA 1. namun yang menjadi kendala ada tidak adanya dana untuk berobat.

Keluarga mengetahui 3 2/3 Dx. . Kriteria 1.Ancaman kesehatan. Do :  Rumah nampak kotor  Tidak tertata rapi (semrawut) PRIORITAS MASALAH Dx. DS : Keluarga mengatakan Ancaman kesehatan tidak mempunyai WC lingkungan rumah dan BAB di sungai/kadang numpang WC tetangga Ancaman kesehatan pada anggota keluarga b/d KMK memelihara lingkungan rumah yang dapat menunjang kesehatan.Bisa diusahakan menjadi lebih baik 4.Menonjolnya masalah Total Score 1 /1 x 1 1 . .2 Ancaman kesehatan pada anggota keluarga b/d KMK memelihara lingkungan rumah yang dapat menunjang kesehatan No.1 Keluarga kurang mampu memberikan perawatn b/d KMK mengenai masalah kesehatan : stroke No.Kurang/tidak sehat. perlu penanganan segera 2.Sumber daya keluarga tidak cukup / minimal 3. .Sifat masalah Perhitungan 2 /3 x 1 Score Pembenaran 2 /3 .Potensial masalah untuk dicegah 2 /3 x 1 2 /3 .Kemungkinan masalah dapat 1 /2 x 2 1 diubah . . Kriteria 1. . Susah untuk berbicara 2.Sifat masalah Perhitungan 3 /3 x 1 Score Pembenaran 1 . kirinya. .

Kemungkinan masalah dapat 1 /2 x 2 1 diubah 3. minimal .Bisa diusahakan menjadi lebih baik 1 /1 x 1 4. Keluarga kurang Setelah dilakukan mampu memberi tindakan keperawatan. Keluarga kurang mampu memberikan perawatan b/d KMK mengenal masalah kesehatan : stroke. Ancaman kesehatan pada anggota keuarga b/d KMK memelihara lingkungan rumah yang dapat menunjang kesehatan. Keluarga kurang mampu memberikan perawatan 2. 2.Potensial masalah untuk 2 2 /3 x 1 /3 dicegah . Dx TUJUAN UMUM 1. perawatan b/d KMK keluarga diharapkan mengenai masalah dapat mengetahui kesehatan : stroke tentang penyakit stroke KHUSUS Setelah 30 menit dilakukan penyuluhan.perlu penanganan segera. Keperawatan 1. keluarga dapat :  Menyebutkan pengertian stroke KRITERIA EV KRITERIA  Kelurga dapat mengidentifikasi pengertian stroke   Mengidentifikasi tanda  Keluarga dapat  dan gejala stroke mengidentifikasi tanda dan gejala stroke . No. 2. Ancaman kesehatan lingkungan Dx. . .Sumber daya keluarga 1 .Menonjolnya masalah 3 1/3 Total Score Urutan Prioritas Masalah 1.Keluarga mengetahui .

No. Dx TUJUAN UMUM KHUSUS  Mengidentifikasi penyebab stroke KRITERIA EV KRITERIA  Keluarga dapat  mengidentifikasi penyebab stroke  Mengetahui bahaya  Keluarga mampu yang timbul jika pada menjelaskan akibat saat serangan tdiak ada serangan stroke penanganan  Menjelaskan penanganan stroke   Keluarga dapat  menjelaskan cara-cara penanganan stroke  Membuat keputusan  Keluarga dapat untuk penanganan jika mengungkapkan terjadi serangan stroke tentang keputusan yang akan diambil 2. dilakukan penyuluhan keluarga b/d KMK keluarga dapat kesehatan. keluarga memelihara memelihara lingkungan mampu : lingkungan rumah rumah yang dapat  Menyebutkan kriteria  Keluarga dapat   . Ancaman kesehatan Setelah dilakukan Setelah 20 menit pada anggota tindakan keperawatan.

.yang dapat menunjang kesehatan menunjang kesehatan No. Dx 1.Menjelaskan tanda dan gejala stroke .Menjelaskan pengertian stroke . Dx rumah sehat menyebutkan kriteria rumah sehat TUJUAN UMUM KRITERIA EV KHUSUS KRITERIA  Mengidentifikasi tempat  Keluarga mampu  di sekitar rumah yang menyebutkan tempat  kurang sehat di sekitar rumah yang kurang sehat    Menjelaskan akibat yang terjadi jika lingkungan kotor  Keluarga dapat menyebutkan akibat yang terjadi jika lingkungan kotor   Menyebutkan alternatif  Keluarga  tindakan yang bisa menyebutkan dilakukan alternatif tindakan yang dapat dilakukan  Membuat keputusan tindakan yang harus dilakukan No.Menjelaskan penyebab stroke  . Keluarga kurang mampu memberikan perawatan b/d KMK mengenal masalah kesehatan stroke Tujuan Khusus  Setelah 30 menit penyuluhan keluarga dapat : .Menyebutkan tanda Tanggal  Keluarga mengungkapkan tentang keputusan tindakan yang akan diambil Implementasi .Menyebutkan pengertian stroke .Mengkaji pengetahuan klien/ keluarga tentang stroke.

Mengkaji pengetahuan klien tentang kriteria rumah sehat .Menyebutkan komplikasi stroke .Mengetahui perawatan stroke .dan gejala stroke .Menjelaskan perawatan pada pasien stroke . Ancaman kesehatan Setelah 20 menit dilakukan pada anggota keluarga penyuluhan kesehatan.Membantu memberi alternatif tindakan yang dapat dilakukan Tanggal Implementasi .Membantu klien mengidentifika lingkungan rumah yang kurang sehat .Mengajarkan latihan senam jari untuk pasien stroke 2. b/d KMK memelihara keluarga mampu : lingkungan rumah yang  Menyebutkan kriteria dapat menunjang rumah sehat kesehatan  Menyebutkan lingkungan rumah yang kurang sehat  Menyebutkan alternatif tindakan yang bisa dilakukan No.Menjelaskan komplikasi stroke yang mungkin terjadi .Menyebutkan penyebab stroke .Menjelaskan kriteria rumah seha . Dx Tujuan Khusus - .