You are on page 1of 22

K3

Keselamatan & Kesehatan Kerja

PANITIA PEMBINA KESELAMATAN &
KESEHATAN KERJA ( P2K3 )

PENDAHULUAN

UUD 1945
• “Setiap Warganegara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang
layak bagi kemanusiaan”
• Layak bagi kemanusiaan Manusiawi
• Manusiawi kondisi kerja selamat dan sehat

UU No. 14 tahun 1969 : tentang Ketentuan Pokok Ketenagakerjaan
Setiap tenaga kerja mendapat perlindungan atas :
• Keselamatan
• Kesehatan
• Kesusilaan
• Pemeliharaan Moral Kerja
• Perlakuan sesuai Martabat Manusia, dan
• Moral Agama

1 tahun 1970: tentang Keselamatan Kerja • • Keselamatan Kerja yang diatur dalam Undang-undang ini mencakup semua tempat kerja Syarat Keselamatan Kerja wajib dipatuhi untuk mengendalikan kecelakaan dan penyakit akibat kerja .UU No.

di permukaan air. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja terdiri dari XI bab dan 18 pasal : Bab I Bab II (pasal 1) menjelaskan tentang istilah-istilah.Undang-undang No. Bab VIII (pasal 12) tentang kewajiban dan hak tenaga kerja Bab IX (pasal 13) tentang kewajiban bila memasuki tempat kerja Bab X (pasal 14) tentang kewajiban pengurus Bab XI (pasal 15–18) tentang ketentuan penutup . Bab V (pasal 9) tentang pembinaan K3 Bab VI (pasal 10) tentang P2K3. di dalam tanah. Bab VII (pasal 11) tentang kecelakaan kerja. di dalam air maupun di udara di wilayah Republik Indonesia. Bab III (pasal 3&4) mengenai syarat-syarat keselamatan kerja. (pasal 2) tentang ruang lingkup yang meliputi keselamatan dan kesehatan kerja disemua tempat kerja baik didarat. Bab IV (pasal 5–8) tentang pengawasan.

3. ALATALAT KERJA SERTA PERALATAN LAINNYA . KEADAAN MESIN-MESIN. 4. PESAWAT-PESAWAT. BAHANBAHAN 2.SUMBER-SUMBER BAHAYA MELIPUTI: 1. PROSES PRODUKSI. LINGKUNGAN. CARA KERJA. . 5. SIFAT PEKERJAAN.

MEMINTA PENGURUS MELAKSANAKAN SEMUA SYARAT K3 YANG DIWAJIBKAN e. MEMBERIKAN KETERANGAN YANG BENAR BILA DIMINTA OLEH PEGAWAI PENGAWAS b. KEBERATAN UNTUK BEKERJA APABILA SYARAT K3 DAN ALAT PERLINDUNGAN YANG WAJIB DIGUNAKAN DIRAGUKAN KEMAMPUAN-NYA .KEWAJIBAN DAN HAK TENAGA KERJA a. MEMENUHI DAN MENTAATI SYARAT K3 YANG DIWAJIBKAN d. MEMAKAI APD YANG DIWAJIBKAN c.

MENYEDIAKAN APD YANG DIWAJIBKAN SECARA CUMACUMA . SECARA TERTULIS MEMASANG SEMUA SYARAT KESELAMATAN KERJA YANG DIWAJIBKAN DITEMPAT KERJA b.KEWAJIBAN PENGUSAHA/ PENGURUS a. MEMASANG GAMBAR-GAMBAR KESELAMATAN KERJA c.

Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor 04 Tahun 1987 tentang Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Tata-cara Penunjukan Ahli Keselamatan Kerja. . kebakaran. Keanggotaan P2K3 adalah unsur pengusaha dan unsur pekerja. Peraturan Menteri ini mewajibkan pengusaha atau pengurus tempat kerja yang mempekerjakan 100 orang pekerja atau lebih atau menggunakan bahan. keracunan dan penyinaran radioaktif membentuk P2K3. terdiri dari 16 pasal. proses dan instalasi yang mempunyai risiko besar terjadi peledakan. Sekretaris P2K3 adalah ahli K3 dari perusahaan yang bersangkutan.

pelaksanaan dari undang-undang keselamatan kerja pasal 10 yang antara lain menetapkan tugas dan fungsi P2K3 sebagai berikut : a. . Fungsi : menghimpun dan mengolah segala data/ atau permasalahan keselamatan dan kesehatan kerja ditempat kerja yang bersangkutan serta membantu pengusaha/ manajemen mengadakan serta meningkatkan penyuluhan. pengawasan. latihan dan penelitian K3 c. 155/Men/1984 yang merupakan penyempurnaan Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. Keanggotaan : P2K3 beranggotakan unsur-unsur organisasi pekerja dan pengusaha/ manajemen. b.Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. DK3W dan P2K3. 125/Men/1982 tentang Pembentukan Susunan dan Tata Kerja DK3N. Tugas pokok memberi saran dan pertimbangan kepada pengusaha/ menyusun tempat kerja yang bersangkutan mengenai masalahmasalah K3.

