You are on page 1of 14

Katarak

Dokter Penguji :
Dr. Erin Arsianti, Sp.M M.sc

Disusun oleh:
M.Firas.Khusyi – 11.2014.185

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT MATA
PERIODE 07 NOVEMBER – 10 DESEMBER 2016
RUMAH SAKIT MATA DR YAP, YOGYAKARTA
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA

1

Infeksi intrauteri disebabkan Rubella (terbanyak). katarak kongenital timbul karena infeksi intrauteri atau gangguan metabolik. katarak setelah usia 40 tahun. 2. Biasanya kekeruhan mengenai kedua mata dan berjalan progresif ataupun dapat tidak mengalami perubahan dalam waktu yang lama. katarak. yakni katarak yang terjadi di usia lebih dari 9 tahun. dan varisela. Separuh dari keseluruhan katarak kongenital disertai anomaly mata lainnya berupa PHPV (Primary Hyperplastic Posterior Vitreus). Fakta. seperti usia. 2) Katarak juvenile. Katarak senilis diklasifikasikan berdasarkan lokasi kekeruhan lensa dan maturitas lensa. Katarak developmental 1) Katarak kongenital Merupakan katarak yang sudah terlihat pada usia di bawah 1 tahun. 33% diwariskan dan keadaan ini biasanya bilateral. Namun kadang tidak diketahui sebabnya.Katarak adalah suatu kekeruhan lensa (lens opacity). dan buftalmus (pada glaukoma infantile). 3. koloboma. hipoglikemia. aniridia. katarak yang terjadi di bawah usia 9 tahun. Katarak senilis. Sedangkan 33% lagi dikaitkan dengan penyakit sistemik dan biasanya dalam kondisi ini kejadian katarak bersifat bilateral.fakta penting menyangkut keadaan ini adalah bahawa 33% kasusnya idiopatik dan bisa unilateral atau bilateral. mikroftalmus. katarak kongenital timbul karena pewarisan.1  Berdasarkan usia: 1. saat kemunculan dan lokasi terjadinya. serta dapat pula disebabkan denaturasi protein lensa atau gabungan keduanya. Klasifikasi tersebut dijabarkan sebagai berikut. Katarak dapat disebabkan terganggunya mekanisme kontrol keseimbangan air dan elektrolit. Ciri-ciri neonatus yang terinfeksi Rubella adalah badannya kecil (small baby) akibat absorpsi usus tidak sempurna. Klasifikasi Katarak diklasifikasikan berdasarkan beberapa parameter. Pada neonatus yang sehat. dan hipokalsemia. infeksi sitomegalovirus. toksoplasmosis. Sedangkan gangguan metabolik yang dapat menyebabkan katarak kongenital adalah galaktosemia. 2 . Katarak presenilis. Pada neonatus yang tidak sehat. dan adanya penyakit jantung kongenital.

Miopisasi ini terjadi karena pada katarak nukelaris. Pada awal terjadinya katarak nuklearis. Sedangkan pada subkapsularis posterior. justru miopisasi mengakibatkan penderita presbiopia mampu membaca dekat tanpa harus menggunakan kacamata. kondisi ini disebut second sight. dan secara khas mengakibatkan gangguan penglihatan jauh yang lebih besar daripada penglihatan dekat. Semakin lama semakin besar koreksi yang diperlukan. Pasien merasa sangat terganggu saat membaca di cahaya yang terang dan biasanya melihat halo di malam hari. pandangan jauh tiba-tiba kabur. Katarak nuklearis cenderung progresif perlahan-lahan. Pada subkapsularis anterior. Perubahan mendadak indeks refraksi antara nukleus sklerotik dan korteks lensa dapat mengakibatkan diplopia monokular. Dapat melibatkan korteks anterior. Katarak subkapsuler Insidennya 20 % dari keseluruhan kasus katarak senilis. dengan insidennya 50 % dari keseluruhan kasus katarak senilis. Pemeriksaan lampu celah 3 . toksisitas amiodaron. maupuan ekuatorial. biasanya terdapat pada pasien dengan diabetes mellitus dan penggunaan steroid. 3. biasanya terdapat pada glaukoma sudut tertutup kut. sering terjadi miopisasi. Keluhan yang paling sering dijumpai pada katarak kortikal adalah silau saat melihat ke arah sumber cahaya. Katarak nuklearis Insidennya 30 % dari keseluruhan kasus katarak senilis. Pada katarak kortikal terjadi perubahan komposisi ion dari korteks lensa serta komposisi air dari serat-serat pembentuk lensa. Katarak kortikal biasanya terjadi bilateral tetapi dapat terjadi juga secara asimetris dan berpengaruh terhadap fungsi visual tergantung lokasi kekeruhan pada aksis. Pada beberapa kasus. nukleus mengeras secara progresif sehingga mengakibatkan naiknya indeks refraksi. 2. Katarak ini bisa terjadi di subkapsuler anterior dan posterior. Kekuningan lensa progresif yang dijumpai pada katarak nuklearis mengakibatkan penderita sulit membedakan corak warna. Katarak kortikal Lokasinya di anterior dan posterior. dengan koreksi sferis -5/-6 D. katarak dibagi menjadi: 1. dan miotik. Berdasarkan lokasi kekeruhan lensa. Katarak menyerang pada lapisan yang mengelilingi nukleus atau korteks. posterior. Katarak ini termasuk katarak imatur dan pemeriksaannya menggunakan lampu celah (slitlamp).

