You are on page 1of 27

ASUHAN KEPERAWATAN

KELUARGA TN. N PADA An. R DENGAN
GANGGUAN SISTEM PERNAFASAN :ASMA

Disusun oleh :
ULFI HAMIMA, S.Kep.
20030320082

PENDIDIKAN PROFESI NERS
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2006

LAPORAN PENDAHULUAN
A. KELUARGA
1. Definisi Keluarga
Keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan,
kelahiran dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan
budaya dan meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional, serta dari
tiap anggota keluarga (Duval dan Logan, 1986).
Sedangkan menurut Baylon & Magloya, (1978), keluarga adalah dua
atau lebih individu yang hidup dalam satu rumah tangga karena adanya
hubungan darah, perkawinan atau adopsi. Mereka saling berinteraksi satu
dengan lainnya, mempunyai peran masing-masing dari menciptakan serta
mempertahankan suatu budaya.
2. Tipe Keluarga
a. Tipe Keluarga Tradisional
-

Keluarga inti, yaitu suatu rumah tangga yang terdiri dari suami, istri
dan anak (kandung/angkat).

-

Keluarga besar, yaitu keluarga inti ditambah dengan keluarga lain
yang mempunyai hubungan darah (misal: kakek, nenek, paman, dan
lain-lain).

-

Keluarga Oyad, yaitu suatu rumah tangga yang terdiri dari suami-istri
tanpa anak.

-

Single parent, yaitu suatu rumah tangga yang terdiri dari satu orang
tua dengan anak (kandung/angkat). Kondisi ini dapat disebaban oleh
perceraian maupun kematian.

-

Single adult, yaitu suatu rumah tangga yang hanya terdiri dari seorang
dewasa.

-

Keluarga usila, yaitu suatu rumah tangga yang terdiri dari suami – istri
yang berusia lanjut.

pakaian dan tempat berlindung (rumah). Fungsi Keluarga Friedman (1986). yaitu : a. Fungsi perawatan kesehatan Keluarga berfungsi untuk melaksanakan praktek asuhan kesehatan. . c. yaitu untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan atau merawat anggota keluarga yang sakit. 3. Fungsi ekonomi Merupakan fungsi keluarga untuk memenuhi semua kebutuhan anggtoa keluarga. hidup dalam satu rumah tangga. - Homoseksual. Fungsi sosialisasi Yaitu proses perkembangan dan perubahan yang dilalui individu yang menghasilkan interaksi sosial dan belajar berperan dalam lingkungan sosial. Fungsi reproduksi Keluarga berfungsi untuk meneruskan kelangsungan keturuann dan menambah sumber daya manusia. ibu) yang tidak ada ikatan perkawian dan anak hidup bersama dalam satu rumah tangga. yaitu dua individu yang sejenis. hidup serumah.b. e. - Orang tua (ayah. yaitu lebih satu keluarga tanpa pertalian darah. Fungsi afektif Berhubungan erat dengan fungsi internal keluarga yang merupakan basis kekuatan keluarga. seperti kebutuhan untuk makan. Tipe keluarga non tradisional - Commune family. mengidentifikasi 5 fungsi keluarga. Fungsi afektif berguna untuk pemenuhan kebutuhan psikososial. d. b.

- Membantu anak untuk bersosialisasi - Beradaptasi dengan anak yang baru lahir. teman. Tahap II. - Pembagian waktu untuk individu. - Kegiatan dan waktu untuk stimulasi tumbuh kembang anak d. Keluarga Child – bearing (kelahiran anak ke 1) Tugas perkembangan : - Persiapan menjadi orang tua - Adaptasi dengan perubahan anggota keluarga. interaksi. Tahap I. Pasangan baru (keluarga baru) Tugas perkembangan : - Membina hubungan intim yang memuaskan - Membina hubungan dengan keluarga lain. - Mempertahankan hubungan yang sehat baik di dalam maupun di luar keluarga (keluarga lain dan lingkungan sekitar). hubungan seksual.4. . Tahap Perkembangan Keluarga a. Tahap IV. termasuk kebutuhan untuk meningkatkan kesehatan anggota keluarga. privasi dan rasa aman. seperti kebutuhan tempat tinggal. sekolah dan lingkungan. Keluarga dengan anak pra-sekolah Tugas perkembangan : - Memenuhi kebutuhan anggota keluarga. peran. - Mempertahankan keintiman pasangan - Memenuhi kebutuhan dan biaya kehidupan yang semakin meningkat. Keluarga Tugas perkembangan : - Membantu sosialisasi anak. kelompok sosial - Mendiskusikan rencana memiliki anak b. dan kegiatan - Mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan pasangan c. Tahap III. tetangga. pasangan dan anak - Pembagian tanggung jawab anggota keluarga. sementara kebutuhan anak yang lain juga harus terpenuhi.

