You are on page 1of 7

Hukum Adat Dayak

Pengantar
Istilah hukum adat merupakan terjemahan dari “Adat Recht”. Istilah ini pertama-tama
diperkenalkan oleh Snouck Horgronye yang kemudian dipopulerkan oleh van Vollenhoven dan
murid-muridnya. Dalam masyarakat awalnya tidak dikenal istilah hukum adat, melainkan hanya
kata “Adat”. Adat berasal dari bahasa Arab yang diartikan sebagai “Kebiasaan”. Sehingga wajar
kalau Soerjono Soekanto maupun Prof.Soepomo mengatakan bahwa pada hakekatnya hukum
adat adalah hukum kebiasaan, artinya kebiasaan-kebiasaan yang mempunyai akibat hukum.
Dengan demikian, hukum adat adalah adat yang mempunyai sanksi, sedangkan istilah adat yang
tidak mengandung sanksi adalah "kebiasaan yang normatif', yakni kebiasaan yang berwujud
aturan tingkah laku yang berlaku di dalam masyarakat. Kenyataannya antara hukum adat dan
adat kebiasaan, batasnya samar-samar. Namun van Dijk kurang sependapat dengan istilah “Adat
Recht” diterjemahkan menjadi hukum kebiasaan, sebab ini artinya bahwa kebiasaan adalah
peraturan hukum yang timbul karena kebiasaan. Sedangkan hukum adat ada juga yang tertulis
dalam naskah-naskah kuno dan ada juga yang terdokumentasikan dalam bentuk tulisan.
Ada kecenderungan dari para sarjana menyatakan bahwa hukum adat hakekatnya bersifat tidak
tertulis. Hal ini terlihat dari penyataan bahwa hukum adat bukan hukum statuta (hukum yang
tidak dikodifikasikan, Soepomo). Menurut van Dijk hukum adat itu ada yang bersifat tertulis,
yakni bagian yang ditulis dalam piagam-piagam, perintah-perintah raja, patokan-patokan dan
catatan pada daun lontar atau awek-awek (Bali), tetapi hal tersebut sangat sedikit. Kecuali itu,
hukum adat juga bersifat turun-temurun.
Namun demikian, menurut Soerjono Soekanto, istilah tertulis untuk hukum adat, lebih tepat
adalah hukum adat yang didokumentasikan atau tercatat. Sebab jika hukum adat bersifat tertulis,
disamping relatif sedikit juga akan bertentangan dengan sifatnya, oleh karena itu, pengertian
tertulis menurut van Dijk tidak sama maknanya dengan hukum tertulis seperti undang-undang.
Unsur hukum adat, berdasarkan hasil seminar Hukum Adat, tanggal 15 s/d 17 Januari 1975 di
Yogyakarta, dirumuskan suatu pendapat bahwa hukum adat merupakan hukum Indonesia asli
yang tidak tertulis dalam bentuk perundang-undangan Republik Indonesia yang disana sini
mengandung unsur agama [dan kepercayaan].

Corak dan Sistem Hukum Adat

bahwa hukum adat merupakan suatu aspek dari kehidupan dan kebudayaan masyarakat. maka tindakan hukum yang dimaksud telah selesai saat itu juga. binatang. Kontan: Alam pikiran kontan meliputi penataan yang serba konkrit. Kontan 4. . Dengan demikian masyarakat sebagai satu kesatuan yang memegang peranan dan menentukan. Hollman bahwa hukum adat Indonesia mempunyai 4 (empat) corak yang harus dipandang sebagai satu kesatuan. Menurut F. Relegio magis 2. Oleh sebab itu. Sementara kedudukan individu tetap diakui secara intern kelompok. artinya orang Indonesia pada dasarnya berpikir. Visual.Menurut Soerjono Soekanto. yang merupakan saripati dari kebutuhan hidup. hak individu terdorong kebelakang demi kepentingan umum. artinya dengan suatu pernyataan nyata suatu perbuatan simbol atau pengucapan. yaitu: 1. Kesemuanya ini harus dijaga agar keseimbangan alam tidak terganggu yang mengakibatkan kerusakan pada warga masyarakat. senantiasa dicoba dan diusahakan supaya hal dimaksud/diinginkan ditransformasikan atau diberi wujud suatu benda sebagai tanda atau simbol yang kelihatan. rasa kebersamaan yang meliputi seluruh aspek kehidupannya. Kommunal 3. Visual: Cara berpikir yang diwujudkan untuk hal-hal tertentu. tumbuh-tumbuhan besar dan benda-benda lain yang berbentuk luar biasa. cara hidup dan pandangan hidup masyarakat yang bersangkutan. Relegio Magis Menurut Bushar Muhammad pengertian tentang Particeperend kosmisch yang bersifat kompleks. Kommunal: Menurut hukum adat.D. merasa dan bertindak didorong oleh kepercayaan (religi) kepada tenaga-tenaga gaib (magis) yang mengisi atau menghuni alam semesta (kosmis) yang terdapat pada orang. sedangkan keluar. manusia mempunyai ikatan kemanusiaan yang kuat. struktur kejiwaan dan cara berpikir akan mewujudkan corak-corak tertentu dalam pola kehidupan termasuk pula corak-corak terhadap aspek hukumnya.