Kekeruhan terutama terdapat pada bagian perifer berupa bercak-bercak seperti baji (jari-jari roda). Lensa mungkin kemudian membengkak (katarak intumescent). walaupun masih stadium imatur (shadow test (+). Gambaran inilah yang disebut spokes of a wheel.(slitlamp) biomikroskop berfungsi untuk melihat ada tidaknya vakuola degenerasi hidropik yang merupakan degenerasi epitel posterior. dan menyebabkan lensa mengalami elongasi ke anterior.2. maka sinar dapat masuk ke dalam mata tanoa ada yang dipantulkan. 4 . Di pupil tampak lensa yang seperti mutiara.3 Katarak dibagi menjadi 4 stadium: 1. Keadaan ini disebut shadow test (+). walaupun lensanya belum keruh seluruhnya. visus tetap buruk. Stadium imatur  kekeruhan belum mengenai seluruh lensa. bahkan dapat lebih buruk lagi 1/300 atau 1/∞. akibat bayangan iris pada bagian lensa yang keruh. ada daerah yang terang sebagai refleks pemantulan cahaya pada daerah lensa yang keruh dan daerah yang gelap. akan tampak bahwa kekeruhan hanya terdapat pada daerah pupil saja. Materi kortikal akan mencair (katarak Morgagnian) dan kemudian diabsorbsi kembali menyebabkan nukleus yang padat menjadi “tenggelam” ke bawah kantung kapsular. gambaran baji dapat dilihat pula pada pupil normal. seluruh lensa akan menjadi keruh. sedang aksis relatif masih jernih. Dengan koreksi. Kadang-kadang. 3. yang belum menimbulkan gangguan visus. Dengan melebarkan pupil. visus masih dapat 5/5 – 5/6. Oleh karena kekeruhan di bagian posterior lensa. Stadium matur  pada stadium ini lensa telah menjadi keruh seluruhnya.1. sehingga pada pemeriksaan. Stadium insipient  stadium paling dini. terutama mengenai korteks anterior. Kalau tidak ada kekeruhan di lensa. Keadaan ini disebut stadium vera matur. hanya dapat menghitung jari. Shadow test membedakan stadium matur dari imatur dengan syarat harus diperiksa lebih lanjut dengan midriatika. oleh karena kekeruhan terletak di daerah pupil. oleh karena pada katarak polaris anterior juga terdapat shadow test yang (-). hanya ada persepsi cahaya. dengan koreksi. Tak ada bayangan iris. Pada stadium yang lanjut. maka sinar oblik yang mengenai bagian yang keruh ini akan dipantulkan lagi. dilihat di pupil. 2. Shadow test (-). Pada akhirnya. sehingga semua sinar yang mengenai pupil akan dipantulkan kembali di permukaan anterior lensa. yang nyata bila pupil dilebarkan. Kekeruhan itu terutama terdapat di bagian posterior dan bagian belakang nukleus lensa.

