You are on page 1of 3

Divisi Nefrologi

Miftahussurur
C111 11 340

Biopsi Ginjal
Manfaat, Kontraindikasi, Indikasi, Persiapan, Peosedur,
Serta Komplikasinya

Biopsi ginjal merupakan salah satu dari beberapa pemeriksaan penunjang
pada penyakit ginjal Biopsi bertujuan untuk dapat mengetahui gambaran
dasar klasifikasi & pengertian penyakit ginjal baik primer maupun sekunder.
Dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, 2006 menjelaskan bahwa tindakan
biopsi ginjal cukup aman untuk dilakukan, tentu dengan beberapa syarat
yang harus dipenuhi

Manfaat & Kontraindikasi Biopsi Ginjal.
Manfaat :
1. Membantu menegakkan diagnosis baik karena kelainan primer maupun
2.
3.
4.
5.

sistemik
Mengetahui perjalanan penyakit ginjal
Menentukan perencanaan pengobatan
Menentukan prognosis penyakit
Sebagai pegangan untuk menghentikan pengobatan

Indikasi Biopsi Ginjal :

Terdapat empat kelompok indikasi utama dari biopsi, yaitu:
1.
2.
3.
4.


Sindrom Nefrotik
Penyakit ginjal disebabkan penyakit sistemik
Gagal ginjal akut (GGA)
Transplantasi ginjal
Sedangkan indikasi lain, diantaranya adalah :
Hematuria (kencing darah)
Penyakit ginjal kronik (GGK)
Proteinuria ringan

Kontraindikasi :



Tekanan darah tinggi
Gangguan koagulasi & trombositopenia
Pielonefritis, karena dipercaya dapat menimbulkan abses
Disfungsi trombosit (walaupun dapat diatasi dengan dialisi, tetapi perlu

berhati-hati karena merupakan kontraindikasi relative)
Kelainan anatomi ginjal (ginjal soliter)

Setiap tindakan pasti memiliki resiko, jadi resiko biopsy juga harus
dipertimbangkan

Persiapan Biopsi Ginjal :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

USG ginjal : keduanya normal.
Tekanan diastolik kurang dari 95 mmHg.
Kultut urin (steril).
Status Hematologi
Hitung trombosit lebih dari 100.000
PT kurang dari 1,2 x control
APTT kurang dari 1,2 x control (jika memanjang maka singkirkanlah

antikoagulan lupus)
8. Waktu perdarahan kurang dari 10 menit.
9. Apabila pasien dalam penggunaan OAINS/0 maupun aspirin, maka
harus dihentikan lima hari sebelum biopsi dilakukan.

Prosedur Biopsi Ginjal :

1. Peralatan USG digunakan sebagai penuntun. USG dilakukan oleh
petugas radiologi untuk mengetahui letak ginjal.
2. Anestesi (lokal).
3. Jarum (piston biopsi). Apabila tidak ada piston biopsi dapat
menggunakan jarum model TRUCUT maupun VIM SILVERMAN.
4. Tempat (pool bawah ginjal, lebih disukai disukai ginjal kiri).
5. Jaringan yang didapatkan dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu
untuk pemeriksaan mikroskop cahaya & imunofluoresen.
6. Setelah biopsi.
 Berikan pasien tengkurap + - sejam, tetapi apabila pada posisi
tengurap pasien mengalami sejas nafas maka biopsi dilakukan

pada posisi duduk.
Anjurkan untuk minum banyak.
Monitor tanda2 vital terutama tekanan darah, & lakukan

pemeriksaan lab urin lengkap.
7. Apabila tidak terdapat kencing darah (hematuria) maka pasien
dipulangkan.
Biasanya untuk pada pasien yang beresiko rendah, pagi biopsi sore
pulang (one
day care ).

Komplikasi Biopsi :
Berikut ini merupakan beberapa komplikasi dari biopsi, adalah:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Hematoma.
Hematuria.
Infeksi.
Pembedahan.
Perdarahan.
Fistula arteriovena.
Hematotorak.
Kematian (komplikasi yang faal).