Sekretaris dan Anggota. . Sekretaris P2K3 memimpin dan mengkoordinasikan tudas-tugas sekretariat dan melaksanakan keputusan P2K3. sedang Sekretaris P2K3 adalah tenaga profesional K3 yaitu manajer K3 atau ahli K3. Ketua P2K3 seyogyanya adalah top manajemen disuatu tempat kerja atau sekurang-kurangnya manajemen yang terdekat dengan pimpinan puncak. Ketua P2K3 memimpin dan mengkoordinasikan kegiatan P2K3 dibantu oleh wakil ketua.Organisasi P2K3 terdiri dari sekurang-kurangnya Ketua.

PENYELIA.  GABUNGAN BERBAGAI KETERAMPILAN DAN PENGALAMAN ANGGOTA  PERTEMUAN TERATUR  REKOMENDASI  AKTIVITAS P2K3  MEMPERLIHATKAN BAHWA K3 PENTING DI TEMPAT KERJA  MEMPERBAIKI KOMUNIKASI DI TEMPAT KERJA  DOKUMENTASI HASIL PERTEMUAN  SETIAP ORANG DAPAT MEMANTAU BAHWA PERMASALAHAN YANG MEREKA KEMUKAKAN DITINDAK LANJUTI. MANAJER DAN PENGUSAHA. .PERAN PENTING P2K3 :  MENJAMIN KEPRIHATINAN (CONCERN) DARI PEKERJA MAUPUN PENGUSAHA TENTANG K3 TERBUKA DAN DIBICARAKAN.  HARUS TERBUKA BAGI PEKERJA.

DIATAS KEPALA SURAT PERUSAHAAN ISI KEBIJAKAN K3  PERNYATAAN MISI DAN VISI PERUSAHAAN  PEKERJA SEBAGAI ASET UTAMA PERUSAHAAN.DIBENTUK DI PERUSAHAAN YANG TELAH MEMILIKI KOMITMEN TERHADAP K3  SUDAH MENETAPKAN KEBIJAKAN K3 (SAFETY AND HEALTH POLICY) KEBIJAKAN K3  BERSIFAT FORMAL.  KOMITMEN MELAKSANAKAN PERATURAN DI BIDANG K3  SETIAP PEKERJAAN DILAKUKAN DENGAN MEMPERHATIKAN K3  PELAKSANAAN K3  KEWAJIBAN SETIAP ORANG  MANAJER LINI BERTANGGUNG JAWAB ATAS PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN K3 DALAM SATUAN KERJANYA .

KEBIJAKAN HARUS TERTULIS DAN FORMAL KARENA:  KEBIJAKAN K3  PEDOMAN KERJA SEHARI-HARI  MEMPERMUDAH PELAKSANAAN DAN PENGAWASANNYA  MEMPERMUDAH PEKERJA UNTUK MENGIKUTI KETENTUAN DAN PERATURAN K3 (HAK DAN KEWAJIBAN)  MENJADI PEDOMAN DALAM MENYUSUN PERATURAN K3 PERUSAHAAN TUGAS P2K3 MEMBERIKAN SARAN DAN PERTIMBANGAN KEPADA PENGUSAHA ATAU PENGURUS MENGENAI MASALAH K3 DAN MEMBANTU MANAJEMEN DALAM PEMBINAAN K3 .

SEKRETARIS DAN ANGGOTA.ORGANISASI BUKAN ORGANISASI STRUKTURAL DALAM PERUSAHAAN TIDAK MEMPUNYAI FUNGSI LINI MAUPUN STAF SEBAGAI BADAN PENASEHAT PIMPINAN  HUBUNGAN LANGSUNG DENGAN PIMPINAN TERTINGGI DI TEMPAT KERJA  KETUA P2K3 SEORANG MANAJER YANG MEMPUNYAI KEWENANGAN UNTUK MEMBUAT KEPUTUSAN. . ORGANISASI P2K3 SEKURANG-KURANGNYA: KETUA. DAN SEDEKAT MUNGKIN DENGAN PIMPINAN PUNCAK TEMPAT KERJA MEMUDAHKAN P2K3 BAIK DALAM MERUMUSKAN REKOMENDASI DAN PELAKSANAANNYA.

MANGKIR. . P2K3 MENGUMPULKAN DATA DAN INFORMASI MENGENAI PELAKSANAAN K3 DI TEMPAT KERJA SUMBER DATA BAGIAN PERSONALIA  ANGKA SAKIT.MEKANISME KERJA P2K3  BADAN PENASEHAT BAGI PIMPINAN PERUSAHAAN DI BIDANG K3 PELAKSANAANNYA. ANGKA KECELAKAAN. LAMA SAKIT DAN PERAWATAN RUMAH SAKIT. KHUSUSNYA YANG BERKAITAN DENGAN AKIBAT KECELAKAAN.