retinitis pigmentosa. Penyebab lain yang jarang misalnya sinar infra merah. tak menempel pada lensa. didapatkan iris yang tremulans. sekarang tergantung bebas. akibat suatu trauma dan pasca bedah mata. galaktosemia. yaitu penyerapan cairan akuos oleh lensa sehingga lensa menjadi cembung dan iris terdorong ke depan.2. Pada umumnya terjadi pada stadium II. Katarak yang disebabkan trauma tumpul biasanya menyebabkan kekeruhan di sumbu posterior berbentuk bintang atau rosette (seperti mawar) yang bisa stabil atau progresif. buftalmos.3  Katarak komplikata Katarak komplikata merupakan katarak akibat penyakit mata lain seperti radang. sehingga nukleus lensa turun ke bawah oleh karena daya beratnya. glaukoma. hipoparatiroid. Benda asing yang mengganggu kapsul lensa membuat humor akuos dan vitreus bisa masuk ke dalam lensa dan menyebabkan terbentuknya katarak. Keadaan ini disebut katarak Morgagni. maupun trauma tusuk.3. tumor intra okular. Pada pemeriksaan. dan radiasi ionik. Lensa muda lebih rentan terhadap trauma. Katarak komplikata dapat juga disebabkan oleh penyakit sistemik endokrin (diabetes melitus. iskemia okular. coa menjadi dangkal. yang di bawahnya terdapat nukleus lensa. yang menjadi lebih permeable. pada daerah yang keruh. di mana camera oculi anterior (coa) menjadi dalam sekali dan iris yang membentuk sudut coa. Melalui pupil. nekrosis anterior segmen.2. dengan warna yang lain. yang disebut intumesensi.6  Katarak traumatic Katarak traumatik terjadi akibat benda asing. dari pada bagian yang di atasnya yaitu kecoklatan.4. Pada stadium ini juga terjadi kerusakan kapsul lensa. Pada perjalanan dari stadium I ke stadium IV. kejut listrik. dan proses degenerasi seperti ablasi retina. dapat timbul suatu keadaan. Hal ini tidak selalu terjadi. 1. nukleus ini terbayang sebagai setengah lingkaran di bagian bawah. trauma tumpul. Stadium hipermatur (katarak Morgagni)  korteks lensa yang konsistensinya seperti bubur telah mencair. iris bergetar. sehingga pada pergerakan bola mata.5. sehingga isi korteks yang cair dapat keluar dan lensa menjadi kempis. dan miotonia distrofi) dan keracunan obat 5 . sementara trauma tusuk dengan gangguan pada kapsul lensa membentuk perubahan kortikal yang dapat tetap setempat jika kerusakannya kecil atau dapat berkembang cepat menjadi kekeruhan kortikal total.

nukleus dan korteks lensa melebar seraya serat-serat baru dibentuk di bagian kortikal lensa. Katarak akibat miopia tinggi dan ablasi retina memberikan gambaran agak berlainan. dan konsentrasi kalsium. sehingga sering terlihat nukleus lensa tetap jernih. kelainan neoplasma dan glaukoma. Molekul protein yang tidak melipat. Pada iridosiklitis akan mengakibatkan katarak subkapsularis anterior. Katarak komplikata selamanya mulai di daerah korteks atau di bawah kapsul yang menuju di daerah korteks atau di bawah kapsul yang menuju ke serah sentral. dan konversi dari protein larut 6 . Katarak komplikata akibat hipokalsemia berkaitan dengan tetani infantil. pungtata ataupun linear. selama stadium awal pembentukan katarak. Dikenal 2 bentuk yaitu bentuk yang disebabkan kelainan pada polus posterior mata dan akibat kelainan pada polus anterior bola mata. Katarak pada polus posterior terjadi akibat penyakit koroiditis. steroid lokal lama. natrium. serat yang tua menjadi lebih tertekan dan terdehidrasi. Katarak komplikata memberikan tanda khusus di mana mulai katarak selamanya di daerah bawah kapsul atau pada lapis korteks. Biasanya kelainan ini berjalan aksial yang biasanya tidak berjalan cepat di dalam nukleus. Pada lensa terlihat kekeruhan titik subkapsular yang sewaktu-waktu menjadi katarak lamelar. retinitis pigmentosa. steroid sistemik. Perubahan metabolik terjadi dan protein lensa menjadi lebih sukar larut. dan fosfat meningkat. Dapat berbentuk rosete. Pada katarak akibat glaukoma akan terlihat katarak disiminata pungtata subkapsular anterior (katarak Vogt). pigmen kuning dan vakuol berakumulasi di serat lensa. Dengan penuaan normal. oral kontra septik dan miotika antikolinesterase). Pada pemeriksaan darah terlihat kadar kalsium turun. kalium.(tiotepa intra vena. Katarak akibat kelainan polus anterior bola mata biasanya akibat kelainan komea berat. ablasi retina. hipoparatiroidisma. persilangan kelompok-kelompok sulfhidril.3 Katarak senilis Katarak senilis merupakan jenis yang paling umum terjadi di seputar dunia dan merupakan penyebab utama menurunnya penglihatan akibat usia. retikulum dan biasanya terlihat vakuol. iridoksiklitis. kekeruhan dapat difus. Pada nukleus. kontusio retina dan miopia tinggi yang mengakibatkan kelainan badan kaca.

