You are on page 1of 23

ASUHAN KEPERAWATAN

GAGAL GINJAL KRONIS (GGK)

Dosen Pembimbing

: Bu Emyk Windartik S.Kep.Ns.,M.Kes

Prodi : D3 KEPERAWATAN
Oleh Kelompok 9 :
1. Fidya Dwi Rahma Yunita
2. Diah Talina Anggraini
3. Miftahul Jannah

(201504081)
(201504084)
(201504087)

STIKES BINA SEHAT PPNI
MOJOKERTO

OUTLINE TUGAS DOKUMENTASI KEPERAWATAN KELOMPOK 9
PENGAJAR : ANA ZAKIYAH.,M.Kep & EMYK WINDARTIK.,M.Kes
AKPER BINA SEHAT PPNI KAB. MOJOKERTO

1. Masukkan data tersebut diatas ke dalam pola Gordon !
2. Buatlah analisa data berdasarkan kasus diatas!
3. Tegakkan diagnosa keperawatan !
4. Susunlah intervensi keperawatan berdasarkan diagnosa keperawatan yang muncul !
5. Tambahkan data pada kasus dibawah ini apabila menurut saudara kurang lengkap dalam
menegakkan diagnose keperawatan.
6. Diskusikan dengan anggota kelompok kelemahan dan kelebihan dari format yang saudara
dapatkan
7. Presentasikan dikelas
8. Kasus 1-5 koordinasi dengan B. Ana Zakiyah dan kasus 6-11 koordinasi dengan B. Emyk
Windartik
KASUS
Ny Z mengatakan frekuensi kencing berkurang dan tiap kali kencing
keluar sedikit, mual, muntah, nafsu makan menurun, perut
kembung, kulit gatal, dan belum berak selama 1 mgg. Dari
pemeriksaan fisik didapatkan data : konjungtiva anemis, wajah
pucat, perkusi abdomen hypertimpani, nyeri pada saat perkusi
ginjal, teraba skibala pada sigmoid, badan lemas, tonus otot
menurun, sering menggaruk bagian tubuhnya yang gatal, edema
pada kaki, makan hanya habis 2-3 sdm, produksi urin 200 cc/24
jam, Lab: kraetinin 10 mg/dL, Hb 8 gr%.TD : 160/90 mmHg, Nadi :
86 x/mnt, Dx medis : GGK

PERBAIKAN KASUS

Ny Z mengatakan frekuensi kencing berkurang dan tiap kali kencing keluar
sedikit. Pasien mengeluh bertambahnya berat badan secara cepat, mual, muntah,
nafsu makan menurun, perut kembung, kulit gatal, dan belum berak selama 1
mgg. Pasien mengeluh susah tidur 3-5 jam/hari. Dari pemeriksaan fisik
didapatkan data : konjungtiva anemis, wajah pucat, perkusi abdomen
hypertimpani, nyeri pada saat perkusi ginjal, teraba skibala pada sigmoid, badan
lemas, tonus otot menurun, sering menggaruk bagian tubuhnya yang gatal,
edema pada kaki, makan hanya habis 2-3 sdm, produksi urin 200 cc/24 jam,
Lab: kraetinin 10 mg/dL, Hb 8 gr%.TD : 160/90 mmHg, Nadi : 86 x/mnt, Dx
medis : GGK