dimana para anggotanya terikat pada suatu garis keturunan yang sama dari satu leluhur. berlaku dan dihormati dalam kehidupan masyarakat. yang anggota masyarakatnya terikat pada suatu daerah kediaman tertentu. Dalam kenyataannya masyarakat kadangkala terdapat kelompok-kelompok yang sengaja dibentuk karena ikatan emosional profesi. (Ter Haar. persekutuan hukum territorial. Masyarakat Hukum Adat Masyarakat hukum adat menurut Ter Haar. adalah sekelompok masyarakat yang tetap dan teratur dengan mempunyai kekuatan sendiri dan kekayaan sendiri baik yang berwujud maupun tidak berwujud. Hukum Adat Dikelompokkan Berdasarkan Hal yang Diaturnya: . yakni masyarakat yang bersifat patrilinial. baik karena hubungan darah (keturunan) atau secara tidak langsung karena tali perkawinan atau pertalian adat. masyarakat nelayan dan sebagainya. baik dalam kaitan duniawi sebagai tempat kehidupan maupun dalam kaitan rokhani sebagai tempat pemujaan terhadap roh-roh leluhur. dipahami. dan (3) perserikatan desa. 1960 dan van Dijk. (2) persekutuan daerah. dihayati dan diterapkan" kedalam kehidupan sehari-sehari. 1954). Menurut van Dijk. Masyarakat persekutuan hukum geneologis dapat dibedakan menjadi tiga. Meskipun hukum adat itu selalu mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan. akan tetapi dalam masyarakat persekutuan hukum adat. namun tetap melembaga sehingga menjadi pedoman prilaku. sebagian besar masih tetap hidup dengan hukum adatnya masingmasing. dibedakan menjadi tiga macam. Masyarakat Hukum Geneologis: Adalah satu kesatuan masyarakat yang teratur. Masyarakat Hukum Territorial: Yang dimaksud dengan masyarakat hukum territorial adalah masyarakat yang tetap dan teratur. terbentuknya ikatan itu terjadi karena faktor territorial. masyarakat matrilinial dan masyarakat parental. masyarakat petani.Pelembagaan Hukum Adat Berdasarkan fakta bahwa hukum adat tetap ada. misalnya dikenal dengan kelompok masyarakat pedagang. yakni (1) persekutuan desa. Pelembagaan yang dimaksud adalah diartikan sebagai "diketahui. geneologis dan atau campuran antara keduanya geneologis territorial.