dan sering terjadi kombinasi dari tipe yang berbeda. dan satusatunya gejala ialah meningkatnya penglihatan kabur dan kelainan penglihatan. Pemeriksaan celah sinar (slitlamp). Onsetnya bertahap. Resiko katarak nuklear dan kortikal ditemukan paling tinggi di antara populasi yang sering terpajan sinar  matahari pada usia yang lebih muda. Mata yang menua lebih rentan terhadap kerusakan karena UV karena “filter bebas UV” yang menurun seraya penuaan dan hasil pemecahan dari “filter” ini dapat berperan sebagai perangsang terhadap cahaya. metode yang biasa digunakan untuk mengamati lensa. yang menyebabkan terbentuknya oksigen yang reaktif dan proses oksidasi terhadap protein. katarak dapat terlihat sebagai kekeruhan besar yang memenuhi celah pupil atau sebagai bayangan hitam berlawanan dengan latar merah pada fundus. Masing-masing tipe kekeruhan memiliki perbedaan secara klinis. Diagnosis katarak didasarkan pada pemeriksaan oftalmoskopi dan derajat gangguan penglihatan pada uji penglihatan Snellen. Sinar Ultra Violet (UV) Sinar UV kemungkinan berpengaruh pada pembentukan katarak melalui peningkatan kerusakan yang bersifat oksidatif.menjadi tak larut membuat hilangnya kejernihan lensa. dan lain-lain. hipertensi. Etiologi katarak  Penyakit sistemik Katarak senilis banyak dihubungkan dengan penyakit sistemik seperti diabetes. Hipertensi baru-baru ini ditemukan secara signifikan meningkatkan resiko untuk katarak subkapsular posterior. Pada pemeriksaan oftalmoskopi. Kemungkinan jalur bagi peranan hipertensi dan glaucoma pada pembentukan katarak senilis ialah dengan menginduksi perubahan struktur konformasi protein pada kapsul lensa yang menyebabkan gangguan pada transport membran dan permeabilitas ion. dan akhirnya meningkatkan tekanan intraokular yang mengakibatkan kekambuhan dalam pembentukan  katarak. dapat digunakan untuk mengelompokkan dan membedakan kekeruhan lensa. Faktor lain 7 .3 Perubahan terkait usia pada lensa mempengaruhi kekuatan lensa dan kemampuan transmisi cahaya sehingga menyebabkan fluktuasi pada penglihatan dan terhamburnya cahaya.

3% (Denmark) sampai 82. Patofisiologi Lensa sebagian besar terbuat dari air dan protein. serta penyakit mata dan penyakit sistemik dapat menimbulkan katarak dengan mempengaruhi kejernihan lensa. 6 Lecture’s notes: Oftalmologi Patofisiologi katarak senilis rumit dan belum sepenuhnya dipahami. Pada penelitian baru-baru ini di Cina.2. beberapa protein dapat menggumpal satu sama lain dan mulai menghalangi sebagian kecil area di lensa. Namun. nutrisi.2% dari seluruh populasi di Africa yang mengalami kebutaan. Kanada. 36% disebabkan oleh katarak. seraya proses penuaan. metabolik. Ada perkiraan sekitar 1. Denmark. Jepang. patogenesisnya multifaktorial melibatkan interaksi yang rumit dalam berbagai 8 .5 Epidemiologi Katarak terus menjadi penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan di dunia. Kelainan genetik. Argentina. katarak dapat menjadi lebih luas dan lebih menghalangi lensa sehingga semakin sulit untuk melihat dengan baik. 1. Seraya waktu berlalu.Transparansi/kejernihan lensa bergantung pada pengaturan yang baik sel-sel lensa dan protein intraseluler pada lensa. dan India. dan lingkungan. Pada semua kemungkinannya. Proteinnya tersusun pada tempat yang tepat sehingga menjaga lensa tetap jernih sehingga bisa dilalui cahaya. katarak diidentifikasi sebagai penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan dengan rentang statistic 33.6% (India).

