You are on page 1of 20

ASUHAN KEPERAWATAN

KELUARGA Ny. S
DENGAN DIABETES MELITUS

Disusun oleh :
Sasanti Styorini
20010320032

PENDIDIKAN PROFESI NERS
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2006

S Umur : 62 th Pendidikan : SLTA Pekerjaan : Pensiunan BATAN Alamat : Jatimulyo RT 02/09 II. Bp. A 27 th P Keponakan SLTA Sehat GENOGRAM . IDENTITAS KEPALA KELUARGA Nama KK : Tn. S 60 th P Isteri SLTA DM Ny.ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. T 37 th P Anak SLTA Asma Tn. I 31 th L Anak SLTA Sehat Ny. S DENGAN DIABETES MELITUS I. SUSUNAN KELUARGA Status Kesehatan Nama Umur L/P Hub Keluarga Pend. S 62 th L Suami SLTA Stroke Ny. R 24 th P Menantu SLTA Sehat An. D 1 th P Cucu - ISPA Nn.

tetapi sekarang Ny. . Tipe keluarga Keluarga Usila 2. S menderita DM dan suaminay menderita stroke. 3. Pemanfaatan Dana Keluarga Penghasilan yang diperoleh tiap bulannya digunakan untuk membeli keperluan hidup sehari-hari dan beroat dengan dibantu biaya dari anak-anaknya.000/bulan. S mengaku hanya tinggal di rumah untuk merawat suami. Rekreasi Keluarga Sebelum Ny.Keterangan : --------- : Laki-laki sehat Perempuan Asma : Lali-laki stroke Perempuan ISPA : Penderita DM Perempuan sehat : Tinggal dalam satu rumah IV. 4. Tetapi saat ini hal tersebut tidak dapat dilakukan.000 per bulan. Ny. Jika ada kegiatan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya/keluarga dapat mengikuti dengan baik dan dapat membaur dengan lingkungannya. S bekerja sebagai pengrajin batik. ia dan suaminya kadang-kadang pergi menengok cucunya dan anak-anaknya yang tinggal terpisah darinya. 5. Sosial Keluarga Keluarga dapat berinteraksi sosial secara baik dengan lingkungan sekitarnya. Penghasilan keluarga Penghasilan yang diperoleh Kepala Keluarga (KK) berasal dari gaji pensiunannya sebagai pegawai BATAN ± 300. Penghasilan lain berasal dari anaknya (Tn I) yang bekerja sebagai wiraswasta ± Rp 400. STATUS SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA 1. Sebelum suami mengalami stroke.

Anak mereka (Ny. sedangkan cucunya (An. S mengalami/menderita DM sejak 3 tahun yang lalu. S saat ini berada pada tahap perkembangan keluarga dengan usia lanjut. selain dirinya tidak terdapat anggota keluarga lain yang menderita DM. Saat ini Ny. 3. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi : Keluarga dapat melalui setiap tahap perkembangan dengan baik. S dengan penuh perhatian dan kasing sayang.V. Hanya suaminya (Bp. Saat ini Bp. S) yang menderita hipertensi sebelum mengalami stroke seperti saat ini. dan untuk kebutuhan air minum terdapat sumur. 2. S. lantai keramrik. RIWAYAT TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA 1. S dan menjalani pengobatan alternatif. . Tahap perkembangan keluarga saat ini : Keluarga Ny. Riwayat keluarga sebelumnya Menurut Ny. S hanya dirawat di rumah oleh Ny. Keluarga memiliki tempat sampah terbuka di samping rumahnya. S meskipun menderita DM tetapi masih dapat merawat Bp. VI. S permanen. D) saat ini mengalami ISPA dan sudah berobat ke Puskesmas. 4. LINGKUNGAN 1. cukup luas. S sudah menderita stroke sejak 6 bulan yang lalu. Sedangkan Bp. T) saat ini mengalami asma. S sering melakukan kontrol ke Puskesmas untuk mengecek kadar gula darahnya. memiliki jamban. 2. Dimana pada tahap ini yang paling menonjol adalah mempertahankan keakraban suami istri dan saling merawat. Karakteristik Rumah Rumah keluarga Ny. Ny. Riwayat keluarga inti Ny. Lantai dapur sudah disemen. jendela/ventilasi cukup.

