You are on page 1of 19

TUGAS UJIAN

Cephalopelvic Disproportion

Disusun Oleh :
Nia Nurhayati Zakiah
2012730067
Pembimbing :
dr. H. Sukardi P. Sp.OG

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER
BAGIAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
RSUD CIANJUR
2016
TINJAUAN PUSTAKA
3.1

Definisi
Disproporsi sefalopelvik adalah keadaan yang menggambarkan ketidaksesuaian

antara kepala janin dan panggul ibu sehingga janin tidak dapat keluar melalui vagina.
Disproporsi sefalopelvik disebabkan oleh panggul sempit, janin yang besar ataupun
kombinasi keduanya.3, 8
3.2

Anatomi Panggul dan Ukuran Panggul

0

PAP dibentuk oleh: promontorium os sacrum di bagian posterior. terdiri atas otot. (2) bagian lunak.3.2 Rongga panggul ialah pelvis verum/pelvis minor. ischium. linea illiopectinea (linea terminalis dan pectin os pubis) di lateral. 2 1 . Secara fungsional panggul terdiri atas 2 bagian yang disebut pelvis mayor dan pelvis minor oleh bidang aperture pelvis superior (disebut juga PAP).1 Anatomi Panggul Jalan lahir dibagi atas (1) bagian tulang.2. terdiri atas tulang-tulang panggul dengan persendiannya (artikulasio). untuk seterusnya melengkung ke depan. jaringan dan ligament. sejajar sacrum. dan pubis.2 Panggul/pelvis terdiri dari 4 tulang yaitu: (1) sacrum (2) coccygis (3) duatulang inominata (os coxae) yang mrp gabungan dari ilium.1. dan symfisis os pubis di posterior. Bentuk pelvis minor ini meyerupai suatu saluran yang mempunyai sumbu melengkung ke depan (sumbu carus) sampai dekat H III sumbu itu lurus. 1.

(panjang ±12. diameter transversa. PAP dibentuk oleh: promontorium os sacrum di bagian posterior.a PAP : pintu masuk rongga panggul. panjang ± 11cm ): jarak antara promontorium os sacrum sampai ke tepi atas simfisis os pubis. dan pinggir atas symfisis os pubis di posterior. Diameter transversa: diameter terpanjang kiri-kanan PAP. 2 . Secara klinik dapat diukur konjugata diagonalis. Disebut juga aperture pelvis superior. 1.2 1 Diameter anteroposterior (konjugata vera.5-13 cm) 3 Diameter oblikua: jarak dari sendi sakroiliaka satu sisi sampai tonjolan pektineal sisi kontralateralnya (panjang ±13 cm). linea illiopectinea (linea terminalis dan pectin os pubis) di lateral. Tidak dapat diukur secara klinik pada pemeriksaan fisik.5. dan 2 diameter oblikua. jarak antara promontorium os sacrum dengan tepi bawah simfisis os pubis. CV = CD-1. (normal konjugata vera ≥10 cm) ingat bila kita 2 tidak dapat meraba promontorium maka pasti ukuran konjugata vera itu normal. Terdapat 4 diameter pada PAP yaitu: diameter anteroposterior.

diameter transversa terbesar terletak di posterior dekat sacrum. Bentuk lonjong seperti telur dengan panjang diameter AP lebih besar dari pada diameter transversa. Bentuk segitiga dimana panjang diameter AP hampir sama dengan diameter transversa. Panjang diameter AP hampir sama dengan diameter transversa 2 Jenis anthropoid: Ditemukan pada 35% perempuan. Ditemukan pada 15% perempuan. sedangkan bagian depannya menyempit ke depan. Panjang diameter AP lebih kecil daripada diameter transversa.6 1 Jenis ginekoid panggul baik untuk perempuan. Ditemukan pada 45% perempuan. 3 .Dalam obstetric dikenal 4 jenis panggul (pembagian Caldwell dan Moloy. 4 Jenis platipeloid: ditemukan pada 5% perempuan.2. 1933) yang mempunyai ciri2 PAP sebagai berikut:1. 3 Jenis android: bentuk panggul pria.