dalam pelaksanaan di lapangan. Hukum adat yang berkaitan dengan Kelahiran. Artinya. Hal ini tidak berarti bahwa aturan-aturan dalam hukum adat merupakan “pasal-pasal karet” yang dapat ditafsirkan sesuka hati oleh yang menafsirkan. Hukum adat yang berkaitan dengan Upacara-upacara Adat 6. Contoh Umum Hukum Adat Dayak. Studi Kasus Pada Hukum Adat Dayak jalai Penjelasan mengenai hukum adat Dayak Jalai berikut ini hanya sebuah wacana yang dimaksudkan sebagai ilustrasi tentang adat istiadat yang berlaku. hukum adat. Kategori ini bisa bertambah atau berkurang sesuai kondisi yang ada di tengah masyarakat. . Dengan kata lain. hukum adat yang berlaku dapat berbeda sesuai dengan prinsip “tanggul balik haragaq asing“ yang mengandung pengertian bahwa keputusan mengenai suatu perkara termasuk yang menyangkut denda adat ditentukan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang menyangkut aspek-aspek yang mempengaruhi terjadinya perkara tersebut. Untuk mempermudah kita berkontribusi dalam mediawiki ini.Dalam masyarakat adat Dayak. hukum adat mengatur kehidupan mulai dari lahir sampai meninggal/pasca meninggal dunia. Hukum adat yang berkaitan dengan Kematian 4. Hukum adat yang berkaitan dengan Religio Magis Kategori ini dibuat untuk mempermudah kita berkontribusi saja. Hukum adat yang berkaitan dengan Perkawinan-Hidup Berumahtangga 3. Hukum adat yang berkaitan dengan Pengelolaan Sumber Daya Alam 7. 2. melainkan justru menunjukkan keunggulan hukum adat sebagai panduan moral yang lebih mengutamakan aspek moralitas daripada materi.*** Sedangkan tulisan di bawah ini merupakan uraian umum mengenai hukum adat yang terdapat pada masyarakata adat Dayak Jalai di Kabupaten Ketapang. maka hukum adat dikelompokkan berdasarkan hal yang diaturnya yakni: 1. namun pelaksanaannya tergantung dari unsur-unsur spesifik masing-masing perkara sehingga tidak ada sanksi adat yang berlaku mutlak. Hukum adat yang berkaitan dengan Tata Kehidupan Sehari-hari 5. Jika ada hukum adat yang bekaitan dengan ritus kelahiran maka dimasukkan dalam link Hukum adat yang berkaitan dengan Kelahiran. meskipun telah memiliki jenis-jenis sanksi yang ditentukan berdasarkan adat istiadat secara turun temurun. bukan sebagai pedoman tertulis atau dokumen resmi.

Kecuali perkara selesai ditingkat suruhan (tidak sampai ke peradilan adat/melibatkan damung). Genggalang Buat Turun: adat yang dibayar oleh pihak yang bersalah 2. Pihak manapun.  Dusaq: denda adat yang dibayar oleh pihak yang bersalah ke pihak korban. Meskipun demikian. Meskipun demikian. Ada dua jenis genggalang: 1. pada beberapa kasus tertentu. termasuk pemerintah dan aparat penegak hukum tidak berhak menafsirkan hukum adat atas persepsinya sendiri. Setiap usaha yang dilakukan untuk membuat hukum adat menjadi Tertulis adalah usaha yang harus ditentang dan dicegah karena usaha semacam itu melecehkan kemurnian dan keistimewaan hukum adat sebagai landasan moral masyarakat adat Dayak Jalai khususnya dan masyarakat adat Dayak pada umumnya. maka semua genggalang menjadi hak .  Genggalang: denda adat yang dibayarkan oleh pihak yang berperkara kepada kepala adat (damung) dan pengurus perkara (suruhan). Genggalang dibagi dua oleh damung dan suruhan. ada denda adat yang hanya dibayar untuk pihak korban saja.Demikianlah penjelasan di bawah ini juga bukan dimaksudkan sebagai usaha kodifikasi hukum adat Dayak Jalai atau bagian dari usaha ke arah itu. Dayak Jalai tidak mengenal sistem pembayaran denda adat dengan binatang peliharaan seperti ayam atau babi. Denda adat yang berlaku terdiri dari dua jenis yakni yang dibayarkan kepada pihak korban (dusaq) serta yang dibayarkan kepada pihak pengurus adat (genggalang). terlebih dahulu akan disampaikan jenis-jenis denda adat yang berlaku. Genggalang Buat Naik: adat yang dibayar oleh pihak korban/penerima denda adat Dusaq selalu disertai dengan genggalang kecuali hukum damung ganda rajaq (lihat penjelasan di bawah) karena hukuman tersebut langsung diserahkan kepada damung. Jenis Denda Adat Denda adat yang dikenal dalam hukum adat Dayak Jalai terdiri dari tembikar dan alat musik. Sebelum mengutarakan lebih lanjut tentang hukum adat yang berlaku dalam masyarakat adat Dayak Jalai. hukum adat adalah hukum yang tidak tertulis dan ia harus dipertahankan sebagai hukum adat hukum yang tidak tertulis. damung biasanya memberikan sebagian dari dusaq yang dia terima kepada duruhan. Keberadaan hukum yang tidak tertulis sebagai bagian dari kebudayaan Dayak yang khas tidak boleh dipaksakan agar sama dan serupa dengan hukum negara. Penafsiran terhadap setiap iota yang berlaku dalam hukum adat harus diserahkan sepenuhnya kepada komunitas yang bersangkutan sebagai pemilik hukum adat tersebut serta sebagai pihak yang paling memahami latar belakang setiap hukum yang diterapkan. Berbeda dengan denda adat yang berlaku dalam beberapa subsuku Dayak lainnya.