S mengikuti kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan di lingkungan sekitarnya. VII. Tengah + K. Karakteristik Tetangga dan Komunitas Tetangga di sekitar rumah Ny. Interaksi dengan warga masyarakat cukup baik. dan pengajian. sedangkan komuniksi dengan anggota keluarga lain tetap berlangsung dengan baik. STRUKTUR KELUARGA 1. Perkumpulan yang diikuti antara lain arisan. Kebanyakan bentuk rumahnya sudah permanen dan memiliki jamban serta sumber air bersihnya diperoleh dari sumur. Tidur R. S dilakukan setiap saat. Sistem Pendukung Keluarga Ny.Denah Rumah Teras Depan K. Pola Komunikasi Keluarga Komunikasi antara Bp dan Ny. ia rajin memeriksakan dirinya dan berusaha menjalankan diet yang dianjurkan. Tamu K. S menyadari bahwa dirinya menderia DM. 5. 4. karena setiap ada waktu luang anak-anak mengunjunginya. 2. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat Keluarga Ny. Struktur Kekuatan Keluarga dan keluarga yang tinggal terpisah datang . Tidur WC DAPUR 3. S cukup dekat. Tidur R.

S selaku kepala keluraga masih sangat dihormati meskipun kondisinya saat ini mengalami lumpuh sebagian akibat stroke. Fungsi Ekonomi Saat ini keluarga Bp. Dan Ny. S hanya mengandalkan gaji pensiunan dari Bp. saat ini Bp. Nilai dan Norma Keluarga Di dalam keluarga Ny. S berperan sebagai ibu rumah tangga yang juga merawat Bp. baik sebelum sakit maupun setelah menderita sakit. S akibat lumpuh yang dialami karena stroke. S masih sering mengikuti kegiatan yang ada di lingkungannya seperti pengajian dan pertemuan lain yang ada di lingkungan rumahnya. S. Sedangkan anaknya (Ny. 3. Sedangkan Ny. FUNGSI KELUARGA 1. 5. Fungsi Perawatan Keluarga Ny. S saat ini tidak ada aturan tertentu yang wajib dilakukan kecuali minum obat yang telah diberikan oleh dokter. Anak dan keluarga mereka juga menghormati mereka dan saling mengunjunginya. Hubungan dengan tetangga tetap berlangsung dengan baik. T) saat ini tdiak memeriksakan diri. S sebagai kepala keluarga setelah pensiun dari tugasnya dan mengalami stroke tidak memiliki jabatan formal. S masih sering memeriksakan diri ke Puskesmas. S menjalani pengobatan alternatif di rumahnya. Sedangkan Ny. tetapi Bp. S meskipun ia sendiri menderita DM tetapi ia dengan sabar dan setia masih mampu merawat diri dan suaminya.3. 4. VIII. Fungsi Sosial Ny. Fungsi Reproduksi Saat ini Ny. S dan bantuan dari keluarga lain untuk berobat. 2. Struktur Peran Bp. Fungsi Afektif Bp. . 4. S mengaku sudah tidak mengalami menstruasi lagi sehingga pada keluarganya fungsi reproduksi sudah tidak berlangsung.

S seringkali hanya diam dan bersabar. S mengalami stroke. tetapi saat ini hanya dirawat dengan pengobatan alternatif. Sarjiyem : TD : 110/70 N : 72 x/mnt Tampak kurus GDP : 308 mg/dl GD 2 jam PP : 402 mg/dl Bp. 2. Ny. X. pengambilan keputusan diambil oleh Ny. Tri : TD : 90/60 Cacat pada kaki kanan . Strategi koping yang digunakan Pengambilan keputusan dilakukan dengan jalan musyawarah. S dirawat di rumah sakit.IX. Strategi adaptasi disfungsional Untuk mengatasi kesalahpahaman dalam keluarga. Stresor jangka pendek/panjang - Jangka pendek : - Jangka panjang : Saat ini Ny. tetapi semenjak terserang stroke. Sedangkan Ny. S masih mau untuk kontrol secara rutin ke Puskesmas. S mengalami peningkatan kadar gula darah. STRESS DAN KOPING KELUARGA 1. biasanya pengambil keputusan adalah Bp. S. 4. Keluarga dapat menerima keadaan sakit dan selalu berusaha untuk melakukan pengobatan. Keduanya memerlukan perawatan yang cukup. Awalnya Bp. sedangkan Bp. 3. S. PEMERIKSAAN FISIK SELURUH ANGGOTA KELUARGA Ny. Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi stresor. Sarjiman : TD : 160/100 N : 86 x/mnt Lumpuh sebagian Ny.