Tahap V. - Mempertahankan hubungan yang intim dalam keluarga - Mempertahankan komunikasi terbuka antara anak dan orang tua - Hindari perdebatan. - Mempertahankan keakraban suami istri dan saling merawat - Mempertahankan hubungan dengan anak dan sosial masyarakat - Melakukan live review . kecurigaan dan permusuhan - Perubahan sistem dan peraturan untuk tumbuh kembang keluarga f. Keluarga usia pertengahan Tugas perkembangan : - Mempertahankan kesehatan - Mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan teman sebaya dan anak-anak.e. Tahap VI. - Meningkatkan keakraban pasangan. Tahap VII. Keluarga dengan anak remaja Tugas perkembangan : - Memberikan kebebasan yang seimbang dengan tanggung jawab. Teman. Tahap VIII. h. Keluarga dengan anak dewasa Tugas perkembangan : - Memperluas keluarga inti menjadi keluarga besar - Mempertahankan keintiman pasangan - Membantu orang tua suami/istri yang sedang sakit dan memasuki masa tua - Membantu anak untuk mandiri dalam masyarakat - Penataan kembali peran dan kegiatan rumah tangga g. mengingat remaja yang sduah bertambah dewasa dan meningkat otonominya. kekuatan fisik dan pendapatan. Keluarga usia lanjut Tugas perkembangan : - Mempertahankan suasana rumah yang menyenangkan - Adaptasi dengan perubahan kehilangan pasangan.

Asthma sangat mengganggu. misalnya obstruksi lebih berat pada malam hari dibandingkan dengan siang hari (berifat paroksismal). . tetapi oleh berbagai rangsangan. Asma dapat terjadi pada sembarang usia sekitar setengah dari kasus terjadi pada anak-anak dan sepertiga lain sebelum usia 40 tahun. Adanya peningkatan respon trakhea dan bronkhus. 4.B. Sedangkan menurut The American ‘Thoracic Society’. Kelainan tersebar luas pada kedua paru dan tidak hanya satu paru atau satu lobus paru. Asma dimanifestasikan dengan penyempitan jalan nafas. dan lain-lain. mempengaruhi absent di sekolah. pilihan pekerjaan. dapat berubah baik secara spontan atau karena terapi. Tingkat penyempitan jalan nafas. Jika asthma dan bronkhitis terjadi bersamaan obstruksi yang diakibatkan menjadi gabungan dan disebut bronkhitis asmotik kronis. Asma berbeda dengan penyakti paru obstruktif dalam hal bahwa asma adalah pross reversibel. batuk dan mengi. 3. Hampir 17% dari semua rakyat Amerika mengalami Asthma. baik secara spontan maupun sebagai hasil pengobatan. Derajat serangan asthma dapat berubah-ubah. (1962). 2. Eksaserbasi akut dapat saja terjadi yang berlangsung dari beberapa menit sampai jam diselingi oleh periode bebas gejala. yang mengakibaktan dispena. asma adalah suatu penyakit dengan ciri meningkatnya respon trakhe adan brokhus terhadap berbagai rangsangan dengan manifestasi adanya penyempitan jalan nafas yang luas dan derajatnya dapat berubah-ubah. Definisi Asma adalah meningkatnya reaktivitas trakeha dan bronkhus terhadap berbagai rangsangan atau stimulus. lebih sering lagi. aktivitas fisik. sehingga terjadi penyempitan/spasme saluran nafas tersebut. Hal ini berarti bahwa jalan nafas penderita asthma mempunyai respon yang lebih hebat terhadap berbagai rangsangan dibanding dengan orang normal. ASMA 1. Bila ditelaah lebih lanjut definisi di atas dapat diuraikan menjadi : 1. Asthma dapat berakibat fatal. Serangan asthma jarang sekali hanya dicetuskan oleh satu macam rangsangan.