1. PENGKAJIAN
A. IDENTITAS PASIEN
a. Inisial
b. Usia
c. Jenis Kelamin
d. Diagnosa Medis

: Ny Z
: 45 thn
: Perempuan
: GGK

e. Tanggal pengkajan : 23 April 2016
B. KELUHAN UTAMA
Pasien mengatakan frekuensi kencing berkurang dan tiap kali kencing keluar
sedikit.
C. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Pasien mengatakan frekuensi kencing berkurang dan tiap kali kencing keluar
sedikit, mual, muntah, nafsu makan menurun, perut kembung, kulit gatal, dan
belum berak selama 1 minggu. Pasien mengeluh lelah, sesak napas, bertambahnya
berat badan secara cepat
D. RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
Pasien mengatakan pernah masuk rumah sakit dengan keluhan yang sama dan
tidak ada perubahan.
E. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA
Pasienmengatakankeluargapasientidakmemilikiriwayatpenyakit GGK.
F. POLA FUNGSI KESEHATAN
1) MANAJEMEN KESEHATAN
Saatsakitpasientidaklagimeninumminumanbersodadanmemakanmakanan yang instan.Pasien mengatakan hidup
sederhana di pedesaan sebagai Ibu rumah tangga. Apabila pasien sakit, pasien
mengatakan hanya beli obat di warung atau periksa ke puskesmas bila tidak
segera sembuh.
2) POLA AKTIFITAS DAN LATIHAN
a. Mobilisasi
Saat Sakitklien Bedrest, semua aktivitas klien dibantu oleh keluarga
dan perawat.
b. Posisitubuh
Selamasakitpasienhanyaduduk dan berbaring di tempattidur.
c. Ambulasi
Pasien tidak bisa berjalan dari tempat tidur ke kamar mandi kecuali di
bantu keluarga atau perawat.
d. Kebersihan diri
Saat dikaji
Klien mandi lap di tempat tidur dilakukan oleh keluarga dan perawat
3) POLA ISTIRAHAT TIDUR
Saat sakit
: Pasien hanya tidur selama 3-5 jam/hari.
4) POLA NUTRISI METABOLIK
Saat sakit
: Pasien hanya makan 2X sehari dengan porsi 1
piring sedang (Nasi dan lauk). Minum air putih 5-7 gelas sedang.

5) POLA ELIMINASI URIN DAN ALVI
Saatsakit
: Produksiurinpasienhanya 200 cc, BAK 1-2 kali
seharidankonsistensialvipadat, berwarnakuningkecoklatan,
seminggusekali.
6) POLA KOGNITIF PERSEPTUAL
Sebelum dan setelah operasi , pasien tidak mengalami penurunan
kemampuan sensasi (penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecapan,
dan perabaan). Pasien tidak menggunakan alat bantu dengar maupun
penglihatan seperti kacamata. Saat sebelum dan sesudah operasi tidak ada
masalah dengan kemampuan mengingat.
Karakteristik nyeri
P = dirasa meningkat saat bergerak
Q = nyeri terasa berdenyut
R = nyeri terasa di abdomen
S = skala nyeri 6
T = nyeri timbul terus menerus
7) POLA KONSEP DIRI
1). Gambaran Diri/Body Image : pasien
mengatakanbahwaiahanyahanyabisaberdo’adansabarberusahadalammenjal
anisakit yang di deritanya.
2). Identitas Diri : pasien mengetahui segala hal tentang dirinya dan tidak
mengalami ganguandalam hal identitas diri
3). Harga Diri
: pasientidak merasa rendah diri terhadap penyakit yang
dideritanya, karenamemangsudahujiandariTuhan.
4). Peran Diri
:Pasienmengatakandirinyaadalahseorangiburumahtanggadenganduaana
k. selama sakit, pasien tidak dapat melakukan perannya sebagai
IburumahTangga, merawatrumahdananak-anaknya dandengan baik
5). Ideal Diri
:
Pasienmengatakaninginsegerasembuhdanberaktivitassepertibiasanya.
8) POLA KOPING
Saat sakit Pasien terlihat jenuh karena ruang gerak pasien dibatasi
karena itu jarang bergaul dengan warga sekitar akan tetapi, Pasien
sangat optimis terhadap masa depannya dan yakin akan segera
sembuh.
9) POLA SEKSUAL REPRODUKSI
Pasien masihmenstruasi.
10) POLA PERAN BERHUBUNGAN

Saat Sakit Pasien mengatakan berkomunikasi dengan keluarga, pasien dan
petugas medis dengan baik tanpa mengalami gangguan. Namun tidak bisa
seperti biasa yang membantu suami dan merawat anak.
.
11) POLA NILAI DAN KEPERCAYAAN
Saat sakit pasien terlihat jarang melakukan sholat lima waktu
karena kondisi tubuh yang tidak memugkinkan.