D : BB : 10 kg ISPA . I : TD : 130/80 Sehat Ny. R : TD : 110/70 An.Tn.

RM : Dx. S Umur : 61 th No.Makan cukup makanan .ANALISA KEPERAWATAN Nama Klien : Ny.Kornea tidak jernih .Klien mengatakan matanya tidak jelas untuk melihat DO: .Klien tampak kurus Kerusakan metabolisme tubuh/ketidakmampuan tubuh mengabsorbsi . DO: DS : .Berat badan turun Perubahan nutrisi : meskipun senang makan kurang dari kebutuhan DO: .30 PROBLEM ETIOLOGI Gangguan eliminasi urin Perkembangan penyakit sering berkemin diabetes mellitus yang terutama pada malam diderita hari.Tampak cepat lelah DS : .Klien mengatakan 10. Medis : Diabetes Mellitus Alamat : Jatimulyo RT 02/RW 09 Tgl/jam DATA FOKUS 22/03/06 DS : .Mata tampak kotor Resiko cidera Penurunan ketajaman pandangan .

Dengan mudah .Ancaman kesehatan Dx Ke-1 Dx Ke-2 Dx Ke-3 3x1 1 3 3x1 1 3 2 x1  3 1x 2 1 2 1x 2 1 2 1x 2 1 2 3x1 1 3 2 x1  3 2 x1  3 2 x1 1 2 2 x1 1 2 2 x1 1 2 4 3 2/3 3 1/3 2 3 .Tidak dapat Potensi masalah dapat dicegah Skala : .Rendah Menonjol masalah Skala : - Masalah dirasakan dan harus ditangani - Masalah ada tetapi tidak perlu ditangani - Masalah tidak dirasakan SCORE / NILAI Score/Nilai .Hanya sebagian .Tinggi 2 3 2 3 .Cukup .Tidak / kurang sehat .Krisis Kemungkinan masalah dapat diubah Skala : .MENENTUKAN PRIORITAS MASALAH KRITERIA Sifat masalah Skala : .

BAK sebelum tidur.RENCANA KEPERAWATAN TUJUAN KRITERIA EVALUASI Diagnosa Keperawatan UMUM KHUSUS KRITERIA STANDARD 1. Perubahan nutrrisi : No. dan BAK secara teratur  Menentukan tindakan  Keluarga dapat  Keluarga dapat khusus yang harus memutuskan memutuskan dilakukan untuk mengenai tindakan dengan melalui merawat penderita DM yang akan diambil diskusi No. sering berkemih tidak bisa tidur terutama malam  Menjelaskan cara  Keluarga dapat  Keluarga dapat hari penanganan/ perawatan menjelaskan cara menyebutkan DM merawat anggota memperbanyak keluarga dengan DM minum.d tindakan keperawatan. TUJUAN UMUM Setelah dilakukan KHUSUS Setelah dilakukan KRITERIA EVALUASI KRITERIA STANDARD Verbal : INTERVENSI  Bantu klien mendefinisikan tanda dan gejala kenaikan kadar gula darah (DM)  Jelaskan pada klien cara-cara mengatasi gangguan eliminasi urin (anjurkan banyak minum. kunjungan sebanyak 2x ketidakmampuan keluarga diharapkan diharapkan keluarga dapat anggota keluarga dapat merawat anggota : merawat anggota keluarga yang sakit  Mendefinisikan tanda  Keluarga dapat  Keluarga dapat keluarga yang sakit. Gangguan eliminasi Setelah dilakukan Setelah dilakukan Verbal : urin b. dan gejala DM menyebutkan tanda memahami dan dimanifestasikan dan gejala DM menyebutkan dengan ketidaknyamanan DS : -Klien akibat gangguan mengatakan eliminasi urin. BAK sebelum tidur)  Beri motivasi kepada keluarga untuk mengambil keputusan yang tepat untuk merawat anggota keluarga dengan DM INTERVENSI . Diagnosa Keperawatan 2.