Pemajanan terhadap alergen mencetuskan serangan asthma. jamur. Klasifikasi Jenis Asma 1. Beberapa pasien akan emngalami asma gabungan. makanan. infeksi traktus respiratorius. Kebanyakan alergen terdapat di udara dan musiman. Anak-anak dengan asma alergik sering dapat mengatasi kondisi sampai masa remaja.Jenis-Jenis Asma 1. Asthma ini mempunyai karakteristik dari bentuk alergik maupun bentuk idiopatik atau non alergik. Asma Alergik (Ekstrinsik) Disebabkan oleh alergen. non stefit (pengawet makanan) juga mungkin menjadi faktor. agen antiinflasi. 2. 3. Eksoserbasi mungkin mengganggu aktivitas dan tidur c. Tipe asma bronkhial : - Eksterinsik atau alergik dengan alergen yang jelas - Intrinsik atau non alergik. Asma idiopatik atau asthma non alergik (intrinsik) Yaitu asthma yang tidak berhubungan dengan alergen spesifik faktor-faktor spd common cold. Gejala > 1 x seminggu b. binatang. dimana alergen tidak jelas tetapi biasanya mempunyai faktor peradangan - Bentuk campuran. Asma gabungan Yaitu bentuk asthma yang paling umum. Pasien dengan asma alergik biasanya mempunyai riwayat keluarga yang alergik dan riwayat medis masa lalu ekshema atau rhinitis alergik. emosi dan polutan lingkungan dapat mencetuskan serangan. Beberapa agen farmokologis seperti aspirin. Asthma malam > 1 x seminggu d. Serangan asthma idiopatik atau non alergik menjadi lebih berat dan sejalan dengan berlakunya waktu dan dapat berkembang menjadi bronkhitis kronis dan emfisema. prediksi variabilitas 20-30% . Asma persisten ringan a. FEVI atau PFR > 80%. seperti : serbuk sari.

FEVI atau PFR 60% . Gangguan saraf autonom meliputi saraf parasimpatis (hiper reaktivitas saraf kolinergik). Asthma malam > 2 x seminggu d. asap rokok. Eksoserbasi sering c.2. tapi yang paling disepakati banyak ahli adalah yang berdasarkan gangguan saraf autonom dan sistem imun. Gejala intermiten ≤ 2 x sebulan b. dan hiperreaktivitas adrenergik. Asma persisten sedang a. FEVI atau PFR ± 60%. prediksi variabilitas > 30% 4. variabilitas 20% 3. Etiologi Sampai saat ini patogenesis maupun etiologi asma belum diketahui dengan pasti. FEVI atau PFR ≥ 80%. Gejala harian b. dan sebagainya yang pada orang normal tidak menimbulkan apa-apa. partikel-partikel yang ada dalam udara. pada penderita asma dapat menimbulkan serangan asthma. Eksoserbasi singkat c. Aktivitas fisik terbatas e. pemotongan saraf vagus . Eksoserbasi mengganggu aktivitas dan tidur c. rangsangan seperti hawa dingin.80%. prediksi variabilitas > 30% 2. Gejala asma malam dan siang hari d. Asimptomatis disertai faal paru normal di luar serangan d. gangguan saraf simpatis (blokade reseptor adrenergik ). Pada gangguan reseptor kolinergik. Gangguan sistem saraf autonom tidak dapat menerangkan terjadinya serangan asma sepenuhnya. Pemberian obat-obatan anti kolinergik. Asma persisten berat a. asma golongan ini dapat dicegah dengan obat-obat antikolinergik. Rangsangan reseptor adreneik menimbulkan bronkhokontrksi. Asma Intermitten a. Berbagai teori tentang patogenesis telah diajukan. Gejala terus menerus b.

Alergen yang biasanya berupa debu rumah. Infeksi saluran nafas terutama yang disebabkan oleh virus 4. karena sifat inilah maka serangan asma mudah terjadi akibat berbagai rangsangan. 2. baik fisik. Immunologi maupun non immunologi. Ikatan anti alergen yang masuk lagi ke dalam badan badan ag Ig E pada permukaan sel mastosit tadi akan mencetuskan serangkaian reaksi dan menyebabkan pelepasan mediator kimia (histamin. maka dikemukakan teori gangguan sistem imun. Pada penderita asma. prostaglandin. Pada gangguan sistem imun. Rangsangan atau pencetus yang sering menimbulkan serangan asma perlu diketahui dan sedapatnya dihindarkan. alergen. spora jamur. kelainan dimulai dengan masuknya alergen dari luar badan ke dalam saluran nafas. spora jamur dan tepung sari rerumputan. Lingkungan kerja 7. Alergen utama debu rumah.pada sebagian penderita tidak menghilangkan serangan asthma. Faktor-faktor tersebut antara lain : 1. dll). dan lain-lain Penyempitan saluran nafas menimbulkan hal-hal sebagai berikut :  Gangguan ventilasi (hipoventilasi) Distribusi ventilasi yang tidak merata dengan sirkulasi darah paru  Gangguan difusi gas di tingakt alveoli . NCF. serpihan kulit hewan dan sebagainya akan sampai di saluran nafas. dengan akan merangsang sistem imun untuk membentuk antibody jenis IgE Immunogiobulin ini lah yang akan menempel pada permukaan sel mastosif yang terdapat di sepanjang saluran nafas dan kulit. Bronkhus penderita asma sangat peka terhadap rangsangan. bau-bauan. Meskipun patogenesis asthma belum jelas benar. Kegiatan jasmani yang berlebihan 6. Obat-obatan 8. palutan 3. tepung sari. infeksi dan sebagainya. ECF-A. Perubahan cuaca yang ekstrim 5. satu hal yang menonjol pada semua penderita asthma adalah fenomena hiperreaktivitas bronkhus. Iritan seperti asap. metabolik. Emosi. leukotrin. kimia.

