You are on page 1of 11

TUGAS MAKALAH

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
UPAYA PEMBERANTASAN KORUPSI DI INDONESIA SERTA
PERAN MASYARAKAT DI DALAMNYA

Disusun oleh:
Hamidah
Aliza Azma Zannatun
Saliha
Najilah
Farhan

Kelompok 5
Kelas:
X1
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 8 BARABAI
HULU SUNGAI TENGAH
TAHUN AJARAN 2016/2017
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Di negara Indonesia sejak Orde lama, Orde Baru, dan sekarang ini
telah diupayakan pemberantasan korupsi, namun hingga sekarang ini “penyakit

Upaya Pemberantasan Korupsi di Indonesia 1. pemalsuan. dan penyuapan. Bagaimana peran serta masyarakat dalam upaya pemberantasan korupsi? C. Dalam Ensiklopedi Indonesia disebutkan bahwa korupsi yaitu gejala bahwa para pejabat badanbadan negara menyalah gunakan terjadinya penyuapan. Menjelaskan peran serta masyarakat dalam upaya pemberantasan korupsi? BAB II PEMBAHASAN A. Karenanya perlu dilaksanakannya upaya pemberantasan korupsi di Indonesia . Rumusan Masalah Rumusan permasalahan yang dibahas dalam makalah ini adalah meliputi sebagai berikut: 1. Apakah yang dimaksud dengan korupsi dan apa ciri-ciri yang mengindikasikan perbuatan itu sebagai suatu tindak korupsi? 2. Korupsi yang melanda menyebabkan perekonomian negara Indonesia jatuh dan lumpuh. Mengidentifikasi faktor-faktor pendorong tindak korupsi 3. Menjelaskan upaya dan langkah-langkah untuk memberantas tindak korupsi 4. Menjelaskan yang dimaksud dengan korupsi dan apa ciri-ciri yang mengindikasikan perbuatan itu sebagai suatu tindak korupsi 2. Tujuan Tujuan pembahasan makalah ini antara lain adalah agar dapat: 1. Sekitar akhir tahun 1997 ungkapan korupsi sangat popoler di masyarakat.korupsi” masih berkembang cukup subur di segala bidang pemerintahan dan sektor kehidupan. serta 1 . B. Bagaimana upaya dan langkah-langkah untuk memberantas tindak korupsi 4. Indonesia harus berjuang kembali untuk dapat bangkit. pembusukan. Apa saja faktor-faktor pendorong tindak korupsi 3. Pengertian Korupsi Korupsi berasal dari Bahasa Latin yang corruptio atau corruptus berarti pengrusakan. Hukum yang tumpul dan rakyat kecil yang tidak memiliki alat pemukul guna elakukan koreksi dan memberi sanksi pada umumnya memilih bersikap apatis acuh tak acuh.

korupsi adalah perbuatan secara melawan hukum dengan maksud memperkaya diri sendiri/ orang lain (perseorangan atau korporasi) yang dapat merugikan perekonomian Negara. korupsi adalah penyelewengan atau penggelapan uang (negara atau perusahaan dan sebagainya) untuk kepentingan pribadi atau orang lain.ketidakberesan lainnya. antara lain: 2 . lembaga swasta. Melibatkan kesebarahasiaan dan ketidak jujuran c. Dengan demikian suatu perbuatan dapat dianggap sebagai korupsi jika perbuatan itu: a. Faktor Pendorong Korupsi Korupsi dipicu oleh beberapa faktor. Sedangkan menurut Bahasa. atau masyarakat umum. Transparency International memberikan definisi tentang korupsi sebagai perbuatan perbuatan menyalahgunakan kekuasaan dan kepercayaan publik untuk keuntungan pribadi. Korupsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001. Memperkaya diri sendiri/ orang lain c. Suatu pengkhianatan terhadap kepercayaan b. Adanya kewajiban dan keuntungan bersama secara timbal balik g. Melawan hukum b. d. Istilah korupsi seringkali diikuti dengan istilah KKN (Korupsi. antara lain sebagai berikut: a. f. Korupsi selalu melibatkan lebih dari satu orang. Orang-orang yang melakukan tindak korupsi biasanya berusaha menyelubungi perbuatannya dengan berlindung di balik pembenaran hukum. Ciri-ciri Korupsi Terdapat beberapa ciri-ciri korupsi. Dapat merugikan keuangan/ perekonomian negara 3. 2. Orang yang telibat korupsi adalah orang-orang yang mampu untuk mempengaruhi suatu kebijakan dan orang-orang yang menginginkan suatu hal kebijakan tersebut. e. Merupakan penipuan terhadap badan pemerintahan. Kolusi dan Nepotisme).