G. PEMERIKSAAN FISIK
1. DATA KLINIK
S
: 37,5 °C
TD
:160/90 mmHg
N
:86 x/mnt
RR
: 20 x/menit
a. Keadaan Umum
Pasien tampak pucat, lemah, mual danmuntah.
b. Kepala :Mukasimetris, WarnaRambuthitam, Kulitkepalabersihtidakadalesi,
tidakadadeformasi.

c. Mata : Bentuk bola mata bulat (sferik), kelopak mata dapat membuka dan menutup
dengansempurna, konjungtiva anemis, sclera putih, pupil isokor, gerakan mata tidak kaku dan
dapatbergerak bebas, lapang pandang luas, tekanan bola mata tidak ada nyeri tekan.
d. Telinga :dauntelingabersihdansimetris, liangtelingaadaserumenbewarnacoklatdankotor,
tragus tidakadanyeritekandandapatmendengardenganjelas.
e. Hidung :bagianluarterlihatsimetris, tidakadaingus,
tidakadapendarahan,tidakadapenyumbatan, tidakadanyeritekanpada sinus.
f. Mulut :bibirtidakadasianosisdanmukosabibirkering,
gigidangusibaiktidakadapembengkakan, faring tidakadapembengkakan,
ovulatidakadapembengkakan, tonsil
tidakadapembengkakan, tidakadanyeritekanpadalidahdan pipi danterdapatbaumulut.
g. Leher :bentuknyasimetris, warnakulit normal, tidakadapembengkakan, tidakada tumor,
dandapatbergerakbebassertatidakkaku, kelenjarlimfetidakadapembengkakan ,
kelenjartiroidtidakadapembengkakan.
h. Dada
Paru-Paru : InspeksiBentuk : bentuk normal, bentuk simetris antara kanan dan kiri
Kulit : normal, tidak ada lesi
Palpasi : Pengembangan : dapat mengembang maksimal
Taktil/Vokal Fremilus : antara kanan dan kiri sama
Perkusi : sonor
Auskultasi : Frekuensi dan Irama : 24x/menit dan reguller
Lainnya : suara vesikuler
Jantung : Inspeksi
Palpasi

: bentuk dada simetris
: Iktus kordis teraba di interkostal ke 5

Perkusi : Pekak / Datar / Redup
Auskultasi : Bunyi jantung normal
-BJ I (S1) : penutupankatub mitral dantrikuspidalis = LUB
-BJ II (S2) : penutupankatub Aorta danPulmonal = DUB
i. Abdomen
Inspeksi : Bentuk abdomen pasien datar dan simetris
Auskultrasi : Peristaltik usus 20x/menit
Palpasi

: Pasien merasakan nyeri tekan

Perkusi: hypertimpani
j. Anus dan Rectum : Tidak ada hemoroid
k. Alat Kelamin

: Tidak ada masalah pada alat kelamin pasien
2. HASIL PEMERIKSAAN
Lab: kraetinin 10 mg/dL, Hb 8 gr%.TD : 160/90 mmHg, Nadi : 86
x/mnt.

2. DIAGNOSA KEPERAWATAN
A. ANALISA DATA
No. SYMPTOM (DS & DO )

ETIOLOGI

PROBLEM

1.

Edema

Kelebihan volume
cairan.

DS :
- Pasien mengatakan bengkak
pada kaki
DO :
- Urine 200cc/24jam
TD : 160/90 mmHg, Nadi :

86x/menit, RR : 30x/menit.

2.

DS : Pasien mengatakan
frekuensi kencing berkurang
dan tiap kali kencing keluar
sedikitdan belum berak
selama 1 mgg.
DO : Pasien tampak pucat, urin
keruh.
DS : Pasien hanya tidur selama 35 jam/hari.
DO : Pasien tampak cemas.

Obstruksi saluran
kemih.

Gangguan
eliminasi urin.

Ketidaknyamanan
fisik.

Insomnia.