Patofisiologi Gangguan saraf otonom Gangguan sistem imun Saraf simpatis Saraf parasimpatis Hiperaktivitas Saraf kolineroik Blekode reseptor adrenergik Merangang pembentukan Ig E Bronkhokontriksi Adanya rangsangan Menempel di permukaan matosit di sepanjang saluran-saluran kulit Mengaktifkan CAMP Pelepasan mediator kimiawi Dilatasi otot bronkhos Bronkhokontriksi. 3. Pengisian bronkhi dengan mukus yang kental. edema. banyak dihasilkan dan alveoli menjadi hipersentisitifitas dengan udara terperangkap di dalam jaringan paru. hipekapnia pada Bronkhitis dan emfisema tahap lanjut 3. radang saluran pernafasan Menghambat sekresi mukus Bronkhus menyempit ASMA Masuknya alergen dari luar badan ke saluran pernafasan . 2. Kontraksi otot-otot yang mengelilingi bronkhi (menyempitkan jalan nafas). Pembengkakkan membran yang melapisi bronkhi 3. obstruksi disebabkan oleh satu atau lebih dair yang berikut ini : 1. Asidosis pernafasan tahap lanjut Asma adalah obstruksi jalan naas difus peversibel. Hipoksemia 2. Hiperkapnia pada asma kecuali pada tingkat lanjut.Ketiga faktor tersebut akan mengakibatkan : 1.

Reaksi yang berhubungan : - Ekseim - Urtikari - Edema angioneurotik Pada serangan asma yang berat. - Total serangan dapat berlangsung selama 30 menit sampai beberapa jam dan dapat menghilang secara spontan. diikuti dengan batuk yang lebih kuat dengan sputum yang berbeda dan lendir encer. Gangguan kesadaran e. Silent cest d. mengi - Ekspirasi lebih kuat dan lama dari inspirasi - Obstruksi jalan nafas. takikardi. Kontraksi otot bantu pernafasan (sternokleidomastoideus) b. Tanda-tanda lanjut : - Sianosis sekunder akibat hipoksia berat - Gejala-gejala retensi korban monoksida (misal : berkeringat. Gejala Umum : - Batuk - Dispnea - Mengi 2. dan desakan nadi melebar) 4. 3. membuat sensasi dispnea - Batuk sulit dan kering pada awalnya. Manifestasi Klinis 1. gejala-gejala yang timbul makin banyak. Sianosis c. Serangan Asma - Seringkali terjadi pada malam hari - Mulai secara mendadak dengan batuk dan sensasi sesak dada - Kemudian pernafasan lambat.4. Penderita tampak letih . laborius. antara lain : a.

Bronkhitis 7. Pneumotorax 2. Hiperinflasi dada g. Menghilangkan obstruksi jalan nafas dengan segera 2.f. Pemeriksaan sputum 6. Pemeriksaan Ig E total dan Ig E spesifik dalam serum 5. 2. Fraktur Iga 7. Memberikan penerangan pada penderita / keluarga mengenai penyakit asthma. Takikardi 5. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan penunjang yang penting dalam asma adalah sebagai berikut : 1. Pemeriksaan radiologi 6. Tes provokasi bronkhial untuk menunjukkan adanya hiperreaktivitas bronkhus. Gagal nafas 6. Pxemeriksaan eosinofil total dalam darah 8. . Mengenal dan menghindari faktor-faktor yang dapat mencetuskan serangan asma 3. Analisis gas darah 7. Ateletaksis (kegagalan resorpsi udara dari alveoli) 4. baik cara pengobatan maupun tentang perjalanan penyakit sehingga penderita mengerti tujuan pengobatan yang dibeirkan. Spirometri untuk menunjukkan adanya obstruksi jalan nafas reversibel. Komplikasi Asma 1. Aspergilosis bronkhopulmonar alergik 5. Pneumomediastrinum dan emfisema sub cutis 3. 3. Pemeriksaan tes kulit 4. Pengobatan Dan Pencegahan Prinsip umum pengobatan asthma bronkhial adalah : 1.