Cepat lelah Diagnosa Keperawatan 3. Resiko cedera b. kunjungan sebanyak 2x diharapkan keluarga diharapkan keluarga: mulai dapat mengenal  Pola makan keluarga masalah kesehatan teratur TUJUAN UMUM KHUSUS Setelah dilakukan Setelah dilakukan tindakan keperawatan kunjungan sebanyak 2x  Keluarga dapat menyebutkan diet yang tepat untuk penyakitnya  Keluarga dapat  Anjurkan klien menyebutkan jenis untuk makanan.kurang dari kebutuhan b. dan mengkonsumsi waktu yang tepat makanan dengan diet untuk makan rendah dan gula sedikit tapi sering KRITERIA EVALUASI KRITERIA STANDARD Verbal : INTERVENSI .d ketidakmampuan No.Tampak kurus .d ketidakmampuan keluarga mengenai masalah dimanifestasikan dengan : DS : Klien mengatakan banyak makan tetapi berat badan turun DO : . tindakan keperawatan.

DO:.Kornea tampak keruh . .keluraga mengenal komplikasi DM.  Motivasi klien untuk selalu memeriksakan kesehatan secara rutin  Libatkan anggota keluarga untuk memberi motivasi pada klien.Mata tampak kotor keluarga diharapkan diharapkan keluarga dapat mengetahui komplikasi : yang dapat timbul  Mendefinisikan  Keluarga dapat akibat DM komplikasi yang dapat menghindarkan menyebabkan cidera komplikasi  Keluarga dapat menghindarkan komplikasi kebutaan dapat menyebabkan cedera  Menyebutkan cara  Keluarga dapat  Keluarga dapat menghindari komplikasi menjelaskan cara menyebutkan cara DM menghindarkan menghindari anggota keluarga dari cedera: komplikasi  Membantu klien melakukan aktivitas seharihari  Memberikan ruangan yang terang  Bantu keluarga mengidentifikasi komplikasi yang dapat menyebabkan cedera  Anjurkan klien untuk selalu berhatihati dalam melakukan aktivitas. Dimanifestasikan dengan : DS : Klien mengatakan matanya tidak jelas untuk melihat.

tanda dan gejala. Penyakit ini sering juga disebut Penyakit KENCING MANIS. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS 1. Diabetes bukanlah penyakit menular.SATUAN ACARA PEMBELAJARAN STASE : KEPERAWATAN KELUARGA POKOK BAHASAN : DIABETES MELITUS WAKTU I. III. 2. : 30 MENIT TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM Melalui kegiatan kunjungan ini keluarga dapat memahami tentang penyakit Diabetes Melitus (DM). Pengertian Diabetes Melitus adalah suatu penyakit dimana terjadi peningkatan kadar gula di dalam darah. serta cara penanganan penyakit DM. karena sering haus - Banyak kencing - Banyak makan . Keluarga dapat menyebutkan definisi. II. 2. penyakit ini disebabkan oleh gangguan produksi hormon insulin yang dihasilkan oleh sel Beta pankreas. MATERI PENYULUHAN 1. Tanda dan Gejala Gejala awal kencing manis ditandai dengan terjadinya “TIGA BANYAK” yaitu : - Banyak minum. Keluarga dapat berperan dalam melakukan perawatan terhadap anggota keluarga yang menderita DM.

Pola hidup sehat Olah raga yang teratur. Hipertensi Tekanan darah yang tinggi (hipertensi). soft drink. Kurangi gula Langkah pertama adalah mengurangi konsumsi gula dan makanan – minuman bergula. b. Rumusan ini diperoleh dari : BBR = BB (kg) / (TB (cm) – 100) x 100% Misal : TB = 165 cm. yakni tensi lebih besar daripada 160/95. Batasi hingga . Faktor Resiko a. b. antara lain Es krim. Seseorang dikatakan gemuk apabila Berat Badan Relatif (BBR) > 120%. 4.Bila gejala awal ini terlewatkan dari perhatian. mengundang kemungkinan yang sama. ataupun saudara yang lainnya ada yang menderita kencing manis. Bayi Super Resiko yang sama muncul pada orang yang pernah melahirkan bayi lebih dari 4000 gram atau dalam pemerikaan pernah ditemukan kadar glukosa darahnya melebihi 140 mg/l (puasa) atau di atas 200 mg/dl (2 jam setelah makan). c. berat badan bisa susut sampai 5-10 kg. BB = 68 kg BBR = 68/(165-100) x 100% = 105% d. juga jauhi makanan yang mengandung diabetes dengan berkonsultasi kepada dokter anda. Berat Badan Kegemukan (obesitas) juga turut mengundang kedatangan diabetes. Keturunan Waspadalah jika orang tua (baik keduanya atau salah satu). biasana penderiat mengalami penurunan berat badan dalam waktu 2-4 minggu. Pencegahan a. Berarti Anda telah menggenggam resiko 40% untuk mengidap Diabetes. 3. jeli.