DS : Mual, muntah, nafsu makan
menurun dan bertambahnya
berat badan secara cepat.
DO : Pasien makan hanya habis
2-3 sdm.

Tidak adekuatan
intake makanan.

Keseimbangan
nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh.

5.

DS :
- Pasien mengatakan belum
berak selama 1 minggu
DO :
- teraba skibala

Asupan serat tidak
cukup.

Konstipasi.

6.

DS :
- Pasien mengatakan kulitnya
gatal-gatal
DO :
- Pasien sering menggaruk
badannya.

Imobilitas fisik

Gangguan
Integritas Kulit

3.

4.

B. RUMUSAN DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan edema ditandai dengan pasien
mengatakan bengkak pada kaki . TD : 160/90 mmHg, Nadi : 86x/menit, RR :
30x/menit.
2. Gangguan eliminasi urin berhubungan dengan Obstruksi saluran kemih ditandai
dengan Pasien mengatakan frekuensi kencing berkurang dan tiap kali kencing keluar
sedikit, dan belum berak selama 1 mgg, Pasien tampak pucat, urin keruh, demam.
3. Insomnia berhubungan dengan ketidaknyamanan fisik ditandai dengan Pasien hanya
tidur selama 3-5 jam disertai Pasien tampak cemas.
4. Keseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan tidak
adekuatan intake makanan ditandai dengan mual, muntah, nafsu makan menurun dan
makan hanya habis 2-3 sdm.
5. Konstipasi berhubungan dengan asupan serat tidak cukup ditandai dengan pasien
mengatakan belum berak selama 1 minggu,teraba skibala dan perkusi abdomen
hypertimpani.
6. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan ditandai dengan pasien mengataka n
kulitnya gatal-gatal dan sering menggaruk badannya yang gatal

PERENCANAAN
A. PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Kelebihan volume cairan.
2. Gangguan eliminasi urin.
3. Insomnia

4. Keseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
5. Konstipasi
6. Gangguan intregitas kulit

3. RENCANA TINDAKAN
1. DIAGNOSA KEPERAWATAN : Kelebihan volume cairan
TUJUAN

RENCANA

RASIONAL

Tupan : Cairan pasien menjadi
seimbang setelah diberi askep
1 x 24jam.

KriteriaHasil :
1. Terbebas dari edema,
efusi, anaskara.
2. Bunyi nafas bersih,
tidak ada
dyspneu/ortopneu.
3. Terbebas dari distensi
vena jugularis, reflek
hepatojugular.
4. Memelihara tekanan
vena sentral, tekanan
kapilerparu, output
jantung dan vital sign
dalam batas normal.
5. Terbatas dari kelelahan,
kecemasan atau
kebingungan.
6. Menjelaskan indikator
kelebihan cairan.

A. OBSERVASI
 Keseimbangan
cairan.

Timbang berat
badan.
Kaji TTV

Meminimalkan
adanya edema.

Untuk mengatahui
naik turunnya berat
badan.
Untuk mengetahui
keadaan umum pasien
seperti TD, N, S dan
RR


B. MANDIRI
 Mengatur
jumlah cairan
yang diminum
tiap hari.
C. HEALTH
EDUCATION
 Ajarkan
keluarga pasien
tentang
melakukan
kompres yang
benar.
D. KOLABORASI
 Pemberian
diuretic sesuai
interuksi

2. DIAGNOSA KEPERAWATAN : Gangguan eliminasi urin.

Agar tidak terjadi
overdehidrasi.

Agar keluarga pasien
mengerticarakompres
yang benar dan edema
bisa berkurang.

Meningkatkan
produksi urine
olehginjal.

TUJUAN

Tupan :frekuensi kencing
pasien bertambah
sesuaidengan intake
cairan pasien dan BAB
lancar satu hari sekali
setelah diberi askep 2 X
24 jam.
Kriteriahasil :
1. Kandung kemih
kosong secara
penuh.
2. Tidak ada residu
urine >100-200
cc.
3. Intake cairan
dalam rentang
normal.
4. Bebas dari ISK.
5. Tidak ada spasme
bladder.
6. Balance cairan
seimbang.