. Terapi obat : - Agonis - Metil santin - Antikolinergik - Kortikosteroid - Inhibitor sel mast. - Lakukan uji kulit yang dibuat dengan senyawaan kerokan antigen dari rambut/kulit jika serangan tampak berkaitan dengan binatang.Ketiga prinsip di atas semuanya bertujuan agar fungsi paru penderita normal / mendekati normal. sehingga penderita dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik. 9. - Hindari pemajanan terhadap bercak serbuk yang membahayakan seperti: tinggal dalam ruang ber AC selama musim serbuk atau jika memungkinkan ubah zona iklim. 8. Penderita yang datang dalam keadaan sesak. 2. Evaluasi Diangostik Tidak ada satu pemeriksaan pun yang dapat menguatkan Diagnosa Asma. - Cegah asma yang diakibatkan oleh latihan (EIA) dengan melakukan inspirasi udara pada 37oC dan kelembaban relatif 100%. - Tutup hidung dan mulut dengan masker untuk aktivitas yang menyebabkan serangan. Pencegahan - Evaluasi dan identifikasi protein asing yang mencetuskan serangan - Lakukan uji kulit terhadap bahan dan matras serat bantal jika serangan terjadi pada malam hari. apapun penyebabnya harus segera ditangani jenis obat yang diberikan tergantung pada riwayat pengobatan sebelumnya serta derajat beratnya penyakit. Penatalaksanaan 1.

- Pertahankan hidrasi yang adekuat dirubah untuk menjaga agar sekresi tidak mengental. Memberikan pasien tindakan mandiri - Instruksikan pada pasien tentang bahaya penggunaan teofilin yang berlebihan.Penyuluhan pasien dan pemeliharaan kesehatan. - Berikan bronkadiolator dengan teratur - Tambahkan/kurangi obat-obatan (misal: Teofilin. - Gunakan inhaler dengan dosis tertaka dan yang dipegang oleh tangan dengan adrenergik selektif (prednison). peralatan di rumah dan komunitas. 2 : jika tindakan ini gagal mulai berikan kortikosteroid . - Pertahankan agar kekambuhan minimal dengan memberikan penyuluhan pada klien. Menggagalkan serangan berat b. kortikosteroid) jika terjadi serangan asma. misal: terbangun pada malam hari dengan serangan akut. tidak sembuh sempurna dengan penggunaan inhaler atau infeksi pernafasan. - Instruksikan protokol perawatan diri yang dirancang dengan tujuan : a. - Instruksikan untuk mengenal bahwa infeksi harus dihindari karena dapat mencetuskan serangan. - Instruksikan klien agar segera menghubungi dokter jika terjadi tanda-tanda.

Pertimbangan Gerontologi Asma dapat terjadi sebagai masalah baru pada klien lansia. NURSING CARE PLANE Dx I Pola nafas tidak efektif b/d hipoventilasi Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan. Penatalakanaan asma pada lansia mungkin akan lebih kompleks karena kondisi yang sudah ada seperti penyakit jantung dan efek sampign obat-obatan kardiovaskuler. pola nafas efektif. Intervensi : - Monitor tanda-tanda vital - Kaji pola nafas klien - Monitor fekuensi pernafasan - Manajemen pernafasan - Ventilasi mekanik - Batuk efektif - Kelola penatalaksanaan terapi O2 Dx II Bersihan jalan nafas tidak efektif b.d akumulasi produk spatum - Monitor TTV - Monitor frekuensi pernafasan - Airway manajemen - Lakukan fisioterapi dada - Ajarkan batuk efektif .

- Kaji pola nafas klien - Kelola pemberian terapi O2 Dx III Intoleransi aktivitas b.d ketidakseimbangan antara kebutuhan-kebutuhan suplai oksigen : Tujuan : aktivitas toleran Intervensi : - Terapi aktivitas - Manajemen energi - Terapi musik - Promotion body mekanik - Anjurkan untuk latihan aktivitas .