KLINIK  CATATAN JUMLAH KUNJUNGAN. RUJUKAN KE RUMAH SAKIT DAN LAMA PERAWATAN DAN LAMA BEROBAT BAGIAN TEKNIK  DATA KERUSAKAN AKIBAT KECELAKAAN DAN BIAYA PERBAIKAN BAGIAN OPERASI CATATAN GANGGUAN PROSES PRODUKSI AKIBAT KECELAKAAN DAN KERUGIAN YANG TERJADI. P3K DAN TINDAKAN MEDIK KARENA KECELAKAAN. .

REKOMENDASI BERISI SARAN TINDAK LANJUT DARI P2K3 SERTA ALTERNATIF ALTERNATIF PILIHAN SERTA PERKIRAAN HASIL/ KONSEKUENSI SETIAP PILIHAN. LAPORAN DAN ANALISIS KECELAKAAN. . UNTUK MENEMUKAN PENYEBAB MASALAH DAN MERUMUSKAN TINDAKAN KOREKTIF MAUPUN TINDAKAN PREVENTIF RUMUSAN DISAMPAIKAN DALAM BENTUK REKOMENDASI KEPADA PIMPINAN PERUSAHAAN. DATA DAN INFORMASI DIBAHAS DALAM RAPAT P2K3.INFORMASI DARI INSPEKSI DAN MONITORING TERUTAMA BERKAITAN DENGAN SUMBER BAHAYA POTENSIAL BAIK KONDISI BERBAHAYA MAUPUN TINDAKAN BERBAHAYA DATA DARI BAGIAN K3 BERUPA LAPORAN PELAKSANAAN K3.

JUGA BISA DIADAKAN LOMBA PELAKSANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA ANTAR BAGIAN. . DAN YANG TERBAIK PELAKSANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJANYA MENDAPAT HADIAH DARI PIMPINAN PERUSAHAAN.P2K3 MEMBANTU MELAKUKAN PENERANGAN DAN PENYULUHAN KEPADA TENAGA KERJA MENGENAI SEGALA UPAYA PENCEGAHAN KECELAKAAN DI TEMPAT KERJA.

K3 masih dianggap sebagai beban belum sebagai kebutuhan bagi kegiatan proses produksi. • Kesadaran dan komitmen pengusaha dan pekerja terhadap K3 masih belum tinggi. .Implementasi dan Kendala IMPLEMENTASI • Belum optimal • Kecenderungan semakin baik KENDALA/ TANTANGAN • Pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan perundangan K3 masih belum efektif dan menyeluruh • Sistem pelaporan K3 belum dilaksanakan sesuai peraturan yang berlaku • Penegakan hukum terhadap pelanggaran peraturan perundangan K3 sangat lemah.

• Panitia Pembina K3 diperusahaan yang wajib dibentuk belum terlaksana sesuai peraturan yang berlaku • Sistem Manajemen K3 yang diharapkan dapat meningkatkan pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan dan sekaligus akan meningkatkan efisiensi dan produktivitas. . tetapi kualitasnya dipilih yang lebih rendah karena pertimbangan biaya. masih mengalami kendala. Pengusaha belum menyadari bahwa keselamatan dan kesehatan kerja merupakan hak dasar pekerja. selamat dan bahagia. • Seringkali sarana K3 dipenuhi sesuai peraturan. dan produktivitas dapat ditingkatkan apabila para pekerjanya dalam kondisi sehat. • Kendala terhadap implementasi peraturan perundangan K3 juga terjadi karena fihak perusahaan masih ingin mencari jalan pintas dengan cara berkolusi dengan para pengawas dan pemberi ijin.

HAL BERIKUT DAPAT MENJADI AGENDA DALAM RAPAT P2K3: o ANALISIS LAPORAN INSPEKSI DAN MONITORING TEMPAT KERJA o REKAM DATA KECELAKAAN DAN PENYAKIT AKIBAT KERJA o PENYELIDIKAN DAN ANALISIS KECELAKAAN o BAHAYA-BAHAYA TERHADAP KESEHATAN o HAL YANG MENJADI KEPRIHATINAN BAIK PENYELIA MAUPUN PEKERJA o IDENTIFIKASI KEBUTUHAN LATIHAN UNTUK PEKERJA. MANAJER P2K3 DAN ANGGOTA P2K3 DAPAT STUDI BANDING MELIHAT PRAKTEK K3 TERBAIK SEBAGAI BENCHMARK .PROGRAM KERJA  DIRENCANAKAN DENGAN BAIK.  DAPAT MENANGGAPI KELUHAN/ KEPRIHATINAN BAIK YANG BERASAL DARI PEKERJA MAUPUN DARI PENGUSAHA. REALISTIS DAN HASILNYA DAPAT DIUKUR.

PEMBINAAN. AUDIT. . DAN KEPADA DEPARTEMEN TENAGA KERJA SETIAP TRIWULAN. DLL. SELAIN LAPORAN RUTIN P2K3 JUGA PERLU MELAPORKAN KEGIATAN KHUSUS SEPERTI PENYELIDIKAN KECELAKAAN. PELATIHAN DAN PENYULUHAN K3.PELAPORAN P2K3 MELAPORKAN KEGIATANNYA SETIAP BULAN KEPADA PIMPINAN PERUSAHAAN.