presentasi muka atau kelainan letak lainnya. ruang panggul di bawah pintu atas panggul mempunyai ukuran paling luas. karena pada bagian di bawah PAP mempunyai ukuran melintang yang lebar sementara menyempit pada bagian tengah panggul maka janin mengadakan  penyesuaian dengan melakukan putaran paksi dalam. pada janin letak sungsang. 2 b Cavum pelvis (bagian tengah panggul): seperti telah dikemukakan bahwa.  Sementara bagian tersempit panggul terdapat pada panggul tengah dimana terdapat penyempitan dalam ukuran melintang setinggi kedua spina iskiadika  (diameter interspinosum N ≥10 cm). adanya riwayat trauma atau penyakit tuberculosis pada tulang panggul. misalnya adanya dugaan ketidak seimbangan antara janin dan panggul (fetopelvic disproportion).Pelvimetri radiologic hanya dilakukan pada indikasi tertentu. Kemungkinan kepala janin dapat lebih mudah masuk ke ruang panggul jika sudut antara sacrum dan lumbal (inklinasi panggul atau sudut antara bidang yang melalui aperture pelvis superior dengan bidang horizontal) ialah normal atau lebih besar (600). 4 . bekas seksio sesar yang akan direncanakan partus pervaginam.

terletak setinggi kedua spina iskiadika. Jadi disebut engaged atau masuk bila bagian ukuran terbesar  c melintang kepala janin (biparietal diameter) telah melewati H III.5-11. Dapat digunakan bidang Hodge maupun station. (N = 9.5 cm) 3 Diameter transversa PBP (distansia intertuberosum): jarak antara kedua buah tuberositas os ischium (N = 11 cm). terletak setinggi tepi bawah simfisis Bidang H III: sejajar H I. terletak setinggi os koksigeus. 2  Bidang Hodge I: bidang datar yang dibentuk oleh promontorium.Untuk menentukan sampai dimanakah bagian terendah janin turun dalam panggul selama persalinan. Merupakan bagian tersempit. Pintu bawah panggul: aperture pelvis inferior merupakan 2 segitiga yang bersekutu pada bagian alasnya (yakni garis antara kedua tuber os ischium): (1) trigonum urogenital: bidang yang dibentuk oleh alas dengan puncaknya di tepi bawah simfisis pubis. Ukuran yang penting: 1 Sudut arkus pubis: pinggir bawah simfisis berbentuk lengkung ke bawah dan merupakan sudut 900 atau lebih sedikit. (2) trigonum anale: bidang yang dibentuk oleh alas dengan puncaknya di os koksigeus. maka kepala janin akan 2 susah dilahirkan. Diameter anteroposterior PBP: jarak antara ujung os koksigeus sampai ke pinggir bawah simfisis os pubis. 5 . Bila kurang. linea   iliopectinea dan tepi atas simfisis pubis (PAP) Bidang H II: sejajar H I. Bidang H IV: sejajar H I.