Agama Status Sosial Ekonomi dan Budaya Sifat Kesehatan Asma . Pekerjaan : Petani 5. Hub Pend. M 2. Alamat : Banaran 3. Nama KK : Bp. Pendidikan :- Susunan Anggota Keluarga Nama Tn. S III. S DENGAN ASMA I. 1. Suku KK - Islam Jawa 60 Istri - Islam Jawa Genogram Ket : : Laki-laki : Perempuan : Penderita Asma IV. Data Umum II.ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA NY. M Umur L P 62 Ny. Usia : 62 tahun 4.

Penghasilan keluarga Penghasilan utama dari kepala keluarga yaitu Bp. kekuatan fisik dan pendapatan - Mempertahankan keakraban suami istri dan saling merawat - Mempertahankan hubungan dengan anak dan sosial masyarakat - Melakukan life refiew 2. M sudah terpenuhi semua. 4. Riwayat keluarga inti . 3. Sosial keluarga Keluarga Bp. Pemanfaatan dana keluarga Penghasilan keluarga digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. kumpulan warga (RT). 5. Tahap perkembangan keluaga yang belum terpenuhi Tahapan perkembangan pada keluarga Bp. ronda. Tahap perkembangan keluarga saat ini Keluarga Bp. S yang bekerja wiraswasta dengan besar penghasilan tidak tetap. Riwayat Tahap Perkembangan Keluarga 1. Aktivitas rekreasi Keluarga biasanya berkumpul pada sore hari karena siang harinya masing-masing anggota keluarga dengan aktivitas dan kesibukannya. Keluarga tidak mempunyai dana khusus atau tabungan untuk kesehatan. V. M yang bekerja sebagai petani yang dibantu Ny. Tugas perkembangan keluarga dengan usia lanjut adalah : - Mempertahankan suasana rumah yang menyenangkan. M aktif mengikuti kegiatan yang ada di lingkungan kampungnya.1. dan lain-lain. M merupakan tipe keluarga lansia yang terdiri dari suami istri yang sudah tua. teman. Tipe keluarga Keluarga Ny. M saat ini dalam tahap perkembangan keluarga dengan lansia semua anaknya sudah berkeluarga dan mempunyai rumah sendirisendiri. seperti arisan. 3. 2. - Adaptasi dengan perubahan kehilangan pasangan.

Karakteristik rumah Luas rumah Ny. S tinggal menetap. 4. S mempunyai riwayat penyakit asma yaitu dari ibu kandung Ny. ventilasi kurang. 1 ruang dapur yang sekaligus ruang makan dan 1 kamar mandi. Mobilitas geografis keluarga Rumah keluarga Ny. 5. 2. 1 ruang tamu yang sekaligus ruang televisi. Rumah Ny. S. Riwayat keluarga sebelumnya Dari keluarga Ny. S susunan ruangan kurang teratur. M tidak ada riwayat penyakit keturunan.Keluarga Ny. jarak rumah tidak terlalu berdekatan. Sumber air minum Menggunakan air sumur. Karakteristik keluarga dan komunitas Lingkungan fisik secara umum bersih. 4. dan tidak berasa0. tidak berbau. 3. S. sedangkan dari keluarga Bp. VI. S aktif mengikuti kegiatan kampung. cukup bersih hanya saja airnya ada jentikjentik nyamuk. Keluarga Ny. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat . Ruangan tersebut dimanfaatkan untuk kamar tidur 2 ruang. S ± 8 x 10 m2 yang dibangun secara permanen. 7. Lingkungan 1. Perabot rumah diletakkan tidak teratur. S adalah milik sendiri sehingga keluarga Ny. S ada riwayat penyakit asma. Pembuangan sampah Sampah dibuang pada lubang galian tanah yang terbuka. Rumah tampak kotor dan banyak debu. Tempat pembuangan tinja Mempunyai jamban/wc sendiri. namun biasanya dibakar. yaitu ibu kandung dari Ny. keadaan air cukup memenuhi syarat kesehatan (jernih. 6. memiliki pekarangan namun tidak dimanfaatkan.