Sebagai akibatnya. akumulasi dari hilangnya epitel dalam skala kecil dapat berakibat pada gangguan pembentukan serat lensa dan homeostasis. Lebih jauh. Berbagai mekanisme turut berperan dalam hilangnya kejernihan lensa secara progresif. khususnya penurunan pada densitas sel epitel lensa dan kelainan diferensiasi dari sel-sel serat lensa. Bagian lain yang juga diperiksa mencakup peranan nutrisi pada perkembangan katarak. mengarah pada perkembangan dari katarak senilis. Pasien mungkin mengeluh kesulitan saat 9 . nutrisi. nukleus sentral tertekan dan mengeras. pasien bisa jadi tidak menyadarinya sampai katarak juga menutupi mata yang masih baik. penurunan ambang di mana air dan. dan menurunnya kejernihan. mengalami sebuah proses yang disebut nuclear sclerosis.3. kerusakan oksidatif yang progresif terhadap lensa bersamaan dengan penuaan. Seraya lensa menua. dan derajat serta letak dari kekeruhan. Karena lapisan korteks yang baru bertambah secara konsentris. terutama keterlibatan glukosa dan mineral serta vitamin. Meskipun epitel dari lensa katarak mengalami laju apoptosis yang rendah.1.proses fisiologis. terhamburnya cahaya. seraya lensa menua. yang pada akhirnya mengarah pada hilangnya kejernihan lensa. terjadi dengan diikuti oleh penurunan transportasi air.2. Perubahan protein yang dihasilkan menyebabkan fluktuasi mendadak pada indeks bias. mungkin. Mekanisme lainnya yang terlibat ialah perubahan dari protein sitoplasmik lensa berat molekul rendah yang larut menjadi gumpalan protein larut dengan berat molekul tinggi. Jika katarak terjadi unilateral.4 Manifestasi Klinis Gejala yang muncul bergantung pada apakah katarak terjadi unilateral atau bilateral. metabolit larut air dengan berat molekul yang rendah dapat masuk ke dalam sel-sel nukleus lensa melalui epithelium dan korteks. dan antioksidan. Berbagai penelitian memperlihatkan peningkatan hasil oksidasi (seperti glutation teroksidasi) dan penurunan vitamin antioksidan dan enzim superoxide dismutase menekankan peranan penting dari proses oksidatif pada pembentukan katarak. yang sepertinya tidak menyebabkan penurunan densitas sel yang signifikan. fase tidak larut. dan matriks protein membrane yang tak larut. beratnya dan ketebalannya meningkat sementara kemampuan akomodasinya menurun. Epitel lensa dipercaya mengalami perubahan yang berkaitan dengan penuaan.