Diameter kristarum : jarak yang terpanjang antara dua tempat yang simetris pada c Krista iliaka sinistra dan dekstra.2. (28 cm-30 cm) Diameter oblikua eksterna: jarak antara spina iliaka posterior sinistra dengan spina iliaka anterior superior dekstra dan sebaliknya. 1. Kelainan yang melibatkan janin (passenger).2 Ukuran luar panggul. tulang panggul ibu atau obstruksi lain di jalan lahir. janin.3. Kelainan jalan lahir (passage). 3. Kelainan ini oleh ACOG dibagi menjadi tiga yaitu: Kelainan kekuatan (power).2 a Diameter spinarum: jarak antara kedua spina iliaka anterior superior sinistra dan b dekstra (24 cm-26 cm).3 Panggul Sempit Distosia adalah persalinan yang sulit dan ditandai oleh terlalu lambatnya kemajuan persalinan. uterus. Distosia dapat disebabkan oleh kelainan pada servik.6 Ukuran panggul dapat menjadi lebih kecil karena pengaruh gizi. lingkungan atau hal lain sehingga menimbulkan kesulitan pada persalinan pervaginam. (bila asimetrik maka ukuran kedua d e diameter oblikua akan jauh berbeda) Distansia intertrokanterika (±31 cm): jarak antara kedua buah trokanter mayor Konjugata eksterna (Boudeloque): jarak antara bagian atas simfisis ke prosesus spinosus L 5 (±18 cm/20 cm). Panggul sempit yang penting pada obstetric bukan sempit secara anatomis namun panggul sempit secara 6 .

panggul asimilasi. Setiap penyempitan pada diameter panggul yang mengurangi kapasitas panggul dapat menyebabkan distosia saat persalinan. 2. luksasio koksa. atrofi. dan outlet (pintu dasar panggul). fraktur. atau panggul yang menyempit seluruhnya. yaitu: 2 1. panggul Robert. pintu tengah panggul. Kelainan karena gangguan pertumbuhan intrauterine: panggul Naegele. 1.V = 9-10 cm = borderline Tingkat II : C.2. Kelainan karena kelainan tulang dan/ sendi: rakitis. skoliosis. atrofi atau kelumpuhan satu kaki.C mutlak Perkiraan panggul sempit dapat diperoleh dari pemeriksaan umum dan anamnesis. midpelvic (ruang tengah panggul). juga terdapat panggul sempit lainnya. Selain panggul sempit dengan ukuran yang kurang dari normal. Pembagian menurut tindakan Conjugata vera 8-10 cm = partus percobaan Konjugata vera 6. split pelvis. Apabila pada persalinan terdahulu berjalan lancar dengan bayi berat badan normal. kemungkinan 7 .V = 6 -8 cm = ekstrim Tingkat IV : C.10 a. Dari anamnesis persalinan terdahulu juga dapat diperkirakan kapasitas panggul.8 cm Konjugata vera <6 = SC primer = S. pintu bawah panggul. penyakit pada sendi sakroiliaka dan sendi sakrokoksigea. 4. spondilolistesis.V = 8 – 9 cm = relatif Tingkat III : C. penyempitan dapat terjadi pada pintu atas panggul. Kelainan panggul karena kelainan tulang belakang: kifosis. 2 Panggul ini digolongkan menjadi empat. Kelainan panggul karena kelainan pada kaki: koksitis. Kesempitan panggul bisa pada inlet (pintu atas panggul). nekrosis.fungsional artinya perbandingan antara kepala dan panggul. 3. osteomalasia. neoplasma.6 Panggul disebut sempit apabila ukurannya 1-2 m kurang dari ukuran yang normal.V = < 6 = absolut b.3. Pembagian tingkatan panggul sempit: Tingkat I : C.