a. Gratifikasi kepada pegawai negeri atau penyelanggara negara dianggap suap apabila berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya. Konsentrasi kekuasaan dipengambilan keputusan yang tidak bertanggung jawab langsung kepada rakyat. Korupsi nepotetik. ekonomi. dengan pengeluaran lebih besar dari pendanaan politik yang normal d. Lingkungan tertutup yang mementingkan diri sendiri dan jaringan “teman f. c. b. aturan. Kurangnya transparansi dipengambilan keputusan pemerintah c. i. kecuali melaporkan gratifikasi yang diterimanya kepada KPK. yaitu perlakuan istimewa yang dilakukan oleh penguasa kepada sanak saudara atau kaum kerabatnya dalam rekruitmen ataupun pembagian aktivitas (proyek yang mendatangkan keuntungan sosial. Kampanye-kampanye politik yang mahal. yaitu pencurian kekayaan negara yang dilakukan oleh para penguasa ataupun penguasaha yang masuk kehidupan ekonomi bangsa. b. ataupun keputusan yang mendatangkan keuntungan ekonomi bagi dirinya. Proyek yang melibatkan uang rakyat dalam jumlah besar e. yaitu suatu bentuk korupsi dimana seorang pengusaha memberikan suap (bribery) kepada penguasa politik agar mendapatkan perlindungan atas kepentingan-kepentingan ekonomi. Gratifikasi adalah 3 . Korupsi manipulatif. Bentuk-bentuk Korupsi Bentuk-bentuk korupsi antara lain: a. maupun politik). g. Korupsi subversif. Korupsi ekstorsif. lama” Lemahnya ketertiban hukum Lemahnya profesi hukum Kurangnya kebebasan berpendapat atau kebebasan media massa Gaji pegawai pemerintah yang sangat kecil 4. seperti yang sering terlihat di rezim-rezim yang bukan demokratik. yaitu bentuk korupsi yang dilakukan seorang pengusaha dengan menjalankan usaha kotor untuk mendapatkan kebijakan. Pengklasifikasian perbuatan korupsi ini untuk lebih jelasnya diuraikan sebagaimana hal berikut: a. d. h.

pinjaman.pemberian dalam arti luas. menyumbangka. c. 5. menukarkan. pengobatan cumacuma dan fasilitas lainnya. artinya perbuatan menempatkan. Melaksanakan manajemen keuangan secara transparan. barang. rabat (diskon). yaitu: a. Melakukan pencurian uang. Menyalahgunakan kewenangan. komisi. perjalanan wisata. Dibentuk lembaga khusus untuk mengatur dan mengusut tindak korupsi. kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain. d. 4 . Dibentuk berbagai aturan hukum mengenai tindak korupsi. membelanjakan. Tanpa alasan yang wajar dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya menerima pemberian atau janjian yang diberikan kepadanya. Tindak pidana melawan hukum dengan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain. mentransfer. yang secara langsung atau tidak langsung dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. menghibahkan. tiket. atau perbuatan lainnya atas harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduga merupakan hasil tindak pidana dengan maksud untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul harta kekayaan tersebut sehingga seolah-olah menjadi harta kekayaan pribadi yang sah. menitipkan. membawa ke luar negeri. Upaya Pemberantasan Korupsi Untuk memberantas korupsi bukanlah suatu pekerjaan yang mudah karena pada umumnya suatu tindak korupsi dilakukan secara sistematis dan sangat rapi dengan melibatkan orang yang memiliki suatu kekuasaan sehingga untuk mengusutnya secara tuntas sangatlah sulit. Walaupun begitu upaya pemberantasan korupsi agar tidak menjadi suatu kesia-siaan. b. e. c. atau badan yang secara langsung atau tidak langsung merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. f. b. maka harus ada upaya yang lebih serius dan juga tersistematis untuk memberantas korupsi. Memberi hadiah atau janji kepada egawai negeri dengan mengingat sesuatu kekuasaan atau suatu wewenang yang melekat pada jabatannya atau kedudukannya atau oleh si pemberi hadiah atau janji dianggap melekat pada jabatan atau kedudukan itu. membayarkan. yakni meliputi pemberian uang.

