You are on page 1of 2

KONSEP PENGENDALIAN TIKUS

1. Perbaikan lingkungan, untuk menciptakan lingkungan yang tidak
menguntungkan untuk kehidupan tikus:
a. Membasmi sarang-sarang tikus yang ada.
b. Membersihkan tempat-tempat yang diduga menjadi dan
dapat menjadi sarang tikus secara teratur.
c. Menutup semua lubang pipa air atau celah lubang yang
sempit yang ada dibangunan rumah sakit dengan kawat
logam yang kuat dan dapat dibersihkan secara teratur.
d. Menata tempat penyimpanan barang agar tidak menjadi
tempat tinggal tikus.
e. Sampah ditampung di tempat penampungan yang kuat dan
kedap air.
f. Peningkatan

dan

pemeriksaan

kebersihan

lingkungan

dilaksanakan secara teratur.
2. Pemasangan Perangkap (Trapping)
a. Memasang perangkap ditempat yang diduga menjadi jalur
lalu lalang tikus.
b. Perangkap yang dapat digunakan adalah jenis perangkap
snap atau guillotine karena mudah didapatkan dipasaran.
c. Jika ingin melakukan penelitian lebih lanjut terhadap tikus,
gunakan juga perangkap cage trap untuk mendapatkan tikus
hidup guna penelitian.

3. Peracunan
a. Menggunakan racun Warfarin dan Pival dengan konsentrasi
0,5%.
- Dapat berbentuk padat dan cair
- Perlu checking berulang-ulang
- Tikus baru dapat mati antara 4-7 hari

Berbentuk bubuk .Perbandingan racun dengan umpan 1 : 9 .Realtif aman untuk manusia 4. . Selama pengapasan. semua lubang / celah-celah tempat yang difumigasi ditutup agar gas tidak keluar dan tidak meracuni manusia serta alat-alat / barang-barang ditempat yang difumigasi. Pengasapan atau fumigasi .Dosis : 1 Kg SO2 untuk 20m3 selama 6-8 jam atau HCN - 2gr/m3 selama 3 jam. .Menggunakan gas SO2 atau HCN.b. Menggunakan racun Red Suggi .