3 Penyakit ataupun riwayat trauma tuberculosis vertebra. Akibatnya ketuban dapat pecah pada pembukaan kecil dan terdapat resiko prolapsus funikuli. 3 3. Jadi. Dari penelitian Thoms pada 362 nullipara diperoleh rerata berat badan anak lebih rendah (280 gram) pada wanita dengan panggul sempit dibandingkan wanita dengan panggul sedang atau luas.panggul sempit adalah kecil. 3 Diameter biparietal janin berukuran 9.5-9.2. spina ischiadica. namun bukan berarti seorang wanita dengan tinggi badan yang normal tidak dapat memiliki panggul sempit. Apabila distansia interspinarum kurang dari 9 cm. pembukaan yang berlangsung lambat dapat menjadi prognosa buruk pada wanita dengan pintu atas panggul sempit.3 Pada panggul sempit ada kemungkinan kepala tertahan oleh pintu atas panggul. Setelah selaput ketuban pecah. sehingga sangat sulit bagi janin bila melewati pintu atas panggul dengan diameter anteroposterior kurang dari 10 cm.1 Penyempitan pintu atas panggul Pintu atas panggul dianggap sempit apabila diameter anterioposterior terpendeknya (konjugata vera) kurang dari 10 cm atau apabila diameter transversal terbesarnya kurang dari 12 cm.7 Pada wanita dengan tinggi badan yang kurang dari normal ada kemungkinan memiliki kapasitas panggul sempit.2 3. yakni bidang yang melalui apex dari arcus pubis.2. dan sacrum. atau apabila distansia interspinarum 8 . namun juga memiliki kemungkinan janin kecil.8 cm. dapat menyebabkan perubahan anatomis pada pelvis yang memberikan manifestasi panggul sempit. poliomyelitis.3. Wanita dengan tubuh kecil kemungkinan memiliki ukuran panggul yang kecil.2 Penyempitan panggul tengah Kesempitan PTP pada dasarnya merupakan penyempitan bidang dengan ukuran terkecil. sehingga gaya yang ditimbulkan oleh kontraksi uterus secara langsung menekan bagian selaput ketuban yang menutupi serviks.3. kifosis. tidak terdapat tekanan kepala terhadap serviks dan segmen bawah rahim sehingga kontraksi menjadi inefektif dan pembukaan berjalan lambat atau tidak sama sekali. 7 Dwarfisme adalah tinggi badan kurang dari 147 cm setelah dewasa merupakan resiko seorang wanita memiliki panggul sempit.

3.5 cm): pada presentasi belakang kepala.3 Penyempitan Pintu Bawah Panggul Pintu bawah panggul bukan suatu bidang datar melainkan dua segitiga dengan diameter intertuberosum sebagai dasar keduanya. kurang dari 900 sehingga oksiput tidak dapat keluar tepat di bawah simfisis pubis. sebab jika kepala janin sudah tidak dapat masuk PAP maka tidak ada keragu-raguan lagi bahwa persalinan harus diakhiri dengan sectio saesarea. Penanganannya lebih sukar daripada kesempitan PAP. Penyempitan pintu bawah panggul terjadi bila diameter distantia intertuberosum berjarak 8 cm atau kurang. 9 .Kesempitan PTP dapat menghalang-halangi putaran paksi dalam. Penyempitan pintu bawah panggul biasanya disertai oleh penyempitan pintu tengah panggul.5 cm. Hal ini disebabkan arkus pubis yang sempit. tulang dasar tengkorak (basis kranii) dan tulang muka.3 3. dan Posisi Janin Kepala janin adalah bagian tubuh yang paling besar dan paling keras yang akan dilahirkan. melainkan menuju ramus iskiopubik sehingga perineum teregang dan mudah terjadi robekan.5 cm) ditambah dengan diameter sagital posterior (normal 4. Akan tetapi jika kepala dapat masuk kedalam panggul maka penolong segan untuk melakukan sectio saecarea oleh karena mengharap kepala akan turun sampai ketitik dimana dapat dilakukan extraksi dengan forceps.3 3.(normal 10. Kecurigaan klinis kesempitan PTP timbul apabila pada pemeriksaan manual didapatkan spina ischiadica yang besar dan menonjol serta distansia intertuberosum kurang dari 8.5 cm maka kemungkinan ada kesempitan pintu tengah panggul. Kepala secara garis besar dapat dibagi menjadi tulang tengkorak (cranium). Ukuran diameter kepala bayi yang menentukan di antaranya: 2 1. Besar dan posisi kepala janin akan sangat menentukan dan mempengaruhi jalannya persalinan. Untuk memperoleh ukuran yang pasti diameter-diameter ini diperlukan pelvimetri rontgenologis.4 Antropometri. Hal ini berperan penting dalam menimbulkan robekan perineum. suboksipito-bregmatikus (9.3 Kesempitan PTP merupakan sebab yang biasa dijumpai pada distosia dan tindakan operatif.3 Disproporsi kepala janin dengan pintu bawah panggul tidak terlalu besar dalam menimbulkan distosia berat.5 – 5 cm) kurang dari 13. Presentasi.