UU No. Peran Serta Masyarakat dalam Upaya Pemberantasan Korupsi Upaya mewujudkan penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari KKN. Keseriusan dan peran serta seluruh pihak untuk Telah ada beberapa produk hukum sebagai salah satu upaya pemberantasan korupsi di Indonesia yaitu sebagai berikut: a. bukan hanya tanggung jawab dari penyelanggara negara itu semata. yaitu: 1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. Memberikan gaji dan kesejahteraan pegawai yang memadai sebagai salah satu upaya pencegahan e. Instruksi Presiden Republik Indonesia No. memperoleh dan memberikan informasi adanya dugaan telah terjadi tindak pidana korupsi. Kolusi dan Nepotisme b. Peran serta masyarakat atau rakyat seluruh Indonesia merupakan upaya kontrol sosial terhadap praktik penyelanggaraan pemerintahan yang diperlukan untuk mendukung pemberantasan korupsi dari bangsa Indonesia. UU No. 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. Partisipasi masyarakat akan melahirkan suatu kebijakan pemerintah yang lebih berorientasi pada kepentingan masyarakat 2. 20 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi. 5 . 63 Tahun 2005 tentang Sistem Menejemen Sumber Daya Manusia Komisi Pemberantasan Korupsi. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. B. Partisipasi masyarakat akan meringankan tugas aparat-aparat pemerintah 3. Memberikan sanksi pidana secara tegas pada siapapun tanpa terkecuali f. e. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi d. melainkan juga masyarakat dan semua komponen anak bangsa. UU No.d. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi c. Suatu kebijakan pemerintah yang disusun secara partisipatif akan lebih legitimate di masyarakat Berikut ini merupakan peran serta masyarakat dalam rangka memberantas korupsi menurut UU No 31 Tahun 1999 antara lain: a. Hak mencari. Pentingnya partisipasi masyarakat dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.

Hak untuk memperoleh pelayanan dalam mencari. dan c 2) Diminta hadir dalam proses penyelidikan. 2) Premi. dan memberikan informasi adanya dugaan telah terjadi tindak pidana korupsi kepada penegak hukum yang menangani perkara tindak pidana korupsi. atau saksi ahli. Wujud peran serta masyarakat dalam upaya pemberantasan korupsi dapat dilakukan melalui peran sertanya menyampaikan adanya dugaan korupsi melalui media. di sidang pengadilan sebagai saksi pelapor. d. dll. serta juga aktif dalam LSM di bidang penanggulangan korupsi seperti Indonesian Corruption Watch (ICW). atau pengungkapan tindak pidana korupsi. b.b. Penghargaannya dapat berbentuk: 1) Piagam. Hak untuk memperoleh perlindungan hukum dalam hal: 1) Melaksanakan haknya sebagaimana dimaksud dalam poin a. Hak memperoleh jawaban atas pertanyaan tentang laporan yang diberikan kepada penegak hukum dalam waktu paling lama 30 hari e. Penghargaan pemerintah terhadap masyarakat Pemerintah akan memberikan penghargaan kepada anggota masyarakat yang telah berjasa membantu upaya pencegahan. pemberantasan. diberikan kepada pelapor setelah putusan pengadilan yang memidana terdakwa memperoleh kekuatan hukum yang tetap. Hak menyampaikan saran dan pendapat secara bertanggungjawab kepada penegak hukum yang menangani perkara tindak pidana korupsi. 6 . diberikan kepada pelaor setelah perkara dilimpahkan ke pengadilan negeri. saksi. c. sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI). 3) Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) mempunyai hak dan tanggung jawab dalam upaya mencegah pemberantasan tindak pidana korupsi 4) Bentuk peran serta masyarakat dalam pemberantasan tindak korupsi juga dapat berupa masuk menjadi anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) f. ikut serta melalui kegiatan langsung seperti kegiatan unjuk rasa dan demonstrasi. memperoleh.