RENCANA
A. OBSERVASI
 Observasi TTV

Observasi
Balance Cairan

B. MANDIRI
 Anjurkan pasien
makan makanan
yang tinggi kalori
dan asam folat.

RASIONAL

C. HEALTH
EDUCATION
 Anjurkan klien

untuk merangsang
miksi dengan
pemberian air
hangat, mengatur
posisi,
mengalirkan air
keran.
D. KOLABORASI
 Kaji kulit tetap
berih dan turgor

3. DIAGNOSA KEPERAWATAN : Insomnia

Untuk mengetahui
keadaan umum pasien
seperti TD, N, S dan RR
Mengetahui keseimbangan
eliminasi urin pasien.
Mengurangi gejala
anemia.

Mencegah terjadinya
retensi urine

Mencegah timbulnya
turgor jelek dan
kebersihan kulit.

TUJUAN
Tupan : Insomnia pasien
dapat teratasi setelah
diberikan askep selama
2x24 jam
Kriteria Hasil :
1. Kebutuhan istirahat
pasien terpenuhi.
2. Konjungtiva tidak
anemis.
3. Tidak terdapat
lingkaran hitam pada
mata pasien.

RENCANA
1. Observasi TTV
2. Observasi kualitas dan
kuantitas tidur pasien.
3. Ciptakan lingkungan
yang kondusif.
4. Jelaskan kuantitas tidur
yang sesuai degan
kebutuhan.
5. Kolaborasikan dengan
dokter obat yang
berefek samping
mengantuk.

RASIONAL
1. Mengetahui susu,
RR, nadi, dan TD.
2. Untuk menentukan
intervensi
selanjutnya.
3. Memberikan situasi
yang kondusif untuk
tidur.
4. Membantu proses
tidur pasien.

4. DIAGNOSA KEPERAWATAN : Keseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan
tubuh.

TUJUAN
Tupan :Mual, muntah, nafsu
makan pasien menjadi normal,
setalah diberi askep 2 x 24
jam.

KriteriaHasil:
1. Adanya
peningkatan berat
badan sesuai
dengan tujuan.
2. Tidak ada tandatanda malnutrisi.
3. Tidak terjadi
penurunan berat
badan yang berarti.

RENCANA
A. OBSERVASI
 Observasi TTV.

RASIONAL

Mengetahuisuhu,RR,nad
i, dan TD dalambatas

Monitor respons

normal.
Mengetahui perubahan-

pasien terhadap

perubahan pada kondisi

penambahan

tubuh pasien setelah

cairan.
Monitor

diberi cairan dan nutrisi.

jumlahnutrisi.
B. MANDIRI
 Kaji adanya alergi
makanan.

Mengetahui ada tidaknya
alergi dari makanan.

C. HEALTH
EDUCATION
 Dorong keluarga
untuk membantu 

Agar pasien mau makan

pasien makan

dan nutrisi bisa
terpenuhi.

D. KOLABORASI
 Kolaborasi
dengan
dokteruntuk
pemberian cairan

Memenuhi kebutuhan
cairan dan nutrisi tubuh.

iv

5. DIAGNOSA KEPERAWATAN : Konstipasi.
TUJUAN

RENCANA

RASIONAL


1.

2.

3.

4.

Tupan : setelah diberi
askep selama 2x24 jam
diharapkan konstipasi
normal.
KriteriaHasil :
Mempertahankan bentuk
feses lunak setaip 1-3
hari.
Bebas dari
ketidaknyamanan dan
konstipasi.
Mengidentifikasi
indicator untuk
mencegah konstipasi.
Feses lunak dan
berbentuk.

A. OBSERVASI
 Kaji TTV

Observasi feses,
frekuensi.
Konsistensi, dan
volume

B. MANDIRI
 Inspeksi kulit
pasien setiap
pergantian tugas
jaga,dan
dokumentasikan
kondisi kulit.
C. HEALTH
EDUCATION
 Ajarkan pasien atau
keluarga tentang
proses perncernaan
yang normal.
4. KOLABORASI
 Kolaborasi dengan
dokterdalam
pemberian laksatif.