3. Berat badan neonatus lebih dari 4000 gram dinamakan bayi besar. 4. Namun ada pula referensi yang mengatakan bahwa makrosomia apabila berat janin > 4500 gram. obesitas (berat badan > 70 kg).8 Untuk mendapat kepastian suatu disproporsi sepalopelvik.5 cm): pada presentasi muka Biparietalis (9. 5 Tanda-tanda CPD 10 .9.11 Tanda-tanda yang mengarah pada DKP tercantum pada kotak. 6. 4. 10 1. maka harus dilakukan pemeriksaan radiologik dan/atau partus percobaan. 5. lebar bokong (diameter intertrokanterika): 12 cm.5. Oksipito-frontalis (11. 3. grande multipara. Janin besar biasanya juga dapat dijumpai pada ibu yang mengalami diabetes mellitus. 3. lingkar bokong: 27 cm.) x 155 gram BBJ = berat badan janin MD = ukuran Mac Donald dalam cm Kepala belum masuk Hodge 3 = ( MD – 13) Kepala di Hodge 3 = ( MD – 12) Kepala lewat Hodge 3 = (MD – 11) Bila ketuban sudah pecah ditambah 10% Normal berat neonatus pada umumnya 4000 gram dan jarang ada yang melebihi 5000 gram. 1.10 Jika tidak ada. 2 Pemeriksaan diameter terbesar kepala janin yang pasti hanya dapat diperiksa dengan USG.5 cm): pada presentasi dahi Submento-bregmatikus (9. maka yang digunakan untuk menentukan perkiraan imbang sepalopelvik adalah dengan berdasarkan nilai taksir berat janin.2. postmaturitas. Umur kehamilan dan taksiran persalinan (rumus neagle) Ditaksir melalui palpasi kepala pada abdomen (EBW). yaitu jarak antara simpisis pubis dan fundus uteri melalui konveksitas abdomen: BBJ = (MD . Perhitungan menurut Poulsson-Langstadt Rumus Johnson Toshack Berdasarkan atas ukuran Mac Donald. 2.75 cm): pada presentasi puncak kepala Oksipito mentalis (13. Faktor keturunan memegang peranan penting sehingga dapat terjadi bayi besar.6.5 cm): ukuran terbesar melintang dari kepala Bitemporalis (8 cm): ukuran antara os temporal kiri dan kanan Bagian tubuh janin yang lain: lebar bahu (diameter biacromialis): 12 cm.7. lingkaran bahu: 34 cm.6. kenaikan berat badan selama hamil >20 kg.

samping Lebih dari setengah Fontanelle anterior dan bagian kepala di atas lingkarannya teraba. Presentasi normal adalah vertex dengan presentasi belakang kepala dan posisi normal adalah occipitoanterior dimana ubun-ubun kecil berada di segmen depan sebagai penunjuk.2 Untuk berbagai malbagai malprestasi dan malposisi dapat di lihat tabel 5 Malpresentasi dan Malposisi Malposisi Pemeriksaan abdomen  Bagian bawah perut Occiptoposterior mengarah ke sakrum. Pemeriksaan abdomen Ukuran janin besar ( > 4 kg) Kepala janin diatas PAP  Pemeriksaan panggul Serviks mengecil setelah amniotomi Endema serviks Kaput tebal Molase berat Defleksi kepala (fontanelle anterior mudah dipalpasi) Asinklitismus (sutura sagital tidak tepat di tengah panggul) Umumnya disproporsi juga disebabkan oleh malpresentasi dan malposisi janin. Dagu dan Kepala teraba di tulang rahang. 5. 9. simfisis pubis Lekukan teraba antara Muka dipalpasi. sikap fisiologis ini menghasilkan sikap fleksi. mulut kepala dan punggung mudah dibuka.  rata Tungkai janin bisa  dipalpasi dari anterior Bunyi denyut jantung diraba karena adanya terdengar dari Presentasi Dahi Muka Sungsang Pemeriksaan dalam Fontanelle posterior    Fontanelle anterior mudah defleksi kepala. Sikap janin yang fisiologis adalah badan dalam keadaan kifose. Pantat dan/atau kaki bisa 11 .6.bisa dipaipasi.