Kesimpulan 1. Suatu tindak korupsi dilakukan secara sistematis dan sangat rapi dengan melibatkan orang yang memiliki suatu kekuasaan sehingga untuk mengusutnya secara tuntas sangatlah sulit. Karenanya telah ada beberapa produk hukum sebagai upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. dan dapat merugikan keuangan/ perekonomian negara 3. Suatu perbuatan dapat dianggap sebagai korupsi jika perbuatan itu: melawan hukum.BAB III PENUTUP A. Korupsi adalah perbuatan menyalahgunakan kekuasaan dan kepercayaan publik baik untuk keuntungan pribadi maupun orang lain 2. 4. Wujud peran serta masyarakat dalam upaya pemberantasan korupsi dapat dilakukan melalui peran sertanya menyampaikan adanya dugaan korupsi melalui media. serta juga aktif dalam LSM di bidang penanggulangan korupsi 7 . ikut serta melalui kegiatan langsung seperti kegiatan unjuk rasa dan demonstrasi. memperkaya diri sendiri/ orang lain.

Untuk SMA/ MA Kelas X. Buku Pendamping Pendidikan Kewarganegaraan Untuk SMA/ MA Kelas X Semester 1. Kementerian Pendidikan Nasional.DAFTAR PUSTAKA Tim. Maestro. Atik dan Sarwono. 2011. Pendidikan Kewarganegaraan. yang telah memberikan rahmat serta hidayah Nya kepada saya. KATA PENGANTAR Bismillahirrahmaanirrahiim Puji dan syukur tak lupa saya panjatkan ke hadirat Allah SWT. sehingga dapat 8 . Hartati. 2016. Sukoharjo. Jakarta. Pusat Kurikulumdan Perbukuan.

. dan saya menyadari sepenuhnya bahwa dalam pembuatan makaah ini masih banyak kekurangan. Salah khilaf mohon maaf sebesar-besarnya. baik secara langsung maupun tidak langsung: Demikianlah makalah ini saya buat. Dalam kesempatan ini perkenankanlah saya sebagai penyusun menghaturkan ucapan terima kasih sebanyak-banyaknya serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pihak-pihak yang sudah banyak membantu dalam pembuatan makalah ini. HST. Saya harap makalah ini dapat digunakan sebagai mana mestinya. Sekian terima kasih. dengan judul Upaya Pemberantasan Korupsi di Indonesia Serta Peran Masyarakat di Dalamnya.menyelesaikan penyusunan makalah ini sebagai pemenuhan tugas makalah Pendidikan Kewarganegaraan. i Daftar Isi ………………………………………………………………………… ii 2 . November 2016 Penyusun DAFTAR ISI Halaman Sampul Depan Kata Pengantar …………………………………………………………………. Akhir kata saya sebagai penyusun makalah ini mengucapkan terima kasih atas segala perhatian dan bantuan yang telah diberikan kepada saya.. Oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun dari berbagai pihak sangat saya harapkan demi laporan yang lebih baik.

.. 2 2. Upaya Pemberantasan Korupsi di Indonesia……………………….… 3 5.… 5 B.….... Ciri-ciri Korupsi ………………………………………………..BAB I PENDAHULUAN A. Upaya Pemberantasan Korupsi ………………………………..…... Tujuan ……………………………………………………………………1 BAB II PEMBAHASAN A.….. Faktor Pendorong Korupsi ……………………………………. 2 1.. Kesimpulan 8 ……………………………………………………………… DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………. 2 3. 9 3 . Rumusan masalah ………….…….……………………………………1 B. Peran Serta Masyarakat dala Upaya Pemberantasan Korupsi ……………6 BAB III PENUTUP A. Latar Belakang …………………….1 C. Pengertian Korupsi …………………………………………….…….……………………………………………. 3 4....……... Bentuk-bentuk Korupsi ……………………………………….