6.DIAGNOSA KEPERAWATAN : Gangguan intregitas kulit.

Mengetahui keadaan
umum pasien seperti
TD,N,RR dan S.
Mengetahui
perkembangan feses
pasien.

Untuk
mempertahankan
atau
memodifikasikan
terapi saat ini.

Agar feses bisa
keluar
secara
normal.
Agar feses keluar
secara normal.

TUJUAN

Tupan : Setelah di
beri askep selama
2x24jam di harapkan
integritas kulit
kembali normal.
 Kriteria Hasil :
1. Mampu melindungi
kulit dan
mempertahankan
kelembaban kulit
2. Menunjukan
pemahaman dalam
proses perbaikan kulit
dan mencegah
terjadinya edema.
3. Integritas kulit yang
baik bisa di
pertahankan

4.IMPLEMENTASI

RENCANA
1. Observasi TTV
2. Inspeksi kulit pasien
setiap pergantian tugas
jaga,dan
dokumentasikan
kondisi kulit

3. Laksanakan progam
regimen penanganan
untuk kulit yang rusak
dan pantau
kemajuanya

4. Kolaborasikan dengan
dokter untuk
memberikan obat
nyeri

RASIONAL
1. Mengetahui keadaan
umum pasien seperti
TD,N,RR dan S.
2. Untuk
mempertahankan
atau
memodifikasikan
terapi saat ini

3. Untuk meningkatkan
kenyamanan dan
kesejahteraan
4. Untuk menentukan
keefektifan regimen
perawatan kulit.

TANG
GAL

JA
M

D
X

TINDAKAN

23-042016

11.
00

1

1. Mengatur keseimbangan
cairan.
2. Melakukan penimbang berat
badan pasien.
3. Mengkaji TTV.
4. Mengatur jumlah cairan yang
diminum tiap hari.
5. Mengajarkankeluargapasienten
tangmelakukankompres yang
benar.
6. Memberikan diuretic
sesuaiinteruksi

24-042016

07.
00

2

1. Mengobservasi TTV.
2. Mengobservasi Balance
Cairan.
3. Menganjurkan pasien
makan makanan yang
tinggi kalori dan asam
folat.
4. Menganjurkan klien
untuk merangsang miksi
dengan pemberian air
hangat, mengatur posisi,
mengalirkan air keran.
5. Mengkaji kulit tetap berih
dan turgor

HASIL

1. Edema
pasien
tampak
berkurang.
2. Berat
badan
pasien
belum
normal.
3. TTV masih
belum
normal.
4. Jumlah
cairan
pasien
belum
terpenuhi.
5. Keluarga
pasien
dengan
rutin
melakukan
kompres.
6. Produksi
urin belum
meningkat.
1. TTV pasien
masih
belum
stabil.
2. Keseimban
gan
eliminasi
urin pasien
masih
kurang.
3. Pasien
sedikit
demi
sedikit mau
makan
makanan

NAMA
PERA
WAT
Diah
Talina
Anggra
ini.

Fidya
Dwi
Rahma
Yunita

yang tinggi
kalori dan
asam folat.
4. Tidak
terjadinya
retensi
urine.
5. Tidak
adanya
turgor jelek
dan
kebersihan
kulit.

25-042016

09.
00

3

1. Mengobervasi TTV
2. Mengobservasi kualitas dan
kuantitas tidur pasien.
3. Menciptakan lingkungan yang
kondusif.
4. Menjelaskan kuantitas tidur
sesuai dengan kebutuhan.
5. Kolaborasikan dengan dokter
untuk pemberian dosis obat
yang berefek samping
mengantuk.

1. TTV pasien Miftah
masih
ul
belum
Jannah
stabil.
2. Kualitas
dan
kuantitas
tidur pasien
bertambah.
3. Lingkunga
n sekitar
pasien
cukup
kondusif.
4. Pasien
cukup
kooperatif.
5. Dosis obat
yang
diberikan
kepada
pasien
sudah
sesuai
anjuran
dokter.