2 Pelvimetri radiologis dapat memberi gambaran yang jelas dan mempunyai tingkat ketelitian yang tidak dapat dicapai secara klinis.5 Pelvimetri Radiologis Pengukuran panggul (pelvimetri) merupakan salah satu cara untuk memperoleh keterangan tentang keadaan panggul. tingkat keakuratan lebih baik dibandingkan radiologis. Pemeriksaan ini jarang dilakukan karena biaya yang mahal. teraba di satu sisi 3. pengukuran panggul akurat. Pemeriksaan ini dapat memberikan pengukuran yang tepat dua diameter penting yang tidak mungkin didapatkan dengan pemeriksaan klinis yaitu diameter transversal pintu atas dan diameter antar spina iskhiadika. Melalui pelvimetri dalam dengan tangan dapat diperoleh ukuran kasar pintu atas dan tengah panggul serta memberi gambaran jelas pintu bawah panggul. Pelvimetri dengan CT scan dapat mengurangi pajanan radiasi. Bahu bisa simfisis pubis dan dibedakan dari pantat dengan kepala biasanya cara meraba iga. bagian atas perut Sungsang teraba di diraba. Untuk pelvimetri dibuat 2 buah foto: 10 1. ukuran pangul yang sebenarnya. lebih mudah. namun biayanya mahal.3 Tetapi pemeriksaan ini memiliki bahaya pajanan radiasi terutama bagi janin sehingga jarang dilakukan.1 Dari pelvimetri dengan pencitraan dapat ditentukan jenis panggul. kapasitas panggul. Adapun pelvimetri luar tidak memiliki banyak arti. Mekonium kental  bibir panggul Bunyi denyut janin sungsang bawah adalah terdengar lebih tinggi Lintang  berwarna gelap pada normal. serta daya akomodasi yaitu volume dari bayi yang terbesar yang masih dapat dilahirkan spontan. Selain itu juga dapat dilakukan pemeriksaan dengan MRI dengan keuntungan antara lain tidak ada radiasi. pencitraan janin yang lengkap. dari presentasi kepala Kepala atau pantat Bahu atau lengan biasanya tidak bisa diraba pada bisa diraba. luas bidang panggul. Foto pintu atas panggul 12 .

2 Kapasitas Panggul Perbandingan antara luas bidang yang didapat itu dengan luas standart dalam persen dinamakan kapasitas daripada bidang: 10 Contoh: Pintu atas : Konjugata vera 10 cm Diameter transversa 11 cm Luas bidang panggul = 10 x 11 cm = 110 Kapasitasnya = 110 : 120 cm2 = 92% 13 .6. Dari kedua foto tersebut dapat dilihat:10 - Diameter transversa Distansia interspinarum Jenis pelvis Conjugata diagonalis Diameter AP pintu bawah Diameter sagital posterior Bentuk sacrum 3.5 = 115 cm2 Untuk tiap-tiap pangggul yang dibuat pelvimetri. tabung rontgen diarahkan horisontal pada trochanter mayor dari samping.1 Luas Bidang Panggul. Pintu atas panggul 10 x 12 = 120 cm2 2. yaitu diameter AP dikalikan diameter transversa. dan daya akomodasi panggul 3. kapasitas. 3. standartnya ialah: 10 1. Pintu tengah panggul 10x 11. sehingga tabung Rontgen tegak lurus diatas pintu atas panggul 2. diukur luas bidang menurut index mengert.Ibu dalam posisi setengah duduk (THOMS). Foto lateral Ibu dalam posisi berdiri.6 Luas bidang. kemuadian dibandingkan dengan luas standart tadi. Luas bidang panggul wanita indonesia. Untuk menentukan luasnya suatu bidang panggul dipergunakan index MENGERT.6.

