You are on page 1of 8

PELAYANAN PASIEN TAHAP

TERMINAL

PANDUAN

RSUD TOTO KABILA
“Melayani dengan Senyum”

Sebagaimana telah ditetapkan bahwa salah satu misi RSUD Toto Kabila adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang profesional .2. maka proses penerimaan staf harus dibuatkan pedomannya agar kegiatan penerimaan staf terarah sehingga mencapai sasaran yang tepat. 3. Tujuan pedoman. Untuk mampu menyediakan sumber daya manusia (staf ) yang berkualitas. 129 tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit. c. Untuk mendapatkan staf yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam pola ketenagaan. Pedoman ini hanya berlaku untuk kegiatan penerimaan staf dalam rangka memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di RSUD Toto Kabila yaitu pemenuhan staf/pegawai kontrak. Undang-undang Republik Indonesia No. Landasan Hukum. 4. . Sebagai dasar petunjuk dalam melakukan kegiatan penerimaan staf di RSUD Toto Kabila. Salah satu sumber daya PENERIMAAN STAF adalah sumber daya manusia dan dalam hal ini dimaksudkan yang dimaksudkan sumber daya manusia adalah staf rumah sakit/pegawai rumah sakit.BAB I PENDAHULUAN 1. Tujuan khusus. b. a. Tujuan Umum. Ruang lingkup. 36 tahun 2014 tentang Tentang Tenaga Kesehatan. maka pertama kali yang harus diperhatikan adalah saat awal penerimaan staf dilakukan dengan memperhatikan kwalitas staf yang dipersyaratkan dalam pola ketenagaan. Latar belakang. Untuk mendapatkan staf rumah sakit yang sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam pola ketenagaan. Untuk memperjelas system penerimaan staf sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan efisien dan efektif. b. 2. Undang-Undang Republik Indonesia No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. a. 2. c. 2. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. Untuk memperjelas siapa yang harus terlibat dalam melaksanakan proses penerimaan staf.1.

Untuk tenaga kesehatan lainnya di bantu oleh para Kepala Instalasi yang terkait dengan calon staf yang akan diterima dan Kepala Bidang Penunjang Medis. c. 2. Dalam melaksanakan proses seleksi penerimaan staf rumah sakit. BAB II TENAGA PELAKSANA 1. 971 tentang Standar Kompetensi Pejabat Struktural Kesehatan. 1197 tahun 2004 tentang Standar Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit. Untuk penerimaan staf keperawatan dibantu oleh Komite Keperawatan dan Kepala Seksi Keperawatan. Kendali proses penerimaan staf rumah rumah sakit berada pada bagian kepegawaian RSUD Toto Kabila. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Standar Profesi. b. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. Untuk penerimaan staf medis dibantu oleh Komite Medis dan Kepala Bidang Pelayanan Medis. Untuk staf non medis dibantu oleh para Kepala Seksi/Kepala Sub Bagian/Kepala Instalasi. f.d. d. Bagian kepegawaian dibantu oleh : a. e. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. .

3. 2. 4. Berkas lamaran calon pelamar. Ruang tes tertulis.BAB III FASILITAS DAN LOGISTIK 1. Ruang interview. . Lembaran soal tes tertulis.

Setiap pimpinan unit kerja yang memerlukan penerimaan staf. IV TATA LAKSANA 1. 2. Kerjasama dengan institusi pendidikan/pelatihan. Penyampaian informasi kebutuhan staf melalui media. staf keperawatan dan tenaga kesehatan lainnya. 3. Proses kredensisl untuk staf medis. Seleksi/Tes. Tes tertulis dan interview. b. Seleksi persyaratan pemenuhan persyaratan administrasi atau pencocokan dokumen lamaran dengan persyaratan dan kualifikasi yang dibutuhkan. bagian kepegawaian melakukan rekruitmen/penarikan calon staf melalui . Rekrutmen. Atas dasar adanya permohonan penerimaan staf tersebut di atas.BAB. Penerimaan lamaran kerja yang dikirim langsung/tidak langsung ke rumah sakit. c. a. . a. terlebih dahulu mengajukan permohonan kepada bagian kepegawaian secara tertulis yang telah disetujui oleh Direktur rumah sakit. Permohonan penerimaan staf. c. b. baik media cetak maupun media elektronik.

Penyampaian kelulusan orientasi ( diterima/ditolak menjadi staf rumah sakit ). 5. Orientasi Rumah Sakit atau orientasi umum. Kesepakatan hubungan kerja untuk waktu tertentu dan untuk masa percobaan dibuat tertulis dan disepakati bersama oleh Direktur rumah sakit dan staf yang bersangkutan dengan masing-masing pihak membubuhkan tanda tangan. Pemberitahuan kelulusan ( lulus atau tidak lulus ) seleksi penerimaan staf. Penerimaan/Pengangkatan dan penugasan staf. a. a. c. Pemberitahuan/kesepakatan untuk mengikuti orientasi.d. b. Pemberitahuan/kesepakatan gaji dan fasilitas yang diberikan rumah sakit. 4. Pengangkatan status hubungan kerja rumah sakit dengan staf bisa dilakukan dengan :  Hubungan kerja untuk waktu tertentu. Staf yang lulus orientasi diterima/diangkat dan ditugaskan pada unit kerja tertentu dengan tertulis melalui Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit. . f. b. Orientasi Staf. d. atau  Hubungan kerja masa percobaan. c. e. atau  Hubungan kerja untuk waktu tidak tertentu. Penilaian kinerja selama orientasi. Orientasi Khusus di unit kerja yang akan mengerjakan staf tersebut.

Memaksimalkan orientasi khusus sehingga calon staf yang saat dicocokan peryaratan dan kualifikasinya belum memenuhi. akhirnya dapat memenuhi. 2. Setelah diterima sebagai staf. . rumah sakit tetap memberikan pelatihan secara terencana dan continue. maka dapat dikendalikan dengan : 1.BAB V PENGENDALIAN MUTU Untuk mendapatkan staf yang bermutu sesuai dengan persyaratan dan kualifikasi yang dipersyaratkan. 3. Selalu mencocokan antara persyaratan dan kualifikasi yang dimiliki oleh calon staf dengan persyaratan dan kualifikasi yang ada pada pola ketenagaan.

. Panduan dan SPO penerimaan staf keperawatan. Panduan dan SPO penerimaan staf non medis. Panduan dan SPO penerimaan staf medis. 2. 3. 4. Panduan dan SPO penerimaan staf kesehatan lainnya.BAB VI PENUTUP Pedoman penerimaan staf ini akan dilengkapi dengan beberapa panduan serta Standar Prosedur Operasional ( SPO )-nya yaitu : 1.