26-042016

09.
00

4

1. Mengobservasi TTV.
2. Memonitor respons pasien
terhadap penambahan cairan.
3. Memonitor jumlah nutrisi.
4. Mengkaji adanya alergi
makanan.
5. Mendorong keluarga untuk
membantu pasien makan.
6. Mengkolaborasi dengan dokter
untuk pemberian cairan iv.

27-042016

09.
00

5

1. Mengkaji TTV
2. Mengobservasi feses,
frekuensi. Konsistensi, dan
volume.
3. Menginspeksi kulit pasien
setiap pergantian tugas
jaga,dan dokumentasikan
kondisi kulit.
4. Mengajarkan pasien atau
keluarga tentang proses
perncernaan yang normal.
5. Kolaborasikan dengan
dokterdalam pemberian
laksatif.

1. TTV pasien
sudah
mulai
normal.
2. Tidak ada
perubahanperubahan
yang terjadi
pada tubuh
pasien.
3. Jumlah
nutrisi
terpenuhi.
4. Tidak
terjadi
alergi.
5. Keluarga
pasien
dengan
rutin selalu
menyuapi
pasien.
6. Cairan iv
terpenuhi.
1. TTV pasien
sudah
mulai
normal.
2. Feses
pasien
sudah
mulai
normal.
3. Kondisi
kuliat
normal.
4. Keluarga
pasien
sudah
melaksanak
an dengan
apa yang
diajarkan.
5. Feses
keluar

Diah
Talina

Fidya
Dwi

secara
normal.

28-042016

09.
00

6

1. Mengobservasi TTV
2. Menginspeksi kulit pasien
setiap pergantian tugas
jaga,dan dokumentasikan
kondisi kulit

1. Pasien
kooperatif
dengan
tindakan
perawat

3. Melaksanakan progam regimen
penanganan untuk kulit yang
rusak dan pantau kemajuanya

2. Kulit
pasien
sudah
membaik

4. Kolaborasikan dengan dokter
untuk memberikan obat nyeri

3. Pasien
menyetujui
tindakan
perawat
dengan
kolaborasi
perawat
bersama
dokter

Miftah
ul
Jannah

5.EVALUASI
DIAGNOSA :
D
X

TANGGAL/JA KETERANGAN
M

1

23-042016/11.00

S: Pasien mengatakan sudah tidak edema di kaki.
O:Pasien tampak edema berkurang ,TD:150/80
mmHg, RR:25

NAMA
PERAWA
T
Diah
Talina
Anggraini
.

A: Masalah belum teratasi

2

24-042016/07.00

P: Intevensi di lanjutkan
S:Pasien mengatakan frekuensi urin sedikit.
O:Pasien tampak cemas, TD : 160/80 mmHg,
RR : 25

Fidya
Dwi
Rahma
Yunita

A:Masalah belum teratasi
P: Intervensi di lanjutkan
3

25-042016/09.00

S: Pasien mengatakan dapat beristirahat dengan
nyaman.
O : - Tidur pasien terpenuhi.
- Tidak ada lingkaran
hitam pada mata
- Tidak sering
menguap.
- Mata menjadi segar.
A : Masalah teratasi.
P : Intervensi dihentikan.

Miftahul
Jannah

4.

26-042016/09.00

S: Pasien mengatakan nafsu makan pasien sudah
mulai stabil.
O: Pasien tampak cemas. TD : 120/80. RR : 19
x/menit.
A: Masalah sebagian teratasi.
P: Intervensi dimodifikasi.

Diah
Talina

5.

27-042016/09.00

S : Pasien mengatakan sudah berak secara rutin
dan konsistensi normal.
O : Frekuensi, konsistensi, dan volume feses
pasien sudah mulai normal.
A : Masalah teratasi
P : Intervensi di hentikan.

Fidya
Dwi

6.

28-042016/09.00

S : Pasien mengatakan sudah tidak gatal gatal
O : Pasien tidak mengaruk badannya.
A : Masalah teratasi
P : Intervensi di hentikan

Miftahul
Jannah