beras putih tumbuk. b. Gula darah saat puasa c. beras merah. Parameter glukosa darah (mg/dl) Puasa Darah kapiler AIC Sumber : Perkeni 2003 6. Gula darah 2 jam post prandial (sesudah makan) Adapun persiapan sebelum melakukan pemeriksaan DM. Komplikasi Baik 80-109 80-144 <6. a. Pemeriksaan Laboratorium Pemeriksaan kadar gula darah dapat dilakukan : a.5 Sedang 110-125 145-179 6. c. d. Jaga berat badan Begitu diketahui BBR sudah melampaui 110%. segeralah untuk berdiet rendah kalori atau tingkatkan aktivitas fisik.5 sendok makan rata gula pasri/hari. Makan makanan alami Imbangi dengan meningkatkan konsumsi bahan makanan alami yang kaya serat kasar (sayuran hijau.5 – 8 Buruk ≥126 ≥180 >8 . Gula darah sewaktu b. buah-buahan) 5. Puasa 10-12 jam Selama menunggu diambil darah tidak diperkenankan makan/minum dan merokok.konsumsi gula atau makanan minuman manis tidak lebih dari setara 2. Hindari stress Stress menyebabkan kenaikan glukosa yang dibebaskan dari cadangan hati.

Kadar gula darah yang terus menerus tinggi juga akan menyebabkan gangguan-gangguan beberapa tahun kemudian yang kita kenal sebagai komplikasi jangka panjang. Jantung Perhatikan adanya sakit dada dan atau nafas pendek. bengkak atau luka yang tidak kunjung sembuh. Saran : - Temui dokter anda - Kontrol kadar gula darah anda - Batasi kolesterol - Kontrol tekanan darah - Hindari merokok - Olah raga sesuai dengan anjuran dokter d. Ginjal Perhatikan kadar protein dalam air kencing atau peningkatan tekanan darah. Komplikasi ini dapat mempengaruhi : a. Saran : - Temui dokter anda - Kontrol kadar gula darah anda - Kontrol tekanan darah anda - Batasi kolesterol - Hindari merokok . Saran : - Temui dokter anda - Kontrol kadar gula darah anda - Kontrol tekanan darah anda b. Kaki Perhatikan rasa sakit. Mata Perhatikan perubahan dalam penglihatan. Saran : - Temui dokter anda - Kontrol kadar gula darah anda - Batasi makanan berprotein c.

Mengukur tanda-tanda vital semua 10’ anggota keuraga 5. Mengakhiri kontrak waktu dan berpamitan kepada pasien dan mengajukan pertanyaan Anggota keluarga bersedia melakukan diukur tanda-tadan 5’ vital. Media Penyuluhan dilakukan dengan media diskusi secara terbuka. yaitu dengan memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga. . klien mempersilahkan masuk dan 2. Menanggapi dengan 5’ melakukan pertanyaan Klien dan keluarga mempersilahkan dengan baik keluarganya V.IV. dan keluarga dapat langsung mengajukan pertanyaan saat diskusi berlangsung. Memberi salam. Menjelaskan maksud kedatangan 5’ dan membuat kontrak waktu menyetujui kontrak waktu Klien mendengarkan dengan seksama dan menyetujui kontrak waktu yang 3. Menanyakan kepada klien tentang kejelasan materi yang disampaikan 6. MEDIA DAN ALAT 1. menyakan keadaan WAKTU EVALUASI 5’ Klien menjawab salam. - Olah raga sesuai anjuran dokter - Lakukan perawatan kaki yang baik PELAKSANAAN KEGIATAN NO KEGIATAN 1. Melakukan pendidikan kesehatan 10’ tentang diabetes melitus ditetapkan bersama Klien memperhatikan dengan seksama dan merespon dengan baik dengan 4.

Sanders LJ. Preventive foot care in people with diabetes. Elizabeth Tara. 26 Suppl 1:S78-9. Myafield JA. MD. Jakarta “Anda Perlu Tahu Diabetes” . Alat 3. Pogach LM.2. & Eddy Soetrisno. 3. Perkeni. Janisse D. Diabetes Care 2003 Jan. Konsensus Pengelolaan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia tahun 2002 (ISBN 979-972-0-4) diterbitkan oleh PB. Evaluasi DAFTAR PUSTAKA 1. Intimedai & Ladang Pustaka. 2. Reiber GE.