1 Persalinan Percobaan Persalinan percobaan hanya dilakukan pada letak belakang kepala.3 Daya Akomodasi Daya akomodasi suatu pelvis adalah volume dari bayi yang terbesar yang masih dapat dilahirkan secara spontan dan normal melalui panggul yang dinyatakan dalam gram.7.7 Penatalaksanaan Pada kehamilan yang aterm dengan presentasi kepala dapat dilakukan pemeriksaan dengan metode Osborn dan metode Muller Munro Kerr.3. letak muka. Metode Muller Munro Kerr dilakukan dengan satu tangan memegang kepala janin dan menekan kepala ke arah rongga panggul. Ketentuan lainnya adalah umur keamilan tidak boleh lebih dari 42 mingu karena kepala janin bertambah besar sehingga sukar terjadi moulage dan ada kemungkinan disfungsi plasenta janin yang akan menjadi penyulit persalinan percobaan. 11 14 . Pada metode Osborn.2 3.3 Cara ini merupakan tes terhadap kekuatan his. Daya akomodasi turun seimbang dengan kapasitasnya. termasuk moulage karena faktor tersebut tidak dapat diketahui sebelum persalinan berlangsung beberapa waktu.6. tidak bisa pada letak sungsang. 2.2 Setelah dilakukan penilaian ukuran panggul serta hubungan antara kepala janin dan panggul dapat diperkirakan bahwa persalinan dapat berlangsung per vaginan dengan selamat dapat dilakukan persalinan percobaan. 10 Contoh: Untuk panggul dengan kapasitas 92% dapat diperhitungkan daya akomodasi 92% x 4000 gram = 3680 gram 3.2. satu tangan menekan kepala janin dari atas kearah rongga panggul dan tangan yang lain diletakkan pada kepala untuk menentukan apakah kepala menonjol di atas simfisis atau tidak. daya akomodasi. letak dahi. Suatu panggul dengan kapasitas 100% harus dapat melahirkan bayi dengan beratnya 4000 gram. sedang dua jari tangan yang lain masuk ke vagina untuk menentukan seberapa jauh kepala mengikuti tekanan tersebut dan ibu jari yang masuk ke vagina memeriksa dari luar hubungan antara kepala dan simfisis. atau kelainan letak lainnya.

2.3. 3.7.Persalinan percobaan dimulai pada permulaan persalinan dan berakhir setelah kita mendapat keyakinan bahwa persalinan tidak dapat berlangsung pervaginam atau setelah anak lahir pervaginam.4 Seksio sesarea sekunder (sesudah persalinan selama beberapa waktu) dilakukan karena peralinan percobaan dianggap gagal atau ada indikasi untuk menyelesaikan persalinan selekas mungkin sedangkan syarat persalinan per vaginam belum dipenuhi. ada lingkaran bandl. Namun. dan kematian anak yang tinggi sekitar 25%. setelah pembukaan lengkap dan ketuban pecah kepala tidak mampu melewati pintu atas panggul dalam 2 jam meskipun his baik. jarang sampai 24 jam. atau disproporsi sephalopelvik yang nyata.2 Seksio Sesarea Seksio sesarea elektif dilakukan pada kesempitan panggul berat dengan kehamilan aterm.4 Kraniotomi dan Kleidotomi 15 . 11 3.7.11 Persalinan percobaan ada dua macam yaitu trial of labour dan test of labour. Trial of labour serupa dengan persalinan percobaan di atas. 3 3.7.11 Keberhasilan persalinan percobaan adalah anak dapat lahir spontan per vaginam atau dibantu ekstraksi dengan keadaan ibu dan anak baik. keadaan ibu atau anak kurang baik. Pada keadaan ini dilakukan seksio sesarea.3.11 Saat ini test of labour jarang digunakan karena biasanya pembukaan tidak lengkap pada persalinan dengan pangul sempit dan komplikasi yang sering ialah infeksi. ruptur uteri. 3 3. Persalinan percobaan dihentikan apabila pembukaan tidak atau kurang sekali kemajuannnya. Test of labor dikatakan berhasil jika dalam 1 jam sesudahnya kepala turun sampai Hodge III.11 Partus percobaan dapat berlangsung 6 sampai 18 jam. Tindakan ini sudah tidak dilakukan lagi. sedangkan test of labour sebenarnya adalah fase akhir dari trial of labour karena test of labour baru dimulai pada pembukaan lengkap dan berakhir 2 jam kemudian. lamanya partus percobaan yang pasti untuk kasus tertentu memerlukan pertimbangan dan hanya dapat ditentukan oleh ahli kebidanan dan konsulennya.3 Simfisiotomi Tindakan ini dilakukan dengan memisahkan panggul kiri dan kanan pada simfisis.