hal ini terjadi karena kekeruhan lensa terganggu dengan sinar cahaya yang melewatinya menuju bagian belakang mata. Dalam hal ini. Kadang-kadang. Derajat gangguan penglihatan dapat bervariasi pada keadaan berbeda. Lebih jauh. Ini terjadi ketika katarak sklerosis nuklear meningkatkan kekuatan penyebaran lensa. sehingga membuat pasien menjadi miopi (tidak mampu melihat jauh).  Penurunan ketajaman visual Merupakan keluahan paling umum dari pasien katarak senilis. Pandangan kabur akibat edema kornea semakin membaik saat siang karena adanya  dehidrasi kornea akibat penguapan dari permukaan. Mereka mungkin mengeluh bahwa penglihatan mereka memburuk pada cahaya terang. katarak subkapsular posterior derajat ringan dapat menghasilkan penurunan ketajaman visual dengan ketajaman penglihatan dekat lebih terganggu daripada ketajaman penglihatan jauh. Beberapa pasien mungkin bahkan mengatakan bahwa mereka dapat melihat tanpa kacamata. Hal ini terjadi karena dilatasi pupil memungkinkan lebih banyak berkas cahaya yang tak terfokus jatuh di retina dan makin mengaburkan pandangan. pasien mengalami monokular diplopia dan melihat halo disekeliling lampu. jenis lain katarak menghasilkan efek yang berbeda pada ketajaman visual. Cahaya yang menyilaukan 10 . Katarak dapat dipertimbangkan jika ketajaman visual dipengaruhi secara signifikan. kemungkinan sebagai akibat miosis akomodatif. dan kesulitan saat menonton televisi. Gangguan penglihatan demikian bervariasi bergantung pada jenis katarak yang dialami oleh pasien. terutama jika kekeruhan mereka terdapat di sentral. Katarak setempat di sentral tampak lebih parah di bawah sinar matahari. Misalnya. sklerosis nuklear sering dihubungkan dengan menurunnya ketajaman penglihatan jarak jauh dan penglihatan dekat yang baik. Namun. kesulitan mengenali wajah (yang juga terjadi pada degenerasi makular). Sebagai contoh.membaca (yang perlu dibedakan dari presbiopia yang normal pada orang tua). gangguan refraksi miopia (nearsighted) yang tidak dikoreksi tampak lebih berat di lingkungan yang gelap. konstriksi pupil mengurangi jumlah cahaya yang dapat melintasi lensa yang keruh.

4 Penatalaksanaan Non-Bedah Tatalaksana non bedah hanya efektif dalam memperbaiki dungsi visual untuk sementara waktu. Lebih jauh. atau lensa kontak. Keluhan dapat mencakup seluruh spektrum mulai dari menurunnya sensitivitas kontras pada lingkungan dengan cahaya terang. prisma. menghasilkan area refraktil di tengah lensa. Monokular diplopia Kadang-kadang. penglihatan kedua ini akhirnya menghilang. yang sering terlihat jelas dalam refleks merah melalui retinoskopi atau oftalmoskopi langsung. Beberapa agen yang 11 . Gangguan penglihatan seperti itu terutama khas pada katarak subkapsular posterior dan. Hal ini lebih jarang dihubungkan dengan sklerosis nuklear. perubahan nuklear terkonsentrasi pada lapisan dalam dari lensa.3. pada tingkat yang lebih rendah. Disamping itu.Meningkatnya kesilauan adalah keluhan umum lainnya pada pasien katarak senilis. kesilauan itu sendiri tidak memerlukan  tindakan operasi. pasien presbiopi melaporkan adanya peningkatan pada penglihatan dekat dan kurang memerlukan kacamata baca yang disebut penglihatan kedua. Fenomena demikian dapat mengarah pada monokular diplopia yang tidak dikoreksi dengan kacamata. pergeseran miopi dan penglihatan kedua tidak ditemukan pada katarak kortikal dan subkapsular posterior. kejadian ini hanya sementara. Namun. Banyak pasien dapat menoleransi kesilauan derajat sedang tanpa banyak kesulitan. Pergeseran miopik Perkembangan katarak kadang-kadang mungkin meningkatkan kekuatan dioptri lensa menghasilkan miopi ringan sampai sedang atau disebut pergeseran miopik. walaupun banyak penelitian mengenai tatalaksana medikamentosa bagi penderita katarak.1. Khasnya. hingga saat ini belum ditemukan obat-obatannya yang terbukti mampu memperlambat atau menghilangkan pembentukan katarak pada manusia. dan dengan demikian. dan seraya kualitas penglihatan lensa menurun. Sebagai akibatnya. pada katarak kortikal. perkembangan asimetrik miopia yang diinduksi lensa dapat berakibat pada anisometropi simptomatik yang signifikan yang mungkin  memerlukan penanganan operasi.2.

