You are on page 1of 2

A.

Pengertian Masyarakat Madani
Masyarakat “madani” adalah masyarakat yang beradab, menjunjung tinggi nilai-nilai
kemanusiaan, maju dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Masyarakat
madani menjadi symbol idealism yang diharapkan oleh setiap masyarakat. Dalam AlQur’an, Allah memberikan ilustrasi masyaakat ideal, sebagai gambaran dari masyarakat
madani dengan firman-Nya:
Kata madani merupakan penyifatan terhadap kota Madinah, yaitu sifat yang ditunjukkan
oleh kondisi dan sistem kehidupan yang berlaku di kota Madinah. Di Indonesia, gagasan
masyarakat madani populer pada awal tahun 90-an. Hanya saja konsep masyarakat
madani yang mulai diperkenalkan di Ilndonesia itu, pada awalnya, mengambil itilah yang
berkemabang di Barat, yaitu civil society. Menurut M. Ryaas Rasyid, civil society dalam
arti masyarakat yang berbudaya berarti suatu masyarakat yang saling menghargai nilainilai sosial kemanusiaan.
Ada dua masyarakat dalam sejarah yang terdokumentasi sebagai masyarakat madani,
yaitu:
1. Masyarakat negeri Saba’, yaitu masyarakat di masa Nabi Sulaiman as. Keadaan
masyarakat Saba’ yang dikisahkan dalam Al-Qur’an itu mendiami negeri yang baik,
subur, dan nyaman. Di tempat itu terdapat kebun dengan tanamannya yang subur,
tersedia rizki yang melimpah, terpenuhi kebutuhan hidup masyarakatnya. Negeri
yang indah itu merupakan wujud kasih sayang Allah yang disediakan bagai
masyarakat Saba’ untu bersyukur kepada Allah yang telah menyediakan kebutuhan
hidup mereka. Kisah keadaan masyarakat Saba’ ini sangat populer dengan ungkapan
Al-Qur’an: Baldah thayyibah wa rabb ghafur. Tapi sayangnya, setelah beberapa
waktuberlalu, penduduk negeri ni kemudian ingkar (kafir) dan maksiat kepada Allah,
sehingga akhirnya mereka mengalami kebinasaan (QS. Saba’:16).
2. Masyarakat kota Yatsrib setelah terjadi traktat, perjanjian Madinah antara Rasulullah

SAW beserta umat islam dengan penduduk Yatsrib yang beragama Yahudi dan
Watsani dari kaum Aus dan Khazraj. Madinah adalah nama kota di negara Arab
Saudi, sebagai nama baru kota Yatsrib, tempat yang didiami oleh Rasulullah SAW
sampai akhir hayat beliau sesudah hijrah. Perjanjian Madinah berisi kesepakatan
beberapa unsur masyarakat yang heterogen, baik dari segi keyakinan maupun

Masyarakat Madinah yang dipimpin oleh Rasulullah SAW ini dipandang oleh banyak ahli sejarah sebagai bibit negara demokratis pertama di dunia. Tetapi sayangnya. dan memberikan kebebasan bagi pendududknya untuk memeluk agama serta beribadah sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya. untuk saling tolong-menolong. menciptakan kedamaian dalam kehidupan sosial. . beberapa iklan Yahudi satu per satu melakukan pengkhianatan sehingga mereka semua akhirnya diusir dari Madinah.kebangsaan.