Komplikasi pada janin 1 Meningkatkan kematian perinatal 2 Prolapsus funukuli 3 Perdarahan intrakrania bila janin lahir dengan mengadakan Moulage berat 4 Kejang 5 Asfiksia 6 Cedera fasial 16 .8 Komplikasi 1.3 3.9 Komplikasi pada ibu 1 Fistula 2 Partus lama dapat menyebabkan dehidrasi. serta infeksi intrapartum 3 Dengan his yang kuat. dapat timbul regangan segmen bawah uterus dan pembentukan lingkaran retraksi patologik yang dapat berakhir pada terjadinya ruptur uteri.Pada janin yang telah mati dapat dilakukan kraniotomi atau kleidotomi. asidosis. Apabila panggul sangat sempit sehingga janin tetap tidak dapat dilahirkan. sedang kemajuan janin dalam jalan lahir tertahan. 2. maka dilakukan seksio sesarea. 4 Post partum hemoragik hingga syok.

17 .

Depkes RI. 2009.ac. Los Angeles: Mc-Graw hill.DAFTAR PUSTAKA 1. 2005. Paul & Susan Johnson. Sinopsis Obstetri. 5. http://labspace. 2003.uk/mod/oucontent/view. Forte. H & William R. 2. Chan.php?id=452296&section=1. Manual Seksio Sesarea & laparotomi kelainan adneksa. Leveno. 2004. second edition. Philadelphia : Mc-Graw-Hill. 6. Lecture Notes: Obstetrics and gynaecology. Diana. S. Abnormal Labor in William’s Obstetry 23rd Edition. 2008. F. Gynecology and Obstetrics 2004 Edition New ACOG Treatment Guidelines. et al. Australia: Blackwell. ECG : Jakarta. 2010. Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Komprehensif. 2004. Jakarta. K. 3.4. Current Obstetri and Gynecologic Diagnosis and Treatment. 1998. 4. Ilmu Kebidanan: patologi dan Fisiologi persalinan. Oxorn. Yogyakarta: Essentia Medica. California: Current Clinical Strategies.J. ninth Edition. 1990. Imam.open. Cunningham. Jilid 2. Alan & Lauren Nathan. Rasjidi. Mochtar. Decherney. Hamilton. Prawirohardjo. Djamhoer.G. 0 . ECG: Jakarta 11. 7. Labour and Delivery Care HEAT Module. Ilmu Kebidanan. Di akses tanggal 22 September 2013 10. Jakarta Pusat: Yayasan Bina Pustaka. Martaadisoebrata. 2010. Jakarta: Sagung Seto. 8. Ilmu Kesehatan Reproduksi: Obstetri Patologi Edisi 2. 9. R.