Lensa kontak atau lensa tanam setelah pembedahan untuk memperbaiki ketajaman visual. Lensa yang baru ditanam juga bisa jadi berpindah atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan mungkin perlu untuk diatur kembali posisinya.2. Pembedahan laser untuk mengembalikan ketajaman visual jika membran sekunder terbentuk di capsul lensa posterior yang utuh setelah dilakukan extracapsular cataract   extraction. dan retinal detachment.1. kapsul dibiarkan utuh o Lensa intraokular ditanam. pemantauan ketat diperlukan sesudah pembedahan.mungkin dapat memperlambat pertumbuhan katarak adalah penurunan kadar sorbitol. Pembedahan katarak juga dapat diikuti dengan komplikasi walaupun jarang. Intracapsular cataract extraction pada seluruh lensa dan kapsul: o Jarang dilakukan. pemberian aspirin. antioksidan vitamin C dan E. infeksi. mungkin diperlukan pada kasus traumatik o Lensa intraokular dipasang di depan iris.4 Komplikasi Kegagalan dalam menangani katarak secara bedah dapat mengarah pada akibat yang merugikan seperti lensa membengkak dan menggembung. atau diangkat.6 Preventif 12 . oleh karena itu. Komplikasi-komplikasi ini sangat jarang terjadi namun dapat mengarah pada kehilangan penglihatan yang signifikan jika tidak ditangani dengan baik. dan akhirnya kebutaan. pembengkakan retina. diganti. Bedah     Phacoemulsification cataract extraction untuk mengeluarkan lensa tetapi meninggalkan kapsul lensa pada tempatnya: o Phacoemulsification untuk memecah lensa dengan getaran ultasonik o Potongan-potonganya dikeluarkan o Penanaman lensa intraokular. penglihatan binokular. Kesulitan yang umum muncul setelah pembedahan ialah peradangan yang menentap.2. Insisi dan aspirasi mungkin masih dilakukan pada anak-anak dengan katarak yang lunak. glaukoma sekunder. Extracapsular cataract extraction: o Lensa dihilangkan dalam satu potongan. perubahan pada tekanan bola mata. dan persepsi kedalaman.

13 . alih bahasa: Brahm U Pendit. pengobatan segera dapat diberikan dan sering kali menyelamatkan mata dari hal buruk termasuk kebutaan. buah. 2009. pemeriksaan tersebut juga dapat menganisipasi tanda-tanda kelainan mata lainnya seperti degenerasi macula terkait usia. 2010. Dengan deteksi cepat. Lensa Mata dan Katarak. Whitcher J P. Berhentilah merokok dan pada ahli percaya bahwa nutrisi yang baik dapat membantu mengurangi resiko katarak senilis ini. Riordan-Eva P. Pada awalnya penglihatan bisa jadi masih buram karena mata memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri agar dapat berfokus sesuai dengan mata yang lain. Bagi yang berusia 60 tahun ke atas dianjurkan melakukan pemeriksaan mata yang menyeluruh setidaknya dua tahun sekali. 2. glaukoma. Suhardjo SU. Hal 65-80. yang dapat mempengaruhi penglihatan secara signifikan. 3. Ilmu Kesehatan Mata. 2012. Edisi 17. dan makanan lain dengan kandungan antioksidan.2. Jakarta: EGC. Jakarta: Balai Penerbitan FKUI. Hartono.6 Prognosis Pada keadaan di mana tidak terdapat penyakit mata lain yang menyertai sebelum pembedahan. seperti yang terlihat pada uji Snellen. Edisi 3. Ilyas S.6 Daftar Pustaka 1. dan kelainan penglihatan lainnya.Gunakan kacamata hitam dan topi dengan tepi lebar untuk menghalangi sinar UV dari matahari bisa jadi dapat membantu menunda perkembangan katarak. Di samping katarak. seperti degenerasi macular atau atrofi saraf optik. Vaughan & Asbury – Oftalmologi umum. Mereka merekomendasikan sayuran hijau. Ilmu penyakit mata. Bagian Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. pembedahan katarak yang sukses sangat menjanjikan perbaikan pada ketajaman penglihatan.

China: Lippincott William’s & Wilkins. 6. Diunduh dari: http://emedicine. alih bahasa: Nike Budhi Subekti. Wevill M. causes. 7. 2009. Curtis R. 14 . Jens S A. 11 desember 2015. Epidemiology. 5. eMedicine – Cataract. China: Mosby Elsevier. Matfin G. Dalam: Yanoff M. Pathophysiology – concepts of altered health states. Carroll E W.medscape. Duker J S. morphology. pathophysiology. Edisi 3. 2009. Foster S. Edisi 2.com/article/1210914-overview. Ophtalmology. Buku saku patofisiologi. Disorder of visual function.4. and visual effects of cataract. Jakarta: EGC. Ocampo V V D Jr. Dalam: Port C M. Corwin E J. 2009.