Sistem pendukung keluarga Jumlah anggota keluarga yang sehat 2 orang. dan sebagainya) dan komunikasi dengan masyarakat cukup baik. 4. 4. Setiap ada permasalahan dibicarakan keluarga dan keputusan diambil bersama. M. Pola komunikasi Keluarga Ny. S menerapkan pola komunikasi jujur dan terbuka. VII. Fungsi sosial Ny. Struktur peran Tidak ada perubahan peran dalam keluarga Ny. 3. Hubungan dan komunikasi dengan tetangga/masyarakat bagus. S. S taat beribadah dan nilai/norma yang diantu tidak bertentangan dengan ajaran agama. Fungsi afektif Keluarga saling menghormati dan menghargai satu sama lain. S kurang mengenal masalah keshatan yang dihadapi namun demikian mereka berusaha untuk saling merawat dan setiap ada masalah kesehatan (keluarga ada yang sakit) langsung dibawa ke puskesmas.Keluarga aktif mengikuti perkumpulan masyarakat (seperti arisan. 2. Fungsi perawatan kesehatan Keluarga Ny. fasilitas kesehatan yang dimanfaatkan oleh keluarga yaitu puskesmas. Fungsi Keluarga 1. ronda. Fungsi reproduksi . 3. Keluarga menerima kondisi sakit Ny. S dan keluarganya aktif mengikuti kegiatan di kampungnya. VIII. Nilai dan norma keluarga Sebagai muslim keluarga Ny. 8. Struktur kekuatan keluarga Dalam mengambil keputusan yang dominan adalah Bp. S. Struktur Keluarga 1. 2.

M yang dibantu Ny. menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah SWT. Selain itu. Keluarga Bp. S. Fungsi ekonomi Keluarga tidak mempunyai dana khusus/tabungan untuk kesehatan. 2. M sebagai seorang muslim yang aktif beribadah. Stresor dan Koping Keluarga 1. Persalinan di rumah yang dibantu dukun. Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi/stressor. 4. Strategi adaptasi disfungsional . S dan sebagai sumber penghasilan utama adalah Bp. keluarga Bp. Fungsi ekonomi diatur oleh Ny. Keluarga Bp. S dengan lapang dada. M mampu menerima kondisi Ny. M tetap mau berusaha untuk memulihkan kembali kondisi kesehatan Ny. S. S sudah memasuki masa monopouse. IX. 3. Strategi koping yang digunakan Strategi yang digunakan yaitu adaptif. S dengan rajin kontrol ke Puskesmas dan berusaha untuk saling merawat anggota keluarganya satu sama lain. Imunisasi anak lengkap dan saat ini Ny. S dulu mengikuti program KB. Ny.Ny. S mempunyai 3 orang anak yang jarak kelahirannya ± 3 tahun. sehingga keadaan tersebut bukan merupakan beban keluarga. Stressor jangka pendek/panjang Keluarga menerima kondisi Ny. 5.

Total Score 1 2 /3 URUTAN PRIORITAS MASALAH 1.Keluarga mengetahui ada masalah tapi tidak perlu ditangani. . 0 /2 x 1 0 . 2 Resiko terjadinya kekambuhan penyakit : asma pada Ny. Resiko terjadinya kekambuhan penyakit : asma pada Ny. Dapat diusahakan menjadi lebih .Dapat diusahakan menjadi lebih baik 1 /2 x 1 1 /2 .Memerlukan tindakan supaya tidak terjadi resiko .Kemungkinan masalah 1 /2 x 2 1 .Sumber daya keluarga minimal (keluraga cukup sibuk) . 2.Sifat masalah Perhitungan 2 /3 x 1 Score Pembenaran 2 /3 .Menonjolnya masalah baik.Keluarga tidak mengetahui adanya masalah (lingkungan).Menonjolnya masalah .Sifat masalah Perhitungan 2 /3 x 1 Score Pembenaran 2 /3 .Fasilitas kesehatan (puskemas) dapat diubah . S. Kurang pengetahuan keluarga dalam memanfaatkan fasilitas kesehatan. S b/d KMK memelihara lingkungan rumah yang dapat menunjang kesehatan Kriteria .Tingkat keparahannya cukup. 1 Kurang pengetahuan b.Kemungkinan masalah 1 /2 x 2 1 dapat diubah .PRIORITAS MASALAH Dx.Potensial masalah untuk dicegah 2 /3 x 1 2 /3 .Potensial masalah untuk dicegah 2 /3 x 1 2 /3 . 5 Total score 2 /6 Dx.Memerlukan tindakan supaya tidak terjadi resiko . Kriteria .d KMK keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan.