Halang pucuk sengkuang: tiga pakuq. Sehingga selain membayar dusaq. Denda adat yang dikenakan oleh suruhan kepada pihak yang bersalah karena menyangkal kesalahannya ketika dituntut suruhan dan ternyata dalam peradilan adat tetap terbukti bersalah. maka pihak yang dituntut dapat menghukum suruhan tersebut sejumlah tigaq pakuq sesuai dengan hukum lingah-lalai. yang menyangkut perkara besar: sebuah tempayan (sebuah tempayan) Jenis-Jenis Hukum Adat Beserta Denda Adatnya Penjelasan di bawah ini menunjukkan contoh-contoh kasus beserta hukum adat yang berlaku dalam penyelesaian kasus-kasus tersebut. tandaq-remanaq). Yang termasuk dalam hukum damung ganda rajaq adalah: 1. Pemberian kuasa penanganan perkara (cunting-carah. Hukum Damung Ganda Rajaq Denda adat yang diserahkan ke damung sebagai akibat kesalahan setara pada kedua belah pihak yang diselesaikan dengan perdamaian. dia juga membayar kepada suruhan tersebut. yang menyangkut perkara kecil: sesingkar pinggan (sebuah piring) 2. Yakni barang bukti penunjukan seseorang sebagai suruhan atau pengacara (membulah suruhpansulan. Dalam hal ini Genggalang tidak dikenakan karena denda adat memang dipungut oleh damung adat. Denda adat yang harus diserahkan ke damung sebagai tanda perdamaian atas perselisihan mulut. pasang-pesunaq). tiung memadahan damaq-menjuluk musang diampuan) 3. Sebaliknya seorang suruhan lalai mengurus perkara yang dipercayakan kepadanya melebihi jangka waktu tiga bulan sejak ditunjuk oleh seseorang. Perkara kecil: sebuah tempayan (sebuah tempayan atau dua buah piring). Perkara besar: tiga pakuq (sempat buah piring) 4.tantan-tayuq. .suruhan sepenuhnya. 2. Pemadaman kataq: sesingkar pinggan (sebuah piring). Sebuah Tempayan Denda adat berupa sebuah tempayan atau dua piring. Terdiri dari dua jenis: 1. Denda adat yang harus diserahkan ke damung adat sebagai konsekuensi pembatalan perkara akibat kesalahan kedua belah pihak ternyata setara (pekapuran mengupakan diriq. Genggalang buat Turun-nya adalah sebuah piring sedangkan genggalang buat naik-nya adalah sebuah mangkuk. Dikenakan pada kasus seperti menebang atau merusak pohon buah asam orang lain yang telah produktif.

.5. Denda adat palas kampang sejumlah masing-masing lima balas diatas (total tigaq lasaq) ditambah denda adat tentaguran benuaq berupa sebuah tempayan bagi si lelaki dan canggah balai sejumlah sebuah labah bagi si perempuan.tantan-tayuq: hukuman yang dikenakan oleh damung kepada orang tua pasangan yang baru bertunangan (belum menikah) tetapi sudah hamil duluan. Pasangan tersebut tidak dipalas. Masing-masing orangtua dihukum sejumlah tigaq pakuq. Hukuman lingah-lalai. 6.