Dx TUJUAN UMUM KHUSUS . S b/d KMK memelihara lingkungan rumah yang dapat menunjang kesehatan. Resiko terjadinya kemambuhan penyakit : asma pada Ny.Keluarga dapat menjelaskan cara . Kurang pengetahuan  Setelah dilakukan  Setelah 30 menit b. KEPERAWATAN 1.Mengidentifikasi faktor pencetus serangan asma No.Keluarga dapat -K menyebutkan tanda m dan gejala penyakit d asma    .d KMK keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan. 2. pertemuan keluarga memanfaatkan keluarga diharapkan dapat : fasilitas kesehatan dapat mengetahui .Menyebutkan tentang penyakit asma pengertian asma No.Keluarga dapat -K menyebutkan m pengertian penyakit a asma m r d t r s t s .Keluarga dapat -F menyebutkan 3 dari s 5 faktor pencetus  asma     KRITERIA EV KRITERIA .Menjelaskan salahs atu cara penanganan KRITERIA EV KRITERIA . Dx . TUJUAN UMUM KHUSUS 1.d KMK tindakan keperawatan.Dx.Mengidentifikasi tanda dan gejala penyakit asma . Kurang pengetahuan b.

Menentukan .Keluarga mampu cara-cara senam nafas meredemonstrasikan sehat cara latihan senam nafas sehat .jika terjadi kekambuhan penyakit asma penanganan jika terjadi kekambuhan penyakit asma.Keluarga mampu keputusan tindakan mengungkapkan yang harus dilakukan tentang tindakan yang jika terjadi serangan akan dilakukan jika asma terjadi serangan . .Meredemonstrasikan .Mengetahui tentang komplikasi asma .Kelaurga mampu menyebutkan tentang komplikasi asma .

Keluarga mampu menyebutkan akibat yang terjadi jika lingkungan kotor (banyak debu) . rumah yang kurang keluarga dapat terpelihara memelihara lingkungan rumah KHUSUS  Setelah 20 menit pertemuan. S b/d lingkungan keperawatan.Keluarga keputusan tindakan mengungkapkan yang akan dilakukan tindakan yang akan dilakukan .Keluarga mampu yang dapat dilakukan menyebutkan tindakan untuk menangani yang dapat dilakukan lingkungan kotor/ kurang sehat No. Resiko kekambuhan  Setelah dilakukan penyakit: Asma pada tindakan Ny.No.Mengidentifikasi tempat di sekitar rumah yang kurang memenuhi kriteria kesehatan KRITERIA EV KRITERIA .Mengetahui tindakan .Mengetahui akibat yang terjadi jika lingkungan kotor (banyak debu) .Menentukan . TUJUAN Dx UMUM 2.Keluarga mampu menyebutkan tempat di lingkungan rumah yang kurang memenuhi kesehatan . Dx TUJUAN UMUM KRITERIA EV KHUSUS KRITERIA . keluarga dapat : .

Mengidentifikasi tanda dan gejala penyakit asma .Menentukan keputusan tindakan yang harus dilakukan jika terjadi serangan asma Tanggal 22/01/06 Implementasi .Menjelaskan pada keluarga tent tanda dan gejala asma .Meredemonstrasikan cara senam nafas .Menjelaskan pada klien tentang faktor pencetus serangan asma .Menjelaskan pada keluarga tent komplikasi asma .Menjelaskan pada keluarga tent pengertian asma .Memotivasi keluarga untuk menentukan tindakan yang akan dilakukan jika terjadi serangan .Menyebutkan pengertian asma .d KMK dalam pertemuan. Dx Tujuan Khusus 1.Menjelaskan cara penanganan jika terjadi serangan . keluarga memanfaatkan fasilitas dapat : kesehatan .No.Mengetahui tentang komplikasi asma .Menjelaskan pada keluarga tent posisi semi fowler .Mendemonstrasikan pada kelua tentang latihan senam nafas seh .Mengidentifikasi faktor pencetus serangan asma . Kurang pengetahuan  Setelah 30 menit b.

keluarga (asma) pada Ny.Mengetahui akibat yang terjadi jika lingkungan kurang bersih . Membantu keluarga untuk mengidentifikasi tindakan yang bisa dilakukan.Mengetahui tindakan yang dilakukan untuk menangani lingkungan yang kurang bersih . Menjelaskan pada keluarga tent akibat yang terjadi jika lingkung kurang bersih. Resiko terjadinya Setelah 20 menit 22/01/06 kekambuhan penyakit pertemuan.Mengidentifikasi tempat lingkungan rumah yang di sekitar rumah yang menunjang kesehatan kurang memenuhi kriteria kesehatan .Menentukan keputusan tindakan yang akan dilakukan - - Implementasi Membantu keluarga untuk mengidentifikasi tempat di lingkungan rumah yang kurang sehat. Memotivasi keluarga untuk mengambil tindakan yang akan dilakukan . Dx Tujuan Khusus Tanggal 2.No. S b/d mampu : KMK memelihara .